Anda di halaman 1dari 16

§ Faisal (H041191020)

§ Zulfiqar Lukman (H041191086)


§ Amalia Fauziah (H041171314)
ANGGOTA
KELOMPOK 4 § Meizalfa Fathyah (H041191078)
§ Tri Diah Pasinta (H041191041)
§ Satriani (H041191015)
§ Muzdalifah (H041191066)
TABEL KONTINGENSI
Pada table kontigensi disini terdiri dari dua variable
yang mana setiap variabel terdiri dari beberapa kategori.
Ukuran untuk table kontingensi sendiri ada ukuran 2×2 jika
masing – masing faktor(2 faktor) memiliki 2 kategori, kemudian
jika factor pertama memiliki 3 banyak kategori disebut
kontingensi 3×2. Begitu juga untuk trivariat atau 3 faktor
yang memiliki masing-masing 2 katagori maka disebut
kontingensi 2x2x2. Misalnya variable a mempunyai b kategori
dan variable c mempunyai d kategori seperti tabel disamping
Contoh Tabel Kontingensi

Pengujian Obat

Jadi gambaran dari table diatas ada seorang


dokter bernama mukidi(sensor), melakukan pengujian
obat sakit kepala kepada pasien yang berjumlah 300 Kemudian dia membuat sebuah table diatas
orang. Obat yang digunakan yaitu bodrex dan paramex hasil dari penelitiannya. Didapatkan setelah meminum
dimana masing-masing obat diberikan kepada 150 pasien. bodrex 100 orang masih merasa sakit kepala dan 50
Setelah pasien meminum obat, setelah beberapa jam orang merasa sebaliknya. Kemudian pasien yang
kemudian dicek kembali oleh si mukidi diberikan paramex,, 80 orang merasa masih sakit
kepala dan 70 orang merasa dirinya telah sembuh.
Secara simple bisa diambil kesimpulan paramex lebih
baik dari bodrex.
Statistik dipakai untuk melayani dan sebagai alat dalam penelitian, bukan untuk
menguasainya. Agar kita tepat dalam melakukan analisis data, maka kiranya wajib bagi untuk
memahami Pemilihan Analisis Statistik berdasarkan jenis data dan bentuk hipotesis.

Dimana
o ij : Frekuensi setiap sel hasil observasi
E ij : Frekuensi setiap sel yang diharapkan

U ntuk melihat nilai X 2 pada tabel, mirip dengan t selain


harga peluangnya, dibutuhkan juga derajat kebebasan dk = v = ( b-1 ) (k-1)
dimana b banyaknya baris dan k banyaknya kolom
Keterangan:
k : banyaknya kategori/sel, 1,2 ... k
oi : frekuensi observasi untuk kategori ke-i
ei : frekuensi ekspektasi untuk kategori ke-i
q Derajat Bebas (db) = k – 1
q Nilai e = (Jumlah sebaris x Jumlah Sekolom) / Jumlah data
q Nilai X2 adalah nilak kuadrat, karena itu nilai X2 selalu
positif.
KRITERIA UJI
Kriteria Pengujian adalah bentuk pembuatan keputusan dalam
menerima atau menolak hipotesis nol (Ho) dengan cara membandingkan
nilai α tabel distribusinya (nilai kritis) dengan nilai uji statistiknya,
sesuai dengan bentuk pengujiannya. Yang di maksud dengan bentuk
pengujian adalah sisi atau arah pengujian.

Kriteria uji untuk uji Chi-square H0 ditolak jika:


X2 hitung > X2 tabel atau pvalue > a
Nilai X2 diperoleh dari tabel distribusi Chi-square
CONTOH KASUS
Kasus 1
Suatu Studi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara usia
melahirkan pertama kali dengan kondisi mengidap penyakit kangker. Hasil pengamatan
menghasilkan data sebanyak 683 dari 3220 wanita yang melahirkan pertama kali pada usia ≥
30 tahun mengidap penyakit kangker, dan 1498 dari 10245 wanita yang melahirkan pertama kali
pada usia < 30 tahun mengidap penyakit kangker. Akan dilakukan pengujian hipotesis : Apakah
usia melahirkan pertama kali berhubungan dengan mengidap penyakit kangker? Data penelitian
disajikan pada tabel berikut ini :
Usia Mengidap Kanker Total

Ya Tidak

≥ 30 683 2537 3220

< 30 1498 8747 10245

Total 2181 11284 13465


Solusi
Hipotesis
-HO : πA = πB tidak ada hubungan antara usia melahirkan dengan penyakit kanker
(proporsi orang yang melahirkan pertama kali pada usia ≥ 30 tahun yang kanker dan
proporsi orang yang melahirkan pertama kali pada usia < 30 tahun yang kanker
seimbang)
-H1 : πA ≠ πB ada hubungan antara usia melahirkan dengan penyakit kanker
(proporsi orang yang melahirkan pertama kali pada usia ≥ 30 tahun yang kanker dan
proporsi orang yang melahirkan pertama kali pada usia < 30 tahun yang kanker
berbeda)
Alpha 5%
Solusi

Usia Mengidap Kanker Total

Ya Tidak

≥ 30 O11 = 683 O12 = 2537 n1+ = 3220

< 30 O21 = 1498 O22 = 8747 n2+ = 10245

Total n+1 = 2181 n+2 = 11284 n = 13465


Solusi
Solusi
q Kriteria Uji
Kriteria uji untuk uji Chi-Kuadrat H0 ditolak jika:
ꭓ2hitung ≥ ꭓ2tabel atau ρ value ≤ α
Dari hasil perhitungan didapat nilai ꭓ2 hitung = 78,37 ˃ ꭓ2tabel = 3,84, maka H0 ditolak

q Kesimpulan
Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia melahirkan dengan penyakit
kanker.
Artinya?
Bahwa proporsi orang yang melahirkan ≥ 30 tahun mengidap kanker berbeda dengan proporsi orang yang
melahirkan < 30 tahun dan mengidap kanker.