Anda di halaman 1dari 24

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEWARNA ALAMI RAMBUT BERBASIS TANIN EKSTRAK ETANOL


GETAH BONGGOL PISANG KEPOK Musa paradisiaca

BIDANG KEGIATAN
PKM RISET

DIUSULKAN OLEH:

MUSDALIFAH : H041191066 (2019)


DZULFAIDA RAJASA : H041201050 (2020)
YUSNIAR : H041201062 (2020)
LENA AMALIA : H031191099 (2019)

UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2021
PENGESAHAN PROPOSAL PKM PENELITIAN EKSAKTA

1. Judul Kegiatan : Pewarna Alami Rambut berbasis


Tanin Ekstrak Etanol Getah Bonggol
Pisang Kepok Musa paradisiaca
2. Bidang Kegiatan : PKM-R
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Musdalifah
b. NIM : H041191066
c. Programs Studi : S1 Biologi
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Hasanuddin
e. Alamat Rumah dan No. Tel./HP : Jl. Poros Leworeng, Desa Tottong,
Kec. Donri-Donri, Kab. Soppeng
(082248546582)
f. Email : musdalifahmiserdin@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan /Penulis : Tiga orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Andi Evi Erviani, S.Si., M.Sc
b. NIDN : 0022038501
c. Alamat Rumah dan No. Tel/HP : Bumi Tamalanrea Permai (BTP)
Blok K. No. 269 Makassar
(0812 4127 0804)
6. Biaya Kegiatan Total
a. Kemristekdikti : Rp. 13.050.000
b. Sumber lain (sebutkan....) : -
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 Bulan
Makassar, 27-02-2021
Menyetujui
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni Ketua Pelaksana Kegiatan,
dan Kemitraan Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin,

(Dr. Andi Ilham Latunra, M. Si) (Musdalifah)


NIP. 196702071991031001 NIM. H041191066

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dosen Pendamping,


Alumni Universitas Hasanuddin,

(Prof. Dr. drg. A. Arsunan Arsin., M.Kes) (Andi Evi Erviani, S.Si., M.Sc)
NIP. 19621231 199103 1 178 NIDN 0022038501

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ........................................................................................... i


PENGESAHAN PROPOSAL PKM PENELITIAN EKSAKTA ........................... ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penelitian ......................................................................................... 2
1.5 Keutamaan Penelitian .................................................................................... 2
1.6 Luaran Penelitian ........................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................. 3
2.1 Getah Bonggol Pisang Kepok ...................................................................... 3
2.2 Kandungan Getah Bonggol Pisang Kepok ................................................... 4
2.3 Zat Warna Alami Getah Bonggol Pisang ...................................................... 4
2.3.1 Tanin ....................................................................................................... 4
2.3.2 Peran Tanin dan Flavonoid pada Rambut .............................................. 4
BAB 3 METODE PENELITIAN............................................................................ 6
3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan .................................................................... 6
3.2 Alat dan Bahan .............................................................................................. 6
3.2.1 Alat......................................................................................................... 6
3.2.2 Bahan ...................................................................................................... 6
3.3 Prosedur Penelitian ........................................................................................ 6
3.3.1 Determinasi ............................................ Error! Bookmark not defined.
3.3.2 Pembuatan Ekstrak ................................................................................. 6
3.3.3 Pembuatan Formula ................................................................................ 7
3.3.4 Penentuan Evaluasi Titik Sediaan Pewarna Rambut ............................. 7
3.4 Analisis Data ................................................................................................. 8
3.5 Alur Penelitian .............................................................................................. 8
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ....................................................... 9
4.1 Anggaran Biaya ............................................................................................. 9
4.2 Jadwal kegiatan ............................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 10
LAMPIRAN-LAMPIRAN.................................................................................... 11
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pendamping ....................... 11
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ...................................................... 18
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan pembagian Tugas ............ 20
Lampiran 4. Surat pernyataan Ketua pelaksana ................................................ 21

iii
1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pisang merupakan tumbuhan herba buah yang hidup di Indonesia dan
kawasan Asia Tenggara pada umumnya, kemudian menyebar ke berbagai Negara
seperti Amerika Tengah dan selatan juga Afrika (Kwartiningsih dkk., 2010). Selain
itu, negara kita merupakan negara tropis, dimana tanahnya sangat subur untuk dapat
ditanami berbagai jenis pisang yang berpotensi dalam membangun perekonomian
negara ini sebagai penghasil devisa (Yuliastuti, 2002 dalam Suarsa dkk., 2011). Ini
salah satunya juga dikarenakan seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan seperti
bagian buah, daun, batang dll (Anonim, 2010 dalam Paryanto dan pranoto, 2015).
Pada penelitian sebelumnya yang meneliti terkait penggunaan getah pisang kepok
kandungan tanin, sapoin, dan flavonoid. Dimana kandungan dari pisang kepok ini
sebagai anti inflamasi, antibiotik dan antioksidan kuat (Ananta, 2020).
Getah pisang ini terdiri dari air dan mineral yang mengandung gum atau
semacam perekat, dimana zat ini banyak terkandung di pelepah dan batang pisang.
Dan getah pisang yang masih segar berwarna putih dan apabila sudah
terkontaminasi dengan udara maka warnanya akan berubah menjadi coklat muda
karena mengandung tanin (Losecke, 1950 dalam Daud, 2015). Menurut Susanto,
(2016) dalam Syamsuddin, (2018) tanin pada getah pisang mempunyai manfaat
sebagai antiseptik. Selain itu, tanin ini juga berfungsi sebagai antioksidan kuat dan
anti inflamasi (Ananta, 2020). Dan tanin sendiri juga merupakan pigmen pewarna
coklat alami (Kwartiningsih dkk., 2010). Disamping itu, dalam sumber lain
menyebutkan bahwasanya pigmen penghasil warna adalah flavonoid. Sebagaimana
yang diungkapkan oleh Paryanto dan Pranoto, (2015) dalam tulisannya, jaringan
tumbuhan merupakan bagian yang mengandung pigmen dengan perbedaan pada
struktur kimianya sehingga banyak macamnya dan dapat berbentuk klorofil,
koatinoid, flavonoid, dan kuinon. Dan terdapat penelitian yang menjelaskan terkait
zat warna pada getah pisang ini, yaitu Putra dkk., (2014) berdasarkan uji fitokimia
pada bonggol pisang ini zat warna yang terkandung didalamnya adalah tanin dan
flavonoid yang mampu menyerap energi ultra violet-visibel optimum panjang
gelombang 200 sampai 400 nm.
Pada pewarna rambut umumnya menggunakan bahan sintesis sebagai bahan
aktifnya, dimana ini dapat menimbulkan efek samping pada kulit kepala juga
rambut. Sehingga mulai dikembangkan berbagai terobosan baru pewarna rambut
dari bahan alam (Sutriningsih dkk., 2017). Pewarna alami biasanya didapatkan di
tanaman pada bagian batang, daun, kulit batang, kulit buah, biji akar, dan bunga.
Selain itu, beberapa tanaman yang sudah dijadikan sebagai pewarna kosmetik
seperti urang aring, pacar air, kemiri, pacar cina, dan pisang (Berlin dkk., 2017).
Melihat akan potensi tanin dari kandungan getah bonggol pisang ini sebagai anti
bakteri dan inflamasi, sekaligus merupakan zat warna coklat yang sangat baik.
Sehingga apabila terkena kulit kepala tidak akan berbahaya, justru akan
2

menyembuhkan luka dan peradangan pada kulit kepala. Namun, menurut


pandangan kami pisang yang telah digunakan sebagai pewarna alami masih
menggunakan metode yang sangat sederhana dan hasilnya kurang efisien. Seperti
yang diungkapkan oleh Berlin dkk., (2017) batang pisang yang dipotong hingga
mengeluarkan getah kemudian didiamkan beberapa saat, dan langsung dapat
digunakan dengan menghasilkan warna hitam. Karenanya kelompok kami
berencana membuat sebuah penelitian untuk membuat pewarna rambut alami
berbentuk gel yang mudah diaplikasikan kerambut dengan warna coklat yang
menawan dari ekstrak getah bonggol pisang ini secara empirik dengan mematuhi
seluruh protokol kesehatan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah melalui formula etanol 96% dapat menghasilkan pewarna coklat
rambut yang baik dari getah bonggol pisang?
2. Bagaimana formula yang efektif untuk menghasilkan pewarna coklat
rambut yang baik dari getah bonggol pisang?
1.3 Tujuan Penelitian
Untuk melihat seberapa potensial getah bonggol pisang sebagai pewarna rambut
alami dengan adanya kandungan tanin dalam bentuk gel.
1.4 Manfaat Penelitian
Menghasilkan formula baru yang efektif dan optimal sebagai pewarna rambut
dari getah bonggol pisang, sehingga bisa menjadi terobosan baru peningkatan
nilai tambah limbah perkebunan.
1.5 Keutamaan Penelitian
1. Senyawa bioaktif pada pewarna rambut yang beredar dipasaran masih sintetik
sehingga berbahaya bagi kesehatan kulit kepala, rambut, maupun lingkungan.
Sehingga dibutuhkan kajian mendalam mengenai senyawa alami dari tumbuhan
sebagai pewarna alami
2. Getah bonggol pisang masih sangat berlimpah serta memiliki kandungan
tanin yang sangat bermanfaat juga penggunaanya sebagai produk yang masih
kurang.
1.6 Luaran Penelitian
Luaran yang akan dihasilkan dari penelitian ini adalah laporan kemajuan,
laporan akhir dan artikel ilmiah yang ter-sumbit di journal of cosmetic sciences
terindeks scopus.
3

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Getah Bonggol Pisang Kepok


Masyarakat umumnya menggunakan getah dari pohon pisang untuk
penyembuhan luka secara langsung. Pemanfaatan getah pisang digunakan oleh
masyarakat sebagai obat tradisional untuk mencegah peradangan dan penyembuhan
luka (Syamsuddin, 2018). Luka baru, bila diolesi dengan getah pisang maka
permukaan luka akan terlihat kering, perdarahan kapiler segera terhenti, dan waktu
peradangan diperpendek (Hartiningsih dan Santoso, 1990 dalam Daud, 2015).
Paryanto dan Pranoto, (2015) mengatakan bahwa dari sektor kesehatan getah
tanaman pisang dapat digunakan obat alternatif yang telah terbukti cukup ampuh.
Kandungan getah pisang kepok berperan juga dalam mempercepat pengeringan
luka dan juga sebagai anti bakteri. Sampel ekstrak dan getah pelepah serta bonggol
pisang kepok mampu menghambat perumbuhan ke dua bakteri Pseudomonas
aeruginosa dan Klebsiella, hal ini dibuktikan dengan terbentuknya daerah bebas
bakteri (zona bening) (Azizah dan Artanti, 2019). Di luar dari itu, pada pohon
pisang juga terdapat getah pisang. Getah pisang yang masih segar berwarna putih
dan bila terkontaminasi dengan udara beberapa waktu warnanya menjadi coklat
muda karena mengandung pigmen tanin (Von Losecke, 1950 dalam Daud, 2015).
Getah bonggol pisang kepok menempel pada pakaian akan memberikan noda coklat
muda yang awet, dicuci dengan detergen kualitas unggul pun tidak akan hilang
terlebih bila getah tersebut sudah terlanjur kering (Paryanto dan Pranoto, 2015).
2.2 Kandungan Getah Bonggol Pisang Kepok
Getah bonggol pisang kepok memiliki kandungan tanin, asam korbat,
flavoniod dan saponin. Asam askorbat berperan memperkuat dan mempercepat
pertumbuhan jaringan ikat, Flavonoid memperpendek waktu peradangan, dan tanin
pada getah berkhasiat sebagai antiseptik (Susanto, 2016 dalam Syamsuddin, 2018).
Dari sektro kesehatan getah pelepah pisang dapat digunakan dalam pengobatan
alternatif yang terbukti cukup ampuh (Paryanto dan Pranoto, 2015). Penggunaan
getah pelepah pisang kepok dapat menyembuhkan luka, sama halnya dengan proses
kesembuhan luka yang menggunakan injeksi pinisilin-G dan dioleskan salep
oksitetrasiklin (Daud, 2015).
Kandungan tanin pada getah pisang kepok merupakan pigmen warna alami
dalam pewarnaan batik (Kwartiningsih dkk., 2010). Getah pelepah pisang
mengandung tanin dan asam galat. Ekstrak pelepah pisang kepok mengandung
tanin, saponin dan flavonoid. Saponin dengan glikosida memiliki sifat sama,
menghasilkan buih ketika dimasukkan kedalam air. Flavonoid anti-inflamasi
bekerja dengan inflamasi seperti limfosit, monosit, natural killer sel, neutrophil, dan
makrofag. Selain sebagai pigmen warna, tanin merupakan senyawa flavonoid yang
berfungsi sebagai antioksidan kuat dan juga anti inflamasi. Senyawa tanin
membentuk lapisan pelindung mencegah terjadinya infeksi kembali pada kulit
(Ashook, 2012 dalam Ananta, 2020).
4

2.3 Zat Warna Alami Getah Bonggol Pisang Kepok


2.2.1 Tanin
Tanin secara umum didefinisikan sebagai senyawa polifenol dan dapat
membentuk kompleks dengan protein membentuk kopolimer yang tidak larut dalam
air (Mubaroh, 2015). Tanin termasuk senyawa polifenol kompleks yang dapat larut
di dalam berbagai pelarut polar seperti aquadest, etanol, metanol, dan aseton
(Kristianto, 2013 dalam Iriany dkk., 2017). Tanin mengendapkan alkaloid, merkuri
klorida dan logam berat. Membentuk larutan biru tua atau hitam dengan larutan
ferri, larutannya dalam basa bergerak menyerap dengan oksigen. Tanin merupakan
pigmen pewarna alami berupa zat berwarna coklat (Paryanto dan Pranoto, 2015).
Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder yang diketahui mampu
memberi kasiat diantaranya diantaranya sebagai astrigen, Kantidiare, dan
antibakteri dan antioksidan (Mubaroh,2015). Tanin merupakan suatu senyawa
polifenol yang memiliki berat molekul besar yang terdiri dari gugus hidroksi dan
karboksil (Mubaroh, 2015). Tanin selain berfungsi sebagai agen defaunasi, juga
berfungsi memproteksi protein pakan. Tanin mempunyai kelemahan dalm fungsi
sebagai defaunasi karena adanya gugus fenol pada tanin juga mempunyai sifat anti
bakteri (Wahyuni dkk., 2014).
Secara kimia tanin terbagi menjadi dua jenis yaitu tanin terkondensasi dan
tanin terhidrolisis (Hovart, 1981 dalam Mubaroh, 2015; Sa’adah, 2010). Tanin
terhidrolisis mengandung ikatan ester yang dapat terhidrolisis jika didihkan dalam
asam klorida encer. Tanin terkondensasi merupakan senyawa tidak berwarna yang
terdapat pada seluruh dunia tumbuhan tetapi terutama pada tumbuhan berkayu
(Sa’adah, 2010). Tanin terhidrolisis terbagi menjadi dua yakni gallotanin dan
ellagitanin. Sifat kimia gallatonin salah satunya berwarna coklat jika terkena cahaya
(Sa’adah, 2010). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanin pada getah pohon pisang
merupakan tanin terhidrolisis. Zat warna tanin dengan pelarut pengekstrak air, zat
warna tanmalanggin tidak larut. Tetapi, akan larut dengan pelarut etanol, aseton dan
n-heksana, dengan waktu relatif lama (Putra dkk., 2014). Senyawa golongan
flavonoid cenderung menyerap sinar ultra violet-visibel di wilayah panjang
gelombang 200-300 nm (Silverstein dkk., 1991 dalam Putra dkk., 2014).
2.2.2 Peran Tanin pada Rambut
Tanin merupakan pigmen pewarna alami berupa zat berwarna coklat
(Paryanto dan Pranoto, 2015). Tanin berperan sebagai pigmen warna coklat pada
getah pohon pisang kepok. Bahkan getah pisang kepok merupakan pigmen warna
alami dalam pewarnaan batik (Kwartiningsih dkk., 2010). Pewarna alami akan
aman jika di terapkan pada rambut berbeda dengan pewarna sintetik di masyarakat.
Pewarna rambut sintetik diperbolehkan penggunaannya tetapi dengan batas kadar
tertentu, sedangkan jika bahan pewarna sintetik digunakan terus menerus dalam
jangka waktu yang lama dengan kadar yang berlebihan, maka dapat menimbulkan
berbagai macam masalah kesehatan seperti kerusakan jaringan otak, iritasi kulit
kepala, kerusakan organ tertentu seperti ginjal, hati, gangguan teratogenik,
5

karsinogenik, dan gangguan mutagenik (Depkes RI, 1985 dalam Zaky dkk., 2020).
Getah bonggol pisang yang masih segar berwarna putih dan bila sudah
terkontaminasi dengan udara beberapa waktu warnanya menjadi coklat muda
karena mengandung pigmen tanin (Von Losecke, 1950 dalam Daud, 2015). Getah
bonggol pisang kepok menempel pada pakaian akan memberikan noda coklat muda
yang awet, dicuci dengan detergen kualitas unggul pun tidak akan hilang terlebih
bila getah tersebut sudah terlanjur kering (Paryanto dan Pranoto, 2015). Sehingga
jika di terapkan untuk pewarna rambut akan memberikan warna coklat jika telah
terkontaminasi dengan udara.
Tanin memiliki sifat antibakteri dengan membentuk lapisan pelindung
mencegah infeksi kembali pada kulit (Ashook, 2012 dalam Ananta, 2020). Tanin
merupakan senyawa aktif metabolit sekunder yang diketahui mampu memberi
kasiat diantaranya diantaranya sebagai astrigen, antidiare, dan antibakteri dan
antioksidan (Mubaroh, 2015). Sehingga jika penerapan getah pohon pisang sebagai
pewarna rambut mengenai kulit kepala tidak akan memperparah kulit kepala yang
terluka justru akan mengobati kulit kepala yang terluka. Selain itu, tanin berfungsi
sebagai agen defaunasi. Namun, tanin sebagai agen defaunasi memiliki kelemahan
dalam fungsinya karena gugus fenol pada tanin juga mempunyai sifat anti bakteri.
(Wahyuni dkk., 2014).
6

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Penelitian ini akan dilakukan di Laboratorium Biokimia, Departemen
Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin,
Makassar dan Laboratorium Fisika Dasar, Departemen Fisika Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar. Pengambilan
sampel pisang kepok (Musa paradisiaca L.) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi
Selatan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan.
3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah gelas laboratorium (pyrex,
japan), spatula, sudip, cawan porselin, timbangan analitik, sendok tanduk,
viskometer, rotary evavorator, pH meter, gelas ukur, gelas kimia, lumping, batang
pengaduk, gelas beker 100 ml, sarung tangan latex, wadah, pisau, dan spidol.
3.2.2 Bahan
Bahan yang digunakan pada penelitian adalah getah bonggol pisang kapok
(Musa paradisiaca L.), etanol 96%, pirogalol, xanthan gum, puirified water, rambut
uban, shampoo, kertas, tisu, masker, hand sanitizer 200 ml, alkohol 70% dan
sunlight.
3.3 Prosedur Penelitian
Kami akan melakukan penelitian ini dengan 2 metode yaitu luring dan
daring “blended”. Dimana luring untuk mengambil, menguji dan meneliti sampel
getah dengan mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci
tangan sebelum dan sesudah penelitian di lab. Dan kami akan melakukan metode
daring untuk pembahasan, membuat laporan kemajuan, laporan akhir juga artikel
ilmiah.
3.3.1 Determinasi
Bahan penelitian ini adalah getah dari pohon pisang kapok (Musa
paradisiaca L.) yang diambil di Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi
Selatan. Getah diambil dengan memotong bagian bonggol pisang kecil-kecil yang
kemudian akan dibawa ke lab untuk tahap berikutnya.
3.3.2 Pembuatan Ekstrak
Dalam proses ekstrak ini pertama kita melakukan kalibrasi gelas beker 100
ml, kemudian bonggol pisang dipotong kecil-kecil dan ditumbuk. Kemudian
dilarutkan ekstrak getah pisang menggunakan purified water. Agar terbentuk basis
gel dan homogen dikembangkan xanthan gum dalam lumpang dan diaduk perlahan.
Selanjutnya dicampurkan pirogalol dan ekstrak etanol 96% getah bonggol pisang
kedalam lumpang hingga homogen, kemudian ditambahkan purified water
sebanyak 50 ml. Dimasukkan campuran pirogalol dengan estrak etanol 96% getah
bonggol pisang kedalam basis gel xanthan gum yang telah dibuat, dicampur hingga
semua bahan homogen, kemudian dipindahkan kedalam gelas beker hingga 100 ml.
7

Pertama yang dilakukan ialah membuat serbuk simplisia getah bonggol pisang
kemudian mengekstraksi maserasi menggunkan etanol 96%. Kemudian hasil
ekstrak dipekatkan dengan rotary evavorator sampai didapatkan ekstrak kental,
kemudian melakukan freeze drying untuk didapatkan ekstrak kering.
3.3.3 Pembuatan Formula
Pemilihan formula sendiri didasarkan pada formula standar yang terdapat
pada formularium Kosmetika Indonesia (Zaky dkk., 2020). Berdasarkan formula
tersebut, maka kami membuat formula ekstrak getah bonggol pisang yaitu:
Tabel 2.1 formula ekstrak getah bonggol pisang
Komposisi Formula Fungsi
F1 F2 F3 F4
Ekstrak getah bonggol 0% 15% 30% 45% Pewarna alami
pisang
pirogalol 0,5% 0,5% 0,5% 0,5% Pembangkit
warna
Xanthan gum 1% 1% 1% 1% pengental
Purified water 100 ml 100 ml 100 ml 100 ml pelarut
3.3.4 Penentuan Evaluasi Fisik Sediaan Pewarna Rambut
Dalam penentuan ini, terdapat beberapa uji coba yang dapat dilakukan
seperti yang disebutkan oleh Zaky dkk., (2020):
a. Organoleptik, dimana pewarna rambut ini diperiksa melalui beberapa indra
seperti penciuman, warna (penglihatan) dan bentuk sediaan yang dihasilkan.
b. Uji pH, dilakukan pengukuran terhadap pH dengan pH meter karena pH
berpengaruh terhadap kestbilan warna yang dihasilkan, dan pengujiannya
dilakukan selama 2 hari sekali selama 15 hari.
c. Uji Iritasi, pada uji ini menggunankan teknik uji sampel terbuka pada lengan
bawah bagian dalam terhadap 10 orang penelis, dimana sediaan yang dibuat
dioleskan pada lokasi lekatan dengan luas sekitar 2,5x2,5 cm, dan dibiarkan
terbuka selama kurang lebih 12 jam dengan mengamati reaksi kulit yang
terjadi. Apabila terjadi gejala seperti kemerahan, gatal-gatal atau bengkak
pada kulit yang diberi perlakuan maka reaksi ini positif
d. Uji Stabilitas warna yang dihasilkan, pada uji ini rambut uban dicuci terlebih
dahulu setelah dipotong kira-kira 5 cm dengan shampoo dan
mengeringkannya, setelah itu rambut uban kita masukkan kedalam campuran
bahan pewarna rambut, merendamnya selama 1 sampi 4 jam. Setelah 1 jam,
rambut uban tersebut dikeluarkan dan mencucinya, mengeringkan, dan
memisahkannya. Demikian pula untuk rambut 2 jam, 3 jam, dan 4 jam.
Kemudian menagamati warna yang terbentuk sesuai waktu perendaman
e. Uji stabilitas warna terhadap pencucian, rambut uban yang telah diberikan
sediaan gel pewarna rambut dengan direndam 4 jam kemudian mencucinya
dengan menggunakan 1 tetes shampoo dan mengeringkannya. Rambut uban
ini dicuci setiap 2 hari sekali selama 1 bulan dengan mengamatinya setelah
8

beberapa kali pencucian apakah terjadi perubahan warna Uji stabilitas warna
terhadap matahari, uji ini untuk mengetahui stabilitas warna yang dihasilkan
terhadap pengaruh paparan sinar matahari, dengan prosedur yaitu membilas
bersih rambut uban yang telah direndam dengan pewarna rambut, selanjutnya
membiarkan rambut tersebut terkena sinar matahari langsung selama 5 jam
10.00 sampai 15.00 WIB. Setelah itu mengamati apakah terjadi perubahan
warnan.
f. Uji viskositas, pada uji ini kita melakukan pengukuran viskositas dengan
menggunakan viskometer Lay Rheology Spendel L4 dengan kecepatan 50
rpm.
g. Uji kesukaan, perlakuan ini dilakukan untuk mengetahui dari tingkat
ketahanan warna dan tingkat kesukaan konsumen sebelum memasarkannya.
Cara mengujinya dengan melihat warna dari 4 konsentrasi kemudian
menentukan nilai kesukaannya untuk setiap sediaan dengan mencari hasil
rata-rata pada setiap panelis.
3.4 Analisis Data
Pada penelitian ini dilakukan analisis data deskriptif dengan
menggambarkan data secara ilmiah dalam bentuk tabel, grafik atau presentasi.
3.5 Alur Penelitian

determinasi Getah bonggol pisang

Pembuatan ekstrak

Pembuatan formula 96% etanol

F1=0% F1=15% F1=30% F1=45%

Penentuan Evaluasi Fisik Sediaan Pewarna Rambut

Warna
Organoleptik pH Iritasi matahari
dihasilkan

viskositas pencucian kesukaan

Analisis data
9

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya


Tabel 4.1 Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya
No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1 Perlengkapan yang diperlukan 1.060.000
2 Bahan habis Pakai 3.540.000
3 Perjalanan dalam kota 100.000
4 Lain-lain 8.375.000
Jumlah 13.050.000

4.2 Jadwal kegiatan


Tabel 4.2 Jadwal kegiatan
No Jenis kegiatan Bulan Person Penanggung
jawab
1 2 3

1 Preparasi Alat, Bersama


pengambilan sampel,
pembuatan ekstrak, dan
pembuatan formula
2 Organoleptik, uji pH, uji Bersama
iritasi, uji stabilitas
warna yang dihasilkan,
uji stabilitas warna
terhadap sinar matahari,
uji stabilitas warna
terhadap pencucian, uji
viskositas, uji kesukaan.
3 Analisis data Bersama
10

DAFTAR PUSTAKA

Ananta, G.A.P.Y.V. 2020. Potensi Batang Pisang (Musa paradisiaca L.). Jurnal
Kesehatan Sandi Husada. 11 (1): 334-340.
Azizah, R dan Artanti, A.N. 2019. Uji Antibakteri Ekstrak dan Getah Pelepah serta
Bonggol Pisang Kepok Kuning (Musa paradisiaca Linn.) terhadap Bakteri
Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumonie dengan Metode Difusi
Agar. Jurnal of Pharmaceutical Science and Clinical Research. 1 (1):29-38
Berlin, S.W., Linda, R., Mukarlina. 2017. Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Bahan
Pewarna Alami oleh Suku Dayak Bidayuh Di Desa Kenaman Kecamatan
Sekayam Kabupaten Sanggau. Protobiont. 6 (3): 303-309.
Daud, R. 2015. Pengaruh Penggunaan Getah Batang Pisang Kepok (Musa
paradisiaca forma typica terhadap Penyembuhan Luka pada Anjing Lokal
(Canis familiaris). Jurnal Medika veterinaria. 9 (1): 48-50.
Iriany, Pandingan, F., Eka, C. 2017. Ekstrak Tanin dari Kulit Kayu Akasia dengan
Menggunakan Microwave: Pengaruh Daya Microwave, Waktu Ekstraksi
dan Jenis Pelarut. Jurnal Teknik Kimia USU. 6 (3): 52-57.
Kwartiningsih, E., Andani, A., Budiastuti, S., Nugroho, A., Rahmawati, F. 2010.
Pemanfaatan Getah Berbagai Jenis dan Bagian dari Pohon Pisang sebagai
Zat Pewarna Alam Tekstil. Ekuilbrium. 9 (1): 5-10.
Mubaroh, A.I. 2015. Uji Aktivitas Anti Oksidan Ekstrak Tanin dari Daun Rumput
Bambu (Laphatherum gracile Brogn) dan Identifikasinya. Skripsi. Fakultas
Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Malang.
Paryanto dan Pranoto, H.A. 2015. Zat Warna dari Getah Tangkai Daun Pisang
(Musa ssp.). Ekuilbrium. 14 (2): 39-43.
Putra, A.A.B., Bogoriani, N.W., Diantariani, N.P., Sumadewi, N.L.U. 2014.
Ekstraksi Zat Warna Alam dari Bonggol Tanaman Pisang (Musa paradisiaca
L.) dengan Metode Maserasi, Refluks, dan Sokletasi. Jurnal Kimia. 8 (1):
113-119.
Sa’adah, L. 2010. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Tanin dari Daun Belimbing
Wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi.
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Suarsa, I.W, Suarya, P., Kurniawati, I. 2011. Optimasi Jenis Pelarut dalam
Ekstraksi Zat Warna Alam dari Batang Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.
Cv kepok) dan Batang Pisang Susu (Musa paradisiaca L. Cv susu). Jurnal
Kimia. 5 (1): 72-80.
Syamsuddin, S.H. 2018. Efek Pemberian Getah Pohon Pisang Batu (Musa
brachycarpa) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aurus. Jurnal Biotek. 6
(1):112-118.
Sustriningsih, Sagala, Z., Meliana. 2017. Uji Efektivitas dan Uji Iritasi Gel Pewarna
Rambut dari Ekstrak Biji Buah Pepaya. Jurnal Muara.1 (1): 59-66.
Wahyuni, I.M.D., Muktiani, A., Chritiyanto, M. 2014. Kecernaan Bahan Kering
dan Bahan Organik dan Degradibilitas Serat pada Pakan yang
Disuplementasi Tanin dan Saponin. Agripet. 14 (2): 115-124.
Zaky, M., Balqis, R. A., Pratiwi, D. 2020. Formulasi dan Uji Evaluasi Fisik Sediaan
Gel Ekstrak Etanol 96% Bunga Rosela (Hibiscus sabdarrifa L.) sebagau
Pewarna Rambut Alami. Jurnal Medika Hutama.1 (3): 129-138.
11

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pendamping


Biodata Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Musdalifah
2 Program Studi Biologi
3 Jenis Kelamin Perempuan
4 NIM H041191066
5 Tempat dan Tanggal Lahir Tur. Lappae, 17 April 2001
6 Alamat E-mail musdalifahserdin@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 082248546582
B. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
No Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu dan Tempat
1 - - -
2 - - -
3 - - -
C. Penghargaan Yang Pernah Diterima
No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun
1 - - -
2 - - -
3 - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyratan dalam pengajuan PKM-RE/PKM-RSH

Makassar, 27-02-2021
Ketua Tim

(Musdalifah)
12

Biodata Anggota 1
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Dzulfaida Rajasa
2 Program Studi Biologi
3 Jenis Kelamin Perempuan
4 NIM H041201050
5 Tempat dan Tanggal Lahir Wotu, Luwu Timur, 03 Juli 2002
6 Alamat E-mail dzulfaidarajasa@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 082291566343
B. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
No Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu dan Tempat
1 - - -
2 - - -
3 - - -
C. Penghargaan Yang Pernah Diterima
No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun
1 - - -
2 - - -
3 - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyratan dalam pengajuan PKM-RE/PKM-RSH

Makassar, 27-02-2021
Anggota Tim

(Dzulfaida Rajasa)
13

Biodata Anggota 2
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Yusniar
2 Program Studi Biologi
3 Jenis Kelamin Perempuan
4 NIM H041201062
5 Tempat dan Tanggal Lahir Maros, 06 Agustus 2002
6 Alamat E-mail yusniarnasir06@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085777370715
B. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
No Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu dan Tempat
1 - - -
2 - - -
3 - - -
C. Penghargaan Yang Pernah Diterima
No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun
1 - - -
2 - - -
3 - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyratan dalam pengajuan PKM-RE/PKM-RSH

Makassar, 27-02-2021
Anggota Tim

(Yusniar)
14

Biodata Anggota 3
D. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Lena Amalia
2 Program Studi Kimia
3 Jenis Kelamin Perempuan
4 NIM H031191099
5 Tempat dan Tanggal Lahir Leworeng, 19 Oktober 2000
6 Alamat E-mail lenaamalia696@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 082190331529
E. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
No Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu dan Tempat
1 - - -
2 - - -
3 - - -
F. Penghargaan Yang Pernah Diterima
No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun
1 - - -
2 - - -
3 - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyratan dalam pengajuan PKM-RE/PKM-RSH

Makassar, 27-02-2021
Anggota Tim

(Lena Amalia)
15

Biodata Dosen pendamping


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Andi Evi Erviani, S.Si., M.Sc
2 Program Studi Biologi
3 Jenis Kelamin Perempuan
4 NIP/NIDN 198503222012122002 / 0022038501
5 Tempat dan Tanggal Lahir Wajo, 22 Maret 1985
6 Alamat E-mail evierviani@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 081241270804
B. Riwayat Pendidikan
No Masuk Selesai
Pendidikan Sekolah/Universitas
(Tahun) (Tahun)
SDN. 200 Tempe
1 SD 1991 1997
(Kab. Wajo)

SLTP. Neg. 2 Sengkang


2 SLTP 1997 2000
(Kab.Wajo)

SMU. Neg. 2 Sengkang


3 SMU 2000 2003
(Kab. Wajo)
4 S1 Universitas Hasanuddin 2003 2008
5 S2 Universitas Gadjah Mada 2009 2011
C. Rekam Jejak Tri Dharma PT
Pendidikan/Pengajaran
No Nama Mata Kuliah Wajib/Pilihan SKS
1 Anatomi dan Hitologi Wajib 4
2 Biosistematika Hewan Wajib 4
3 Fisiologi Hewan Wajib 4
4 Biologi dan Kesehatan reproduksi Pilihan 2
5 Biologi Dasar Wajib 3
Penelitian
No Judul Penelitian Penyandang Dana Tahun
1 Analisis Multidrug Resistensi Terhadap Mandiri 2013
Antibiotik pada Salmonella typhi
dengan Teknik Multiplex PCR
2 Karakter Morfologi dan Substrat Mandiri 2015
Polychaeta Di Pantai Losari, Kota
Makassar Sulawesi Selatan
3 Trevally Of The Spermonde Mandiri 2016
Archipelago, South Sulawesi
16

4 Analysis and Phytochemical Screening Universitas 2017


of Perinereis aibuhitensis Extracts Hasanuddin
5 Title: The Potential for Probiotic Universitas 2018
Bacteria From Milkfish intestine in Hasanuddin
reducing mercury metals in skimmed
milk media
6 Analisis Rendemen dan Skrining Universitas 2019
Fitokimia Ekstrak cacing laut Eunice Hasanuddin
siciliensis
7 Title:The Potential of Seaworm Universitas 2019
Perinereis aibuhitensis Extract as Anti- Hasanuddin
microbe
Pengabdian Kepada masyarakat
Pendanaan
No Tahun Judul Pengabdian Sumber Jumlah
(Rp)
Ibm- Pelatihan Teknik Pengelolaan
Limbah Menjadi Vermikompos
2016 Dengan Memanfaatkan Cacing IbM-
1. 19 Juta
Tanah di Desa Sokkolia Kecamatan Dikti
Bontomarannu Kabupaten Gowa
(Anggota)
Ibm- Sosialisasi Pembuatan Kebun
2016 Wisata Pendidikan Biologi berbasis IbM-
2. 19 Juta
Masyarakat di TN Babul Kab. Unhas
Maros (Anggota)
Sosialisasi Pemanfaatan bahan
Alam; Potensi Cacing Laut sebagai
3 2017 Mandiri 1 Juta
Bahan Pangan Alternatif Kaya
Protein di Pulau Barrang Lompo,
Kota Makassar (Ketua)
Sosialisasi Pemanfaatan bahan
Alam; Potensi Cacing Laut sebagai
4 2017 Mandiri 2 Juta
Bahan Pangan Alternatif Kaya
Protein di Kelurahan Cina, Kec.
Pitumpanua, Kab. Wajo (Ketua)
17

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyratan dalam pengajuan PKM-RE/PKM-RSH.

Makassar, 27-02-2021
Dosen Pendamping

(Andi Evi Erviani, S.Si., M.Sc)


18

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Jenis Perlengkapan Volume Harga Satuan (Rp) Nilai
(Rp)
- karung 2 buah 25.000 50.000
- Sarung tangan latex 60 buah 150.000 900.000
- Spidol 4 buah 5.000 20.000
- Wadah 3 buah 25.000 75.000
- Label 1 pacs 15.000 15.000
SUB TOTAL (Rp) 1.060.000
2. Bahan Habis Pakai Volume Harga Satuan (Rp) Nilai
(Rp)
- Etanol 96% 1 Liter 300.000 300.000
- Pirogalol 3 buah 100.000 300.000
- Xanthan gum 3 buah 100.000 300.000
- Purified water 2 buah 500.000 1.000.000
- Shampo 1 buah 40.000 40.000
- Kertas 40 250 10.000
lembar
- Tisu gulung 20 buah 10.000 200.000
- Masker 60 buah 5.000 500.000
- Hand sanitizer 200 ml 2 buah 80.000 160.000
- Sunlight 100 ml 2 buah 20.000 40.000
- Rambut 2 300.000 600.000
gulung
- Alkohol 70% 3L 30.000 90.000
SUB TOTAL (Rp) 3.540.000
3. Perjalanan Volume Harga Satuan (Rp) Nilai
(Rp)
- Keperluan Pembelian bahan 5 10.000 50.000
- Pengambilan sampel 5 10.000 50.000
SUB TOTAL (Rp) 100.000
4. Lain-lain Volume Harga Satuan (Rp) Nilai
(Rp)
- Biaya publikasi 1 1.000.000 1.000.000
- Biaya jasa layanan 3 700.000 2.100.000
intrumental
- Biaya sewa lab 2 1.000.000 2.000.000
- Biaya pemakaian pulsa 15 105.000 1.575.000
- Jasa uji coba sampel 10 20.000 200.000
- Festil 5 300.000 1.500.000
19

SUB TOTAL (Rp) 8.375.000

TOTAL 1+2+3+4 (Rp) 13.050.


000
(tiga belas juta lima puluh rupiah)
20

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan pembagian Tugas


No Nama/NIM Program Bidang Alokasi Uraian tugas
Studi Keilmuan Waktu
(jam/minggu)
1 Musdalifah / Biologi Biologi 8 jam Mengkoordinir
H041191066 dan
(Ketua) Bertanggung
Jawab Kegiatan
Penelitian
2 Dzulfaida Biologi Biologi 8 jam Pengambilan
Rajasa / dan Reparasi
H041201050 Sampel
(Anggota 1)
3 Yusniar / Biologi Biologi 8 jam Pengujian dan
H041201062 Analisis Sampel
(Anggota 2)
4 Lena Amalia Kimia Kimia 8 jam Pembahasan
/H3031191099
(Anggota 3)
21

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertandatangan di bawah ini:


Nama : Musdalifah
NIM : H041191066
Program Studi : Biologi
Fakultas : Matematika dan Pengetahuan Alam

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-RE / PKM-RSH saya dengan judul
“Pewarna Alami Rambut berbasis Tanin Ekstrak Etanol Getah Bonggol
Pisang Kepok Musa paradisiaca” yang diusulkan untuk tahun anggaran 2021
adalah asli karya kami dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana
lain. Bilamana dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,
maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
mengembalikan seluruh biaya yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-
benarnya.

Makassar, 27-02-2021
Yang menyatakan,

Materai 10.000

(Musdalifah)
NIM. H041191066