Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

PENERRAPAN INTEGRAL

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Matematika Ekonomi Syari’ah

Dosen Pengampu:

Nur Cholis, S. Pd. I., M. Pd.

Disusun Oleh:

1. Nazilatul Maula 12204173109


2. Anggi Ameilia Sari R. P. 12204173111

TMT 6A
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLA NEGERI TULUNGAGUG
APRIL 2020
PENERAPAN INTEGRAL

Pendekatan Integral taktentu dapat diterapkan untuk mencari persamaan


fungsi total dari suatu variabel ekonomi apabila persamaan fungsi marjinalnya
diketahui. Karena fungsi marjinal pada dasarnya merupakan fungsi turunan dari
fungsi total, maka dengan proses sebaliknya yakni integrase dapatlah dicari fungsi
asal dari fungsi turunan tersebut atau fungsi totalnya.

1. Fungsi Biaya

Biaya variabel dan biaya total, dalam konsep biaya dikenal pengertian
biaya rata-rata (average cost) dan biaya marjinal (marginal cost). Biaya rata-
rata ialah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan tiap unit produk atau
keluaran, merupakan hasil bagi biaya total terhadap jumlah keluaran yang
dihasilkan. Adapun biaya marjinal ialah biaya tambahan yang dikeluarkan
untuk menghasilkan satu unit tambahan produksi.

Biaya tetap (Fixed Cost) : FC=k ,( k=konstanta)


Biaya variabel (Variable
: VC =f ( Q)
Cost)
Biaya total (Total Cost) : C=FC +VC =k + f ( Q )=c (Q)
Biaya tetap rata-rata FC
: AFC=
(Average Fixed Cost) Q
Biaya variabel rata-rata VC
: AVC=
(Average Variable Cost) Q
Biaya rata-rata (Average C
: AC= = AFC + AVC
Total Cost) Q
Biaya marjinal (Marginal ∆C
: MC=
Total Cost) ∆Q
Bentuk non-linear dari fungsi biaya pada umumnya berfungsi kuadrat
parabolic dan fungsi kubik. Hubungan antara biaya total dan bagian-
bagiannya secara grafik dapat dilihat sebagai berikut:

(a) Biaya total merupakan fungsi kuadrat patabolik


2
Andaikan C=a⏟
Q −b Q+ c⏟
VC FC
maka:

AC C c
¿=a Q−b+
Q Q
AVC VC
¿ =a Q−b
Q
A FC F C c
¿ =
Q Q

Perhatikan bahwa baik biaya total (C) maupun biaya variabel (VC )
sama-sama berbentuk parabola. Perbedaan antara keduanya terletak pada
konstanta c yang mencerminkan biaya tetap ( FC). Secara grafik, kurva
C dan kurva VC adalah sebangun, dengan perbedaan sejarak c.

(a) (b)
Gambar 1.

Karena C dan VC berbentuk parabola, maka dengan memanfaatkan


rumus titik ekstrim parabola, dapat dihitung tingkat produksi (Q) pada C
minimum dan VC minimum serta besarnya C minimum dan VC
minimumnya.
C dan VC yang berbentuk parabola membawa konsekunsi AC dan AVC
berbentuk linear; sementara AFCasimtotik terhadap kedua sumbu C dan
sumbu 𝒬, sebab FC linear. Perhatikan gambar 1. (a)C minimun dan VC
minimum terjadi pada posisi 𝒬 yang sama, tetapi C minimum itu sendiri
tidak sama dengan VC minimum. Hanya jika FC =c=0 maka C
minimum ¿ VC minimum. Selanjutnya Perhatikan gambar 1. (b)
AC= AFC pada posisi 𝒬 dimana AVC=0
(b) Biaya total merupakan fungsi kubik
3 2
Andaikan C=a⏟
Q −b Q + c Q + d⏟
VC FC

maka:

AC C d
¿=a Q 2−b Q+c +
Q Q
AVC VC 2
¿ =a Q −b Q+ c
Q
A FC F C d
¿ =
Q Q

Biaya total berfungsi kubik seperti di atas selalu membuahkan AC dan


AVC berbentuk parabola terbuka ke atas. Sedagkan AFC tetap asimtotik
terhadap sumbu C dan sumbu Q, sebab FC selalu berupa konstanta yang
kurvanya sejajar sumbu 𝒬. Perhatikan gambar 2. (b) AC minimum dan
AVC minimum juga terjadi pada kedudukan 𝒬 yang sama, perbedaan di
antara keduanya adalah sebesar AFC.

(a) (b)
Gambar 2.
Kasus 1.
Biaya marjinal suatu perusahaan ditunjukkan oleh MC=3 Q2−6 Q+ 4 .
Carilah persamaan biaya total dan biaya rata-ratanya.

Biaya total : C=∫ MC dQ

C=∫ ( 3 Q2−6 Q+ 4 ) dQ

C=Q 3−3 Q 2 + 4 Q+k


Biaya rata- : C k
AC= =Q 2−3 Q+ 4+
Q Q
rata
Konstanta k tak lain adalah biaya tetap. Jika diketahui biaya tetap tersebut
sebesar 4, maka:

C ¿ Q3−3 Q 2 +4 Q+ 4
4
AC ¿ Q 2−3 Q+ 4+
Q
Kasus 2.

Biaya total yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan ditunjukkan oleh


persamaan C=2 Q2−24 Q+102. Pada tingkat produksi berapa unit biaya total
ini minimum? Hitunglah besarnya biaya total minimum tersebut. Hitung pula
besarnya biaya tetap, biaya variabel, biaya rata-rata, biaya tetap rata-rata dan
biaya variabel rata-rata pada tingkat produksi tadi. Seandainya dari
kedudukan ini diproduksi dinaikkan 1 unit, berapa besarnya biaya marjinal?

Penyelesaian:

Berdasarkan rumus titik ekstrim parabola, C minimum terjadi pada


kedudukan

−b −(−24) 24
Q= = = =6 unit
2a 2(2) 4

Besarnya C minimum ¿ 2 Q2−24 Q+102

Besarnya C minimum ¿ 2(6)2−24 (6)+102

Besarnya C minimum ¿ 30
C minimum dapat juga dicari dengan rumus ordinat titik ekstrim parabola,
yaitu

2
b2−4 ac −24 −4 (2)(102) −240
= = =30
−4 a −4( 2) −8

Selanjutnya, pada Q=6 ini:

FC =102

VC =2Q 2 −24 Q=2( 6)2 −24(6)=−72

C 30
AC= = =5
Q 6

FC 102
AFC= = =17
Q 6

VC −72
AVC= = =−12
Q 6

Jika Q=7 ,C=2 ( 7 )2−24 ( 7 ) +102=32

∆ C 32−30
MC= = =2
∆Q 7−6

Berarti untuk menaikkan produksi dari6 unit menjadi 7 unit diperlukab biaya
tambahan (biaya marjinal) sebesar 2.

2. Fungsi Penerimaan

Penerimaan total merupakan fungsi dari jumlah barang, juga merupakan


hasilkali jumlah barang dengan harga barang per unit. Seperti halnya dalam
konse biaya, dalam konsep penerimaan dikenal pengertian rata-rata dan
marjinal. Penerimaan rata-rata (Average Reventure, AR) ialah penerimaan
yang diperoleh per unit barang, merupakan hasilbagi penerimaan total
terhadap jumlah barang. Penerimaan marjinal (Marginal Revenue, MR) ialah
penerimaan tambahan yang diperoleh dari setiap tambahan satu unit barang
yang dihasilkan atau terjual.

Penerimaan total : R=Q× P=f ( Q )


R
Penerimaan rata-rata : AR=
Q
∆R
Penerimaan marjinal : MR=
∆Q
R R
Mengingat R=Q× P atau P= , sedangkan AR= , berarti penerimaan
Q Q
rata-rata (AR) tak lain adalah harga barang per unit (P). secara grafik, kurva
AR adalah juga kurva [ermintaan dalam bentuk P=g (Q)

Kasus 3.

Suatu perusahaan mempunyai penerimaan marjinalnya dengan fungsi


MR=16−4 Q. Tentukan penerimaan total dan penerimaan rata-rata jika
produksinya sebanyak 6 unit.

Penyelesaian:

Penerimaan total : R=∫ MR dQ

C=∫ ( 16−4 Q ) dQ

C=16 Q−2 Q2
Untuk Q=6
Maka R=16(6)−2( 6)2=24
Jadi jika diproduksi sebanyak 6 unit diperoleh penerimaan total 24
Penerimaan rata-rata : R 16 Q−2Q 2
AR= = =16−2 Q
Q Q
Untuk Q=6 , maka A R=16−2(6)=4
Jadi jika diproduksi sebanyak 6 unit diperoleh penerimaan rata-ratanya 4
Kasus 4.

Fungsi permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen monopolis


ditunjukkan oleh P=900−1,5 Q . Bagaimana persamaan penerimaan
totalnya? Berapa besarnya penerimaan total jika terjual sebanyak 200 unit,
dan berapa harga jual per unit? Hitunglah penerimaan marjinal dari penjualan
sebanyak 200 unit menjadi 250 unit.tentukan tingkat penjualan yang
menghasilkan penerimaan total maksimum, dan besarnya penerimaan total
maksimum tersebut.

Penyelesaian:

P=900−1,5 Q → R=Q× P=900 Q−1,5Q 2


Jika Q=200 , R=900(200)−1,5 (200)2 =120.000

Jika Q=200 , P=900−1,5( 200)=600

Jika Q=250 , R=900 ( 250 )−1,5 ( 250 )2=131.250

∆ R 131.250−120.000
MR= = =225
∆Q 250−200

R=−1,5Q 2+ 900Q

−b −900
R maksimum pada Q= = =300
2a −3

Besarnya Rmaksimum ¿−1,5 (300 )2+ 900 ( 300 )=135.000

3. Fungsi Utilitas

Fungsi utilitas menjelaskan besarnya utilitas (kepuasan, kegunaan) yang


diperoleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang atau jasa. Pada
umumnya semakin banyak jumlah suatu barang dikonsumsi semakin besar
utilitas yang diperoleh, kemudian mencapai puncaknya (titik jenuh) pada
jumlah konsumsi tertentu, sesudah itu justru menjadi berkurang atau bahkan
negative bila jumlah barang yang dikonsumsi terus menerus ditambah.

Utilitas total merupakan fugsi dari jumlah barang yang dikonsumsi.


Persamaan utilitas total (total utility, U) dari mengkonsumsi suatu jenis
barang berupa fungsi kuadrar parabolic, dengan kurva berbentuk parabola
terbuka ke bawah. Utilitas marjinal (marginal utility, MU) ialah utilitas
tambahan yang diperoleh dari setiap tambahan satu unit barang yang
dikonsumsi.

Utilitas total : U =f ( Q )
Utilitas marjinal : ∆U
MU =C' = =f ' ( Q )
∆Q
Utilitas total tak lain adalah integral dari utilitas marjinal

U =∫ MU dQ=∫ f ' ( Q ) dQ
Kasus 5.

Carilah persamaan utilitas total dari seorang konsumen jika utilitas


marjinalnya MU =90−10Q. Tentukan pula Utilitas total jika diproduksi
sebanyak 11 unit.

Utilitas : U =∫ MU dQ
total C=∫ ( 90−10Q ) dQ

C=90 Q−5 Q 2
Untuk Q=11 maka unit R=90(11)−5 (11)2=385
Jadi jika diproduksi sebanyak 11 unit diperoleh utilitas total 385

4. Fungsi Produksi

Bentuk fungsi produk total (total product, P) yang non-linear pada


umumnya berupa sebuah persamaan kubik yang mempunyai titik belok dan
sebuah titik puncak. Produk total merupakan fungsi dari jumlah masukan
(input, faktor produksi) yang digunakan. Dalam konsep produksi juga dikenal
pengertian rata-rata dan marjinal. Produk rata-rata (average product, AP)
ialah jumlah keluaran atau produk yang dihasilkan dari setiap unit masukan
yang digunakan, merupakan hasilbagi produk total terhadap jumlah masukan.
Sedangkan produk marjinal (marjinal product, MP) ialah produk tambahan
yang dihasilkan dari setiap tambahan atau unit masukan yang digunakan.

Jika dalam suatu kegiatan produksi dianggap hanya terdapat satu


masukan variabel, katakanlah X , sementara masukan-masukan lainnya
merupakan masukan tetap, maka fungsi produksinya dapat dinyatakan dengan
notasi P=f ( X)

Produk total : P=f ( X ) di mana,


P=Keluaran dan X =masukan
Produk rata-rata : P
AP=
X
∆P '
Produk marjinal : MP=P' = =f ( X )
d∆
Produk total tak lain adalah integral dari produk marjinal

P=∫ MP dX=∫ f ' ( X ) dX

Secara grafik, kurva produk total P mencapai puncaknya tepat ketika


kurva produk marjinal MP=0. Sedangkan MP mencapai puncaknya tepat
pada posisi titik belok kuva P. Disamping itu, kurva MP memotong kurva
AP pada posisi maksimum AP. Penjelasan mengenai hal ini dapat dilihat
pada:
Kasus 6.

Produk marjinal sebuah perusahaan dicerminkan oleh MP=18 X−3 X 2.


Carilah persamaan produk total dan produk rata-rata

Produk total :: P¿ ∫ MP dX

C=∫ ( 18 X −3 X 2 ) dX

C=9 X 2 −X 3
P
Produk rata-rata : AP= =9 X −X 2
X
Dalam persamaan produk total juga konstanta k =0, sebab tidak aka nada
barang ( P) yang dihasilkan jika tidak ada bahan ( X ) yang diolah atau
digunakan.

Kasus 7.

Fungsi produksi yang dihadapi seseorang produsen ditunjukkan P=9 X 2−X 3 .


Bentuklah persamaan produk rata-rata jika digunakan masukan sebanyak 6
unit. Berapa produk marjinalnya jika masukan yang digunakan ditambah 1
unit?

Penyelesaian:
P=9 X 2−X 3 → AP=P / X=9 X−X 2

Untuk X =6 → P=9 ( 6 )2−( 6 )3=108

Untuk X =6 → AP=9(6)−( 6 )2=108/6=18

Untuk X =7 → P=9 ( 7 )2−( 7 )3=98

∆ P 98−108
Untuk X =6 → MP= = =−10
∆X 7−6

Produk marjianl negative berarti masukan tambahn yang digunakan justru


mengurangi hasil produksi.

DAFTAR PUSTAKA
Dumairy. 1991. Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta:
BPFE.

Nur, M. Rianto Al-Arif. 2013. Matematika Terapan untuk Ekonomi. Bandung:


Pustaka Setia.