Anda di halaman 1dari 2

SOP Kamera Video Profesional

Categories: Media Elektronik

Kamera video mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. film, iklan, berita
yang menghiasi televisi adalah hasil dari kamera video. Setiap stasiun televisi memiliki
standar video yang layak untuk ditayangkan dalam program acaranya, dengan demikian
untuk memenuhi standar tayangan-tayangan yang berkualitas di butuhkan tenaga ahli yang
handal dalam mengoperasikan kamera video tersebut.

Untuk memenuhi standar tersebut, maka kamera profesional harus di setting terlebih dahulu.
Ada beberapa langkah dalam men'setting' kamera profesional agar hasilnya sesuai dengan
standar broadcast. berikut langkah yang perlu dilakukan seorang kameraman sebelum
mengambil gambar sesuai SOP (Standar Operasional Procedure) :

1. Pertama-tama masukan VCR (Video Cassette Recorder) pada VTR (Video Tape
Recorder)
2. Reset timecode ke 00.00.00 untuk mengetahui durasi yang terpakai
3. Untuk lebih mudah mensetting kamera video profesional dengan menga'Auto'kan,
lalu di pindahkan lagi ke manual setting.
4. Setting filter color untuk cahaya ke kuningan (dalam ruangan) 3200 derajat kelvin,
untuk cahaya putih (dalam ruangan) 5000-5600 derajat kelvin, sedangkan untuk diluar
ruangan (out door) 5600 derajat kelvin, jika cahaya sangat terik tambahkan filter ND
(Neutral Density) untuk mengurangi intensitas cahaya kuat yang masuk.
5. Lakukan WB (White Balance) agar warna putih yang terekam sesuai dengan keadaan
cahaya. WB dapat dilakukan dengan men'zoom' kamera ke benda putih di sekitar, lalu
blurkan fokus dengan memutar ring fokus pada lensa (fokus terlebih dahulu di
manualkan), lalu tekan tombol white balance sampai muncul 'white balance ok' pada
view finder / sampai muncul logo white balance, setelah itu fokuskan kembali pada
objek.
6. Buka dan setting iris agar cahaya yang masuk sesuai sehingga gambar tidak terlihat
flat atau gelap.
7. Yang tidak boleh tertinggal adalah setting audio level jangan sampai under atau over.
8. Kamera siap untuk digunakan

NB :
 Jika kamera digunakan pada ruangan berbeda dengan tingkat intensitas cahaya yang
berbeda, maka harus dilakukan White Balance lagi dan harus mengatur iris lagi.
 Jika pengambilan gambar di luar ruangan (out door) maka iris harus di pantau terus
karena intensitas cahaya terus berubah,.

1. Masukkan kaset ke dalam VTR


2. Reset timecode kembali ke OO.OO.OO untuk memudahkan mengetahui total durasi yang
digunakan
3. Buat color bar +_ 10 second
Hal ini bertujuan memberi batas pada kaset pertopik agar memudahkan editor mencari
gambar dan untuk mengatur gelap terang viewfender (viewfinder hitam putih) antara
brightness dan kontras serta mengatur color balance.
4. Pengaturan filter
- FILTER 1 ( 3.2 K ) untuk sumber cahaya kuning / tungsten didalam ruangan
- FILTER 2 ( 5.6 K ) untuk sumber cahaya putih / daylight didalam ruangan
- FILTER 3 ( 5.6 K + ND ) untuk diluar ruangan intensitas sumber cahaya tinggi / terik
matahari
* Kesalahan pengaturan filter akan menyebabkan gambar bluish, redish, yellowish / greenish
5. Set Up audio untuk atmosfir dan wawancara
6. Sebelum mengambil gambar lakukan White Balance ( untuk menghasilkan perpaduan
warna yang terekam sesuai dengan warna sesungguhnya ). Lakukan white balance dengan
menggunakan kertas putih dan letakkan pada lokasi yang terdapat cahaya , arahkan lensa
pada bidang putih tersebut kemudian klik tombol white balance hingga viewfinder
mengatakan " White Balance OK ". Lakukan kembali white balance pada saat anda berpindah
ruangan yang suhu sumber cahayanya berbeda.
Pada beberapa kamera profesional terdapat fungsi Black Balance yang mempunyai fungsi
sama namun berbasis pada warna hitam, caranya tutup lensa dengan kap lensa sehingga
berwarna gelap lanjutkan dengan menekan tombol Black Balance.
White balance mempunyai sarana penyimpanan warna yaitu A, B dan Preset. Kita bisa
menyimpan data warna dengan fungsi ini, contoh saat kita berada diluar ruangan pada siang
hari terik lalu kita mengeset white balance kemudian kita bisa simpan di fungsi A. Di waktu
yang sama saat kita berpindah masuk kedalam ruangan yang memiliki sumber cahaya kuning
kita mengeset kembali white balance dan simpan di fungsi B. Jadi bila kita kembali lagi ke
luar ruangan kita tidak perlu lagi mengeset white balance, cukup menggunakan fungsi A
kembali dan demikian sebaliknya. Dalam keaadaan terdesak, dimana kita tidak sempat
melakukan white balance, kita bisa menggunakan fungsi Preset. Namun fungsi ini membuat
komposisi warna tidak begitu bagus dan cenderung pucat.