TENTARA NASIONAL INDONESIA Lampiran Keputusan Kasad
MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT Nomor Kep/796/X/2017
_____________________________________________________________-_______
Tanggal 27 Oktober 2017
PETUNJUK ADMINISTRASI
tentang
KEGIATAN PEMBINAAN TERITORIAL TNI AD
BAB I
PENDAHULUAN
1. Umum.
a. Pembinaan teritorial (binter) memiliki peran penting dalam pemberdayaan
wilayah pertahanan di darat dan untuk mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat
guna mendukung tugas pokok TNI AD. Implementasi binter dalam membantu
pemerintah untuk mewujudkan kekuatan pertahanan dilaksanakan melalui kegiatan
binter TNI AD bersama komponen bangsa lainnya. Binter TNI AD dapat terlaksana
dengan baik dan dapat mencapai tujuan serta sasaran yang diharapkan maka
diperlukan Petunjuk Administrasi (Jukmin) tentang Kegiatan Binter. Jukmin tentang
Kegiatan Binter TNI AD merupakan turunan dari Petunjuk Induk (Jukin) tentang
Binter yang menguraikan kegiatan komsos, bintahwil, dan bakti TNI.
b. Kegiatan binter TNI AD selama ini sudah dilaksanakan oleh satuan jajaran
TNI AD, baik satkowil maupun satnonkowil dan Prajurit TNI AD secara perorangan.
Acuan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan teritorial selama
ini adalah Petunjuk Teknis (Juknis) tentang Komsos, Bintahwil, dan Bakti TNI.
Sesuai stratifikasi petunjuk TNI AD, jukmin merupakan induk dari juknis, sehingga
jukmin harus dibuat terlebih dahulu sebelum juknis. Pada kenyataannya Jukmin
tentang Kegiatan Binter TNI AD masih belum tersusun, hal tersebut akan
berdampak pada kurang optimalnya pencapaian tujuan dan sasaran binter.
c. Mengingat pentingnya Jukmin tentang Kegiatan Binter TNI AD sebagai
pedoman pokok tentang penyelenggaraan binter TNI AD, maka jukmin ini perlu
disusun. Penyusunan jukmin ini diperlukan agar diperoleh kesamaan dan
pemahaman dalam persepsi terhadap pokok-pokok penyelenggaraan kegiatan
binter, sehingga mencapai hasil lebih optimal. Jukmin ini diharapkan dapat
digunakan sebagai pedoman bagi satuan jajaran TNI AD, serta digunakan sebagai
sumber bahan ajaran bagi lembaga pendidikan TNI AD.
2. Maksud dan Tujuan.
a. Maksud. Petunjuk administrasi ini dimaksudkan agar dapat memberikan
gambaran dalam penyelenggaraan dan administrasi kegiatan binter TNI AD.
b. Tujuan. Petunjuk administrasi ini bertujuan untuk dijadikan pedoman
dalam penyelenggaraan dan administrasi kegiatan binter TNI AD.
4
3. Ruang Lingkup dan Tata Urut.
a. Ruang Lingkup. Petunjuk Administrasi tentang Kegiatan Binter TNI AD
secara garis besar membahas tentang penyelenggaraan dan ketentuan
administrasi kegiatan binter TNI AD, meliputi kegiatan komsos, bintahwil, dan bakti
TNI.
b. Tata Urut.
1) Bab I Pendahuluan.
2) Bab II Ketentuan Umum.
3) Bab III Organisasi, Tugas, dan Tanggung Jawab.
4) Bab IV Pelaksanaan Kegiatan.
5) Bab V Pengawasan dan Pengendalian.
6) Bab VI Penutup.
4. Dasar. Dasar yang digunakan dalam penyusunan jukmin ini sebagai berikut:
a. Peraturan Kasad Nomor Perkasad/106/XII/2011 tanggal 7 Desember 2011
tentang Buku Petunjuk Induk tentang Binter;
b. Peraturan Kasad Nomor Perkasad/29-02/XII/2012 tanggal 27 Desember
2012 tentang Buku Petunjuk Teknik tentang Binwanwil;
c. Peraturan Kasad Nomor Perkasad/36-02/XII/2012 tanggal 27 Desember
2012 tentang Buku Petunjuk Teknik tentang Bakti TNI;
d. Peraturan Kasad Nomor Perkasad/37-02/XII/2012 tanggal 27 Desember
2012 tentang Buku Petunjuk Teknik tentang Komsos;
e. Keputusan Kasad Nomor Kep/430/X/2013 tanggal 31 Oktober 2013 tentang
Buku Petunjuk Administrasi tentang Penyelenggaraan Administrasi Umum
Angkatan Darat;
f. Keputusan Kasad Nomor Kep/542/VIII/2015 tanggal 12 Agustus 2015
tentang Petunjuk Teknis tentang Stratifikasi Petunjuk TNI AD;
g. Keputusan Kasad Nomor Kep/700/IX/2015 tanggal 21 September 2015
tentang Petunjuk Teknis tentang Tata Cara Penyusunan Doktrin dan Petunjuk TNI
AD;
h. Keputusan Kasad Nomor Kep/845/XI/2015 tanggal 24 Nopember 2015
tentang Petunjuk Adminstrasi tentang Penyusunan, Penerbitan Doktrin, dan
Petunjuk TNI AD;
i. Keputusan Kasad Nomor Kep/519/VI/2016 tanggal 15 Juni 2016 tentang
Petunjuk Teknis tentang Tata Cara Pengesahan Doktrin dan Petunjuk TNI AD;
5
j. Keputusan Kasad Nomor Kep/548/VI/2016 tanggal 27 Juni 2016 tentang
Petunjuk Teknis tentang Tulisan Dinas;
k. Keputusan Kasad Nomor Kep/684/VIII/2016 tanggal 19 Agustus 2016
tentang Petunjuk Teknis tentang Tata Cara Penerbitan Doktrin dan Petunjuk TNI
AD; dan
l. Keputusan Kasad Nomor Kep/591/VIII/2017 tanggal 9 Agustus 2017 tentang
Naskah Sementara Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi;
5. Pengertian. (Lampiran A).
BAB II
KETENTUAN UMUM
6. Umum. Jukmin tentang Kegiatan Binter TNI AD yang disusun ini merupakan
pedoman dalam penyelenggaraan binter di wilayah yang digunakan bagi satuan jajaran
TNI AD. Jukmin ini memerlukan aturan-aturan mengikat sebagai rambu-rambu yang
dituangkan dalam ketentuan umum, agar tidak menyimpang serta dapat mencapai tujuan
dan sasaran yang diharapkan. Ketentuan umum Jukmin tentang Kegiatan Binter TNI AD
yang dimaksud meliputi tujuan dan sasaran, prinsip-prinsip, serta ketentuan administrasi
yang diperlukan.
7. Tujuan dan Sasaran.
a. Tujuan. Mewujudkan kegiatan binter TNI AD yang efektif, efisien dan
sinergis dalam rangka mengembangkan potensi wilayah menjadi kekuatan sebagai
ruang, alat, dan kondisi (RAK) juang yang tangguh serta kemanunggalan TNI-
Rakyat untuk kepentingan pertahanan negara.
b. Sasaran:
1) terpelihara dan meningkatnya komunikasi sosial (Komsos) untuk
menjaga keeratan hubungan antara TNI AD dengan segenap komponen
masyarakat, aparat pemerintah, dan keluarga besar TNI yang efektif, efisien,
dan sinergis dalam rangka membangun kerja sama melalui penyamaan visi,
misi, dan interpretasi untuk kepentingan pertahanan negara.
2) tercipta, terpelihara, dan meningkatnya pembinaan ketahanan
wilayah (Bintahwil) yang efektif, efisien, dan sinergis dalam rangka
mewujudkan ketahanan wilayah terhadap segala bentuk ancaman baik yang
datang dari dalam maupun dari luar negeri; dan
3) terwujud dan terpeliharanya kegiatan bakti TNI yang efektif, efisien,
dan sinergis dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui
kegiatan pembangunan dengan sasaran bidang fisik maupun nonfisik guna
memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat.
6
8. Prinsip-Prinsip.
a. Terencana. Penyelenggaraan kegiatan binter harus terencana dengan
baik, dengan mempertimbangkan personel, waktu, sarana prasarana, dukungan
masyarakat, dan anggaran.
b. Terpadu. Penyelenggaraan kegiatan binter harus dipadukan dengan
kegiatan pembangunan wilayah yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya di wilayah.
c. Terkoordinasi. Pelaksanaan kegiatan binter harus terkoordinasi dengan
pemerintah daerah, instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
sehingga tercipta sinergitas yang baik di wilayah.
d. Tepat Sasaran. Kegiatan binter harus dilaksanakan dengan memilih
sasaran yang tepat sesuai dengan situasi, kondisi, dan kebutuhan riil masyarakat.
e. Partisipatif. Kegiatan binter dilaksanakan dengan menyertakan partisipasi
aktif dari pemerintah daerah, instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa
lainnya dalam setiap kegiatannya.
f. Fleksibel. Kegiatan binter bersifat dinamis dan luwes sesuai dengan
perubahan yang terjadi dengan tidak mengabaikan aturan dan ketentuan yang
berlaku.
g. Selaras dan Seimbang. Pelaksanaan kegiatan binter harus memperhatikan
keseimbangan antara kepentingan kesejahteraan masyarakat dan kepentingan
pertahanan serta selaras dengan pembangunan daerah.
h. Kesinambungan. Kegiatan binter dilaksanakan secara terus-menerus dan
berkelanjutan untuk membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan
mendukung kepentingan pertahanan negara.
i. Akuntabel. Pelaksanaan kegiatan binter ini harus transparan, terukur, dan
dapat dipertanggungjawabkan.
j. Efektif dan Efisien. Pelaksanaan kegiatan binter harus memanfaatkan sumber
daya dan dana secara efisien namun tepat untuk mencapai tujuan dan sasaran
yang diharapkan.
k. Skala Prioritas. Pelaksanaan kegiatan binter harus dilaksanakan
berdasarkan urutan kebutuhan yang disusun berdasarkan tingkat kepentingan
kebutuhan.
l. Sinergitas. Pelaksanaan kegiatan binter harus dapat saling mengisi dan
melengkapi dari berbagai unsur atau bagian instansi/lembaga untuk mendapatkan
pencapaian hasil yang lebih baik dan lebih besar.
m. Sinkronisasi. Pelaksanaan kegiatan binter harus dilaksanakan dengan
menyesuaikan, menyelaraskan kegiatan, tindakan-tindakan pada unit-unit,
sehingga diperoleh keserasian dalam pelaksanaan tugas atau kerja.
7
n. Komitmen. Pelaksanaan kegiatan binter harus mempunyai pengakuan
seutuhnya untuk menyatukan dan menggabungkan pekerjaan, sehingga pihak-
pihak yang terkait saling percaya.
o. Kerja Sama. Pelaksanaan kegiatan binter harus ada usaha yang
dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dan sebagainya) untuk
mencapai tujuan bersama.
9. Ketentuan Administrasi. Ketentuan administrasi kegiatan penyusunan Jukmin
tentang Kegiatan Binter TNI AD akan menguraikan kegiatan komsos, bintahwil, dan bakti
TNI. Adapun penyelenggaraannya pengadministrasian secara umum terdiri dari:
a. direktif;
b. RGB;
c. rencana pelaksanaan kegiatan (Renlakgiat);
d. sprin penyelenggara, pelaku, dan pendukung;
e. referensi yang digunakan;
f. surat permohonan tempat dan lokasi kegiatan;
g. surat permohonan sarana dan prasarana yang dibutuhkan;
h. surat pengajuan kebutuhan logistik;
i. daftar hadir;
j. dokumentasi kegiatan;
k. catatan hal-hal menonjol selama kegiatan;
l. pencatatan saran dan pendapat;
m. pencatatan kesimpulan hasil pelaksanaan kegiatan;
n. surat pengembalian personel, sarana, dan prasarana;
o. laporan pelaksanaan kegiatan (Laplakgiat); dan
p. laporan pertanggungjawaban anggaran.
BAB III
ORGANISASI, TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB
10. Umum. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD sangat dipengaruhi
oleh kualitas personel yang terlibat atau menangani dalam penyelenggaraan kegiatan
binter TNI AD itu sendiri. Organisasi penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD dibentuk
dalam komponen struktur organisasi dan susunan organisasi, serta memiliki uraian tugas
8
dan tanggung jawab masing-masing. Komponen organisasi disusun berdasarkan
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD agar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang
diharapkan untuk mendukung kepentingan pertahanan negara.
11. Organisasi.
a. Struktur Organisasi.
MABESAD
Tingkat Pusat
PUSTERAD
Tingkat
Kotama/Balakpus/Cab/Fung
KODAM KOTAMA/BALAKPUS/CAB/FUNG
Tingkat Pelaksana
SATNONKOWIL SATKOWIL SATNONKOWIL
Keterangan:
: Garis komando.
: Garis koordinasi.
b. Susunan Organisasi.
1) Tingkat Pusat. Mabesad : Kasad.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Pusterad : Danpusterad.
b) Kodam : Pangdam.
c) Kotama/Balakpus/Cab/Fung : Pang/Dan/Gub/Dir/Ka.
9
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil : Danrem/Dandim/Danramil.
b) Satnonkowil : Danbrig/Danmen/Kabalakdam setingkat,
Danyon/Danden/Kabalakrem setingkat,
Danki/Danrai BS.
12. Tugas dan Tanggung Jawab.
a. Tingkat Pusat. Kasad:
1) menentukan kebijakan umum tentang kegiatan binter TNI AD;
2) menetapkan program dan anggaran kegiatan binter TNI AD;
3) melaksanakan sosialisasi dan evaluasi program kerja kegiatan binter
TNI AD; dan
4) mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran
kegiatan binter TNI AD.
b. Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung:
1) Danpusterad:
a) melaksanakan kebijakan umum Kasad tentang fungsi teknis
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD;
b) menyusun petunjuk/pedoman sebagai acuan bagi satuan
jajaran TNI AD dalam penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD;
c) melaksanakan sosialisasi petunjuk kegiatan binter TNI AD;
d) melaksanakan bimbingan teknis dan asistensi teknis kegiatan
binter TNI AD;
e) melaksanakan pengkajian dan pengembangan kegiatan binter
TNI AD; dan
f) dalam pelaksanaannya bertanggung jawab kepada Kasad.
2) Pangdam:
a) menindaklanjuti kebijakan Kasad tentang kegiatan binter di
wilayah Kodam;
b) merencanakan dan mengajukan RKA kegiatan binter yang
dilaksanakan oleh seluruh satuan jajarannya;
c) menetapkan program kerja dan anggaran Kodam;
10
d) melakukan koordinasi dengan instansi terkait/stakeholder
sehingga penyelenggaraan kegiatan binter dapat berjalan dengan
baik;
e) melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan binter di wilayahnya;
f) melaksanakan evaluasi dan laporan terhadap penyelenggaraan
kegiatan binter di wilayahnya; dan
g) dalam pelaksanaanya bertanggung jawab kepada Kasad.
3) Pang/Dan/Gub/Dir/Ka:
a) menindaklanjuti kebijakan Kasad tentang kegiatan binter
satnonkowil untuk satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya;
b) merencanakan dan mengajukan RKA kegiatan binter
satnonkowil yang dilaksanakan oleh seluruh satuan jajarannya;
c) merumuskan dan mengoordinasikan rencana kegiatan binter
satnonkowil untuk satuan jajarannya;
d) melakukan koordinasi dengan satkowil setempat untuk
sinkronisasi rencana kegiatan binter satuan dengan program binter
satkowil;
e) menyelenggarakan kegiatan binter satnonkowil;
f) melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan binter satnonkowil jajarannya;
g) melaksanakan evaluasi dan laporan terhadap penyelenggaraan
kegiatan binter satnonkowil; dan
h) dalam pelaksanaannya bertanggung jawab kepada Kasad.
c. Tingkat Pelaksana.
1) Danrem/Dandim/Danramil:
a) menindaklanjuti kebijakan Pangdam/Danrem/Dandim tentang
kegiatan binter di wilayah;
b) menyusun dan menetapkan program kerja dalam rangka
kegiatan binter;
c) melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi
terkait/stakeholder, satnonkowil, dan komponen bangsa lainnya
dalam rangka penyelenggaraan kegiatan binter di wilayah;
11
d) menyelenggarakan kegiatan binter sesuai dengan
perencanaan yang telah dibuat;
e) melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan binter di satuan jajarannya;
f) melaksanakan evaluasi dan laporan terhadap penyelenggaraan
kegiatan binter di wilayah; dan
g) dalam pelaksanaannya bertanggung jawab kepada Pangdam/
Danrem/Dandim.
2) Danbrig/Danmen/Kabalakdam setingkat, Danyon/Danden/Kabalak-
rem setingkat, Danki/Danrai BS:
a) menindaklanjuti kebijakan komando atas tentang kegiatan
binter satnonkowil di satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya;
b) merumuskan dan mengoordinasikan rencana kegiatan binter
satnonkowil untuk satuan di jajarannya;
c) melakukan koordinasi dengan satkowil setempat untuk
sinkronisasi rencana kegiatan binter satuan dengan program binter
satkowil;
d) menyelenggarakan kegiatan binter satnonkowil;
e) melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan binter satnonkowil di jajarannya;
f) melaksanakan evaluasi dan laporan terhadap penyelenggaraan
binter satnonkowil; dan
g) dalam pelaksanaannya bertanggung jawab kepada Pang/Dan/
Gub/Dir/Ka.
BAB IV
PELAKSANAAN KEGIATAN
13. Umum. Pelaksanaan kegiatan binter merupakan upaya, pekerjaan, dan kegiatan
dalam rangka memberdayakan potensi wilayah menjadi kekuatan sebagai RAK juang
yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara. Pelaksanaan kegiatan binter
memerlukan unsur-unsur pendukung dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya dalam rangka mencapai hasil
yang lebih optimal. Kegiatan binter TNI AD yang akan dilaksanakan meliputi kegiatan
komsos, bintahwil, dan bakti TNI dimulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan,
sampai dengan pengakhiran.
12
14. Komunikasi Sosial (Komsos). Komsos merupakan kegiatan yang dilaksanakan
oleh prajurit TNI AD secara perorangan maupun satuan terhadap komponen masyarakat,
aparat pemerintah, dan keluarga besar TNI. Kegiatan komsos tersebut untuk memelihara
serta meningkatkan keeratan hubungan dengan segenap komponen bangsa lainnya guna
terwujudnya saling pengertian dan kebersamaan yang memungkinkan timbulnya
keinginan masyarakat untuk berpartisipasi pada kepentingan bidang pertahanan. Agar
kegiatan komsos dapat dilaksanakan secara sistematis dan terprogram maka dimulai dari
tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, sampai dengan pengakhiran.
a. Perencanaan.
1) Tingkat Pusat. Mabesad:
a) merencanakan kebijakan umum tentang kegiatan komsos
dalam rangka kegiatan binter TNI AD;
b) merencanakan PPPA kegiatan komsos dalam rangka kegiatan
binter TNI AD;
c) merencanakan direktif kegiatan komsos dalam rangka kegiatan
binter TNI AD;
d) merencanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan
program dan anggaran kegiatan komsos dalam rangka kegiatan
binter TNI AD; dan
e) merencanakan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan
anggaran kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter TNI AD.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Pusterad:
(1) merencanakan penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD
sesuai kebijakan umum Kasad yang berkaitan dengan
kegiatan komsos;
(2) merencanakan penyusunan dan sosialisasi petunjuk/
pedoman sebagai acuan bagi satuan jajaran TNI AD dalam
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD yang berkaitan
dengan kegiatan komsos;
(3) merencanakan bimbingan teknis dan asistensi teknis
kegiatan komsos; dan
(4) merencanakan pengkajian dan pengembangan
terhadap kegiatan binter TNI AD yang berkaitan dengan
kegiatan komsos.
b) Kodam:
(1) merencanakan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan komsos di wilayah Kodam;
13
(2) merencanakan dan mengajukan RKA kegiatan komsos
yang akan dilaksanakan oleh seluruh satuan jajarannya;
(3) merencanakan program kerja dan anggaran Kodam
khususnya kegiatan komsos;
(4) merencanakan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya,
sehingga penyelenggaraan kegiatan komsos dapat berjalan
dengan baik; dan
(5) merencanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan komsos di wilayahnya.
c) Kotama/Balakpus/Cab/Fung:
(1) merencanakan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(2) merencanakan dan mengajukan RKA kegiatan komsos
dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang dilaksanakan
oleh satuan jajarannya;
(3) merencanakan, merumuskan, dan mengoordinasikan
rencana kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya;
(4) merencanakan koordinasi dengan satkowil setempat
untuk sinkronisasi rencana kegiatan komsos dalam rangka
kegiatan binter satnonkowil dengan program komsos binter
satkowil;
(5) merencanakan penyelenggaraan kegiatan komsos
dalam rangka kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya;
dan
(6) merencanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Korem/Kodim/Koramil:
(1) merencanakan dan menindaklanjuti kebijakan Pangdam/
Danrem/Dandim tentang kegiatan komsos dalam rangka
kegiatan binter di wilayah;
(2) merencanakan program kerja satuan khususnya
kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter di wilayah;
14
(3) merencanakan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
serta satnonkowil dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
komsos di wilayah;
(4) merencanakan penyelenggaraan kegiatan komsos
dalam rangka kegiatan binter sesuai program yang telah
ditetapkan;
(5) merencanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
oleh satuan jajarannya; dan
(6) merencanakan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
oleh satuan jajarannya.
b) Satnonkowil. Brig/Men/Balakdam setingkat, Yon/Den/Balakrem
setingkat, Ki/Rai BS:
(1) merencanakan dan menindaklanjuti kebijakan komando
atas tentang kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(2) merencanakan perumusan dan mengoordinasikan
rencana kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya;
(3) merencanakan koordinasi dengan satkowil setempat
untuk sinkronisasi rencana kegiatan komsos dalam rangka
kegiatan binter satnonkowil;
(4) merencanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya;
dan
(5) merencanakan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter di
satuan jajarannya.
b. Persiapan.
1) Tingkat Pusat. Mabesad:
a) menyiapkan kebijakan umum tentang kegiatan komsos dalam
rangka kegiatan binter TNI AD;
b) menyiapkan PPPA kegiatan komsos dalam rangka kegiatan
binter TNI AD;
15
c) menyiapkan direktif kegiatan komsos dalam rangka kegiatan
binter TNI AD; dan
d) menyiapkan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan
program dan anggaran kegiatan komsos dalam rangka kegiatan
binter TNI AD.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Pusterad:
(1) menyiapkan penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD
sesuai kebijakan umum Kasad yang berkaitan dengan
kegiatan komsos;
(2) menyiapkan penyusunan dan sosialisasi petunjuk/
pedoman sebagai acuan bagi satuan jajaran TNI AD dalam
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD yang berkaitan
dengan kegiatan komsos;
(3) menyiapkan bimbingan teknis dan asistensi teknis
kegiatan binter TNI AD yang berkaitan dengan kegiatan
komsos; dan
(4) menyiapkan pengkajian dan pengembangan terhadap
kegiatan binter TNI AD yang berkaitan dengan kegiatan
komsos.
b) Kodam:
(1) menyiapkan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan komsos di wilayah Kodam;
(2) menyiapkan dan mengajukan RKA kegiatan komsos
yang dilaksanakan satuan jajarannya;
(3) menyiapkan program kerja dan anggaran Kodam
khususnya kegiatan komsos;
(4) menyiapkan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya,
sehingga penyelenggaraan kegiatan komsos dapat berjalan
dengan baik; dan
(5) menyiapkan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan komsos di wilayahnya.
c) Kotama/Balakpus/Cab/Fung:
(1) menyiapkan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya yang dititikberatkan kepada
16
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(2) menyiapkan dan mengajukan RKA kegiatan komsos
dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang dilaksanakan di
satuan jajarannya;
(3) menyiapkan, merumuskan, dan mengoordinasikan
rencana kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya;
(4) menyiapkan koordinasi dengan satkowil setempat untuk
sinkronisasi rencana kegiatan komsos dalam rangka kegiatan
binter satnonkowil dengan program kegiatan komsos binter
satkowil;
(5) menyiapkan penyelenggaraan kegiatan komsos dalam
rangka kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya;
(6) menyiapkan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya; dan
(7) menyiapkan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
oleh satuan jajarannya.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Korem/Kodim/Koramil:
(1) menyiapkan dan menindaklanjuti kebijakan Pangdam/
Danrem/Dandim tentang kegiatan komsos dalam rangka
kegiatan binter di wilayah;
(2) menyiapkan program kerja satuan khususnya bidang
komsos dalam rangka kegiatan binter di wilayah;
(3) menyiapkan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
serta satnonkowil dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
komsos di wilayah;
(4) menyiapkan penyelenggaraan kegiatan komsos dalam
rangka kegiatan binter sesuai program yang telah ditetapkan;
(5) menyiapkan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter di
satuan jajarannya; dan
(6) menyiapkan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
oleh satuan jajarannya.
17
b) Satnonkowil. Brig/Men/Balakdam setingkat, Yon/Den/Balakrem
setingkat, Ki/Rai BS:
(1) menyiapkan dan menindaklanjuti kebijakan komando
atas tentang kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(2) menyiapkan perumusan dan mengoordinasikan rencana
kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter satnonkowil di
satuan jajarannya;
(3) menyiapkan koordinasi dengan satkowil setempat untuk
sinkronisasi rencana kegiatan komsos dalam rangka kegiatan
binter satnonkowil;
(4) menyiapkan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya;
dan
(5) menyiapkan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
oleh satuan jajarannya.
c. Pelaksanaan.
1) Tingkat Pusat. Mabesad.
a) Menjalankan kebijakan umum tentang kegiatan komsos dalam
rangka kegiatan binter TNI AD yang meliputi:
(1) komsos dengan aparat pemerintah dan instansi terkait/
stakeholder;
(2) komsos dengan komponen masyarakat;
(3) komsos dengan keluarga besar TNI; dan
(4) komsos kreatif.
b) Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan
program dan anggaran kegiatan komsos dalam rangka kegiatan
binter TNI AD.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Pusterad:
(1) melaksanakan penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD
sesuai kebijakan umum Kasad yang berkaitan dengan
kegiatan komsos;
18
(2) melaksanakan penyusunan dan sosialisasi petunjuk/
pedoman sebagai acuan bagi satuan jajaran TNI AD dalam
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD yang berkaitan
dengan kegiatan komsos;
(3) melaksanakan bimbingan teknis dan asistensi teknis
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD yang berkaitan
dengan kegiatan komsos; dan
(4) melaksanakan pengkajian dan pengembangan terhadap
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD yang berkaitan
dengan kegiatan komsos.
b) Kodam:
(1) melaksanakan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter TNI AD
di wilayah Kodam yang meliputi:
(a) komsos dengan aparat pemerintah dan instansi
terkait/stakeholder di tingkat provinsi;
(b) komsos dengan komponen masyarakat;
(c) komsos dengan keluarga besar TNI; dan
(d) komsos kreatif.
(2) mengeluarkan perintah pelaksanaan kegiatan kepada
personel/satuan jajarannya untuk melaksanakan kegiatan
komsos dalam rangka kegiatan binter di wilayah Kodam;
(3) melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
serta satnonkowil dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
komsos di wilayah Kodam;
(4) menyelenggarakan kegiatan komsos dengan sasaran
yang telah ditetapkan dengan menyampaikan materi/pesan
yang telah disiapkan; dan
(5) melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan
komsos yang diselenggarakan di satuan jajarannya.
c) Kotama/Balakpus/Cab/Fung:
(1) melaksanakan dan menindaklanjuti kebijakan komando
atas tentang kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya yang meliputi:
19
(a) komsos dengan aparat pemerintah dan instansi
terkait/stakeholder yang dititikberatkan kepada peran,
fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(b) komsos dengan komunitas masyarakat yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai
tipikal satuannya atau tupoksinya;
(c) komsos dengan KB TNI; dan
(d) komsos kreatif yang dititikberatkan kepada peran,
fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya.
(2) mengeluarkan perintah pelaksanaan kegiatan kepada
personel/satuan jajarannya untuk melaksanakan kegiatan
komsos dalam rangka kegiatan binter satnonkowil;
(3) melaksanakan koordinasi dengan satkowil dan
pemerintah daerah, instansi terkait/stakeholder, dan komponen
bangsa lainnya di wilayah binaan dalam rangka
penyelenggaraan kegiatan komsos yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(4) menyelenggarakan kegiatan komsos dalam rangka
binter satnonkowil dengan sasaran yang telah ditetapkan
dengan menyampaikan materi/pesan yang dititikberatkan
kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya yang telah disiapkan; dan
(5) melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan
komsos dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang
diselenggarakan di satuan jajarannya.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Korem/Kodim/Koramil.
(1) melaksanakan dan menindaklanjuti kebijakan Pangdam/
Danrem/Dandim tentang kegiatan komsos dalam rangka
kegiatan binter TNI AD di wilayah, yang meliputi:
(a) komsos dengan aparat pemerintah dan instansi
terkait/stakeholder provinsi/kabupaten/kota/kecamatan;
(b) komsos dengan komponen masyarakat;
(c) komsos dengan keluarga besar TNI; dan
(d) komsos kreatif.
20
(2) mengeluarkan perintah pelaksanaan kegiatan kepada
personel/satuan jajarannya untuk melaksanakan kegiatan
komsos dalam rangka kegiatan binter di wilayah Korem;
(3) melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
serta satnonkowil dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
komsos di wilayah;
(4) menyelenggarakan kegiatan komsos dengan sasaran
yang telah ditetapkan dengan menyampaikan materi/pesan
yang telah disiapkan; dan
(5) melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan
komsos yang diselenggarakan di satuan jajarannya.
b) Satnonkowil. Brig/Men/Balakdam setingkat, Yon/Den/Balakrem
setingkat, Ki/Rai BS:
(1) melaksanakan dan menindaklanjuti kebijakan komando
atas tentang kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya yang meliputi:
(a) komsos dengan aparat pemerintah dan instansi
terkait/stakeholder yang dititikberatkan kepada peran,
fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(b) komsos dengan komunitas masyarakat yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai
tipikal satuannya atau tupoksinya;
(c) komsos dengan keluarga besar TNI; dan
(d) komsos kreatif yang dititikberatkan kepada peran,
fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya.
(2) mengeluarkan perintah pelaksanaan kegiatan kepada
personel/satuan jajarannya untuk melaksanakan kegiatan
komsos dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya;
(3) melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya di
wilayah dalam rangka penyelenggaraan kegiatan komsos yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya;
21
(4) menyelenggarakan kegiatan komsos dalam rangka
kegiatan binter satnonkowil dengan sasaran yang telah
ditetapkan dengan menyampaikan materi/pesan yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya yang telah disiapkan; dan
(5) melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan
komsos dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang
diselenggarakan di satuan jajarannya.
d. Pengakhiran.
1) Tingkat Pusat. Mabesad:
a) melaksanakan evaluasi terhadap penerapan kebijakan umum
penyelenggaraan kegiatan komsos; dan
b) melaksanakan evaluasi terhadap pencapaian pelaksanaan
kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter TNI AD.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Pusterad:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan
penyusunan, sosialisasi petunjuk/pedoman, bimbingan teknis,
dan asistensi teknis serta pengkajian dan pengembangan
khususnya kegiatan komsos; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan penyusunan,
sosialisasi petunjuk/pedoman, bimbingan teknis, dan asistensi
teknis serta pengkajian dan pengembangan khususnya kegiatan
komsos kepada Kasad.
b) Kodam:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap penyelenggaraan
kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter di wilayah
Kodam; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan komsos dalam
rangka kegiatan binter di wilayah Kodam kepada Kasad.
c) Kotama/ Balakpus/Cab/Fung:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap penyelenggaraan
kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter satnonkowil di
satuan jajarannya yang dititikberatkan kepada peran, fungsi,
dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan komsos dalam
rangka kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya yang
22
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya kepada Kasad.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Korem/Kodim/Koramil:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap penyelenggaraan
kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter di wilayah; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan komsos dalam
rangka kegiatan binter di wilayah kepada Pangdam/Danrem/
Dandim.
b) Satnonkowil. Danbrig/Danmen/Balakdam setingkat, Danyon/
Danden/Balakrem setingkat, Danki/Danrai BS:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap penyelenggaraan
kegiatan komsos dalam rangka kegiatan binter satnonkowil di
satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada peran, fungsi,
dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan komsos dalam
rangka kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya kepada Pang/Dan/Gub/Dir/Ka.
15. Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil). Bintahwil merupakan segala
upaya, pekerjaan, dan kegiatan yang diselenggarakan oleh satuan jajaran TNI AD yang
berhubungan dengan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran dalam
rangka mewujudkan kekuatan pertahanan aspek darat dan peningkatan kesejahteraan
masyarakat bekerja sama dengan pemerintah daerah, instansi terkait/stakeholder, dan
komponen bangsa lainnya melalui pembinaan geografi, demografi, dan kondisi sosial
guna mendukung pencapaian tugas pokok TNI AD. Agar upaya yang dilaksanakan dalam
penyelenggaraan kegiatan bintahwil dapat berjalan secara sistematis dan terprogram
maka penyelenggaraannya dimulai dari:
a. Perencanaan.
1) Tingkat Pusat. Mabesad:
a) merencanakan kebijakan umum tentang kegiatan bintahwil
dalam rangka kegiatan binter TNI AD;
b) merencanakan PPPA kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan
binter TNI AD;
c) merencanakan direktif kegiatan bintahwil dalam rangka
kegiatan binter TNI AD;
d) merencanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan
program dan anggaran kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan
binter TNI AD; dan
23
e) merencanakan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan
anggaran kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter TNI AD.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Pusterad:
(1) merencanakan penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD
sesuai kebijakan umum Kasad yang berkaitan dengan
kegiatan bintahwil;
(2) merencanakan penyusunan dan sosialisasi petunjuk/
pedoman sebagai acuan bagi satuan jajaran TNI AD dalam
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD yang berkaitan
dengan kegiatan bintahwil;
(3) merencanakan bimbingan teknis dan asistensi teknis
kegiatan bintahwil; dan
(4) merencanakan pengkajian dan pengembangan
terhadap kegiatan binter TNI AD yang berkaitan dengan
kegiatan bintahwil.
b) Kodam:
(1) merencanakan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan bintahwil di wilayah Kodam;
(2) merencanakan dan mengajukan RKA kegiatan bintahwil
yang akan dilaksanakan oleh seluruh satuan jajarannya;
(3) merencanakan program kerja dan anggaran Kodam
khususnya kegiatan bintahwil;
(4) merencanakan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
sehingga penyelenggaraan kegiatan bintahwil dapat berjalan
dengan baik; dan
(5) merencanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan bintahwil di wilayahnya.
c) Kotama/Balakpus/Cab/Fung:
(1) merencanakan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(2) merencanakan dan mengajukan RKA kegiatan bintahwil
dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang dilaksanakan
oleh satuan jajarannya;
24
(3) merencanakan, merumuskan, dan mengoordinasikan
rencana kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil satuan jajarannya;
(4) merencanakan koordinasi dengan satkowil setempat
untuk sinkronisasi rencana kegiatan bintahwil dalam rangka
kegiatan binter satnonkowil dengan program bintahwil dalam
rangka binter satkowil;
(5) merencanakan penyelenggaraan kegiatan bintahwil
dalam rangka kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya;
dan
(6) merencanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Korem/Kodim/Koramil:
(1) merencanakan dan menindaklanjuti kebijakan Pangdam/
Danrem/Dandim tentang kegiatan bintahwil dalam rangka
kegiatan binter di wilayah;
(2) merencanakan program kerja satuan khususnya bidang
kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter di wilayah;
(3) merencanakan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
serta satnonkowil dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
bintahwil di wilayah;
(4) merencanakan penyelenggaraan kegiatan bintahwil
dalam rangka kegiatan binter sesuai program yang telah
ditetapkan;
(5) merencanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
oleh satuan jajarannya; dan
(6) merencanakan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
oleh satuan jajarannya.
b) Satnonkowil. Brig/Men/Balakdam setingkat, Yon/Den/Balakrem
setingkat, Danki/Danrai BS:
(1) merencanakan dan menindaklanjuti kebijakan komando
atas tentang kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil oleh satuan jajarannya, yang dititikberatkan
kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
25
(2) merencanakan perumusan dan mengoordinasikan
rencana kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya;
(3) merencanakan koordinasi dengan satkowil setempat
untuk sinkronisasi rencana kegiatan bintahwil dalam rangka
kegiatan binter satnonkowil;
(4) merencanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan binter satnonkowil oleh satuan
jajarannya; dan
(5) merencanakan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil oleh satuan jajarannya.
b. Persiapan.
1) Tingkat Pusat. Mabesad:
a) menyiapkan kebijakan umum tentang kegiatan bintahwil dalam
rangka kegiatan binter TNI AD;
b) menyiapkan PPPA kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan
binter TNI AD;
c) menyiapkan direktif kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan
binter TNI AD; dan
d) menyiapkan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan
program dan anggaran kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan
binter TNI AD.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Pusterad:
(1) menyiapkan penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD
sesuai kebijakan umum Kasad yang berkaitan dengan
kegiatan bintahwil;
(2) menyiapkan penyusunan dan sosialisasi petunjuk/
pedoman sebagai acuan bagi satuan jajaran TNI AD dalam
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD yang berkaitan
dengan kegiatan bintahwil;
(3) menyiapkan bimbingan teknis dan asistensi teknis
kegiatan binter TNI AD yang berkaitan dengan kegiatan
bintahwil; dan
(4) menyiapkan pengkajian dan pengembangan terhadap
kegiatan binter TNI AD yang berkaitan dengan kegiatan
bintahwil.
26
b) Kodam:
(1) menyiapkan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan bintahwil di wilayah Kodam;
(2) menyiapkan dan mengajukan RKA kegiatan bintahwil
yang dilaksanakan satuan jajarannya;
(3) menyiapkan program kerja dan anggaran Kodam
khususnya kegiatan bintahwil;
(4) menyiapkan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
sehingga penyelenggaraan kegiatan bintahwil dapat berjalan
dengan baik; dan
(5) menyiapkan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan bintahwil di wilayahnya.
c) Kotama/Balakpus/Cab/Fung:
(1) menyiapkan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(2) menyiapkan dan mengajukan RKA kegiatan bintahwil
dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang dilaksanakan di
satuan jajarannya;
(3) menyiapkan, merumuskan, dan mengoordinasikan
rencana kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya;
(4) menyiapkan koordinasi dengan satkowil setempat untuk
sinkronisasi rencana kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan
binter satnonkowil dengan program bintahwil binter satkowil;
(5) menyiapkan penyelenggaraan kegiatan bintahwil dalam
rangka kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya;
(6) menyiapkan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya; dan
(7) menyiapkan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil oleh satuan jajarannya.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Korem/Kodim/Koramil:
27
(1) menyiapkan dan menindaklanjuti kebijakan Pangdam/
Danrem/Dandim tentang kegiatan bintahwil dalam rangka
kegiatan binter di wilayah;
(2) menyiapkan program kerja satuan khususnya bidang
bintahwil dalam rangka kegiatan binter di wilayah;
(3) menyiapkan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
serta satnonkowil dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
bintahwil di wilayah;
(4) menyiapkan penyelenggaraan kegiatan bintahwil dalam
rangka kegiatan binter sesuai program yang telah ditetapkan;
(5) menyiapkan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
di satuan jajarannya; dan
(6) menyiapkan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil oleh satuan jajarannya.
b) Satnonkowil. Brig/Men/Balakdam setingkat, Yon/Den/
Balakrem setingkat, Ki/Rai BS:
(1) menyiapkan dan menindaklanjuti kebijakan komando
atas tentang kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(2) menyiapkan perumusan dan mengoordinasikan rencana
kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter satnonkowil di
satuan jajarannya;
(3) menyiapkan koordinasi dengan satkowil setempat untuk
sinkronisasi rencana kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan
binter satnonkowil;
(4) menyiapkan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya;
dan
(5) menyiapkan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil oleh satuan jajarannya.
c. Pelaksanaan.
1) Tingkat Pusat. Mabesad.
28
a) Menjalankan kebijakan umum tentang kegiatan bintahwil
dalam rangka kegiatan binter TNI AD yang meliputi:
(1) pembinaan pramuka saka wira kartika (SWK);
(2) pembinaan peta jarak jaring teritorial;
(3) pembinaan ketahanan nasional dalam bidang
Ipoleksosbudhankam;
(4) antisipasi balatkom dan faham radikal;
(5) pembinaan netralitas TNI dalam pemilukada;
(6) pembinaan rencana tata ruang wilayah pertahanan
darat (RTRW Hanrat); dan
(7) pembinaan penataran kader bela negara.
b) Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan
program dan anggaran kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan
binter TNI AD.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Pusterad:
(1) melaksanakan penyelenggaraan binter TNI AD sesuai
kebijakan umum Kasad yang berkaitan dengan kegiatan
bintahwil;
(2) melaksanakan penyusunan dan sosilaisasi petunjuk/
pedoman sebagai acuan bagi satuan jajaran TNI AD dalam
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD yang berkaitan
dengan kegiatan bintahwil;
(3) melaksanakan bimbingan teknis dan asistensi teknis
kegiatan binter TNI AD yang berkaitan dengan kegiatan
bintahwil; dan
(4) melaksanakan pengkajian dan pengembangan terhadap
kegiatan binter TNI AD yang berkaitan dengan kegiatan
bintahwil.
b) Kodam:
(1) melaksanakan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter TNI
AD di wilayah Kodam yang meliputi:
(a) pembinaan pramuka saka wira kartika (SWK);
(b) pembinaan peta jarak jaring teritorial;
29
(c) pembinaan ketahanan nasional dalam bidang
Ipoleksosbudhankam;
(d) antisipasi balatkom dan faham radikal;
(e) pembinaan netralitas TNI dalam pemilukada;
(f) pembinaan rencana tata ruang wilayah
pertahanan darat (RTRW Hanrat); dan
(g) pembinaan penataran kader bela negara.
(2) mengeluarkan perintah pelaksanaan kegiatan kepada
personel/satuan jajarannya untuk melaksanakan kegiatan
bintahwil dalam rangka kegiatan binter di wilayah Kodam;
(3) melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
serta satnonkowil dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
bintahwil di wilayah Kodam;
(4) menyelenggarakan kegiatan bintahwil dengan sasaran
yang telah ditetapkan dengan menyampaikan materi/pesan
yang telah disiapkan; dan
(5) melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan
bintahwil yang diselenggarakan di satuan jajarannya.
c) Kotama/Balakpus/Cab/Fung:
(1) melaksanakan dan menindaklanjuti kebijakan komando
atas tentang kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya yang meliputi:
(a) pembinaan pramuka saka wira kartika (SWK);
(b) pembinaan peta jarak jaring teritorial;
(c) pembinaan ketahanan nasional dalam bidang
Ipoleksosbudhankam;
(d) antisipasi balatkom dan faham radikal;
(e) pembinaan netralitas TNI dalam pemilukada; dan
(f) pembinaan penataran kader bela negara.
(2) mengeluarkan perintah pelaksanaan kegiatan kepada
personel/satuan jajarannya untuk melaksanakan kegiatan
bintahwil dalam rangka kegiatan binter satnonkowil;
30
(3) melaksanakan koordinasi dengan satkowil dan
pemerintah daerah, instansi terkait/stakeholder, dan komponen
bangsa lainnya di wilayah binaan dalam rangka
penyelenggaraan kegiatan bintahwil yang dititikberatkan
kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(4) menyelenggarakan kegiatan bintahwil dalam rangka
kegiatan binter satnonkowil dengan sasaran yang telah
ditetapkan dengan menyampaikan materi/pesan yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya yang telah disiapkan; dan
(5) melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan
bintahwil dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang
diselenggarakan di satuan jajarannya.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Korem/Kodim/Koramil:
(1) melaksanakan dan menindaklanjuti kebijakan Pangdam/
Danrem/Dandim tentang kegiatan bintahwil dalam rangka
kegiatan binter TNI AD di wilayah, yang meliputi:
(a) pembinaan pramuka saka wira kartika (SWK);
(b) pembinaan peta jarak jaring teritorial;
(c) pembinaan ketahanan nasional dalam bidang
ipoleksosbudhankam;
(d) antisipasi balatkom dan faham radikal;
(e) pembinaan netralitas TNI dalam pemilukada;
(f) pembinaan rencana tata ruang wilayah
pertahanan darat (RTRW Hanrat); dan
(g) pembinaan penataran kader bela negara.
(2) mengeluarkan perintah pelaksanaan kegiatan kepada
personel/satuan jajarannya untuk melaksanakan kegiatan
bintahwil dalam rangka kegiatan binter di wilayah;
(3) melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
serta satnonkowil dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
bintahwil;
31
(4) menyelenggarakan kegiatan bintahwil dengan sasaran
yang telah ditetapkan dengan menyampaikan materi/pesan
yang telah disiapkan; dan
(5) melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan
bintahwil yang diselenggarakan di satuan jajarannya.
b) Satnonkowil. Brig/Men/Balakdam setingkat, Yon/Den/Balakrem
setingkat, Ki/Rai BS:
(1) melaksanakan dan menindaklanjuti kebijakan komando
atas tentang kegiatan bintahwil dalam rangka binter
satnonkowil di satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya yang meliputi:
(a) pembinaan pramuka saka wira kartika (SWK);
(b) pembinaan peta jarak jaring teritorial;
(c) pembinaan ketahanan nasional dalam bidang
Ipoleksosbudhankam;
(d) antisipasi balatkom dan faham radikal;
(e) pembinaan netralitas TNI dalam pemilukada; dan
(f) pembinaan penataran kader bela negara.
(2) mengeluarkan perintah pelaksanaan kegiatan kepada
personel/satuan jajarannya untuk melaksanakan kegiatan
bintahwil dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya;
(3) melaksanakan koordinasi dengan satkowil, pemerintah
daerah, instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa
lainnya di wilayah dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
bintahwil yang dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas
sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya;
(4) menyelenggarakan kegiatan bintahwil dalam rangka
kegiatan binter satnonkowil dengan sasaran yang telah
ditetapkan dengan menyampaikan materi/pesan yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya yang telah disiapkan; dan
(5) melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan
bintahwil dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang
diselenggarakan di satuan jajarannya.
32
d. Pengakhiran.
1) Tingkat Pusat. Mabesad:
a) melaksanakan evaluasi terhadap penerapan kebijakan umum
penyelenggaraan kegiatan bintahwil; dan
b) melaksanakan evaluasi terhadap pencapaian pelaksanaan
kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter TNI AD.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung:
a) Pusterad:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan
penyusunan, sosialisasi petunjuk/pedoman, bimbingan teknis,
dan asistensi teknis serta pengkajian dan pengembangan
khususnya kegiatan bintahwil; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan penyusunan,
sosialisasi petunjuk/pedoman, bimbingan teknis, dan asistensi
teknis serta pengkajian dan pengembangan khususnya
kegiatan bintahwil kepada Kasad.
b) Kodam:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap penyelenggaraan
kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter di wilayah
Kodam; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan bintahwil dalam
rangka kegiatan binter di wilayah Kodam kepada Kasad.
c) Kotama/Balakpus/Cab/Fung:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap penyelenggaraan
kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter satnonkowil di
satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada peran, fungsi,
dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan bintahwil dalam
rangka kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya kepada Kasad.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Korem/Kodim/Koramil:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap penyelenggaraan
kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter di wilayah; dan
33
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan bintahwil dalam
rangka kegiatan binter di wilayah kepada Pangdam/Danrem/
Dandim.
b) Satnonkowil. Danbrig/Danmen/Balakdam setingkat, Danyon/
Danden/Balakrem setingkat, Danki/Danrai BS:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap penyelenggaraan
kegiatan bintahwil dalam rangka kegiatan binter satnonkowil di
satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada peran, fungsi,
dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan bintahwil dalam
rangka kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya kepada Pang/Dan/Gub/Dir/Ka.
16. Bakti TNI. Bakti TNI merupakan pelibatan TNI sebagai komponen utama per-
tahanan dalam membantu menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan (civic mission) untuk
menangani masalah-masalah sosial dan kemanusiaan atas permintaan instansi terkait
dan atau atas inisiatif sendiri yang dilaksanakan secara bersama-sama dengan instansi
terkait tanpa mengabaikan kesiapan satuan. Bakti TNI yang dilaksanakan dalam
membantu kegiatan bantuan kemanusiaan harus diselenggarakan secara sistematis,
terprogram mulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, sampai dengan
pengakhiran.
a. Perencanaan.
1) Tingkat Pusat. Mabesad:
a) merencanakan kebijakan umum tentang kegiatan bakti TNI
dalam rangka kegiatan binter TNI AD;
b) merencanakan PPPA kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan
binter TNI AD;
c) merencanakan direktif kegiatan bakti TNI dalam rangka
kegiatan binter TNI AD;
d) merencanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan
program dan anggaran kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan
binter TNI AD; dan
e) merencanakan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan
anggaran kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter TNI AD.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Pusterad:
(1) merencanakan penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD
sesuai kebijakan umum Kasad yang berkaitan dengan
kegiatan bakti TNI;
34
(2) merencanakan penyusunan dan sosialisasi petunjuk/
pedoman sebagai acuan bagi satuan jajaran TNI AD dalam
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD yang berkaitan
dengan kegiatan bakti TNI;
(3) merencanakan bimbingan teknis dan asistensi teknis
kegiatan bakti TNI; dan
(4) merencanakan pengkajian dan pengembangan
terhadap kegiatan binter TNI AD yang berkaitan dengan
kegiatan bakti TNI.
b) Kodam:
(1) merencanakan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan binter bakti TNI di wilayah Kodam;
(2) merencanakan dan mengajukan RKA kegiatan bakti TNI
yang akan dilaksanakan oleh satuan jajarannya;
(3) merencanakan program kerja dan anggaran Kodam
khususnya bidang bakti TNI;
(4) merencanakan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
sehingga penyelenggaraan kegiatan bakti TNI dapat berjalan
dengan baik; dan
(5) merencanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan bakti TNI di wilayahnya.
c) Kotama/Balakpus/Cab/Fung:
(1) merencanakan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(2) merencanakan dan mengajukan RKA kegiatan bakti TNI
dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang dilaksanakan
oleh satuan jajarannya;
(3) merencanakan, merumuskan, dan mengoordinasikan
rencana kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil satuan jajarannya;
(4) merencanakan koordinasi dengan satkowil setempat
untuk sinkronisasi rencana kegiatan bakti TNI dalam rangka
kegiatan binter satnonkowil dengan program bakti TNI binter
satkowil;
35
(5) merencanakan penyelenggaraan kegiatan bakti TNI
dalam rangka kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya;
dan
(6) merencanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Korem/Kodim/Koramil:
(1) merencanakan dan menindaklanjuti kebijakan Pangdam/
Danrem/Dandim tentang kegiatan bakti TNI dalam rangka
kegiatan binter di wilayah;
(2) merencanakan program kerja satuan khususnya bidang
bakti TNI dalam rangka kegiatan binter di wilayah;
(3) merencanakan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
serta satnonkowil dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
bakti TNI di wilayah;
(4) merencanakan penyelenggaraan kegiatan bakti TNI
dalam rangka kegiatan binter sesuai program yang telah
ditetapkan;
(5) merencanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
oleh satuan jajarannya; dan
(6) merencanakan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
oleh satuan jajarannya.
b) Satnonkowil. Brig/Men/Balakdam setingkat, Yon/Den/Balakrem
setingkat, Ki/Rai BS:
(1) merencanakan dan menindaklanjuti kebijakan komando
atas tentang kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil oleh satuan jajarannya, yang dititikberatkan
kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(2) merencanakan perumusan dan mengoordinasikan
rencana kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya;
(3) merencanakan koordinasi dengan satkowil setempat
untuk sinkronisasi rencana kegiatan bakti TNI dalam rangka
kegiatan binter satnonkowil;
36
(4) merencanakan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan binter satnonkowil oleh satuan
jajarannya; dan
(5) merencanakan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
oleh satuan jajarannya.
b. Persiapan.
1) Tingkat Pusat. Mabesad:
a) menyiapkan kebijakan umum tentang kegiatan bakti TNI dalam
rangka kegiatan binter TNI AD;
b) menyiapkan PPPA kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan
binter TNI AD;
c) menyiapkan direktif kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan
binter TNI AD; dan
d) menyiapkan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan
program dan anggaran kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan
binter TNI AD.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Pusterad:
(1) menyiapkan penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD
sesuai kebijakan umum Kasad yang berkaitan dengan
kegiatan bakti TNI;
(2) menyiapkan penyusunan dan sosialisasi petunjuk/
pedoman sebagai acuan bagi satuan jajaran TNI AD dalam
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD yang berkaitan
dengan kegiatan bakti TNI;
(3) menyiapkan bimbingan teknis dan asistensi teknis
kegiatan binter TNI AD yang berkaitan dengan kegiatan bakti
TNI; dan
(4) menyiapkan pengkajian dan pengembangan terhadap
kegiatan binter TNI AD yang berkaitan dengan kegiatan bakti
TNI.
b) Kodam:
(1) menyiapkan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan bakti TNI di wilayah Kodam;
(2) menyiapkan dan mengajukan RKA kegiatan bakti TNI
yang dilaksanakan satuan jajarannya;
37
(3) menyiapkan program kerja dan anggaran Kodam
khususnya kegiatan bakti TNI;
(4) menyiapkan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya,
sehingga penyelenggaraan kegiatan bakti TNI dapat berjalan
dengan baik; dan
(5) menyiapkan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan bakti TNI di wilayahnya.
c) Kotama/Balakpus/Cab/Fung:
(1) menyiapkan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(2) menyiapkan dan mengajukan RKA kegiatan bakti TNI
dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang dilaksanakan di
satuan jajarannya;
(3) menyiapkan, merumuskan, dan mengoordinasikan
rencana kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya;
(4) menyiapkan koordinasi dengan satkowil setempat untuk
sinkronisasi rencana kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan
binter satnonkowil dengan program bakti TNI binter satkowil;
(5) menyiapkan penyelenggaraan kegiatan bakti TNI dalam
rangka kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya;
(6) menyiapkan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya; dan
(7) menyiapkan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
oleh satuan jajarannya.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Korem/Kodim/Koramil:
(1) menyiapkan dan menindaklanjuti kebijakan Pangdam/
Danrem/Dandim tentang kegiatan bakti TNI dalam rangka
kegiatan binter di wilayah;
(2) menyiapkan program kerja satuan khususnya kegiatan
bakti TNI dalam rangka kegiatan binter di wilayah;
38
(3) menyiapkan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
serta satnonkowil dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
bakti TNI di wilayah;
(4) menyiapkan penyelenggaraan kegiatan bakti TNI dalam
rangka kegiatan binter sesuai program yang telah ditetapkan;
(5) menyiapkan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
di satuan jajarannya; dan
(6) menyiapkan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
oleh satuan jajarannya.
b) Satnonkowil. Brig/Men/Balakdam setingkat, Yon/Den/Balakrem
setingkat, Ki/Rai BS:
(1) menyiapkan dan menindaklanjuti kebijakan komando
atas tentang kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(2) menyiapkan perumusan dan mengoordinasikan rencana
kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter satnonkowil di
satuan jajarannya;
(3) menyiapkan koordinasi dengan satkowil setempat untuk
sinkronisasi rencana kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan
binter satnonkowil;
(4) menyiapkan pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya;
dan
(5) menyiapkan kegiatan evaluasi dan laporan terhadap
pelaksanaan kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
oleh satuan jajarannya.
c. Pelaksanaan.
1) Tingkat Pusat. Mabesad:
a) menjalankan kebijakan umum tentang kegiatan bakti TNI
dalam rangka kegiatan binter TNI AD yang meliputi karya bakti dan
operasi bakti; dan
(1) Sasaran fisik:
39
(a) pembukaan jalan baru dan pengerasan/
betonisasi/perbaikan jalan penghubung antarwilayah/
daerah;
(b) normalisasi/pengerukan sungai;
(c) rehabilitasi hutan/lahan, penghijauan, reboisasi
hutan, dan penanaman pohon;
(d) pembuatan/perbaikan saluran irigasi;
(e) perbaikan rumah/bedah rumah tidak layak huni;
(f) rehabilitasi hutan bakau/hutan mangrove,
pelestarian lingkungan pantai, dan pembersihan pantai;
(g) pembukaan lahan pertanian;
(h) pemadaman kebakaran hutan dan lahan;
(i) bantuan mengatasi bencana alam (mitigasi
bencana, tanggap darurat, rehabilitasi, dan
rekonstruksi); dan
(j) lain-lain.
(2) Sasaran nonfisik:
(a) kegiatan pendampingan dalam rangka
menyukseskan program KB kesehatan;
(b) kegiatan pendampingan dalam rangka
menyukseskan program ketahanan pangan nasional;
(c) peningkatan wawasan kebangsaan, cinta tanah
air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta bela
negara;
(d) penyuluhan kesehatan dan ancaman narkoba;
(e) peningkatan pemahaman, penghayatan, dan
pengamalan idiologi Pancasila dalam kehidupan
masyarakat;
(f) peningkatan apresiasi budaya nasional dan
produksi dalam negeri;
(g) peningkatan sikap disiplin nasional;
(h) pemberantasan buta aksara;
(i) penyuluhan pertanian; dan
(j) lain-lain.
40
b) melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan
program dan anggaran kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan
binter TNI AD.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Pusterad:
(1) melaksanakan penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD
sesuai kebijakan umum Kasad yang berkaitan dengan
kegiatan bakti TNI;
(2) melaksanakan penyusunan dan sosialisasi petunjuk/
pedoman sebagai acuan bagi satuan jajaran TNI AD dalam
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD yang berkaitan
dengan kegiatan bakti TNI;
(3) melaksanakan bimbingan teknis dan asistensi teknis
kegiatan binter TNI AD yang berkaitan dengan kegiatan bakti
TNI; dan
(4) melaksanakan pengkajian dan pengembangan terhadap
kegiatan binter TNI AD yang berkaitan dengan kegiatan bakti
TNI.
b) Kodam:
(1) melaksanakan dan menindaklanjuti kebijakan Kasad
tentang kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter TNI AD
di wilayah Kodam yang meliputi:
(a) Sasaran fisik:
i. pembukaan jalan baru dan pengerasan/
betonisasi/perbaikan jalan penghubung antar-
wilayah/daerah;
ii. normalisasi/pengerukan sungai;
iii. rehabilitasi hutan/lahan, penghijauan,
reboisasi hutan, dan penanaman pohon;
iv. pembuatan/perbaikan saluran irigasi;
v. perbaikan rumah/bedah rumah tidak layak
huni;
vi. rehabilitasi hutan bakau/hutan mangrove,
pelestarian lingkungan pantai, dan pembersihan
pantai;
vii. pembukaan lahan pertanian;
41
viii. pemadaman kebakaran hutan dan lahan;
ix. bantuan mengatasi bencana alam
(mitigasi bencana, tanggap darurat, rehabilitasi,
dan rekonstruksi); dan
x. lain-lain.
(b) Sasaran nonfisik:
i. kegiatan pendampingan dalam rangka
menyukseskan program KB kesehatan;
ii. kegiatan pendampingan dalam rangka
menyukseskan program ketahanan pangan
nasional;
iii. peningkatan wawasan kebangsaan, cinta
tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara,
serta bela negara;
iv. penyuluhan kesehatan dan ancaman
narkoba;
v. peningkatan pemahaman, penghayatan,
dan pengamalan idiologi Pancasila dalam
kehidupan masyarakat;
vi. peningkatan apresiasi budaya nasional
dan produksi dalam negeri;
vii. peningkatan sikap disiplin nasional;
viii. pemberantasan buta aksara;
ix. penyuluhan pertanian; dan
x. lain-lain.
(2) mengeluarkan perintah pelaksanaan kegiatan kepada
personel/satuan jajarannya untuk melaksanakan kegiatan bakti
TNI dalam rangka kegiatan binter di wilayah Kodam;
(3) melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
serta satnonkowil dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
bakti TNI di wilayah Kodam;
(4) menyelenggarakan kegiatan bakti TNI dengan sasaran
yang telah ditetapkan dengan menyampaikan materi/pesan
yang telah disiapkan; dan
42
(5) melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan
bakti TNI yang diselenggarakan di satuan jajarannya.
c) Kotama/Balakpus/Cab/Fung:
(1) melaksanakan dan menindaklanjuti kebijakan komando
atas tentang kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya yang meliputi:
(a) Sasaran fisik:
i. membantu pembukaan jalan baru dan
pengerasan/betonisasi/perbaikan jalan penghu-
bung antarwilayah/daerah;
ii. membantu normalisasi/pengerukan sungai;
iii. membantu rehabilitasi hutan/lahan,
penghijauan, reboisasi hutan, dan penanaman
pohon;
iv. membantu pembuatan/perbaikan saluran
irigasi;
v. membantu perbaikan rumah/bedah rumah
tidak layak huni;
vi. membantu rehabilitasi hutan bakau/hutan
mangrove, pelestarian lingkungan pantai, dan
pembersihan pantai;
vii. membantu pembukaan lahan pertanian;
viii. membantu pemadaman kebakaran hutan
dan lahan;
ix. membantu dalam mengatasi bencana
alam (mitigasi bencana, tanggap darurat,
rehabilitasi, dan rekonstruksi); dan
x. lain-lain.
(b) Sasaran nonfisik:
i. membantu kegiatan pendampingan dalam
rangka menyukseskan program KB kesehatan;
ii. membantu kegiatan pendampingan dalam
rangka menyukseskan program ketahanan
pangan nasional;
43
iii. membantu peningkatan wawasan
kebangsaan, cinta tanah air, kesadaran
berbangsa dan bernegara, serta bela negara;
iv. membantu penyuluhan kesehatan dan
ancaman narkoba;
v. membantu peningkatan pemahaman,
penghayatan, dan pengamalan idiologi Pancasila
dalam kehidupan masyarakat;
vi. membantu peningkatan apresiasi budaya
nasional dan produksi dalam negeri;
vii. membantu peningkatan sikap disiplin
nasional;
viii. membantu pemberantasan buta aksara;
ix. membantu penyuluhan pertanian; dan
x. lain-lain.
(2) mengeluarkan perintah pelaksanaan kegiatan kepada
personel/satuan jajarannya untuk melaksanakan kegiatan bakti
TNI dalam rangka kegiatan binter satnonkowil;
(3) melaksanakan koordinasi dengan satkowil dan
pemerintah daerah, instansi terkait/stakeholder, dan komponen
bangsa lainnya di wilayah binaan dalam rangka
penyelenggaraan kegiatan bakti TNI yang dititikberatkan
kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya;
(4) menyelenggarakan kegiatan bakti TNI dalam rangka
kegiatan binter satnonkowil dengan sasaran yang telah
ditetapkan dengan menyampaikan materi/pesan yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya yang telah disiapkan; dan
(5) melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan
bakti TNI dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang
diselenggarakan di satuan jajarannya.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Korem/Kodim/Koramil:
(1) melaksanakan dan menindaklanjuti kebijakan Pangdam/
Danrem/Dandim tentang kegiatan bakti TNI dalam rangka
kegiatan binter TNI AD di wilayah, yang meliputi:
44
(a) Sasaran fisik:
i. pembukaan jalan baru dan pengerasan/
betonisasi/perbaikan jalan penghubung antar
wilayah/daerah;
ii. normalisasi/pengerukan sungai;
iii. rehabilitasi hutan/lahan, penghijauan,
reboisasi hutan, dan penanaman pohon;
iv. pembuatan/perbaikan saluran irigasi;
v. perbaikan rumah/bedah rumah tidak layak
huni;
vi. rehabilitasi hutan bakau/hutan mangrove,
pelestarian lingkungan pantai, dan pembersihan
pantai;
vii. pembukaan lahan pertanian;
viii. pemadaman kebakaran hutan dan lahan;
ix. bantuan mengatasi bencana alam
(mitigasi bencana, tanggap darurat, rehabilitasi,
dan rekonstruksi); dan
x. lain-lain.
(b) Sasaran nonfisik:
i. kegiatan pendampingan dalam rangka
menyukseskan program KB kesehatan;
ii. kegiatan pendampingan dalam rangka
menyukseskan program ketahanan pangan
nasional;
iii. peningkatan wawasan kebangsaan, cinta
tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara,
serta bela negara;
iv. penyuluhan kesehatan dan ancaman
narkoba;
v. peningkatan pemahaman, penghayatan,
dan pengamalan idiologi Pancasila dalam
kehidupan masyarakat;
vi. peningkatan apresiasi budaya nasional
dan produksi dalam negeri;
45
vii. peningkatan sikap disiplin nasional;
viii. pemberantasan buta aksara;
ix. penyuluhan pertanian; dan
x. lain-lain.
(2) mengeluarkan perintah pelaksanaan kegiatan kepada
personel/satuan jajarannya untuk melaksanakan kegiatan bakti
TNI dalam rangka kegiatan binter di wilayah;
(3) melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa lainnya
serta satnonkowil dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
bakti TNI di wilayah;
(4) menyelenggarakan kegiatan bakti TNI dengan sasaran
yang telah ditetapkan dengan menyampaikan materi/pesan
yang telah disiapkan; dan
(5) melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan
bakti TNI yang diselenggarakan di satuan jajarannya.
b) Satnonkowil. Brig/Men/Balakdam setingkat, Yon/Den/Balakrem
setingkat, Ki/Rai BS:
(1) melaksanakan dan menindaklanjuti kebijakan komando
atas tentang kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter
satnonkowil di satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya yang meliputi:
(a) Sasaran fisik:
i. membantu pembukaan jalan baru dan
pengerasan/betonisasi/perbaikan jalan peng-
hubung antarwilayah/daerah;
ii. membantu normalisasi/pengerukan sungai.
iii. membantu rehabilitasi hutan/lahan,
penghijauan, reboisasi hutan, dan penanaman
pohon;
iv. membantu pembuatan/perbaikan saluran
irigasi;
v. membantu perbaikan rumah/bedah rumah
tidak layak huni;
46
vi. membantu rehabilitasi hutan bakau/hutan
mangrove, pelestarian lingkungan pantai, dan
pembersihan pantai;
vii. membantu pembukaan lahan pertanian;
viii. membantu pemadaman kebakaran hutan
dan lahan;
ix. membantu dalam mengatasi bencana
alam (mitigasi bencana, tanggap darurat,
rehabilitasi, dan rekonstruksi); dan
x. lain-lain.
(b) Sasaran nonfisik:
i. membantu kegiatan pendampingan dalam
rangka menyukseskan program KB kesehatan;
ii. membantu kegiatan pendampingan dalam
rangka menyukseskan program ketahanan
pangan nasional;
iii. membantu peningkatan wawasan
kebangsaan, cinta tanah air, kesadaran
berbangsa dan bernegara, serta bela negara;
iv. membantu penyuluhan kesehatan dan
ancaman narkoba;
v. membantu peningkatan pemahaman,
penghayatan, dan pengamalan idiologi Pancasila
dalam kehidupan masyarakat;
vi. membantu peningkatan apresiasi budaya
nasional dan produksi dalam negeri;
vii. membantu peningkatan sikap disiplin
nasional;
viii. membantu pemberantasan buta aksara;
ix. membantu penyuluhan pertanian; dan
x. lain-lain.
(2) mengeluarkan perintah pelaksanaan kegiatan kepada
personel/satuan jajarannya untuk melaksanakan kegiatan bakti
TNI dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya;
47
(3) melaksanakan koordinasi dengan satkowil, pemerintah
daerah, instansi terkait/stakeholder, dan komponen bangsa
lainnya di wilayah dalam rangka penyelenggaraan kegiatan
bakti TNI yang dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas
sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya;
(4) menyelenggarakan kegiatan bakti TNI dalam rangka
kegiatan binter satnonkowil dengan sasaran yang telah
ditetapkan dengan menyampaikan materi/pesan yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya yang telah disiapkan; dan
(5) melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan
bakti TNI dalam rangka kegiatan binter satnonkowil yang
diselenggarakan di satuan jajarannya.
d. Pengakhiran.
1) Tingkat Pusat. Mabesad:
a) melaksanakan evaluasi terhadap penerapan kebijakan umum
penyelenggaraan kegiatan bakti TNI; dan
b) melaksanakan evaluasi terhadap pencapaian pelaksanaan
kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter TNI AD.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Pusterad:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan
penyusunan, sosialisasi petunjuk/pedoman, bimbingan teknis,
dan asistensi teknis serta pengkajian dan pengembangan
khususnya kegiatan bakti TNI; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan penyusunan,
sosialisasi petunjuk/pedoman, bimbingan teknis dan asistensi
teknis serta pengkajian dan pengembangan khususnya
kegiatan bakti TNI kepada Kasad.
b) Kodam:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap penyelenggaraan
kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter di wilayah
Kodam; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan bakti TNI dalam
rangka kegiatan binter di wilayah Kodam kepada Kasad.
c) Kotama/Balakpus/Cab/Fung:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap penyelenggaraan
kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter satnonkowil di
48
satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada peran, fungsi,
dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan bakti TNI dalam
rangka kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya kepada Kasad.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Korem/Kodim/Koramil:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap penyelenggaraan
kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter di wilayah; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan bakti TNI dalam
rangka kegiatan binter di wilayah kepada Pangdam/Danrem/
Dandim.
b) Satnonkowil. Danbrig/Danmen/Balakdam setingkat, Danyon/
Danden/Balakrem setingkat, Danki/Danrai BS:
(1) melaksanakan evaluasi terhadap penyelenggaraan
kegiatan bakti TNI dalam rangka kegiatan binter satnonkowil di
satuan jajarannya, yang dititikberatkan kepada peran, fungsi,
dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya; dan
(2) melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan bakti TNI dalam
rangka kegiatan binter satnonkowil di satuan jajarannya yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya kepada Pang/Dan/Gub/Dir/Ka.
BAB V
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
17. Umum. Pengawasan dan pengendalian terhadap rangkaian kegiatan komsos,
bakti TNI, dan bintahwil harus dilaksanakan secara simultan dan terus-menerus.
Tanggung jawab pengawasan dan pengendalian berada pada Kasad dalam hal ini, Aster
Kasad, namun dalam pelaksanaannya oleh Pang/Dan/Gub/Dir/Ka Kotama/Balakpus/
Cab/Fung jajaran TNI AD. Pengawasan dan pengendalian kegiatan binter TNI AD
diselenggarakan mulai dari tingkat pusat, tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung, sampai
dengan tingkat pelaksana.
18. Pengawasan. Pengawasan dilaksanakan untuk mencegah terjadinya
penyimpangan terhadap ketentuan dan peraturan dari tingkat pusat sampai dengan
tingkat pelaksana.
a. Perencanaan.
1) Tingkat Pusat. Kasad. Merencanakan pengawasan terhadap
pelaksanaan kegiatan binter TNI AD di satuan jajarannya.
49
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Danpusterad. Merencanakan pengawasan terhadap pelaksanaan
kegiatan penyusunan dan sosialisasi petunjuk/pedoman, bimbingan
teknis dan asistensi teknis serta pengkajian dan pengembangan
bidang fungsi teknis teritorial.
b) Pangdam. Merencanakan pengawasan terhadap penyeleng-
garaan kegiatan binter TNI AD di wilayah Kodam.
c) Pang/Dan/Gub/Dir/Ka. Merencanakan pengawasan penyeleng-
garaan dukungan, yang dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan
tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya terhadap
Kotama/Balakpus/Cab/Fung dalam kegiatan binter TNI AD di wilayah.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Danrem/Dandim/Danramil. Merencanakan pengawasan
terhadap penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD di wilayah
Korem/Kodim/Koramil.
b) Satnonkowil. Danbrig/Danmen/Balakdam setingkat, Danyon/
Danden/Balakrem setingkat, Danki/Danrai BS. Merencanakan
pengawasan penyelenggaraan dukungan yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya
terhadap Brig/Men/Balakdam setingkat, Yon/Den/Balakrem setingkat
dan Ki/Rai BS dalam kegiatan binter TNI AD di wilayah.
b. Persiapan.
1) Tingkat Pusat. Kasad. Menyiapkan rencana pengawasan terhadap
pelaksanaan kegiatan binter TNI AD di satuan jajarannya.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Danpusterad. Menyiapkan rencana pengawasan terhadap
pelaksanaan kegiatan penyusunan, sosialisasi petunjuk/pedoman,
bimbingan teknis, dan asistensi teknis serta pengkajian dan
pengembangan bidang fungsi teknis teritorial.
b) Pangdam. Menyiapkan rencana pengawasan terhadap
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD di wilayah Kodam.
c) Pang/Dan/Gub/Dir/Ka. Menyiapkan rencana pengawasan
penyelenggaraan dukungan yang dititikberatkan kepada peran,
fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya terhadap
Kotama/ Balakpus/Cab/Fung dalam kegiatan binter TNI AD di wilayah.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Danrem/Dandim/Danramil. Menyiapkan rencana
pengawasan terhadap penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD di
wilayah Korem/Kodim/Koramil.
50
b) Satnonkowil. Danbrig/Danmen/Kabalakdam setingkat, Danyon/
Danden/Kabalakrem setingkat, Danki/Danrai BS. Menyiapkan
rencana pengawasan penyelenggaraan dukungan yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya terhadap Brig/Men/Balakdam setingkat,
Yon/Den/Balakrem setingkat dan Ki/Rai BS dalam kegiatan binter TNI
AD di wilayah.
c. Pelaksanaan.
1) Tingkat Pusat. Kasad. Melaksanakan pengawasan terhadap
pelaksanaan kegiatan binter TNI AD di satuan jajarannya.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Danpusterad. Melaksanakan pengawasan terhadap
pelaksanaan kegiatan penyusunan, sosialisasi petunjuk/pedoman,
bimbingan teknis, dan asistensi teknis serta pengkajian dan
pengembangan bidang fungsi teknis teritorial.
b) Pangdam. Melaksanakan pengawasan terhadap penyeleng-
garaan kegiatan binter TNI AD di wilayah Kodam.
c) Pang/Dan/Gub/Dir/Ka. Melaksanakan pengawasan penyeleng-
garaan dukungan yang dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan
tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya terhadap Kotama/
Balakpus/Cab/Fung dalam kegiatan binter TNI AD di wilayah.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Danrem/Dandim/Danramil. Melaksanakan pengawas-
an terhadap penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD di wilayah
Korem/Kodim/Koramil.
b) Satnonkowil. Danbrig/Danmen/Balakdam setingkat, Danyon/
Danden/Balakrem setingkat, Danki/Danrai BS. Melaksanakan
pengawasan penyelenggaraan dukungan yang dititikberatkan kepada
peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya
terhadap Brig/Men/Balakdam setingkat, Yon/Den/Balakrem setingkat
dan Ki/Rai BS dalam kegiatan binter TNI AD di wilayah.
d. Pengakhiran.
1) Tingkat Pusat. Kasad. Mengevaluasi pelaksanaan pengawasan
terhadap pelaksanaan kegiatan binter TNI AD di satuan jajarannya.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Danpusterad. Mengevaluasi pelaksanaan pengawasan
terhadap pelaksanaan kegiatan penyusunan, sosialisasi petunjuk/
pedoman, bimbingan teknis, dan asistensi teknis serta pengkajian
dan pengembangan bidang fungsi teknis teritorial.
51
b) Pangdam. Mengevaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD di wilayah Kodam.
c) Pang/Dan/Gub/Dir/Ka. Mengevaluasi pelaksanaan pengawas-
an penyelenggaraan dukungan yang dititikberatkan kepada peran,
fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya terhadap
Kotama/Balakpus/Cab/Fung dalam kegiatan binter TNI AD di wilayah.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Danrem/Dandim/Danramil. Mengevaluasi pelaksanaan
pengawasan terhadap penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD di
wilayah Korem/Kodim/Koramil.
b) Satnonkowil. Danbrig/Danmen/Balakdam setingkat, Danyon/
Danden/Balakrem setingkat, Danki/Danrai BS. Mengevaluasi
pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan dukungan yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya terhadap Brig/Men/Balakdam setingkat,
Yon/Den/Balakrem setingkat dan Ki/Rai BS dalam kegiatan binter TNI AD
di wilayah.
19. Pengendalian. Pengendalian secara teknis dilaksanakan sesuai prosedur
pelaksanaan kegiatan untuk menjamin keberhasilan dari tingkat pusat sampai pada
tingkat pelaksana.
a. Perencanaan.
1) Tingkat Pusat. Kasad. Merencanakan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan binter TNI AD di satuan jajarannya.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Danpusterad. Merencanakan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan penyusunan, sosialisasi petunjuk/pedoman,
bimbingan teknis, dan asistensi teknis serta pengkajian dan
pengembangan bidang fungsi teknis teritorial.
b) Pangdam. Merencanakan pengendalian terhadap
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD di wilayah Kodam.
c) Pang/Dan/Gub/Dir/Ka. Merencanakan pengendalian penye-
lenggaraan dukungan yang dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan
tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya terhadap Kotama/
Balakpus/Cab/Fung dalam kegiatan binter TNI AD di wilayah.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Danrem/Dandim/Danramil. Merencanakan pengen-
dalian terhadap penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD di wilayah
Korem/Kodim/Koramil.
52
b) Satnonkowil. Danbrig/Danmen/Kabalakdam setingkat, Danyon/
Danden/Kabalakrem setingkat, Danki/Danrai BS. Merencanakan
pengendalian penyelenggaraan dukungan yang dititikberatkan
kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya terhadap Brig/Men/Balakdam setingkat, Yon/Den/
Balakrem setingkat dan Ki/Rai BS dalam kegiatan binter TNI AD di
wilayah.
b. Persiapan.
1) Tingkat Pusat. Kasad. Menyiapkan rencana pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan binter TNI AD di satuan jajarannya.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Danpusterad. Menyiapkan rencana pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan penyusunan, sosialisasi petunjuk/pedoman,
bimbingan teknis, dan asistensi teknis serta pengkajian dan
pengembangan bidang fungsi teknis teritorial.
b) Pangdam. Menyiapkan rencana pengendalian terhadap
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD di wilayah Kodam.
c) Pang/Dan/Gub/Dir/Ka. Menyiapkan rencana pengendalian
penyelenggaraan dukungan yang dititikberatkan kepada peran,
fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya terhadap
Kotama/Balakpus/Cab/Fung dalam kegiatan binter TNI AD di wilayah.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Danrem/Dandim/Danramil. Menyiapkan rencana
pengendalian terhadap penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD di
wilayah Korem/Kodim/Koramil.
b) Satnonkowil. Danbrig/Danmen/Kabalakdam setingkat, Danyon/
Danden/Kabalakrem setingkat, Danki/Danrai BS. Menyiapkan
rencana pengendalian penyelenggaraan dukungan yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya terhadap Brig/Men/Balakdam setingkat,
Yon/Den/Balakrem setingkat dan Ki/Rai BS dalam kegiatan binter TNI
AD di wilayah.
c. Pelaksanaan.
1) Tingkat Pusat. Kasad. Melaksanakan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan binter TNI AD di satuan jajarannya.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Danpusterad. Melaksanakan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan penyusunan, sosialisasi petunjuk/pedoman,
bimbingan teknis, dan asistensi teknis serta pengkajian dan
pengembangan bidang fungsi teknis teritorial.
53
b) Pangdam. Melaksanakan pengendalian terhadap
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD di wilayah Kodam.
c) Pang/Dan/Gub/Dir/Ka. Melaksanakan pengendalian penyeleng-
garaan dukungan yang dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan
tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya terhadap Kotama/
Balakpus/Cab/Fung dalam kegiatan binter TNI AD di wilayah.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Danrem/Dandim/Danramil. Melaksanakan pengen-
dalian terhadap penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD di wilayah
Korem/ Kodim/Koramil.
b) Satnonkowil. Danbrig/Danmen/Kabalakdam setingkat, Danyon/
Danden/Kabalakrem setingkat, Danki/Danrai BS. Melaksanakan
pengendalian penyelenggaraan dukungan yang dititikberatkan
kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal satuannya atau
tupoksinya terhadap Brig/Men/Balakdam setingkat, Yon/Den/Balak-
rem setingkat dan Ki/Rai BS dalam kegiatan binter TNI AD di wilayah.
d. Pengakhiran.
1) Tingkat Pusat. Kasad. Mengevaluasi pelaksanaan pengendalian
terhadap pelaksanaan kegiatan binter TNI AD di satuan jajarannya.
2) Tingkat Kotama/Balakpus/Cab/Fung.
a) Danpusterad. Mengevaluasi pelaksanaan pengendalian
terhadap pelaksanaan kegiatan penyusunan, sosialisasi petunjuk/
pedoman, bimbingan teknis, dan asistensi teknis serta pengkajian
dan pengembangan bidang fungsi teknis teritorial.
b) Pangdam. Mengevaluasi pelaksanaan pengendalian terhadap
penyelenggaraan kegiatan binter TNI AD di wilayah Kodam.
c) Pang/Dan/Gub/Dir/Ka. Mengevaluasi pelaksanaan pengendalian
penyelenggaraan dukungan yang dititikberatkan kepada peran, fungsi,
dan tugas sesuai tipikal satuannya atau tupoksinya terhadap
Kotama/Balakpus/Cab/Fung dalam kegiatan binter TNI AD di wilayah.
3) Tingkat Pelaksana.
a) Satkowil. Danrem/Dandim/Danramil. Mengevaluasi pelak-
sanaan pengendalian terhadap penyelenggaraan kegiatan binter TNI
AD di wilayah Korem/Kodim/Koramil.
b) Satnonkowil. Danbrig/Danmen/Kabalakdam setingkat, Danyon/
Danden/Kabalakrem setingkat, Danki/Danrai BS. Mengevaluasi
pelaksanaan pengendalian penyelenggaraan dukungan yang
dititikberatkan kepada peran, fungsi, dan tugas sesuai tipikal
satuannya atau tupoksinya terhadap Brig/Men/Balakdam setingkat,
Yon/Den/Balakrem setingkat dan Ki/Rai BS dalam kegiatan binter TNI
AD di wilayah.
54
BAB VI
PENUTUP
20. Keberhasilan. Disiplin untuk menaati ketentuan yang ada dalam Petunjuk
Administrasi tentang Kegiatan Binter TNI AD ini oleh para pembina dan pengguna akan
sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam pelaksanaannya.
21. Penyempurnaan. Hal-hal yang dirasakan perlu dan berkaitan dengan adanya
tuntutan kebutuhan untuk penyempurnaan Petunjuk Administrasi tentang Kegiatan Binter
TNI AD ini, agar disarankan kepada Kasad melalui Dankodiklat TNI AD sesuai dengan
mekanisme umpan balik.
Autentikasi a.n. Kepala Staf Angkatan Darat
Direktur Ajudan Jenderal Angkatan Darat, Danpuster,
tertanda
Hadi Prasojo
Erry Herman, M.P.A.
Mayor Jenderal TNI
Brigadir Jenderal TNI