LAPORAN PRAKTIKUM
PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH A,B, O, DAN RHESUS
METODE TABUNG
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Imunohematologi dan Bank
Darah
Dosen Pengampu Ririh Jatmi W., SST., M. Si
Oleh :
Erna Tri Prasetyawati
P1337434118086
D III TLM REG B/ SMT V
D III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2020
A. Judul = Pemeriksaan Golongan Darah ABO dan Rhesus Metode Tabung.
B. Pertemuan ke =5
C. Hari/ Tanggal = Kamis, 03 September 2020
D. Tujuan = 1.Untuk menentukan jenis golongan darah pada manusia.
2.Untuk menetapkan ada/tidaknya antigen pada sel darah merah (cell
grouping).
3.Untuk menentukan ada/tidaknya antibosi dalam serem/plasma
(serum grouping).
E. Metode = Tabung
F. Prinsip = Reaksi antigen bereaksi dengan antibody yang sejenis maka
akan terjadi suatu reaksi aglutinasi.
G. Dasar Teori
Gold Standar untuk pemeriksaan golongan darah menurut World Health
Organization (WHO, 2002) adalah dengan menggunakan metode tabung. Pemeriksaan
golongan darah menggunakan metode tabung ada dua cara, yaitu serum grouping dan cell
grouping. Cell grouping merupakan pemeriksaan golongan darah dengan cara sel darah
merah pasien diperiksa dengan serum yang antibodinya telah diketahui untuk menentukan
antigen pada sel eritrosit yang sedang diperiksa (WHO, 2013). Interpretasi dari hasil
pemeriksaan golongan darah metode tabung berupa derajat aglutinasi. Reaksi yang terjadi
antara antigen dan antibodi akan membentuk suatu ikatan ditandai dengan munculnya
aglutinasi. Reaksi aglutinasi terjadi jika antigen bertemu dengan antibodi yang sesuai.
Golongan darah merupakan pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan
ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah.
Secara umum darah memiliki 4 golongan yaitu: golongan darah A yang memiliki antigen
A dan antibodi B, golongan darah B yang memiliki antigen B dan antibodi A, golongan
darah O yang tidak memiliki antigen tetapi memiliki antibodi A dan B, dan golongan darah
AB yang memiliki antigen A dan B tetapi tidak memiliki antibodi (Yuni, 2015).
H. Alat dan Bahan
Alat:
a. Tabung reaksi
b. Pipet pasteur
c. Centrifuge
Bahan :
a. Reagen Anti-A
b. Reagen Anti-B
c. Reagen Anti-AB
d. Reagen Anti-D
e. Suspensi Sel suspensi 5%
f. Suspensi sel suspensi 40%
g. Test sel A,B, dan O
h. Serum
I. Cara Kerja
A. Pra Analitik
1. Memakai APD sesuai SOP
2. Menyiapkan alat dan bahan
B. Analitik
1. Siapkan contoh darah dengan antikoagulan yang akan diperiksa.
2. Lakukan pembuatan suspensi sel 5% dan 40%
3. Siapkan tabung reaksi yang bersih dan kering, beri indentitas pada bagian atas
tiaptiap tabung berturut-turut
4. Isi masing-masing tabung dengan :
a) Kotak 1 : 2 tetes anti-A + 1 tetes suspensi sel 5%
b) Kotak 2 : 2 tetes anti-B + 1 tetes suspensi sel 5%
c) Kotak 3 : 2 tetes anti-AB + 1 tetes suspensi sel 5%
d) Kotak 4 : 1 tetes test sel A + 2 tetes serum
e) Kotak 4 : 1 tetes test sel B + 2 tetes serum
f) Kotak 5 : 1 tetes test sel O + 2 tetes serum
g) Kotak 6 : 2 tetes anti-D + 1 tetes suspensi sel 40%
5. Kocok hingga tercampur rata dan centrifuge 1000 rpm selama 1 menit
6. Amati ada tidaknya aglutinasi
C. Post Analitik
1. Membuang limbah sesuai dengan tempatnya
2. Membersihkan meja kerja
3. Melepas APD
J. Hasil
Anti-A = Terjadi aglutinasi (+)
Anti-B = Terjadi aglutinasi (+)
Anti-AB = Terjadi aglutinasi (+)
Sel A = Tidak terjadi aglutinasi (-)
Sel B = Tidak terjadi aglutinasi (-)
Sel O = Tidak terjadi aglutinasi (-)
Anti-D = Terjadi aglutinasi (+)
K. Pembahasan
Pemeriksaan golongan darah ABO dilakukan untuk menentukan jenis golongan darah
pada manusia. Penentuan golongan darah ABO yang kami lakukan adalah dengan
menggunakan metode Tabung. Metode ini didasarkan pada prinsip reaksi aglutinasi antara
antigen dengan antibodi yang sejenis. Pada praktikum tersebut menggunakan 2 jenis
pemeriksaan golongan darah yaitu dengan metode cell grouping dan serum grouping.
Pada pemeriksaan golongan darah dengan jenis pemeriksaan cell grouping dilakukan
pencucian Sel Darah Merah (SDM) terlebih dahulu menggunakan larutan saline untuk
mendapatkan sel darah merah yang murni, selanjutnya dari hasil pencucian SDM tersebut
dibuat suspensi sel 5% dan 40% yang diencerkan menggunakan larutan saline. Setelah itu
dilakukan pemeriksaan golongan darah dengan mereaksikan sampel dengan anti-A,anti-B
dan anti-D untuk mengetahui rhesus. Sedangkan untuk pemeriksaan jenis serum grouping
sampel yang digunakan adalah serum. Setelah itu dilakukan pemeriksaan golongan darah
dengan mereaksikan sampel serum dengan test cell A,B dan O.
Dari hasil pemeriksaan golongan darah yang telah dilakukan, terjadi
aglutinasi/gumpalan pada sampel pemeriksaan cell grouping yang diberi reagen anti-A,
anti-B, dan anti-AB lalu dicentrifuge sedangkan pada pemeriksaan serum grouping pada
test cell A,B, dan O tidak terjadi aglutinasi setelah sampel dicentrifuge. Hal itu berarti
sampel yang digunakan mengandung antigen A dan B serta tidak mengandung antibodi,
hal ini berarti probandus memiliki golongan darah AB. Pada pemeriksaan rhesus dari
sampel darah yang digunakan dan ditambah dengan reagen anti-D terbentuk aglutinasi, hal
ini berarti sampel darah yang digunakan memiliki antigen Rhesus sehingga rhesus positif.
Sehingga hasil dari pemeriksaan golongan darah dan rhesus, probandus memiliki golongan
darah AB dengan rhesus positif atau AB+.
L. Simpulan
Dari praktikum pemeriksaan golongan darah dan rhesus metode Tabung probandus
memiliki golongan darah AB dengan rhesus positif atau AB+.
M. Daftar Pustaka
Khoodijah, Nur Muhjah dan Nurul Qomariyah. 2019. Derajat Aglutinasi Pemeriksaan
Golongan Darah Metode Cell Grouping Berdasarkan Tingkat Konsentrasi
Suspensi Sel. Jaringan Laboratorium Medis E-ISSN 2685-8495 Vol. 01 No.
01
Modul Praktikum Imunohematologi dan Bank Darah Poltekkes Semarang
N. Lampiran
• Pra Analitik
Analitik
• Hasil
Mengetahui, Semarang, 06 September 2020
Dosen Praktikan
Ririh Jatmi W, SST., M. Si Erna Tri P.