Anda di halaman 1dari 38

PEMBINAAN KETAHANAN WILAYAH (BINTAHWIL)

Biodata NAMA

PANGKAT/CORP NRP JABATAN KESATUAN ALAMAT RUMAH STATUS PENDIDIKAN . 1. UMUM 2. MILITER

: : : : : : :

AGUS SALAM KAPTEN INF 529569 GUMIL MADYA JUANG BELANEG TIM GUMIL RINDAM I/BB MESS PERWIRA RINDAM I/BB K-3 3. PENUGASAN DLM SAT.

: SD, SMP, SMEA

: a. SECATA WAMIL 1.PRATUGAS YONIF 132 b. SECABA REG 2.PRATUGAS YONIF 131 c. SECAPA REG 3.PRATUGAS YONIF 123 d. SUS SARCAB IF 4.PRATUGAS YONIF 126 e. SUS SAR PATER 5.PRATUGAS YONIF 100 f. SUS SAR PARA, IRVIN, RAIDER g. OJT MALAYSIA

Pembinaan Ketahanan Wilayah


Umum
a. TNI AD merupakan bagian dari TNI sebagai komponen kekuatan pertahanan negara di darat sesuai UU No. 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara mempunyai tugas pokok menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah darat NKRI serta melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia di wilayah daratan dari ancaman dan gangguan, serta melaksanakan tugas negara dalam menyelenggarakan pendidikan dan latihan Wamil bala darat bagi warga negara yang diatur dgn UU.

b. Salah satu kegiatan dalam menunjang tercapainya tugas pokok tersebut dilaksanakan Binter sebagai upaya terciptanya Kemanunggalan TNI-Rakyat untuk didayagunakan bagi kepentingan pertahanan negara Matra Darat. Adapun salah satu metode Binter yang diterapkan dalam mendukung tercapainya tugas pokok tersebut adalah Bintahwil dalam rangka menciptakan kondisi dinamis dari aspek kehidupan bangsa dan penyusunan ketahanan wilayah secara dini.

Pembinaan Ketahanan Wilayah


c. Pembinan Pertahanan Wilayah dalam kegiatan Binter adalah upaya, pekerjaan dan kegiatan yang diselenggarakan oleh satuan jajaran TNI AD dalam rangka mewujudkan kekuatan pertahanan aspek darat, baik yang menyangkut wilayah pertahanan maupun kekuatan pendukung agar memiliki perlawanan dalam aspek kehidupan serta memiliki kemampuan dan keterampilan dalam upaya bela negara, untuk melawan setiap ancaman dan ganguan yg membahayakan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI yg dilaksanakan sesuai kewenangan dan peraturan perunda-undangan.

Tujuan
Meningkatkan daya tangkal dan daya lawan terhadap segala bentuk ancaman dengan menumbuhkan kesadaran bela negara dan penyiapan wilayah pertahanan di darat.

Sasaran
a. Terpeliharanya dan meningkatnya perlawanan wilayah dengan menumbuhkan kesadaran bela negara. b. Terselenggaranya proses penyiapan potensi perlawanan wilayah secara terpadu dan terarah. c. Terpeliharanya sikap tanggap dan waspada masnyarakat terhadap kemungkinan munculnya potensi ancaman melalui upaya pencegahan.

Sifat Pembinaan Ketahanan wilayah.


a. b. c. d. Persuasif Terkoordinir Terpadu Responsif

Peran
a. Menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam perlawanan rakyat guna mewujudkan tercapainya sistem pertahanan semesta yang handal. b. Mencegah dan menetralisir berbagai ancaman yang mungkin terjadi dilingukungan masyarakat. c. Memadukan rencana umum tata ruang wilayah dan rencana tata ruang wilayah.

Adapun faktor-faktor yg mempengaruhi :


Kondisi wilayah. Persepsi ancaman. Kesadaran Bela Negara Kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya sadar tentang kewajiban bela negara akan berpengaruh terhadap penyiapan kemampuan dan kekuatan perlawanan rakyat, sehingga kondisi ini perlu di cermati sebagai upaya prioritas pembinaan dalam mendukung terwujudnya perlawanan wilayah secara optimal.

Kegiatan Yang Dilaksanakan


Subjek dan objek kegiatan pembinaan
a. Subjek, meliputi satuan jajaran TNI AD Pemerintah Daerah dan Instansi lain yang terkait dengan pembinaan kesadaran bela negara. b. Obyek, Adapun yang dijadikan obyek adalah seluruh masyarakay di segala tingkatan yg mendiami wilayah.

Materi Pembinaan
a. Cinta tanah air Kecintaan dan kebanggaan rakyat terhadap Indonesia yang terdiri dari bumi, air dan udara sebagai anugrah sehingga rakyat akan selalu waspada dan gigih dalam membela lingkungannya sendiri terhadap segala bentuk ancaman yg membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara.

b. Kesadaran berbangsa dan bernegara kearifan msyarakat dalam menyikapi keragaman suku, bahasa, adat istiadat dan lain-lain sebagai kekayaan bangsa sehingga rakyat memiliki persatuan dan kesatuan yang bulat dan utuh guna menangkal setiap potensi ancaman yang datang.

c. Wawasan kebangsaan Cara pandang bangsa Indonesia yang berorientasi nasional terhadap Indonesia secara utuh merupakan kesepakatan yang telah dibangun oleh seluruh komponen bangsa sehingga timbul kebersamaan yang kokoh kuat dalam menghadapi ancaman.

Cinta tanah air


Upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap tanah air dilaksanakan melalui kegiatan terpadu di setiap strata baik penyuluhan maupun praktek sehingga dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari seperti : a) Lingkungan hidup. Diarahkan utk memperoleh kesadaran guna melestarikan lingkungan hidup, mencegah pencemaran lingkungan, bahaya kebakaran,menggalakkan penghijauan,penghematan energi dan pemanfaatan sumber daya alam secara tg jawab.

b) Kewaspadaan Nasional Diarahkan kepada tanggap dan waspadanya masyarakat thdp kemungkinan ancaman keamanan baik yg bersifat tradisional berupa agresi militer dari negara lain maupun non tradisional berupa aksi teror, penyeludupan, imigrasi gelap dan bentuk-bentuk lainnya yang akan membahayakan tetap tegaknya NKRI c) Pengenalan tanah air Diarahkan kepada peningkatan pengetahuan tentang letak dan wilayah Indonesia serta kekayaan bumi, air dan kekayaan alam yg dimilikinya sehingga dapat menumbuhkan kebanggaan masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang besar

Kesadaran berbangsa dan bernegara


Upaya menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara dilaksanakan bersama-sama dengan pemerintah daerah dan instansi lain dengan kegiatan :
a) Kerukunan hidup Diarahkan pada peningkatan pengetahuan masyarakat tentang keragaman agama dan suku bangsa yg diwujudkan dalam sikap saling hormat menghormati, toleransi dan tenggang rasa terhadap suku, agama, ras dan antar golongan.

b) Kelestarian dan pembinaan budaya bangsa diarahkan pada peningkatan pengetahuan masyarakat tentang seni budaya setempat sebagai kekayaan budaya bangsa yang perlu dilestarikan yg diwujudkan dalam menghargai budaya daerah lain atau mendalami budaya daerah melalui kegiatan seni. c) Mencintai produksi dalam negeri diarahkan pada upaya peningkatan pengetahuan tentang produk-produk yang telah dapat dihasilkan oleh bangsa Indonesia yang diwujudkan dalam kebanggaan terhadap penggunaan produksi dalam negeri.

d) Pengenalan ke-Bhineka Tunggal Ika-an bangsa diarahkan pada peningkatan pengetahuan tentang keragaman suku bangsa, adat istiadat, bahasa dan lainlain yang diwujudkan dalam sikap saling menghormati budaya dan adat istiadat masing-masing e) Pembaruan bangsa diarahkan pada pengetahuan tentang penyebaran dan pembaruan penduduk yg mendiami suatu wilayah yg diwujudkan dalam sikap keakraban yg harmonis lahir maupun bathin.

f) Perlakuan terhadap bendera Merah Putih diarahkan kepada peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap bendera Merah Putih yg diwujudkan dalam sikap seperti penghormatan dan pengibaran bendera pada hari-hari besar nasional g) Bahasa Indonesia diarahkan kepada peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap bahasa Indonesia yg tercermin dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari secara baik dan benar.

h) Persatuan dan kesatuan Indonesia diarahkan kepada peningkatan pengetahuan terhadap pentingnya persatuan dan kesatuan yg tercermin dalam kehidupan gotong rayong di lingkungan. i) kesadaran Hukum diarahkan pada peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap hukum tertulis yg berlaku dan diwujudkan dalam sikap kepatuhan masyarakat terhadap hukum tersebut seperti kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.

j) Bahaya Narkotika diarahkan kepada peningkatan pengetahuan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkotika yg diwujudkan dalam partisipasi masyarakat dalam memberantas peredaran narkotika di wilayahnya. k) Bahaya Laten Komunis diarahkan kepada peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap bahaya laten komunis dan bahayanya bila berkembang diwilayah dan diwujudkan dalam kewaspadaan terhadap berkembangan ajaran komunis.

Wawasan kebangsaan diwujudkan dalam Kegiatan :


a. Rasa Kebangsaan Diarahkan guna menumbuhkan kesatuan tekad dan perasaan masyarakat terhadap kondisi bangsanya untuk menjadi bangsa yang kuat, dihormati dan disegani diantara bangsa-bangsa lain, yang diwujudkan dalam kesetiaan masyarakat terhadap bangsa dan negara dan rela berkorban demi menegakkan persatuan dan kesatuan bangsa.

b. Paham Kebangsaan Diarahkan guna terbentuknya pemahaman rakyat dan masyarakat yang sama terhadap bangsa dan negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, hal ini tercermin pada pemahaman tentang hak dan kewajiban warga negara yang sama dalam upaya pembelaan negara tanpa ada diskriminasi.

c. Semangat Kebangsaan Diarahkan untuk terbentuknya kualitas ketangguhan bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman, hal ini dapat terlihat pada pristiwa Palagan Ambarawa dimana semboyan Merdeka atau Mati dijadikan pemotivasi untuk melawan penjajah guna mempertahankan NKRI

II. GIAT PENYIAPAN POTENSI PERTAHANAN


Pembinaan perlawanan wilayah bertujuan mewujudkan daya lawan wilayah terhadap ancaman yang mungkin timbul baik dari dalam maupun dari luar,sehingga potensi wilayah diolah menjadi kekuatan perlawanan wilayah yang dilakukan secara dini melalui pembangunan fisik maupun non fisik. a. Daerah pertempuran,adalah rah/wil yang disiapkan sebagai medan pertempuran utama guna menghancurkan musuh dimana dianjurkan tidak mengembangkan pembang an fisik berupa saranana dan prasarana yng bersifat strategi.

Daerah yang dipilih seyogianya memiliki daya dukung dan memberikan keuntungan komponen utama dalam menjalankan operasi dan merugikan musuh guna menghambat gerak majunya melalui pembangunan yg dirancang sedemikian rupa secara fisik,menyangkut porensi wilayah : a) Danau. b) Rangkaian perbukitan. c ) Pantai.

b. Daerah komunikasi
Daerah komunikasi adalah daearah atau wil yang disiapkan sebagai daerah penghubung antara daerah pertempuran dan daerah belakang guna melancarkan penghancuran musuh.Daerah ini seyogianya dibangun saranana pendukung dan logistik wilayah. Seperti : a. Persawahan. b. Gudang dolok. c. Jalan dan jembatan.

Daerah belakang adalah rah yg disiapkan sbg rah pangkal perlawanan


a. b. c. d. Kabel telepon. Lapangan bola. Gedung bertingkat. Pabrik-pabrik.

Komponen pertahanan . Yg ada diwil disiapkan dan ditingkatkan melalui upaya pembinaan yg rerencana dan terpadu agar dpt menjadi kekuatan pertahanan yg tangguh,dgn titik berat pembinaan pada : Komponen cadangan,diarahkan utk mewujudkan kekuatan perlawanan rakyat dan berfungsinya sistim logistik wilayah yakni :

a) Sumber Daya Manusia dimasa damai dpt dilakukan pembinaan dgn membina Rakyat Terlatih seperti Wanra, Kamra, Linmas, Polisi pamong praja sesuai fungsi sehingga memiliki kemampuan,kekuatan dan dpt menunjukkan kemampuan gelar.

b) Sumber Daya Alam pembinaan diarahkan utk memelihara dan meningkatkan sumber daya alam di wilayah yg memiliki daya dukung dan dapat menguntungkan bagi pasukan kita seperti eksplorasi bahan tambang dan hutan serta air.

c) sumber daya buatan dimasa damai, pembinaan diarahkan untuk memelihara dan meningkatkan sumber daya buatan di wilayah yang memiliki daya manfaat bagi komponen utama seperti komoditi industri material, bahan makanan, obat-obatan dan listrik serta telekomunikasi.

d) sarana dan prasarana dimasa damai pembinaan diarahkan untuk memelihara dan meningkatkan sarana dan prasarana diwilayah yg dapat melancarkan dukungan terhadap jalannya operasi seperti fasilitas pelabuhan udara/laut, galangan kapal, industri strategis, sarana perhubungan/transpotasi.

Pembinaan Komponen Pendukung. Diarahkan terbatas pada pendataan yg sewaktu-waktu dapat dimobilisasi untuk mendukung komponen cadangan dan utama yaitu pada bidang :

1. Sumber Daya Manusia antara lain Ormas kepemudaan, Badan SAR, Pramuka, organisasi bela diri dan lain-lain.
2. Sumber Daya Alam dan Buatan meliputi bahan tambang, industri material bahan makan dan obat-obatan dll. 3. Sarana dan Prasarana meliputi jalan jembatan, bengkel angkutan dll.

III. Kegiatan Pencegahan dlm rangka Perlawanan Wilayah.


Ancaman merupakan hal yg tidak bisa dihindari oleh masyarakat,yg bila terjadi akan menimbulkan kerugian jiwa dan harta. Seharusnya bagi para pembina dpt mempertimbangkan munculnya ancaman melalui upaya pencegahan secara terpadu dan sistematis guna mengimilimir / memperkecil kerugian yg diderita sebagai sebagai dampak dari munculnya ancaman.

Sumber Daya Alam


Banjir Gempa Bumi Tanah Longsor

Sumber Daya Buatan


Instalasi Listrik Bahaya Kebakaran Tanah Longsor

Sumber Daya Manusia


Konflik Vertikal Konflik Horizontal Penyebaran isu-isu yang menyesatkan