Anda di halaman 1dari 2

MK AKUNTANSI SOSIAL & LINGKUNGAN

 DAMPAK KEUANGAN YANG DISEBABKAN LINGKUNGAN

Green Accounting berfokus pada perlakuan akuntansi dan pelaporan informasi atas
pengorbanan aset-aset ekonomi perusahaan untuk biaya tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Pengorbanan sejumlah aset ekonomi perusahaan untuk kepentingan sosial dan lingkungan tersebut
bertujuan untuk memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan lingkungan.

Perlakuan akuntansi atas biaya tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai beban periodik
yang dicatat pada kelompok biaya adminitrasi dan umum pada laporan laba rugi. Perlakuan akuntansi
atas biaya tersebut berpengaruh negatif terhadap besaran laba bersih, sehingga besaran laba periodik
yang dihasilkan menurun.

Penurunan laba ataupun peningkatan rugi bersih yang dikhawatirkan para pebisnis secara tidak langsung
berdampak buruk pada kelangsungan posisi keuangan perusahaan dan eksistensi perusahaan. Tetapi,
akankah setiap tahun laba perusahaan terus menurun dengan besaran biaya lingkungan tersebut?

Ketika perusahaan menilai bahwa lingkungan adalah aset perusahaan yang digunakan sebagai
strategi perusahaan, maka pengelolaan lingkungan menjadi perhatian utama dan perusahaan tidak akan
berusaha menghindari biaya yang akan dikeluarkannya. Karena pada akhirnya besaran biaya lingkungan
yang dikeluarkan tersebut akan memberikan nilai tambah dan juga meningkatkan nilai perusahaan.
Ketika perusahaan melihat bahwa biaya lingkungan yang dikeluarkan merupakan pengeluaran investasi
(aset), maka perusahaan juga berpandangan bahwa di waktu-waktu mendatang perusahaan akan
memperoleh manfaat sosial dan ekonomi (profitability). Dari sisi sosial, perusahaan akan memperoleh
legitimasi sosial dan dinilai ramah lingkungan oleh pemerintah maupun masyarakat sehingga reputasi
perusahaan meningkat.

Dari sisi ekonomi, dengan mencatat dan mengungkapkan biaya lingkungan perusahaan,
diharapkan investor dapat mempertimbangkan informasi pengungkapan biaya lingkungan tersebut,
sehingga dalam pengambilan keputusan investasi, investor tidak hanya berdasarkan pada informasi laba
perusahaan saja. Pencatatan dan pengungkapan yang semakin luas akan semakin memperkecil asimetri
informasi antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan termasuk masyarakat sekitar.

perusahaan tidak bisa menilai pengeluaran untuk biaya lingkungan tersebut hanya sebatas pada
perolehan laba jangka pendek, tetapi perusahaan perlu melihat bagaimana biaya lingkungan tersebut
memberikan berbagai peningkatan nilai ekonomi bagi perusahaan dalam jangka panjang.
Tidak dipungkiri bahwa laporan keuangan tahunan yang dikeluarkan perusahaan menjadi salah
satu pedoman investor dalam berinvestasi, dan ketika perusahaan mengungkapkan semua informasi
perusahaan termasuk pengungkapan biaya lingkungan dalam laporan tahunan, hal tersebut menjadi
sinyal positif kepada para investor. Dan dengan semakin luas perusahaan mengungkapkan biaya
lingkungan yang dikeluarkan, maka semakin besar perusahaan terhindar dari kewajiban-kewajiban
kontijensi di masa depan.

 URGENSI AKUNTANSI LINGKUNGAN

Dengan adanya akuntansi lingkungan maka akan dapat mendukung akuntansi pendapatan,
akuntansi keuangan maupun bisnis internal akuntansi manajerial, karena akuntansi lingkungan akan
membantu perusahaan lainnya meningkatkan keyakinan serta kepercayaan mereka sehubungan
penilaian yang lebih adil.

Akuntansi lingkungan penting untuk dipertimbangkan sebab akuntansi manajemen lingkungan


merupakan suatu bidang yang terus berkembang untuk mengidentifikasi pengukuran serta
mengkomunikasikan biaya yang actual pada suatu perusahaan maupun dampak potensial terhadap
lingkungan.

Maka dari itu, perusahaan ataupun organisasi harus membuat konsep mengenai akuntansi
lingkungan guna menjaga serta melestarikan lingkungan. Sehingga ada baiknya mempelajari lebih lanjut
mengenai akuntansi lingkungan supaya dapat mengambil langkah tepat untuk menjaga serta
melestarika lingkungan bersamaan dengan lancarnya usaha yang dijalankan.