0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
307 tayangan17 halaman

Analisis Jurnal Pico RBD

Analisis jurnal PICO peran spiritualitas dalam mempengaruhi resiko perilaku bunuh diri: a literature review memberikan ringkasan singkat tentang bagaimana spiritualitas dapat menurunkan resiko perilaku bunuh diri berdasarkan tinjauan pustaka. Literatur yang dirangkum menunjukkan bahwa dukungan spiritual dan keagamaan dapat mengurangi depresi dan meningkatkan harapan hidup, sehingga peran spiritual perlu dilibatkan dalam pencegahan bunuh diri.

Diunggah oleh

Ray Farerius
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
307 tayangan17 halaman

Analisis Jurnal Pico RBD

Analisis jurnal PICO peran spiritualitas dalam mempengaruhi resiko perilaku bunuh diri: a literature review memberikan ringkasan singkat tentang bagaimana spiritualitas dapat menurunkan resiko perilaku bunuh diri berdasarkan tinjauan pustaka. Literatur yang dirangkum menunjukkan bahwa dukungan spiritual dan keagamaan dapat mengurangi depresi dan meningkatkan harapan hidup, sehingga peran spiritual perlu dilibatkan dalam pencegahan bunuh diri.

Diunggah oleh

Ray Farerius
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS JURNAL PICO

PERAN SPIRITUALITAS DALAM MEMPENGARUHI RESIKO


PERILAKU BUNUH DIRI: A LITERATURE REVIEW

OLEH :
RAY FARERIUS, S. KEP
113063J119038

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUAKA INSAN
BANJARMASIN
2020
LEMBAR PERSETUJUAN

Analisis jurnal pico peran spiritualitas dalam mempengaruhi resiko perilaku


bunuh diri: a literature review telah diperiksa dan disetujui untuk dikumpulkan
pada tanggal 23 April 2020.

Menyetujui,
Banjarmasin, 23 April 2020
Preseptor Akademik

Septi Machelia Campaca Nursery, S.Kep, Ners., M.K

1
Analisa Jurnal Pico Peran Spiritualitas Dalam Mempengaruhi Resiko
Perilaku Bunuh Diri: a Literature Review.

1. Uraian PICO (Problem, Intervention, Comparison, Outcome)


a. Person/Problem/Population:
Person Problem Population

Wulida Apakah Bunuh diri merupakan Populasi dalam penelitian ini


Litaqia & salah satu penyebab kematian yang adalah Literature review ini bertujuan
Iman kerap terjadi pada individu yang untuk mengetahui bagaimana peran
Permana memiliki masalah gangguan mental. spiritual dalam mempengaruhi resiko
Bunuh diri dapat berawal dari depresi perilaku bunuh diri pada orang
yang terjadi dalam diri penderita. dewasa. Penulisan jurnal ini
Aspek spiritual seringkali menggunakan pendekatan studi
dihubungkan dengan pencegahan literatur yang berasal dari beberapa
perilaku bunuh diri. Beberapa database, yaitu EBSCO, PROQUEST,
penelitian terkait telah menjelaskan PubMed, dan Google Cendekia
bagaimana dukungan spiritual dapat (Google Scholar) dengan
mengurangi tingkat depresi pada menggunakan kata kunci ‘spiritual
individu. support’ OR ‘religious support’ AND
‘risk of suicide’ OR ‘suicide attempt’
AND ‘adults’. Menyaring dari
159.320 jurnal dan berhasil
mendapatkan 14 jurnal terkait.
Menggunakan kriteria inklusi yang
mencakup sumber literatur yang
diambil mulai tahun 2015 sampai
dengan 2018, menggunakan bahasa
inggris, kesesuaian kata kunci
penulisan, keterkaitan hasil penulisan
literatur dengan pembahasan yang
diangkat Terdapat 4 tema yang
ditemukan dalam telaah literatur ini,

2
yaitu faktor-faktor yang
menyebabkan ide bunuh diri,
pengalaman bunuh diri dari orang
terdekat, dukungan ahli agama
terhadap resiko perilaku bunuh diri,
serta intervensi psiko-religius.

b. Intervention :
Penelitian ini memaparkan bagaimana peran agama perlu untuk dilibatkan
dalam intervensi pencegahan resiko perilaku bunuh diri. Sebuah penelitian
mengungkapkan resiko bunuh diri dapat diturunkan dengan melibatkan
peran keyakinan spiritual atau keagamaan pada diri individu sehingga
tingkat kesehatan mental pun menjadi lebih baik dan keyakinan spiritual
ini seringkali dikaitkan dengan resiko perilaku bunuh diri yang lebih
rendah serta dapat meningkatkan status kesehatan mental yang lebih baik
(Loureiro, de Rezende Coelho, Coutinho, Borges, & Lucchetti, 2018).
Literature review ini bertujuan untuk membahas tentang bagaimana peran
spiritual yang dapat menurunkan resiko bunuh diri pada individu. Metode
yang digunakan dalam penulisan studi literatur adalah kegiatan dalam
mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat dan mengelola sumber
yang didapat menjadi sebuah tulisan (Zed, 2008:3 dalam Nursalam 2016).
Penggunaan data dalam penulisan literature review ini berasal dari
konsep-konsep teori penelitian yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan
dengan menyaring 159.320 sumber literatur menjadi 14 literatur terkait
yang menjadi pembahasan dalam penulisan literature review. Terdapat
kriteria inklusi dan eksklusi yang digunakan dalam menyaring literatur
yang sesuai dengan topik yang diambil. Adapun kriteria yang ditentukan
adalah sumber literatur yang diambil mulai tahun 2015 sampai dengan
2018, menggunakan bahasa inggris, kesesuaian kata kunci penulisan, dan
keterkaitan hasil penulisan literatur dengan pembahasan yang diangkat.

3
c. Comparison :
1) Jurnal yang di analisa dengan melihat tahun penulisan literatur (2015-
2018), membaca abstrak dari artikel penelitian yang telah dipilih,
membaca skimming jurnal penelitian tersebut jika abstrak tidak
menjelaskan beberapa point pada jurnal, kemudian menandai/
mencatat hal-hal penting dan relevansinya bertujuan untuk membahas
tentang bagaimana peran spiritual yang dapat menurunkan resiko
bunuh diri pada individu. Dapat disimpulkan bahwa Masalah
kesehatan mental seperti depresi dapat dicegah dengan melibatkan
peran agama didalamnya. Peran perawat dalam hal ini sangat penting
dalam mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan ide bunuh diri
muncul serta membantu memberikan intervensi pencegahan resiko
perilaku bunuh diri dengan mendorong aspek keagamaannya.
2) Jurnal pembanding :
Menyaring dari 159.320 jurnal dan berhasil mendapatkan 14 jurnal
terkait. Menggunakan kriteria inklusi yang mencakup sumber literatur
yang diambil mulai tahun 2015 sampai dengan 2018, menggunakan
bahasa inggris, kesesuaian kata kunci penulisan, keterkaitan hasil
enulisan literatur dengan pembahasan yang diangkat Terdapat 4 tema
yang ditemukan dalam telaah literatur ini, yaitu faktorfaktor yang
menyebabkan ide bunuh diri, pengalaman bunuh diri dari orang
terdekat, dukungan ahli agama terhadap resiko perilaku bunuh diri,
serta intervensi psiko-religius

d. Out Come:
Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat
disimpulkan yang memiliki ide bunuh diri dan meningkatkan harapan
hidup mereka (Lawrence, Brent, et al., 2016). Perawat dapat melihat
hubungan yang kompleks antara agama dan depresi ini. Melibatkan peran
agama seperti membangun pertisipasi individu dalam komunitas agama
akan menjadi cara mencegah perilaku bunuh diri (Lawrence, Oquendo, et
al., 2016). Dukungan agama dapat diberikan dengan didasari oleh individu

4
yang cenderung menganggap bahwa sebuah masalah yang datang padanya
merupakan tanda bahwa mereka merasa ditinggal oleh Tuhan, merasa
dihukum, merasa bahwa orang lain tidak menghormati keyakinan
agamanya, seringkali pula mereka menghubungkan suatu masalah dengan
peristiwa gaib yang ada hubungannya dengan setan, serta tidak mampu
menemukan makna dalam hidup (Krause et al., 2017). Mencegah resiko
perilaku bunuh diri tersebut perlu dilakukan agar gangguan kejiwaan
seperti halnya depresi juga dapat diturunkan. Analisis ini menunjukkan
bahwa aspek keagamaan adalah salah satu aspek yang sangat perlu
diperhatikan dan diperlukan implementasi khusus terkait hal ini dalam
mengatasi depresi yang berakibat resiko perilaku bunuh diri pada individu.
Aspek keagamaan ini dimaksudkan juga untuk menanggulagi masalah
kesehatan mental lain yang tidak diinginkan. Indonesia dengan kasus-
kasus bunuh diri yang ada dibeberapa daerah memerlukan perhatian
khusus terkait hal ini. Perawat dalam hal ini perlu mampu untuk
mengidentifikasi faktor serta memberikan intervensi yang tepat dan efektif
guna meningkatkan taraf kesehatan jiwa yang lebih baik di Indonesia.
Hasil tinjauan literature ini didapatkan berdasarkan jurnal-jurnal penelitian
dan systematic review yang menggunakan bahasa inggris sehingga
memiliki resiko kurang tepat dalam memasukkan data yang relevan.
Upaya yang dilakukan untuk meminimalisir resiko ini adalah dengan
melakukan pencarian manual tambahan dari daftar referensi dari artikel
tersebut.

5
2. Mengisi table dibawah ini :

No. Komponen Aspek Hasil Analisa


1. Dimensi Abstrak Abstrak dalam penelitian ini sudah memuat latar belakang,
Substansi dan Pendahuluan tujuan, metode, hasil, kesimpulan. Pada pendahuluan
Teori sudah mencantumkan latar belakang, tujuan dan manfaat
penelitian.

Kerangka Seharusnya kerangka teori dicantumkan agar pembaca


Teori dapat mengerti dan memahami jalannya
penelitian.

2. Dimensi Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi


Desain Sampel literature.
Metodologi Populasi dalam penelitian ini adalah Sumber-sumber
yang digunakan dalam penulisan studi literatur ini berasal
dari 14 artikel ilmiah dengan menggunakan beberapa
database seperti EBSCO, PROQUEST, PubMed, dan
Google Cendekia. Kata kunci yang digunakan dalam
pencarian literatur yang terkait topik ini ialah “spiritual
support” OR “religious support” AND “risk of suicide”
OR “suicide attempt” AND “adults”. Metode yang
digunakan dalam penulisan studi literatur adalah kegiatan
dalam mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat
dan mengelola sumber yang didapat menjadi sebuah
tulisan (Zed, 2008:3 dalam Nursalam, 2016).

Instrumen Alat pengumpulan data yang digunakan pada


Penelitian penelitian ini adalah literature review ini berasal dari
konsep-konsep teori penelitian yang diteliti. Pengumpulan
data dilakukan dengan menyaring 159.320 sumber literatur
menjadi 14 literatur terkait yang menjadi pembahasan
dalam penulisan literature review.
Terdapat kriteria inklusi dan eksklusi yang digunakan
dalam menyaring literatur yang sesuai dengan topik yang
diambil.
Adapun kriteria yang ditentukan adalah sumber
literatur yang diambil mulai tahun 2015 sampai dengan
2018, menggunakan bahasa inggris, kesesuaian kata kunci
penulisan, dan keterkaitan hasil penulisan literatur dengan
pembahasan yang diangkat.

6
Analisis Analisis Univariat
Statik Analisa data dilakukan dengan melihat tahun penulisan
literatur (2015-2018), membaca abstrak dari artikel
penelitian yang telah dipilih, membaca skimming jurnal
penelitian tersebut jika abstrak tidak menjelaskan beberapa
point pada jurnal, kemudian menandai/ mencatat hal-hal
penting dan relevansinya bertujuan untuk membahas
tentang bagaimana peran spiritual yang dapat menurunkan
resiko bunuh diri pada individu.
3 Dimensi Pembahasan Dari hasil yang didapat, penulis akan menganalisis tiap
Pembahasan hasil tersebut agar dapat melihat bagaimana peran agama
dapat mempengaruhi resiko bunuh diri khususnya pada
dewasa. Adapun kriteria inklusi yang digunakan pada
literatur ini adalah jurnal yang menggunakan bahasa
inggris, merupakan jurnal publikasi dengan rentang tahun
2015 sampai dengan 2018, dan jurnal dalam bentuk full
teks. Kriteria eksklusi yang digunakan dalam
mengeksekusi jurnal yang tidak digunakan antara lain
adalah jurnal yang tidak lengkap, biasanya hanya terdapat
abstrak saja dan buku. Bagaimana peran keluarga
berpengaruh dalam resiko perilaku bunuh diri merupakan
fokus utama dalam penulisan literature review ini.
Sebanyak 159.320 jurnal hasil pencarian yang dilakukan di
beberapa situs pencarian jurnal, tersaring 14 jurnal,
kemudian dilakukan excluded studies dengan
memasukkan kriteria inklusi sehingga didapatkan total
jurnal yang memenuhi syarat dan digunakan dalam
literature review sebanyak 14 jurnal.
Berdasarkan hasil review beberapa literatur dan jurnal
yang ada, ditemukan beberapa ide yang terkait dengan
perilaku bunuh diri. Beberapa ide/tema tersebut
diantaranya adalah faktor-faktor yang menyebabkan ide

7
bunuh diri, pengalaman bunuh diri dari orang terdekat,
dukungan ahli agama terhadap resiko bunuh diri, serta
intervensi psiko-religius.
Faktor-faktor yang menyebabkan ide bunuh diri
Dukungan agama dikenal dapat menghambat individu
yang memiliki ide bunuh diri dan meningkatkan harapan
hidup mereka (Lawrence, Brent, et al., 2016). Artinya
terdapat faktor resiko terkait spiritualitas yang dapat
memunculkan ide bunuh diri pada seorang individu.
Individu yang melakukan tindakan bunuh diri tidak
terlepas dari adanya faktor-faktor penyebab ide bunuh diri
tersebut muncul. Faktor-faktor yang seringkali
menyebabkan seorang individu memiliki ide bunuh diri
sangat bervariasi. Terdapat hubungan yang signifikan pada
factor harapan dan alasan hidup terhadap resiko perilaku
bunuh diri. Rendahnya harapan dan alasan hidup seseorang
akan memungkinkan individu tersebut mengalami depresi
dan melakukan tindakan bunuh diri (Luo, Wang, Wang, &
Cai, 2016). Kurang kepercayaan terhadap orang lain,
menganggap masalah harus diselesaikan secara mandiri
dan takut untuk menyusahkan orang lain, serta menanggap
dirinya lemah jika menceritakan suatu masalah pada orang
lain juga merupakan beberapa faktor penyebab orang
dengan resiko perilaku bunuh diri (Dadašev, Skruibis,
Gailienė, Latakienė, & Grižas, 2016). Pada individu
tertentu biasanya juga kerap menganggap bahwa masalah
yang mereka dapatkan merupakan tanda bahwa mereka
merasa ditinggal oleh Tuhan, merasa dihukum, merasa
bahwa orang lain tidak menghormati keyakinan agamanya,
seringkali menghubungkan suatu masalah dengan
peristiwa gaib yang ada hubungannya dengan setan, serta
seringkali tidak mampu menemukan makna dalam

8
hidupnya (Krause, Pargament, & Ironson, 2017). Pada
orang tua dewasa, kesulitan keuangan, keterbatasan
fungsional, depresi, kekurangan fisik pada anak-anak,
masalah dalam sosial, kesepian, dan tempat tinggal
perkotaan secara signifikan terkait dengan pemikiran
bunuh diri (H. Li, Xu, & Chi, 2016).
Pengalaman bunuh diri dari orang terdekat
Individu yang memiliki pengalaman orang terdekat
dengan kematian akibat bunuh diri juga memerlukan
perhatian dan manajemen khusus dalam pencegahan resiko
bunuh diri karena mereka menganggap perilaku bunuh diri
tersebut merupakan suatu hal yang realistis (Pitman et al.,
2017). Masalah dalam internal keluarga, diagnosis
penyakit fisik/mental pada anggota keluarga, adanya upaya
bunuh diri dari teman-teman/ orang terdekat, adanya gejala
kecemasan-depresi, tingkat kepuasan terhadap dukungan
sosial, serta koping agama yang negatif secara signifikan
mempengaruhi ide bunuh diri pada laki-laki maupun
perempuan (Yasien, n.d.). Dalam hal ini dukungan
keluarga pun penting untuk menghubungkan anak/
seseorang dengan perbaikan kesehatan mentalnya. Mereka
yang memiliki dukungan yang baik dengan keluarganya
akan memiliki kesehatan mental yang juga baik
dibandingkan dengan mereka yang kurang memiliki
dukungan keluar (LeCloux, Maramaldi, Thomas,
&Wharff, 2016).
Dukungan ahli agama
Perlunya melibatkan tokoh agama merupakan suatu hal
yang dapat diimplementasikan dalam pencegahan perilaku
bunuh diri. Hal ini dapat memberikan dorongan pada
individu untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan dan

9
meningkatkan rutinitas ibadahnya (Price et al., 2016).
Tingkat Suicide Ideation (SI) juga dapat diturunkan dengan
Private Religious Practice (PRP) dan Religious Support
(RS), dengan menerapkan PRP dan RS ini dapat
meminimalisir gejala-gejala depresi sehingga pada agama
digunakan sebagai target utama dalam intervensi
pencegahan bunuh diri (Cole-Lewis, Gipson, Opperman,
Arango, & King, 2016).
Berdasarkan systematic review mengungkapkan
memberikan akses komunitas agama pada individu yang
memiliki ide untuk bunuh diri merupakan hal yang perlu
dilakukan yang dimaksudkan untuk mendukung harapan
hidup mereka. Akan tetapi perlu diperhatikan afiliasi
agama tiap individu yang berbeda-beda (Lawrence,
Oquendo, & Stanley, 2016). Berdasarkan hasil review
beberapa literatur dan jurnal yang ada, ditemukan
beberapa ide yang terkait dengan perilaku bunuh diri.
Beberapa ide/ tema tersebut diantaranya adalah faktor-
faktor yang menyebabkan ide bunuh diri, pengalaman
bunuh diri dari orang terdekat, dukungan ahli agama
terhadap resiko perilaku bunuh diri, serta intervensi
psikoreligius.
Faktor-faktor yang menyebabkan ide bunuh diri
Dukungan agama dikenal dapat menghambat individu
yang memiliki ide bunuh diri dan meningkatkan harapan
hidup mereka (Lawrence, Brent, et al., 2016). Artinya
terdapat faktor resiko terkait spiritualitas yang dapat
memunculkan ide bunuh diri pada seorang individu.
Individu yang melakukan tindakan bunuh diri tidak
terlepas dari adanya faktor-faktor penyebab ide bunuh diri
tersebut muncul. Faktor-faktor yang seringkali

10
menyebabkan seorang individu memiliki ide bunuh diri
sangat bervariasi. Terdapat hubungan yang signifikan pada
factor harapan dan alasan hidup terhadap resiko perilaku
bunuh diri. Rendahnya harapan dan alasan hidup seseorang
akan memungkinkan individu tersebut mengalami depresi
dan melakukan tindakan bunuh diri (Luo et al., 2016).
Kurang kepercayaan terhadap orang lain, menganggap
masalah harus diselesaikan secara mandiri dan takut untuk
menyusahkan orang lain, serta menanggap dirinya lemah
jika menceritakan suatu masalah pada orang lain juga
merupakan beberapa faktor penyebab orang dengan resiko
perilaku bunuh diri (Dadašev et al.,2016). Pada individu
tertentu biasanya juga kerap menganggap bahwa masalah
yang mereka dapatkan merupakan tanda bahwa mereka
merasa ditinggal oleh Tuhan, merasa dihukum, merasa
bahwa orang lain tidak menghormati keyakinan agamanya,
seringkali menghubungkan suatu masalah dengan
peristiwa gaib yang ada hubungannya dengan setan, serta
seringkali tidak mampu menemukan makna dalam
hidupnya (Krause et al., 2017).
Pada orang tua dewasa, kesulitan keuangan,
keterbatasan fungsional, depresi, kekurangan fisik pada
anak-anak, masalah dalam sosial, kesepian, dan tempat
tinggal perkotaan secara signifikan terkait dengan
pemikiran bunuh diri (H. Li et al., 2016).
Pengalaman bunuh diri dari orang terdekat
Individu yang memiliki pengalaman orang terdekat
dengan kematian akibat bunuh diri juga memerlukan
perhatian dan manajemen khusus dalam pencegahan resiko
bunuh diri karena mereka menganggap perilaku bunuh diri
tersebut merupakan suatu hal yang realistis (Pitman et al.,
2017). Masalah dalam internal keluarga, diagnosis

11
penyakit fisik/ mental pada anggota keluarga, adanya
upaya bunuh diri dari teman-teman/ orang terdekat, adanya
gejala kecemasan-depresi, tingkat kepuasan terhadap
dukungan sosial, serta koping agama yang negatif secara
signifikan mempengaruhi ide bunuh diri pada laki-laki
maupun perempuan (Yasien, n.d.). Dalam hal ini dukungan
keluarga pun penting untuk menghubungkan anak/
seseorang dengan perbaikan kesehatan mentalnya. Mereka
yang memiliki dukungan yang baik dengan keluarganya
akan memiliki kesehatan mental yang juga baik
dibandingkan dengan mereka yang kurang memiliki
dukungan keluar (LeCloux et al., 2016).
Dukungan ahli agama
Perlunya melibatkan tokoh agama merupakan suatu hal
yang dapat diimplementasikan dalam pencegahan perilaku
bunuh diri. Hal ini dapat memberikan dorongan pada
individu untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan dan
meningkatkan rutinitas ibadahnya (Price et al., 2016).
Tingkat Suicide Ideation (SI) juga dapat diturunkan dengan
Private Religious Practice (PRP) dan Religious Support
(RS), dengan menerapkan PRP dan RS ini dapat
meminimalisir gejala-gejala depresi sehingga pada agama
digunakan sebagai target utama dalam intervensi
pencegahan bunuh diri (Cole-Lewis et al., 2016).
Berdasarkan systematic review mengungkapkan
memberikan akses komunitas agama pada individu yang
memiliki ide untuk bunuh diri merupakan hal yang perlu
dilakukan yang dimaksudkan untuk mendukung harapan
hidup mereka. Akan tetapi perlu diperhatikan afiliasi
agama tiap individu yang berbeda-beda (Lawrence,
Oquendo, et al., 2016).
Intervensi psiko-religius

12
Masalah kesehatan mental seperti halnya depresi yang
menyebabkan resiko tindakan bunuh diri ini dapat diatasi
dengan intervensi berupa psikososial dan religious agar
dapat memunculkan koping yang baik dalam
menyelesaikan permasalahan individu (Ahmadi & Husain,
2017). Beberapa intervensi yang diberikan dalam
menangani individu dengan beberapa permasalahan
kesehatan mental yang sangat beresiko terhadap perilaku
bunuh diri tersebut diantaranya Social Spiritual Group
(SSG) yang dapat diterapkan pada pelayanan kesehatan
(Forrester-Jones, Dietzfelbinger, Stedman, & Richmond,
2018).
Dukungan psikososial juga kerap membantu
mengurangi gejala depresi pasien dan kemungkinan risiko
bunuh diri, serta terbukti meningkatkan kesejahteraan
psikologis. Dukungan tersebut terdiri dari 4 proses seperti
memberi dukungan dan motivasi untuk tetap hidup,
mendorong untuk memiliki kehidupan yang baru,
memberdayakan untuk perubahan hidup, serta
mengevaluasi proses perubahan (Aekwarangkoon et al.,
n.d.).
4 Dimensi Subjek Subjek penelitian ini adalah resiko perilaku bunuh diri
Etik Penelitian pada orang dewasa

Dilema Etik Di dalam jurnal tidak di jelaskan tentang informed consent


dan Hukum dalam mereview literature jurnal
Pelanggaran Pelanggaran Prinsip Etik dalam jurnal ini tidak ada di
Prinsip Etik jelaskan

5. Presentasi dan Kejelasan Pada penelitian ini informasi, peneliti telah menjabarkan
Penulisan Informasi setiap literature review jurnal penelitian yang dilakukan
dengan jelas.

13
Teknik Teknis yang digunakan dalam penulisan jurnal tahun
Penulisan terupdate, sudah bagus, tersusun rapi dan sistematis.

6. Daftar Pustaka Aekwarangkoon, S., Noonil, N., Petsirasan, R., n.d.


Psychosocial Support Provided by Health Volunteer
for Older Adult with Depression and Suicide Attempt:
A Case Study 9.
Ahmadi, S., Husain, A., 2017. Effectiveness of
psychosocial and spiritual interventions in the
management of depression 5.
Cole-Lewis, Y.C., Gipson, P.Y., Opperman, K.J., Arango,
A., King, C.A., 2016. Protective Role of Religious
Involvement Against Depression and Suicidal
Ideation Among Youth with Interpersonal Problems.
J. Relig. Health 55, 1172–1188.
https://doi.org/10.1007/s10943-016-0194-y
Dadašev, S., Skruibis, P., Gailienė, D., Latakienė, J.,
Grižas, A., 2016. Too strong Barriers from getting
support before a suicide attempt in Lithuania. Death
Stud.40,507–512.
https://doi.org/10.1080/07481187.2016.1184 725
Forrester-Jones, R., Dietzfelbinger, L., Stedman, D.,
Richmond, P., 2018. Including the ‘Spiritual’ Within
Mental Health Care in the UK, from the Experiences
of People with Mental Health Problems. J. Relig.
Health 57, 384–407. https://doi.org/10.1007/s10943-
017-0502-1 Harian Nasional. 2019. Diunduh 20
Januari 2019, pukul 15.15 WIB.
http://www.harnas.co/2018/11/11/gangguanjiwa-
rentan-picu-bunuh-diri
Krause, N., Pargament, K.I., Ironson, G., 2017. Spiritual
Struggles and Health: Assessing the Influence of
Socioeconomic Status: Spiritual Struggles And

14
Health. J. Sci. Study Relig. 56, 620–636.
https://doi.org/10.1111/jssr.12364
Lawrence, R.E., Brent, D., Mann, J.J., Burke, A.K.,
Grunebaum, M.F., Galfalvy, H.C., Oquendo, M.A.,
2016a. Religion as a Risk Factor for Suicide Attempt
and Suicide Ideation Among Depressed Patients: J.
Nerv. Ment. Dis. 204, 845–850.
https://doi.org/10.1097/NMD.0000000000000484
Lawrence, R.E., Oquendo, M.A., Stanley, B., 2016b.
Religion and Suicide Risk: A Systematic Review.
Arch. Suicide Res. 20, 1–21.
https://doi.org/10.1080/13811118.2015.1004 494
LeCloux, M., Maramaldi, P., Thomas, K., Wharff, E.,
2016. Family Support and Mental Health Service Use
Among Suicidal Adolescents. J. Child Fam. Stud. 25,
2597–2606. https://doi.org/10.1007/s10826-016-
0417-6
Li, H., Xu, L., Chi, I., 2016. Factors related to Chinese
older adults’ suicidal thoughts and attempts. Aging
Ment. Health 20, 752–761.
https://doi.org/10.1080/13607863.2015.1037 242
Li, S., Yaseen, Z.S., Kim, H.-J., Briggs, J., Duffy, M.,
Frechette-Hagan, A., Cohen, L.J., Galynker, I.I.,
2018. Entrapment as a mediator of suicide crises.
BMC Psychiatry 18. https://doi.org/10.1186/s12888-
018-1587-0
Loureiro, A.C.T., de Rezende Coelho, M.C., Coutinho,
F.B., Borges, L.H., Lucchetti, G., 2018. The influence
of spirituality and religiousness on suicide risk and
mental health of patients undergoing hemodialysis.
Compr. Psychiatry 80, 39–45.
https://doi.org/10.1016/j.comppsych.2017.0 8.004

15
Luo, X., Wang, Q., Wang, X., Cai, T., 2016. Reasons for
living and hope as the protective factors against
suicidality in Chinese patients with depression: a
cross sectional study. BMC Psychiatry 16.
https://doi.org/10.1186/s12888-016-0960-0
Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu
Keperawatan: Pendekatan Praktis. Ed. 4. Jakarta:
Salemba Medika
Pitman, A., Nesse, H., Morant, N., Azorina, V., Stevenson,
F., King, M., Osborn, D., 2017. Attitudes to suicide
following the suicide of a friend or relative: a
qualitative study of the views of 429 young bereaved
adults in the UK. BMC Psychiatry 17.
https://doi.org/10.1186/s12888-017-1560-3
Yasien, S., n.d. Gender Differences In Factors Associated
With Suicidal Ideation Among Adolescents. Pak. J.
Psychol. 16.

16

Anda mungkin juga menyukai