Filsafat Sosial Prodi S3 Ilmu Sosial
FILSAFAT IDEALISME (MUTLAK) GEORG W.F. HEGEL
1. Georg Wilhelm Friedrich Hegel disebut sebagai bapak filsafat kritis.
2. Filsafat idealisme yang digagas Georg Wilhelm Friedrich Hegel adalah aliran pemikiran
yang dibangun di atas logika dialektika dan filsafat sejarah yang memahami kenyataan
sebagai sebuah proses menjadi.
3. Para filsuf idealisme berpendapat bahwa semua realitas hanya ada dalam kesadaran
pribadi –hanya akal yang riil dan materi tidak mempunyai eksistensi yang terlepas dari
akal yang menangkapnya (Schmandt, 2005: 476). Dengan kata lain, dalam pandangan
filsuf idealisme, kenyataan sesungguhnya adalah produk dari pengetahuan.
4. Dalam proses dialektika, menurut Hegel yang terjadi bukan hanya peniadaan, pembatalan
dari kedua oposisi (tesa-antitesa), karena munculnya sintesis membuat keduanya tidak
berlaku, ditarik ke taraf yang lebih tinggi dan kebenaran keduanya dipertahankan dalam
sintesis yang dihasilkan.
5. Dunia, dalam pandangan Hegel adalah sesuatu yang dinamik seperti halnya pikiran
(reason). Dunia dan pikiran, keduanya aktif, berproses secara evolusioner, dan kontradiksi
merupakan akar dari kehidupan dan gerak. Segala sesuatu cenderung berubah menjadi
kebalikannya (oposisi). Tanpa kontradiksi, tidak ada gerak, tidak ada kehidupan.
6. Dalam pandangan Hegel, tujuan dasar dari perkembangan pemikiran filsafat
sesungguhnya adalah untuk mengatasi oposisi-oposisi, karena dalam kenyataan hidup
sehari-hari kita senantiasa dihadapkan pada pertentangan, kontradiksi, kemajemukan, dan
perbedaan yang seolah tak pernah usai, seperti kontradiksi antara subjek dan objek, yang
terbatas dan yang tak terbatas, antara alam dan Roh, dan lain sebagainya yang cenderung
bertolak-belakang atau saling menegasi. Sementara itu, yang disebut rasio, menurut Hegel
selalu bergerak ke arah upaya untuk menyatukan kontradiksi atau pertentangan itu dalam
kesatuan yang utuh, atau dengan kata lain rasio selalu ingin mencapai Yang Absolut.
7. Berbeda dengan Kant yang memahami oposisi dan kontradiksi sebagai penghalang pada
kebenaran, Hegel justru menempatkan dialektika sebagai elemen pokok untuk mencapai
kebenaran (Schmandt, 2005: 491).
8. Perkembangan pemikiran filsafat Hegel pada awal-mulanya banyak dipengaruhi teologi.
Dalam idealisme terjadi semacam demitologisasi atau rasionalisasi atas teologi Kristen,
sehingga menjadi spekulasi filosofis. Menurut Hegel, hubungan antara manusia dan
Tuhan sebetulnya adalah satu kesatuan yang utuh, namun dalam realisasinya selalu saja
timbul problem alienasi dan oposisi di antara keduanya. Agama Kristen, dalam analisis
Hegel diyakini telah berhasil membongkar pikiran yang menyatakan bahwa manusia tak
ubahnya seperti budak yang melaksanakan perintah-Nya sebagaimana diyakini agama
Yahudi. Dengan ajaran menekankan arti penting kasih, agama Kristen menurut Hegel
telah berhasil menyembuhkan keterasingan manusia dari Tuhannya. Hanya saja, ketika
agama Kristen berubah menjadi agama moralitas kewajiban, maka yang terjadi kemudian
tak pelak adalah oposisi (lihat: Hegel, 2007).
Aspek Hegel Feuerbach Karl Marx
Dasar Ide, Roh, pikiran Alam material Kerja sosial
kenyataan
sosial
Kebenaran Totalitas objektif Proyeksi diri Biang keladi alienasi
adalah institusi hak milik
Metode Dialektika Roh Radikal dan kritis Dialektika Materialisme
atau matarialisme sejarah
Das Ding Roh Absolut Allah adalah hasil Perjuangan kelas
in sich proyeksi manusia akan mencapai kebebasan
dirinya sendiri
Sumber: Diolah dari Bertens (1975), Hadiwijono (1980) dan Hardiman (2011).
1
2