Anda di halaman 1dari 2

SIARAN PERS

Biro Umum dan HUMAS Departemen Perdagangan


DEPARTEMEN PERDAGANGAN
Jl. M.I. Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110
REPUBLIK INDONESIA Phone/Fax: 021-385-8213

Pemerintah Terbitkan Juklak dan Juknis Sistem Resi Gudang


* Delapan Komoditas Resmi Bisa di ”Resi Gudang”kan

Jakarta, 29 Juni 2007 - Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP)


Nomor 36 Tahun 2007 sebagai petunjuk pelaksanaan (Juklak) Undang-Undang
Nomor 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang. Berkaitan dengan penerbitan PP
tersebut, Depertemen Perdagangan juga telah menerbitkan petunjuk teknis dalam
bentuk Peraturan Menteri Perdagangan Nomor: 26/M-DAG/PER/6/2007 Tentang
Barang Yang Dapat Disimpan di Gudang Dalam Penyelenggaraan Sistem Resi
Gudang.

“Dengan diluncurkannya PP dan Permendag tersebut, diharapkan pelaksanaan


Sistem Resi Gudang sudah mulai efektif untuk mendukung sistem pembiayaan bagi
pengembangan dunia usaha, terutama bagi sektor pertanian,” kata Menteri
Perdagangan Mari Pangestu di Jakarta.

Sistem Resi Gudang merupakan salah satu instrumen penting dan efektif mendukung
sistem pembiayaan perdagangan, termasuk terutama dalam memperkuat daya saing
ekspor Pengalaman banyak negara menunjukan bahwa sistem ini cukup efektif dalam
memfasilitasi pemberian kredit bagi dunia usaha dengan agunan inventori atau
barang yang disimpan di gudang.

“Bahkan Sistem Resi Gudang juga bermanfaat dalam menstabilkan harga pasar
dengan memfasilitasi cara penjualan yang dapat dilakukan sepanjang tahun.
Disamping itu, Sistem Resi Gudang dapat digunakan oleh pemerintah untuk
pengendalian harga dan persediaan nasional,” kata Menteri..

Lebih lanjut Menteri Perdagangan mengatakan, tujuan pokok pelaksanaan Sistem


Resi Gudang adalah selain untuk memperkuat ketahanan pangan, juga untuk
meningkatkan kualitas produk dalam rangka memperkuat daya saing ekspor.

Dalam kaitan itu, kata Menteri, dalam tahap awal ini Permendag menetapkan, 8
komoditas yang dapat di ”Resi Gudang” kan yaitu : gabah, beras, kopi, kakao,
lada, karet, rumput laut, dan jagung. “Delapan komoditas itu ditentukan
berdasarkan hasil kajian, kunjungan ke lapangan, dan masukan yang diperoleh dari
berbagai pihak. Penambahan jenis barang (komoditas) selanjutnya ditetapkan dengan
mempertimbangkan rekomendasi dari Pemda, instansi terkait, atau asosiasi
komoditas,” katanya.

1
Sebagai persiapan pelaksanaan Sistem Resi Gudang, Departemen Perdagangan
tengah mempersiapkan pelaksanaan pilot project, termasuk mendorong berjalannya
penerapan pembiayaan sesuai dengan skema SRG di 12 (dua belas) daerah, antara
lain untuk komoditas padi atau gabah di KUD Trisula Kabupaten Majalengka,
Koperasi Maju Mulyo, Kabupaten Kudus, Koperasi Bidara Tani, Kabupaten Jombang,
untuk komoditas jagung di koperasi masyarakat agrobisnis jagung di Kabupaten
Jeneponto, dan untuk komoditas rumput laut di koperasi Pabareseng di Kabupaten
Wajo.

Selain itu Departemen Perdagangan cq. Bappebti juga tengah menyiapkan 8


(delapan) Rancangan Peraturan Kepala Badan Pengawas Sistem Resi Gudang,
antara lain : Rancangan Peraturan Kepala Badan Pengawas Sistem Resi Gudang
tentang Tata Cara Mendapatkan Persetujuan sebagai Pengelola Gudang dan sebagai
Gudang yang dipergunakan dalam SRG, Rancangan Peraturan Kepala Badan
Pengawas Sistem Resi Gudang tentang Tata Cara Mendapatkan Persetujuan
Sebagai Pusat Registrasi, dan Rancangan Peraturan Kepala Badan Pengawas
Sistem Resi Gudang tentang Tata Cara Mendapatkan Persetujuan Sebagai Lembaga
Penilaian Kesesuaian.

Sebagaimana diketahui, UU Sistem Resi Gudang mengamanatkan, kebijakan umum


di bidang Sistem Resi Gudang ditetapkan oleh Menteri yang membidangi
perdagangan, untuk menetapkan jenis barang (komoditi) yang dapat disimpan di
gudang dalam rangka Sistem Resi Gudang dengan tujuan adanya keterpaduan
kebijakan di bidang Perdagangan, antara pusat dengan daerah serta instansi/lembaga
terkait serta memperhatikan kesiapan komoditas, Pelaku Usaha serta sarana
pendukungnya yang ada. Sedangkan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan atas
kegiatan Sistem Resi Gudang oleh Badan Pengawas Sistem Resi Gudang dalam hal
ini dilaksanakan oleh Bappebti.

Sementara itu mengenai PP Nomor 36 Tahun 2007, Menteri Perdagangan


mengatakan, terdiri dari 10 (sepuluh) Bab, 73 (tujuh puluh tiga) pasal, dengan pokok-
pokok pengaturan meliputi :
• Penerbitan Resi Gudang;
• Pengalihan Resi Gudang;
• Pembebanan Hak Jaminan;
• Penyelesaian Transaksi;
• Kelembagaan;
• Pembukuan dan Pelaporan;
• Pelaksanaan Pemeriksaan; dan
• Pengenaan Sanksi Administratif.

--Selesai--

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:


Kepala Biro Umum & Humas
Departemen Perdagangan Republik Indonesia
Telepon/Fax: 385 8213
2