Anda di halaman 1dari 6

KEMENTERIAN KEUANGAN

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN


POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
JAKARTA

RESUME INTERMEDIATE ACCOUNTING


CHAPTER 10

Dibuat oleh Kelompok I:


1. Aji M. Elvin Nor (1)
2. Darren Dwitama (9)
3. Jens Naki (15)
4. Monica Vivi Kurniawati (19)
5. Pambudi Rido Priyoko (25)
6. Septi Setiarti (31)

Kelas 7-01 DIV Akuntansi Alih Program (Non AKT)

Mata Kuliah Akuntansi Keuangan Menengah I


BAB 10 (S.D. 456)

AKUISISI, DISPOSISI PROPERTI, PABRIK, DAN PERALATAN

Properti, Pabrik, dan Peralatan


Properti, pabrik, dan peralatan (PPE) didefinisikan sebagai aset berwujud yang dimiliki untuk
digunakan dalam proses produksi atau untuk pengadaan barang atau jasa, disewakan pada pihak
lain, atau untuk tujuan administratof; diekspektasikan untuk digunakan lebih dari satu periode.
Karakteristik dari PPE adalah:
1. digunakan dalam kegiatan operasi, dan bukan untuk dijual kembali,
2. bersifat jangka panjang dan biasanya didepresiasi,
3. mempunyai substansi fisik.

Akuisisi
Perusahaan mengakui PPE ketika harga perolehan dapat diukur secara reliabel dan
kemungkinan besar perusahaan akan menerima keuntungan ekonomis masa depan. Biaya-biaya
yang umumnya dilaporkan sebagai bagian dari PPE adalah:
1. harga beli, termasuk biaya impor, pajak pembelian, dikurangi diskon pembelian dan
potongan harga,
2. biaya-biaya yang dapat diatribusikan untuk menempatkan aset di lokasi yang ditentukan
dan biaya untuk mengkondisikan aset sehingga siap digunakan.
Perusahaan menilai PPE dalam periode berjalan dengan menggunakan :
1. metode harga perolehan (cost method),
2. metode harga wajar/revaluasi (fair value/revaluation).

Harga Perolehan Tanah


Meliputi seluruh biaya untuk memperoleh tanah sehingga siap untuk digunakan. Biasanya terdiri
dari:
1. harga beli,
2. biaya penutupan seperti hak tanah, biaya pengacara, dan biaya pencatatan,
3. biaya perataan, pengerukan, pengeringan, dan pembersihan,
4. hutang dari setiap penggadaian, hipotek atau pembebanan atas kekayaan tersebut, dan
5. setiap tambahan pengembangan tanah yang memiliki umur yang tidak terbatas
(pengembangan tanah dengan umur terbatas seperti jalan pribadi, pejalan kaki, pagar,
dan area parkir dicatat secara terpisah dan didepresiasi).
Tanah yang diakuisisi dan digunakan untuk tujuan spekulasi diklasifikasikan sebagai investasi,
sedangkan tanah yang dimiliki oleh sebuat real estate yang ditujukan untuk dijual diklasifikasikan
sebagai persediaan.

Harga Perolehan Bangunan


Meliputi seluruh biaya yang berhubugnan langsung untuk mengakuisisi atau untuk
pembangunan. Biasanya berbentuk biaya:

2
1. bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead selama pembangunan, dan
2. biaya profesional dan perizinan gedung.

Harga Perolehan Peralatan


Meliputi semua biaya yang timbul ketika mengakuisisi peralatan sehingga siap digunakan.
Biasanya berupa:
1. harga beli,
2. biaya pengangkutan dan penanganan,
3. asuransi peralatan ketika dalam masa transit,
4. biaya pondasi khusus jika diperlukan,
5. biaya perakitan dan pemasangan, dan
6. biaya pelaksanaan tahap percobaan.

Aset yang Dibangun Sendiri


Biasanya meliputi:
1. biaya bahan baku dan tenaga kerja,
2. overhead, dapat ditangani dengan:
a. tidak mengalokasikan biaya overhead pada biaya konstruksi aset,
b. mengalokasikan sebagian biaya adri biaya overhead pada proses konstruksi (full
costing approach).

Biaya Pinjaman Selama Masa Konstruksi


Tiga pendekatan yang disarankan untuk mencatat biaya bunga yang timbul dalam pembiayaan
konstruksi adalah sebagai berikut.

Untuk mengimplementasikan pendekatan tersebut, perusahaan harus mempertimbangakan tiga


hal:
1. Kualifikasi aset.
Agar dapat diperhitungkan sebagai bunga yang dikapitalisasi, suatu aset harus
membutuhkan suatu periode waktu yang substansial hingga aset tersebut siap digunakan.
Aset yang bunganya daat dikapitalisasi termasuk aset dalam konstuksi yang digunakan
untuk perusahaan itu sendiri dan aset yang dimaksudkan untuk dijual atau leasing, yang
dibangun sebagai proyek terpisah.

3
2. Periode kapitalisasi.
Periode kapitalisasi dimulai ketika:
a. pengeluaran untuk aset telah dimulai,
b. aktivitas yang diperlukan untuk menyiapkan harta masih berlangsung,
c. terjadinya biaya bunga.
Periode kapitalisasi bunga berakhir ketika aset telah selesai dibangun dan siap
digunakan.
3. Jumlah yang dikapitalisasi.
Jumlah yang dikapitalisasi adalah mana yang lebih rendah antara:
1. biaya bunga aktual, dan
2. biaya bunga yang dapat dihindarkan (avoidable interest), yaitu biaya bunga yang
terjadi selama periode konstuksi yang secara teoritis dapat dihindarkan jika
pengeluaran untuk aset tersebut tidak dilakukan. Untuk mengetahui avoidable
interest, perusahaan mengalikan suku bunga yang sesuai dengan rata-rata tertimbang
dari akumulasi pengeluaran.

Masalah Khusus Terkait dengan Kapalisasi Bunga


Dua masalah terkait dengan kapitalisasi bunga adalah.
1. Pengeluaran untuk tanah.
Biaya bunga yang dikapitalisasi adalah bagian dari harga perolehan pabrik, bukan harga
perolehan tanah.
2. Pendapatan bunga.
Pendapatan bunga yang harus di-offset terhadap biaya bunga ketika menentukan jumlah
bunga yang dikapitalisasi.

Penilaian
Perusahaan harus melaporkan PPE berdasarkan mana yang lebih jelas terbukti antara:
1. Pada nilai wajar dari apa yang diserahkan, atau
2. Pada nilai wajar aset yang diterima.
Namun, proses akuisisi aset terkadang tidak menggambarkan fair value secara nyata. Sebagai
contoh, jika terjadi pembelian sebidang tanah dan bangunan, bagaimana sebuah perusahaan
menentukan pemisahan nilai dari tanah dan bangunan?
1. Cash discount.
Saat perusahaan membeli plant asset yang mendapat cash discount pada persyaratan
pembayaran tertentu, umumnya cash discount ini akan dipertimbangkan untuk
dikurangkan dari harga perolehan aset.
2. Deferred payment contract.
Aset yang dibeli atas kontrak jangka panjang harus diperhitungkan pada nilai sekarang.
3. Lump-sum purchases.
Total harga perolehan harus dialokasikan pada beberapa jenis aset berdasarkan nilai
wajar aset terkait.
4. Issuance of shares.

4
Nilai pasar dari saham yang diterbitkan merupakan sebuah dasar indikasi yang wajar
untuk menentukan harga perolehan aset.

Pertukaran Aset Non Moneter


Pertukaran aset non-moneter dicatat berdasarkan mana yang lebih jelas antara:
1. nilai wajar dari apa yang diserahkan, atau
2. nilai wajar aset yang diterima.
Perusahaan harus mengakui dengan segera setiap keuntungan dan kerugian pertukaran ketika
transaksi telah menjadi commercial substance. Pertukaran memiliki commercial substance jika
arus kas masa depan beruah sebagai akibat dari transaksi tersebut. Yaitu, jika kedua pihak
memiliki perubahan posisi secara ekonomi (economic position change).

Hibah Pemerintah
Hibah pemerintah adalah bantuan yang diterima dari pemerintah dalam bentuk transfer sumber
daya ke perusahaan sebagai imbalan atas kepatuhan masa lalu atau masa depan dengan kondisi
tertentu yang berkaitan dengan kegiatan operasi perusahaan

Accounting Approach
Perusahaan menggunakan nilai wajar aset untuk menetapkan nilainya pada buku. Ada 2
pendekatan yang digunakan untuk mencatat hibah pemerintah
1. Pendekatan Ekuitas
perusahaan menggunakan nilai wajar aset untuk menetapkan nilainya pada buku
2. Pendekatan Pendapatan
perusahaan menggunakan nilai wajar aset untuk menetapkan nilainya pada buku

Income Approach
IFRS mensyaratkan pendekatan pendapatan dan menunjukkan bahwa aturan umumnya
adalah bahwa hibah harus diakui dalam pendapatan berdasarkan sistematik yang cocok dengan
biaya terkait yang dimaksudkan untuk dikompensasi. Ini dilakukan dengan salah satu dari dua
cara untuk aset seperti properti, pabrik, dan peralatan:
1. Merekam hibah sebagai pendapatan hibah yang ditangguhkan, yang diakui sebagai
pendapatan berdasarkan sistematik selama masa manfaat aset, atau
2. Mengurangi hibah dari nilai tercatat aset yang diterima dari hibah, dalam hal hibah
diakui dalam pendapatan sebagai pengurangan biaya penyusutan.

Biaya Setelah Akuisisi


Perusahaan mengakui biaya setelah akuisisi sebagai aset ketika biaya dapat diukur dengan andal
dan mungkin perusahaan akan memperoleh manfaat ekonomi di masa depan. Bukti manfaat
ekonomi masa depan akan mencakup peningkatan (1) masa manfaat, (2) kuantitas produk yang
dihasilkan, dan (3) kualitas produk yang dihasilkan.

Penambahan
Apakah biaya yang dikeluarkan untuk meruntuhkan tembok tua, untuk memberi ruang tambahan,
biaya penambahan atau kerugian periode? Jika perusahaan telah mengantisipasi membangun

5
tambahan nanti, maka biaya penghapusan ini adalah biaya tambahan yang tepat. Tetapi jika
perusahaan tidak mengantisipasi perkembangan ini, perusahaan harus melaporkan
penghilangan sebagai kerugian pada periode saat ini.

Peningkatan dan Penggantian


Peningkatan adalah substitusi dari aset yang lebih baik untuk yang saat ini digunakan (misalnya,
lantai beton untuk lantai kayu)
Pengganti, di sisi lain, adalah substitusi dari aset serupa (lantai kayu untuk lantai kayu).
Jika pengeluaran meningkatkan potensi layanan masa depan aset, perusahaan harus
memanfaatkannya. Perusahaan harus menghapus biaya aset lama dan penyusutan terkait dan
mengakui kerugian, jika ada. Kemudian harus menambahkan biaya dari aset yang diganti yang
baru.

Penataan Ulang dan Reorganisasi


Biaya reorganisasi atau penataan ulang properti, pabrik, dan peralatan yang ada tidak
dikapitalisasi tetapi dibebankan pada saat terjadinya.

Perbaikan
Perbaikan Biasa
Sebuah perusahaan melakukan perbaikan biasa untuk mempertahankan aset pabrik dalam
kondisi operasi. Perusahaan membebankan perbaikan biasa ke rekening pengeluaran dalam
periode yang timbul atas dasar bahwa itu adalah periode utama yang diuntungkan. Perusahaan
memperlakukan ini sebagai biaya operasional biasa.

Perbaikan Besar
Pada saat perbaikan besar-besaran, biaya dan depresiasi terkait hingga saat ini harus
dihilangkan dan diganti dengan biaya baru yang dikeluarkan untuk perbaikan.

Disposisi Aset Tetap


Depresiasi harus diambil sampai tanggal disposisi. Nilai buku dari aset pabrik tertentu tidak sama
dengan nilai pembuangannya. Akibatnya, keuntungan atau kerugian berkembang

Penjualan Aset Tetap


Perusahaan mencatat penyusutan untuk periode waktu antara tanggal catatan penyusutan
terakhir dan tanggal penjualan. Selisih nilai jual dengan nilai buku, dicatat sebagai keuntungan
atau kerugian pada penjualan asset.

Involuntary Conversion
Perusahaan melaporkan perbedaan antara jumlah yang dipulihkan jika ada dan dibandingkan
dengan nilai buku, untuk mengakui adanya keuntungan atau kerugian. Keuntungan harus
dilaporkan dalam “Penghasilan dan pengeluaran lain” pada laporan laba rugi.