Anda di halaman 1dari 15

KONSEP LARUTAN DAN BIO ORGANIK

REKAYASA IDE
MENGATASI KOROSI PADA BESI
Dosen Pengampu :
Dra.Tita Juwitaningsih,MS.

Disusun oleh :
1) Gressya Yola Perbina Tarigan
2) Hafizah Miranda Putri Harahap
3) Gunandri Panggabean
4) Lesmanhendry Manullang

KELAS: MATEMATIKA ND A 2017

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, penulis panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada penulis, sehingga
penulisdapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini telah penulis susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai buku sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah
ini. Dan harapan penulis semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Terlepas dari semua itu,penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik yang
membangun agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata penulis berharap semoga makalah tentang radiokimia ini dapat
memberikan manfaat bagi kami dan pembaca.

Medan , Mei 2018

Penulis

DAFTAR ISI

Tugas Rekayasa Ide 2


Kata Pengantar..................................................................................................2
Daftar Isi............................................................................................................3
Bab I. Pendahuluan..........................................................................................4
1.1 Latar Belakang.......................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................5
1.3 Tujuan....................................................................................................5
1.4 Manfaat..................................................................................................5
Bab II. Kerangka Pemikiran..........................................................................6
2.1 Definisi Korosi.......................................................................................6
2.2 Proses Terjadinya Korosi.......................................................................7
Bab III. Pembahasan.......................................................................................13

Tugas Rekayasa Ide 3


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara
suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan
senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi
disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.
Dalam  kehidupan sehari-hari, korosi dapat kita jumpai terjadi pada
berbagai jenis logam. Bangunan-bangunan maupun peralatan elektronik yang
memakai komponen logam seperti seng, tembaga, besi baja, dan sebagainya
semuanya dapat terserang oleh korosi ini. Selain pada perkakas logam ukuran
besar, korosi ternyata juga mampu menyerang logam pada komponen-
komponen renik peralatan elektronik, mulai dari jam digital hingga komputer
serta peralatan canggih lainnya yang digunakan dalam berbagai aktivitas umat
manusia, baik dalam kegiatan industri maupun di dalam rumah tangga.
Kerugian yang dapat ditimbulkan oleh korosi tidak hanya biaya langsung
seperti pergantian peralatan industri, perawatan jembatan, konstruksi dan
sebagainya, tetapi juga biaya tidak langsung seperti terganggunya proses
produksi dalam industri serta kelancaran transportasi yang umumnya lebih
besar dibandingkan biaya langsung.
Korosi adalah salah satu hal yang menyebabkan keindahan dan juga
ketahanan besi dapat berkurang. Meskipun merupakan bahan yang kuat,
korosi juga bisa terjadi pada bahan besi baja. Bahan besi baja merupakan
bahan yang memiliki daya tahan yang tinggi. Akan tetapi proses korosi atau
pengkaratan sedikit banyak tidak bisa dihindarkan. Oleh karena itu perlu
diupayakan beberapa pencegahan korosi pada besi baja secara manual.
Elektrokimia merupakan cabang dari ilmu kimia yang secara khusus
mempelajari hubungan listrik dan reaksi kimia. Proses-proses elektrokimia
merupakan reaksi redoks (oksidasi-reduksi) di mana energi yang dihasilkan
dari reaksi spontan dikonversi menjadi energi listrik atau di mana energi listrik
digunakan untuk mendorong suatu reaksi nonspontan untuk terjadi.

Tugas Rekayasa Ide 4


1.2 Rumusan Masalah
1. Apa penyebab korosi?
2. Bagaimana proses terjadinya korosi?
3. Bagaimana cara mencegah korosi?
4. Bagaimana cara mengatasi korosi?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui penyebab korosi
2. Memahami proses terjadinya korosi
3. Mampu mencegah dan mengatasi korosi
4. Mampu mengatasi korosi terutama pada besi

1.4 Manfaat
1. Menambah wawasan pembaca tentang korosi
2. Mengetahui cara mencegah dan mengatasi korosi

Tugas Rekayasa Ide 5


BAB II
KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Definisi Korosi


Korosi atau pengkaratan dikenal sebagai peristiwa kerusakan logam
karena adanya faktor metalurgi (pada material itu sendiri) dan reaksi kimia
dengan lingkungannya yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas
suatu bahan logam. Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi)
terdiri atas asam dan garam, seperti asam klorida (HCl) dan natrium klorida
(NaCl) yang digunakan sebagai medium korosif.
Korosi berasal dari bahasa latin yaitu corrodere yang berarti perusakan
logam atau berkarat akibat dari reaksi terhadap lingkungannya. Definisi
korosi adalah proses degradasi/deteorisasi/perusakan yang disebabkan oleh
lingkungan di sekelilingnya. Sebagai contoh rusaknya cat karet karena sinar
matahari atau terkena bahan kimia, mencairnya lapisan tungku pembuatan
baja, dan serangan logam yang solid oleh logam yang cair (liquid metal
corrosion).
Korosi merupakan peristiwa alam yang terjadi pada logam dan dapat
mengakibatkan kerusakan logam tersebut. Definisi korosi ialah penurunan
kualitas logam yang disebabkan oleh adanya proses elektrokimia dengan
lingkungannya. Ketahanan korosi suatu material dapat ditinjau dari berbagai
aspek yaitu aspek metalurgi, aspek elektrokimia, aspek fisik dan kimia, aspek
termodinamik. Aspek elektrokimia, ialah termasuk proses korosi basah terjadi
karena hadirnya suatu elektrolit, sedangkan proses korosi kering terjadi tanpa
kehadiran elektrolit. Korosi basahmerupakan proses elektrokimia yang terjadi
karena adanya perbedaan potensial antara dua permukaan logam yang
mengakibatkan permukaan berpotensial lebih rendah teroksidasi, dengan
demikian terjadilah korosi. Untuk mendukung terjadinya korosi basah ada
tiga faktor yang mempengaruhi yaitu :
1. Adanya konduktansi listrik pada anoda dan katoda.
2. Adanya perbedaan potensial antara dua bagian permukaan logamyakni
anoda .

Tugas Rekayasa Ide 6


3. Hadirnya elektrolit.

Dapat disimpulkan bahwa korosi merupakan proses terjadinya reaksi


antara bahan konstruksi dengan lingkungannya yang menghasilkan produk
baru, pada umumnya produk yang dihasilkan tidak menguntungkan. Produk
baru ini dalam kehidupan sehari-hari disebut dengan karat (Fe2O3.H2O),
yang ditandai dengan perubahan warna menjadi coklat kekuningan pada
logam. Adapun definisi korosi dari pakar lain.

1. Perusakan material tanpa perusakan mekanis.


2. Kebalikan dari metalurgi ekstraktif.
3. Proses elektrokimia dalam mencapai kesetimbangan termodinamika suatu
sistem.Jadi korosi adalah atau merupakan sistem termodinamika logam
dengan lingkungan yang berusaha mencapai keseimbangan.
2.2 Proses Terjadinya Korosi
1) Korosi Proses Kimia
Merupakan serangan korosi secara langsung, tanpa adanya aliran listrik
pada logam. Contohnya adalah berkaratnya baja dalam udara
terbuka. Korosi oleh proses kimia biasanya menyebar secara merata pada
seluruh permukaan logam.
2) Korosi Elektro Kimia
Permukaan logam akan terbentuk daerah anoda dan katoda, yang satu
dengan yang lainnya dipisahkan oleh jarak tertentu. Karena potensial
anoda tinggi derajatnya dibanding potensial katoda, maka akan terjadi arus
listrik diantara kedua elektroda tersebut, elektron-elektron akan berpindah
dari anoda ke katoda, sehingga anoda larut dan katoda mendapat
perlindungan. electrochemical process terdiri dari 4 komponen utama
yaitu:
a. Anode (Anoda)
Anoda biasanya terkorosi dengan melepaskan elektron dari atom
logam netral untuk membentuk ionion yang bersangkutan. Ion-ion ini
mungkin tetap tinggal dalam larutan atau bereaksi membentuk hasil
korosi yang tidak larut. Reaksi pada anoda dapat dituliskan dengan
persamaan:

Tugas Rekayasa Ide 7


M            MZ+ + ze-                                 
dengan z adalah valensi logam dan umumnya z = 1, 2, atau 3
b. Cathode (Katoda)
Katoda biasanya tidak mengalami korosi, walaupun mungkin
menderita kerusakan dalam kondisi-kondisi tertentu. Reaksi yang
terjadi pada katoda berupa reaksi reduksi. Reaksi pada katoda
tergantung pada pH larutan yang bersangkutan, seperti:
pH < 7  :     H+ + e-                  H ( atom )                             
                        2H                  H2 ( gas )
pH ≥ 7 :      2H2O + O2 + 4e-                4OH                        
c. Elektrolit
Elektrolit adalah larutan yang mempunyai sifat menghantarkan
listrik. Elektrolit dapat berupa larutan asam, basa dan larutan garam. 
Larutan elektrolit mempunyai peranan penting dalam korosi logam
karena larutan ini dapat menjadikan kontak listrik antara anoda dan
katoda. Elektrolit kuat contohnya adalah asam klorida atau yang dikenal
sebagai HCl, elektrolit lemah contohnya CH3COOH atau yang dikenal
dengan nama dagang asam cuka.
d. Anoda dan Katoda harus terhubung secara elektris
Antara anoda dan katoda harus ada hubungan listrik agar arus
dalam sel korosi dapat mengalir. Hubungan secara fisik tidak
diperlukan jika anoda dan katoda merupakan bagian dari logam yang
sama.
3) Korosi Biologi
Korosi yang disebabkan oleh adanya proses biologis. Korosi oleh
mikrobiologi merupakan korosi yang disebabkan oleh mikroorganisme
khususnya oleh bakteri, yang disebut juga dengan MIC (Microbiologically
Influenced Corrosion).  Korosi tipe ini terjadi pada kondisi pH  netral,
yaitu pH antara 4 sampai 9 dengan suhu lingkungan antara 10° C hingga
50°C. Korosi jenis ini biasanya terjadi pada tempat-tempat yang berasal
dari logam dengan kondisi konstan misalnya baja karbon, stainless steel
dan logam paduan aluminiun-tembaga.

Tugas Rekayasa Ide 8


Korosi jenis ini cukup berbahaya karena dapat terjadi pada kondisi
normal tidak seperti jenis lain yang terjadi karena kondisi asam atau
lainnya. Awal kemunculan dari MIC sering tidak terduga karena dapat
muncul pada temperatur lingkungan atau larutan tidak pekat dimana pada
umumnya laju korosi rendah. Ciri khas munculnya MIC adalah adanya
endapan yang berlebihan atau terjadi penebalan lapisan (gumpalan).
Berikut ini adalah jenis-jenis mikroorganisme penyebab terjadinya
korosi.Mikroorganisme tersebut dapat hadir pada kondisi aerob, maupun
pada kondisi anaerob. Kondisi aerob merupakan kondisi dimana dengan
ketersediaan oksigen yang melimpah, sebaliknya kondisi anaerob
merupakan kondisi dengan tanpa adanya oksigen.
Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen
(udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau
karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang
berwarna coklat-merah.
Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu
dari besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.
Fe(s)↔ Fe2+(aq) + 2e
Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang
bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi.
O2(g) + 4H+(aq) + 4e ↔ 2H2O(l)
atau
O2(g) + 2H2O(l) + 4e ↔ 4OH-(aq)
Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk
ion besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, yaitu
karat besi. Mengenai bagian mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode
dan bagian mana yang bertindak sebagai katode, bergantung pada berbagai
faktor, misalnya zat pengotor, atau perbedaan rapatan logam itu.
Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena
logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada
definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari
proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya. Contohnya, bijih mineral

Tugas Rekayasa Ide 9


logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksida ataubesi
sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan
untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut
akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali
menjadi senyawa besi oksida).
Pada reaksi kimia, atom-atom hanya disusun ulang, tidak ada yang
diciptakan ataupun dimusnahkan. Kemudian, ada beberapa hal khusus yang
perlu diperhatikan. Elektron ditransfer dari satu substansi ke substansi
lainnya, sehingga perlu diperhatikan dari mana dan ke mana elektron
ditransfer serta besarnya muatan yang dibawa elektron-elektron tersebut.
Jadi, ada 3 faktor yang perlu diperhatikan dalam menyetarakan persamaan
reaksi redoks:
(1) jumlah atom,
(2) jumlah elektron yang ditransfer, dan
(3) jumlah muatan reaktan dan produk.
Reaksi Redoks adalah persamaan kimia di mana jumlah oksidasi atom
yang terlibat dalam reaksi kimia berubah ketika reaksi terjadi.
Kata redoks adalah singkatan dari kata reaksi-oksidasi yang terjadi dalam
reaksi kimia tertentu. Reaksi tersebut adalah persamaan kimia di mana jumlah
oksidasi atom yang terlibat dalam reaksi kimia berubah ketika reaksi terjadi.
Definisi ini memperkenalkan kita untuk konsep lain yang mendasar dalam
kimia yang sangat penting, bilangan oksidasi. Mari kita mendefinisikannya.
Dalam kimia dan biologi, ada banyak contoh di mana proses oksidasi dan
reduksi terjadi. Reaksi redoks, pada kenyataannya, memainkan peran penting
dalam reaksi biokimia, proses industri dan karya kimia lainnya. Transfer sel
dan oksidasi glukosa dalam tubuh juga contoh klasik dari jenis ini reaksi.
Reaksi di pabrik-pabrik kimia, reaksi elektrokimia, memperoleh logam dari
bijih dan persiapan pupuk tertentu mereka merupakan contoh reaksi redoks.
Korosi adalah sejumlah reaksi antara air dan permukaan logam dan
material yang dilalui air. Masalah utama yang terjadi di air minum kita adalah
logam beracun seperti timah, tembaga : kerusakan di pompa, cucian bernoda. 

Tugas Rekayasa Ide 10


Masalah kesehatan yang utama ialah adanya timah dan tembaga di air. 
Sumber timah adalah pipa timah dan tangki timah.  Air menyebabkan system
pompa interior berkarat sehingga perlu diganti dengan pipa PVC. Korosi
terjadi bila sel galvanik terbentuk. Untuk membentuk sel galvanic yang
diperlukan adalah dua logam yang berbeda yang berhubungan langsung atau
tidak langsung oleh elektrolit seperti air.
Hampir semua logam dapat rusak.  Tingkat  korosi bergantung pada
perbedaan logam, ciri ciri fisik dan kimia logam dan lingkungan. Di dalam air
lapisan kalsium atau magnesium karbonat terbentuk di dalam pipa. Lapisan
ini akan mencegah korosi pada pipa karena bertindak sebagai pencegah. Air
dengan dengan tingkat sodium, chloride yang tinggi akan meningkatkan
konduktivitas air dan menyebabkan korosi.
Korosi dapat disebabkan oleh :
1. PH rendah (air asam) dan PH tinggi ( air basa).
2. Arus kuat di dalam pipa.
3. temperature air yang tinggi.
4. oksigen dan CO2 terlarut.
5. garam, sulfat.
6. korosi bakteria dan korosi elektrokimia.
7. pasir, sediment.
Jika air anda terasa pahit, maka air anda korosif. Jika anda melihat noda
biru, hijau di tempat cuci anda, maka air anda korosif.
Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di
lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki.
Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang
paling lazim adalah perkaratan besi.Pada peristiwa korosi, logam mengalami
oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam
umumnya adalah berupa oksida dan karbonat. Rumus kimia karat besi adalah
Fe2O3. xH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.Korosi
merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu
berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi
Fe(s) ↔ Fe2+(aq) + 2e Eº = +0.44 V

Tugas Rekayasa Ide 11


Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain besi itu yang
bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi.

Tugas Rekayasa Ide 12


BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Ringkasan Ide


Korosi adalah semua ruang lingkupnya adalah besi. Besi adalah logam
yang paling banyak dan paling beragam penggunaannya. Hal ini terjadi
karena beberapa hal, diantaranya:
a. Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar
b. Pengolahan relatif mudah dan murah
c. Besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan mudah
dimodifikasi.
Salah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi. Korosi
menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai
barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja. Sebenarnya korosi
dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless
steel), akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan
besi.
Dan banyak lagi cara cara bagaimanauntuk mencegah terjadinya korosi
pada besi dan seperti halnya besi yang dilapisi seng (zinc) akan mengalami
korosi lebih lambat dibandingkan dengan besi tanpa dilapisi oleh seng. Dan
penjelasan penjelasan tentang seng akan dijelaskan diparagraf selanjutnya
Aluminium, zink, dan juga kromium, merupakan logam yang lebih aktif
daripada besi. Jika demikian, mengapa logam-logam ini lebih awet?
Sebenarnya, aluminium berkarat dengan cepat membentuk oksida aluminium
(Al2O3). Akan tetapi, perkaratan segera terhenti setelah lapisan tipis oksida
terbentuk. Lapisan itu melekat kuat pada permukaan logam, sehingga
melindungi logam di bawahnya terhadap perkaratan berlanjut dan
memperlama korosi logam.
Lapisan oksida pada permukaan aluminium dapat dibuat lebih tebal
melalui elektrolisis, proses yang disebut anodizing. Aluminium yang telah
mengalami anodizing digunakan untuk membuat panci dan berbagai perkakas
dapur, bingkai, kerangka bangunan (panel dinding), serta kusen pintu dan

Tugas Rekayasa Ide 13


jendela. Lapisan oksida aluminium lebih mudah dicat dan member warna
yang lebih terang.
Selain pelapisan zinc juga ada, Selain pelapisan-pelapisan yang disebutkan
sebelumnya, satu lagi jenis pelapisan yang bisa dilakukan untuk
mengamankan besi baja dari terjadinya korosi ia adalah plating krom. Plating
krom atau chromium plating merupakan pelapisan bahan seperti besi dan juga
besi baja dengan bahan krom.
Bahan krom merupakan bahan yang dapat di lapiskan pada bahan-bahan
seperti yang telah disebutkan sebelumnya untuk perlindungan. Sifat
perlindungan yang diberikan oleh krom ini mirip dengan zink. Hal ini
disebabkan karena pelapisan atau perlindungan yang diberikan oleh bahan
krom ini tidak akan rusak meskipun lapisan krom tersebut sudah
lepas.Pelapisan besi dan juga baja dengan menggunakan bahan ini bisa
dilakukan untuk bagian-bagian seperti bumper mobil dan lain-lainnya.
Dan ada Fakta fakta tentang Korosi antara lain :
 Besi tidak berkarat dalam udara kering. Perkaratan terjadi dalam kondisi
lembab.
 Korosi besi tidak terjadi dalam air tanpa udara, tetapi terjadi dalam air
yang mengandung oksigen.
 Hilangnya besi dan terbentuknya karat terjadi pada tempat yang
berbeda dalam benda yang sama.
 Korosi besi berlangsung lebih cepat pada pH rendah, dalam larutan
elektrolit, dan karena kontak dengan logam yang kurang aktif,
misalnya Cu.
 Korosi besi berlangsung lambat ketika besi kontak dengan logam yang
lebih aktif, misalnya Zn.

Tugas Rekayasa Ide 14


BAB IV
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Aluminium, zink, dan juga kromium, merupakan logam yang lebih aktif
daripada besi. Jika demikian, mengapa logam-logam ini lebih awet? Sebenarnya,
aluminium berkarat dengan cepat membentuk oksida aluminium (Al2O3). Akan
tetapi, perkaratan segera terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. Lapisan itu
melekat kuat pada permukaan logam, sehingga melindungi logam di bawahnya
terhadap perkaratan berlanjut dan memperlama korosi logam.
Dan ada Fakta fakta tentang Korosi antara lain :
 Besi tidak berkarat dalam udara kering. Perkaratan terjadi dalam kondisi
lembab.
 Korosi besi tidak terjadi dalam air tanpa udara, tetapi terjadi dalam air
yang mengandung oksigen.
 Hilangnya besi dan terbentuknya karat terjadi pada tempat yang
berbeda dalam benda yang sama.
 Korosi besi berlangsung lebih cepat pada pH rendah, dalam larutan
elektrolit, dan karena kontak dengan logam yang kurang aktif,
misalnya Cu.
 Korosi besi berlangsung lambat ketika besi kontak dengan logam yang
lebih aktif, misalnya Zn.

3.2 Saran
Dari dalam rekayasa ide banyak sekali kekurangan dari segi materi dan
pengertian pengertian yang sering dikaitkan dengan korosi korosi yang terjadi
pada besi.Mungkin dari rekayasa ide ini untuk diperbaiki dan disupport sehingga
menjadi lebih baik lagi dalam pembuatannya

Tugas Rekayasa Ide 15