0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
254 tayangan18 halaman

Rencana Perawatan Ortodontik Pasien

Laporan ini berisi identitas pasien, riwayat kesehatan dan gigi, pemeriksaan klinis dan model studi ortodontik pasien untuk merencanakan perawatan."

Diunggah oleh

Euginia Yosephine
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
254 tayangan18 halaman

Rencana Perawatan Ortodontik Pasien

Laporan ini berisi identitas pasien, riwayat kesehatan dan gigi, pemeriksaan klinis dan model studi ortodontik pasien untuk merencanakan perawatan."

Diunggah oleh

Euginia Yosephine
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN RENCANA PERAWATAN

ORTODONTIK LEPASAN

NOMOR MODEL :
NAMA PASIEN :
UMUR :
JENIS KELAMIN :
NO TLP PASIEN :
NAMA OPERATOR :
NIM :
PEMBIMBING :

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2018
STATUS PEMERIKSAAN
DAN PERAWATAN ORTHODONTI
Operator :
No.Mhs :
Pembimbing :
No. Kartu :
No. Model :

I. IDENTITAS
Nama pasien :
Umur :
Suku :
Jenis kelamin :
Status Kawin :
Alamat :
Telepon :
Pekerjaan :
Rujukan dari :
Nama Ayah :
Umur :
Suku :
Nama Ibu :
Umur :
Suku :
Pekerjaan orang tua :
Alamat orang tua :

II. WAKTU PERAWATAN


Pendaftaran : Tgl.
Pencetakan : Tgl.
Pemasangan alat : Tgl.
Retainer : Tgl.

2
III. PEMERIKSAAN KLINIS
A. Pemeriksaan Subjektif (Anamnesis)
Keluhan Utama :

Riwayat Kesehatan :
 Kelahiran :
 Urutan kelahiran :
 Nutrisi :
 Penyakit berat yg pernah diderita :
 Kelainan Kongenital :
 Keterangan :

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan gigi geligi :


 Gigi Desidui :

 Gigi Bercampur :

 Gigi Permanen :

Kebiasaan Buruk (berkaitan dengan keluhan pasien) :


Jenis Durasi Frekuensi Intensitas Keterangan
Kebiasaan

3
Riwayat Keluarga (berkaitan dengan keluhan pasien) :

B. Pemeriksaan Objektif
Umum :
 Vital Sign
a. Tekanan Darah :
b. Denyut Nadi :
c. Respirasi / Pernafasan :
d. Reflek Pupil Mata :
 Indeks Massa Tubuh
a. Berat badan :
b. Tinggi Badan :
c. Pengukuran IMT :
𝐵𝐵 (𝑘𝑔)
𝐼𝑀𝑇 = 𝑇𝐵2 (𝑚) =

d. Kategori IMT :

Kurus : < 18,5


Normal : 18,5 – 24,9
Overweight : 25 – 29,9
Obesitas : > 30

 Limfonodi Submandibula :
 Tidak Ada Kelainan Ada Kelainan :
Keterangan :
 Mental :  Baik  Sedang  Jelek
Keterangan :

4
 Lokal :
a. Ekstra Oral :
 Bentuk kepala :  Brakisefali  Mesosefali  Dolikosefali
Lebar Kepala
 Indeks kepala : x 100 =
Panjang Kepala

Ket : Brachycephalic (lebar, persegi) : >81


Mesocephalic (oval) : 76– 80,9
Dolicocephalic (panjang, sempit) : < 75,9

 Bentuk muka= Hipereuriprosop Euriprosop


Mesoprosop Leptoprosop
Hiperleptoprosop

Jarak N−Gn
 Indeks muka : x 100 =
Jarak Bizigomatik

Ket: Euryprosope (pendek, lebar) : 79 – 83,9


Mesoprosope (sedang) : 84 – 87,9
Leptoprosope (tinggi, sempit) : 88 – 92,9
Hipereuriprosope (lebih pendek, lebih lebar) : ≤ 78,9
Hiperleptoprosope (lebih tinggi, lebih sempit) : ≥ 93

 Analisa Foto

Tampak depan Tampak samping

 Posisi rahang yang dilewati garis simon tegak lurus terhadap bidang
orbital
Maksila : Normal  Protrusif Retrusif
Mandibula : Normal  Protrusif Retrusif

5
 Tonus Otot Mastikasi :
Normal Hypotonus Hypertonus
 Tonus Otot Bibir :
Normal Hypotonus Hypertonus
 Posisi Bibir Istirahat : Menutup Membuka
 Free Way Space =

b. Intra Oral
 Jaringan Lunak
 Gingiva :Tidak Ada Kelainan Ada Kelainan
Keterangan :

 Lidah :Tidak Ada Kelainan Ada Kelainan


Keterangan :

 Palatum :Tidak Ada Kelainan Ada Kelainan


Keterangan :

 Mukosa : Tidak Ada Kelainan Ada Kelainan


Keterangan :

 Perlekatan Frenulum
a. Labii Superior: Tinggi Normal Rendah
Keterangan :
b. Labii Inferior: Tinggi Normal Rendah
Keterangan :
c. Lingualis : Tinggi Normal Rendah
Keterangan :

6
 Tonsila : Tidak Ada Kelainan Ada Kelainan
Keterangan :

 OHI-S :
a. DI=

b. CI =

Total OHI-S :
Baik Sedang Buruk

7
 Pemeriksaan Gigi :

V IV III II I I II III IV V
8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8
8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8
V IV III II I I II III IV V

Keterangan :
K : Karies R : Radiks T : Tambalan
I : Inlay X : Telah dicabut P : Persistensi
Im : Impaksi J : Jaket O : Belum Erupsi
Ag : Agenesis B : Bridge En : Prwtn endodontik

 Analisa Fungsi
Penelanan : Normal / Tidak normal
Bicara : Lidah normal / Lidah terletak diantara gigi
Penutupan mulut : Normal / Tidak normal
Pernapasan : Mulut tertutup / Mulut terbuka
Senyum : Gusi terlihat / Normal
Kelainan TMJ : Ada/Tidak ada

IV. ANALISA MODEL STUDI


Bentuk Lengkung Gigi :
A. Rahang Atas :

Setengah Elips Setengah Lingkaran Trapezoid Parabola


U Form V Form Simetris Asimetris

8
B. Rahang Bawah :

Setengah Elips Setengah Lingkaran Trapezoid Parabola


U Form V Form Simetris Asimetris

1. Rahang Atas
 Arah Sagital
Inklinasi gigi insisivus : Normal/Tidak Normal
Pergeseran gigi posterior :
 Arah Transversal
Midline : Segaris / Tidak segaris
 Arah Vertikal
 Infra versi : Ada / Tidak ada
 Supra versi : Ada / Tidak ada

2. Rahang Bawah
 Arah Sagital
Inklinasi gigi insisivus : Normal/Tidak Normal
Pergeseran gigi posterior :
Kurva spee : Dalam / Normal
 Arah Transversal
Midline : Segaris / Tidak segaris
 Arah Vertikal
 Infra versi : Ada / Tidak ada
 Supra versi : Ada / Tidak ada

9
C. Lebar Mesiodistal Gigi (mm)
RAHANG ATAS RAHANG BAWAH
Gigi Kanan Kiri Normal Ket Kanan Kiri Normal Ket
1 7.40-9.75 4.97-6.60
2 6.05-8.10 5.45-6.85
3 7.05-9.32 6.15-8.15
4 6.75-9.00 6.35-8.75
5 6.00-8.10 6.80-9.55
6 9.95-12.10 10.62-13.05
7 8.75-10.87 8.90-11.37

Kesimpulan :

Relasi Gigi dalam Oklusi Sentrik:


a. Anterior
11 21
1. Over jet : : :
41 31
11 21
2. Over bite : : :
41 31

3. Palatal bite : Tidak Ada Ada


Keterangan : …
4. Open bite : Tidak Ada Ada
Keterangan : …
5. Edge to edge bite : Tidak Ada Ada
Keterangan : …
6. Cross bite : Tidak Ada Ada
Keterangan : …
7. Relasi Caninus permanen
 Kanan, klas : II
 Kiri, klas : III
8. Garis interinsisivus sentral RA terhadap rahang :
Segaris Tidak Segaris, keterangan : …
9. Garis interinsisivus sentral RB terhadap rahang :

10
Segaris Tidak Segaris, keterangan : …
b. Posterior
1. Cross bite : Ada Tidak Ada
Keterangan :
2. Scissors bite : Ada Tidak Ada
Keterangan :
3. Open bite : Ada Tidak Ada
Keterangan :
4. Cusp to cusp bite : Ada Tidak Ada
Keterangan :
5. Relasi molar pertama permanen
 Kanan, klas :
 Kiri, klas :

D. Skema Gigi-Gigi Dari Oklusal


Rahang Atas

Malposisi :

Rahang Bawah

Malposisi :

E. Skema Gigi-Gigi Dalam Keadaan Oklusi


Arah Anterior RA

RB

11
Relasi Kaninus:

Arah Kanan Relasi Molar :


Over jet :
Over bite :
Relasi Molar Kanan (16)
46

Relasi Kaninus:
Relasi Molar :
Arah Kiri
Over jet :
Over bite :
Relasi Molar Kiri (16)
46
F. Perhitungan
Metode Pont
Dasar pemikirannya adalah bahwa dalam lengkung gigi yang ideal,
terdapat hubungan antara jumlah mesiodistal kempat gigi insisivus atas
dengan lebar lengkung inter P1 dan inter M1.

 Jumlah mesio distal 12 11 21 22 :


 Jarak P1-P1 Pengukuran :
ΣI
 Jarak P1-P1 Penghitungan : 80
𝑥 100 =
 Diskrepansi :

 Jarak M1-M1 Pengukuran :


ΣI
 Jarak M1-M1 Penghitungan : 64
𝑥 100 =

 Diskrepansi :

 Keterangan :

12
Metode Korkhous
Dasar pemikirannya adalah kelanjutan dari metode pont, yaitu terdapat
hubungan antara jarak pertemuan insisivus sentral RA dan garis sagital
inter P1-P1 Rahang atas dengan jumlah keempat insisivus permanen RA.
 Jumlah mesiodistal 12-11-21-22 :
 Jarak ideal tabel korkhous :
 Jarak inter I dengan garis sagital P1-P1 :
 Diskrepansi :
 Keterangan :

Metode Howes RA
Dasar pemikirannya adalah bila gigi berada dalam lengkung ideal, lebar
inter P1-P1 atas minimal 43% dari jumlah mesiodistal gigi M1-M1 atas,
dan lebar interfossa canina minimal 44% dari jumlah mesiodistal gigi M1-
M1 atas.
 Jumlah mesiodistal M1-M1 :
 Lebar inter tonjol P1-P1 :

 Indeks Howes untuk inter P1 :


lebar inter tonjol P1
𝚺mesiodistal M1−M1
x 100% =

 Keterangan :

 Jumlah mesiodistal M1-M1 :


 Pengukuran inter fossa Caninus :
 Indeks Howes Inter fossa Caninus :
lebar interfossa caninus
𝚺mesiodistal M1−M1
x 100% =
 Keterangan :

13
Metode Bolton
Mempelajari perbedaan ukuran gigi rahang bawah terhadap gigi rahang
atas dengan keadaan oklusinya. Rasio yang diperoleh membantu dalam
mempertimbangkan hubungan over jet dan over bite yg mungkin dicapai
setelah perawatan selesai.
 Jumlah mesiodistal M1-M1 RB:
 Jumlah mesiodistal M1-M1 RA:
 Rasio Keseluruhan :
𝚺mesiodistal M1−M1 RB
𝚺mesiodistal M1−M1 RA
x 100% =

Keterangan :

 Jumlah mesiodistal anterior RB:


 Jumlah mesiodistal anterior RA:
 Rasio anterior :
𝚺mesiodistal anterior RB
𝚺mesiodistal anterior RA
x 100% =

Keterangan :

V. ANALISA FOTO RONTGEN


 Jenis Foto :

Keterangan :

VI. DIAGNOSA ORTHODONTI


Maloklusi Angle Kelas dengan :

VII. ETIOLOGI :

14
VIII. DETERMINASI LENGKUNG + ARCH LENGTH DISCREPANCY
SEGMENTAL (METODE LUNDSTROM)
Hasil Penapakan :

 Rahang atas:
Panjang lengkung ideal : Kanan: mm, Kiri: mm
∑ Mesio distal gigi I1-M1 : Kanan: mm, Kiri: mm
Diskrepansi : Kanan: mm, Kiri: mm
 Rahang bawah:
Panjang lengkung ideal : Kanan: mm, Kiri: mm
∑ Mesio distal gigi I1-M1 : Kanan: mm, Kiri: mm
Diskrepansi : Kanan: mm, Kiri: mm
Overjet awal : 11 = mm 21 = mm
41 31

Overbite awal : 11 = mm 21 = mm
41 31

IX. RENCANA PERAWATAN


A. Tahap 1
Penjelasan tentang perawatan ortodontik

Tahap 2 (Ekspansi Rahang Bawah, mengoreksi overbite, dan


mengoreksi malposisi atas)
Rahang Atas

Rahang Bawah

15
B. Tahap 3 (Mengoreksi malposisi pada rahang bawah, overjet, dan
mesialisasi gigi rahang bawah)
Rahang atas

Rahang bawah

C. Tahap 3 (Penyesuaian Oklusi)

D. Tahap 4 (Pemakaian Retainer)


Pemakaian retainer bertujuan untuk mempertahankan lengkung gigi
yang telah terkoreksi sampai terjadi kestabilan dalam lengkung gigi yang
baru serta mencegah agar gigi-gigi tidak relaps.
Rahang atas

Rahang bawah

X. SKETSA PESAWAT ORTHODONTI

A. Tahap I
Rahang Atas Keterangan

Alat-alat yang digunakan :

Rahang Bawah Keterangan

Alat-alat yang digunakan :

16
XI. PROGNOSIS
A.
B. Keterangan :

Palembang, November 2018

Menyetujui,
Pembimbing Operator

17
LEMBAR PERSETUJUAN PERAWATAN ORTHODONTI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Nama Pasien :
Umur :
Jenis Kelamin :
Alamat :
Operator :
Pembimbing :

No Kegiatan Tanggal Paraf Dokter


1 Persetujuan pasien

2 Anamnesis dan pemeriksaan klinis

3 Mencetak dan mengisi gips

4 Membuat work model dan


studi model

5 Diskusi I

6 Diskusi II

7 Persetujuan rencana perawatan dan


desain alat

8 Pembuatan alat
9 Insersi alat

18

Anda mungkin juga menyukai