LP Defisit Perawatan Diri
LP Defisit Perawatan Diri
A. DEFENISI
Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi
kebutuhannya guna mempertahankan kehidupannya, kesehatan, dan kesejahteraan
sesuai dengan kondisi kesehatannya, klien dinyatakan terganggu keperawatan dirinya
jika tidak dapat melakukan perawatan diri (Dermawan & Rusdi, 2013).
Defisit perawatan diri adalah suatu kondisi pada seseorang yang mengalami
kelemahan kemampuan dalam melakukan atau melengkapi aktivitas perawatan diri
secara mandiri seperti mandi (hygiene), berpakaian/berhias, makan, dan BAB/BAK
(toileting) (Fitria,2012).
Defisit perawatan diri merupakan suatu kondisi pada seseorang yang
mengalami kelemahan kemampuan dalam melengkapi aktivitas perawatan diri secara
mandiri seperti mandi, berhias, makan dan BAK/BAB (Khaeriyah,2013).
Menurut Yusuf (2015) Defisit perwatan diri adalah suatu keadaan seseorang
mengalami kelainan dalam kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan
aktivitas kehidupan sehari-hari secara mandiri. Tidak ada keinginan untuk mandi
secara teratur, tidak menyisir rambut, pakaian kotor, bau badan, bau napas dan
penampilan tidak rapi.
Pasien gangguan jiwa akan mengalami kurangnya perawatan diri yang terjadi
akibat perubahan proses pikir sehingga aktivitas perawatan diri menurun. Personal
Higiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang
untuk kesejahteraan fisik dan psikis, kurang perawatan diri adalah kondisi dimana
seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya (Afnuhazi,
2015).
B. ETIOLOGI
Menurut Depkes (2000) dalam Mukhripah Damaiyanti (2014), penyebab kurang
perawatan diri adalah:
1. Faktor Predisposisi
a) Perkembangan : Keluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien
sehingga perkembangan inisiatif terganggu.
b) Biologis : Penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu
melakukan perawatan diri.
c) Kemampuan realitas turun : Klien dengan gangguan jiwa dengan
kemampuan realitas yang kurang menyebabkan ketidak pedulian dirinya
dan lingkungan termasuk perawatan diri.
d) Sosial : Kurang dukungan dan latihan kemampuan perawatan diri
lingkungan.Situasi lingkungan mempengaruhi latihan kemampuan dalam
perawatan diri.
2. Faktor Presipitasi
Yang merupakan faktor presipitasi defisit perawatan diri adalah kurang penurunan
motivasi, kerusakan kognisi atau perceptual, cemas, lelah/lemah yang dialami
individu sehingga menyebabkan individu kurang mampu melakukan perawatan
diri.
a. Pola perawatan diri seimbang : saat klien mendapatkan stresor dan mampu untuk
berprilaku adaptif, maka pola perawatan yang dilakukan klien seimbang, klien masih
melakukan perawatan diri.
b. Kadang perawatan diri kadang tidak: saat klien mendapatkan stresor kadang – kadang
klien tidak memperhatikan perawatan dirinya,
c. Tidak melakukan perawatan diri : klien mengatakan dia tidak peduli dan tidak bisa
melakukan perawatan saat stresor.
G. MEKANISME KOPING
1. Regresi
2. Penyangkalan
3. Isolasi sosial, menarik diri
4. Intelektualisasi
H. PENGKAJIAN
Data Primer (Subjektif) :
a. Klien mengatakan dirinya malas mandi
b. Klien mengatakan dirinya malas berdandan
c. Klien mengatakan ingin disuap makan
d. Klien mengatakan jarang membersihkan alat kelaminnya setelah BAK
maupun BAB
Data Sekunder (Objektif):
a. Ketidak mampuan mandi / membersihkan diri
b. Ketidak mampuan berpakaian/berhias
c. Ketidak mampuan makan secara mandiri
d. Ketidak mampuan BAB/BAK secara mandiri ditandai dengan BAB/BAK
tidak pada tempatnya, tidak membersihkan diri dengan baik setelah
BAB/BAK
I. POHON MASALAH
J. MASALAH KEPERAWATAN
a. Defisit perawatan diri
b. Harga diri rendah
c. Resiko tinggi isolasi sosial
K. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Menurut Heather (2015)
a. Defisit perawatan diri: mandi.
b. Defisit perawatan diri: berpakaian.
c. Defisit perawatan diri: makan.
d. Defisit perawatan diri: eliminasi.
L. INTERVENSI KEPERAWATAN
Menurut dermawan (2013), penatalaksanaan defisit perawatan diri dapat
dilakukan dengan pendekatan strategi pelaksanaan (SP). Strategi pelaksanaan tersebut
adalah :
1. SP 1 pasien :
a. Identifikasi masalah perawatan diri : kebersihan diri, berdandan,
makan/minum, BAB/BAK.
b. Jelaskan pentingnya kebersihan diri.
c. Jelaskan cara dan alat kebersihan diri.
d. Latih cara menjaga kebersihan diri : mandi dan ganti pakaian, sikat
gigi, cuci rambut, potong kuku.
e. Masukkan pada jadwal kegiatan harian untuk latihan mandi, sikat gigi
(2 kali per hari), cuci rambut ( 2 kali per minggu), potong kuku (satu
kali per minggu).
2. SP 2 pasien :
a. Evaluasi kegiatan kebersihan diri. Beri pujian.
b. Jelaskan cara dan alat untuk berdandan.
c. Latih cara berdandan setelah kebersihan diri : sisiran, rias muka untuk
perempuan; sisiran, cukuran untuk pria.
d. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk kebersihan diri dan berdandan.
3. SP 3 pasien :
a. Evaluasi kegiatan kebersihan diri dan berdandan. Beri pujian.
b. Jelaskan cara dan alat makan dan minum.
c. Latih cara dan alat makan dan minum.
d. Latih cara makan dan minum yang baik.
e. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan kebersihan diri,
berdandan, makan dan minum yang baik.
4. SP 4 pasien :
a. Evaluasi kegiatan kebersihan diri, berdandan, makan dan minum. Beri
pujian.
b. Jelaskan cara buang air besar dan buang air kecil yang baik.
c. Latih buang air besar dan buang air kecil yang baik.
d. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan kebersihan diri,
berdandan, makan dan minum serta buang air besar dan buang air
kecil.
1. SP 1 keluarga :
a. Diskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasien.
b. Jelaskan pengertian, tanda dan gejala dan proses terjadinya defisit perawatan diri
(gunakan booklet).
c. Jelaskan cara merawat defisit perawatan diri.
d. Latih cara merawat : kebersihan diri.
e. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberikan pujian.
2. SP 2 keluarga :
a. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat atau melatih pasien
kebersihan diri. Beri pujian.
b. Bimbing keluarga membantu pasien berdandan.
c. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberi pujian.
3. SP 3 keluarga :
a. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat atau melatih pasien kebersihan diri dan
berdandan. Beri pujian.
b. Bimbing keluarga membantu makan dan minum pasien.
c. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan berikan pujian.
4. SP 4 keluarga :
a. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat atau melatih pasien kebersihan diri,
berdandan, makan dan minum. Beri pujian.
b. Bimbing keluarga merawat buang air besar dan buang air kecil pasien.
c. Jelaskan follow up ke PKM, tanda kambuh, rujukan.
d. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberikan pujian
M. IMPLEMENTASI
Implementasi tindakan keperawatan disesuaikan dengan rencana tindakan
keperawatan. Sebelum melaksanakan tindakan yang sudah direncanakan, perawat perlu
memvalidasi dengan singkat, apakah rencana tindakan masih sesuai dan dibutuhkan oleh
pasien saat ini. Semua tindakan yang telah dilaksanakan beserta respons pasien
didokumentasikan (Prabowo, 2014).
N. EVALUASI
Menurut Direja (2011), evaluasi adalah proses berkelanjutan untuk menilai
efek dari tindakan keperawatan kepada pasien. Evaluasi dapat dibagi dua yaitu:
Evaluasi proses atau formatif yang dilakukan setiap selesai melaksanakan tindakan,
evaluasi hasil tau sumatif yang dilakukan dengan membandingkan antara respons
pasien dan tujuan khusus serta umum yang telah ditentukan.
Evaluasi dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan SOAP, sebagai
berikut :
S : Respon subjektif pasien terhadap tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan
dapat di ukur dengan menanyakan kepada pasien langsung.
O : Respon objektif pasien terhadap tinddakan keperawatan yang telah dilaksanakan.
Dapat diukur dengan mengobservasi perilaku pasien pada saat tindakan dilakukan.
A : Analisis ulang atas data subjektif data subjektif dan objektif untuk menyimpulkan
apakah masalah masih tetap atau muncul masalah baru atau ada data yang kontradiksi
dengan masalah yang ada .
P : Perencanaan atau tindak lanjut berdasarkan hasil analisis pada respon pasien yang
terdiri dari tindakan lanjut pasien dan tindakan lanjut oleh perawat.
O. DOKUMENTASI
Dokumentasi implementasi dan evaluasi tindakan keperawatan hendaknya
tidak dianggap hal yang sepele oleh perawat maupun peserta didik keperawatan, dan
hal ini dianjurkan menggunakan formulir yang sama seperti dokumentasi proses
keperawatan di unit rawat jalan. Gawat darurat, rehabilitasi (Direja, 2011).
Dokumentasi asuhan keperawatan dilakukan setiap tahap proses keperawatan,
karenanya dokumentasi asuhan dalam keperawatan jiwa berupa dokumentasi
pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi
(Dermawan, 2013).
STRATEGI PELAKSANAAN
DEFISIT PERAWATAN DIRI
Kerja :
1. Masalah kebersihan diri
“ Berapa kali ibu/bapak mandi dalam sehari?”
“ Menurut ibu/bapak apa kegunaan mandi? “
“ Apa alasan ibu/bapak sehingga tidak bisa merawat diri? “
“ Menurut ibu/bapak apa manfaatnya kalau kita menjaga kebersihan diri? “
“ Kira-kira tanda-tanda orang yang merawat diri dengan baik seperti apa? “
“ Kalau kita tidak teratur menjaga kebersihan diri masalah apa menurut
ibu/bapak yang bisa muncul? “
“ Sekarang apa saja alat untuk menjaga kebersihan
diri,seperti kalau kita mandi, cuci rambut, gosok gigi, apa saja yang
disiapkan? “
“ Benar sekali, ibu perlu menyiapkan pakaian ganti, handuk,sabun sikat gigi,
odol, shampo serta sisir. wah bagus sekali, ibu bisa menyebutkan dengan
benar ”
2. Masalah berdandan
Terminasi :
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
a. Evaluasi subjektif
“ Bagaimana perasaan ibu setelah kita mendiskusikan tentang pentingnya
kebersihan diri, manfaat dan alat serta cara melakukan kebersihan diri? “
“ Sekarang coba ibu ulangi lagi tanda-tanda bersih dan rapi ”
“ Apa saja alat untuk menjaga kebersihan diri, bagaimana cara menjaga
kebersihan diri ? “
“ Bagus sekali ibu sudah menjawabnya dengan benar “
“ Baiklah ibu. Kalau mandi yang paling baik sehari berapa kali bu? ”
“ Bagus bu/pak,
mandi 2 kali sehari, sikat gigi 2 kali sehari, keramas 2 kali seminggu “
“ Coba ibu ulangi “
b. Evaluasi objektif
“ Bagaimana perasaan ibu setelah mandi?”
” Coba lihat di cermin, lebih bersih dan segar ya ! “
1. Fase Orentasi.
Assalamualaikum pak, Selamat pagi pak, masih ingat dengan saya?
Bagaimana dengan perasaan bapak hari ini?
Apakah bapak sudah mandi? (berikan pujian apabila klien sudah melakukannya)
Apakah bapak sudah menyisir rambut?
Kukunya sudah digunting yah? Bagus sekali.
Kalau gosok giginya bagaimana? Bagus sekali
Coba saya lihat jadwalnya? Bagus sekali bapak sudah melakukannya.
Masih ingat apa yang mau kita bicarakan hari ini. Hari ini kita akan latihan
berdandan. Apakah bapak bersedia?
Berapa lama bapak mau berbincang-bincang? Bagaimana kalau 20 menit?
bapak mau berbincang-bincang dimana?
Bagaimana kalau di meja panjang di luar?
2. Fase Kerja.
Baiklah pak, sebelum berdandan alat apa saja yang harus disiapkan? Ya benar sekali
sisir dan pakaian bersih serta rapi
Bagaimana cara bapak berdandan? Apakah menyisir rambut dulu?
Bagaimana cara bapak menyisir? Sekarang sisir rambut dulu ya.
Bagus sekali coba lihat dikaca, sudah rapi?
3. Terminasi.
Bagaimana perasaan bapak setelah kita latihan cara berdandan? Lebih rapi
ya? Bisa bapak sebutkan lagi apa saja alat yang diperlukan untuk berdandan? Yah
bagus sekali. Sekarang coba sebutkan caranya bagaimana? Wah bapak memang
hebat.
Baiklah pak kita sudah melakukan berdandan kita masukan kedalam jadwal
ya. Berapa kali akan bapak lakukan? Dua kali sehari? Sehabis mandi yaa? Jadi
bapak bisa tulis dijadwal harian setiap habis mandi, bapak bisa langsung
berdandan. Selanjutnya jangan lupa untuk melakukan sesuai jadwal yah pak,
mandi 2 kali sehari, gosok gigi 2 kali sehari juga, keramas 2 kali seminggu,
gunting kuku 1 kali seminggu, ganti baju dan berdandan habis mandi
Baik lah pak besok kita akan ketemu lagi dan membicrakan tentang kebutuhan
dan latihan cara makan dan minum yang benar, apakah bapak bersedia?
bapak mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 10:00
Bapak maunya dimana kita berbincang-bincang?
Bagaimana kalau di ruang tamu?
Baiklah pak besok saya akan kesini jam 10:00 sampai jumpa besok pak
saya permisi Assalamualaikum WR,WB.
STATEGI PELAKSANAAN (SP) 3 :
MELATIH CARA MAKAN DAN MINUM YANG BAIK.
A. Proses Keperawatan.
1. Kondisi Klien
Klien mengatakan sudah mandi dan menyisir rambut
2. Diagnosa Keperawatan.
Defisit Perawatan Diri.
3. Tujuan Tindakan Keperawatan.
a. Pasien dapat mengetahui peralatan yang digunakan untuk makan.
b. Pasien dapat mengetahui cara-cara makan dan minum yang baik dan benar
c. Pasien dapat melaksanakan makan dan minum yang baik dan benar dengan
bantuan perawat.
d. Pasien dapat melaksanakan cara makan dan minum yang baik secara mandiri.
4. Tindakan Keperawatan.
a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien.
b. Menjelaskan cara makan dan minum yang baik dan benar.
c. Membantu pasien mempraktikkan cara makan dan minum yang benar dan
memasukkan dalam jadwal.
d. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
2. Fase Kerja.
Baiklah pak, sekarang kita akan diskusikan tentang kebutuhan makan pada orang
dewasa seperti bapak dalam satu hari. Kebutuhan makan perhari dewasa untuk
perempuan antara 2000-2200 kalori dan untuk laku-laki antara 2400-2800 kalori
setiap hari. Biasanya pada orang dewasa membutuhkan semua itu didapat dari
makanan seperti makanan pokok untuk memberi rasa kenyang : nasi, jagung, ubi jalar,
singkong, dll selain itu perlu juga lauk seperti : lauk hewani berupa daging ayam, ikan
dll serta lauk nabati seperti kacang-kacangan, hasil olahan tahu, dan tempe. Sayur
diberikan untuk memberikan rasa segar dan melancarkan proses menelan makanan,
karena biasanya dihidangkan dalam bentuk berkuah : sayur dan umbian, kacang-
kacangan, buah dan susu sebagai pelengkap, akan lengkap ditinjau dari kecukupan
gizi serta minum 8-10 gelas (2500ml) sehari. Bagaimana pak apakah sudah mengerti?
Kalau kita mau makan alatnya apa saja pak? Jadi harus ada gelas piring dan sendok
yah, sekarang piring gunanya untuk apa? Ya benar sekali untuk menaruh makanan,
selanjutnya sendok untuk apa? Kalau gelas disiapkan untuk apa? Bagus sekali bapak
sudah bisa menjawab dengan benar, bagaimana kebiasaan sebelum , saat maupun
sudah makan? Makan dimeja makan ya? Sebelum makan kita harus cuci tangan pakai
sabun. Ya mari kita praktekkan.setelah itu duduk dan ambil makanan. Sebelum
disantap kita berdoa dulu. Silakan bapak yang pimpin. Bagus. Mari kita makan. Saat
makan kita harus mnyupakan makan satu-satu dengan pelan-pelan. Ya mari kita
makan. Setelah kita mkan kita bereskan piring dan gelas yang kotor. Ya betul dan kita
akhiri dengan cuci tangan. Ya bagus.
3. Terminasi.
Bagaimana perasaan bapak setelah kita belajar makan dan minum?
Alat apa saja yang kita gunakan untuk makan? Setelah makan pa saja yang kita
lakuakan?.
Baiklah pak kita sudah melakukan latihan cara makan dan minum kita masukan
kedalam jadwal ya. Berapa kali akan bapak mau makan? tiga kali sehari? Kalau pagi
jam berapa? Sian? Malam? Jadi bapak bisa tulis di jadwal harian. Selanjutnya jangan
lupa untuk melakukan sesuai jadwal yah pak, mandi 2 kali sehari, gosok gigi 2 kali
sehari juga, keramas 2 kali seminggu, gunting kuku 1 kali seminggu, ganti baju dan
berdandan habis mandi pagi dan sore.
Baik lah pak besok kita akan ketemu lagi dan membicarakan tentang BAB dan BAK,
apakah bapak bersedia?
bapak mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 10:00
bapak maunya dimana kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau di meja panjang?
Baiklah pak besok saya akan kesini jam 10:00 sampai jumpa besok pak.
saya permisi Assalamualaikum …
2. Fase Kerja.
Baiklah pak, bapak BAB dan BAK dikamar mandi yah?
Hati-hati pakaian jangan sampai kena ya. Lalu jongkok di wc?
Bagaimana cara bapak cebok?
Bagus sebaiknya bapak cebok yang bersih setelah BAB dan BAK. yaitu dengan
menyiram air dari arah depan ke belakang. Jangan terbalik ya. Cara seperti ini
berguna untuk mencegah masuknya kotoran /tinja yang ada dianus kebagian
kemaluan kita. Setelah bapak selesai cebok, jangan lupa tinja/air kencing tersebut
dengan air secukupnya sampai tinja / air kencing itu tidak tersisa di kaskus/ WC.
Jika bapak membersihkan tinja/ air kencing seperti ini, berarti bapak ikut
mencegah penyebaran kuman berbahaya yang ada pada kotoran / air kencing.
Setelah selesai membersihkan tinja/air kencing, bapak perlu merapikan pakaian
sebelum keluar dari wc. Pastikan resleting sudah tertutup dengan rapi. Dan
setelah itu jangan lupa cuci tangan pakai sabun ya pak.
3. Terminasi.
Bagaimana perasaan bapak setelah kita membicarakan cara BAB dan BAK?
Apa saja yang dilakukan saat BAB Dan BAK? Bagus sekali pak. Nah sekarang
coba bapak sebutkan cara perawatan diri yang telah kita pelajari dan latih? Bagus
sekali.
Baiklah pak kita sudah melakukan latihan cara BAB dan BAK. masukan kedalam
jadwal ya. Selanjutnya jangan lupa untuk melakukan sesuai jadwal yah pak,
mandi 2 kali sehari, gosok gigi 2 kali sehari juga, keramas 2 kali seminggu,
gunting kuku 1 kali seminggu, ganti baju dan berdandan 2 kali sehari habis mandi
pagi dan sore, makan 3 kali sehari dan minum 8-10 gelas sehari. BAB dan BAK
ditempatnya. Bagaimana pak bisa dilakukan sesuai jadwal. Bagus sekali pak mau
mencoba melakukannya
Baik lah bapak besok kita akan ketemu lagi dan membicrakan tentang halusinasi,
apakah bapak bersedia?
bapak mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 10:00
bapak maunya di mana kita berbincang-bincang?
Bagaimana kalau di meja panjang?
Baiklah pak besok saya akan kesini jam 10:00 sampai jumpa besok pak. saya
permisi Assalamualaikum ….