Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS PEMANTAPAN MUTU INTERNAL PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH

DI INSTALASI LABORATORIUM KLINIK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


A WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA
C (QUALITY CONTROL) KONTROL KUALITAS KIMIA KLINIK LABORATORIUM KLINIK
dr. Eugeny Alia HB, SpPKMatret 2015PATELKIBUKITTINGGI

2 QC – KONTROL KUALITAS KIMIA KLINIK. Suatu sistem yg didisain untuk


QC – KONTROL KUALITAS KIMIA KLINIK Suatu sistem yg didisain untuk meningkatkan
probabilitas hasil yang dilaporkan adalah – valid dan dapat digunakan oleh klinisi dgn confidence
(percaya) u/ memutuskan diagnostik / terapi DIDASARI ATAS EVALUASI STATISTIK

3 3 BENTUK KESALAHAN : 1. KESALAHAN KASAR 2. KESALAHAN ACAK


3. KESALAHAN SISTEMATIK1. KESALAHAN KASAR :KESALAHAN TATA USAHA, KEKELIRUAN
PADA PENANGANAN SAMPEL, PIPETASI, REAGENSIA, PANJANG GELOMBANG DLLHASIL YG
DIUKUR BIASANYA TIDAK MASUK AKAL(KONSENTRASI GLUKOSA NEGATIF)KEKELIRUAN
DAPAT FATALDAPAT DIHINDARI DENGANSISTEM ORGANISASI LAB YG BAIK DAN TERATUR

4 3 BENTUK KESALAHAN : 2. KESALAHAN ACAK:


MENGUKUR KONSENTRASI SUATU ZAT BERKALI – KALI ,HASIL TIDAK PERNAH SAMA – ADA
DEVIASI.TIDAK DAPAT DIHINDARI TAPI DAPAT DIPERKECIL/ DIBATASIPADA SUATU ANGKA
MINIMUM – MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN DENGAN CERMAT DAN TELITI, GUNAKAN
REAGENSIA DAN ALAT YG BERKUALITAS TINGGI.3. KESALAHAN SISTEMATIK:KESALAHAN
YG TERJADI AKIBAT PIPET YG KURANG AKURAT, PENYIMPANGAN SUHU PENGUKURAN
(ENZIM), REAGENSIA YG SDH RUSAK DAN FOTOMETER YG TIDAK AKURAT.

5 KETELITIAN DAN KETEPATAN: KETELITIAN:


DIPENGARUHI KESALAHAN ACAK YG TAK DAPAT DIHINDARI  PERLU REAGENSIA DAN
PERALATAN YG BERKUALITAS TINGGI, PELAKSANAAN PEMERIKSAAN YG CERMAT OLEH
PETUGAS YG TERAMPIL DAN TERLATIH.PEMIPETAN YG TEPAT TERUTAMA TEKNIK SEMI-
MIKRO DAN MIKRO, APABILA PIPET TIDAK SESUAI DAN TIDAK AKURAT MAKA MUDAH
TIMBUL PENYIMPANGAN YG RELATIF BESAR.

6 KETELITIAN:KEKUATAN SINYAL UKUR SANGAT BERPEGARUH TERHADAP KETELITIAN.


PERBEDAAN 0,001  0,002 Å DAPAT MENIMBULKAN DEVIASI SEBESAR 10-20%. HAL INI
TERJADI KARENA FOTOMETER TIDAK STABIL AKIBAT TEGANGAN LISTRIK YG TIDAK STABIL
ATAU PENGARUH SAMPEL.BENTUK KETELITIAN KIMIA KLINIK:KETELITIAN DALAM
SERIKETELITIAN DARI SERI KE SERIKETELITIAN DARI HARI KE HARIKETELITIAN ANTAR
LABORATORIUM.

7 KETELITIAN DALAM SERI – TERBAIK


K/ KONDISI PEMERIKSAAN YG SAMA U/ SATU SERI.KESALAHAN B/ SERUPA & KECIL DGN
PENGARUH YG SAMA THD SETIAP HASIL PENGUKURAN.KETELITIAN TERENDAH APBL
SAMPEL YG SAMA DIPERIKSA BBRP KALI DI LABORATORIUM YG BERBEDADGN FAKTOR
FAKTOR DEVIASI SISTEMATIK LAIN DISAMPING PENYIMPANGAN BIASA AKIBAT KESALAHAN
ACAK. KESALAHAN SETIAP LANGKAH PROSEDUR SALING MENAMBAH (ADITIF) MENJADI
KESALAHAN TOTAL.KESALAHAN PENGAMBILAN SAMPEL + PIPETASI + FOTOMETER 
KESALAHAN TOTAL ANALISIS.
8 KETIDAKTELITIAN (IMPRECISION)
IMPRESISI SCR KUANTITATIF STANDAR DEVIASI (SD ASOLUT)COEFFISIEN OF VARIATION
(CV = SD RELATIF %).

9 KETEPATAN (ACCURACY)KETEPATAN ANALISIS TERGANTUNG KESALAHAN SISTEMATIK


DALAM KESELURUHAN THP ANALISIS.BATASI KESALAHAN SISTEMATIK :KALIBRASI PIPET
SCR TEPAT,KETEPATAN SUHU,FOTOMETER DIKONTROL SCR KONTINU, PELAKSANAAN
PEMERIKSAAN CERMAT.

10 PELAKSANAAN ANALISIS AKURASI: SERUM KONTROL KETEPATAN


(ASSAYED CONTROL SERA)MENGUKUR SUATU SERUM KONTROL KETEPATAN YG SDH
ADA NILAI TARGET / NILAI RUJUKAN (ACTUAL VALUE).NILAI RUJUKAN DIPEROLEH DR
HASIL UJI BBRP LABORATORIUM YG DIIKUTSERTAKAN.

11 Bagaimana cara melakukan QC - Bagaimana cara menilai


Bagaimana cara melakukan QC - Bagaimana cara menilai cairan kontrol yang digunakan - Apakah
kita sudah bisa mulai bekerja dengan alat untuk memulai pemeriksaan sampel

13 1. LIHAT NO LOT PADA REAGEN YANG HARUS SAMA


1. LIHAT NO LOT PADA REAGEN YANG HARUS SAMA DENGAN LOT KERTAS NILAI HASIL
YANG DIBERIKAN PABRIK 2. LIHAT KAPAN KADALUARSA 3. AQUA BIDEST DIAMBIL DENGAN
PIPET GONDOK CAMPUR TANPA TERBENTUK BUSA 4. BAGI BAGI PADA CUP SAMPEL KECIL
DAN BEKUKAN, AMBIL SATU TIAP HARI.

14 DASAR STATISTIK QCWESTGARD RULES1 3S - TOLAK out of control 1 2S -


PERINGATAN(1x 2SD masih boleh kerja) 2 2S - TOLAK (2x di 2SD) R 4S- TOLAK (jarak 4 SD) 4
1S - TOLAK (4 x dalam satu SD) 10X - TOLAK (10 x dibawah / diatas garis mean terus menerus)

15 STATISTIK KONTROL KUALITAS


NILAI RERATA (mean) GLUKOSA ( ) ÷ 2 = 88RENTANG 75 – 101 UNTUK 6 SDSTANDAR
DEVIASI (SD)  ( ) ÷ 6 = 4,3SETELAH MENDAPAT NILAI MEAN DAN SD, BUAT
GRAFIKPARAMETER : GLUKOSAMETODE : GOD PAPNO LOT :MEAN : 88RANGE :SD : 4,3

16 3SD SD , SD ,4 MEAN 88 1SD ,8 2SD ,5 3SD+4,3+ 4,3-4,3-4,3

17 +3S +2S +1S Mean -1S -2S -3S RUN Westgard Rules: 1x 3SD – TOLAK k/ diluar kontrol akibat
kesalahan acak /sistematik. lakukan cek apa yg salah, ulang lagi kontrol13S

18 +3S 107,5 +2S 101,5 +1S 94,5 M S 81,5 -2S 75,0 -3S 68, RUN Westgard Rules – 1x 2SD -
PERINGATAN boleh bekerja

19 +3S +2S +1S M -1S -2S -3S RUN (across) Westgard Rules – 2x 2SD – TOLAK pada hari
selanjutnya masih di 2 SD kesalahan sistematik22S

20 +3S +2S +1S M -1S -2S -3S RUN (within) Westgard Rules – TOLAK - 2x 2SD pada hari yang
sama dengan 2 reangen kontrol normal dan high / low keduanya pada 2SD, kesalahan
sistematik22S
21 +3S +2S +1S M -1S -2S -3S RUN Westgard Rules – R4s – TOLAK , jarak 2 kontrol sampai 4
SD, baik pada 2 hari yg berbeda dgn 1 kontrol, atau dengan 2 kontrol yg berbeda dalam 1 hari yg
sama. Ada kesalahan acakR4S

22 +3S +2S +1S M -1S -2S -3S RUN (within) Westgard Rules: 41S – TOLAK, penolakan pada
kontrol yg ke terakhir , sbg yg ke tetap berada dalam kolom 1SD, kesalahan sistematik, maintenens
alat, kalibrasi41S

23 +3S +2S +1S M -1S -2S -3S RUN (across) Westgard Rule – TOLAK – 2 kontrol terakhir berada
dalam 1 kolom shg 4 kontrol berada 1 SD kesalahan sistematik,41S

24 +3S +2S +1S M -1S -2S -3S RUN (within) Westgard Rules – 10x kontrol tetap berada dibawah
atau diatas mean – TOLAK, kontrol yg ke sepuluh .10x

25 +3S +2S +1S M -1S -2S -3S RUN (across) Westgard Rules: 10 x dikolom yg sama (9 &10)
TOLAK. Kesalahan sitematik. Perlu maintenens alat atau kalibrasi.10x

26 ATURAN KONTROL WESTGARD RULES:


DAPAT MENDETEKSI GANNGUAN KETELITIAN (KESALAHAN ACAK) ATAU GANGGUAN
KETEPATAN (KESALAHAN SISTEMATIK).DETEKSI KESALAHAN ACAK: 13S, R4SDETEKSI
KESALAHAN SISTEMATIK : 22S, 41S, 10X, 13SSEBAIKNYA PALING SEDIKIT MENGGUNAKAN
2 BAHAN KONTROL (N DGN RENDAH/ N DGN TINGGI/ RENDAH DGN TINGGI)KEBIASAAN
BURUK : MENGULANG KONTROL, MENCOBA KONTROL BARUSEBAIKNYA: INSPEKSI GRAFIK
KONTROL U/ MENENTUKAN JENIS KESALAHAN. MELIHAT HUB ANTR JENIS KESALAHAN
DGN KEMUNGKINAN PENYEBAB. MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR PD SISTEM ANALITIS.
HUBUNGAN PENYEBAB DGN PERUBAHAN YG TERJADI. VERIFIKASI TINDAKAN
PENYELESAIAN DAN DOKUMENTASI.

27 7. AMATI SUMBER KESALAHAN YG PLG MUDAH TERLIHAT:


7. AMATI SUMBER KESALAHAN YG PLG MUDAH TERLIHAT: PERHITUNGAN, PIPET, PROBE
TERSUMBAT8. ULANGI PEM SERUM KONTROL. SERING KESALAHAN DISEBABKAN
PENCEMARAN TABUNG REAKSI, CUP SAMPEL, KONTROL TIDAK HOMOGEN DLL.9. APBL
HSL PENGULANGAN MASIH BURUK PAKAI SERUM KONTROL BARU. MUNGKIN SERUM LAMA
SDH TIDAK HOMOGEN, MENGUAP K/ LAMA TERBUKA.10. APBL TDK ADA PERBAIKAN AMATI
ALAT YG DIGUNAKAN APAKAH PEMELIHARAAN ALAT TELAH DILAKUKAN, SUHU?,11.
GUNAKAN SERUM KONTROL YG DIKETAHUI NILAINYA, APBL HSL PEM MENUNJUKKAN
PERBAIKAN BERARTI ADA KERUSAKAN SERUM KONTROL.12. APBL ADA KERAGUAN PAKAI
SERUM KONTROL KEDUA YANG MEMILIKI NILAI BERBEDA, STANDAR BARU, GANTI
REAGEN, AMATI THP PEMERIKSAAN.

29 +3S +2S +1S M S -2S -3S RUNTerima kasih


Westgard Rules
Westgard Rules adalah aturan dasar yang diterbitkan pada tahun 1981 oleh Dr. James
Westgard untuk mengevaluasi kontrol kualitas laboratorium kesehatan. Terdapat 6 aturan
dasar yang bisa digunakan secara terpisah atau kombinasi untuk mengevaluasi kualitas
analitik suatu pemeriksaan. Diperlukan pemahaman masing-masing aturan dan
kemungkinan penyebabnya, apakah random error atau systematic error, sehingga kita
bisa mendeteksi dan mengatasi terjadinya pelanggaran dari Westgard Rules. Berikut
beberapa aturan dari Westgard Rules:

1-2s Rule.
(Gambar diambil dari Cooper G, 2008)

1-2s Rule
 Nilai kontrol berada di luar batas ±2s
 Normalnya sekitar 4,5% nilai kontrol bisa berada di antara batas 2s dan 3s, walaupun tidak
ada kesalahan analitik
 Sebab: random error atau systematic error
 Cek nilai kontrol tes yang lain dan identifikasi sumber errornya. Jika tidak ada masalah,
penyebabnya bisa karena random error, hasil pemeriksaan masih bisa dikeluarkan.
1-3s Rule.
(Gambar diambil dari Cooper G, 2008)

1-3s Rule
 Nilai kontrol di luar batas ±3s
 Bisa karena random error atau awal dari systematic error yang memerlukan perbaikan besar.
 Hasil pasien tidak bisa dikeluarkan.
2-2s Rule. (Gambar diambil dari
Cooper G, 2008)

2-2s Rule
 Sebab: systematic error
 Terjadi pada dua nilai kontrol
 Melebihi batas ±2s
 Terjadi pada sisi mean yang sama
 Aplikasi pada kontrol within run: nilai QC normal (level 1) dan abnormal (level 2) melebihi
batas ±2s pada sisi mean yang sama. Menunjukkan systematic error dan berpengaruh pada
keseluruhan kurva QC.
 Aplikasi pada kontrol across run: nilai QC pada satu level berturut -turut berada di luar batas
±2s di sisi mean yang sama. Systematic error hanya mempengaruhi satu bagian kurva QC.
R4s Rule. (Gambar diambil dari
Cooper G, 2008)

R4s Rule
 Sebab: random error
 Terjadi jika selisih antar nilai QC dalam single run. Contoh QC level 1 +2,2s dan level 2 -2,1s.
Maka selisihnya +2,2s – (-2,1s)= 4,3s (lebih dari 4s)

Pelanggaran pada rule berikut di bawah dapat digunakan untuk mengidentifikasi


adanya systematic error yang kecil atau bias analitik yang mungkin kurang signifikan secara
klinis. Bias analitik dapat dihilangkan dengan cara kalibrasi alat atau pemeliharaan alat.
4-1s Rule. (Gambar diambil dari
Cooper G, 2008)

3-1s dan 4-1s Rule


 31s : 3 nilai QC berada di luar batas ±1s di sisi yang sama
 41s : 4 nilai QC berada di luar batas ±1s di sisi yang sama
 Sebab: systematic error
 Bisa pada within run dan across run (4 nilai QC pada level 1 dan 2)
10x Rule. (Gambar diambil dari
Cooper G, 2008)

7x, 8x, 9x, 10x, dan 12x rule


 Ada 7,8,9,10, atau 12 nilai QC pada sisi mean yang sama.
 Sebab: systematic error
 Aplikasi bisa pada within run (co: semua nilai QC level 1) atau across run (co: kombinasi
level 1 dan 2)
3-1 s Rule dianggap lebih sensitif dibandingkan 4 -1s dan 7x rule lebih sensitif dibandingkan 12x
rule.

Semoga bermanfaat.

Sumber:

Cooper G. 2008. Basic Lessons in Laboratory Quality Control; QC Workbook. Bio-Rad


Laboratories, Inc. Quality Systems Division.
Share this: