Anda di halaman 1dari 7

HANDOUT

HANDOUT

MATA PELAJARAN PEMBUATAN


BUSANA INDUSTRI

MATERI PEMBUATAN BUSANA RUMAH

KELAS XI TATA BUSANA

Nur Siti S, S.Pd


PENDAHULUAN

A. Deskripsi Handout
Handout Pembuatan Busana Rumah merupakan salah satu rangkuman dasar
penunjang dalam mempelajari pengetahuan dasar pembuatan busana industri dalam
materi pembuatan daster dan babydoll
Tujuan diajarkannya handout ini, menuntut peserta didik mampu menjelaskan
tentang pembuatan pola daster dan babydoll tepat, dan benar. Agar tujuan
pembelajaran tercapai sesuai dengan KKM. Setelah mempelajari materi handout ini,
yang harus dikuasai oleh peserta didik, yaitu pengetahuan tentang pembuatan busana
rumah (daster dan baby doll
B. Prasyarat
Untuk mempelajari modul ini prasyarat yang harus dimiliki oleh siswa adalah :
1. Kompetensi membaca gambar/disain sketsa mode
2. Kompetensi ketepatan mengambil ukuran yang diperlukan secara
individu/perorangan sesuai dengan sistem pola dan disain
3. Kompetensi membuat pola berdasarkan macam-macam busana rumah
Menerapkan, mengikuti peraturan prosedur kesehatan, keselamatan, dan
keamanan dalam bekerja yang menjaga standar prestasi perorangan yang aman. Waktu
yang digunakan untuk mengajarkan handout adalah 28 x 45 menit.
C. Petunjuk penggunaan handout.
1. Petunjuk peserta didik.
a. Langkah-langkah belajar yang harus ditempuh dalam mempelajari handout ini
adalah sebagai berikut :
1) Baca secara seksama hingga benar-benar paham dan mengerti isi handout
kemudian ditandai atau catat bagian kata, kalimat yang belum dimengerti
atau dipahami.
2) Jika ada yang kurang jelas atau mengalami kesulitan dalam
mempelajari isi handout silahkan bertanya kepada guru pengajar anda
3) Lakukan kegiatan secara sistematis menurut langkah-langkah belajar
yang ditulis dalam handout ini.
4) Kerjakan latihan serta tugas yang terdapat pada akhir tujuan akhir uraian
materi.
5) Agar benar-benar mampu menjelaskan pengertian busana rumah
2. Peran guru/Instruktur
a. Menginformasikan langkah-langkah belajar yang harus dilakukan peserta didik
untuk terampil dalam membuat busana rumah,
b. Memberikan penjelasan kepada peserta didik tentang bagian-bagian dari
handout yang belum dapat dipahami oleh peserta didik
c. Mendemonstrasikan langkah-langkah yang dipersyaratkan dalam kegiatan
belajar,
d. Membimbing peserta didik untuk melaksanakan praktikum membuat busana
rumah,
e. Melakukan evaluasi secara komprehensif melalui proses dan produk belajar yang
dicapai peserta didik, meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor.
D. Tujuan Akhir
 Setelah mempelajari handout ini diharapkan peserta didik mampu:
a. Setelah siswa mengikuti proses pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat
menjelaskan pengertian busana rumah dengan benar.
b. Setelah siswa mengikuti proses pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat
menjelaskan jenis dan kriteria busana rumah dengan benar.
c. Setelah siswa mengikuti proses pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat
menguraikan prosedur pembuatan pola busana rumah secara manual dengan benar.
d. Setelah siswa mengikuti proses pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat
menentukan alat dan bahan yang dipergunakan dalam pembuatan pola busana rumah
secara manual dengan benar.
e. Setelah siswa mengikuti proses pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat
menentukan prosedur pembuatan pola busana rumah secara manual dengan benar.
f. Setelah siswa mengikuti proses pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat
menyiapkan tempat, alat dan bahan untuk pembuatan pola busana rumah secara manual
dengan benar.
g. Setelah siswa mengikuti proses pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat membuat
pola busana rumah secara manual sesuai kriteria hasil dengan mentaati prosedur dan K3
Penggunaan APD dengan benar.
E. Cek Penguasaan Standart Kompetensi
No Aspek Yang Dinilai Belum Sudah
1 Pengetahuan
 Menjelaskan pengertian busana rumah
 Menjelaskan jenis dan kriteria busana rumah
 Menguraikan prosedur pembuatan pola busana
rumah secara manual
 Menentukan alat dan bahan yang dipergunakan
dalam pembuatan pola busana rumah secara
manual
 Menentukan prosedur pembuatan pola busana rumah
secara manual
2 Keterampilan
 Ketrampilan menyiapkan alat dan bahan
 Terampil membuat pola busana rumah secara
manual sesuai kriteria hasil dengan mentaati prosedur
dan K3 Penggunaan APD
3 Sikap
 Sikap tubuh pada saat membuat pola
 Ketelitian dalam menyelesaikan pembuatan pola
busana rumah
 Kerapian hasil pola
 Kebersihan hasil kerja dan tempat kerja

KEGIATAN BELAJAR I
RUANG LINGKUP BUSANA RUMAH

 Tujuan Pembelajaran
Pada akhir kegiatan pembelajaran tentang ruang lingkup busana rumah peserta
didik mampu :
1 Mengamati untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah tentang menjahit
busana rumah
2 Mengumpulkan data tentang menjahit busana rumah
3 Latihan membuat busana rumah
4 Mengolah data tentang menjahit busana rumah
5 Mengomunikasikan tentang menjahit busana rumah
6 Menyiapkan tempat kerja, alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan
busana rumah Penggunaan Mesin Khusus Industri)
7. Membuat busana rumah sesuai kriteria hasil dengan mentaati prosedur dan K3.
Penggunaan alat pelindung diri
A. Pengertian busana rumah
Busana Rumah sering disebut dengan busana sehari-hari, yaitu busana yang
dikenakan untuk kegiatan sehari-hari didalam rumah atau sekitarnya. Busana sehari-hari
biasanya digunakan untuk membuat busa rumah antara lain : Katun, Lenen rayon, Vicose,
Casmere, Spandex, Foile dengan warna yang lembut dan netral ini membuat kita nyaman
karena aktifitas di rumah banyak dan juga sebagai tempat beristirahat setelah lelah bekerja.
B.      Macam-macam Busana Rumah
1.      Daster/Dress
Setiap wanita pasti ingin selalu tampil cantik dimanapun berada baik diluar maupun
didalam rumah. Untuk busana yang paling tepat digunakan saat santai adalah daster mungkin
bentuk dan jenisnya terlihat sederhana, namun model busana daster wanita masa kini telah
mengalami perkembangan yang pesat, sehingga mampu membuat pemakaiannya tetap trendy
dan anggun walau dalam keadaan santai. Banyak sekali model yang bisa kita buat dalam
pembuatan daster antara lain model daster Kimono daster shantung, daster model baby doll,
dster steeveless
2.      Baby Doll
Model busana santai wanita yang sering dipilih oleh remaja putrid adalah baby doll
jenis baju tidur ini cenderung lebih siple dan terbuat dari bahan yang dingin seperti kapas
atau katun. Bentuknya juga sederhana karena hanya terdiri dari atasan dan bawahan yang
berupa celana kain yang pendek.
3.      Kaos
Kaos sangat cocok dipakai saat udara panas kita tahu bahwa desain kaos sebagai bahan
dasarnya. Pada kaos untuk harganya adalah kualitas, merk dagang dan kain sebagai bahan
dasarnya. Pada kaos untuk wanita memiliki desain yang lebih banyak ada yang di desain
lebih ketat dan menonjolkan lekuk tubuh, ada juga yang dibuat seperti model tank top.
4.      Celana Pendek
Celana pendek yang ditujukan pada wanita desainya lebih beragam dari pada untuk pria,
mulai dari panjangnya dibawah lutut, sebatas lutut, dan diatas lutut. Celana ini dibuat dari
bergagai kain yang nyaman untuk dipakai seperti rayon, viscone, cashmere dll.
PEMBUATAN BUSANA RUMAH MODEL I (DASTER)

Daster/Dress adalah salah satu jenis busana rumah yang berupa terusan atau
langsungan. Dress sangat mudah dikenakan serta sangat cocok untuk wanita. Dalam praktek
pembuatan busana rumah, Berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam pembuatan busana
rumah:
Keterangan
1.        Pattren making
a.       Membuat desain baru
b.      Menerjemahkan dalam bentuk pola
2.        Making sample
a.       Making top sample : pembuatan contoh awal
b.      QC Saple : Pengendalian mutu contoh
3.        Cutting
a.       Marker                        : Penandaan
b.      Spreading                   : Penggelaran/Pembentangan
c.       Bundling                    : Pengikatan
d.      Numbering                 : PEnomoran
e.       QC Cutting                : Pengendalian Mutu Potong
4.        Sewing
a.       Checking component : Pemeriksaan Bagian-bagian
b.      Checking Bundling    : Pemeriksaan Ikatan
c.       Layout proses             : Penempatan alur proses
d.      Trimming                    : PEmotongan Sisa Jahitan
e.
e.       QC Sewing                : PEngendalian Mutu Jahitan
5.        Finishing
a.       Ironing                       : Penyetrikaan
b.      QC Finishing              : Pengendalian Mutu akhir
c.       Packing                      : Pembungkusan

A.      PATTERN MAKING


Pattern making adalah membuat rencana atau rancangan bentuk pakaian, selain itu
tugas dari bagian ini adalah membuat dan menggandakan pola serta menyusun panel dalam
maker untuk mengoptimalkan efesiensi penggunaan Fabric tahapan dalam pattern making:

1.         Menentukan desain


Desain dibuat sesuai dengan yang diberikan oleh guru pembimbing melalui undian, Gambar
desain dari dress medel II (Bebe Serut) adalah sebagai berikut :
Menentukan Ukuran
Ukuran yang kami gunakan, mengunakan ukuran / pola standar yaitu ukuran (M). ukuran
yang diambil:
a.       Lingkar leher
Diukur mengelilingi leher dalam keadaan pas pada lekuk leher depan bagian bawah
b.      Lingkar badan
Diukur dari bagian badan belakang melalui ketiak, mengitari payudara dalam keadaan pas
ditambah 4 cm
c.       Lingkar punggung
Diukur pada bagian pinggang dalam keadaan pas ditambah 2 cm
d.      Lingkar panggul
Diukur pada bagan panggul yang terbesar dalam keadaan pas ditambah 4 cm
e.       Lingkar kerung lengan
Diukur bawah ketiak melingkar dalam keadaan pas di tambah ± 4 cm
f.       Lebar Bahu
Dikur dari batas leher sampai bahu terendah
gPanjang Dress
Diukur dar batas pinggang ke bawah sampai
3.         Membuat Pola