Anda di halaman 1dari 22

TUGAS TEKNIK KONSERVASI WADUK

“Perhitungan Erosi pada Sub DAS Lesti Menggunakan Metode


Universal Soil Loss Equation (USLE)”

Disusun oleh :

Disusun Oleh :

Niken Wibasari Sanwa


175060400111027
KELAS B

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK PENGAIRAN
2020
PERHITUNGAN EROSI PADA SUB DAS LESTI DAN SEDIMENTASI YANG
KEMUNGKINAN TERJADI PADA BENDUNGAN SENGGURUH
MENGGUNAKAN METODE PUKT (USLE)

Metode yang umum digunakan untuk memperkirakan besarnya erosi adalah metode
Universal Soil Loss Equation (USLE) yang dikembangkan oleh Weschmeier dan Smith.
USLE memungkinkan pendugaan laju rata–rata erosi suatu lahan tertentu pada suatu
kecuraman lereng dengan pola hujan tertentu untuk setiap macam pertanaman dan tindakan
pengelolaan (konservasi tanah) yang mungkin dilakukan atau yang sedang dipergunakan
(Arsyad, 1989: 248). USLE adalah suatu model erosi yang dirancang untuk memprediksi
ratarata erosi jangka panjang dari erosi lembar atau alur pada keadaan tertentu. Menurut
Arsyad (1989: 237), prediksi erosi merupakan metode untuk memperkirakan laju erosi yang
akan terjadi dari tanah yang akan digunakan dalam penggunaan lahan dan pengelolaan
tertentu. Jika laju erosi masih dapat dibiarkan atau ditoleransikan sudah ditetapkan maka dapat
ditentukan kebijakan penggunaan lahan dan tindakan konservasi tanah yang diperlukan agar
tidak terjadi kerusakan tanah sehingga tanah dapat dipergunakan secara lestari. Menurut
Wischmeier dan Smith dalam Hardjowigeno (1987: 138), untuk memperkirakan besarnya
erosi yaitu menggunakan rumus sebagai berikut :

A=R× K × L× S ×C × P

A = Banyaknya kehilangan tanah per satuan luas lahan. Besarnya kehilangan tanah atau
erosi dalam hal ini hanya terbatas pada erosi kulit dan erosi alur. Tidak termasuk erosi
yang berasal dari tebing sungai dan juga tidak termasuk sedimen yang terendapkan di
bawah lahan-lahan dengan kemiringan besar. (ton/ha/th).
R = Faktor erosivitas curah hujan dan air larian untuk daerah tertentu. Faktor R juga
merupakan angka indeks yang menunjukkan besarnya tenaga curah hujan yang dapat
menyebabkan terjadinya erosi.
K = Faktor erodibilitas tanah untuk horison tanah tertentu, dan merupakan kehilangan
tanah per satuan luas untuk indeks erosivitas tertentu. Faktor K adalah indeks
erodibilitas tanah, yaitu angka yang menunjukkan mudah tidaknya partikel-partikel
tanah terkelupas dari agreget tanah oleh gempuran air hujan atau air larian.
L = Faktor panjang lereng yang tidak mempunyai satuan dan merupakan bilangan
perbandingan antara besarnya kehilagan tanah untuk panjang lereng tertentu dengan
besarnya kehilangan tanah untuk panjang lereng 72,6 ft.
S = Faktor gradien (beda) kemiringan yang tidak mempunyai satuan dan merupakan
bilangan perbandingan antara besarnya kehilangan tanah untuk tingkat kemiringan
lereng tertentu dengan besarnya kehilangan tanah untuk kemiringan lereng 9%.
C = Faktor (pengelolaan) cara bercocok tanam yang tidak mempunyai satuan dan
merupakan bilangan perbandingan antara besarnya kehilangan tanah pada kondisi cara
bercocok tanam yang diinginkan dengan besarnya kehilangan tanah pada keadaan
tilled continouos fallow.
P = Faktor praktik konservasi tanah (cara mekanik) yang tidak mempunyai satuan dan
merupakan bilangan perbandingan antara besarnya kehilangan tanah pada kondisi
usaha konservasi tanah ideal (misalnya, teknik penanaman sejajar garis kontur,
penanaman dalam teras, penanaman dalam larikan) dengan besarnya kehilangan tanah
pada kondisi penanaman tegak lurus terhadap garis kontur.
Besarnya erosi yang terjadi pada suatu wilayah adalah dengan memperkirakan jumlah
kehilangan tanah maksimum yang akan terjadi pada sebidang lahan dengan catatan apabila
pengelolaan tanaman dan konservasi tanah tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu
yang panjang.

Berikut adalah data-data yang digunakan pada perhitungan erosi dan sedimentasi
1. Perhitungan Hujan Rata-rata Daerah Bulanan Sub DAS Lesti Tahun 2013

Rerata Daerah
No. Bulan Jml Hari
P (mm)
hujan (hari)
1 Januari 21 515
2 Februari 19 321
3 Maret 61 332
4 April 11 237
5 Mei 3 107
Rerata Daerah
No. Bulan Jml Hari
P (mm)
hujan (hari)
6 Juni 1 39
7 Juli 0 32
8 Agustus 0 12
9 September 1 52
10 Oktober 0 70
11 November 7 219
12 Desember 13 387
Jumlah 137 2323

2. Tata Guna Lahan dan Nilai Koefisien C Sub DAS Lesti


No
Jenis Wilayah luas (ha) Koefisien C Persentasi
.
1 Sungai 179.79 0.8 0.915
2 kebun 1482.459 0.1 7.545
3 Padang rumput 48.778 0.2 0.248
4 permukiman 3937.346 0.3 20.039
5 sawah irigasi 3458.712 0.2 17.603
6 semak belukar 87.599 0.1 0.446
7 tanah ladang 9674.616 0.2 49.24
8 sawah tadah hujan 778.953 0.2 3.964

3. Kemiringan Lereng

No. Kondisi Lereng luasan (km2)


1 Datar (0-3%) 108.95
2 Sangat landai (3-8%) 171.45
3 Landai (8-15% 134.88
4 Agak curam (15-25%) 102.11
5 Curam (25-40% 68.04
6 Sangat Curam (40-60%) 32.12
7 Terjal (>60%) 17.45
Jumlah 635
Perhitungan Erosi dan Sedimentasi pada Sub DAS Lesti

A. Menghitung Erosivitas Hujan (R)


Erosivitas hujan adalah daya erosi dalam curah hujan merupakan rata-rata erosi curah
hujan dibagi dengan 100 (Hardjowigeno 1989):
R = (EI30)/100
Dimana I30 = intensitas hujan 30 menit terbesar (maksimum). Untuk kondisi di
Indonesa yang jarang ditemukan penakar hujan otomatis, maka perhitungan EI30
dilakukan berdasarkan curah hujan bulanan sebagai berikut: (Hardjowigeno 1989)
EI 30 =6,119(P)1,21 × M −0,47 × D 0,53

Dimana:
P = curah hujan bulanan
D = jumlah hari hujan per bulan
M = hujan maksimum selama 24 jam pada bulan tersebut.
Dengan menggunakan data hujan rerata bulanan daerah maka dihasilkan I30 dan R
seperti tabel berikut:

No. Bulan P (mm) D M EI30 R (mm)


24583.05
1 Januari 515
21 68 1 245.831
11318.64
2 Februari 321
19 42 5 113.186
3 Maret 332 61 48 7311.374 73.114
4 April 237 11 37 9507.598 95.076
5 Mei 107 3 32.5 6294.948 62.949
6 Juni 39 1 39 3461.164 34.612
7 Juli 32 0 0 0.000 0.000
8 Agustus 12 0 0 0.000 0.000
9 September 52 1 52 5693.328 56.933
10 Oktober 70 0 0 0.000 0.000
13195.00
11 November 219
7 55 4 131.950
23824.17
12 Desember 387
13 80 8 238.242
Jumlah 1051,893
Contoh Perhitungan pada Bulan Januari:
P = 515 mm
D = 21 hari
M = 68 mm
EI 30 =6,119(P)1,21 × M −0,47 × D 0,53
EI 30 =6,119(515)1,21 × 21−0,47 ×680,53
EI 30 =24583,051 mm
24583,051
R=
100
R=245,831 mm

B. Menghitung Faktor Erodibiltas Tanah (K)


Indeks kepekaan tanah terhadap erosi atau erodibilitas tanah (K) di pengaruhi oleh
tekstur tanah (terutama kadar debu + pasir halus), bahan organic , struktur dan
permeabilitas tanah (Hardjowigeno, 1989)

Dimana:
M = ukuran butir tekstur tanah
α = kandungan bahan organic (% C x1,724)
b = harkat struktur tanah
c = harkat permeabilitas tanah
Untuk daerah Sub DAS Lesti didapatkan nilai K sebesar 0,095151 mengacu pada
Jurnal

C. Perhitungan Panjang Lereng (L)


Panjang Lereng didapatkan dari Peta Topografi Kabupaten Malang, sehingga untuk
setiap daerah panjang lereng dalam meter berbeda-beda pula.
D. Perhitungan Kemiringan Lereng dalam Persen (S)
Kemiringan Lereng didapatkan dari Peta Topografi Kabupaten Malang, sehingga
untuk setiap daerah kemiringan lereng berbeda-beda pula.

E. Perhitungan Koefisien Limpasan (C)


Nilai koefisien pengaliran (C) yang besar menunjukkan jumlah limpasan permukaan
yang terjadi pada lahan tersebut besar, dengan kata lain kondisi tata air dan
penggunaan lahan pada lahan tersebut rusak. Sebaliknya nilai koefisien pengaliran
yang kesil menunjukkan jumlah limpasan permukaan yang terjadi pada lahan tersebut
kecil, dengan kata lain jumlah air yang meresap ke dalam tanah dan memberikan
kontribusi (recharge) air tanah besar. Dalam studi ini, besarnya nilai koefisien
pengaliran berdasarkan kondisi penggunaan lahan eksisting pada Sub DAS Lesti.

No. Jenis Wilayah luas (ha) Koefisien C Persentasi

1 Sungai 179.79 0.8 0.915


2 kebun 1482.459 0.1 7.545
3 Padang rumput 48.778 0.2 0.248
4 permukiman 3937.346 0.3 20.039
5 sawah irigasi 3458.712 0.2 17.603
6 semak belukar 87.599 0.1 0.446
7 tanah ladang 9674.616 0.2 49.24
8 sawah tadah hujan 778.953 0.2 3.964
Jumlah 19648.253 2.1 100
Setelah semua data didapatkan malah perhitungan erosi dari bulan Januari-Desember Tahun
2013 dapat ditabelkan sebagai berikut:

No. Bulan R K L S C P A

1 Januari 245.831 0.095151 25000 0.138 0.2 0.5 8069.90


2 Februari 113.186 0.095151 25000 0.138 0.2 0.5 3715.58
3 Maret 73.114 0.095151 25000 0.138 0.2 0.5 2400.11
4 April 95.076 0.095151 25000 0.138 0.2 0.5 3121.07
5 Mei 62.949 0.095151 25000 0.138 0.2 0.5 2066.45
6 Juni 34.612 0.095151 25000 0.138 0.2 0.5 1136.20
7 Juli 0.000 0.095151 25000 0.138 0.2 0.5 0.00
8 Agustus 0.000 0.095151 25000 0.138 0.2 0.5 0.00
9 September 56.933 0.095151 25000 0.138 0.2 0.5 1868.95
10 Oktober 0.000 0.095151 25000 0.138 0.2 0.5 0.00
11 November 131.950 0.095151 25000 0.138 0.2 0.5 4331.54
12 Desember 238.242 0.095151 25000 0.138 0.2 0.5 7820.79
Jumlah 34530.59
Untuk C = 0,2 merupakan daerah padang rumput, sawah irigasi, ladang, dan sawah tadah
hujan. Berikut adalah contoh perhitungan pada Bulan Januari

R = 245,831 mm

K = 0,095151

L = 25000 m

S = 0,138

C = 0,2

P = 0,5

A=245,831× 0,095151× 25000× 0,138 ×0,2 ×0,5

A=8069,90 ton/ha/thn

Sehingga untuk daerah padang rumput, sawah irigasi, ladang, dan sawah tadah hujan
didapatkan nilai erosi sebesar 34530,59 ton/ha/thn.
Dikarenakan nilai C, L, dan S pada setiap tata guna lahan berbeda maka dilakukan perhitungan serupa
pada setiap daerah sehingga didapatkan hasil sebagai berikut:
Untuk C = 0,3 merupakan daerah permukiman

No. Bulan R K L S C P A

1 Januari 245.831 0.095151 600 0.12 0.3 0.5 252.62


2 Februari 113.186 0.095151 600 0.12 0.3 0.5 116.31
3 Maret 73.114 0.095151 600 0.12 0.3 0.5 75.13
4 April 95.076 0.095151 600 0.12 0.3 0.5 97.70
5 Mei 62.949 0.095151 600 0.12 0.3 0.5 64.69
6 Juni 34.612 0.095151 600 0.12 0.3 0.5 35.57
7 Juli 0.000 0.095151 600 0.12 0.3 0.5 0.00
8 Agustus 0.000 0.095151 600 0.12 0.3 0.5 0.00
9 September 56.933 0.095151 600 0.12 0.3 0.5 58.51
10 Oktober 0.000 0.095151 600 0.12 0.3 0.5 0.00
11 November 131.950 0.095151 600 0.12 0.3 0.5 135.60
12 Desember 238.242 0.095151 600 0.12 0.3 0.5 244.82
Jumlah 1080.96

Untuk C = 0,8 merupakan daerah sungai

No. Bulan R K L S C P A

1 Januari 245.831 0.095151 1000 0.134 0.8 0.5 1253.76


2 Februari 113.186 0.095151 1000 0.134 0.8 0.5 577.26
3 Maret 73.114 0.095151 1000 0.134 0.8 0.5 372.89
4 April 95.076 0.095151 1000 0.134 0.8 0.5 484.90
5 Mei 62.949 0.095151 1000 0.134 0.8 0.5 321.05
6 Juni 34.612 0.095151 1000 0.134 0.8 0.5 176.52
7 Juli 0.000 0.095151 1000 0.134 0.8 0.5 0.00
8 Agustus 0.000 0.095151 1000 0.134 0.8 0.5 0.00
9 September 56.933 0.095151 1000 0.134 0.8 0.5 290.37
10 Oktober 0.000 0.095151 1000 0.134 0.8 0.5 0.00
11 November 131.950 0.095151 1000 0.134 0.8 0.5 672.96
12 Desember 238.242 0.095151 1000 0.134 0.8 0.5 1215.06
Jumlah 5364.75

Untuk C = 0,1 merupakan daerah semak belukar dan kebun

No. Bulan R K L S C P A

1 Januari 245.831 0.095151 25000 0.138 0.1 0.5 4034.95


2 Februari 113.186 0.095151 25000 0.138 0.1 0.5 1857.79
3 Maret 73.114 0.095151 25000 0.138 0.1 0.5 1200.06
4 April 95.076 0.095151 25000 0.138 0.1 0.5 1560.53
5 Mei 62.949 0.095151 25000 0.138 0.1 0.5 1033.22
6 Juni 34.612 0.095151 25000 0.138 0.1 0.5 568.10
7 Juli 0.000 0.095151 25000 0.138 0.1 0.5 0.00
8 Agustus 0.000 0.095151 25000 0.138 0.1 0.5 0.00
9 September 56.933 0.095151 25000 0.138 0.1 0.5 934.48
10 Oktober 0.000 0.095151 25000 0.138 0.1 0.5 0.00
11 November 131.950 0.095151 25000 0.138 0.1 0.5 2165.77
12 Desember 238.242 0.095151 25000 0.138 0.1 0.5 3910.39
Jumlah 17265.29
Rekapitulasi Erosi yang terjadi pada setiap daerah dalam Tahun 2013

No
Tata Guna Lahan Nilai C Jumlah Erosi
.
Padang rumput, sawah
1. irigasi, ladang, sawah tadah 0,2 34530,59 ton/ha/thn
hujan
2. Permukiman 0,3 1080,96 ton/ha/thn
3. Sungai 0,8 5364,75 ton/ha/thn
4. Semak belukar, kebun 0,1 17265,29 ton/ha/thn
Jumlah 58241,593 ton/ha/thn
Maka erosi yang terjadi di Sub DAS Lesti yaitu sebesar 58241,593 ton/ha/thn.

Setelah didapatkan hasil erosi setiap tahun pada setiap guna lahan maka selanjutnya
menghitung besarnya muatan sedimen yang dapat larut dalam sungai atau ujungnya
mengendap pada waduk disekitar DAS, dalam kasus ini karena Sub DAS yang dihitung
adalah Sub DAS Lesti yang bermuara pada Waduk Sengguruh maka dapat dihitung besarnya
sedimen yang kemungkinan akan mengendap atau terangkut ke Waduk Sengguruh
menggunakan Metode SDR (Sediment Delivery Ratio)

SDR=0,41 × Luas DAS−0,3

Dimana:

Luas DAS (ha)

SDR = Nisbah penghantar sedimen

Muatan Sedimen (MS) diperoleh melalui pendekatan hasil prediksi erosi, dengan rumus:

MS= A × SDR

Dimana:

MS = Muatan Sedimen (ton/ha/thn)


A = Nilai erosi (ton/ha/thn)

SDR = Nisbah penghantar sedimen

Maka didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:

A
No. Bulan SDR MS
C = 0.2
1 Januari 8069.902 0.021 170.473
2 Februari 3715.582 0.021 78.490
3 Maret 2400.112 0.021 50.701
4 April 3121.068 0.021 65.931
5 Mei 2066.449 0.021 43.653
6 Juni 1136.200 0.021 24.002
7 Juli 0.000 0.021 0.000
8 Agustus 0.000 0.021 0.000
9 September 1868.954 0.021 39.481
10 Oktober 0.000 0.021 0.000
11 November 4331.537 0.021 91.502
12 Desember 7820.786 0.021 165.210
Jumlah 729.442

A
No. Bulan SDR MS
C = 0.3
1 Januari 252.623 0.021 5.337
2 Februari 116.314 0.021 2.457
3 Maret 75.134 0.021 1.587
4 April 97.703 0.021 2.064
5 Mei 64.689 0.021 1.367
6 Juni 35.568 0.021 0.751
7 Juli 0.000 0.021 0.000
8 Agustus 0.000 0.021 0.000
9 September 58.506 0.021 1.236
10 Oktober 0.000 0.021 0.000
11 November 135.596 0.021 2.864
12 Desember 244.825 0.021 5.172
Jumlah 22.835

A
No. Bulan SDR MS
C = 0.8
1 Januari 1253.759 0.021 26.485
A
No. Bulan SDR MS
C = 0.8
2 Februari 577.261 0.021 12.194
3 Maret 372.887 0.021 7.877
4 April 484.896 0.021 10.243
5 Mei 321.048 0.021 6.782
6 Juni 176.523 0.021 3.729
7 Juli 0.000 0.021 0.000
8 Agustus 0.000 0.021 0.000
9 September 290.365 0.021 6.134
10 Oktober 0.000 0.021 0.000
11 November 672.958 0.021 14.216
12 Desember 1215.055 0.021 25.667
Jumlah 113.328

A
No. Bulan SDR MS
C = 0.1
4034.95
1 Januari 0.021 85.236
1
1857.79
2 Februari 0.021 39.245
1
1200.05
3 Maret 0.021 25.351
6
1560.53
4 April 0.021 32.966
4
1033.22
5 Mei 0.021 21.826
4
6 Juni 568.100 0.021 12.001
7 Juli 0.000 0.021 0.000
8 Agustus 0.000 0.021 0.000
9 September 934.477 0.021 19.740
10 Oktober 0.000 0.021 0.000
2165.76
11 November 0.021 45.751
8
3910.39
12 Desember 0.021 82.605
3
Jumlah 364.721

Contoh Perhitungan pada Bulan Januari C = 0,1

A = 4034,951 ton/ha/thn
Luas DAS Lesti = 19648,253 ha SDR=0,41 × Luas DAS−0,3
SDR=0,41 ×19648,253−0,3
SDR=0,021
MS=SDR × A
MS=0,021 × 4034,951
MS=85,236 ton/ha/thn

Rekapitulasi Muatan Sedimen yang terjadi pada setiap daerah dalam Tahun 2013

No
Tata Guna Lahan Nilai C Jumlah Erosi
.
Padang rumput, sawah
1. irigasi, ladang, sawah tadah 0,2 729,442 ton/ha/thn Maka
hujan muatan
2. Permukiman 0,3 22,835 ton/ha/thn sedimen
3. Sungai 0,8 113,328 ton/ha/thn
4. Semak belukar, kebun 0,1 364,721 ton/ha/thn yang
Jumlah 1230,325 ton/ha/thn
kemungkinan terangkut atau mengendap di Waduk Sengguruh yaitu sebesar 1230,325
ton/ha/thn.

Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan erosi menggunakan metode PUKT atau USLE pada Sub DAS Lesti
Tahun 2013 terdapat erosi sebesar 58241,593 ton/ha/thn dengan pembagian tata guna lahan
berupa 1) padang rumput, sawah irigasi, ladang, sawah tadah hujan; 2) permukiman; 3)
sungai; dan 4) semak belukar, kebun.
Sedangkan muatan sedimen yang berada di Sub DAS Lesti dan kemungkinan terangkut
menuju Waduk Sengguruh yaitu sebesar 1230,325 ton/ha/thn, mengingat Waduk Sengguruh
merupakan muara dari Sub DAS Lesti maka erosi dan sedimentasi yang terangkut sepanjang
Sub DAS Lesti akan terendapkan di Waduk Sengguruh.
PERBAIKAN PERHITUNGAN EROSI PADA SUB DAS LESTI

A. Menghitung Erosivitas Hujan (R)


Erosivitas hujan adalah daya erosi dalam curah hujan merupakan rata-rata erosi curah
hujan dibagi dengan 100 (Hardjowigeno 1989):
R = (EI30)/100
Dimana I30 = intensitas hujan 30 menit terbesar (maksimum). Untuk kondisi di
Indonesa yang jarang ditemukan penakar hujan otomatis, maka perhitungan EI30
dilakukan berdasarkan curah hujan bulanan sebagai berikut: (Hardjowigeno 1989)
EI 30 =6,119(P)1,21 × M −0,47 × D 0,53

Dimana:
P = curah hujan bulanan
D = jumlah hari hujan per bulan
M = hujan maksimum selama 24 jam pada bulan tersebut.
Dengan menggunakan data hujan rerata bulanan daerah maka dihasilkan I30 dan R
seperti tabel berikut:

No. Bulan R (cm) D M EI30 Rb (cm)


1 Januari 51,5 21 68 1551,086 15,511
2 Februari 32,1 19 42 714,158 7,142
3 Maret 33,2 27 48 676,648 6,766
4 April 23,7 11 37 599,889 5,999
5 Mei 10,7 3 32,5 397,184 3,972
6 Juni 3,9 1 39 218,385 2,184
7 Juli 3,2 0 0 0 0
8 Agustus 1,2 0 0 0 0
Septembe
9 5,2
r 1 52 359,225 3,592
10 Oktober 7 0 0 0 0
11 November 21,9 7 55 832,548 8,325
12 Desember 38,7 13 80 1503,204 15,032
Contoh Perhitungan pada Bulan Januari:
P = 51,5 cm
D = 21 hari
M = 68 mm
EI 30 =6,119(P)1,21 × M −0,47 × D 0,53
EI 30 =6,119(51,5)1,21 × 21−0,47 ×680,53
EI 30 =24583,051 cm
24583,051
R=
100
R=245,831 cm

B. Menghitung Faktor Erodibiltas Tanah (K)


Indeks kepekaan tanah terhadap erosi atau erodibilitas tanah (K) di pengaruhi oleh
tekstur tanah (terutama kadar debu + pasir halus), bahan organic , struktur dan
permeabilitas tanah (Hardjowigeno, 1989)

Dimana:
M = ukuran butir tekstur tanah
α = kandungan bahan organic (% C x1,724)
b = harkat struktur tanah
c = harkat permeabilitas tanah
Untuk daerah Sub DAS Lesti didapatkan nilai K seperti berikut:

Jenis Tanah Nilai K


Andosol 0.278
Litosol 0.191
Regosol Cokelat 0.346
Regosol Kelabu 0.304
Aluvial 0.315
Mediteran 0.323

C. Perhitungan Panjang dan Kemiringan Lereng (LS)


Panjang Lereng didapatkan dari Peta Topografi Kabupaten Malang, sehingga untuk
Sub DAS Lesti didapat nilai LS sebagai berikut:

No. Kondisi Lereng luasan (km2) Nilai LS


1 Datar (0-8%) 32443 0,4
3 Landai (8-15% 9780 1,4
4 Agak curam (15-25%) 6020 3,4
5 Curam (25-45% 1845 7,8
7 Terjal (>45%) 1162 11,6
Jumlah 51250 24,6

D. Perhitungan Koefisien Limpasan dan Faktor praktik konservasi tanah (P)


Nilai koefisien pengaliran (C) yang besar menunjukkan jumlah limpasan permukaan
yang terjadi pada lahan tersebut besar, dengan kata lain kondisi tata air dan
penggunaan lahan pada lahan tersebut rusak. Sebaliknya nilai koefisien pengaliran
yang kesil menunjukkan jumlah limpasan permukaan yang terjadi pada lahan tersebut
kecil, dengan kata lain jumlah air yang meresap ke dalam tanah dan memberikan
kontribusi (recharge) air tanah besar. Dalam studi ini, besarnya nilai koefisien
pengaliran berdasarkan kondisi penggunaan lahan eksisting pada Sub DAS Lesti.

Setelah semua data didapatkan malah perhitungan erosi dari bulan Januari-Desember Tahun
2013 dapat ditabelkan sebagai berikut:
Jenis Tata
No Bulan Rb K LS C P A
Guna Lahan
1 Januari 15,511 0,304 11,6 0,01 0,22 0,12
2 Februari 7,142 0,304 11,6 0,01 0,22 0,06
3 Maret 6,766 0,304 11,6 0,01 0,22 0,05
4 April 5,999 0,304 11,6 0,01 0,22 0,05
5 Mei 3,972 0,304 11,6 0,01 0,22 0,03
6 Juni Hutan dan 2,184 0,304 11,6 0,01 0,22 0,02
7 Juli Sawah 0 0,304 11,6 0,01 0,22 0,00
8 Agustus 0 0,304 11,6 0,01 0,22 0,00
9 September 3,592 0,304 11,6 0,01 0,22 0,03
10 Oktober 0 0,304 11,6 0,01 0,22 0,00
11 November 8,325 0,304 11,6 0,01 0,22 0,06
12 Desember 15,032 0,304 11,6 0,01 0,22 0,12
Jumlah 0,53
Jenis Tata
No Bulan Rb K LS C P A
Guna Lahan
1 Januari 15,511 0,191 0,4 0,1 0,15 0,02
2 Februari 7,142 0,191 0,4 0,1 0,15 0,01
3 Maret 6,766 0,191 0,4 0,1 0,15 0,01
4 April 5,999 0,191 0,4 0,1 0,15 0,01
5 Mei 3,972 0,191 0,4 0,1 0,15 0,00
6 Juni 2,184 0,191 0,4 0,1 0,15 0,00
Permukiman
7 Juli 0 0,191 0,4 0,1 0,15 0,00
8 Agustus 0 0,191 0,4 0,1 0,15 0,00
9 September 3,592 0,191 0,4 0,1 0,15 0,00
10 Oktober 0 0,191 0,4 0,1 0,15 0,00
11 November 8,325 0,191 0,4 0,1 0,15 0,01
12 Desember 15,032 0,191 0,4 0,1 0,15 0,02
Jumlah 0,08
Jenis Tata
No Bulan Rb K LS C P A
Guna Lahan
1 Januari 15,511 0,315 3,4 0,3 1 4,98
Semak
2 Februari 7,142 0,315 3,4 0,3 1 2,29
belukar
3 Maret 6,766 0,315 3,4 0,3 1 2,17
Jenis Tata
No Bulan Rb K LS C P A
Guna Lahan
4 April 5,999 0,315 3,4 0,3 1 1,93
5 Mei 3,972 0,315 3,4 0,3 1 1,28
6 Juni 2,184 0,315 3,4 0,3 1 0,70
7 Juli 0 0,315 3,4 0,3 1 0,00
8 Agustus 0 0,315 3,4 0,3 1 0,00
9 September 3,592 0,315 3,4 0,3 1 1,15
10 Oktober 0 0,315 3,4 0,3 1 0,00
11 November 8,325 0,315 3,4 0,3 1 2,67
12 Desember 15,032 0,315 3,4 0,3 1 4,83
Jumlah 22,02
Jenis Tata
No Bulan Rb K LS C P A
Guna Lahan
1 Januari 15,511 0,323 3,4 0,32 0,35 1,91
2 Februari 7,142 0,323 3,4 0,32 0,35 0,88
3 Maret 6,766 0,323 3,4 0,32 0,35 0,83
4 April 5,999 0,323 3,4 0,32 0,35 0,74
5 Mei 3,972 0,323 3,4 0,32 0,35 0,49
6 Juni 2,184 0,323 3,4 0,32 0,35 0,27
Tegalan
7 Juli 0 0,323 3,4 0,32 0,35 0,00
8 Agustus 0 0,323 3,4 0,32 0,35 0,00
9 September 3,592 0,323 3,4 0,32 0,35 0,44
10 Oktober 0 0,323 3,4 0,32 0,35 0,00
11 November 8,325 0,323 3,4 0,32 0,35 1,02
12 Desember 15,032 0,323 3,4 0,32 0,35 1,85
Jumlah 8,43
Jenis Tata
No Bulan Rb K LS C P A
Guna Lahan
1 Januari 15,511 0,346 7,8 0,2 0,35 2,93
2 Februari 7,142 0,346 7,8 0,2 0,35 1,35
3 Maret 6,766 0,346 7,8 0,2 0,35 1,28
4 April 5,999 0,346 7,8 0,2 0,35 1,13
5 Mei 3,972 0,346 7,8 0,2 0,35 0,75
6 Juni Kebun/Perke 2,184 0,346 7,8 0,2 0,35 0,41
7 Juli bunan 0 0,346 7,8 0,2 0,35 0,00
8 Agustus 0 0,346 7,8 0,2 0,35 0,00
9 September 3,592 0,346 7,8 0,2 0,35 0,68
10 Oktober 0 0,346 7,8 0,2 0,35 0,00
11 November 8,325 0,346 7,8 0,2 0,35 1,57
12 Desember 15,032 0,346 7,8 0,2 0,35 2,84
Jumlah 12,95
Sehingga jumlah erosi pada semua tata guna lahan sebesar 44 ton/ha/tahun.

Setelah didapatkan hasil erosi setiap tahun pada setiap guna lahan maka selanjutnya
menghitung besarnya muatan sedimen yang dapat larut dalam sungai atau ujungnya
mengendap pada waduk disekitar DAS, dalam kasus ini karena Sub DAS yang dihitung
adalah Sub DAS Lesti yang bermuara pada Waduk Sengguruh maka dapat dihitung besarnya
sedimen yang kemungkinan akan mengendap atau terangkut ke Waduk Sengguruh
menggunakan Metode SDR (Sediment Delivery Ratio)

SDR=0,41 × Luas DAS−0,3

Dimana:

Luas DAS (ha)

SDR = Nisbah penghantar sedimen

Muatan Sedimen (MS) diperoleh melalui pendekatan hasil prediksi erosi, dengan rumus:

MS= A × SDR

Dimana:

MS = Muatan Sedimen (ton/ha/thn)

A = Nilai erosi (ton/ha/thn)

SDR = Nisbah penghantar sedimen

Maka didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:

No Jenis Tata Guna Lahan A SDR MS


1 Hutan dan Sawah 0,532 0,021 0,0112
2 Permukiman 0,079 0,021 0,0017
3 Semak belukar 22,017 0,021 0,4651
4 Tegalan 8,428 0,021 0,1780
5 Kebun/Perkebunan 12,945 0,021 0,2735
Jumlah 0,9295

Contoh Perhitungan pada tata guna lahan hutan dan sawah


A = 0,532 ton/ha/thn
Luas DAS Lesti = 19648,253 ha SDR=0,41 × Luas DAS−0,3
SDR=0,41 ×19648,253−0,3
SDR=0,021
MS=SDR × A
MS=0,021 ×0,532
MS=0,0112 ton/ha/thn
0,9295 ton/ha/thn x luas DAS = 0,9295 x 19648,253

= 18263 ton/thn

= 18263 x 0,77 (perhitungan 1000/1300)

= 14062,24 m3/thn

Diketahui Volume tampungan mati Waduk Sengguruh pada Tahun 2012 sebesar 503923,980
m3. Sehingga apabila dihitung sisa usia guna waduk sengguruh, sbb:

503923,98
Sisa usia guna waduk =
14062,24

= 36 tahun
Tamp. Mati

Volume
Sedimen

Diketahui volume sedimentasi yang akan mengendap di Waduk Sengguruh sebesar 14062,24
m3/thn = 0,014 juta m3/tahun. Apabila diperiksa pada Lengkung Kapasitas, volume sebesar
0,014 juta m3/tahun masih berada dibawah tampungan mati dan diperkirakan pada 36 tahun
mendatang tampungan mati akan penuh.