MAKALAH
INSTRUMENTASI & METROLOGI
VORTEX FLOWMETER
Disusun Oleh:
Kelompok 5
1. Galang Dimas Pratama (07)
2. Ikrom Maulana (10)
3. Ilham Fatkhu Arroyyan (11)
4. M. Fadhil Hisyam (14)
Kelas MS-3B
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN
TEKNIK MESIN PRODUKSI DAN PERAWATAN
JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Flow meter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur laju aliran atau Jumlah suatu fluida yeng bergerak mengalir
dalam suatu pipa tertutup atau saluran terbuka seperti channel atau sungai atau parit atau gorong-gorong. Jenis fluida yang melalui
atau diukur oleh flow meter bisa berupa cairan, gas maupun solid. Dalam Aplikasinya penggunaan flow meter untuk mengukur aliran
baik berupa kecepatan aliran, kapasitas aliran maupun volumenya atau beratnya fluida mempunyai aplikasi yang bermacam macam.
Aplikasi penggunaan flow meter tergantung pada tujuan, manfaat, kendala yang tergantung pada situasi yang dibutuhkan rekayasa
sehingga pemasangan flow meter tersebut sesuai dengan tujuan dan manfaatnya.
Flow meter mempunyai banyak istilah penyebutan baik berdasarkan fungsi maupun tujuannya seperti flow gauge, flow indicator,
liquid meter, gas meter, water meter dan lainya tergantung pada jenis industri , namun fungsi dari flow meter tetap sama yaitu untuk
mengukur aliran. Sebagai alat ukur maka flow meter punya variable paling penting yang harus di perhatikan yaitu tingkat akurasi
dari flow meter. Dalam penggunanya kita harus tahu bahwa flow meter mempunyai berbagai jenis dan model dimana mempunyai
fungsi aplikasi yang berbeda dengan tingkat akurasi yang juga berbeda. Makin tinggi akurasi dari pembacaan flow meter maka makin
mahal harganya.
Sebelum menentukan jenis flow meter yang kita pasang kita harus tahu berapa besar akurasi yang kita inginkan dari hasil
pembacaan flow meter yang akan kita pasang. Karena Pengukuran untuk aliran air sungai atau air limbah tentunya mempunyai
akurasi yang berbeda ketika kita gunakan flow meter untuk mengukur susu, bahan kimia atau obat cair.
Ada bebarapa jenis flow meter berdasarkan penggolongan pengukuran yaitu PD flow meter atau postive displacement flow meter,
mass flow meter, dan velocity flow meter. Velocity flow meter mengandalkan output sinyal yang dihubungkan langsung dengan
kecepatan fluida yang melewati flow meter. Jenis velocity flow meter ini sangat populer dan mempunyai jenis lumayan banyak
seperti :
Electromagnetic Flow meter
Ultrasonic flow meter and open chanel flow meter
Turbine, Paddle Wheel and Propeller flow meter
Vortex Shedding flow meter and Sonar meter
Target flow meter and Vane flow meter
Variable Area flow meter dan Rotameter
Orifice Plate flow meter
Venturi flow meter, dll
Hal-hal yang harus diketahui dalam memilih jenis flow meter tentunya berdasarkan pada jenis fluida, situasi installasi, harga
flow meter, penggunaan jangka waktu flow meter serta kondisi daerah yang aman atau berbahaya, lfe time flow meter, kecepatan
merespon aliran, bahan fluida yang harus disesuaikan dengan material flow meter serta kebutuhan akurasi yang inginkan dan lainya
yang berhubungan dengan kondisi lapangan dan operatornya.
Theodore von Karman, fisikawan Hungaria-Amerika, adalah orang pertama yang menggambarkan efek di mana benda yang
tidak ramping (juga disebut badan tebing) ditempatkan di jalur arus yang mengalir cepat, menyebabkan cairan itu terpisah secara
bergantian dari benda pada dua sisi hilirnya, dan karena lapisan batas menjadi terlepas dan ikal kembali pada dirinya sendiri,
membentuk vortisitas (disebut juga pusaran air atau pusaran air). Dia juga mencatat bahwa jarak antara vortisitas konstan dan
bergantung hanya pada ukuran batu yang membentuknya. Di sisi badan tebing tempat pusaran terbentuk, kecepatan fluida lebih
tinggi dan tekanannya lebih rendah. Saat pusaran bergerak ke hilir, ia tumbuh dalam kekuatan dan ukuran, dan akhirnya melepaskan
atau melepaskan diri. Hal ini diikuti oleh pusaran yang terbentuk di sisi lain tubuh tebing. Dalam makalah ini selanjutnya akan
dibahas mengenai flowmweter jenis vortex.
B. Tujuan Pengukuran Menggunakan Vortex Flow Meter
1. Untuk mengetahui kecepatan aliran dengan satuan jarak/waktu
2. Untuk mengetahui kapasitas aliran dalam pipa
3. Untuk mengetahui jumlah total aliran
C. Manfaat Pengukuran Menggunakan Vortex Flow Meter
1. Agar kecepatan dalam aliran pipa sesuai dengan standart
2. Agar kapasitas aliran dalam pipa dapat dikontrol
3. Agar jumlah total aliran dapat diketahui
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep D Vortex Flowmeter
Vortex Flowmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur laju aliran atau jumlah suatu fluida yang bergerak menurut
kecepatan alirannya. Alat ini merupakan perangkat pengukuran arus yang paling sesuai untuk pengukuran aliran dimana pengenalan
komponen bergerak mendeteksi masalah. Mereka tersedia di kelas industri, kuningan atau semua konstruksi plastik. Volume aliran
vortex mengukur volume / aliran massa cairan, gas dan uap. Aplikasinya adalah persediaan air, sirkulasi industri, pengolahan limbah,
minyak, reagen kimia, udara tekan, uap jenuh atau panas, gas alam dan media lainnya.
Peralatan flow meter vortex membutuhkan jenis aliran yang baik dan simetris, bebas dari distorsi untuk memberikan nilai akurasi
yang baik dalam pembacaannya. Beberapa hal yang mempengaruhi untuk mendapatkan nilai akurasi dari flow meter vortex , salah
satunya adalah masalah jarak penempatan peralatan ini terhadap sumber turbulensi .
Sumber-sumber turbulensi antara lain adalah pompa, valve – valve / katup, knee (atau-pun pengubah arah aliran sejenis), reduser
atau perubahan ukuran aliran dan lain-lain. Pada umumnya produsen pembuat telah memberikan panduan batasan jarak minimum
untuk produk nya. Jarak tersebut kembali mengacu pada panjang yang ditunjukkan pada pipa dengan ukuran diameter (D). Salah satu
contoh adalah tertulis 10D, dapat diartikan bahwa penempatan flow meter pada jarak 10 kali diameter pipa dari sumber turbulensi.
Pengaruh turbulensi pada sumber apapun sangat besar terhadap akurasi pembacaan flow meter . Penempatan setiap jenis flow
meter dapat dilihat dari masing-masing spesifikasi dari produsen. Meskipun setiap produsen memiliki aturan-aturan tersendiri. Pada
dasarnya flow meter vortex dapat dipasang secara vertikal, horizontal atau-pun di setiap sudut pada posisi terus dialiri.
B. Elemen Dasar Penyusun Sistem
Vortex flowmeter berawal dari seorang penemu yang bernama Karman Vortex (1912). Prinsip kerja vortex flowmeter adalah
dengan menempatkan batang vortex (shedder bar) ditengah tengah dari flow tube dari flowmeter. Pada saat ada aliran fluida yang
mengenai batang vortex akan terbentuk gelombang vortex yang proporsional dengan flow rate (laju aliran) dari fluida tersebut.
Frekuensi yang dihasilkan oleh gelombang vortex tersebut dideteksi oleh sensor piezo electric. Frekuensi yang dihasilkan
proporsional dengan velocity(kecepatan aliran), yang apabila dibagi dengan luas area akan mendapatkan volumetric flowrate
(volume).
Gambar 1. Vortex Flow Meter
Akurasi dari vortex flowmeter adalah 1 % untuk gas dan 0.75 % untuk liquid. Pemasangan vortex flowmeter juga harus
menggunakan standar 5/2 yaitu 5 X D untuk upstream (aliran sebelum flowmeter) dan 2 X D sesudah flowmeter untuk menghindari
turbulance (aliran tidak beraturan) yang akan mempengaruhi dari penunjukan dari flow. Dan yang patut dihindari adalah vortex
flowmeter sangat mudah terpengaruh oleh adanya vibration (getaran). Jadi pada saat pemasangan harus dipasang jauh dari sumber
getaran. Seandainya tidak bisa dihindari harus dipasang clamp di flowmeter tersebut.
Gambar 2. Aliran Vortex Flow Meter
BAB III
Metode Pengukuran
A. Prinsip Kerja Pengukuran Vortex Flow Meter
Prinsip kerja vortex flowmeter adalah dengan menempatkan batang vortex (shedder bar) ditengah tengah dari flow tube dari
flowmeter. Pada saat ada aliran fluida yang mengenai batang vortex akan terbentuk gelombang vortex yang proporsional dengan
flow rate (laju aliran) dari fluida tersebut. Frekuensi yang dihasilkan oleh gelombang vortex tersebut dideteksi oleh sensor piezo
electric. Frekuensi yang dihasilkan proporsional dengan velocity (kecepatan aliran), yang apabila dibagi dengan luas area akan
mendapatkan volumetric flowrate (volume).
Analogi bola golf yang bergerak di udara menggambarkan pembentukan pusaran :
Gerakan yang lambat hampir tidak menggusur molekul-molekul udara
Kecepatan yang lebih tinggi dari tembakan menyebabkan bentuk pusaran tidak teratur di
belakang bola
Kecepatan yang sangat tinggi cukup untuk menyebabkan formasi vortex yang kuat dan
teratur di belakang bola
Angin sepoi-sepoi Aliran Laminar, tidak ada vortisitas yang
terbentuk
Angin kencang Aliran transisi, Formasi vortex yang tidak
teratur
Angin kencang Pola aliran turbulen, formasi vortex teratur
Ketika media fluida yang mengalir menghantam objek bluff body yang tidak segaris dengan aliran akan memisahkan aliran dan
bergerak di sekitar bluff body dan melewati hilir. Pada titik kontak dengan bluff body pusaran berputar terpisah dari bluff body pada
sisi yang berlawanan. Pemisahan ini menyebabkan peningkatan tekanan lokal dan penurunan kecepatan di satu sisi dan penurunan
tekanan dan peningkatan kecepatan di sisi yang berlawanan. Kecepatan bolak-balik menghasilkan tekanan bolak-balik pada kedua
sisi bluff body. Frekuensi dari perubahan tekanan ini sebanding dengan kecepatan.
Frekuensi karman vortex (f sebanding dengan kecepatan v) oleh karena itu, dimungkinkan untuk
mendapatkan laju aliran dengan mengukur frekuensi karman vortex.
Vortisitas mengalir terus menerus
Bergantian dari sisi ke sisi
Frekuensi shedding sebanding dengan kecepatan
Bagaimana cara kerjanya ?
d/A ≈ 0,14 (untuk hampir semua pemasok)
dengan meningkatkan kecepatan aliran (V) jarak A konstan hanya jumlah pusaran per periode waktu meningkat (frekuensi)
1. Vortisitas dihasilkan oleh shedder
2. Shedder bar mengalami pengangkatan bergantian
a. Terjadi pada frekuensi yang sama dengan vortex shedding
3. Lift bergantian menghasilkan perubahan tekanan yang terdeteksi oleh elemen piezoelektrik yang tertutup rapat dibilah
shedder.
4. Intensitas angkat bolak-balik, dan pada gilirannya amplitude pulsa (E)
Dinyatakan oleh :
BAB IV
ANALISA
A. Kegunaan Dan Aplikasi Vortex Flowmeter
Penggunaan Vortex flow meter tersebut sebagai difinisi flow meter paling sederhana dan sesuai dengan kemajuan teknologi
fungsi dari flow meter sudah dikenal dan berkembang pesat sesuai dengan tujuan, manfaat dan fungsi pemasangannya. Jenis fluida
yang melewati atau diukur oleh flow meter bisa berupa cairan, gas maupun solid seperti air mium, air limbah, air lumpur, susu, madu,
kecap, ciaran kimia, air gula, adonan kue, concrete, powder, biji bijian dan lai lain.
Aplikasinya Vortex flow meter banyak digunakan untuk mengukur karakter aliran baik berupa kecepatan aliran, kapasitas
aliran maupun volumenya atau bisa juga di hitung mass flow nya yang berupa berat fluida. Pemilihan jenis serta model dari flow
meter tergantung pada aplikas yang di sesuaikan dengan tujuan, manfaat, tingkat kesulitan instalasi serta akurasi yang di inginkan.
Karena itu dibutuhkan rekayasa pemasangan flow meter agar didapatkan manfaat yang optimal, agar sesuai dengan investasi yang
dikeluarkan.
Kegunaan Vortex flow meter adalah untuk mengukur kecepatan aliran ( Velocity) dengan satuan jarak/waktu, Mengukur
kapasitas Aliran ( Flow Rate ) dalam pipa, Mengukur jumlah total volume yang telah mengalir ( Totalizer) , mengontrol atau
monitor dengan adanya output berupa analog out put : 4-20mA, pulsa, RS485, relay contact dan lainya. Paling banyak Vortex flow
meter digunakan untuk mengukur aliran air dan gas karena itu istilah flow meter air dan gas meter cukup populer di masyarakat.
Banyak dari para engineer yang salah dalam memilih jenis serta spesifikasi flow meter akan berakibat fatal karena harga flowmeter
tidak murah. Dalam hal ini sebaiknya sebelum membeli flow meter di tentukan dulu tujuan dan manfaat yang ingin didapatkan
serta budget yang tersedia.
B. Kekurangan Dan Kelebihan Vortex Flowmeter
Flowmeter ini dikenal juga sebagai vortex shedding flowmeters atau oscillatory flowmeters. Flowmeter jenis Vortex biasa
diaplikasikan hampir pada semua liquid dan gas bahkan steam dengan relatif mudah dan tersedia dalam berbagai ukuran pipa.
Flowmeters Vortex termasuk flowmeters yang paling serbaguna. Vortex flowmeters juga dapat mengukur skala yang luas, rentangnya
dari biasanya mencapai 1:10.
Pada beberapa flowmeter sudah ditanamkan sensor temperature PT-100 sehingga untuk steam hasil bacanya sudah bisa berupa
konversi ke satuan massa, dan untuk compressed gas tinggal ditambah pressure transmitter yang diintegrasikan pada metering sistem.
Salah satu alasan mengapa jenis ini banyak digunakan untuk pengukuran aliran uap adalah mereka dapat mentolerir suhu uap yang
tinggi. Uap adalah cairan yang paling sulit diukur. Hal ini disebabkan tekanan tinggi dan suhu uap yang tinggi dan karena parameter
pengukurannya berbeda dengan jenis steam. Jenis uap utama meliputi uap basah, uap jenuh dan uap super panas.
Uap sering diukur pada tanaman proses dan untuk pembangkit listrik. Vortex dan diferensial pressure (DP) flowmeters adalah
meter utama yang digunakan untuk mengukur steam. Flowmeters magnetik tidak dapat mengukur aliran uap, dan Coriolis dan
flowmeters ultrasonik baru mulai digunakan untuk tujuan ini. Selain kemampuan mereka untuk mentolerir suhu dan tekanan proses
yang tinggi, meter vortex juga memiliki jangkauan yang luas. Hal ini memungkinkan mereka mengukur aliran uap dengan kecepatan
yang bervariasi. Dalam proses dan pembangkit listrik, uap sering diukur berasal dari boiler. Meteran aliran Vortex beroperasi di
bawah prinsip penumpahan vortex, di mana pusaran yang berosilasi terjadi saat cairan seperti aliran air melewati tubuh tebing
(berlawanan dengan keadaan yang disederhanakan). Frekuensi vortexes yang ditumpahkan tergantung pada ukuran dan bentuk tubuh.
Ini sangat ideal untuk aplikasi dimana biaya perawatan rendah penting. Ukuran industri meter vortex dibuat khusus dan memerlukan
ukuran yang sesuai untuk aplikasi tertentu. Kelebihan lainnya yaitu sensitivitas terhadap variasi dalam kondisi proses tergolong
rendah dan bagian yang tidak bergerak memiliki keausan yang relatif rendah dibandingkan dengan jenis flow meter lainnya.
Keunggulan perangkat ini adalah biaya pemasangan awal yang rendah, dan persyaratan perawatan rendah saat digunakan dalam
kondisi aliran bersih.
Selain berbagai kelebihan yang dimiliki, vortek flowmeter juga memiliki beberapa kekurangan. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan saat menggunakan flow meter vortex karena tidak dapat digunakan untuk fluida dengan kecepatan rendah seperti pada
tingkat ini tidak mungkin diukur secara akurat. Kedua, penting untuk 10D pipa direkomendasikan sebagai panjang minimum pipa
lurus yang dibutuhkan hulu dan hilir sehingga pengukuran dilakukan secara akurat. Aliran volume vortex flowmeters berada di bawah
status aktif dari suhu fluida, tekanan, kerapatan, dan parameter termal terukur. Setelah semua hasil pengukuran aliran uap cair atau
uap yang seharusnya untuk gas, setelah semua terukur, kita harus mengukur hasil untuk mengatur volume aliran. Aliran massa atau
aliran volume memiliki spesifikasi yang diperlukan melalui konversi densitas fluida, perlu untuk melakukan perubahan kerapatan
fluida yang disebabkan oleh perubahan kondisi fluida.
Kesalahan pengukuran aliran yaitu pengukuran laju aliran pipa yang tidak berbentuk. Anda tidak dapat menentukan densitas
media cairan secara akurat saat kondisi berubah-ubah. Uap basah diasumsikan sepenuhnya sebagai uap kering. Jika kesalahan ini
tidak terikat atau dihilangkan, kesalahan pengukuran aliran vortex flowmeter akan sangat besar.
Fungsi getarannya buruk, guncangan eksternal akan membuat flowmeter vortex untuk mengukur onset kesalahan, Anda bahkan
tidak dapat bekerja dengan baik. Channel high speed fluid vortex impact akan mengganggu alat tambahan, osilasi kantilever.
Sehingga ketepatan pengukuran akan berdampak pada pipa yang berdiameter lebih besar. Kerugian lain dari flow meter vortex
adalah adanya penurunan tekanan rendah sampai sedang karena penyumbatan pada jalur aliran. Untuk mengukur perbedaan antara
adaptasi media yang kotor, diperlukan untuk mengubah skala geometri, membentuk dampak yang besar pada ketepatan
pengukuran. Fungsi suhu buruk, Vortex biasanya hanya mengukur aliran fluida di bawah 300 ℃ medium. Dengan berbagai
kekurangan tersebut, kelebihannya selalu lebih besar daripada kerugian dan vortex flowmeter menempati tempat penting dalam
kehidupan sekarang.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Daftar Pustaka