Anda di halaman 1dari 23

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEWARNA ALAMI RAMBUT BERBASIS TANIN EKSTRAK ETANOL


GETAH BONGGOL PISANG KEPOK Musa paradisiaca

BIDANG KEGIATAN
PKM RISET

Diusulkan oleh:
Musdalifah; H041191066;2019
Dzulfaida Rajasa; H041201050;2020
Yusniar; H041201062;2020

UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2021
PENGESAHAN PROPOSAL PKM PENELITIAN EKSAKTA

1. Judul Kegiatan : Pewarna Alami Rambut berbasis


Tanin Ekstrak Etanol Getah Bonggol
Pisang Kepok Musa paradisiaca
2. Bidang Kegiatan : PKM-R
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Musdalifah
b. NIM : H041191066
c. Programs Studi : S1 Biologi
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Hasanuddin
e. Alamat Rumah dan No. Tel./HP : Jl. Poros Leworeng, Desa Tottong,
Kec. Donri-Donri, Kab. Soppeng
(082248546582)
f. Email : musdalifahmiserdin@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan /Penulis : Dua orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Andi Evi Erviani, S.Si., M.Sc
b. NIDN : 0022038501
c. Alamat Rumah dan No. Tel/HP : Bumi Tamalanrea Permai (BTP)
Blok K. No. 269 Makassar
(0812 4127 0804)
6. Biaya Kegiatan Total
a. Kemristekdikti : Rp. 8.505.000
b. Sumber lain (sebutkan....) : -
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 Bulan
Makassar, 27-02-2021
Menyetujui
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni Ketua Pelaksana Kegiatan,
dan Kemitraan Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin,

(Dr. Andi Ilham Latunra, M. Si) (Musdalifah)


NIP. 196702071991031001 NIM. H041191066

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dosen Pendamping,


Alumni Universitas Hasanuddin,

(Prof. Dr. drg. A. Arsunan Arsin., M.Kes) (Andi Evi Erviani, S.Si., M.Sc)
NIP. 19621231 199103 1 178 NIDN 0022038501

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ........................................................................................... i


PENGESAHAN PROPOSAL PKM PENELITIAN EKSAKTA ........................... ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penelitian ......................................................................................... 2
1.5 Keutamaan Penelitian .................................................................................... 2
1.6 Luaran Penelitian ........................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................. 3
2.1 Getah Bonggol Pisang Kepok ...................................................................... 3
2.2 Kandungan Getah Bonggol Pisang Kepok ................................................... 4
2.3 Zat Warna Alami Getah Bonggol Pisang ...................................................... 4
2.3.1 Tanin ....................................................................................................... 4
2.3.2 Peran Tanin dan Flavonoid pada Rambut .............................................. 4
BAB 3 METODE PENELITIAN............................................................................ 6
3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan .................................................................... 6
3.2 Alat dan Bahan .............................................................................................. 6
3.2.1 Alat......................................................................................................... 6
3.2.2 Bahan ...................................................................................................... 6
3.3 Prosedur Penelitian ........................................................................................ 6
3.3.1 Determinasi ............................................................................................. 6
3.3.2 Pembuatan Ekstrak ................................................................................. 6
3.3.3 Pembuatan Formula ................................................................................ 7
3.4 Penentuan Evaluasi Titik Sediaan Pewarna Rambut .................................... 7
3.5 Analisis Data .................................................................................................. 8
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ....................................................... 9
4.1 Anggaran Biaya ............................................................................................. 9
4.2 Jadwal kegiatan ............................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 10
LAMPIRAN-LAMPIRAN.................................................................................... 11
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pendamping ....................... 11
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ...................................................... 17
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan pembagian Tugas ............ 19
Lampiran 4. Surat pernyataan Ketua pelaksana ................................................ 20

iii
1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pisang merupakan tumbuhan herba buah yang hidup di Indonesia dan kawasan Asia
Tenggara pada umumnya, kemudian menyebar ke berbagai Negara seperti Amerika
Tengah dan selatan juga Afrika (Kwartiningsih dkk., 2010). Selain itu, negara kita
merupakan negara tropis, dimana tanahnya sangat subur untuk dapat ditanami
berbagai jenis pisang yang berpotensi dalam membangun perekonomian negara ini
sebagai penghasil devisa (Yuliastuti, 2002 dalam Suarsa dkk., 2011). Ini salah
satunya juga dikarenakan seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan, seperti
bagian buah, daun, batang dll (Anonim, 2010 dalam Paryanto dan pranoto, 2015).
Pada penelitian sebelumnya yang meneliti terkait penggunaan getah pisang kepok
kandungan tanin, sapoin, dan flavonoid. Dimana kandungan dari pisang kepok ini
sebagai anti inflamasi, antibiotik dan memiliki antioksidan kuat (Ananta, 2020).
Getah pisang ini terdiri dari air dan mineral yang mengandung gum atau semacam
perekat, dimana zat ini banyak terkandung di pelepah dan batang pisang. Dan getah
pisang yang masih segar berwarna putih dan apabila sudah terkontaminasi dengan
udara maka warnanya akan berubah menjadi coklat muda karena mengandung tanin
(Losecke, 1950 dalam Daud, 2015). Menurut Susanto, (2016) dalam Syamsuddin,
(2018) tanin pada getah pisang mempunyai manfaat sebagai antiseptik. Selain itu,
tanin ini juga berfungsi sebagai antioksidan kuat dan anti inflamasi (Ananta, 2020).
Dan tanin sendiri juga merupakan pigmen pewarna coklat alami (Kwartiningsih
dkk., 2010). Disamping itu, dalam sumber lain menyebutkan bahwasanya pigmen
penghasil warna adalah flavonoid. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Paryanto
dan Pranoto, (2015) dalam tulisannya, jaringan tumbuhan merupakan bagian yang
mengandung pigmen dengan perbedaan pada struktur kimianya sehingga banyak
macamnya dan dapat berbentuk klorofil, koatinoid, flavonoid, dan kuinon. Dan
terdapat penelitian yang menjelaskan terkait zat warna pada getah pisang ini, yaitu
Putra dkk., (2014) berdasasrkan uji fitokimia pada bonggol pisang ini zat warna
yang terkandung didalamnya adalah tanin dan flavonoid yang mampu menyerap
energi ultra violet-visibel optimum panjang gelombang 200 sampai 400 nm.
Pada pewarna rambut umumnya menggunakan bahan sintesis sebagai bahan
aktifnya, dimana ini dapat menimbulkan efek samping pada kulit kepala juga
rambut. Sehingga mulai dikembangkan berbagai terobosan baru pewarna rambut
dari bahan alam (Sutriningsih dkk., 2017). Pewarna alami biasanya didapatkan di
tanaman pada bagian batang, daun, kulit batang, kulit buah, biji akar, dan bunga.
Selain itu, beberapa tanaman yang sudah dijadikan sebagai pewarna kosmetik
seperti urang aring, pacar air, kemiri, pacar cina, dan pisang (Berlin dkk., 2017).
Menurut pandangan kami pisang yang telah digunakan sebagai pewarna alami
masih menggunakan metode yang sangat sederhana dan hasilnya kurang efisien.
Seperti yang diungkapkan oleh Berlin dkk., (2017) batang pisang yang dipotong
hingga mengeluarkan getah dan didiamkan beberapa saat, dan langsung dapat
2

digunakan dengan warna yang hitam. Dan kami akan mencoba mengekstrak getah
bonggol pisang kepok ini dengan ekstrak etanol 96% untuk membuat warnanya
lebih cerah.
Melihat akan potensi tanin sebagai kandungan getah tanaman pisang ini sebagai
anti bakteri dan inflamasi sehingga apabila terkena kulit kepala tidak akan
berbahaya, justru akan menyembuhkan luka dan peradangan pada kulit kepala.
Selain itu juga dapat menghambat perumbuhan bakteri dikepala sekaligus
meupakan zat warna coklat yang sangat baik. Karenanya kelompok kami berencana
membuat sebuah penelitian terkait untuk membuat pewarna rambut alami dari getah
pohon pisang ini secara empirik dengan mematuhi seluruh protokol kesehatan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah melalui formula etanol 96% dapat menghasilkan pewarna coklat
rambut yang baik dari getah bonggol pisang?
2. Bagaimana formula yang efektif untuk menghasilkan pewarna coklat
rambut yang baik dari getah bonggol pisang?
1.3 Tujuan Penelitian
Untuk melihat seberapa besar kandungan warna yang dihasilkan getah bonggol
pisang yang telah diekstrak 96% etanol sehingga baik digunakan sebagai
pewarna rambut alami
1.4 Manfaat Penelitian
Menghasilkan formula baru yang efektif dan optimal sebagai pewarna rambut
dari getah bonggol pisang, sehingga bisa menjadi terobosan baru peningkatan
nilai tambah limbah perkebunan.
1.5 Keutamaan Penelitian
1. Senyawa bioaktif pada pewarna rambut yang beredar dipasaran masih sintetik
sehingga berbahaya bagi kesehatan kulit kepala, rambut, maupun lingkungan.
Sehingga dibutuhkan kajian mendalam mengenai senyawa alami dari tumbuhan
sebagai pewarna alami
2. Getah bonggol pisang masih sangat berlimpah serta memiliki kandungan
tanin yang sangat bermanfaat juga penggunaanya sebagai produk yang masih
kurang.
1.6 Luaran Penelitian
Luaran yang akan dihasilkan dari penelitian ini adalah laporan kemajuan,
laporan akhir dan artikel ilmiah yang ter-sumbit di journal of cosmetic sciences
terindeks scopus.
3

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Getah Bonggol Pisang Kepok


Masyarakat umumnya menggunakan getah dari pohon pisang untuk penyembuhan
luka secara langsung. Pemanfaatan getah pisang digunakan oleh masyarakat
sebagai obat tradisional untuk mencegah peradangan dan penyembuhan luka
(Syamsuddin, 2018:112). Luka baru, bila diolesi dengan getah pisang maka
permukaan luka akan terlihat kering, perdarahan kapiler segera terhenti, dan waktu
peradangan diperpendek (Prodjohardjono dkk., 1975; Anon, 1988; Hartiningsih
dan Santoso, 1990 dalam Daud, 2015: 49). Paryanto dan Pranoto, (2015:40)
mengatakan bahwa dari sektor kesehatan getah tanaman pisang dapat digunakan
obat alternatif yang telah terbukti cukup ampuh. Kandungan getah pisang kepok
berperan juga dalam mempercepat pengeringan luka dan juga sebagai anti bakteri.
Sampel ekstrak dan getah pelepah serta bonggol pisang kepok mampu menghambat
perumbuhan ke dua bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella, hal ini
dibuktikan dengan terbentuknya daerah bebas bakteri (zona bening) (Azizah dan
Artanti, 2019:35). Diluar dari itu, pada pohon pisang juga terdapat getah pisang.
Getah pisang yang masih segar berwarna putih dan bila sudah terkontaminasi
dengan udara beberapa waktu warnanya menjadi coklat muda karena mengandung
pigmen tanin (Von Losecke, 1950 dalam Daud, 2015:49). Ketika pakaian yang
terkena getah pisang akan berubah menjadi cokelat dan akan sulit hilang. Getah
bonggol pisang kepok menempel pada pakaian akan memberikan noda coklat muda
yang awet, dicuci dengan detergen kualitas unggul pun tidak akan hilang terlebih
bila getah tersebut sudah terlanjur kering (Paryanto dan Pranoto, 2015:40).
2.2 Kandungan Getah Bonggol Pisang Kepok
Getah bonggol pisang kepok memiliki kandungan tanin, asam korbat, flavoniod dan
saponin. Saponi berfungsi sebagai peningkat pembentukan pembuluh darah baru
pada luka. Asam askorbat berperan memperkuat dan mempercepat pertumbuhan
jaringan ikat, Flavonoid memperpendek waktu peradangan, dan tanin pada getah
berkhasiat sebagai antiseptik (Susanto, 2016 dalam Syamsuddin, 2018:113). Dari
sektro kesehatan getah pelepah pisang dapat digunakan dalam pengobatan alternatif
yang terbukti cukup ampuh (Paryanto dan Pranoto, 2015:40). Penggunaan getah
pelepah pisang kepok dapat menyembuhkan luka, sama halnya dengan proses
kesembuhan luka yang menggunakan injeksi pinisilin-G dan dioleskan salep
oksitetrasiklin (Daud, 2015:50). Kandungan tanin pada getah pisang kepok
merupakan pigmen warna alami dalam pewarnaan batik (Kwartiningsih dkk.,
2010:5; Fatikha). Getah pelepah pisang mengandung tanin dan asam galat. Ekstrak
pelepah pisang kepok mengandung tanin, saponin dan flavonoid. Saponin dengan
glikosida memiliki sifat sama, menghasilkan buih ketika dimasukkan kedalam air.
Senyawa ini memiliki aktivitas antibiotik tinggi yang membantu dalam proses
penyembuhan luka, dimana tegangan permukaan sel dari bakteri menurun yang
akan meningkatkan permeabelitas sehingga komponen ontraseluler keluar karena
4

kebocoran sel. Flavonoid anti-inflamasi bekerja dengan inflamasi seperti limfosit,


monosit, natural killer sel, neutrophil, dan makrofag. Selain sebagai pigmen warna,
tanin merupakan senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan kuat dan
juga anti inflamasi. Senyawa tanin membentuk lapisan pelindung mencegah
terjadinya infeksi kembali pada kulit (Ashook, 2012 dalam Ananta, 2020:336-337).
2.3 Zat Warna Alami Getah Bonggol Pisang Kepok
2.2.1 Tanin
Tanin secara umum didefinisikan sebagai senyawa polifenol dan dapat membentuk
kompleks dengan protein membentuk kopolimer yang tidak larut dalam air
(Mabruroh, 2015:11). Tanin termasuk senyawa polifenol kompleks yang dapat larut
di dalam berbagai pelarut polar seperti aquadest, etanol, metanol, dan aseton
(Kristianto, 2013 dalam Iriany dkk., 2017:52). Tanin mengendapkan alkaloid,
merkuri klorida dan logam berat. Membentuk larutan biru tua atau hitam dengan
larutan ferri, larutannya dalam basa bergerak menyerap dengan oksigen. Tanin
merupakan pigmen pewarna alami berupa zat berwarna coklat (Paryanto dan
Pranoto, 2015:40). Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder yang
diketahui mampu memberi kasiat diantaranya diantaranya sebagai astrigen,
Kantidiare, dan antibakteri dan antioksidan (Mubaroh,2015). Tanin merupakan
suatu senyawa polifenol yang memiliki berat molekul besar yang terdiri dari gugus
hidroksi dan karboksil (Mabruroh, 2015:28). Tanin selain berfungsi sebagai agen
defaunasi, juga berfungsi memproteksi protein pakan. Tanin mempunyai
kelemahan dalm fungsi sebagai defaunasi karena gugus fenol pada tanin juga
mempunyai sifat anti bakteri (Wahyuni dkk., 2014:116). Sehingga dapat di
simpulkan tanin dari getah pohon pisang aman dijadikan pewarna, apalagi untuk
pewarna rambut.
Secara kimia tanin terbagi menjadi dua jenis yaitu tanin terkondensasi dan tanin
terhidrolisis (Hovart, 1981 dalam Mubaraoh, 2015:28; Sa’adah, 2010). Tanin
terhidrolisis mengandung ikatan ester yang dapat terhidrolisis jika didihkan dalam
asam klorida encer. Tanin terkondensasi merupakan senyawa tidak berwarna yang
terdapat pada seluruh dunia tumbuhan tetapi terutama pada tumbuhan berkayu
(Sa’adah, 2010). Tanin terhidrolisis terbagi menjadi dua yakni gallotanin dan
ellagitanin. Sifat kimia gallatonin salah satunya berwarna coklat jika terkena cahaya
(Sa’adah, 2010). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanin pada getah pohon pisang
merupakan tanin terhidrolisis. Zat warna tanin dengan pelarut pengekstrak air, zat
warna tanmalanggin tidak larut. Tetapi, akan larut dengan pelarut etanol, aseton dan
n-heksana, dengan waktu relatif lama (Putra dkk., 2014:117). Senyawa golongan
flavonoid cenderung menyerap sinar ultra violet-visibel di wilayah panjang
gelombang 200-300 nm (Silverstein dkk., 1991 dalam Putra dkk., 2014).
2.2.2 Peran Tanin dan Flavonoid pada Rambut
Tanin merupakan pigmen pewarna alami berupa zat berwarna coklat (Paryanto dan
Pranoto, 2015:40). Tanin berperan sebagai pigmen warna coklat pada getah pohon
pisang kepok. Bahkan getah pisang kepok merupakan pigmen warna alami dalam
5

pewarnaan batik (Kwartiningsih dkk., 2010:5). Pewarna alami akan aman jika di
terapkan pada rambut berbeda dengan pewarna sintetik di masyarakat. Pewarna
rambut sintetik diperbolehkan penggunaannya tetapi dengan batas kadar tertentu,
sedangkan jika bahan pewarna sintetik digunakan terus menerus dalam jangka
waktu yang lama dan dengan kadar yang berlebihan, maka akan dapat
menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan seperti kerusakan jaringan otak,
iritasi kulit kepala, kerusakan organ tertentu seperti ginjal, hati, gangguan
teratogenik, karsinogenik, dan gangguan mutagenik (Depkes RI, 1985 dalam Zaky
dkk., 2020:130). Getah bonggol pisang yang masih segar berwarna putih dan bila
sudah terkontaminasi dengan udara beberapa waktu warnanya menjadi coklat muda
karena mengandung pigmen tanin (Von Losecke, 1950 dalam Daud, 2015:49).
Ketika pakaian yang terkena getah pisang akan berubah menjadi cokelat dan akan
sulit hilang. Getah bonggol pisang kepok menempel pada pakaian akan
memberikan noda coklat muda yang awet, dicuci dengan detergen kualitas unggul
pun tidak akan hilang terlebih bila getah tersebut sudah terlanjur kering (Paryanto
dan Pranoto, 2015:40). Sehingga jika di terapkan untuk pewarna rambut akan
memberikan warna coklat jika telah terkontaminasi dengan udara.
Tanin memiliki sifat sebagai anti bakteri. Senyawa tanin membentuk lapisan
pelindung mencegah terjadinya infeksi kembali pada kulit (Ashook, 2012 dalam
Ananta, 2020:336-337). Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder yang
diketahui mampu memberi kasiat diantaranya diantaranya sebagai astrigen,
Kantidiare, dan antibakteri dan antioksidan (Mubaroh, 2015). Sehingga jika
penerapan getah pohon pisang sebagai pewarna rambut mengenai kulit kepala tidak
akan memperparah kulit kepala yang terluka justru akan mengobati kulit kepala
yang terluka. Selain itu, tanin berfungsi sebagai agen defaunasi. Namun, tanin
sebagai agen defaunasi memiliki kelemahan dalam fungsinya karena gugus fenol
pada tanin juga mempunyai sifat anti bakteri. (Wahyuni dkk., 2014:116). Flavonoid
banyak diteliti karena manfaatnya bagi kesehatan. Setiap tanamanbiasanya
menghasilkan flavonoid yang berbeda. Manfaat flavonoid salah satunya untuk
membentengi tubuh dari serangan mikroorganisme. Selain itu juga memiliki fungsi
untuk memblokade terbentuknya prostaglandin penyebab nyeri, menstimulasi sel
darah putih, serta meningkatkan daya serang terhadap kuman (Perdana, 2013 dalam
Pangestika, 2017:11). Getah bonggolpisang bersifat mendinginkan. Zat tanin pada
getah batang semu pisang bersifat antiseptik (Budi dalam Pangestika, 2017:11).
6

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Penelitian ini akan dilakukan di Laboratorium Botani, Departemen Biologi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin,
Makassar, Laboratorium Kimia Organik, Departemen Kimia, Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar dan Laboratorium
fisika dasar, Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Hasanuddin, Makassar. Pengambilan sampel pisang kepok (Musa
paradisiaca L.) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Penelitian ini
dilaksanakan selama 4 (empat) bulan.
3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat gelas laboratorium (pyrex,
japan), spatula, sudip, cawan porselin, timbangan analitik, sendok tanduk,
viscometer, rotary evavorator, pg meter, gelas ukur, gelas kimia, lumping, batang
pengaduk, elas beker 100 ml, sarung tangan, wadah.
3.2.2 Bahan
Bahan yang digunakan pada penelitian adalah getah bonggol pisang kapok (Musa
paradisiaca L.), etanol 96%, pirogalol, xanthan gum, puirified water, rambut uban,
shampoo.
3.3 Prosedur Penelitian
Kami akan melakukan penelitian dengan 2 metode yaitu luring dan daring. Dimana
luring untuk mengambil, menguji dan meneliti sampel getah bonggol pisang kepok
dengan tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan. Dan kami akan
melakukan metode daring untuk pembahasan, membuat laporan kemajuan, laporan
akhir juga artikel ilmiah.
3.3.1 Determinasi
Bahan penelitian ini adalah getah dari pohon pisang kepok (Musa paradisiaca L.)
yang diambil di Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. Getah diambil
dengan memotong bagian bonggol pisang kecil-kecil yang kemudian akan dibawa
ke lab untuk tahap berikutnya.
3.3.2 Pembuatan Ekstrak
Dalam proses ekstrak ini pertama melakukan kalibrasi gelas beker 100 ml,
kemudian dilarutkan ekstrak getah pisang menggunakan purified water. Agar
terbentuk basis gel dan homogen dikembangkan xanthan gum dalam lumping dan
diaduk perlahan. Selanjutnya dicampurkan pirogalol dan ekstrak etanol 96% getah
bonggol pisang kedalam lumping hingga homogen, kemudian ditambahkan
purified water sebanyak 50 ml. Dimasukkan campuran pirogalol dengan estrak
etanol 96% getah bonggol pisang kedalam basis gel xanthan gum yang telah dibuat,
dicampur hingga semua bahan homogen, kemudian dipindahkan kedalam gelas
beker hingga 100 ml.
7

Langkah awal yang dilakukan dengan membuat serbuk simplisia getah bonggol
pisang kemudian mengekstraksi maserasi menggunkan etanol 96%. Kemudian
hasil ekstrak dipekatkan dengan rotary evavorator sampai didapatkan ekstrak
kental, kemudian melakukan frezee drying untuk didapatkan ekstrak kering.
3.3.3 Pembuatan Formula
Pemilihan formula sendiri didasarkan pada formula standar yang terdapat pada
formularium Kosmetika Indonesia (Zaky dkk., 2020). Berdasarkan formula
tersebut, maka kami membuat formula ekstrak getah bonggol pisang yaitu:
Tabel 2.1 formula ekstrak getah bonggol pisang
Komposisi Formula Fungsi
F1 F2 F3 F4
Ekstrak getah bonggol 0% 15% 30% 45% Pewarna alami
pisang
priogalol 0,5% 0,5% 0,5% 0,5% Pembangkit
warna
Xanthan gum 1% 1% 1% 1% pengental
Purified water add 100 ml 100 ml 100 ml 100 ml pelarut
Keterangan:
Formula 1 : konsentrasi ekstrak etanol 96% getah bonggol pisang 0%
Formula 2 : konsentrasi ekstrak etanol 96% getah bonggol pisang 15%
Formula 3 : konsentrasi ekstrak etanol 96% getah bonggol pisang 30%
Formula 4 : konsentrasi ekstrak etanol 96% getah bonggol pisang 45%
3.4 Penentuan Evaluasi Fisik Sediaan Pewarna Rambut
a. Organoleptik
Dimana pewarna rambut ini diperiksa melalui beberapa indra seperti
penciuman, warna (penglihatan) dan bentuk sediaan yang dihasilkan (Endang
dkk., 2014 dalam Zaky dkk., 2020).
b. Uji pH
Dilakukan pengukuran terhadap pH dengan Ph meter karena Ph berpengaruh
terhadap kestbilan warna yang dihasilkan, dan pengujiannya dilakukan
selama 2 hari sekali selama 15 hari (Endang dkk., 2014 dalam Zaky dkk.,
2020).
c. Uji Iritasi
Pada uji ini menggunankan teknik uji temple terbuka pada lengan bawah
bagian dalam terhadap 10 orang penelis, dimana sediaan yang dibuat
dioleskan pada lokasi lekatan dengan luas sekitar 2,5x2,5 cm, dan dibiarkan
terbuka selama kurang lebih 12 jam dengan mengamati reaksi kulit yang
terjadi. Apabila terjadi gejala seperti kemerahan, gatal-gatal atau bengkak
pada kulit yang diberi perlakuan maka reaksi ini positif (Zaky dkk., 2020).
d. Uji Stabilitas warna yang dihasilkan
Pada uji ini rambut uban dicuci terlebih dahulu setelah dipotong kira-kira 5
cm dengan shampoo baby dan mengeringkannya, setelah itu rambut uban kita
8

masukkan kedalam campuran bahan pewarna rambut, merendamnya selama


1 sampai 4 jam. Setelah 1 jam, rambut uban tersebut dikeluarkan dan
mencucinya, mengeringkan, dan memisahkannya. Demikian pula untuk
rambut 2 jam, 3 jam, dan 4 jam. Kemudian menagamati warna yang terbentuk
sesuai waktu perendaman (Endang dkk., 2014 dalam Zaky dkk., 2020).
e. Uji stabilitas warna terhadap pencucian
Rambut uban yang telah diberikan sediaan gel pewarna rambut dengan
direndam 4 jam kemudian mencucinya dengan menggunakan 1 tetes shampoo
dan mengeringkannya. Rambut uban ini dicuci setiap 2 hari sekali selama 1
bulan dengan mengamatinya setelah beberapa kali pencucian apakah terjadi
perubahan warna (Endang dkk., 2014 dalam Zaky dkk., 2020).
f. Uji stabilitas warna terhadap matahari
Uji ini untuk mengetahui stabilitas warna yang dihasilkan terhadap pengaruh
paparan sinar matahari, dengan prosedur yaitu membilas bersih rambut uban
yang telah direndam dengan pewarna rambut, selanjutnya membiarkan
rambut tersebut terkena sinar matahari langsung selama 5 jam 10.00 sampai
15.00 WIB. Setelah itu mengamati apakah terjadi perubahan warnan (Endang
dkk., 2014 dalam Zaky dkk., 2020).
g. Uji viskositas
Pada uji ini kita melakukan pengukuran viskositas dengan menggunakan
viskometer Lay Rheology Spendel L4 dengan kecepatan 50 rpm (Zaky dkk.,
2020).
h. Uji kesukaan
Perlakuan ini dilakukan untuk mengetahui dari tingkat ketahanan warna dan
tingkat kesukaan konsumen sebelum memasarkannya. Cara mengujinya
dengan melihat warna dari 4 konsentrasi kemudian menentukan nilai
kesukaannya untuk setiap sediaan dengan mencari hasil rata-rata pada setiap
panelis (Surbakti, 2018 dalam Zaky dkk., 2020).
3.5 Analisis Data
Pada penelitian ini dilakukan analisis data deskriptif dengan menggambarkan data
secara ilmiah dalam bentuk tabel, grafik atau presentasi.
9

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya


Tabel 4.1 Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya
No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1 Perlengkapan yang diperlukan 2.535.000
2 Bahan habis Pakai 2.870.000
3 Perjalanan dalam kota 300.000
4 Lain-lain 2.800.000
Jumlah 8.505.000

4.2 Jadwal kegiatan


Tabel 4.2 Jadwal kegiatan
No Jenis kegiatan Bulan Person Penanggung
jawab
1 2 3 4

1 Preparasi Alat, Bersama


pengambilan sampel,
pembuatan ekstrak, dan
pembuatan formula
2 Organoleptik, uji pH, uji Bersama
iritasi, uji stabilitas
warna yang dihasilkan,
uji stabilitas warna
terhadap sinar matahari,
uji stabilitas warna
terhadap pencucian, uji
viskositas, uji kesukaan.
3 Analisis data Bersama
4 Penyusunan Jurnal & Bersama
Submit Jurnal
5 Laporan Akhir Bersama
10

DAFTAR PUSTAKA

Ananta, G.A.P.Y.V. 2020. Potensi Batang Pisang (Musa paradisiaca L.). Jurnal
Kesehatan Sandi Husada. 11 (1): 334-340.
Azizah, R dan Artanti, A.N. 2019. Uji Antibakteri Ekstrak dan Getah Pelepah serta
Bonggol Pisang Kepok Kuning (Musa paradisiaca Linn.) terhadap Bakteri
Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumonie dengan Metode Difusi
Agar. Jurnal of Pharmaceutical Science and Clinical Research. 1 (1):29-38
Berlin, S.W., Linda, R., Mukarlina. 2017. Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Bahan
Pewarna Alami oleh Suku Dayak Bidayuh Di Desa Kenaman Kecamatan
Sekayam Kabupaten Sanggau. Protobiont. 6 (3): 303-309.
Daud, R. 2015. Pengaruh Penggunaan Getah Batang Pisang Kepok (Musa
paradisiaca forma typica terhadap Penyembuhan Luka pada Anjing Lokal
(Canis familiaris). Jurnal Medika veterinaria. 9 (1): 48-50.
Iriany, Pandingan, F., Eka, C. 2017. Ekstrak Tanin dari Kulit Kayu Akasia dengan
Menggunakan Microwave: Pengaruh Daya Microwave, Waktu Ekstraksi
dan Jenis Pelarut. Jurnal Teknik Kimia USU. 6 (3): 52-57.
Kwartiningsih, E., Andani, A., Budiastuti, S., Nugroho, A., Rahmawati, F. 2010.
Pemanfaatan Getah Berbagai Jenis dan Bagian dari Pohon Pisang sebagai
Zat Pewarna Alam Tekstil. Ekuilbrium. 9 (1): 5-10.
Pangestika, R. 2017. Efektivitas Getah Batang Semu Pisang Ambon (Musa
acuinata) dan Getah Batang Semu Pisang Kepok (Musa balbisiana) pada
Penyembuhan Luka Bakar Mencit (Mus musculus). Skripsi. Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma. Yogyalarta.
Paryanto dan Pranoto, H.A. 2015. Zat Warna dari Getah Tangkai Daun Pisang
(Musa ssp.). Ekuilbrium. 14 (2): 39-43.
Putra, A.A.B., Bogoriani, N.W., Diantariani, N.P., Sumadewi, N.L.U. 2014.
Ekstraksi Zat Warna Alam dari Bonggol Tanaman Pisang (Musa paradisiaca
L.) dengan Metode Maserasi, Refluks, dan Sokletasi. Jurnal Kimia. 8 (1):
113-119.
Sa’adah, L. 2010. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Tanin dari Daun Belimbing
Wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi.
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Suarsa, I.W, Suarya, P., Kurniawati, I. 2011. Optimasi Jenis Pelarut dalam
Ekstraksi Zat Warna Alam dari Batang Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.
Cv kepok) dan Batang Pisang Susu (Musa paradisiaca L. Cv susu). Jurnal
Kimia. 5 (1): 72-80.
Syamsuddin, S.H. 2018. Efek Pemberian Getah Pohon Pisang Batu (Musa
brachycarpa) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aurus. Jurnal Biotek. 6
(1):112-118.
Wahyuni, I.M.D., Muktiani, A., Chritiyanto, M. 2014. Kecernaan Bahan Kering
dan Bahan Organik dan Degradibilitas Serat pada Pakan yang
Disuplementasi Tanin dan Saponin. Agripet. 14 (2): 115-124.
Zaky, M., Balqis, R. A., Pratiwi, D. 2020. Formulasi dan Uji Evaluasi Fisik Sediaan
Gel Ekstrak Etanol 96% Bunga Rosela (Hibiscus sabdarrifa L.) sebagau
Pewarna Rambut Alami. Jurnal Medika Hutama.1 (3): 129-138.
11

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pendamping


Biodata Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Musdalifah
2 Program Studi Biologi
3 Jenis Kelamin Perempuan
4 NIM H041191066
5 Tempat dan Tanggal Lahir Tur. Lappae, 17 April 2001
6 Alamat E-mail musdalifahserdin@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 082248546582
B. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
No Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu dan Tempat
1 - - -
2 - - -
3 - - -
C. Penghargaan Yang Pernah Diterima
No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun
1 - - -
2 - - -
3 - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyratan dalam pengajuan PKM-RE/PKM-RSH

Makassar, 27-02-2021
Ketua Tim

(Musdalifah)
12

Biodata Anggota 1
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Dzulfaida Rajasa
2 Program Studi Biologi
3 Jenis Kelamin Perempuan
4 NIM H041201050
5 Tempat dan Tanggal Lahir Wotu, Luwu Timur, 03 Juli 2002
6 Alamat E-mail dzulfaidarajasa@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 082291566343
B. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
No Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu dan Tempat
1 - - -
2 - - -
3 - - -
C. Penghargaan Yang Pernah Diterima
No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun
1 - - -
2 - - -
3 - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyratan dalam pengajuan PKM-RE/PKM-RSH

Makassar, 27-02-2021
Anggota Tim

(Dzulfaida Rajasa)
13

Biodata Anggota 2
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Yusniar
2 Program Studi Biologi
3 Jenis Kelamin Perempuan
4 NIM H041201062
5 Tempat dan Tanggal Lahir Maros, 06 Agustus 2002
6 Alamat E-mail yusniarnasir06@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085777370715
B. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
No Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu dan Tempat
1 - - -
2 - - -
3 - - -
C. Penghargaan Yang Pernah Diterima
No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun
1 - - -
2 - - -
3 - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyratan dalam pengajuan PKM-RE/PKM-RSH

Makassar, 27-02-2021
Anggota Tim

(Yusniar)
14

Biodata Dosen pendamping


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Andi Evi Erviani, S.Si., M.Sc
2 Program Studi Biologi
3 Jenis Kelamin Perempuan
4 NIP/NIDN 198503222012122002 / 0022038501
5 Tempat dan Tanggal Lahir Wajo, 22 Maret 1985
6 Alamat E-mail evierviani@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 081241270804
B. Riwayat Pendidikan
No Masuk Selesai
Pendidikan Sekolah/Universitas
(Tahun) (Tahun)
SDN. 200 Tempe
1 SD 1991 1997
(Kab. Wajo)

SLTP. Neg. 2 Sengkang


2 SLTP 1997 2000
(Kab.Wajo)

SMU. Neg. 2 Sengkang


3 SMU 2000 2003
(Kab. Wajo)
4 S1 Universitas Hasanuddin 2003 2008
5 S2 Universitas Gadjah Mada 2009 2011
C. Rekam Jejak Tri Dharma PT
Pendidikan/Pengajaran
No Nama Mata Kuliah Wajib/Pilihan SKS
1 Anatomi dan Hitologi Wajib 4
2 Biosistematika Hewan Wajib 4
3 Fisiologi Hewan Wajib 4
4 Biologi dan Kesehatan reproduksi Pilihan 2
5 Biologi Dasar Wajib 3
Penelitian
No Judul Penelitian Penyandang Dana Tahun
1 Analisis Multidrug Resistensi Terhadap Mandiri 2013
Antibiotik pada Salmonella typhi
dengan Teknik Multiplex PCR
2 Karakter Morfologi dan Substrat Mandiri 2015
Polychaeta Di Pantai Losari, Kota
Makassar Sulawesi Selatan
3 Trevally Of The Spermonde Mandiri 2016
Archipelago, South Sulawesi
15

4 Analysis and Phytochemical Screening Universitas 2017


of Perinereis aibuhitensis Extracts Hasanuddin
5 Title: The Potential for Probiotic Universitas 2018
Bacteria From Milkfish intestine in Hasanuddin
reducing mercury metals in skimmed
milk media
6 Analisis Rendemen dan Skrining Universitas 2019
Fitokimia Ekstrak cacing laut Eunice Hasanuddin
siciliensis
7 Title:The Potential of Seaworm Universitas 2019
Perinereis aibuhitensis Extract as Anti- Hasanuddin
microbe
Pengabdian Kepada masyarakat
Pendanaan
No Tahun Judul Pengabdian Sumber Jumlah
(Rp)
Ibm- Pelatihan Teknik Pengelolaan
Limbah Menjadi Vermikompos
2016 Dengan Memanfaatkan Cacing IbM-
1. 19 Juta
Tanah di Desa Sokkolia Kecamatan Dikti
Bontomarannu Kabupaten Gowa
(Anggota)
Ibm- Sosialisasi Pembuatan Kebun
2016 Wisata Pendidikan Biologi berbasis IbM-
2. 19 Juta
Masyarakat di TN Babul Kab. Unhas
Maros (Anggota)
Sosialisasi Pemanfaatan bahan
Alam; Potensi Cacing Laut sebagai
3 2017 Mandiri 1 Juta
Bahan Pangan Alternatif Kaya
Protein di Pulau Barrang Lompo,
Kota Makassar (Ketua)
Sosialisasi Pemanfaatan bahan
Alam; Potensi Cacing Laut sebagai
4 2017 Mandiri 2 Juta
Bahan Pangan Alternatif Kaya
Protein di Kelurahan Cina, Kec.
Pitumpanua, Kab. Wajo (Ketua)
16

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyratan dalam pengajuan PKM-RE/PKM-RSH.

Makassar, 27-02-2021
Dosen Pendamping

(Andi Evi Erviani, S.Si., M.Sc)


17

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Jenis Perlengkapan Volume Harga Satuan (Rp) Nilai
(Rp)
- Spatula 2 40.000 80.000
- Sudip 2 50.000 100.000
- Cawan porselin 5 25.000 100.000
- Timbangan Analitik 1 800.000 800.000
(Kapasitas 100 gram)
- Sendok tanduk 2 40.000 80.000
- pH meter 1 200.000 200.000
- Gelas ukur 50 mL 2 40.000 80.000
- Gelas kimia 200 mL 3 50.000 150.000
- Lumping 2 25.000 50.000
- Batang pengaduk 2 30.000 60.000
- Gelas beker 100 mL 2 80.000 160.000
- Sarung tangan 15 30.000 450.000
- Wadah 3 350.000 105.000
- Pisau 2 20.000 40.000
- Pulpen 4 20.000 80.000
SUB TOTAL (Rp) 2.535.000
2. Bahan Habis Pakai Volume Harga Satuan (Rp) Nilai
(Rp)
- Etanol 96% 1 Liter 300.000 300.000
- Pirogalol 3 100.000 300.000
- Xanthan gum 3 100.000 300.000
- Purified water 2 500.000 1.000.000
- Shampo 5 40.000 200.000
- Kertas 20 2.500 10.000
- Tisu 2 20.000 40.000
- Masker 100 5.000 500.000
- Hand sanitizer 200 ml 2 80.000 160.000
- Sunlight 2 30.000 60.000
SUB TOTAL (Rp) 2.870.000
3. Perjalanan Volume Harga Satuan (Rp) Nilai
(Rp)
- Keperluan Pembelian bahan 3 100.000 300.000

SUB TOTAL (Rp) 300.000


4. Lain-lain Volume Harga Satuan (Rp) Nilai
(Rp)
- Biaya publikasi 1 1.000.000 1.000.000
18

- Biaya sewa lab 3 500.000 1.500.000


- Biaya pemakaian pulsa 3 100.000 300.000
SUB TOTAL (Rp) 2.800.000

TOTAL 1+2+3+4 (Rp) 8.505.000


( Delapan juta lima ratus lima ribu rupiah)
19

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan pembagian Tugas


No Nama/NIM Program Bidang Alokasi Waktu Uraian tugas
Studi Keilmuan (jam/minggu)
1 Musdalifah / Biologi Biologi 8 jam Mengkoordinir&
H041191066 Bertanggung
(Ketua) Jawab Kegiatan
Penelitian
2 Dzulfaida Biologi Biologi 8 jam Pengambilan
Rajasa / Sampel dan
H041201050 Pengujian
(Anggota 1)
3 Yusniar / Biologi Biologi 8 jam Pengujian dan
H041201062 Pembahasan
(Anggota 2)
20

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI

Yang bertandatangan di bawah ini:


Nama : Musdalifah
NIM : H041191066
Program Studi : Biologi
Fakultas : Matematika dan Penegtahuan Alam

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-RE / PKM-RSH saya dengan judul
“Pewarna Alami Rambut berbasis Tanin Ekstrak Etanol Getah Bonggol
Pisang Kepok Musa paradisiaca” yang diusulkan untuk tahun anggaran 2021
adalah asli karya kami dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana
lain.Bilamana dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,
maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
mengembalikan seluruh biaya yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-
benarnya.

Makassar, 27-02-2021
Yang menyatakan,

Materai 10.000

(Musdalifah)
NIM. H041191066