MAKALAH KIMIA AMAMI
“Analisa BOD dan COD”
Dosen Pembimbing :
Haitami, S.Si., M.sc
Disusun Oleh:
Witta Luspiana Sari (P07134218165)
POLITEKNIK KESEHATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN BANJARMASIN
PRODI SARJANA TERAPAN
JURUSAN TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW. yang
mengantarkan umat manusia menuju jalan hidayah.
Makalah yang berjudul “Analisa COD dan BOD” ini berisi tentang pengertian COD
dan BOD, metode pemeriksaan, prinsip, dan cara kerja pemeriksaan nya.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam menambah wawasan tentang
analisa COD dan BOD. Saya menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat
kekurangan. Oleh sebab itu, saya sangat berharap adanya kritik dan saran, demi perbaikan
makalah saya di masa depan.
Semoga makalah ini dapat dipahami oleh siapapun yang membacanya. Sebelumnya
saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata – kata yang kurang berkenan. Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran
kepada pembaca.
Banjarbaru, 13 Oktober 2019
Penyusun
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................................... 1
DAFTAR ISI.................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ 3
A. Latar Belakang ............................................................................................................. 3
B. Rumusan Masalah ........................................................................................................ 4
C. Tujuan........................................................................................................................... 4
D. Metode Penulisan ......................................................................................................... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................................... 5
A. Pengertian BOD dan COD ........................................................................................... 5
B. Jenis Metode Pemeriksaan BOD dan COD.................................................................. 7
C. Cara Kerja Pengambilan dan Pengiriman Sampel ....................................................... 9
D. Metode, Prinsip, dan Cara Kerja BOD dan COD ...................................................... 10
BAB III PENUTUP ....................................................................................................... 13
A. Kesimpulan ................................................................................................................ 13
B. SARAN ...................................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 14
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Air merupakan sumber bagi kehidupan manusia. Salah satu sumber air yang
ada di permukaan bumi adalah sungai. Sungai sangat bermanfaat bagi manusia dan
tidak kalah pentingnya bagi biota air. Di samping itu, sungai merupakan suatu media
yang rawan terhadap pencemaran. Tidak dapat disangkal lagi kalau sungai merupakan
tempat pembuangan limbah baik dari hasil industri maupun limbah rumah tangga.
Pembuangan limbah ke dalam sungai, secara langsung maupun tidak langsung
akan berpengaruh terhadap pencemaran air, dan mengakibatkan kualitas air sungai
tidak sesuai dengan peruntukannya. Selain itu, sungai yang tercemar juga akan
berpotensi menjadi sumber penyakit yang sering kita sebut sebagai
“waterborndisease” yang akan menurunkan derajat kesehatan bagi masyarakat
disekitarnya.
Untuk menjaga atau mencapai kualitas air sehingga dapat dimanfaatkan secara
berkelanjutan sesuai dengan tingkat mutu air yang diinginkan serta tidak
menimbulkan pencemaran lingkungan didaerah sekitar aliran sungai tersebut, maka
perlu upaya pengendaliandan pelestarian.
Dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor :115 tahun 2003
Tentang Pedoman Penentuan Status Air terdapat metode untuk menentukan status
mutu air dengan menggunakan system nilai dari “US-EPA (Environmental Protection
Agency)” dengan mengklasifikasikan mutu air menjadi empat kelas, antara lain
memenuhi baku mutu, cemar ringan, cemar sedang dan cemar berat.
3
Untuk mengetahui pengaruh limbah terhadap kualitas air sungai, maka perlu
diketahui dari parameter-parameter yang dipengaruhi oleh limbah. Salah satu sifat
yang dapat diuji untuk menentukan tingkat pencemaran air adalah BOD (Biological
Oxygen Demand) dan COD (Chemycal Oxygen Demand). Dalam makalah ini akan
dibahas mengenai pengertian COD dan BOD serta bagaimana metode pengukuran
dan fungsi COD dan BOD sebagai parameter dalam perairan terutama dalam
menentukan kualitas air serta pencemaran yang terjadi.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian BOD dan COD ?
2. Apa jenis metode pemeriksaan BOD dan COD ?
3. Apa metode, prinsip, dan cara kerja pemeriksaan BOD dan COD ?
C. TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini yaitu :
1. Mengetahui dan memahami pengertian dari BOD dan COD secara spesifik
2. Mengetahui dan memahami jenis metode pemeriksaan BOD dan COD
3. Mengetahui dan memahami metode, prinsip, dan cara kerja pemeriksaan BOD dan
COD
D. METODE PENULISAN
Adapun metode penulisan yang penulis gunakan adalah metode kepustakaan.
Yaitu diambil dari literatur-literatur dari buku dan internet yang relevan.
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. PENGERTIAN BOD DAN COD
1) BOD (Biologycal Oxigen Demand)
Kebutuhan oksigen Biokimia atau BOD adalah banyaknyaoksigen yang
dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikanbahan organiknya yang mudah
terurai. Bahan organik yang tidakmudah terurai umumnya berasal dari limbah
pertanian, pertambangandan industri. Sehingga makin banyak bahan organik dalam
air, makin besar BOD nya sedangkan DO (Dissolved Oxygen ) akan makinrendah.
DO adalah oksigen terlarut yang terkandung di dalam air, berasal dari udara dan hasil
proses fotosintesis tumbuhan air. Oksigendiperlukan oleh semua mahluk yang hidup
di air seperti ikan, udang,kerang dan hewan lainnya termasuk mikroorganisme seperti
bakteri.
Agar ikan dapat hidup, air harus mengandung oksigen palingsedikit 5 mg/ liter
atau 5 ppm (part per million). Apabila kadar oksigenkurang dari 5 ppm, ikan akan
mati, tetapi bakteri yang kebutuhanoksigen terlarutnya lebih rendah dari 5 ppm akan
berkembang.
Apabila sungai menjadi tempat pembuangan limbah yangmengandung bahan
organik, sebagian besar oksigen terlarut digunakan bakteri aerob untuk mengoksidasi
karbon dan nitrogendalam bahan organik menjadi karbondioksida dan air. Sehingga
kadaroksigen terlarut akan berkurang dengan cepat dan akibatnya hewan-hewan
seperti ikan, udang dan kerang akan mati. Penyebab baubusuk dari air yang tercemar
berasal dari gas NH3 dan H2S yangmerupakan hasil proses penguraian bahan organik
lanjutan olehbakteri anaerob.
5
Parameter BOD merupakan salah satu parameter yang dilakukan dalam
pemantauan parameter air, khusunya pencemaranbahan organik yang tidak mudah
terurai. BOD menunjukkan jumlahoksigen yang dikosumsi oleh respirasi mikro aerob
yang terdapatdalam botol BOD yang diinkubasi pada suhu sekitar 20 ̊C selama lima
hari, dalam keadaan tanpa cahaya (Boyd,1998). Air yang bersih adalah yang BOD
nya kurang dari 1 mg/latau 1 ppm, jika BOD nya diatas 4ppm, air dikatakan tercemar.
2) PENGERTIAN COD (Chemical Oxygen Demand)
Kebutuhan oksigen kimiawi atau COD menggambarkan jumlah total oksigen
yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan organik secara kimiawi, baik yang dapat
didegradasi secara biologis maupun yang sukar didegradasi secara biologis menjadi
CO2 dan H2O (Boyd,1998). Keberadaan bahan organik dapat berasal dari alam atau
pun dari aktivitas rumah tangga dan industri. Perairan yang memiliki nilai COD tinggi
tidak diinginkan bagi kepentingan perikanan dan petanian. Nilai COD pada perairan
yang tidak tercemar biasanya kurang dari 29mg/liter. Sedangkan pada perairan yang
tercemar dapat lebih dari 200mg/liter pada limbah industri dapat mencapai 60.000
mg/liter (UNISCO/WHO/UNEP.1992).
Pengujian COD pada air limbah memiliki beberapa keunggulandibandingkan
pengujian BOD. Keunggulan itu antara lain :
a. Sanggup menguji air limbah industri yang beracun yang tidak dapatdiuji
dengan BOD karena bakteri akan mati.
b. Waktu pengujian yang lebih singkat, kurang lebih hanya 3 jam.
6
B. JENIS METODE PEMERIKSAAN
1. Metode analisa BOD (Biological Oxygen Demand)
Angka Biological Oxygen Demand (BOD) menunjukkan jumlah oksigen
yang dibutuhkan oleh mikroorganisme pada waktu melakukan proses dekomposisi
bahan organik yang adadiperairan. Pemeriksaan BOD diperlukan untuk
menentukan beban pencemaran akibat air buangan penduduk atau industri,dan
untuk mendisain sistem pengolahan biologis bagi air yang tercemar tersebut.
Prinsip Dasar Analis BOD adalah : Pemeriksaan BOD didasarkan atas
reaksi oksidasi zatorganik dengan oksigen didalam air, dan proses tersebut
berlangsung karena adanya bakteri aerobik. Sebagian hasiloksidasi akan terbentuk
karbondioksida, air dan amioniak.Reaksi oksidasi akan dapat dituliskan sebagai
berikut : CnHaObNc + ( n + a/4 – b/2 – 3c/4 ) O2 ——–à nCO2 + ( a/2 – 3c/2 ) +
H2O + cNH3
Atas dasar reaksi tersebut, yang memerlukan kira-kira 2 hari dimana 50 %
reaksi telah tercapai, 5 hari supaya 75% dan 20 hari supaya 100% tercapai, maka
analisa BOD dapat dipergunakan untuk menaksir beban pencemaran zat organis.
Tentu saja, reaksi tersebut juga berlangsung pada badanair sungai, air
danau maupun di instalasi pengolahan airbuangan yang menerima air buangan
yang mengandung zatorganik tersebut. Dengan kata lain, tes BOD berlaku
sebagaisimulasi (berbuat seolah-olah terjadi) suatu proses biologis secara alamiah.
Reaksi biologis pada tes BOD dilakukan padatemperature inkubasi 20̊C dan
dilakukan selama 5 hari, namun di beberapa literatur terdapat lama inkubasi 6 jam
atau 2 hari atau 20 hari. Demikian, jumlah zat organik yang ada didalam air diukur
melalui jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk mengoksidasi zat
7
tersebut. Karena reaksi BOD dilakukan didalam botol yang tertutup, maka jumlah
oksigen yang telah dipakai adalah perbedaan antara kadar oksigen didalam
larutanpada t = 0 (biasanya baru ditambah oksigen dengan aerasi, hingga = 9 mg
O2/L, yaitu konsentrasi kejenuhan).
2. Metode analisa Chemical Oxygen Demand (COD)
Chemical Oxygen Demand (COD) adalah jumlah oksigen(mgO2) yang
dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organisyang ada dalam 1 l sampel air,
dimana pengoksidasi K2Cr2O7 digunakan sebagai sumber oksigen. Angka COD
merupakan ukuran bagi pencemaran air oleh zat-zat organis yang secara alamiah
dapat dioksidasikan melalui proses mikrobiologis, danmengakibatkan
berkurangnya oksigen terlarut didalam air.
Prinsip analisa COD yaitu sebagian besar zat organismelalui tes COD ini
dioksidasi oleh K2Cr2O7 dalam keadaan asam yang mendidih seperti reaksi
berikut : CaHbOc + Cr2O7 2- + H+ → CO2 + H2O + 2 Cr3+ Zat organis
Ag2SO4 warna hijau. Reaksi ini berlangsung ± 2 jam, uap direfluks dengan
alatkondensor, agar zat organis volatil tidak lenyap ke luar.
Perak Sulfat Ag2SO4 ditambahkan sebagai katalisator untuk mempercepat
reaksi, sedang merkuri sulfat ditambahkan untuk menghilangkan gangguan
klorida yang pada umumnya ada didalam air buangan.
Untuk memastikan bahwa hampir semua zat organishabis teroksidasi maka
zat pengoksidasi K2Cr2O7 masih harustersisa sesudah di refluks. K2Cr2O7 yang
tersisa didalam larutan tersebut digunakan untuk menentukan berapa oksigen yang
8
telah terpakai. Sisa K2Cr2O7 tersebut ditentukan melalui titrasi dengan
feroamonium sulfat (FAS).
Indikator feroin digunakan untuk menetukan titik akhirtitrasi yaitu di saat
warna hijau-biu larutan menjadi coklat-merah. Sisa K2Cr2O7 dalam larutan
blanko adalah K2Cr2O7 awal, karena diharapkan blanko tidak mengandung zat
organis yang dapatdioksidasi oleh K2Cr2O7.
C. CARA KERJA PENGAMBILAN SAMPEL DAN PENGIRIMAN SAMPEL
1. Cara Kerja Pengambilan Sampel
Membersihkan terlebih dahulu botol yang akan dipergunakan untuk
mengambil sampel.
Membenamkan botol ke perairan yang akan diperiksa pada titik pengambilan
yang telah ditentukan sebelumnya.
Mengambil sampel air sampai memenuhi botol dan langsung menutupnya.
Mencatat waktu pengambilan sampel dan memberi label pada botol tentang
sampel tersebut.
Menyimpan botol tersebut ditempat khusus.
2. Cara Kerja Pengiriman Sampel
Menurut metode pemeriksaan sampel air, sebaiknya pemeriksaan sampel air
dilakukan tidak lebih dari 2 jam setelah pengambilan sampel terutama sampel air
untuk pemeriksaan BOD. Pada praktikum ini, waktu yang dibutuhkan dari
pengambilan sampel hingga ke laboratorium tempat pemeriksaan BOD dan COD
adalah 30 menit.
9
D. METODE, PRINSIP, DAN CARA KERJA PEMERIKSAAN COD DAN BOD
1. Pemeriksaan BOD
Metode Pemeriksaan : Winkler (Titrasi di Laboratorium).
Prinsip analisis :
Sejumlah contoh uji ditambahkan ke dalam larutan pengencer jenuh oksigen
yang telah ditambah larutan nutrisi dan bibit mikroba, kemudia diinkubsi dalam
ruang gelap pada suhu 200 C ± 10 C selama 5 hari. Nilai BOD dihitung
berdasarkan selisih konsentrasi oksigen terlarut 0 (nol) hari dan 5 (lima) hari.
Bahan kontrol standar dalam Uji BOD ini, digunakan larutan glukosa –asam
glutamat.
Cara Kerja :
a) siapkan 2 buah botol DO, tandai masing-masing botol dengan notasi A1; A2
b) masukkan larutan contoh uji (4.4.2.4) ke dalam masing-masing botol DO A,
dan Az sampai meluap, kemudian tutup masing masing botol secara hati-hati
untuk menghindari terbentuknya gelembung udara;
c) lakukan pengocokan beberapa kali, kemudian tambahkan air bebas mineral
pada sekitar mulut botol DO yang telah ditutup
d) simpan botol A2 dalam lemari inkubator 20°C 1°C selama 5 hari
e) lakukan pengukuran oksigen terlarut terhadap larutan dalam botol A; dengan
alat DO meter yang terkalibrasi sesuai dengan Standard Methods for the
Examination of Water and Wastewater 21st Edition, 2005 Membrane
electrode method (4500-O G) atau dengan metoda titrasi secara iodometri
(modifikasi Azida) sesuai dengan SNI 06- 6989.14-2004. Hasil pengukuran,
10
merupakan nilai oksigen terlarut nol hari (A) Pengukuran oksigen terlarut pada
nol hari harus dilakukan paling lama 30 menit setelah pengenceran
f) ulangi pengerjaan 4.4.3 butir e) untuk botol A2 yang telah dinkubasi 5 hari 6
jam. Hasil pengukuran yang diperoleh merupakan nilai oksigen terlarut 5 hari
(A2),
g) lakukan pengerjaan 443 butir a) sampai f) untuk penetapan blanko dengan
menggunakan larutan pengencer tanpa contoh uji (42 3) Hasil pengukuran
yang diperoleh merupakan nilai oksigen terlarut nol hari (B,) dan nilai oksigen
terlarut 5 han (B),
h) lakukan pengeriaan 4 .4 3, butir a) samnai f) untuk nenetanan kontrol standar
dengan menggunakan larutan glukosa-asam glutamat (4.4.2.3). Hasil
pengukuran yang diperoleh merupakan nilai oksigen terlarut nol hari (C) dan
nilai oksigen terlarut 5 hari (Ca);
i) lakukan kembali pergerjaan 4.4.3 butir a) sampai butir f) terhadap beberapa
macam pengenceran contoh uji. Untuk mencegah terjadinya proses nitrifikasi
dapat ditambahkan larutan inhibitor
CATATAN 1 nitrifikasi (4.2.8) 1 mL per 1 L larutan pengencer
CATATAN 2 Oksigen terlarut dalam air pengencer yang dikonsumsi mikroba
selama 5 hari berkisar antara 0,6 mg/L 1,0 mg/L
CATATAN 3 Frekuensi pengerjaan untuk penetapan blanko (4.4.3. butir g)
dan kontrol standar dengan glukosa-asam glutamat (4.4.3. butir h) dilakukan 5
% - 10 % per batch (satu seri pengukuran) atau minimal 1 kali untuk jumlah
contoh uji kurang dari 20.
11
2. Pemeriksaan COD
Metode pemeriksaan : dengan refluks (titrasi di laboratorium)
Prinsip analisis :
Zat organik dioksidasi dengan campuran mendidih asam sulfat dan kalium
dikromat yang diketahui normalitasnya dalam suatu refluk selama 2 jam.
Kelebihan kalium dikromat yang tidak tereduksi, dititrasi dengan larutan ferro
ammonium sulfat (FAS)
Cara Kerja :
a) Pipet 10 mL contoh uji, masukkan kedalam erlenmeyer 250 mL.
b) Tambahkan 0,2 g serbuk HgSO4 dan beberapa batu didih.
c) Tambahkan 5 mL larutan kalium dikromat, K2Cr2O7 0,25 N.
d) Tambahkan 15 mL pereaksi asam sulfat – perak sulfat perlahan-lahan sambil
didinginkan dalam air pendingin.
e) Hubungkan dengan pendingin Liebig dan didihkan diatas hot plate selama 2
jam.
f) Dinginkan dan cuci bagian dalam dari pendingin dengan air suling hingga
volume contoh uji menjadi lebih kurang 70 mL.
g) Dinginkan sampai temperatur kamar, tambahkan indikator ferroin 2 sampai
dengan 3 tetes, titrasi dengan larutan FAS 0,1 N sampai warna merah
kecoklatan, catat kebutuhan larutan FAS.
h) Lakukan langkah 3.5 a) sampai dengan 3.5 g) terhadap air suling sebagai
blanko. Catat kebutuhan larutan FAS. Analisis blanko ini sekaligus melakukan
pembakuan larutan FAS dan dilakukan setiap penentuan KOK.
12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat ditarik dari makalah ini adalah sebagai berikut: · COD
adalah singkatan dari Chemical Oxygen Demand, atau kebutuhan oksigen kimia
untuk reaksi oksidasi terhadap bahan buangan di dalam air. Dan BOD adalah
singkatan dari Biological Oxygen Demand, atau kebutuhan oksigen biologis untuk
memecah bahan buangan di dalam air oleh mikroorganisme.
BOD dan COD merupakan dua dari tiga parameter utama yang digunakan
untuk mengukur kadar bahan pencemar. COD akan lebih tinggi dari hasil uji BOD
karena uji COD meliputi semua bahan organik, baik yang dapat diuraikan oleh
mikroorganisme maupun yang tidak dapat diuraikan.
B. SARAN
Penulis menyarankan dalam menganalisis zat pencemar apabila nilai BOD dan
COD suatu perairan masih normal atau memenuhi baku mutu, belum dapat
disimpulkan bahwa tidak terjadi pencemaran, bila parameter kunci lainnya tidak
diketahui. Karena bila parameter lainnya telah meningkat dan melebihi baku mutu,
maka berarti ada indikasi pencemaran di perairan. Dan juga pada perairan tertentu,
perlu adanya pemantauan periodik dari pemerintah terhadap perairan tersebut.
13
DAFTAR PUSTAKA
- Alaerts, G dan Santika, S. 1987. Metoda Penelitian Air . Usaha Nasional :
Surabaya. Azwir. 2006
- Analisa Pencemaran Air Sungai Tapung Kiri Oleh LimbahIndustri Kelapa Sawit Pt.
Peputra Masterindo Di Kabupaten Kampar.
Available at:eprints.undip.ac.id/15421/1/Azwir.pdf BSN. 2004.
- Tata cara pengambilan contoh dalam rangka pemantauankualitas air pada suatu
daerah pengaliran sungai
Available athttp://balitbang.pu.go.id/sni/pdf/SNI%2006-2412-1991.pdf.
- Hadi, Anwar. 2005. Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan. PT
Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
- Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater 21 Edition, 2005
Biochemical Oxygen Demand (5210)
- Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater 21 Edition, 2005
Pour Plate method (9215 B)
- Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater 21 Edition, 2005
Fixed and Volatile Solids Ignited at 550°C (2540 E)
- OECD guideline for testing of chemicals, 301A -1992 ready biodegradability again 14
Cara ui oksigen terlarut secara
- SNI 06-6989.14-2004, Air dan air limbah yodometri (modifikasi azida)
- SNI 06-2875-1992, Cara ui Kebutuhan Oksigen Biokimia air limbah
- SNI 03-7016-2004, Tata cara pengambilan contoh dalam rangka pemantauan kualitas
air pada suatu daerah pengaliran sungai
14