Nama : Nanda Kencana Dwi Pangesti
Kelas : Farmasi Ekstensi Semester III
NIM : 1813420
FARMASI FISIKA
Farmasi Fisika : suatu ilmu yang menggabungkan antara ilmu Fisika dengan ilmu Farmasi. Ilmu
Fisika mempelajari tentang sifat-sifat fisika suatu zat baik berupa sifat molekul maupun tentang sifat
turunan suatu zat. Sedangkan ilmu Farmasi adalah ilmu tentang obat-obat yang mempelajari cara
membuat, memformulasi senyawa obat menjadi sebuah sediaan jadi yang dapat beredar di pasaran.
Farmasi Fisika menghasilkan suatu sediaan farmasi yang berstandar baik, berefek baik, dan
mempunyai kestabilan yang baik pula.
Tujuan umum: mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan cara pengujian sediaan obat
berdasarkan sifat fisika molekul obat.
Tujuan khusus: mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan dasar-dasar Fisika Farmasi serta
mampu menjelaskan sifat fisik molekul obat. Untuk mencapai tujuan ini maka sebelum mengambil
mata kuliah Fisika Farmasi, mahasiswa diharapkan telah memahami mata kuliah Fisika.
FARMASI FISIKA
Terdiri dari dua kata “Farmasi” dan “Fisika”, maka melibatkan dua bidang ilmu yaitu : keFarmasian
(bentuk dan sifat sediaan obat) Fisika
Farmasi Fisika yaitu kajian atau cabang ilmu hubungan antara fisika (sifat-sifat Fisika) dengan
kefarmasian (sediaan Farmasi, farmakokinetik , serta farmakodinamiknya) yang mempelajari
tentang analisis kualitatif serta kuantitatif senyawa organik dan anorganik yang berhubungan
dengan sifat fisikanya serta menganalisis pembuatan dan pengujian hasil akhir dari sediaan obat.
Ilmu Farmasi Fisika atau yang dinamakan juga Ilmu Farmasi Teoritik : mempelajari kaidah-kaidah
kimia fisika secara kuantitatif dan teoritik untuk diterapkan dalam praktek kefarmasian.
Kimia Fisika : Ilmu Pengetahuan yang melakukan studi tentang sifat-sifat fisika dan struktur zat
yang berhubungan dengan hukum-hukum interaksi kimiawi dan teori-teori yang melandasi hukum-
hukum tersebut.
Pengetahuan Farmasi Fisika : Seorang Farmasis akan dapat meramalkan kelarutan, stabilitas,
kecepatan absorpsi serta lamanya aksi obat yang dibuat atau akan dibuatnya. Selain itu dapat
mengembangkan obat-obat baru dan bentuk-bentuk sediaan obat serta memperbaiki berbagai cara
pemakaian obat.
HUBUNGAN DUNIA FARMASI DENGAN ILMU FISIKA
Hubungannya bahwa Ilmu farmasi tidak bisa berdiri sendiri, melainkan ilmu gabungan dari
berbagai bidang ilmu, diantaranya: ilmu kimia, ilmu biologi (manusia, hewan, dan tumbuhan),
matematika, dsb. Maka dari itu ada yang mengatakan bahwa farmasi adalah seni.
Hubungannya dengan fisika yaitu, bahwa senyawa obat memiliki sifat fisika yang berbeda antara
yang satu dengan yang lainnya > sifat-sifat fisika ini akan sangat memengaruhi cara pembuatan
dan cara formulasi sediaan obat, yang pada akhirnya akan memengaruhi efek pengobatan dari obat
serta kestabilan dari sebuah sediaan obat.
SIFAT-SIFAT FISIKA ZAT ATAU SENYAWA OBAT
a. Massa jenis
b. Indeks bias
c. Rotasi optik
d. Kelarutan
e. Titik leleh
f. Titik didih
g. pH
h. dll
PERANAN ILMU FISIKA FARMASI
1. Farmasi Fisika mempelajari sifat-sifat zat aktif dan excipient (bahan pembantu) agar dapat
dikombinasikan sehingga menjadi suatu sediaan farmasi yang aman, berkhasiat, dan berkualitas.
2. Farmasi Fisika mempelajari cara pengujian sifat molekul zat obat agar memastikan tingkat
kemurnian senyawa tersebut sehingga senyawa yang akan diformulasi, benarbenar dipastikan asli
dan murni.
3. Farmasi Fisika mempelajari kestabilan fisis sediaan farmasi yang akan beredar di pasaran. Hal ini
memastikan agar sediaan tersebut dapat bertahan lama dalam jangka waktu tertentu, tanpa
mengubah keefektifan efek zat tersebut.
TETAPAN
Tetapan = Konstanta = besaran dengan nilai yang tetap > biasanya berupa bilangan
Tetapan dalam Fisika. yaitu :
BOBOT JENIS
Adalah perbandingan relatif antara massa jenis sebuah zat dengan massa jenis air murni pada volume
yang sama yang ditimbang pada suhu yang sama Bobot jenis / berat jenis tidak mempunyai satuan.
DENSITAS/MASSA JENIS
Adalah perbandingan massa dengan volume pada temperatur dan tekanan tertentu.
Dinyatakan dalam sistem cgs : g/cm3 Air murni bermassa jenis 1 g/cm3 atau 1000 kg/m3
Rumus : ρ = m / v m = massa, v = volume
PIKNOMETER
VISKOSITAS
Adalah sebuah ukuran kekentalan suatu zat cair
Kekentalan merupakan sifat cairan yang berhubungan erat dengan hambatan untuk mengalir Contoh
air mempunyai viskositas yang lebih rendah dibandingkan dengan minyak.
Indeks kekentalan atau indeks viskositas adalah perubahan nilai viskositas akibat adanya perubahan
temperatur, ini diakibatkan adanya perubahan ikatan molekul yang menyusun fluid tersebut
Perubahan tersebut tergantung pada sifat fisika maupun kimia fluid tersebut
Kekentalan langsung menggunakan cairan pembanding yang telah diketahui
Rumus : t air x d air
ɳ cairan = ɳ air ____________
t cairan x d cairan
ɳ cairan dapat ditetapkan dengan viskometer
Keterangan :
ɳ air : kekentalan air pada suhu penetapan
ɳ cairan : kekentalan cairan pada suhu penetapan
t air : waktu alir (detik)
t cairan : waktu alir (detik)
d air : berat jenis air (g/ml)
d cairan : berat jenis cairan (g/ml)
VISKOMETER
1. Viskometer Ostwald
Untuk mengkalibrasi viskometer Ostwald adalah dengan air yang sudah diketahui tingkat
viskositasnya. Cara penggunaannya adalah :
a. Pergunakan viskometer yang sudah bersih.
b. Pipetkan cairan ke dalam viskometer dengan menggunakan pipet.
c. Lalu hisap cairan dengan menggunakan pushball sampai melewati
2 batas.
d. Siapkan stopwatch , kendurkan cairan sampai batas pertama lalu mulai penghitungan.
e. Catat hasil, Dan lakukan penghitungan dengan rumus.
f. Usahakan saat melakukan penghitungan kita menggenggam di lengan yang tidak berisi cairan.
2. Viskometer Bola Jatuh (Hoppler)
Cara penggunaannya adalah :
a. Ukur diameter bola
b. Timbang massa bola
c. Ukur panjang tabung viskometer dari batas atas - batas bawah
d. Tentukan massa jenis masing- masing cairan
e. Ukur temperatur alat viskositas Hoppler
f. Isi tabung dengan aquades dan dimasukkan bola
g. Pada saat bola di atas, stopwatch dihidupkan
h. Pada saat bola di bawah, stopwatch dimatikan
i. Catat waktu bola jatuh dari batas atas sampai batas bawah
j. Tabung dibalik k. Ulangi prosedur 3 – 6 sebanyak 3 kali berturut- turut, pada temperatur lain
dan cairan yang lain
STABILITAS
Stabilitas bahan obat merupakan tahap awal penentuan baik atau tidaknya bahan obat tersebut
untuk dibuat suatu sediaan, sehingga dapat digunakan secara aman. Banyak hasil degradasi bahan
obat yang dapat menimbulkan reaksi samping. Hasil degradasi tersebut yang paling sering dapat
menjadi senyawa inisiator pembentukan antigen adalah terjadinya reaksi anafilaksis atau reaksi
alergi. Beberapa diantara hasil degradasi tersebut bersifat sangat toksik. Oleh karena itu penentuan
stabilitas calon bahan obat sangat perlu dilakukan.
KEMURNIAN BAHAN
Kemurnian adalah ukuran banyaknya zat pengotor yang terdapat dalam suatu materi/bahan. Zat
pengotor ini dapat berasal dari proses pembuatannya atau terbawa dari lingkungannya dimana
materi/bahan tersebut berasal. Misalnya, debu, potongan kertas/kayu, minyak dan pengotor-
pengotor lain yang dapat terbawa dalam suatu produk selama proses pembuatannya didalam
pabrik. Ukuran kemurnian adalah sesuatu yang “relatif” dimana nilainya sangat bergantung dari
cara-cara/metode yang digunakan untuk mendeteksi adanya zat pengotor tersebut. Jadi tidak ada
suatu materi/bahan yang murni secara “mutlak” yang ada adalah nilai yang “negatif” terhadap
hasil uji yang tertentu, artinya suatu materi/bahan setelah dilakukan pengujian dengan cara tertentu
ternyata tidak memberikan adanya hasil.