Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)
Pengertian
Menurut para ahli:
1. Menurut Arends (Nurhayati Abbas, 2000: 12) menyatakan bahwa model
pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran dengan pendekatan
pembelajaran siswa pada masalah autentik, sehingga siswa dapat menyusun
pengetahuannya sendiri, menumbuhkembangkan keterampilan yang lebih tinggi,
memandirikan siswa, dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri.
2. Menurut Ward, 2002: Stepien, dkk., 1993 menyatakan bahwa model Pembelajaran
Berbasis Masalah adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk
memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat
mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus
memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah.
3. Ratnaningsih, 2003: menyatakan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah adalah
suatu pembelajaran yang menuntut aktivitas mental siswa untuk memahami suatu konsep
pembelajaran melalui situasi dan masalah yang disajikan pada awal pembelajaran.
Dapat disimpulkan bahwa, Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem
Based Learning/PBL) adalah suatu model pembelajaran yang dirancang pada proses
penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah agar siswa mendapat pengetahuan penting.
Dengan demikian diharapkan siswa mahir dalam memecahkan masalah, memiliki model
belajar sendiri dan memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim.
Dengan pendekatan model PBL memberikan peluang bagi siswa untuk melakukan penelitian
dengan berbasis masalah nyata dan autentik. Model pembelajaran berbasis masalah sebaiknya
memenuhi kriteria: kompleks, struktur tidak jelas, terbuka dan autentik.
Langkah-langkah Model Pembelajaran Problem Based Learning PBL
Perlu diketahui bahwa Model pembelajaran PBL nanti bisa dijalankan jika pengajar siap
dengan segala perangkat yang diperlukan. Siswa pun harus diberikan pemahaman mengenai
konsep pembelajaran ini. Memulai model pembelajaran ini harus diawali dengan
pembentukan kelompok-kelompok kecil yang menjalankan 7 langkah berikut:
1. Mengklarifikasi istilah dan konsep yang belum jelas (Pemaparan Konsep dan Materi)
Di sini setiap anggota harus memahami berbagai istilah dan konsep yang ada dalam
masalah. Langkah pertama ini dapat dikatakan tahap yang membuat setiap peserta
berangkat dari cara memandang yang sama sehubungan dengan istilah-istilah atau
konsep yang ada dalam masalah.
2. Merumuskan masalah
Fenomena yang ada dalam masalah menuntut penjelasan hubungan-hubungan apa yang
terjadi di antara fenomena itu.
3. Menganalisis masalah
Setiap anggota kelompok mengeluarkan pengetahuan terkait apa yang sudah dimiliki
anggota tentang masalah. Nantinya terjadi diskusi yang membahas informasi faktual
(yang tercantum pada masalah), dan juga informasi yang ada dalam pikiran anggota.
4. Menata gagasan secara sistematis
Bagian yang sudah berhasil dianalisa kemudian diperhatikan sejauh mana keterkaitannya
satu sama lain kemudian dikelompokkan; mana yang paling menunjang, mana yang
bertentangan, dan sebagainya.
5. Memformulasikan tujuan pembelajaran
Kelompok nantinya merumuskan tujuan pembelajaran. Sebab, kelompok sudah tahu
pengetahuan mana yang masih kurang, dan mana yang masih belum jelas. Tujuan
pembelajaran akan dikaitkan dengan analisis masalah yang dibuat
6. Mencari informasi tambahan dari sumber lain
Saat ini kelompok sudah tahu informasi apa yang tidak dimiliki, dan sudah punya tujuan
pembelajaran. Kini saatnya mereka harus mencari informasi tambahan itu, dan
menemukan ke mana akan dicari.
7. Mensintesis (menggabungkan) dan menguji informasi baru dan membuat laporan.
Dari informasi baru yang didapatkan, kita diskusikan kembali dengan kelompok untuk
kemudian dari semua yang sudah dibahas disusun menjadi suatu laporan. Laporan bisa
berupa laporan tertulis, video, maupun karya fisik.
8. Mempresentasikan / Memamerkan Hasil Laporan
Setelah semua selesai, masing-masing kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil
kerja kelompoknya.
Kelebihan dan Kekurangan Problem Based Learning
a) Kelebihan Model Pembelajaran PBL
Setiap model pembelajaran yang diterapkan tentunya memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing. Beberapa kelebihan yang didapatkan ketika menerapkan
model pembelajaran PBL adalah sebagai berikut :
1. Pemecahan masalah sangat efektif digunakan untuk memahami isi pelajaran.
2. Pemecahan masalah akan mendobrak dan menantang kemampuan siswa serta
memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.
3. Pemecahan masalah menjadikan aktivitas pembelajaran siswa lebih meningkat.
4. Pemecahan masalah dapat membantu siswa mengetahui bagaimana menstansfer
pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.
5. Pemecahan masalah dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan
barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
6. Siswa menjadi lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan
sekitarnya.
b) Kekurangan Model Pembelajaran PBL
Selain memiliki kelebihan, model pembelajaran PBL juga memiliki beberapa
kekurangan, berikut ini beberapa kekurangan yang sepertinya nampak dalam
penerapan model pembelajaran berbasis proyek.
1. Kesulitan memecahkan persoalan manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak
memiliki kepercayaan bahwa masalah tersebut bisa dipecahkan.
2. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan persiapan agar model pembelajaran ini
cukup lama.
3. Jika tidak diberikan pemahaman dan alasan yang tepat kenapa mereka harus
berupaya untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak
akan belajar apa yang mereka ingin pelajari.