Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, dan Berkat-
Nya sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan tugas Rekayasa Ide guna memenuhi
salah satu tugas mata kuliah Pengantar Akuntansi. Harapan kami semoga makalah mini riset ini
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat
memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Karena keterbatasan ilmu maupun pengalaman kami, Kami percaya tetap banyak
kekurangan dalam makalah mini riset ini, Oleh karena itu kami sangat berharap saran dan kritik
yang membangun berasal dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Medan, Oktober 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................................................1
DAFTAR ISI....................................................................................................................................2
BAB I...............................................................................................................................................3
RINGKASAN.................................................................................................................................3
BAB II.............................................................................................................................................4
PENDAHULUAN..........................................................................................................................4
A. Latar Belakang......................................................................................................................4
B. Rumusan Masalah.................................................................................................................4
C. Manfaat Penulisan................................................................................................................5
BAB III...........................................................................................................................................6
GAGASAN.....................................................................................................................................6
BAB IV............................................................................................................................................9
KESIMPULAN..............................................................................................................................9
BAB I
RINGKASAN

Usaha Dagang Bakso Kurcaci adalah salah satu usaha kecil menengah, dan penjualan
dagangan terkhusus kepada penjualan kuliner. Untuk laporan keuangan usaha Bakso Kurcaci
masih menggunakan laporan yang sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:
1. Usaha Dagang Bakso Kurcaci melakukan pencatatan secara sederhana dan manual,
yakni dengan membuat catatan penjualan bulanan dan catatan kehadiran karyawan.
2. Penyusunan laporan keuangan Usaha Bakso Kurcaci berdasarkan SAK ETAP dengan
memperhatikan perlakuan akuntansi aset biologis dapat diterapkan dengan melakukan
penyesuaian terhadap kondisi usaha.
Kendala yang dihadapi dalam menyusun laporan keuangan sesuai SAK ETAP:

a. Adanya keterbatasan waktu,


b. Terbatasnya jumlah pihak yang menangani keuangan usaha,
c. Lingkup usaha yang kecil,
d. Kurangnya pengetahuan tentang penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP,
e. Kinerja keuangan diukur dengan rasio profitabilitas.

Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kinerja keuangan Usaha Dagang Bakso Kurcaci
dalam kondisi yang baik. Walaupun sederhana. Dan Objek Penelitian adalah UKM ,yaitu Usaha
kecil menengah kuliner makanan.

BAB II
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Akuntansi merupakan salah satu cabang ilmu yang tidak terlepas dari dunia bisnis. Dengan
adanya ilmu akuntansi maka pembukuan keuangan menjadi lebih mudah dan lebih akurat.Akan
tetapi, dalam kenyataannya banyak pembukuan keuangan yang tidak sesuai dengan keuangan
yang ada. Hal ini terjadi karena kekeliruan dari pembuatan laporan keuangan atau adanya
kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.
Dalam melakukan penyusunan laporan keuangan perusahaan, seorang akuntan harus
mengikuti aturan yang ada dalam pembuatan laporan keuangan, yaitu sesuai dengan aturan
PSAK. Akan tetapi, dalam kenyataanya banyak perusahaan yang secara kreatif melakukan
manipulasi data keuangan untuk mendapatkan respon yang baik dari beberapa kalangan. Hal ini
disebut dengan akuntansi kreatif (‘Creatif Accounting’). Akuntansi kreatif bukan hal yang baru
dalam dunia akuntansi, karena banyak perusahaan yang melakukan hal tersebut. Akuntansi
kreatif oleh beberapa kalangan dianggap hal yang tidak etis karena memanipulasi data. Akan
tetapi, kreatif akuntansi dalam pandangan teori akuntansi positif, sepanjang kreatif akuntansi
tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum tidak ada masalah
yag harus dipersoalkan.

B. Rumusan Masalah

 Beberapa Masalah Dalam penyusunan Laporan Keuangan dalam Akuntansi

 Cara mengatasi Permasalahan Laporan Keuangan

C. Manfaat Penulisan
 Dapat memberi saran kepada usaha dagang tentang laporan keuangan

 Dapat memberi saran kepada usaha dagang tentang pemasaran

 Dapat memberi saran kepada usaha dagang tentang saran memajukan usaha ke arah yang
lebih baik

BAB III
GAGASAN

Informasi akuntansi merupakan alat yang digunakan oleh pengguna informasi untuk
pengambilan keputusan (Nicholls dan Holmes, 1988 : 57), terutama oleh pelaku bisnis. Dimana
informasi akuntansi diharapkan dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang bisa mengukur
dan mengkomunikasikan informasi keuangan tentang kegiatan ekonomi. Informasi akuntansi
sangat diperlukan oleh pihak manajemen perusahaan dalam merumuskan berbagai keputusan
dalam memecahkan segala permasalahan yang dihadapi perusahaan. Informasi akuntansi yang
dihasilkan dari suatu laporan keuangan berguna dalam rangka menyusun berbagai proyeksi,
misalnya proyeksi kebutuhan uang kas di masa yang akan datang. Dengan menyusun proyeksi
tersebut secara tidak langsung akan mengurangi ketidakpastian, antara lain mengenai kebutuhan
akan kas (Sutapa, Rusdi, dan Kiryanto, 2001 : 200).
UsahaBakso Kurcaci adalah salah satu dari contoh usaha dagang dibidang kuliner yang
ada disekitar kita. Usaha ini memperjual belikan barang dagangan berupa makanan dan
minuman. Usaha Kuliner yang kami jadikan penelitian bernama Usaha Dagang bakso kurcaci
.Usaha dagang ini terletak di Jalan Pasar V, Pancing, di ruko Komplek MMTC, di sebelah kanan
jalan, sebelum simpang empat UNIMED (Universitas Negeri Medan).

. Pemilik usaha dagang ini bernama Yuanita Afrida dan memiliki karyawan sebanyak 5
orang. Usaha dagang Bakso Kurcaci ini sudah berdiri sejak 2 tahun lalu dan didirikan langsung
oleh sang pemilik.
Selama proses operasional usaha, banyak biaya yang harus ditanggung oleh pihak Usaha
Dagang Bakso Kurcaci , diantaranya biaya gaji tenaga kerja, biaya listrik, biaya air, biaya sewa
gedung, dan biaya bahan bakar. Biaya-biaya yang ditanggung oleh pemiik selama proses
operasional usaha seharusnya mengurangi pendapatan yang diterima, namun karena tidak ada
pencatatan yang tepat maka besarnya laba yang diperoleh selama penjualan bibit tidak dapat
mencerminkan laba yang sesungguhnya.
Hal tersebut yang menjadi kendala bagi Usaha Dagang Bakso Kurcaci. dalam
mengembangkan usahanya, karena pemilik usaha tidak mengetahui secara pasti besarnya laba
yang diperoleh selama satu kali produksi dan tidak mengetahui perkembangan usaha dagang
secara pasti.
Langkah Langkah Strategis mengatasi kesulitan menyusun Laporan Keuangan bagi Usaha Kecil
Menengah (UKM)

Sebaiknya setiap transaksi jual beli dari usaha dagang Bakso Kurcaci dibuat agar dapat
lebih mengetahui secara jelas dan dan rinci berapa saja pendapatan yang diterima dan beban
yang di keluarkan agar laba maupun rugi bersih dapat diketahui untuk lebih meningkatkan
kinerja usaha tersebut.
Proses pencatatan akuntansi transaksi keuangan sudah merupakan keharusan bahwa setiap
transaksi keuangan yang dilakukan harus disertai dengan bukti. Bukti merupakan salah satu
bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kerja pada atasan bahwa transaksi telah
dilakukanTahapan pencatatan adalah setiap transaksi dari suatu kegiatan usaha merupakan suatu
informasi awal yang harus dicatat dan diolah, sehingga terbentuk sebuah laporan keuangan.

 Merekrut Pegawai

Hal ini perlu dilakukan usaha dagang Bakso Kurcaci khususnya dalam bidang pencatatan
agar setiap transaksi yang terjadi pada usaha dagang Bakso Kurcaci memiliki bukti konkrit dan
dapat mudah membuat laporan keuangan agar pemilik juga dengan mudah memahami
bagaimana kondisi keuangan daripada usahanya

 Mengurangi pengeluaran
Kita dapat mengurangi pengeluaran dengan cara mengurangi segala kebutuhan yang tidak
perlu seperti mengurangi karyawan jika dinilai melebihi dari cukup,jangan membeli sepatu yang
modelnya sama dengan sepatu yang susah atau belum laku terjual.

Diskon
Dengan memberikan diskon kepada pelanggan setia dapat lebih mempererat hubungan
kerjasama antara penjual dan pembeli sehingga pembeli tidak pergi ke penjual lain.

 Dekorasi
Tempat yang digunakan untuk menjual sebaiknya dibuat menarik seperti berwarna cerah
dan dipenuhi stiker-stiker kurcaci dan diiringi dengan alunan musik yang ngehitz.
BAB IV
KESIMPULAN

Dalam usaha dagang yang kami observasi sama sekali tidak memiliki pencatatan siklus
akuntansi perusahaan dagang yang dimulai dari pencatatan bukti transaksi, jurnal, dan posting
buku besar. Hal tersebut menjadikan usaha dagang ini juga tidak memiliki laporan keuangan
perusahaan dagang yang konkrit. Semua transaksasi hanya diakumulasikan pribadi saja oleh sang
pemilik yang juga tidak memiliki tenaga kerja khusus dalam bidang pencatatan keuangan.
Untuk itu untuk memajukan usaha dagang Bakso Kurcaci ini kami memiliki beberapa
ide yang bisa diterapkan yaitu berupa membuat pencatatan agar setiap transaksi yang terjadi pada
usaha dagang Bakso Kurcaci ini dapat dibuat laporan keuangan agar memudahkan stakeholders
memahami kondisi keuangan usaha. Dan ide yang juga dapat diterapkan adalah merekrut
pegawai yang khusus dalam bidang pencatatan, hal ini dikarenakan dari hasil observasi kami
salah satu alasan pemilik tidak memiliki laporan keuangan dikarenakan ketidakadaan pegawai
khusus dalam bidang tersebut.