Anda di halaman 1dari 224

KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 TANJUNG BREBES DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN

REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) PADA SUB MATERI POKOK BAHASAN PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI TAHUN PELAJARAN 2006/2007

SKRIPSI disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh: Miftahul Jannah 4101403569 Pendidikan Matematika

JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

PENGESAHAN SKRIPSI Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Brebes Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Pada Sub Materi Pokok Bahasan Persegi Panjang dan Persegi Tahun Pelajaran 2006/2007

Telah Dipertahankan Di hadapan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Hari Tanggal Panitia Ujian Ketua Sekretaris : Rabu : 29 Agustus 2007

Drs. Kasmadi Imam S, MS NIP 130781011 Pembimbing Utama

Drs. Supriyono, M.Si. NIP 130815345 Ketua Penguji

Drs. H. M. Asikin H, M.Pd NIP 131568879 Pembimbing Pendamping

Drs. Arief Agoestanto, M.Si NIP 132046855 Anggota Penguji

Drs. Mashuri, M. Si NIP 131993875

Drs. H. M. Asikin H, M.Pd NIP 131568879 Anggota Penguji

Drs. Mashuri, M. Si NIP 131993875

ii

MOTTO Motto dari seorang insan biasa seperti Miftahul Jannah, terukir dalam untaian kata seperti berikut . 1. Tidaklah dapat memahami perumpamaan-perumpamaan yang ada dalam Al-Quran itu, Kecuali orang-orang yang berilmu, (Q.S 29 : 43). 2. Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku, (Q.S 20 : 25-26). 3. Cinta kepada Allah pasti terbalas. Dan Allah tidak akan membiarkan orang yang dicintainya menderita di akhirat., (Mutiara Amaly). 4. 4 perkara penyebab kegagalan : menunda pekerjaan, tidak disiplin, tidak mau berubah dan tidak punya prioritas, (ArRisalah).

PERSEMBAHAN

iii

Kupersembahkan karya kecil ini untuk.. 1. Ayahku dan Bundaku Tercinta. 2. Guru-guruku.

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, tiada sanjungan dan pujian yang berhak diucapkan selain hanya kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya serta kemudahan dan kelapangan, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Brebes Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Pada Sub Materi Pokok Bahasan Persegi Panjang Dan Persegi Tahun Pelajaran 2006/2007. Skripsi ini tidak akan tersusun dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si, Rektor Universitas Negeri Semarang; 2. Drs. Kasmadi Imam S, M.Si, Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang; 3. Drs. Supriyono, M.Si, Ketua Jurusan ; 4. Drs. H. M Asikin H, M.Pd, selaku pembimbing utama yang telah memberikan bimbingan dan saran yang bermanfaat bagi penulis ;

iv

5. Drs. Mashuri, M.Si, selaku pembimbing pendamping yang telah memberikan bimbingan dan saran yang bermanfaat bagi penulis; 6. Tarjono, S.Pd, selaku Kepala SMP Negeri 2 Tanjung yang telah memberikan ijin melaksanakan penelitian di SMP Negeri 2 Tanjung ; 7. Azis Muslim, S.Pd, selaku guru Mata Pelajaran Matematika SMP Negeri 2 Tanjung yang telah memberikan bimbingan selama pelaksanaan penelitian ; 8. Ayah, Ibu, kakak-kakak dan adikku serta keluarga besarku, atas dukungan lahir dan batin ; 9. Keluarga Bapak Dr. H.Anwar Sutoyo, M.Pd, atas bimbingan dan arahannnya ; 10. Keluarga besar YSDP Ibnu Sina, Semoga Allah Senantiasa eratkan ukhwah fillah antar kita ; 11. Ratna, Nofi, Etty, Hindri, Sari dan Rohmah, atas kebersamaan dan motivasinya ; 12. Teman teman seperjuangan Jurusan Matematika angkatan 2003, atas kebersamaan dan motivasinya ; 13. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, atas bantuan dalam pelaksanaan penelitian ; Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan masukan bagi pembaca.

Semarang, Agustus 2007

Penulis

ABSTRAK

Jannah, Miftahul. 2007. Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Brebes Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Pada Sub Materi Pokok Bahasan Persegi Panjang Dan Persegi Tahun Pelajaran 2006/2007. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Drs. H.M.Asikin H., M.Pd, Pembimbing II: Drs.Mashuri, M.Si. Kata Kunci : Kemampuan pemahaman konsep, Realistic Mathematics Education (RME), Kelas VII SMP.

Kemampuan pemahaman konsep yang baik sangatlah penting karena memahami konsep yang baru diperlukan prasyarat pemahaman konsep sebelumnya. Menurut laporan Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) tahun 1999 yang merupakan kriteria acuan, rendahnya daya saing murid Indonesia di ajang internasional menunjukan betapa lemahnya kemampuan penguasaan matematika di Indonesia. Pembelajaran matematika dengan pendekatan RME sejalan dengan teori kontruktivisme, yang dikembangkan Freudenthal menyatakan bahwa pengetahuan matematika dikreasi, bukan ditemukan sebagai sesuatu yang sudah jadi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP di kelas dengan pembelajaran pendekatan RME lebih baik daripada dengan metode ekspositori dan bagaimanakah kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan RME. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP di kelas dengan pembelajaran pendekatan RME lebih baik daripada dengan metode ekspositori dan untuk mengetahui indikator kemampuan pemahaman konsep yang dipenuhi dan tidak dipenuhi oleh siswa kelas VII SMP di kelas eksperimen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung. Dipilih dua kelas secara cluster sampling, yaitu kelas VII A sebagai kelas kontrol dan VII C sebagai kelas eksperimen. Pada akhir pembelajaran, kedua kelas sampel diberi tes yang memuat indikator kemampuan pemahaman konsep.

vi

Simpulan yang diperoleh peneliti berdasarkan hasil perhitungan statistik uji perbedaan dua rata-rata, uji pihak kanan dengan = 5 % dan dk = 88 dari daftar distribusi t didapat ttab = 1,66 dan dari hasil perhitungan didapat thit = 2,277. Karena thit > ttab maka H0 ditolak, artinya rata-rata skor tes kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan RME lebih tinggi daripada rata-rata skor tes kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP dalam pembelajaran matematika dengan metode ekspositori Pencapaian indikator kemampuan pemahaman konsep kelas eksperimen sebesar 76%, pelaksanaan RME oleh guru sebesar 73% dan aktifitas siswa sebesar 72%. Dari 7 indikator kemampuan pemahaman konsep, 6 indikator dapat dicapai dengan baik dan 1 indikator yang kurang dipenuhi dengan baik yaitu kamampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. Saran yang ingin peneliti sampaikan setelah melakukan penelitian ini yaitu diharapkan guru dapat meningkatkan pencapaian indikator kemampuan pemahaman konsep siswa dengan menerapkan karakteristik RME secara optimal dan hendaklah guru dapat lebih optimal dalam memberikan pemahaman konsep suatu materi kepada siswa.

vii

DAFTAR ISI

halaman HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i PENGESAHAN .............................................................................................. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN................................................................. iii KATA PENGANTAR.................................................................................... iv ABSTRAK ...................................................................................................... vii DAFTAR ISI................................................................................................... viii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xi DAFTAR TABEL .......................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR...................................................................................... xv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ................................................................. 1 B. Rumusan Masalah........................................................................... 5 C. Tujuan Penelitian ............................................................................ 5 D. Manfaat Penelitian .......................................................................... 6 E. Penegasan Istilah ............................................................................ 7 F. Sistematika Penulisan Skripsi......................................................... 9

viii

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. Landasan Teori ............................................................................... 11 1. Teori Belajar Matematika........................................................... 11 2. Matematika Sekolah................................................................... 12 3. Kemampuan Pemahaman Konsep.............................................. 16 4. Realistic Mathematics Education (RME) ................................... 19 5. Metode Ekspositori .................................................................... 29 6. Pokok Bahasan Yang Berkaiatan Dengan Penelitian................. 30 7. Kerangka Berpikir ...................................................................... 39 B. Hipotesis ......................................................................................... 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penentuan Objek Penelitian............................................... 41 B. Variabel Penelitian.......................................................................... 42 C. Prosedur Pengumpulan Data........................................................... 43 D. Metode Pengumpulan Data............................................................. 43 1. Metode Dokumentasi ................................................................. 45 2. Metode Tes................................................................................. 46 3. Metode Observasi....................................................................... 46 E. Instrumen Penelitian ....................................................................... 31 1. Metode Penyusunan Perangkat Tes............................................ 46 2. Pelaksanaan Tes Uji Coba.......................................................... 47 3. Analisis Perangkat Tes Uji Coba ............................................... 47 a. Validitas................................................................................ 47

ix

b. Tingkat Kesukaran Soal........................................................ 48 c. Daya Pembeda Soal .............................................................. 50 d. Reliabilitas ........................................................................... 33 4. Hasil Analisis Perangkat Tes Uji Coba ...................................... 51 F. Analisis Hasil uji Coba ................................................................... 35 G. Metode Analisis Data ..................................................................... 38 1. Analisis Tahap Awal .................................................................. 54 a) Uji Normalitas..................................................................... 55 b) Uji Homogenitas ................................................................. 56 c) Uji Kesamaan Dua Rata-rata............................................... 58 2. Analisis Tahap Akhir ................................................................. 59 3. Analisis Lembar Observasi ........................................................ 62 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian............................................................................... 43 1. Hasil Penghitungan Data Akhir.................................................. 64 a. Uji Normalitas.................................................................... 65 b. Uji Homogenitas ................................................................ 66 c. Uji Perbedaan Dua Rata-rata.............................................. 66 2. Pencapaian Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep........... 66 B. Pembahasan .................................................................................... 72 1. Analisis Data Tahap Akhir ........................................................ 72 2. Pencapaian Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep........... 73 BAB V PENUTUP

A. Simpulan ......................................................................................... 80 B. Saran................................................................................................ 80 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 82 LAMPIRAN LAMPIRAN

Halaman 1. Daftar nama siswa kelas eksperimen dan kontrol ................................... 85 2. Data Awal Kelas Eksperimen dan kelas kontrol..................................... 86 3. Daftar nama siswa kelas uji coba ............................................................ 87 4. Uji Normalitas Data Awal....................................................................... 88 5. Uji Homogenitas Data Awal ................................................................... 90 6. Uji Kesamaan Dua Rata-rata Data Awal ................................................ 91 7. Daftar kelompok siswa kelas eksperimen ............................................... 92 8. Daftar kelompok siswa kelas kontrol...................................................... 93 9. RPP kelas eksperimen (Pertemuan 1,2 dan 3) ....................................... 94 10. RPP Kelas Kontrol .................................................................................. 106 11. Lembar Diskusi Pertemuan 1 Kelas eksperimen .................................... 108 12. Kunci Jawaban Lembar Diskusi 1 .......................................................... 112 13. Latihan soal Individu 1 ........................................................................... 115 14. Kunci Jawaban Latihan Soal Individu 1 ................................................. 116 15. Tugas Rumah 1 ....................................................................................... 118 16. Kunci Jawaban Tugas Rumah 1.............................................................. 119

xi

17. Lembar Diskusi Pertemuan 2 Kelas eksperimen .................................... 120 18. Kunci Jawaban Lembar Diskusi 2 .......................................................... 124 19. Latihan soal Individu 2 ........................................................................... 126 20. Kunci Jawaban Latihan Soal Individu 2 ................................................. 127 21. Tugas Rumah 2 ....................................................................................... 129 22. Kunci Jawaban Tugas Rumah 2.............................................................. 130 23. Lembar Diskusi Pertemuan 3 Kelas eksperimen .................................... 131 24. Kunci Jawaban Lembar Diskusi 3 .......................................................... 134 25. Latihan soal Individu 3 ........................................................................... 136 26. Kunci Jawaban Latihan Soal Individu 3 ................................................. 137 27. Tugas Rumah 3 ....................................................................................... 139 28. Kunci Jawaban Tugas Rumah 3............................................................. 140 29. Lembar Observasi Guru di Kelas Eksperimen (Pertemuan 1,2 dan 3) ... 141 30. Lembar Observasi Aktivitas Siswa di Kelas eksperimen ....................... 147 31. Kisi-kisi Tes Uji Coba............................................................................. 153 32. Soal Tes Uji Coba ................................................................................... 157 33. Kunci Jawaban Tes Soal Uji Coba.......................................................... 161 34. Analisis Soal Tes Uji Coba ..................................................................... 170 35. Contoh Penghitungan Validitas Soal ...................................................... 172 36. Contoh Peghitungan Daya Pembeda Soal............................................... 174 37. Contoh Penghitungan Tingkat Kesukaran Soal ...................................... 175 38. Contoh Penghitungan Reliabilitas Soal................................................... 176 39. Kisi-kisi Tes Akhir.................................................................................. 177

xii

40. Soal Tes Akhir ........................................................................................ 181 41. Kunci Jawaban Soal Tes Akhir ............................................................... 185 42. Skor Kemampuan Tes Akhir Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ...... 193 43. Uji Normalitas Data Akhir ...................................................................... 195 44. Uji Homogenitas Data Akhir .................................................................. 197 45. Uji Perbedaan Dua Rata-rata Data Akhir................................................ 198 46. Tabel I. Nilai-nilai r Product Moment..................................................... 199 47. Tabel II. Daftar Kritik Distribusi t .......................................................... 200 48. Tabel III Daftar Distribusi F ................................................................... 201 49. Tabel IV. Nilai-nilai Chi Kuadrat ........................................................... 202 50. Surat Usulan Pembimbing ...................................................................... 203 51. Surat Permohonan Izin Penelitian........................................................... 204 52. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian....................................... 205

xiii

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 3.1 : Populasi Penelitian ..................................................................... 41 Tabel 4.1 : Pencapaian Indikator Pemahaman Konsep di Kelas Eksperimen................................................................................. 67 Tabel 4.2 : Pencapaian Indikator Pemahaman Konsep di Kelas Kontrol .... 68 Tabel 4.3 : Rekapitulasi perolehan skor siswa kelas eksperimen ................. 69 Tabel 4.4 : Rekapitulasi perolehan skor siswa kelas kontrol ........................ 69 Tabel 4.5 : Pelaksanaan pembelajaran RME................................................. 70 Tabel 4.6 : Aktivitas siswa kelas eksperimen ............................................... 71 Tabel I : Nilai-nilai r Product Moment ......................................................... 199 Tabel II : Daftar Kritik Distribusi t .............................................................. 200 Tabel III : Daftar Distribusi F ....................................................................... 201 Tabel IV : Nilai-nilai Chi Kuadrat ................................................................ 202

xiv

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1 : Skema Konsep Matematisasi De Lange ............................... 19 Gambar 2.2 : Penemuan dan pengkonstruksian konsep.............................. 26 Gambar 2.3 : Unsur-unsur persegi panjang ................................................ 30 Gambar 2.4 : Cara persegi panjang menempati bingkainya ....................... 31 Gambar 2.5 : Sifat-sifat persegi panjang.................................................... 32 Gambar 2.6 : Unsur-unsur persegi .............................................................. 33 Gambar 2.7 : Cara persegi menempati bingkainya ..................................... 33 Gambar 2.8 : Cara persegi menempati bingkainya ..................................... 34 Gambar 2.9 : Sifat-sifat persegi .................................................................. 35 Gambar 2.10: Persegi panjang .................................................................... 36 Gambar 2.11: Persegi .................................................................................. 37 Gambar 2.12 : Skema Kerangka Berpikir .................................................... 39 Gambar 3.1 : Skema Prosedur Penelitian................................................... 45

xv

xvi

xvii

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH Tujuan pendidikan nasional seperti dinyatakan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Manusia Indonesia seutuhnya adalah manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesejahteraan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan, Depdiknas (dalam Asmin, 2002 : 1). Pembelajaran matematika yang diterapkan di sekolah saat ini merupakan basik yang sangat penting dalam keikutsertaannya mencerdaskan kehidupan bangsa. Sudah barang tentu, pencapaian target mencerdaskan kehidupan bangsa, agar tetap segar bugar dan tegar menyongsong persaingan di era globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang diaplikasikan pada persaingan era industrialisasi pada semua aspek kehidupan yang relevan dengan kemajuan informasi dan komunikasi yang berkembang dengan pesatnya. Menurut laporan Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) tahun 1999 yang merupakan kriteria acuan (dalam Asmin, 2002 :1), rendahnya daya saing murid Indonesia di ajang international (Indonesia

diperingkat 34 dari 38 negara) menunjukan betapa lemahnya kemampuan penguasaan matematika di Indonesia. Jenning dan Dunne (dalam Suharta, 2003 : 2) menyatakan bahwa, kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan matematika ke dalam situasi kehidupan real. Hal lain yang menyebabkan sulitnya matematika bagi siswa adalah karena pembelajaran matematika kurang bermakna. Guru dalam pembelajarannya di kelas tidak mengaitkan dengan skema yang telah dimiliki siswa dan siswa kurang diberi kesempatan untuk menemukan kembali dan mengkonstruksi sendiri ide-ide matematika. Menurut Soedjadi (dalam suharta, 2003), Mengaitkan pengalaman kehidupan nyata anak dengan ide-ide matematika dalam pembelajaran di kelas penting dilakukan agar pembelajaran bermakna. Menurut Van De Henvel-Panhuizen (dalam Suharta, 2003 : 2) bila anak belajar matematika terpisah dari pengalaman mereka sehari-hari maka anak akan cepat lupa dan tidak dapat mengaplikasikan matematika. Berdasarkan pendapat di atas, pembelajaran matematika di kelas ditekankan pada keterkaitan antara konsep-konsep matematika dengan

pengalaman anak sehari-hari. Selain itu, perlu menerapkan kembali konsep matematika yang telah dimiliki anak pada kehidupan sehari-hari atau pada bidang lain yang sangat penting dilakukan. Salah satu pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari ( mathematize of everday experience) dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah pembelajaran matematika realistik.

Pendidikan Matematika Realistik atau Realistic Mathematic Education (RME) diketahui sebagai pendekatan yang telah berhasil di Nederland, Belanda. Ada suatu hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif yang menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan RME mempunyai skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan tradisional dalam hal keterampilan berhitung, lebih khusus lagi dalam aplikasi, dikutip dari Becker dan Selter (dalam Suherman, 2003 : 143). Menurut Freudenthal (dalam Suherman, 2003 : 143), Gagasan pendekatan pembelajaran matematika dengan realistik ini tidak hanya populer di Negeri Belanda saja, melainkan banyak mempengaruhi kerja para pendidik matematika di banyak bagian di dunia. Beberapa penelitian pendahuluan di beberapa negara menunjukan bahwa pembelajaran matematika pendekatan realistik, sekurang-kurangnya dapat membuat : 1) matematika lebih menarik, relevan dan bermakna, tidak terlalu formal dan tidak terlalu abstrak; 2) mempertimbangkan tingkat kemampuan siswa; 3) menekankan belajar matematika pada learning by doing; 4) memfasilitasi penyelesaian masalah matematika dengan tanpa

menggunakan penyelesaian (algoritma) yang baku; 5) menggunakan konteks sebagai titik awal pembelajaran matematika, dikutip dari Kuiper & Knuver (dalam Suherman, 2003 : 143).

Pembelajaran matematika yang menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) yang memperhatikan kondisi lokal (budaya atau lingkungan atau konteks) memperlihatkan bahwa siswa tidak takut lagi mengutarakan ide-idenya, sudah mulai berani memberikan penyelesaian soal yang berbeda dengan teman-temannya, tumbuh kreativitasnya dalam menyelesaikan suatu masalah atau di dalam melakukan pemecahan masalah (problem solving) bersama. Matematika merupakan suatu mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan di Indonesia mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Karena pendidikan merupakan satu hal penting untuk menentukan maju mundurnya suatu bangsa, maka untuk menghasilkan sumber daya manusia sebagai subyek dalam pembangunan yang baik, diperlukan modal dari hasil pembangunan itu sendiri. Khusus untuk mata pelajaran matematika, selain mempunyai sifat abstrak, pemahaman konsep yang baik sangatlah penting karena memahami konsep yang baru diperlukan prasyarat pemahaman konsep sebelumnya. Dalam proses belajar mengajar guru mempunyai tugas untuk memilih model pembelajaran berikut media yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pembelajaran. Sampai saat ini masih banyak ditemui kesulitan siswa untuk mempelajari konsep geometri, antara lain tentang persegi panjang dan persegi pada siswa kelas VII semester 2. Akibatnya terjadi kesulitan siswa untuk memahami konsep geometri selanjutnya karena konsep prasyarat belum dipahami, (Nuriana, R. D : 2007).

Berdasarkan uraian tersebut, peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 TANJUNG DENGAN BREBES DALAM

PEMBELAJARAN

MATEMATIKA

PENDEKATAN

REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) PADA SUB MATERI POKOK BAHASAN PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI TAHUN PELAJARAN 2006/2007.

B. RUMUSAN MASALAH Berdasarakan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. apakah kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) lebih baik dari pada dengan metode ekspositori ? 2. bagaimanakah kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan Realistic

Mathematics Education (RME) ?

C. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini sebagai berikut : 1. untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan Realistic

Mathematics Education (RME) lebih baik dari pada dengan metode ekspositori ; 2. untuk mengetahui indikator kemampuan pemahaman konsep yang dipenuhi dan tidak dipenuhi oleh siswa kelas VII SMP dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME).

D. MANFAAT PENELITIAN Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Bagi Siswa a) siswa merasa senang dengan adanya pembelajaran RME, sehingga dapat lebih memahami pembelajaran matematika ; b) siswa merasakan bahwa pembelajaran lebih bermakna, karena adanya penemuan ide-ide oleh para siswa. 2. Bagi Guru a) secara bertahap guru dapat mengetahui dan mengaplikasikan strategi pembelajaran matematika yang bervariasi yang dapat memperbaiki sistem pembelajaran sehingga memberikan layanan yang terbaik bagi siswa ; b) guru semakin mantap menerapkan pendekatan RME dalam

pembelajaran matematika ; c) dapat lebih menciptakan suasana lingkungan kelas yang saling menghargai nilai-nilai ilmiah dan termotivasi untuk lebih baik.

3.

Bagi Sekolah a) dapat memberikan sumbangan yang baik dalam rangka perbaikan proses pembelajaran untuk dapat meningkatkan prestasi siswa ; b) mendapat masukan tentang penelitian yang dapat memajukan sekolah.

4.

Bagi Peneliti a) mendapatkan pengalaman langsung dalam penelitian tentang

kemampuan pemahaman konsep siswa SMP dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) ; b) dapat dijadikan bekal bagi mahasiswa calon guru matematika untuk siap melaksanakan tugas sesuai kebutuhan yang ada di lapangan.

E. PENEGASAN ISTILAH Untuk menghindari kasalahan persepsi dalam memahami hasil penelitian ini, maka perlu penjelasan tentang istilah dengan melakukan penegasan istilah : 1. Pembelajaran Menurut Suyitno (2004 :1), Pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa. 2. Kemampuan Pemahaman Konsep Mampu berarti kuasa (bisa, sanggup) melakukan sesuatu, sedangkan kemampuan berarti kesanggupan; kecakapan ; kekuatan (KBBI, 1990 : 553).

Paham berarti mengerti benar (akan), tahu benar (akan) ; pemahaman berarti proses, perbuatan, cara memahami atau memahamkan, (KBBI, 1990 : 636). Konsep adalah ide abstrak yang memungkinkan kita dapat mengelompokkan objek ke dalam contoh dan non contoh, (Suherman, 2003 : 33). Kemampuan pemahaman konsep dalam penelitian ini adalah kesanggupan atau kecakapan siswa kelas VII SMP dalam menyelesaikan soal-soal tes yang memuat indikator kemampuan pemahaman konsep. 3. Realistic Mathematics Education (RME) Menurut Suharta (2003 : 5), RME didefinisikan sebagai matematika sekolah yang dilaksanakan dengan menempatkan realita dan pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran. Pendekatan RME adalah pembelajaran yang bertitik tolak dari hal-hal yang real bagi siswa, menekankan kemampuan procees of doing mathematics , berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga mereka menemukan sendiri ( student inventing sebagai kebalikan dari teaching telling) dan pada akhirnya menemukan matematika itu untuk menyelesaikan masalah baik secara indivindu maupun kelas. Pada pendekatan ini guru tidak lebih dari fasilitator, moderator atau evaluator sementara siswa berpikir, mengkomunikasikan reasoning, melatih nuansa demokratis dengan menghargai pendapat orang lain, (Zulkadi, 2001 : 2). Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan RME adalah suatu pendekatan pembelajaran matematika yang diawali dengan masalah-masalah yang real/nyata bagi siswa, siswa berdiskusi, berkolaborasi dengan

kelompoknya untuk menentukan jawaban sendiri (informal), sedangkan guru sebagai fasilitator, moderator yang kemudian mengarahkan dari jawabanjawaban siswa ke bentuk rormal. 4. Persegi panjang dan Persegi Persegi panjang dan persegi merupakan sub pokok bahasan yang disampaikan di kelas VII SMP semester genap. 5. SMP Negeri 2 Tanjung SMP Negeri 2 Tanjung merupakan salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Brebes yang beralamat di Jl. Raya Luwung Bata Tanjung Kabupaten Brebes .

F. SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian isi dan bagian akhir. 1. Bagian Awal Bagian awal berisi halaman judul, abstrak, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan dan kata pengantar. 2. Bagian Isi BAB I : PENDAHULUAN Bab I berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan skripsi.

10

BAB II : LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS Bab II membahas teori yang melandasi rumusan masalah serta penjelasan yang merupakan landasan teoritis yang terapkan dalam skripsi, pokok bahasan yang terkait dengan pelaksanaan penelitian, kerangka berpikir dan hipotesis. BAB III : METODE PENELITIAN Bab III meliputi penentuan objek penelitian, varibel penelitian, prosedur pengumplan data, metode pengumpulan data, instrumen penelitian dan metode analisis data. BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV berisi hasil penelitian penelitian. BAB V : PENUTUP Bab V berisi tentang kesimpulan dan saran dalam penelitian. 3. Bagian Akhir Bagian akhir berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran. dan pembahasan dari hasil

11

11

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. LANDASAN TEORI 1. Teori Belajar Matematika Menurut J. Bruner (dalam Hidayat, 2004 : 8) belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru diluar informasi yang diberikan kepada dirinya. Pengetahuan perlu dipelajari dalam tahap-tahap tertentu agar pengetahuan itu dapat diinternalisasi dalam pikiran (struktur kognitif) manusia yang mempelajarinya. Proses internalisasi akan terjadi secara sungguh-sungguh (yang berarti proses pembelajaran bisa terjadi secara optimal) jika pengetahuan itu dipelajari dalam tahap-tahap sebagai berikut : a) Tahap Enaktif Suatu tahap pembelajaran di mana pengetahuan dipelajari secara aktif dengan menggunakan benda-benda konkret atau situasi yang nyata. b) Tahap Ikonik Suatu tahap pembelajaran di mana pengetahuan direpresentasikan (diwujudkan) dalam bentuk bayangan visual (visual imagery), gambar atau diagram yang menggambarkan kegiatan konkret atau situasi konkret yang terdapat pada Tahap enaktif.

11

12

c) Tahap Simbolik Suatu tahap pembelajaran di mana pengetahuan direpresentasikan dalam bentuk simbol-simbol abstrak, baik simbol-simbol verbal (misalkan hurufhuruf, kata-kata atau kalimat-kalimat), lambang-lambang matematika maupun lambang-lambang abstrak lainnya, (Hidayat, 2004: 9). Suatu proses belajar akan berlangsung secara optimal jika pembelajaran diawali dengan tahap enaktif, dan kemudian jika tahap belajar yang pertama ini dirasa cukup, siswa beralih ke tahap belajar yang kedua, yaitu tahap belajar dengan menggunakan modus representasi ikonik. Selanjutnya kegiatan belajar itu dilanjutkan pada tahap ketiga, yaitu tahap belajar dengan menggunakan modus representasi simbolik.

2. Matematika Sekolah a) Pengertian Matematika Sekolah Matematika sebagai ilmu dasar, dewasa ini telah

berkembang dengan amat pesat, baik materi maupun kegunaannya, sehingga dalam perkembangannya atau pembelajarannya di sekolah kita harus memperhatikan perkembangan-perkembangannya, baik di masa lalu, masa sekarang maupun kemungkinan-kemungkinannya untuk masa depan. Matematika sekolah terdiri atas bagian-bagian matematika yang dipilih guna menumbuhkan kembangkan kemampuan-kemampuan dan membentuk pribadi serta berpandu pada perkembangan IPTEK. Hal ini menunjukan bahwa matematika sekolah tetap memiliki ciri-ciri yang

13

dimiliki matematika, yaitu memiliki objek kejadian yang abstrak serta berpola pikir deduktif konsisten. b) Fungsi Matematika Sekolah Fungsi pelajaran matematika sebagai : alat, pola pikir, dan ilmu atau pengetahuan. Ketiga fungsi matematika tersebut hendaknya dijadikan acuan dalam pembelajaran matematika sekolah. Siswa diberi pengalaman menggunakan metematika

sebagai alat untuk memahami atau menyampaikan suatu informasi misalnya melalui persamaa-persamaan, atau model-model matematika yang merupakan penyederhanaan dari soal-soal cerita atau soal-soal uraian matematika lainnya. Belajar matematika bagi para siswa juga, merupakan pembentukan pola pikir dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam penalaran suatu hubungan di antara pengertian-pengertian itu. Fungsi matematika yang ketiga adalah sebagai ilmu atau pengetahuan, dan tentunya pengajaran matematika di sekolah harus diwarnai oleh fungsi yang ketiga ini. Kita sebagai guru mampu menunjukan betapa matematika selalu mencari kebenaran, dan bersedia meralat kebenaran yang sementara diterima, bila ditemukan kesemapatan untuk mencoba mengembangkan penemuan-penemuan sepanjang

mengikuti pola pikir yang sah.

14

c) Tujuan Pembelajaran Matematika Sekolah Tujuan pembelajaran matematika di sekolah mengacu kepada fungsi matematika serta kepada tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Diungkapakan dalam Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) matematika, bahwa tujuan umum matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi dua hal yaitu : 1) mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahaan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis,

rasional, kritis, cermat, jujur, efektif dan efisien ; 2) mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. d) Peranan Matematika Sekolah Para pembelajar memerlukan matematika untuk memenuhi kebutuhan praktis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dapat berhitung, dapat mengumpulkan, mengolah dan

menyajikan dan menafsirkan data, dapat menggunakan kalkulator dan komputer.Selain agar matematika mengikuti pelajaran matematika lebih lanjut, dan agar para siswa dapat berpikir logis, kritis dan praktis serta bersikap positif dan berjiwa kreatif.

15

Sebenarnya matematika dipelajari bukan untuk keperluan praktis saja, tetapi juga untuk pengembangan matematika itu sendiri. Kalau matematika tidak diajarkan di sekolah-sekolah bisa jadi matematika itu akan punah. Supaya matematika itu tdak punah kita perlu melestarikannya. Dari uraian di atas, jelas bahwa matematika sekolah mempunyai peranan sangat penting baik bagi siswa supaya punya bekal pengetahuan dan untuk pembentukan sikap serta pola pikirnya, warga negara pada umumnya supaya dapat hidup layak, untuk kehidupan negaranya, dan matematika itu sendiri dalam rangka melestarikan dan mengembangkannya. e) Faktor-faktor yang mempengaruhi Matematika Sekolah Untuk menentukan matematika sekolah yang mana yang cocok untuk diajarkan kepada para siswa, tentunya akan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut tentunya berkaitan dengan tujuan diajarkannya matematika di sekolah dan peranan matematika sekolah, karena secara umum setiap tujuan, baik tujuan umum maupun tujuan khusus, penjabarannya tetap mengacu pada materi matematika itu sendiri. f) Strategi Pembelajaran Matematika di SMP/SMA/SMK Menurut petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah, bahwa penerapan strategi yang dipilih dalam pembelajaran matematika haruslah bertumpu pada dua hal, yaitu optimalisasi interaksi semua unsur pembelajaran, serta optimalisasi keterlibatan seluruh indra siswa. Dengan demikian memberi petunjuk kepada kita sebagai calon guru

16

agar bahan ajar diolah sedemikian rupa hingga melibatkan semua indra siswa secara optimal. Penyampaian bahan ajar perlu beragam, bahkan mungkin tidak harus terus menerus dilaksanakan di dalam kelas, tetapi sekali-kali kita melaksankan pembelajaran matematika di luar kelas. Kreativitas guru amat penting untuk mengembangkan model-model pembelajaran yang secara khusus cocok dengan kelas yang dibinanya termasuk sarana dan prasarananya. Penekanan pembelajaran matematika tidak hanya pada melatih keterampilan dan hafal fakta, tetapi pada pemahaman konsep. Tidak hanya kepada bagaimana suatu soal harus diselesaikan, tetapi juga pada mengapa soal tersebut diselesaikan dengan cara tertentu. Dalam pelaksanaannya tentu saja disesuaikan degan tingkat berpikir siswa.

3. KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP Kemampuan berarti kesanggupan; kecakapan ; kekuatan (KBBI, 1990 : 553), pemahaman berarti proses, perbuatan, cara memahami atau memahamkan, (KBBI, 1990 : 636), sedangkan konsep adalah ide abstrak yang memungkinkan kita dapat mengelompokkan objek ke dalam contoh dan non contoh, (Suherman, 2003 : 33). Menurut Gagne (dalam suherman, 2003 : 33) dalam belajar matematika ada dua objek yang dapat diperoleh siswa, yaitu objek langsung dan objek tak langsung. Objek tak langsung yaitu kemampuan menyelidiki

17

dan memecahkan masalah, belajar mandiri, bersikap positif

terhadap

matematika, dan tahu bagaimana semestinya belajar. Sedangkan objek langsung berupa fakta, keterampilan, konsep dan aturan. Jadi, berdasarkan uraian di atas, konsep merupakan objek tak langsung dari matematika yang dapat diperoleh oleh siswa. Menurut Firdaus (2006 : 1), Salah satu mitos sesat seputar matematika menyatakan bahwa matematika selalu berhubungan dengan kecepatan menghitung. Memang berhitung adalah bagian tak terpisahkan dari matematika, terutama pada tingkat SD. Tetapi, kemampuan menghitung secara cepat bukanlah hal terpenting dalam matematika. Yang terpenting adalah pemahaman konsep. Melalui pemahaman konsep, kita akan mampu mengadakan analisis (panalaran) terhadap permasalahan (soal) untuk kemudian mentransformasikan ke dalam model dan bentuk persamaan matematika, baru kemampuan menghitung diperlukan. Itupun bukan sesuatu yang mutlak, sebab pada saat ini telah banyak beredar alat bantu menghitung seperti kalkulator dan komputer. Jadi mitos yang lebih tepat adalah bahwa matematika selalu berhubungan dengan pemahaman dan penalaran. Matematika adalah mata pelajaran yang diajarkan dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan menengah. Selain mempunyai sifat yang abstrak, pemahaman konsep matematika yang baik sangatlah penting karena untuk memahami konsep yang baru diperlukan prasyarat pemahaman konsep sebelumnya.

18

Pada kurikulum 2004 Standar Kompetensi Pembelajaran Matematika SMP/MTS (dalam Tim PPPG Matematika, 2005 : 86) dinyatakan bahwa kemampuan yang perlu diperhatikan dalam penilaian pembelajaran matematika antara lain adalah pemahaman konsep dan prosedur (algoritma). Lebih jauh dinyatakan bahwa siswa dikatakan memahami konsep bila siswa mampu mendefinisikan konsep, mengidentifikasi dan memberi contoh atau bukan contoh dari konsep. Sedang siswa dikatakan memahami prosedur jika mampu mengenali prosedur atau proses menghitung yang benar dan tidak benar. Pada petunjuk teknis peraturan Dirjen Dikdasmen Depdiknas No 506/C/PP/2004 tanggal 11 November 2004 (dalam Tim PPPG Matematika, 2005 : 86) tentang penilaian perkembangan anak didik SMP dicantumkan indikator dari kemampuan pemahaman konsep sebagai hasil belajar matematika. indikator tersebut adalah : 1) menyatakan ulang sebuah konsep ; 2) mengklasifikasi konsepnya ; 3) memberi contoh dan non contoh dari konsep ; 4) menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis ; 5) mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep ; 6) menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu ; 7) mengaplikasikan konsep atau alogaritma ke pemecahan masalah. objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan

19

Pemahaman konsep merupakan salah satu kecakapan matematika. Dalam pemahaman konsep, siswa mampu untuk menguasai konsep, operasi dan relasi matematis. Pembelajaran matematika realistik memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan kembali dan merekonstruksi konsep-konsep matematika. 4. Realistic Mathematics Education ( RME ) a) Karakteristik RME Menurut Treeffers (dalam Suharta, 2003 : 1-5), karakteristik RME adalah menggunakan konteks dunia nyata ,model-model, produksi dan konstruksi siswa, interaktif dan keterkaitan

(intertwinment). 1) Menggunakan Konteks Dunia Nyata Gambar berikut menunjukan dua proses matematisasi yang berupa siklus di mana dunia nyata tidak hanya sebagai sumber matematisasi, tetapi juga sebagai tempat untuk mengaplikasikan kembali matematika. Dunia Nyata

Matematisasi dalam aplikasi refleksi

Matematisasi

dan

Aplikasi dan Formalisasi Gambar 2.1 Skema Konsep Matematisasi De Lange (dalam Suharta, 2003:4)

20

Dalam

RME,

pembelajaran

diawali

dengan

masalah

konstekstual (dunia nyata), sehingga memungkinkan mereka menggunakan pengalaman sebelumnya secara langsung. Proses penyaringan (inti) dari konsep yang sesuai dari situasi nyata

dinyatakan oleh De Lange (dalam Suharta, 2003 : 4), sebagai matematisasi konseptual. Melalui abstraksi dan formalisasi siswa akan mengembangkan konsep yang lebih komplit. Kemudian siswa dapat mengaplikasikan konsep-konsep matemika ke bidang baru dari dunia nyata (applied mathematization). Oleh karena itu, untuk menjembatani konsep-konsep matematika dengan pengalaman anak sehari-hari perlu diperhatikan matematisi pengalaman sehari-hari (mathematization of everyday experience) dan penerapan matematika dalam sehari-hari, dikutip dari Cinzia Bonotto (dalam Suharta, 2003 : 4). 2) Menggunakan model-model (matematisasi) Istilah model berkaitan dengan model situasi dan model matematik yang dikembangkan oleh siswa sendiri (self developed models). Peran self developed models merupakan jembatan bagi siswa dari situasi real ke situasi abstrak atau dari matematika informal ke matematika formal. Artinya siswa membuat model sendiri dalam menyelesaikan masalah. Pertama adalah model situasi yang dekat dengan dunia nyata siswa. Generalisasi dan Formalisasi model tersebut akan berubah menjadi model-of masalah tersebut. Melalui penalaran

21

matematika model-of akan bergeser menjadi model-for masalah yang sejenis. Pada akhirnya, akan menjadi model matematik formal. 3) Menggunakan produksi dan konstruksi Streefland (dalam Suharta, 2003 : 4), menekankan bahwa dengan pembuatan produksi bebas siswa terdorong untuk melakukan refleksi pada bagian yang mereka anggap penting dalam proses belajar. Strategi-strategi informal siswa yang berupa prosedur pemecahan masalah kontekstual merupakan sumber inspirasi dalam

pengembangan pembelajaran lebih lanjut yaitu untuk mengkonstruksi pengetahuan matematika formal. 4) Menggunakan Interaktif Interaksi antar siswa dengan guru merupakan hal yang mendasar dalam RME. Secara eksplisit bentuk-bentuk interaksi yang berupa negosiasi, penjelasan, pembenaran, setuju, tidak setuju, pertanyaan atau refleksi digunakan untuk mencapai bentuk formal dari bentuk-bentuk informal siswa. 5) Menggunakan Keterkaitan (intertwinment) Dalam RME pengintegrasian unit-unit matematika adalah esensial jika dalam pembelajaran kita mengabaikan keterkaitan dengan bidang yang lain, maka akan berpengaruh pada pemecahan masalah. Dalam mengaplikasikan matematika, biasanya diperlukan pengetahuan yang lebih kompleks, dan tidak hanya aritmatika, aljabar atau geometri tetapi juga bidang lain.

22

b) Prinsip utama dalam RME Menurut Asikin (2001 : 2), prinsip utama dalam RME adalah sebagai berikut : 1) Guided Reinvention Dan Progressive Mathematization Melalui topik-topik yang disajikan siswa harus diberi kesempatan untuk mengalami sendiri yang sama sebagaimana konsep matematika ditemukan ; 2) Didactial Phenomenology Topik-topik matematika disajikan atas dua pertimbangan yaitu aplikasinya serta konstribusinya untuk pengembangan konsep-konsep matematika selanjutnya ; 3) Self Developed Models Peran Self developed models merupakan jembatan bagi siswa dari situasi real ke situasi konkrit atau dari matematika informal ke bentuk formal, artinya siswa membuat sendiri dalam menyelesaikan masalah. c) Penguasaan Materi Ajar Realistic Mathematic Education (RME) Menurut Putman (dalam Asmin, 2002 : 6-7), tujuan pengajaran matematika adalah pencapaian transfer belajar. Salah satu aspek penting dalam pencapaian transfer belajar matematika itu agar siswa menguasai konsep-konsep matematika dan keterampilan RME

sehingga dapat diaplikasikan dalam pemecahan masalah. Dari semua aspek yang telah dikemukakan di atas, tidaklah mengherankan jika dijumpai kenyataan bahwa penguasaan materi ajar RME dari peserta didik masih perlu dikemas dengan lebih menarik. Lebih dari itu, adanya kenyataan bahwa peserta didik tidak mampu menyelesaikan soal atau masalah yang sedikit saja keluar dari kurikulum atau dari buku paket. Menurut Suharta (dalam Asmin, 2002 : 7), dalam pengajaran matematika realistik, dibutuhkan upaya (1) penemuan kembali

23

terbimbing

dan

matematisasi

progresif,

artinya

pembelajaran

matematika realistik harus diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk mengalami sendiri proses penemuan matematika ;(2) fenomena didaktik, artinya pembentukan situasi dalam pemecahan masalah matematika realistik harus menetapkan aspek aplikasi dan mempertimbangkan pengaruh proses dari matematisasi progresif; (3) mengmbangkan model-model sendiri, artinya pemecahan masalah matematika realistik harus mampu dijembatani melalui pengembangan model-model yang diciptakan sendiri oleh siswa dari yang konkrit menuju situasi abstrak, atau model yang diciptakan sendiri oleh siswa untuk memecahkan masalah, dapat menciptakan kreasi dalam keprbadian siswa melalui aktifitas di bawah bimbingan guru. d) Pertimbangan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Pembelajaran matematika menggunakan realistik sebagai satu alternatif dari sekian banyak pendekatan yang dilakukan. Meskipun tak ada cara yang terbaik dalam pembelajaran ataupun cara belajar, sebagaimana yang dikemukakan oleh Entwistle (dalam

Suherman, 2003 : 150), There can be no right way to study or best way to tech. Menurut Mustaqimah (dalam Asmin, 2002 :10) keunggulan Realistic Mathematics Education adalah sebagai berikut :

24

1) karena siswa membangun sendiri pengetahuannya, maka siswa tidak mudah lupa denganpengetahuannya ; 2) suasana dalam proses pembelajaran ; menyenangkan karena manggunakan realitas kehidupan ; 3) siswa merasa dihargai dan semakin terbuka karena setiap jawaban siswa ada nilainya ; 4) memupuk kerjasama dalam kelas ; 5) melatih keberanian siswa karena harus menjelaskan jawabannya ; 6) melatih siswa untuk terbiasa berpikir dan mengemukakan pendapat 7) pendidikan berbudi pekerti, misalnya : saling kerjasama dan menghormati teman yang sedang berbicara. Dikaitkan dengan prinsip-prinsip pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik, berikut ini merupakan rambu-rambu penerapannya, (Suherman, 2003 : 151) : 1) bagaimana guru menyampaikan matematika kontekstual sebagai starting point pembelajaran ? 2) bagaimana guru menstimulasi, membimbing, dan memfasilitasi agar prosedur, algoritma, symbol, skema dan model, oleh siswa mengarahkan mereka untuk sampai kepada matematika formal? 3) bagaimana guru memberi atau mengarahkan kelas, maupun individu untuk menciptakan free production, menciptakan caranya sendiri dalam menyelesaikan soal atau menginterpretasikan problem kontekstual, sehingga tercipta berbagai macam pendekatan, atau model penyelesaian, atau algoritma ? 4) bagaimana guru membuat kelas bekerja secara interaktif sehingga interaksi diantara mereka antara siswa dengan siswa dalam kelas kecil, dan antara anggota-anggota kelas dalam presentasi umum, serta antara siswa dan guru?

25

5) bagaimana guru membuat jalinan antara topik dengan topik lain, dan antara satu simbol dengan simbol lain di dalam rangkaian topik matematika ? Sebuah laporan penelitian terhadap implementasi pembelajaran matematika berdasarkan realistik mengatakan bahwa : 1) sekurang-kurangnya telah mengubah sikap siswa menjadi lebih tertarik terhadap matematika ; 2) pada umumnya siswa menyenangi matematika dengan pendekatan pembelajaran yang diberikan dengan alasan cara belajarnya berbeda (dari biasanya), pertanyaan-pertanyaannya menantang, adanya pertanyaan-pertanyaan tambahan sehingga menambah wawasan, lebih mudah mempelajarinya karena persoalannya menyangkut kehidupan sehari-hari, di kutip dari Turmudi (dalam Suherman, 2003). Beberapa rekomendasi hasil studi tersebut antara lain mengingat bahwa tidak ada cara belajar dan mengajar yang terbaik, dikutip dari Nisbet (dalam Suherman, 2003 : 452), maka pendekatan realistik perlu dipertimbangkan untuk dijadikan sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika . e) Implementasi Pembelajaran Matematika Realistik Dalam pembelajaran, sebelum siswa masuk pada sistem formal, terlebih dahulu siswa dibawa ke situasi informal , Misalnya pembelajaran pecahan dapat diawali dengan pembagian menjadi bagian yang sama (misalnya pembagian kue) sehingga tidak terjadi loncatan

26

pengetahuan

informal

anak

dengan

konsep-konsep

matematika

(pengetahuan matematika formal). Setelah siswa memahami pembagian menjadi bagian yang sama, baru dikenalkan istilah pecahan. Ini sangat berbeda dengan pembelajaran konvensional (bukan RME) di mana siswa sejak awal sudah dicekcoki dengan istilah pecahan dan beberapa jenis pecahan. Jadi, Pembelajaran matematika realistik diawali dengan fenomena, kemudian siswa dengan bantuan guru diberikan kesempatan menemukan kembali dan mengkonstruksi konsep sendiri. Setelah itu, diaplikasikan dalam masalah sehari-hari atau dalam bidang lain (lihat gambar 2.2) . Masalah Kontekstual
Matematisasi Konseptual

Strategi Informal
Interaksi dan Refleksi

Formalisasi

Konsep
Penguasaan Konsep Pengaplikasian Konsep

Gambar 2.2 Skema Penemuan dan Pengkonstruksian Konsep Menurut Van Reeuwijk (dalam Suharta, 2003 : 7)

27

RME di sekolah dapat dideskripsikan sebagai berikut : 1) guru menyiapkan 1 atau 2 soal realistik (ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari) yang akan dikerjakan siswa secara informal atau coba-coba (karena langkah penyelesaian formal unutk menyelesaikan soal tersebut belum diberikan) ; 2) guru mengumpulkan hasil pekerjaan siswa ; 3) guru mengoreksi hasil pekerjaan siswa dengan berprinsip pada penghargaan terhadap keseragaman jawaban siswa dan konstribusi siswa ; 4) guru dapat menyuruh beberapa siswa untuk menjelaskan temuannya di dalam kelas; 5) dengan tanya jawab, guru baru menunjukan langkah formal yang diperlukan untuk menyelesaikan soal tersebut. Bisa didahului dengan penjelasan tentang materi pendukungnya, (Suyitno, 2004 : 37). Implementasi pembelajaran matematika dengan pendekatan RME dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Pendahuluan 1) guru menggunakan pengantar berupa masalah-masalah

kontekstual yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai apersepsi ; 2) guru memberikan manfaat pembelajaran sebagai motivasi ; 3) guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, 1 kelompok terdiri dari 6 -7 siswa. Kegiatan Inti 1) siswa diberi permasalahan atau soal kontekstual ; 2) masing-masing kelompok diskusi duduk di tempatnya masing-masing ;

28

3) tiap kelompok diberi lembar kerja diskusi tentang materi yang dipelajari untuk dikerjakan secara coba-coba atau informal dan didiskusikan dengan kelompoknya ; 4) siswa menggunakan alat peraga yang telah disiapkan untuk menemukan sendiri (strategi-strategi informal) penyelesaian dari masalah ; 5) setelah selesai diskusi kelompok, guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil strategi-strategi informal mereka yang selanjutnya digunakan untuk mengkontruksi pengetahuan formal ; 6) siswa yang lain untuk memperhatikan yang selanjutnya diberi kesempatan untuk bertanya, menyanggah hasil pekerjaan kelompok yang sedang mempresentasikan pekerjaannya ; 7) guru sebagai moderator, fasilitator dalam pelaksanaan diskusi kelas agar diskusi dapat berjalan lancar dan tetap menjaga kesopanan, menghormati dan menghargai pendapat orang lain ; 8) dengan tanya jawab, guru baru menunjukan langkah formal yang diperlukan untuk menyelesaikan soal tersebut ; 9) guru membimbing siswa mengkaitkan materi yang sedang dipelajari dengan bidang lain ; 10) siswa diberi latihan soal untuk dikerjakan secara individu.

29

Penutup 1) guru membimbing siswa membuat rangkuman ; 2) pemberian tugas rumah untuk siswa.

5. Metode Ekspositori Metode Ekspsitori adalah kegiatan belajar yang bersifat menerima, guru berperan lebih aktif dan siswa berperan lebih pasif tanpa banyak melakukan kegiatan pengolahan bahan, karena hanya menerima bahan ajaran yang disampaikan oleh guru, (R. Ibrahim, 1991 : 43). Dalam metode ekspositori bahan ajar sudah disusun oleh guru secara hierarkis dan sistematis. Sehingga dalam proses belajar mengajar yang terjadi adalah guru menerangkan siswa menerima, akan tetapi didominasi guru dalam menerangkan materi pelajaran. Menurut Suherman (1993 : 243), metode ekspositori sama seperti metode ceramah dalam hal terpusatnya kegiatan kepada guru sebagai pemberi informasi (bahan pelajaran). Dalam metode ekspositori, siswa tidak hanya mendengar dan membuat catatan. Guru bersama siswa berlatih menyelesaikan latihan dan siswa bertanya soal

kalau belum mengerti. Guru dapat

menjelaskan pekerjaan siswa secara individual atau klasikal. Siswa mengerjakan latihan soal sendiri, mungkin juga saling bertanya dan

mengerjakan bersama dengan temannya atau disuruh mengerjakannya di papan tulis, Suherman (2003).

30

Kelebihan dari metode ekspositori sebagai breikut : a) dapat menempati kelas besar, setiap siswa mempunyai kesempatan aktif yang sama ; b) bahan pelajaran diberikan secara urut oleh guru ; c) guru dapat menentukan hal yang dianggap penting ; d) guru dapat memberikan penjelasan-penjelasan individu atau klasikal. Kekurangan dari metode ekspositori sebagai berikut : a) pada metode ini tidak menekankan penonjolan aktifitas fisik seperti aktifitas mental siswa ; b) kegiatan terpusat pada guru sebagai pemberi informasi (bahan pelajaran) ; c) pengetahuan yang didapat dengan metode ekspositori cepat hilang ; d) kepadatan konsep dan aturan-aturan yang diberikan dapat berakibat siswa tidak menguasai bahan pelajaran yang diberikan, (Suharyono : 1996).

6. Pokok Bahasan Yang Berkaitan Dengan Penelitian a. Persegi Panjang 1) pengertian persegi panjang Persegi panjang adalah bangun segi empat yang memiliki dua pasang sisi sejajar dan empat sudut siku-siku, (Ekosiswoyo S. J., 2004 : 265). 2) Unsur unsur persegi panjang Perhatikan gambar 2.3 di bawah ini, D C

A Gambar 2.3

Gambar 2.3 menunjukan sebuah persegi panjang ABCD dengan unsur-unsur sebagai berikut.

31

Unsur unsur persegi panjang Sisi Sudut siku-siku Diagonal Panjang Lebar

Nama Unsur AB, BC, CD, AD A, B, C, D AC dan BD AB dan CD AD dan BC

3) menempatkan persegi panjang ke dalam bingkainya Untuk membedakan cara pemasangan yang satu dengan yang lain, titik-titik sudut persegi panjang dan bingkainya ditandai dengan huruf, misalnya ABCD untuk bingkai dan ABCD untuk persegi panjang

C
C m D

D
A n B

D
B O

A Letak 1

A B

AD

C B

Letak 2

Letak 3

Letak 4

Gambar 2.4 Berdasarkan gambar 2.4, ternyata ada empat cara persegi panjang ABCD dapat menempati bingkai ABCD dengan tepat, yaitu : (1). Letak 1, persegi panjang ABCD menempati bingkainya pada posisi normal. Dengan posisi ABCD. (2). Letak 2, persegi panjang ABCD dibalik menurut garis m (vertikal). Dengan posisi BADC. (3). Letak 3, persegi panjang ABCD dibalik menurut garis n ( horizontal).

32

Dengan posisi DCBA. (4). Letak 4, persegi panjang ABCD diputar setengah putaran. Dengan posisi CDAB. Persegi panjang dapat menempati bingkainya dengan 4 cara

4) sifat-sifat persegi panjang

a. l

p l p

Sisi-sisi

yang

berhadapan

sama

panjang dan sejajar

b.

Setiap sudutnya siku-siku

c.

Mempunyai dua buah diagonal yang sama panjang dan saling berpotongan di titik pusat persegi. Titiktersebut membagi diagonal

d. Mempunyai 2 sumbu simetri yaitu sumbu vertikal dan sumbu horizontal. Gambar 2.5

33

2. Persegi a. pengertian persegi Persegi adalah persegi panjang yang keempat sisinya sama panjang (Sukino, 2004 : 324). b. Unsur unsur persegi Perhatikan gambar 2.6 D C

Gambar 2.6

Gambar 2.6 menunjukkan sebuah persegi ABCD dengan unsurunsur sebagai berikut. Unsur unsur persegi Sisi Sudut siku-siku Diagonal Nama Unsur AB, BC, CD, AD A, B, C, D AC dan BD

c. persegi dapat menempati dalam bingkainya melalui peragaan D D


C C

D C

D C

A A
Letak 1

A B Gambar 2.7 (i)


Letak 2

A B

34

D A

B C

D D

A C

A D
Letak 3

B Gambar 2.7

A C
Letak 4

B B

Berdasarkan Gambar 2.7 (i) dan (ii) : a. Letak (1) persegi ABCD pada posisi normal, yaitu ABCD b. Letak (2), diperoleh dengan membalik letak (1) secara horisontal, dengan posisi BADC. c. Letak (3), diperoleh dengan membalik letak (1) secara vertikal, dengan posisi DCBA. d. Letak (4) diperoleh dengan membalik letak (1) dengan poros diagonal BD, dengan posisi CBAD. D B
C C

D C

B C

A A
Letak 5

A D
Letak 6

D B

A C

D A

D C

A C
Letak 7

A B
Letak 8

Gambar 2.8

35

Berdasarkan Gambar 2.8 : e. Letak (5) diperoleh dengan membalik letak (1) dengan poros diagonal AC, dengan posisi ADCB.

f. Letak (6), diperoleh dari letak (1) dengan cara memutar 900, dengan posisi DABC. g. Letak (7) diperoleh dari letak (1) dengan cara memutar 1800, dengan posisi CDAB. h. Letak (8) diperoleh dari letak (1) dengan cara memutar 2700. dengan posisi BCDA. Sebuah persegi dapat menempati bingkainya dengan 8 cara

d. Sifat-sifat persegi a. Semua sisinya sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar.

b. Setiap sudutnya siku-siku

c.

Mempunyai dua buah diagonal yang sama panjang, berpotongan di tengah-tangah. sudut siku-siku. Dan membentuk

Gambar 2.9 (i)

36

Setiap sudutnya dibagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya.


450 0 45

Memiliki 4 sumbu simetri.

Gambar 2.9 (ii)

3. keliling dan luas a. Keliling persegi panjang D O


Lebar

Panjang

B Gambar 2.10

Pada gambar 2.10, Jika AB = DC = Panjang (p) dan AD = BC = Lebar (l), jadi keliling persegi panjang disimbolkan dengan K, maka : Keliling = AB + BC + CD + DA =p+l+p+l = 2p + 2l K = 2p + 2l

37

b. Luas daerah persegi panjang Berdasarkan gambar 2.10, Luas daerah persegi panjang pada Gambar 2.6 : Luas = AB X BC Apabila AB = CD = panjang (p) dan AD = DC = lebar (l) maka luas daerah persegi panjang adalah : c. Keliling persegi Keliling D C Sisi O A Sisi B Gambar 2.11 persegi yaitu L = p x l atau L = pl

jumlah seluruh sisi-sisinya. Misalnya AB = Sisi ( s )

Jika keliling persegi disimbolkan dengan K, maka : Keliling = AB + BC + CD + DA Keliling = s + s + s + s = 4s Jadi K = 4s d. Luas daerah persegi Berdasarkan gambar 2.10, Luas = AB x CD Misal AB = BC = CD = DA = s Maka L = s x s atau L = s2

38

7. Kerangka Berpikir Pembelajaran matematika oleh sekolah di Indonesia sejauh ini masih didominasi oleh pembelajaran konvensional dengan paradigma

pembelajarannya. Siswa diposisikan sebagai objek , siswa dianggap tidak tahu atau belum tahu apa-apa, sementara guru memosisikan diri sebagai yang mempunyai pengetahuan. Penekanan yang berlebihan pada isi dan materi diajarkan secara terpisah-pisah. Materi pembelajaran matematika diberikan dalam bentuk jadi. Dan, semua itu terbukti tidak berhasil membuat siswa memahami dengan baik apa yang mereka pelajari. Penguasaan dan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika lemah karena tidak mendalam. Akibatnya, prestasi belajar matematika rendah. Hampir setiap tahun matematika dianggap sebagai batu sandungan bagi kelulusan sebagian besar siswa. Selain itu, pengetahuan yang diterima siswa secara pasif menjadikan matematika tidak bermakna bagi siswa. Menurut Marpaung (dalam Sriyanto, 2007:1), paradigma mengajar seperti di atas tidak dapat lagi dipertahankan dalam pembelajaran matematika di sekolah. Sudah saatnya paradigma mengajar diganti dengan paradigma belajar. Paradigma belajar ini sejalan dengan teori konsruktivisme. Dalam paradigma belajar, siswa diposisikan sebagai subyek. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, tapi suatu proses yang harus digeluti, dipikirkan dan di konstruksi siswa, tidak dapat ditransfer kepada mereka yang hanya menerima secara pasif.

39

Dengan demikian, siswa sendirilah yang harus aktif. Paradigma belajar juga sejalan dengan teori Realistic Mathematics Education (RME) yang dikembangkan Freudenthal bahwa pengetahuan matematika dikreasi, bukan ditemukan sebagai sesuatu yang sudah jadi. Kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan dengan skema sebagai berikut:

Paradigma Pembelajaran

Paradima Mengajar

Paradigma Belajar

Pembelajaran Konvensional

RME

Materi pembelajaran matematika diberikan dalam bentuk jadi

Materi pembelajaran matematika merupakan suatu proses yang harus digeluti, dipikirkan dan dikontruksi siswa

Kemampuan pemahaman konsep siswa rendah

Kemampuan pemahaman konsep siswa tinggi

Gambar 2.12 Skema Kerangka Berpikir

40

B. HIPOTESIS Hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut : Rata-rata skor tes kemampuan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan RME lebih tinggi daripada Rata-rata skor tes kemampuan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran matematika dengan metode ekspositori.

41

BAB III METODE PENELITIAN

A. METODE PENENTUAN OBJEK PENELITIAN 1. Populasi Menurut Sugiyono (2003:59), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Sedangkan menurut Arikunto (2002 : 108), Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Berdasarkan pendapat tersebut, maka dapat diartikan bahwa populasi adalah segala sesuatu yang akan dijadikan subjek penelitian dengan memiliki karakteristik yang sama. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung dengan rincian sebagai berikut : Tabel 3.1 Populasi Penelitian No 1 2 3 4 5 Kelas VII A VII B VII C VII D VII E Jumlah Jumlah Siswa 45 46 45 45 45 221

42

2. Sampel Menurut Arikunto (2002 : 109), Sampel adalah sebagian atau mewakili populasi yang diteliti. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik 41 cluster sampling. Hal ini dilakukan karena tidak memilih individu-individu, melainkan cluster-cluster. Dengan begitu maka kesimpulan dari penyelidikan cluster sampling tidak berlaku untuk individu-individu, melainkan untuk claster-claster sebagai keseluruhannya, (Sutrisno Hadi, 1982 : 229). Dalam penelitian ini, diambil dua kelas sebagai sampel, yaitu kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan VII A sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen yang akan diterapkan pembelajaran dengan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME), sedangkan kelas kontrol dengan pembelajaran metode ekspositori. Sedangkan untuk uji coba soal dilaksanakan di kelas VIIB.

B. VARIABEL PENELITIAN Menurut S. Arikunto (2002 : 99), Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Jadi variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Sering pula diartikan bahwa variabel sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa yang akan diteliti. Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep siswa SMP Negeri 2 Tanjung Kabupaten Brebes.

43

Indikator kemampuan pemahaman konsep adalah sebagai berikut : 1) kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep ; 2) kemampuan mengklasifikai objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya ; 3) kemampuan memberi contoh dan non contoh dari konsep ; 4) kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis ; 5) kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep ; 6) kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu ; 7) kemampuan mengaplikasikan konsep atau alogaritma ke pemecahan masalah.

C. PROSEDUR PENGUMPULAN DATA Mengumpulkan data merupakan kegiatan penting dalam suatu penelitian. Dengan adanya data-data itulah peneliti menganalisisnya untuk kemudian dibahas dan disimpulkan dengan panduan serta referensireferensi yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan data adalah hasil pencatatan peneliti, baik berupa fakta maupun angka, Arikunto (2002 : 96). Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

44

1) mengambil data nilai akhir semester 1 kels VII A, VII B dan VII C (semester gasal 2006/ 2007) ; 2) menganalisis data 1) dengan melakukan uji normalitas, uji homogenitas varians dan uji persamaan rata-rata ; 3) berdasarkan hasil pada 2) ditentukan sampel penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kemudian menentukan kelas uji coba di luar sampel penelitian tetapi berada dalam populasi penelitian, 4) menyusun kisi-kisi tes uji coba ; 5) menyusun instrumen tes uji coba berdasarkan kisi-kisi yang ada ; 6) mengujicobakan instrumen tes uji coba pada kelas uji coba. Yang mana instrumen tersebut akan digunakan sebagai tes akhir ; 7) menganalisis data hasil uji coba instrument tes uji coba pada kelas uji coba untuk mengetahui validitas, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda ; 8) menentukan soal-soal yang memenuhi syarat berdasarkan pada 7) ; 9) menyusun rencana pembelajaran RME ; 10) mengambil rencana pembelajaran ekspositori yang dibuat oleh guru kelas ; 11) peneliti menerapkan RPP RME di kelas eksperimen ; 12) guru kelas mengamati pelaksanaan pembelajaran pendekatan RME di kelas eksperimen ;

45

13) peneliti mengamati pelaksanaan model pembelajaran ekspositori di kelas kontrol dengan metode pembelajaran sesuai yang ditetapkan guru bersangkutan ;

14) melaksanakan tes akhir berupa tes kemampuan pemahaman konsep pada kelas eksperimen dan kelas kontrol ; 15) menganalisis data hasil tes ; 16) menyusun hasil penelitian.

Skema prosedur penelitian : Data Nilai Akhir Semester 1 Kelas Uji Coba Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

Uji Instrumen Tes

Pendekatan Pembelajaran RME

Metode Ekspositori

Analisi Uji Coba Tes Akhir Analisis Hasil Tes Akhir

Gambar 3.1 Skema Prosedur Penelitian

46

D. METODE PENGUMPULAN DATA Dalam penelitian ini menggunakan 3 metode pengumpulan data, yaitu : 1) Metode Dokumentasi Metode dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mencatat data tentang nama-nama siswa yang akan menjadi populasi penelitian dan daftar nama-nama siswa yang akan menjadi responden dalam uji coba instrumen. Selain itu, metode ini digunakan untuk mendapat data nilai akhir semester 1 dari siswa yang digunakan untuk manguji kesamaan kualitas kelas eksperimen dan kelas kontrol pada keadaan awal atau sebelum perlakuan. 2) Metode Tes Metode tes digunakan untuk memperoleh data skor kemampuan pemahaman konsep, baik dengan menggunakan pembelajaran pendekatan RME maupun dengan metode ekspositori. Tes diberikan kepada kedua kelas sampel dengan tes yang sama. Hasil pengolahan data ini gunakan untuk menguji kebenaran hipotesis penelitian. 3) Metode Observasi Metode observasi digunakan untuk memperoleh informasi tentang proses pengelolaan pembelajaran dengan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) yang berlangsung di kelas eksperimen.

E. INSTRUMEN PENELITIAN Hal-hal yang diperlukan dalam instrumen penelitian : 1. Metode Penyusunan Perangkat Tes

47

Penyusunan instrumen tes dilakukan dengan langkah sebagai berikut : a) Menentukan materi : Persegi panjang dan persegi, b) Menentukan alokasi waktu pertemuan : 6 x 40 menit, c) Menentukan bentuk tes, bentuk tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian. Pemakaian bentuk tes uraian dalam pembuatan soal mempunyai kelebihan sebagai berikut : 1) mudah disiapkan dan disusun ; 2) tidak memberi banyak kesempatan untuk berspekulasi atau untung-untungan ; 3) mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat serta menyusunnya dalam bentuk kalimat yang bagus ; 4) memberi kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan maksudnya dengan gaya bahasa dan caranya sendiri ; 5) dapat diketahui sejauh mana siswa mendalami sesuatu masalah yang diteskan, Arikunto (2002:163). 2. Pelaksanaan Tes Uji Coba Setelah instrumen tes tersusun, kemudian diujicobakan pada kelas uji coba yaitu kelas VII B SMP Negeri 2 Tanjung untuk diuji apakah butir-butir soal tersebut memenuhi kualifikasi soal yang baik digunakan. 3. Analisis Perangkat Tes Uji Coba a) Validitas Menurut Arikunto (2005 : 160), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan instrumen. Suatu instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut mampu mengukur apa yang hendak diukur dan seharusnya diukur. Tinggi

48

rendahnya instrumen menunjukan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran variabel yang dimaksud. Rumus yang digunakan untuk mengetahui validitas tes secara empiris adalah rumus korelasi product moment.

rxy =

{NX 2 (X )2}{NY 2 (Y)2}

NXY X Y

(Arikunto, 2005 : 72)

keterangan: rxy N X Y XY = koefisien korelasi = Jumlah Subjek = Skor yang dicari validitasnya = Skor total = Perkalian antara soal dengan skor total
2

= jumlah kuadrat skor item = jumlah kuadrat skor total. Kemudian hasil rxy dikonsultasikan dengan harga r Product

Moment dengan taraf signifikan 5%. Jika rxy> rtabel dengan = 5%


maka alat ukur dikatakan valid atau dengan kata lain jika harga r lebih kecil dari harga kritik dalam tabel maka korelasi tersebut tidak signifikan.

b) Tingkat Kesukaran Soal


Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Teknik perhitungan kesukaran soal adalah dengan

49

menghitung berapa persen siswa yang gagal menjawab benar atau ada di bawah batas lulus (passing grade) untuk tiap-tiap item. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
P= Jumlah testee yang dianggap gagal x 100% Jumlah seluruh tes

(Arifin, 1991 : 135)

Dengan, P = Tingkat kesukaran. Untuk menginterpretasikan taraf kesukaran dapat digunakan kriteria sebagai berikut : Jika P 27 % termasuk soal mudah. Jika 28 % P 72 % termasuk soal sedang. Jika p 73 % termasuk soal sukar.

c) Daya Pembeda Soal


Teknik yang digunakan untuk menghitung daya pembeda bagi tes bentuk uaraian adalah dengan menghitung perbedaan dua buah ratarata yaitu antara rata-rata kelas atas dengan rata-rata kelas bawah untuk tiap-tiap item. Kelas atas adalah 27 % bagian atas dari peserta tes setelah nilai tes diurutkan dari terbesar ke terkecil. Sedangkan kelas bawah adalah 27 % bagian bawah. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
t= MH ML x1 + x 2 ni (ni 1)
2 2

(Arifin, 1991 : 141-142)

Keterangan : t = Daya Pembeda

50

MH ML

= Rata-rata dari kelas atas = Rata-rata dari kelas bawah

x1

= Jumlah kuadrat deviasi individual dari kelas atas = Jumlah kuadrat deviasi individual dari kelas bawah. = 27 % x N (kelas atas dan kelas bawah sama besar). = Jumlah peserta tes. Selanjutnya t hitung dibandingkan dengan t tabel dengan dk = (n1 -

ni N

1) + (n2 1) dan = 5 %. Dengan kriteria t

hitung

>t

tabel

maka daya < t


tabel

pembeda soal itu signifikan. Sedangkan jika kriteria t maka daya pembeda soal itu tidak signifikan.

hitung

d) Reliabilitas
Untuk mengetahui reliabilitas tes dengan soal uraian

menggunakan rumus Alpha sebagai berikut :


2 n i r11 = 1 t2 n 1

(Arikunto, 2005 : 109-111)

dengan Rumus varians total


X 2 (X ) 2 n n

dan

i2 =

t2 =

Y 2

(Y ) 2 n n

Keterangan : r11
2

= Reliabilitas tes

i = Jumlah Varians skor tiap-tiap item

t 2 = Varians Skor Total

51

i 2 = Varians Skor item


n = Banyaknya item tes

X 2 = Jumlah skor item kuadrat (X ) 2 = Kuadrat dari jumlah skor item Y 2 = Jumlah skor total kuadrat

(Y )2

= Kuadrat dari jumlah skor total.

Tolok ukur untuk mengintrepretasikan tingkat reliabilitas :


0.00 < r11 0,200 reliabilitas sangat rendah
0.200 < r11 0,400 0.400 < r11 0,600 0.600 < r11 0,800

reliabilitas rendah reliabilitas cukup reliabilitas tinggi

0.800 < r11 1,00 reliabilitas sangat tinggi

Nilai r11 dibandingkan dengan rtabel Product Moment. Jika r11 > r tabel maka tes reliabel.

4. Hasil Analisis Perangkat Tes Uji Coba a) Validitas Dalam soal uji coba terdapat 14 soal uraian. Dengan n = 46 dan taraf nyata = 5% diperoleh rtabel = 0,297 dari daftar kritik r Product

Moment. Soal dikatakan valid jika rxy

> rtabel.

Dari perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut : 1) Kriteria soal valid ada 12 nomor , diantaranya :

52

a. Karena rxy soal nomor 1 = 0,600 maka soal nomor 1 dikatakan valid. b. Karena rxy soal nomor 2 = 0,775 maka soal nomor 2 dikatakan valid. c. Karena rxy soal nomor 3 = 0,493 maka soal nomor 3 dikatakan valid. 2) Kriteria soal tidak valid ada 2 soal. a. Karena rxy soal nomor 9 = 0,114 maka soal nomor 9 dikatakan tidak valid. b. Karena rxy soal nomor 14 = -0,048 maka soal nomor 9 dikatakan tidak valid. Contoh perhitungan validitas soal dapat dilihat pada lampiran 35 halaman 172. b) Tingkat Kesukaran Dari hasil penghitungan diperoleh hasil sebagai berikut : 1) Kriteria soal mudah ada 6 soal, diantaranya : a. Pada soal nomor 1, Karena persentase jumlah peserta tes yang gagal 17 % maka soal nomor 1 termasuk soal mudah . b. Pada soal nomor 2, Karena persentase jumlah peserta tes yang gagal 11 % maka soal nomor 2 termasuk soal mudah . 2) Kriteria soal sedang ada 6 soal, diantaranya : a. Pada soal nomor 6, Karena persentase jumlah peserta tes yang gagal 30 % maka soal nomor 1 termasuk soal sedang .

53

b. Pada soal nomor 13, Karena persentase jumlah peserta tes yang gagal 33 % maka soal nomor 13 termasuk soal sedang . 3) Kriteria soal sukar ada 2 soal, yaitu : a. Pada soal nomor 8, Karena persentase jumlah peserta tes yang gagal 76% maka soal nomor 8 termasuk soal sukar . b. Pada soal nomor 10, Karena persentase jumlah peserta tes yang gagal 74 % maka soal nomor 10 termasuk soal sukar . Contoh perhitungan tingkat kesukaran soal dapat dilihat pada lampiran.37 halaman 175. c) Daya Pembeda Dengan dk = 22 dan taraf nyata = 5% dari daftar distribusi t diperoleh ttabel = 2,074. Daya pembeda soal signifikan jika thitung> ttabel . Dari hasil penghitungan diperoleh hasil sebagai berikut : a) Kriteria soal yang signifikan ada 11 soal, diantaranya : 1) Karena thitung soal nomor 1 = 5,33 maka daya pembeda soal nomor 1 signifikan. 2) Karena thitung soal nomor 2 = 2,17 maka daya pembeda soal nomor 2 signifikan. b) Kriteria soal yang tidak signifikan ada 2 soal, diantaranya : 1) Karena thitung soal nomor 9 = -3,28 maka daya pembeda soal nomor 9 tidak signifikan. 2) Karena thitung soal nomor 14 = -2,86 maka daya pembeda soal nomor 14 tidak signifikan.

54

Contoh perhitungan daya pembeda soal dapat dilihat pada lampiran 36 halaman 174. d) Reliabilitas Dengan n = 46 dan taraf nyata = 5% diperoleh rtabel = 0,297 dari daftar kritik r Product Moment. Soal dikatakan valid jika rxy> rtabel. Dari hasil perhitungan diperoleh r11 = 0,816. Karena rxy > rtabel maka tes dikatakan reliabel. Contoh perhitungan reliabilitas soal dapat dilihat pada lampiran 38 halaman 176. Berdasarkan hasil perhitungan analisis instrumen tes tersebut, terdapat 12 soal yang dipakai dan 2 soal yang dibuang. 5. Penyusunan Perangkat Tes Akhir Setelah dilakukan analisis soal uji coba, selanjutnya dilakukan penyeleksian soal. Pada penyeleksian tahap awal, soal yang dibuang adalah soal yang tidak valid, tidak reliabel atau soal yang mempunyai daya pembeda yang tidak signifikan. Soal yang dibuang adalah soal nomor 9 dan 14. Setelah itu dilakukan penyeleksian soal tahap akhir. Soal-soal yang diteskan harus memenuhi indikator kemampuan pemahaman konsep dan indikator pembelajaran sesuai dengan KTSP seperti yang tercantum dalam kisi-kisi tes akhir (lampiran 36 halaman 163). Soal yang digunakan dalam tes akhir adalah soal uraian nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6,7, 8, 10, 11, 12 dan 13.

55

F. METODE ANALISIS DATA 1. Analisis Tahap Awal

Sebelum sampel diberi perlakuan, maka perlu dianalisis dahulu melalui uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan dua rata-rata. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah kedua kelompok sampel berasal dari kondisi awal yang sama. Data yang digunakan dalam analisis tahap awal berasal dari nilai ujian akhir semester 1.
a) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data kedua kelompok sampel berdistribusi normal atau tidak. Jika sampel berdistribusi normal maka populasi juga berdistribusi normal, sehingga kesimpulan berdasarkan teori berlaku. Langkah-langkah uji normalitas adalah sebagai berikut : 1. menyusun data dan mencari skor tertinggi dan skor terendah ; 2. membuat interval kelas dan menentukan batas kelas ; 3. menghitung rata-rata dan simpangan baku ; 4. membuat tabulasi data ke dalam interval kelas ; 5. menghitung nilai z dari setiap batas kelas dengan rumus

x x zi = i s

(Sudjana, 2002 : 138)

6. mengubah harga z menjadi luas daerah kurva normal dengan menggunakan tabel ;

56

7. menghitung frekuensi harapan berdasarkan kurva. Adapun rumus yang digunakan adalah uji Chi kuadrat, yaitu : (O Ei ) 2 X = i Ei i =1
2 k

(Sudjana, 2002 : 273)

Keterangan :

X 2 : harga Chi-Kuadrat
Oi Ei : frekuaensi hasil pengamatan : frekuensi yang diharapkan

Derajat kebebasan untuk rumus ini adalah k 3. Jika X 2 data < X 2 (1 )( k 3) dari tabel maka sampel berasal dari populasi yang sama.. 8. membandingkan harga Chi kuadrat dengan tabel Chi kuadrat dengan taraf signifikan 5 % ; 9. menarik kesimpulan jika X2Hitung < X2tabel maka data berdistribusi normal. Setelah dilakukan perhitungan, untuk kelas eksperimen diperoleh x = 66,00 . Dengan = 5% dan dk = 6-3 = 3 dari daftar distribusi chi kuadrat didapat x2tab = 7,81. Aturan untuk menguji adalah H0 diterima jika x
2 hit

< x

tab

dan tolak H0 jika x2 mempunyai harga-harga yang lain.

Dari hasil perhitungan didapat x2hit = 7,4256 yang jelas berada pada daerah penerimaan H0, artinya kelas eksperimen berdistribusi normal. Untuk kelas kontrol x = 67,56 , x 2 hit = 5,6987 , dengan = 5 % dan dk = 3 dari daftar

57

distribusi chi kuadrat didapat x2tab = 7,81. Karena x 2 hit < x 2 tab maka kelas kontrol juga berdistribusi normal. Penghitungan selengkapnya ada di lampiran 4 halaman 88.
b) Uji Homogenitas

Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah kedua kelompok sampel mempunyai varians yang sama atau tidak. Jika kedua kelompok mempunyai varians yang sama maka kedua kelompok tersebut dikatakan homogen. Hipotesis yang digunakan : H0 : 1 = 2
2 2

H0 : 1 2
2

Keterangan :

1 = varians kelas eksperimen

2 = varians kelas kontrol


Untuk menguji kesamaan varians tersebut rumus yang digunakan, yaitu:
F= Vb Vk

Sudjana (2002 : 250)

Keterangan : Vb = Varians yang terbesar Vk = Vasians yang terkecil Untuk menguji apakah kedua varians tersebut homogen atau tidak maka Fhitung dibandingkan dengan FTabel dengan = 5 % dengan dk pembilang = (na 1) dan dk penyebut = (nb 1)

58

Keterangan : nb = Banyaknya data yang variansnya terbesar nb = Banyaknya data yang variansnya terkecil jika Fhitung > F1
2

( v1 , v2 )

maka dapat dikatakan kedua kelompok memiliki

kesamaan varians atau homogen. Setelah dilakukan perhitungan didapat varians terbesar 43,8889 dan varians terkecil 30,2273 sehingga Fhit = 1,4520 dan dengan

= 5 % dan dk = (44, 44) dari daftar distribusi F didapat Ftab = 1,65.


karena Fhit < Ftab maka tidak ada perbedaan varians antara kedua kelas tersebut. Penghitungan selengkapnya ada di lampiran 5 halaman 90.
c) Uji Kesamaan Dua Rata-rata Sebelum Perlakuan

Untuk mengetahui kesamaan rata-rata dua kelompok sampel sebelum perlakuan maka perlu diuji menggunakan uji kesamaan dua rata-rata. Hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut : H0 : 1 = 2 H0 : 1 2 Keterangan :

1 = Rata-rata data kelas eksperimen 2 = Rata-rata data kelas kontrol


Kriteria pengujian adalah terima H0 jika -ttabel < thitung < ttabel dengan derajat kebebasan d(k) = n1+n2-2 dan tolak H0 untuk harga yang

59

lainnya. Karena varians kedua kelas tersebut tidak berbeda, maka digunakan rumus
t = s x1 x 2 1 1 + n1 n2

, t tabel = t 0,95 (dk = n 1 + n 2 - 2)

dengan s Keterangan: t
x1 x2
2

(n1 1)s1 2 + (n2 1)s 2 2 =


n1 + n2 2

Sudjana (2002 : 243)

: uji t : Rata-rata nilai kelas eksperimen : Rata-rata nilai kelas kontrol : Varians gabungan : Varians kelas eksperimen : Varians kelas kontrol : Banyaknya anggota kelas eksperimen
:

s2 s1 2 s2 2 n1 n2

Banyaknya anggota kelas kontrol

Setelah dilakukan perhitungan dengan uji t diperoleh thit = 1,2121 dan dengan = 5 % dan dk = 88 dari daftar distribusi t didapat ttab = 1,66. karena thit < ttab maka kedua kelas mempunyai rata-rata yang sama. Penghitungan selengkapnya ada di lampiran 6 halaman 91.

60

2. Analisis Data Tahap Akhir

Setelah kedua sampel diberi perlakuan yang berbeda, maka dilaksanakan tes akhir. Hasil tes akhir ini akan diperoleh data yang digunakan sebagai dasar dalam menguji hipotesis penelitian. Data dalam analisis data tahap akhir menggunakan skor nilai tes berdasarkan indikator kemampuan pemahaman konsep dengan

pembelajaran menggunakan pendekatan RME dan dengan Ekspositori.


a) Uji Normalitas

Uji kenormalan digunakan untuk mengetahui apakah kedua kelompok sampel dengan pembelajaran menggunakan pendekatan

RME dan dengan Ekspositori berdistribusi normal atau tidak. Adapun langkah-langkah dan rumus yang digunakan sama dengan uji normalitas pada analisis data tahap awal.
b) Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah kedua kelompok sampel dengan pembelajaran dengan pendekatan RME dan dengan Ekspositori mempunyai tingkat varians yang sama, sehingga dapat menentukan rumus uji t yang akan digunakan. Rumus yang digunakan sama dengan rumus untuk menentukan homogenitas pada analisis data tahap awal.
c) Uji Hipotesis

Uji hipotesis yang digunakan adalah uji perbedaan dua ratarata, uji satu pihak yaitu pihak kanan dengan rumus uji t.

61

H 0 : 1 2 , artinya rata-rata skor tes kemampuan pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen lebih rendah atau sama dengan rata-rata skor tes kemampuan pemahaman konsep siswa pada kelas kontrol.
H 1 : 1 > 2 , artinya rata-rata skor tes kemampuan pemahaman

konsep siswa pada kelas eksperimen lebih lebih tinggi daripada rata-rata skor tes kemampuan pemahaman

konsep siswa pada kelas kontrol. Hipotesis diterima jika t


hitung

<t

tabel.

Karena rumus t

hitung

yang

digunakan sangat ditentukan hasil uji homogenitas antar kedua kelas, maka kemungkinan rumus t hitung yang digunakan adalah : a. jika varians kedua kelas tersebut sama, maka digunakan rumus :
t =

,
s

x1 x 2 1 1 + n1 n2

, t tabel = t 0,95 (dk = n 1 + n 2 - 2) Sudjana (2002 : 243)

dengan s2 = Keterangan: t : uji t

(n1 1)s1 2 + (n2 1)s 2 2


n1 + n2 2

x1 : Rata-rata nilai kelas eksperimen x 2 : Rata-rata nilai kelas kontrol

s2 : Varians gabungan s12 : Varians kelas eksperimen

62

s22 : Varians kelas kontrol n1 : Banyaknya anggota kelas eksperimen n2


:

Banyaknya anggota kelas kontrol

b. jika varians kedua kelas berbeda, maka rumus t digunakan adalah :


t' = s x1 x 2 s1 s + 2 n1 n2
2 2

hitung

yang

Sudjana (2002 : 243)

H0 diterima jika
2

w1 t1 + w2 t 2 w1 + w2
2

< t'<

w1 t1 + w2 t 2 w1 + w2

dengan

s s w1 = 1 dan w2 = 2 n1 n2 t1 = t
1 1 ( n1 1) 2

dan t 2 = t

1 1 ( n2 1) 2

Dan = 5 %.

3. Analisis Lembar Observasi

Analisis ini digunakan untuk memperoleh informasi tentang proses pengelolaan pembelajaran dengan pendekatan Realistic

Mathematic Education (RME) di kelas eksperimen. Pengelolaan pembelajaran RME dinilai berdasarkan penerapan karakteristik RME dengan memberi skor berskala 1-4. Adapun kriteria penskoran pengelolaan pembelajaran RME sebagai berikut :

63

Angka 1 mewakili persentase kemunculan 0 25 % Angka 2 mewakili persentase kemunculan 26 50 % Angka 3 mewakili persentase kemunculan 51 75 % Angka 4 mewakili persentase kemunculan 76 100 % Data hasil pengamatan pengelolaan pembelajaran dengan pendekatan RME selama proses pembelajaran berlangsung dianalisis dengan menggunakan persentase (%), yakni banyaknya skor kemunculan karakteristik RME dibagi dengan skor maksimum dikali dengan 100 % (Dimodifikasi dari pedoman observasi pada skripsi Herliana Dessi K, 2006 : 120).

64

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV merupakan hasil studi lapangan untuk memperoleh data dengan teknik tes setelah dilaksanakan pendekatan pembelajaran RME di kelas eksperimen dan pembelajaran dengan metode ekspositori di kelas kontrol. Variabel yang diteliti adalah kemampuan pemahaman konsep pada sub pokok bahasan persegi panjang dan persegi pada siswa SMP kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Kabupaten Brebes. Untuk kelas eksperimen yaitu kelas VII C dan kelas kontrol yaitu kelas VII A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP di kelas dengan pembelajaran pendekatan RME lebih baik daripada dengan metode ekspositori dan untuk mengetahui indikator kemampuan pemahaman konsep yang dipenuhi dan tidak dipenuhi oleh siswa kelas VII SMP di kelas eksperimen.

A. HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil analisis tes akhir yang memuat indikator-indikator kemampuan pemahaman konsep, diperoleh hasil sebagai berikut : 1. Hasil Penghitungan Data Akhir Setelah kelas eksperimen dikenai pembelajaran dengan

pendekatan RME dan kelas kontrol dengan metode ekspositori, kedua kelas tersebut diberi tes akhir yang memuat indikator kemampuan

64

65

pemahaman konsep dalam sub pokok bahasan persegi panjang dan persegi. Hasil tes tersebut kemudian dianalisis lebih lanjut yang digunakan sebagai data akhir. Berdasarkan hasil tes kemampuan pemahaman konsep, skor ratarata yang diperoleh siswa pada kelas eksperimen, 23,11 (77%) dari skor total 30 dan simpangan baku 4,063. Skor tertinggi 29 (97%) dan skor terendah 10 (33%). Sedangkan skor rata-rata yang diperoleh siswa pada kelas kontrol, 21,00 (70%) dari skor total 30 dan simpangan baku 4,710. Perolehan skor tertingi dan skor terendah sama dengan di kelas eksperimen, yaitu skor tertinggi 29 (97%) dan skor terendah 10 (33%). Setelah itu, dilakukan penghitungan analisis sebagai berikut : a. Uji Normalitas Setelah dilakukan perhitungan, untuk kelas kontrol diperoleh x = 21,00 . Dengan = 5% dan dk = 6-3 = 3 dari daftar distribusi chi kuadrat didapat x2tab = 7,81. Aturan untuk menguji adalah H0 diterima jika x 2 hit < x 2 tab dan tolak H0 jika x2 mempunyai harga-harga yang lain. Dari hasil perhitungan didapat x2hit = 2,5018 yang jelas berada pada daerah penerimaan H0, artinya kelas kontrol berdistribusi normal. Untuk kelas eksperimen x = 23,11 , x

2 hit

= 6,3298 , dengan = 5 %

dan dk = 3 dari daftar distribusi chi kuadrat didapat x2tab = 7,81. Karena x 2 hit < x 2 tab

maka kelas eksperimen juga berdistribusi

normal. Penghitungan selengkapnya ada di lampiran 43 halaman 195.

66

b. Uji Homogenitas Setelah dilakukan perhitungan didapat varians terbesar 22,1818 dan varians terkecil 16,5101 sehingga Fhit = 1,3435 dan dengan = 5 % dan dk = (44, 44) dari daftar distribusi F didapat Ftab = 1,65. Karena Fhit < Ftab maka tidak ada perbedaan varians antara kedua kelas tersebut. Penghitungan selengkapnya ada di lampiran 44 halaman 197. c. Uji Perbedaan Dua Rata-rata Uji hipotesis menggunakan uji perbedaan dua rata-rata, yaitu uji pihak kanan. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh thit = 2,277 dan dengan

= 5 % dan dk = 88 dari daftar distribusi t didapat ttab = 1,66. Karena


thit > ttab maka H0 ditolak, artinya rata-rata skor pemahaman konsep kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Penghitungan selengkapnya ada di lampiran 45 halaman 198.

2.

Pencapaian Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep Setelah kelas eksperimen dan kelas kontrol diberi tes akhir yang mengandung indikator kemampuan pemahaman konsep diperoleh skor

kemampuan pemahaman konsep seperti pada lampiran 42 halaman 193. Setelah dilakukan analisis skor kemampuan pemahaman konsep untuk tiap indikator diketahui pencapaian indikator kemapuan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan RME yang disajikan dalam tabel 4.1.

67

Tabel 4.1 Pencapaian Indikator Pemahaman Konsep di kelas eksperimen No 1 2 Indikator Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep Kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya Kemampuan memberi contoh dan bukan contoh Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis Kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep Kemampuan menggunakan memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu Kemampuan mengaplikasi konsep atau algoritma ke pemecahan masalah Skor Yang Dicapai 250 237 Skor Rata-rata Total Pencapaian(%) 315 79 270 88

3 4

147 107

180 135

82 79

51

90

57

126

180

70

104

135

77

Dari tabel 4.1, diperoleh rata-rata kemampuan pemahaman konsep kelas eksperimen jika dinyatakan dalam persen adalah 76%. Pencapaian indikator kemampuan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran matematika dengan metode ekspositori di kelas kontrol yang disajikan dalam tabel 4.2 sebagai berikut :

68

Tabel 4.2 Pencapaian Indikator Pemahaman Konsep di kelas kontrol No 1 2 Indikator Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep Kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya Kemampuan memberi contoh dan bukan contoh Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis Kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep Kemampuan menggunakan memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu Kemampuan mengaplikasi konsep atau algoritma ke pemecahan masalah Skor Yang Dicapai 237 207 Skor Rata-rata Total Pencapaian(%) 315 75 270 77

3 4

141 105

180 135

78 78

49

90

54

113

180

63

91

135

67

Dari tabel 4.2, diperoleh rata-rata kemapuan pemahaman konsep kelas kontrol jika dinyatakan dalam persen adalah 70 %. Skor yang dicapai diperoleh dari jumlah benar siswa yang menjawab sesuai indikator kemampuan pemahaman konsep, Skor total diperoleh dari skor total suatu soal yang memuat indikator yang sama

69

dikali dengan banyaknya siswa dan rata-rata pencapaian diperoleh dari skor yang dicapai dibagi skor total dikali dengan 100%. Penyebaran skor yang dicapai siwa kelas eksperimen dapat disusun dalam tabel 4.3 sebagai berikut : Tabel 4.3 Rekapitulasi Perolehan Skor Siswa Kelas Eksperimen Skor 10 16 17 18 20 21 23 24 25 26 27 28 29 Banyaknya 1 2 1 1 9 3 4 6 3 4 5 4 2 Siswa Penyebaran skor yang dicapai siwa kelas eksperimen dapat disusun dalam tabel 4.4 sebagai berikut : Tabel 4.4 Rekapitulasi Perolehan Skor Siswa Kelas Kontrol Skor Banyaknya Siswa Skor Banyaknya Siswa 10 12 13 15 16 17 18 19 20 21 22 23 2 1 1 3 1 1 2 4 4 2 5 4 24 25 26 27 28 29 5 3 3 1 1 2

Dalam penelitian ini kelas eksperimen adalah kelas yang dikenai model pembelajaran RME. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan guru kelas, pelaksanaan RME oleh peneliti di kelas eksperimen dapat dideskripsikan seperti dalam tabel 4.5 sebagai berikut.

70

Tabel 4.5 Pelaksanaan Pembelajaran dengan Pendekatan RME oleh peneliti. Skor dalam Pertemuan I II III Total Persen (%)

No 1

Karakteristik RME Penggunaan konteks real (Dunia nyata) sebagai titik tolak belajar matematika a. Guru memulai pelajaran dengan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari b. Guru memberikan soal-soal pemecahan masalah yang sering terjadi dalam kehidupan siswa. Penggunaan model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan rumus a. Guru menggunakan alat peraga yang membantu siswa menemukan rumus b. Guru membimbing siswa menggunakan alat peraga Menggunakan produksi dan konstruksi a. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk membuat permodelan sendiri dalam mencari penyelesaian formal.

4 3

3 2

4 4

11 9

92 75

4 4

3 4

2 2

9 8

75 67

11

92

Penggunaan metode interaktif a. Guru memberikan pertanyaan 3 lisan ketika proses pembelajaran berlangsung. b. Guru memberikan penjelasan 3 tentang materi dan penemuan siswa. Adanya pengaitan sesama topik ( Intertwinment) a. Guru memberikan pertanyaan 1 yang berkaitan dengan materi lain dalam matematika

3 3

4 3

10 9

83 75

33

71

No

Karakteristik RME

b. Guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan dari mata pelajaran lain. 6 Upaya untuk menghargai keberagaman jawaban siswa a. Guru memberikan penguatan 3 terhadap jawaban siswa. b. Guru memberikan penilaian 2 sesuai dengan kontribusi siswa dalam pembelajaran. Total 33 Persentase (%) Rata-rata Pelaksanaan PBM

Skor dalam Pertemuan I II III 2 1 2

Total 5

Persen (%) 42

3 3 30

4 3 33

10 8

83 67

75

68 75 73 %

Rata-rata pelaksanaan pembelajaran RME di kelas Eksperimen sebesar 73%. Aktivitas siswa yang dikenai pendekatan RME disajikan dalam tabel 4.6 sebagai berikut. Tabel 4.6 Aktivitas siswa kelas Eksperimen Skor dalam Total Pertemuan I II III Persen (%)

No 1

Karakteristik RME

Penggunaan konteks real (Dunia nyata) sebagai titik tolak belajar matematika a. Siswa dapat menyebutkan 4 aplikasi pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari

11

92

72

No 2

Skor dalam Total pertemuan I II III Penggunaan model yang 4 4 2 10 menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan rumus. a.Siswa menggunakan alat peraga yang membantu dalam menemukan rumus dan penyelesaian dari soal-soal. Menggunakan produksi dan konstruksi a. Siswa membuat permodelan 4 4 3 11 sendiri dalam mencari penyelesaian formal. Karakteristik RME b. Siswa menemukan sendiri 3 penyelesaian secara formal. Penggunaan metode interaktif a. Siswa merespon aktif 3 pertanyaan lisan dari guru. b. Siswa berdiskusi dengan siswa 3 lain. 3 3 3 3 3 2 1 4 9 9 8 4 11

Persen (%) 83

92

75 75 67 33 92

a. Siswa mengaitkan materi yang 2 1 dipelajaridengan pengetahuan dari mata pelajaran yang lain. 6 Upaya menghargai keberagaman 3 4 jawaban siswa Adanya keberagaman jawaban, ide dan alur berpikir siswa Total 28 26 Persentase (%) 78 72 Rata-rata aktivitas siswa 72 %

24 67

B. PEMBAHASAN 1. Anlisis Data Tahap Akhir Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan pada bagian A di atas, perolehan skor rata-rata kemampuan pemahaman konsep pada kelas eksperimen mencapai 23,11 (77%), sedangkan pada kelas kontrol 21,00

73

(70%). Dari hasil perhitungan statistik uji perbedaan dua rata-rata dengan

= 5 % dan dk = 88 dari daftar distribusi t didapat ttab = 1,66. Aturan


untuk menguji adalah terima H0 jika thit < ttab dan tolak H0 jika t mempunyai harga-harga yang lain. Dari perhitungan didapat thit = 2,277 jelas berada pada daerah penolakan H0, artinya rata-rata skor pemahaman konsep kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hasil ini memberikan gambaran bahwa rata-rata skor kemampuan pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari rata-rata skor kemampuan pemahaman konsep siswa pada kelas kontrol. Sehingga pembelajaran dengan pendekatan RME yang diterapkan memberikan dampak positif terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa.

2. Pencapaian Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep Berdasarkan tabel 4.1, indikator kemampuan pemahaman konsep dalam kelas eksperimen yang dapat dicapai dengan baik, yaitu kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep sebesar 79%, kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya sebesar 88%, kemampuan memberikan contoh atau bukan contoh sebesar 82%, kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis sebesar 79 %, kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu sebesar 70 % dan kemampuan mengaplikasikan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah sebesar 77%. Hal itu sesuai dengan karakteristik RME yang menjadikan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai titik tolak dari

74

pembelajaran. Di sini terlihat bahwa, Siswa belajar dari pengalaman ketika melakukan percobaan dalam mencari penyelesaian dari suatu masalah dan pembelajaran matematika di kelas ditekankan pada keterkaitan antara konsepkonsep matematika dengan pengalaman anak sehari-hari. Selain itu, penerapan kembali konsep matematika yang telah dimiliki anak pada kehidupan seharihari atau pada bidang lain sangat penting dilakukan. Sedangkan indikator kemampuan pemahaman konsep yang dicapai kurang baik, yaitu kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep sebesar 57%. Hal ini disebabkan karena pemahaman siswa masih kurang tentang syarat perlu atau syarat cukup yang ada pada soal. Berdasarkan tabel 4.1 juga, rata-rata indikator kemampuan

pemahaman konsep pada kelas eksperimen sudah tercapai dengan baik, yaitu sebesar 76%. Dalam hal ini, masih ada yang perlu diperhatikan yaitu siswa dapat memberi contoh dan non contoh tetapi masih bingung dalam mengklasifikasi objek tersebut menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya. Hal ini juga berkaitan dengan penguasaan materi pada pokok bahasan yang lalu, penguasaan materi pada mata pelajaran lain dan daya ingat siswa. Pokok bahasan yang lalu yang terdapat dalam soal tes akhir adalah pokok bahasan garis dan sudut. Berdasarkan tabel 4.2, indikator pemahaman konsep dalam

pembelajaran dengan metode ekspositori yang dicapai dengan baik adalah kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep sebesar 75%, kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya

75

sebesar 77%, kemampuan memberi contoh dan bukan contoh sebesar 78 % dan kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis 78%. Aktivitas siswa dalam penggunaan konteks real sebagai titik tolak belajar matematika sebesar 67%, kemampuan menggunakan

memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu sebesar 69%. Berdasarkan tabel 4.2 juga, indikator pemahaman konsep yang pencapaiannya kurang baik dalam kelas kontrol adalah kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep sebesar 54%, kemampuan menggunakan memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu sebesar 63 % dan kemampuan mengaplikasi konsep atau algoritma ke pemecahan masalah sebesar 67%. Terlihat hasil yang berbeda bila di bandingkan dengan hasil dari tabel 4.1. Hal tersebut disebabkan karena keaktifan siswa di kelas kontrol kurang, informasi masih terpusat pada guru dan padatnya konsep dan aturan-aturan yang diberikan membuat siswa kurang menguasai bahan pelajaran. Rata-rata indikator kemampuan pemahaman konsep pada kelas kontrol sebesar 70%, sehingga pencapaian indikator di kelas kontrol bisa dikatakan standar, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Berdasarkan tabel 4.3 dan 4.4, penyebaran skor kemampuan pemahaman konsep di kelas eksperimen juga lebih bagus daripada kelas kontrol. Walaupun jumlah siswa yang mendapat skor tertinggi sama antara di kelas eksperimen dan di kelas kontrol, yaitu ada 2 anak. Perolehan skor

76

terendah di kelas eksperimen ada 1 anak, sedangkan di kelas kontrol ada 2 anak. Berdasarkan tabel 4.5, rata-rata pelaksanaan pembelajaran RME di kelas eksperimen sebesar 73%. Berdasarkan tabel 4.6, rata-rata aktivitas siswa di kelas eksperimen sebesar 72%. Aktivitas siswa dalam Penggunaan konteks real (dunia nyata) sebagai titik tolak belajar matematika sebesar 92 %. Siswa pada awal pelajaran sangat antusias dalam merespon pancingan pertanyaan dari guru yang berkaitan dengan kehidupan sehari-harinya. Siswa

menggunakan alat peraga yang membantu dalam menemukan rumus dan penyelesaian dari soal-soal sebesar 83%, Siswa membuat permodelan sendiri dalam mencari penyelesaian formal sebesar 92%, Siswa menemukan sendiri penyelesaian secara formal dan mersepon aktif pertanyaan dari guru sebesar 75%, Siswa berdiskusi dengan siswa lain sebesar 67%, Siswa menghubungkan materi lain yang sedang dipelajari dengan materi lain sebesar 42%, Siswa mengaitkan materi yang sedang dipelajari dengan pengetahuan dari mata pelajaran lain sebesar 33% dan adanya keberagaman jawaban siswa sebesar 92% menunjukan bahwa siswa bisa menghargai jawaban atau temuan dari teman sekelompoknya. Berdasarkan tabel 4.5 dan 4.6, pelaksanaan RME oleh guru sebesar 73% dan aktivitas siswa sebesar 72%. Hasil ini sudah cukup memenuhi penerapan karakteristik RME di kelas eksperimen. Semua karakteristik RME dilaksanakan walaupun masih ada yang kurang maksimal. Karakteristik RME yang dilaksanakan kurang maksimal adalah sebagai berikut :

77

1) penggunaan alat peraga oleh siswa dengan bimbingan guru dalam penyelesaian secara informal sebelum menggunakan rumus ; 2) pengaitan sesama topik (Intertwinment) ; 3) penggunaan metode interaktif, yaitu diskusi antarsiswa masih kurang ; 4) pemberian penilaian sesuai dengan kontribusi siswa dalam pembelajaran. Hal-hal yang menyebabkan pelaksanaan karakteristik RME kurang maksimal adalah sebagai berikut : 1) siswa belum terbiasa menggunakan alat peraga ; 2) siswa belum terbiasa menggunakan lembar kerja siwa (LKS) seperti yang dibuat peneliti karena LKS yang biasa digunakan biasanya berisi materi dan latihan soal bukan panduan menemukan rumus ; 3) adanya pengurangan waktu pelajaran. yang biasanya 1 jam pelajaran adalah 40 menit, tetapi ada pertemuan yang 1 jam pelajaran berlangsung kurang dari 40 menit ; 4) kurangnya pengalaman peneliti dalam menyusun instrumen kemampuan pemahaman konsep sehingga bahasa yang digunakan kurang dimengerti; 5) kurangnya menghubungkan materi yang sedang dipelajari dengan materi lain dalam matematika dan pengetahuan lain di luar matematika. Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan KTSP. Dalam menyampaikan sub pokok bahasan persegi panjang dan persegi, guru kelas menerapkan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) seperti pada lampiran 10 halaman 106 yang disusun oleh guru sendiri.

78

Dalam kenyataannya, RPP tersebut kurang diterapkan secara maksimal di kelas kontrol. Penyimpangan yang terjadi sebagai berikut : 1) kerjasama kelompok siswa kurang optimal dikarenakan anggota kelompok siswa ada yang masih kurang aktif dalam kelompok dan pengawasan guru kurang ; 2) guru lebih sering mennggunakan LKS menyampaikan materi ; 3) materi persegi panjang dan persegi tidak cukup disampaikan dalam 1 kali pertemuan. Indikator kemampuan pemahaman konsep yang pencapaiannya hampir sama adalah kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis dan kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. Indikator yang kemampuannya berbeda secara signifikan adalah kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya; kemampuan memberi contoh dan bukan contoh; kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu dan kemampuan mengaplikasikan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah. Secara umum terlihat pencapaian indikator kemampuan pemahaman konsep kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Tidak ada indikator kemampuan pemahaman konsep dalam kelas eksperimen yang lebih rendah dari kelas kontrol. Hal itu dikarenakan pelaksanaan karekteristik RME di kelas eksperimen. Karakteristik RME yang mampu mengembangkan kemampuan yang telah tersedia dalam

79

pemahaman konsep adalah penggunaan konteks real sebagai titik tolak belajar matematika, penggunaan model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan rumus, menggunakan produksi dan kontruksi, penggunaan metode interaktif dan upaya untuk menghargai keberagaman jawaban siswa. Tidak dapat dipungkiri bahwa tak ada cara yang terbaik dalam pembelajaran ataupun cara belajar. Pencapaian kemampuan siswa dari suatu model pembelajaran berbeda satu sama lain. Selain dikarenakan cara penyampaian yang berbeda, juga dikarenakan karakteristik dan penekanan yang berbeda pula dari tiap-tiap model pembelajaran. Jadi, perlu diingat bahwa kemampuan pemahaman konsep hanya salah satu dari kemampuan dasar matematika sehingga hasil yang diperoleh dalam kemampuan pemahaman konsep tidak cukup untuk menggeneralisasikan pada prestasi matematika secara keseluruhan. Pembelajaran yang optimal tidak hanya tugas guru atau tenaga pendidik, melainkan juga partisipasi siswa dan warga di lingkungan sekolah. Kemampuan sekolah dalam mengadakan sarana dan prasarana juga mendukung suksesnya suatu pembelajaran.

80

BAB V PENUTUP

A. SIMPULAN Berdasarkan pada hasil dan pembahasan penelitian di Bab IV yang sesuai dengan rumusan masalah, diperoleh simpulan sebagai berikut : 1. dari hasil perhitungan statistik uji perbedaan dua rata-rata, uji pihak kanan dengan = 5 % dan dk = 88 dari daftar distribusi t didapat ttab = 1,66. Aturan untuk menguji adalah terima H0 jika thit < ttab dan tolak H0 jika t mempunyai harga-harga yang lain. Dari perhitungan didapat thit = 2,277 jelas berada pada daerah penolakan H0, artinya rata-rata skor tes

kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan RME lebih tinggi daripada rata-rata skor tes kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP dalam pembelajaran matematika dengan metode ekspositori ; 2. pencapaian rata-rata indikator kemampuan pemahaman konsep yang dicapai siswa di kelas eksperimen sebesar 76 %, pelaksanaan RME sebesar 73% dan aktifitas siswa sebesar 72%. Pencapaian indikator kemampuan pemahaman konsep dalam kelas eksperimen yang dapat dicapai dengan baik, yaitu kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep, kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya, kemampuan memberikan contoh atau bukan contoh, kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis,

80

81

kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu dan kemampuan mengaplikasikan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah. Sedangkan pencapaian indikator yang kurang dipenuhi dengan baik adalah kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep.

B. SARAN Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan di atas, ada beberapa saran yang ingin peneliti sampaikan, yaitu : 1. diharapkan guru dapat meningkatkan pencapaian indikator kemampuan pemahaman konsep siswa dengan menerapkan karakteristik RME secara optimal ; 2. hendaklah guru dapat lebih optimal dalam memberikan pemahaman konsep suatu materi kepada siswa, karena untuk memahami konsep yang baru diperlukan prasyarat pemahaman konsep sebelumnya ; 3. perlu adanya penelitian lebih lanjut sebagai pengembangan dari penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta :Bumi Aksara. Arikunto, S. 2005. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. Arikunto, S. 2002. Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Aneka Cipta. Arifin, Z. 1991. Evaluasi Instruksional Prinsip-Teknik-Prosedur. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya. Asikin, M. 2001. RME Prospek dan Alternatif Model Pembelajarannya. Makalah Seminar disajikan dalam Seminar Nasional Matematika di Jurusan Matematika.Semarang :FMIPA UNNES. Asmin.2002. Implementasi Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dan kendala yang muncul di lapangan.Medan: FMIPA Universitas Negeri Medan. Teredia di:http://www.depdiknas.go.id/jurnal/44/asman.htm. [13 Mei 2006 ]. Cunayah, Cucun. 2005. Matematika Untuk SMP/MTs kelas VII semester 1 dan 2. Bandung : Yrama Widya. Firdaus, Wildaiman. 2006.Lima mitos sesat seputar matematika. Bandung : Ponpes Al-Masudiyah. Tersedia di http ://www.pikiranrakyat.com/cetak/2006/082006/10/cakrawala/profil.htm.[5 Februari 2007]. Hidayat. 2004. Diktat kuliah teori pembelajaran matematika. Semarang : FMIPA UNNES. Tersedia di www.mathematic.transdigit.com/index.php/Mathematic juornal [ 5 februari 2007]. Junaedi, Dedi. 1994. Penuntun Belajar Matematika Untuk SLTP Kelas 1. Jakarta : Mizan. M, Sofan dkk. 2007. SOLUSI (Sahabat Meraih Prestasi Siswa).Solo : CV Pustaka Bengawan). K, Herlian Dessi. 2006. Kemampuan Koneksi Matematika Siswa SMA Kelas XI Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Open-

Ended Pada Pokok Bahasan Fugsi Komposisi dan Fungsi Invers. Semarang : Tidak diterbitkan. R. Ibrahim dan Nana Syaodin.1991. Perencanaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta. R. D, Nuriana. 2007. Model Pembelajaran Creative Problem Solving Dengan Compact Disk Dalam Pembelajaran Matematika. Semarang. Tersedia di : [http://www.mathematic.transdigit.com/index.php/Mathematic juornal [ 5 februari 2007]. Sriyanto, HJ. 2007. Menebar virus pembelajaran matematika yan bermutu.Yogyakarta: SMA Kolose De Britto. Tersedia di http:// www.pmri.or.id/artikel/index.php?main=3 [28 Januari 2007].

Rahmawati, Rina Dyah. 2004. Menjelajah di Negeri antah berantah 2. yogyakarta : CV.Empat Pilar Pendidikan. Samsul Junaedi, Ekosiswoyo. 2004. Matematika MP Untuk Kelas VII. Surabaya : Esis. Setya Budhi, Wono. 2004. Matematika Untuk SMP Kelas VII Semester 2.Jakarta : Erlangga. Sudjana. 2002. Metode Statistika. Bandung :Tarsito. Sugiyono.2003. Statistika untuk Penelitian. Bandung : ALFABETA. Suharta, Putu Gusti I .2003. Matemtika Realistik : Apa dan bagaimana?. Singaraja : FMIPA IKIP Negeri Singaraja.Tersedia di http://www.depdiknas.go.id/jurnal/38/Matematika%20Realistik.htm: I putu [ 29 MAret 2006 ]. Suharyono T, dkk. 1996. Strategi Belajar Matematika AMP Matematika. Jakarta : Konsultan dan Tim Pengembangan. PKG Matematika Dirjen Dikdasmen Depdikbud. Suherman, E dkk.2003. Strategi Pembelajaran Matematika Bandung: FMIPA UPI. Kontemporer.

------------------ .1993. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Jakarta : Depdikbud. Sukino. 2004. Matematika Untuk SMP Kelas VII semester dan 2. Jakarta : Erlangga.

Sutrisno, Hadi. 1981. Statistik. Yogyakarta : Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. Suyitno, A. 2004. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Semarang : Jurusan Matematika FMIPA UNNES. Matematika.

Tim PPPG matematika, 2005. Materi Pembinaan Matematika SMP di Daerah Tahun 2005. Yogyakarta : Depdiknas. Zulkadi. 2001. Makalah Realistic Mathematics Education (RME). Bandung: Jurusan matematika UPI Bandung. Tersedia di (www. Geocities/Athens/Crete/12336). [dalam skrispri Ika F. 2005. Efektifitas Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan RME Untuk Mengajarkan Pokok Bahasan SPLDP. Semarang : tidak diterbitkan] .

Lampiran 1 DAFTAR NAMA SISWA KELAS VII C (KELAS EKSPERIMEN) TAHUN PELAJARAN 2006/2007 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 KODE E-01 E-02 E-03 E-04 E-05 E-06 E-07 E-08 E-09 E-10 E-11 E-12 E-13 E-14 E-15 E-16 E-17 E-18 E-19 E-20 E-21 E-22 E-23 E-24 E-25 E-26 E-27 E-28 E-29 E-30 E-31 E-32 E-33 E-34 E-35 E-36 E-37 E-38 E-39 E-40 E-41 E-42 E-43 E-44 E-45 NAMA SISWA ABDUL AZIS ADI RIFAI AGUNG PRIYADI ANGGIE TRI. P ANI WULANDARI ARIS MUNANDAR ASRI YANI BAMBANG .S CAHYANUDIN CASNENTI DANUJI DEDI RIJALDI DEWI RATNASARI DWI SETIANI HABIB AZIZ. M HAMIDAH HENDRO LAKSONO IMAM TANTOWI ISNAENI FUADAH JAKARIYA KARLINA KASEP KONA'AH LIANI LISTIANINGSIH M. WAWAN. S M. JUNAEDI NINANG KHAERUL. F NUR AZIJAH NUROHMAWATI NURWANTO RISKO ROSIDIK RYAN ARI SANDI SAEKONANG SITI AMELIA SITI KOMARIYAH SUCI ERNANI SUTIYONO TAYONO TIHASANAH TRI NINGSIH WAHYU ANDRI. L WARSI'AH WIWIN SUMIYATI L/P L L L P P L P L L P L L P P L P L L P L P L P P P L L L P P L L L L P P P P L L P P L P P DAFTAR NAMA SISWA KELAS VII A (KELAS KONTROL) TAHUN PELAJARAN 2006/2007 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 KODE K-01 K-02 K-03 K-04 K-05 K-06 K-07 K-08 K-09 K-10 K-11 K-12 K-13 K-14 K-15 K-16 K-17 K-18 K-19 K-20 K-21 K-22 K-23 K-24 K-25 K-26 K-27 K-28 K-29 K-30 K-31 K-32 K-33 K-34 K-35 K-36 K-37 K-38 K-39 K-40 K-41 K-42 K-43 K-44 K-45 NAMA ARDIANSYAH RIZKI A ACENG SUPRIYADI ADNANTO ALVIANA DEVI ANDI AGUSTIAN ARI WIBOWO ARTI SUMIATRI ASEP SETIAWAN BURHANI CASMUAH DAKRONI DAVIT CAHYA S DESI PUSPASARI DUROTUN NASIKAH FAHRUL ANDRIANTO FITRI ROHANAH HANIP HENDRIYANTO IMAM NAJARUDIN IMROATUL AZIZAH ISMAN ROHIM JUMROH YATUN KARIMAN KHOLIPAH KUSRIAH LINA ERLINA MUROHIM NINA ERLINA NUR'AENI NUROHMAN RIA AGUSTINA RIQI IRAWAN ROHIMIN RUKIDIN SITI FATIMAH SOFAN EKA LESMANA SOLIKHAH SUKMAYANI CITRA K SUPENDI SUSWIATUN TRIASIH UMAEROH UMAR FAKHUDIN WIDHI WAIROH WITRI L/P L L L P L L P L L P L L P P L P L L P P P L P P P L P P L P L L L P L P P L P P P L L P P

85

Lampiran 2

86
Kode E-01 E-02 E-03 E-04 E-05 E-06 E-07 E-08 E-09 E-10 E-11 E-12 E-13 E-14 E-15 E-16 E-17 E-18 E-19 E-20 E-21 E-22 E-23 E-24 E-25 E-26 E-27 E-28 E-29 E-30 E-31 E-32 E-33 E-34 E-35 E-36 E-37 E-38 E-39 E-40 E-41 E-42 E-43 E-44 E-45 = = = = = Nilai 55.00 70.00 65.00 65.00 70.00 60.00 65.00 65.00 55.00 60.00 65.00 65.00 60.00 70.00 65.00 70.00 65.00 65.00 65.00 65.00 70.00 70.00 65.00 65.00 65.00 75.00 70.00 65.00 60.00 60.00 75.00 75.00 60.00 65.00 70.00 75.00 70.00 80.00 65.00 65.00 60.00 75.00 65.00 60.00 60.00 2970.00 45 66.00 30.2273 5.498 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 n2 x2 s22 s2 Kode K-01 K-02 K-03 K-04 K-05 K-06 K-07 K-08 K-09 K-10 K-11 K-12 K-13 K-14 K-15 K-16 K-17 K-18 K-19 K-20 K-21 K-22 K-23 K-24 K-25 K-26 K-27 K-28 K-29 K-30 K-31 K-32 K-33 K-34 K-35 K-36 K-37 K-38 K-39 K-40 K-41 K-42 K-43 K-44 K-45 = = = = = Nilai 70.00 60.00 70.00 70.00 70.00 70.00 60.00 65.00 60.00 65.00 60.00 65.00 60.00 75.00 65.00 75.00 75.00 70.00 60.00 75.00 80.00 75.00 70.00 70.00 70.00 80.00 65.00 65.00 65.00 75.00 65.00 60.00 65.00 80.00 65.00 65.00 60.00 85.00 65.00 60.00 60.00 60.00 60.00 70.00 65.00 3040.00 45 67.56 43.8889 6.625

DATA AWAL KELOMPOK EKSPERIMENDAN KONTROL ASPEK PEMAHAMAN KONSEP


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 n1 x1 s12 s1

Lampiran 3 DAFTAR NAMA SISWA KELAS VII B (KELAS UJI COBA) TAHUN PELAJARAN 2006/2007 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 KODE UC-VIIB-01 UC-VIIB-02 UC-VIIB-03 UC-VIIB-04 UC-VIIB-05 UC-VIIB-06 UC-VIIB-07 UC-VIIB-08 UC-VIIB-09 UC-VIIB-10 UC-VIIB-11 UC-VIIB-12 UC-VIIB-13 UC-VIIB-14 UC-VIIB-15 UC-VIIB-16 UC-VIIB-17 UC-VIIB-18 UC-VIIB-19 UC-VIIB-20 UC-VIIB-21 UC-VIIB-22 UC-VIIB-23 UC-VIIB-24 UC-VIIB-25 UC-VIIB-26 UC-VIIB-27 UC-VIIB-28 UC-VIIB-29 UC-VIIB-30 UC-VIIB-31 UC-VIIB-32 UC-VIIB-33 UC-VIIB-34 UC-VIIB-35 UC-VIIB-36 UC-VIIB-37 UC-VIIB-38 UC-VIIB-39 UC-VIIB-40 UC-VIIB-41 UC-VIIB-42 UC-VIIB-43 UC-VIIB-44 UC-VIIB-45 UC-VIIB-46 NAMA ABDUL AHMAD ADI ARJUNA. G AFIF NURHADI ANA FATHATUN ANDI TRIADI ARIP SOLIHAN ASMADI ASRI RAHAYU CAHYONO CASNANTI DANI MAGFURIN DEDE NUR AHMAD DEWI ASIH DUSINAH FIRMAN A. S FUJRI M. L HENDRA. L IMAM SOBARI ISMATUL AZIZAH KARISNA. F KARTONO KOKOM KOMALA KUSHENDRA LIA INDRIANI LISDIAWATI MUHAMAD. R MUSTOFA AKIL NINING NURHAYATI NUR LIPAH NUR UDIN RISDONI ROISAH ROMADONA RUSANTO SITI ALFIYAH SITI HASANAH SRI NURYANI SUKISWORO N.R SURYADI SUSOLIHATUN TAUFIK N TRIA AGUSTIN UMROTUL N USMAN WARNITI WITRI HARTI L/P L L L P L L L P L P L L P P L L L L P L L P L P P L L P P L L P L L P P P L L P L P P L P P

87

Lampiran 4

88

UJI NORMALITAS KELAS EKSEPRIMEN SEBELUM PERLAKUAN

Hipotesis H0 : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal

Pengujian Hipotesis :

2 =

i =1

(Oi Ei )2
Ei

Kriteria yang digunakan : Ho diterima jika x2 < x2 tabel

Pengujian Hipotesis Nilai maksimal : 80.00 Nilai minimal Rentang Banyak Kelas : 55.00 : 25.00 :6

Panjang Kelas Rata-rata ( x) s n


Luas Kls. Untuk Z 0.1003 0.2739 0.3453 0.2011 0.0540 0.0067

: 4.17 : 66.00 : 5.50 : 45

Kelas Interval 55.00 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00 59.00 64.00 69.00 74.00 79.00 84.00

Batas Kelas 54.50 59.50 64.50 69.50 74.50 79.50 84.50

Z untuk batas kls. -2.09 -1.18 -0.27 0.64 1.55 2.46 3.36

Peluang untuk Z 0.4818 0.3814 0.1075 0.2378 0.4390 0.4930 0.4996

Ei 4.5143 12.3274 15.5392 9.0515 2.4306 0.2993 x

Oi 2 9 19 9 5 1 =

(OI EI ) 2 EI
1.400 0.898 0.771 0.000 2.716 1.640 7.4256

Untuk = 5%, dengan dk = 6 - 3 = 3 diperoleh x tabel = 7.81

Daerah penerimaan Ho
7.4256 7.81

Daerah penolakan Ho

Karena x berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut berdistribusi normal.

89 UJI NORMALITAS KELAS KONTROL SEBELUM PERLAKUAN

Hipotesis H0 : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal

Pengujian Hipotesis :

2 =

i =1

(Oi Ei )2
Ei

Kriteria yang digunakan : Ho diterima jikax2 < x2 tabel Pengujian Hipotesis Nilai maksimal : 85.00 Nilai minimal Rentang Banyak Kelas : 60.00 : 25.00 :6 Panjang Kelas Rata-rata ( x) s n

: 4.17 : 67.56 : 6.62 : 45

Untuk = 5%, dengan dk = 6 - 3 = 3 diperoleh x tabel = 7.81


Kelas Interval 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00 85.00 64.00 69.00 74.00 79.00 84.00 89.00 Batas Kelas 59.500 64.500 69.500 74.500 79.500 84.500 89.500 Z untuk batas kls. -1.22 -0.46 0.29 1.05 1.80 2.56 3.31 Peluang untuk Z 0.3880 0.1777 0.1154 0.3527 0.4643 0.4947 0.4995 x = 5.6987 Luas Kls. Untuk Z 0.2103 0.2931 0.2373 0.1116 0.0304 0.0048 Ei 9.4643 13.1901 10.6786 5.0206 1.3693 0.2163 Oi 12 13 10 6 3 1 0.6794 0.0027 0.0431 0.1911 1.9421 2.8402

Untuk = 5%, dengan dk = 6 - 3 = 3 diperoleh x tabel = 7.81

Daerah penerimaan Ho
5.6987 7.81

Daerah penolakan Ho

Karena x berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut berdistribusi normal.

Lampiran 5

90

UJI KESAMAAN DUA VARIANS SEBELUM PERLAKUAN ANTARA KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL

Hipotesis : H0 : 1 = 2
2 2

H0 : 1 2
2

Varians terbesar Rumus yang digunakan untuk Uji Hopotesis : F = Varians terkecil
Ho diterima apabila F < F 1/2a (nb-1):(nk-1)

Daerah penerimaan Ho

F1/2 (nb-1)(nk-1)
Dari data diperoleh :
Sumber variasi Jumlah N

Kelompok Eksperimen 2970 45

Kelompok Kontrol 3040 45 67.56 43.8889 6.62

x
Varians (s ) Standart deviasi (s)
2

66.00 30.2273 5.50

Berdasarkan rumus di atas diperoleh:

F=

43.8889 =1.4520 30.2273

Pada a = 5% dengan dk pembilang = nb 1 = 45 dan dk penyebut = nk -1 = 45 didapat F (0.025)(44:44) = 1.65.

Karena F berada pada daerah penerimaan


Daerah penerimaan Ho 1.4520 1.65

H0, maka dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok mempunyai varians yang tidak berbeda.

Lampiran 6

91

UJI KESAMAAN DUA RATA - RATA SEBELUM PERLAKUAN ANTARA KELASEKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL

Hipotesis :

H0 : 1 2 H0 : 1 > 2
Uji Hipotesis

Untuk menguji hipotesis digunakan humus t= x1 x 2 1 1 + s n1 n 2 dengan s =

(n1 1)s12 + (n 2 1)s22


n1 + n 2 2

Ho ditolak apabila t > t(1-a)(n1+n2-2)


Dari data diperoleh: Sumber variasi Jumlah N

Kelompok Eksperimen 2970 45

Kelompok Kontrol 3040 45 67.56 43.8889 6.62

x
Varians (s ) Standart deviasi (s)
2

66.00 30.2273 5.50

Berdasarkan rumus di atas diperoleh:

s=

66.00 67.56 (45 1)30.2273 + (45 1)43.8889 = 1.212 = 6.08753 dan t = 1 1 45 + 45 2 6,08753 + 45 45

Pada a = 5% dengan dk = 45+ 45 - 2 = 88 diperoleh t(0.95)(88) = 1.66

Daerah penerimaan Ho
-1.21209 1.66

Karena t berada pada daerah penerimaan H0, maka dapat isimpulkan bahwa keas eksperimen tidak lebih baik daripada kelas kontrol.

Lampiran 7

92
DAFTAR KELOMPOK DISKUSI KELAS KONTROL

Kelompok 1 :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Ardiansyah Rizki Amanda Alviana Devi Burhani Davit Cahya Seflyadi Duratun Rasikoh Hanif Hendriyanto

Kelompok 2 :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Acep Supriyadi Arti Sumiarti Desi Puspasari Adnanto Fitri Rohanah Isman Rohim Witri

Kelompok 3 :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Andi Agustian Casmuah Rohimin Lina Erlina Sukmayani Kusrian

Kelompok 4 :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Supendi Tri Asih Riqi Irnawan Nur aeni Rukidin Solokhah Ria Agustina

Kelompok 5 :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Murohim Kholipah Widhi Umaeroh Dakroni Jumroh Yatun

Kelompok 6 :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Imam Najarudin Ari Wibowo Imroatul Azizah Kariman Fahrul Andriyanto Susmiatun wairoh

Kelompok 7 :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Asep Setiawan Nina Erlina Sofan Eka Lesmana Siti Fatimah Umar Fakhrudin Nurohman

Lampiran 8

93
DAFTAR KELOMPOK DISKUSI KELAS EKSPERIMEN

Kelompok 1 :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Bambang S Dewi Ratnasari Hamidah Abdul Ajis Iman Tantowi Karlina

Kelompok 2 :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Danuji Ani Wulandari Agung Priyadi Warsiah Casnenti Adi Ripai

Kelompok 3 :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Habib Aziz M Isnaeni Fuadah Anis Munandar Asriyani Fasep Dedi Rijaldi

Kelompok 4 :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Hendro Laksono Dwi Setiani Cahyanudin Siti Amelia Wahyu Andri L Anggi Trie P

Kelompok 5 :

Kelompok 6 :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Jakariya Suci Ernani Nurwanto Listianingsih Konaah Tayono Nur Azizah

1. 2. 3. 4. 5. 6.

M. Wawan Setiawan Siti Komariah Triningsih Sutiyono Rosdik Anang Khaerul F

Kelompok 7 :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

M. Junaedi Risko Wiwin Sumiyati Saekonang Ryan Arisandi Nurahmawati Liani

Lampiran 9
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

94

Mata Pelajaran Satuan pendidikan Sekolah Kelas / Semester Tema Alokasi Waktu Pertemuan Ke

: Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 2 Tanjung : VII / Genap : Segi Empat : 6 x 40 Menit : 1, 2 dan 3

A. STANDAR KOMPETENSI

1. Menemukan konsep segi tiga dan segi empat serta menentukan ukurannya
B. KOMPETENSI DASAR

1.1 Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang. 1.2 Menghitung keliling dan luas bangun segi tiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.
C. INDIKATOR PEMBELAJARAN

1. Menemukan pengertian dan unsur-unsur persegi panjang. 2. Menemukan sifat-sifat persegi panjang. 3. Mengetahui dengan berapa cara persegi panjang dapat menempati bingkainya. 4. Menemukan pengertian dan unsur-unsur persegi. 5. Menemukan sifat-sifat persegi. 6. Mengetahui dengan berapa cara persegi dapat menempati bingkainya. 7. Menemukan rumus keliling dan luas bangun persegi panjang. 8. Menemukan rumus keliling dan luas bangun persegi. 9. Menggunakan rumus keliling dan luas daerah persegi panjang dan persegi dalam kehidupan sehari-hari.

95
D. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa dapat menemukan pengertian dan unsur-unsur persegi panjang. 2. Siswa dapat menemukan sifat-sifat persegi panjang. 3. Siswa dapat mengetahui dengan berapa cara persegi panjang dapat menempati bingkainya. 4. Siswa dapat menemukan pengertian dan unsur-unsur persegi. 5. Siswa dapat menemukan sifat-sifat persegi. 6. Siswa dapat mengetahui dengan berapa cara persegi dapat menempati bingkainya. 7. Siswa dapat menemukan rumus keliling dan luas bangun persegi panjang. 8. Siswa dapat menemukan rumus keliling dan luas bangun persegi. 9. Siswa dapat menggunakan rumus keliling dan luas daerah persegi panjang dan persegi dalam kehidupan sehari-hari.
E. MATERI

Persegi panjang dan persegi.


F. METODE PEMBELAJARAN

Menerapkan langkah-langkah pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME).


G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan I : 2 x 40 Menit 1. Pendahuluan

a. Apersepsi : Mengingat kembali tentang persegi panjang pada waktu masih di SD dengan memberikan pengantar berupa masalah-masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari siswa yang berkaitan dengan persegi panjang, seperti : Lapangan tenis, lemari, kulkas, papan tulis, mesin cuci dan TV. Mengingat kembali materi garis dan sudut.

96 b. Motivasi : Mempermudah memahami materi selanjutnya dan dapat mengenali bendabenda dalam kehidupan sehari-hari yang berbentuk persegi panjang. c. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 6-7 siswa.
2. Kegiatan Inti

a. Siswa diberi permasalahan atau soal kontekstual tentang persegi panjang. b. Masing-masing kelompok diskusi duduk di tempatnya masing-masing. c. Tiap kelompok diberi lembar kerja diskusi tentang persegi panjang untuk dikerjakan secara coba-coba atau informal dan didiskusikan dengan kelompoknya. d. Siswa menggunakan alat peraga yang telah disiapkan untuk menemukan sendiri (strategi-strategi informal) penyelesaian dari masalah yang ada di lembar diskusi kelompok. e. Setelah selesai diskusi kelompok dengan peragaan tentang cara persegi panjang menempati bingkainya dan sifat-sifat persegi panjang, guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil strategi-strategi informal mereka yang selanjutnya digunakan untuk mengkontruksi pengetahuan formal. f. Siswa yang lain untuk memperhatikan yang selanjutnya diberi kesempatan untuk bertanya, menyanggah hasil pekerjaan kelompok yang sedang mempresentasikan pekerjaannya. g. Guru sebagai moderator, fasilitator dalam pelaksanaan diskusi kelas agar diskusi dapat berjalan lancar dan tetap menjaga kesopanan, menghormati dan menghargai pendapat orang lain. h. Dengan tanya jawab, guru baru menunjukan langkah formal yang diperlukan untuk menyelesaikan soal tersebut. i. Guru membimbing siswa mengkaitkan materi yang sedang dipelajari dengan bidang lain. j. Siswa diberi latihan soal untuk dikerjakan secara individu.

97
3. Penutup

a. Guru membimbing dan mengarahkan siswa untuk membuat rangkuman. b. Pemberian tugas rumah untuk siswa (Solusi Hal.34 No.1 dan Esis Hal. 267 No.4).
Pertemuan 2 : 2 x 40 Menit 1. Pendahuluan

Apersepsi : Membahas tugas rumah dan mengingat materi sebelumnya. Mengingat kembali tentang persegi pada waktu masih di SD dengan memberikan pengantar berupa masalah-masalah lantai, permukaan suatu kubus, papan catur dan disket. kontekstual dalam kehidupan sehari-hari siswa yang berkaitan dengan persegi, seperti keramik

b Motivasi : Mempermudah memahami materi selanjutnya dan dapat mengenali bendabenda dalam kehidupan sehari-hari yang berbentuk persegi c Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 6-7 siswa.
2. Kegiatan Inti

a c

Siswa diberi permasalahan atau soal kontekstual tentang persegi. Tiap kelompok diberi lembar kerja diskusi tentang persegi untuk dikerjakan secara coba-coba atau informal dan didiskusikan dengan kelompoknya.

b Masing-masing kelompok diskusi duduk di tempatnya masing-masing.

d Siswa menggunakan alat peraga yang telah disiapkan untuk menemukan sendiri (strategi-strategi informal) penyelesaian dari masalah yang ada di lembar diskusi.. e Setelah selesai diskusi kelompok dengan peragaan tentang cara persegi menempati bingkainya dan sifat-sifat persegi panjang, guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil strategi-strategi informal mereka yang selanjutnya digunakan untuk mengkontruksi pengetahuan formal.

98 f Siswa yang lain untuk memperhatikan yang selanjutnya diberi kesempatan untuk bertanya, menyanggah hasil pekerjaan kelompk yang sedang mempresentasikan pekerjaannya. g Guru sebagai moderator, fasilitator dalam pelaksanaan diskusi kelas agar diskusi dapat berjalan lancar dan tetap menjaga kesopanan, menghormati dan menghargai pendapat orang lain. h Dengan tanya jawab, guru baru menunjukan langkah formal yang diperlukan untuk menyelesaikan soal tersebut. i j Guru membimbing siswa mengkaitkan materi yang sedang dipelajari dengan bidang lain. Siswa diberi latihan soal untuk dikerjakan secara individu.

3. Penutup

a. Guru membimbing dan mengarahkan siswa untuk membuat rangkuman. b. Pemberian tugas rumah untuk siswa ( Solusi Hal.35 No.2 dan Esis Hal.274 No.4).
Pertemuan 3 : 2 x 40 Menit 1. Pendahuluan

a. Apersepsi : Membahas tugas rumah dan mengingat materi sebelumnya. Dengan memberikan pengantar berupa masalah-masalah kontekstual yang pernah dilakukan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan keliling dan luas bangun persegi panjang dan persegi, misalnya menghitung keliling dan luas lantai kamar. b. Motivasi : Mempermudah penghitungan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan keliling dan luas daerah persegi panjang dan persegi. c. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 6- 7 siswa.
2. Kegiatan Inti

a. Siswa diberi permasalahan atau soal kontekstual tentang keliling dan luas bangun persegi panjang dan persegi .

99 b. Masing-masing kelompok diskusi duduk di tempatnya masing-masing. c. Tiap kelompok diberi lembar kerja diskusi tentang keliling dan luas bangun persegi panjang dan persegi untuk dikerjakan secara coba-coba atau informal dan didiskusikan dengan kelompoknya. d. Siswa menggunakan alat peraga yang telah disiapkan untuk menemukan sendiri (strategi-strategi informal) penyelesaian dari masalah yang ada di lembar diskusi.. e. Setelah selesai diskusi kelompok dengan peragaan tentang cara menemukan rumus keliling dan luas bangun persegi panjang dan persegi, guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil strategi-strategi informal mereka yang selanjutnya digunakan untuk mengkontruksi pengetahuan formal. f. Siswa yang lain untuk memperhatikan yang selanjutnya diberi kesempatan untuk bertanya, menyanggah hasil pekerjaan kelompok yang sedang mempresentasikan pekerjaannya. g. Guru sebagai moderator, fasilitator dalam pelaksanaan diskusi kelas agar diskusi dapat berjalan lancar dan tetap menjaga kesopanan, menghormati dan menghargai pendapat orang lain. h. Dengan tanya jawab, guru baru menunjukan langkah formal yang diperlukan untuk menyelesaikan soal tersebut. i. Guru membimbing siswa mengkaitkan materi yang sedang dipelajari dengan bidang lain. j. Siswa diberi latihan soal untuk dikerjakan secara individu.
3. Penutup

a. Guru membimbing dan mengarahkan siswa untuk membuat rangkuman. b. Pemberian tugas rumah untuk siswa (Erlangga Hal.131 No.1 dan Mizan Hal.120 No.5).
H. ALAT DAN SUMBER BAHAN

1. Buku Paket

: Penuntun belajar matematika untuk SLTP kelas I berdasarkan

Kurikulum 1994 (Penerbit : Mizan, Dedi junaedi, dkk).

100 2. Kompetensi matematika untuk SMP/ MTs kelas VII semester 1 dan 2 (Penerbit : Yarma Widya, Cucun Cunayah). 3. Matematika untuk SMP kelas VII (Penerbit : Esis, Samsul Junaedi). 4. Jenius anak I untuk SMP/MTs (Penerbit : Aneka Ilmu, Buchori). 5. Matematika untuk SMP kelas VII semester 2 (Penerbit : Erlangga, Wono Setya Budhi). 6. SOLUSI (Sahabat Meraih Prestasi Siswa) Matematika untuk kelas VII SMP dan MTs semester 2 (Penerbit : CV Pustaka Bengawan : Sofan M, dkk). 7. Menjelajah di Negeri Antah Berantah 2 untuk kelas VII (Empat pilar pendidikan : Rina Dyah Rahmawati, dkk).
I. PENILAIAN

Teknik

: Tertulis dan lisan

Instrumen : Tes tertulis Contoh : 1. Gambar 1 adalah perseg panjang PQRS S


2 cm

R
3 cm

a Sebutkan dua pasang sisi yang sama panjang! b Berapakah panjang PQ dan QR ?

2. Gambarlah perseg panjang PQRS, dan sebutkan nama diagonal-diagonalnya.. 3. A O P Q R

Perhatikan gambar persegi PQRS di atas, Kemudian sebutkanlah : a. Empat ruas garis yang sama panjang yang merupakan sisi-sisinya. b. Empat ruas garis dari kedua diagonalnya. c. Empat sudut siku-siku pada titik-titik sudutnya

101 d. Empat sudut eiku-siku pada perpotongan diagonalnya. 4. Diketahui titik-titik A (2,1) dan B(7,1) a Gambarlah persegi ABCD pada kertas berpetak. b Tulislah koordinat-koordinat C, D dan titik potong diagonalnya. 5. Bapak mempunyai kebun yang berbentuk persegi panjang yang panjan dan lebarnya berturut-turut 5 dm dan 15 cm. Hitunglah keliling dan luas luas kebun Bapak. 6. Hitung keliling dan luas daerah persegi yang panjang sisinya 20 cm. Kunci Jawaban : 1. Diketahui Jawab : Persegi panjang PQRS. Panjang RS =2 cm , panjang PS =3 cm b) Panjang PQ dan QR : Ditanyakan : a) 2 pasang sisi yang sama panjang

a) Panjang RS = Panjang PQ dan Panjang PS = Panjang RQ. b) Karena panjang PQ = Panjang RS, maka panjang PQ = 2 cm Karena panjang QR = Panjang PS, maka panjang QR = 3 cm. 2. Diketahui : Persegi panjang PQRS Ditanyakan diagonlanya. Jawab S : R Diagonal persegi panjang PQRS ada 2, yaitu : PR dan QS. P 3. Diketahui : Persegi PQRS Ditanyakan : a. Empat ruas garis yang sama panjang yang merupakan sisi-sisinya ? b. Empat ruas garis dari kedua diagonalnya ? c. Empat sudut siku-siku pada titik-titik sudutnya ? d. Empat sudut siku-siku pada perpotongan diagonalnya ? Q : Gambar persegi panjang PQRS dan Sebutkan nama digonal-

102 Jawab :

a. Empat ruas garis yang sama panjang yang merupakan sisi-sisinya yaitu PQ, QR, RS dan PS. b. Empat ruas garis dari kedua diagonalnya yaitu PO, OR, QO dan OS. c. Empat sudut siku-siku pada titik-titik sudutnya yaitu PQR, QRS, PSR dan QPS. d. Empat sudut siku-siku pada perpotongan diagonalnya ? 4. Diketahui : Titik A (2,1) dan B(7,1) Ditanyakan : a. Gambarlah persegi ABCD b. Tulislah koordinat-koordinat C, D dan titik potong diagonal-diagonalnya ? Jawab : b. koordinat titik C(7,6) dan D(2,6)
Koordinattitik T (4,5 ; 3,5). D(2,6) C(7,6)

a. Gambar persegi ABCD.

A(2,1)

B(7,1)

5. Diketahui Ditanyakan Jawab

: Persegi panjang dengan p = 5 dm dan l = 15 cm. : Keliling dan luas persegi panjang : Luas L=pxl = 50 x 15 = 750 cm2

P = 5 dm = 50 cm dan l = 15 cm, maka Keliling K = 2 x (p + l). = 2 x (50 + 15) = 30 cm.

103 6. Diketahui : Panjang sisi daerah persegi = 20 cm. Ditanyakan Jawab : Keliling dan luas daerah persegi panjnang :

Kelilingnya K = 4s = 4 x 20 = 80 cm dan Luasnya L = s2 = 202 = 400 cm2.

Brebes, 18 April 2007 Guru Mata Pelajaran, Peneliti,

Azis Muslim, S.Pd

Miftahul Jannah NIM.4101403569

Mengetahui, Kepala Sekolah,

Tarjono, S.Pd NIP.130817341

104

Contoh Masalah Kontekstual

Pertemuan 1 :

Kamu tentu pernah melihat lapangan sepak bola. Lapangan sepak bola berbentuk persegi panjang. Coba perhatikan benda-benda lain yang ada di sekitarmu, seperti pintu, jendela, papan tulis, buku, penggaris dan amplop. Nah, benda-benda itulah yang dinamakan persegi panjang. Pernahkah terbesit di benakmu bagaimana mengukur sisi dari benda berbentuk persegi panjang ? coba lakukanlah. Hasil yang kamu dapat merupakan salah satu sifat persegi panjang. Masih ingatkah kamu sifat-sifat persegi panjang? Coba sebutkan. Ingin tahu lebih lengkap tentang sifat-sifat persegi panjang? Diskusikanlah bersama kelompokmu dengan menggunakan lembar diskusi yang telah tersedia.

Pertemuan 2 :

Lantai keramik di sekolah ini sama dengan lantai keramik pada umumnya, yaitu berbentuk persegi. Adakah lantai keramik di rumahmu atau di sekitarmu?coba perhatikan benda-benda lain yang ada di sekitarmu, seperti eternit, papan catur dan permukaan dadu. Nah, Bentuk-bentuk itulah yang dinamakan persegi. Pernahkah terbesit di benakmu bagaimana mengukur sisi dari benda berbentuk persegi ? Coba lakukanlah. Hasil yang kamu dapat merupakan salah satu sifat persegi. Bandingkanlah antara benda-benda berbentuk persegi panjang dengan benda-benda berbentuk persegi. Adakah bedanya?Tentu ada karena persegi merupakan persegi panjang khusus. Oleh karena itu, sifat-sifat pada persegi panjang dimiliki oleh persegi, namun tidak sebaliknya. Masih ingatkah kamu sifat-sifat persegi panjang? Coba sebutkan. Ingin tahu lebih lengkap tentang sifat-sifat persegi panjang? Diskusikanlah bersama kelompokmu dengan menggunakan lembar diskusi yang telah tersedia.

105

Pertemuan 3 : 1. Keliling dan luas daerah persegi panjang

a. Keliling persegi panjang Lantai kamar Aulia berbentuk persegi panjang. Menghitung panjang lintasan pada lantai kamar aulia berarti menghitung keliling persegi panjang. Cara untuk menghitung keliling persegi panjang yaitu dengan menghitung jumlah sisi-sisinya b. Luas Persegi panjang Ternyata lantai kamar aulia juga berlapis ubin. Coba hitunglah banyak ubin, sehingga kamu dapat menentukan luas lantai. Tunggu dulu...tapi cara seperti itu bukan cara yang efektif. Sebelum menghitung luas lantai kamar, harus ditemukan dulu rumus luas persegi panjang
2. Keliling dan luas daerah persegi

a. Keliling Persegi Sebelumnya kamu sudah mempelajari keliling. Ingatlah kembali prinsip keliling. Bagaimana dengan keliling persegi ? Menghitung keliling persegi berarti menjumlahkan sisi-sisi dari persegi tersebut. Coba temukan rumus keliling persegi. b. Luas Persegi Berapakah besar daerah tiap bidang lantai keramik di kamar aulia? Dapatkah kamu menghitungnya ? Dapatkah kamu menghitungnya ? Ya, kamu harus mengetahui rumus persegi. Yakinlah kamu pasti bisa.

Lampiran 10

106

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran Satuan pendidikan Sekolah Kelas / Semester Tema Alokasi Waktu Pertemuan Ke

: Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 2 Tanjung : VII / Genap : Segi Empat : 1 x 40 Menit : 11

A. STANDAR KOMPETENSI

1. Menemukan konsep segi tiga dan segi empat serta menentukan ukurannya
B. KOMPETENSI DASAR

1.1 Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang.
C. INDIKATOR

1. Menjelaskan pengertian persegi panjang, persegi, trapezium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang menurut sifatnya.
D. MATERI

segiempat.
E. SKENARIO PEMBELAJARAN

Pertemuan ke 11 1. Pendahuluan : 10 menit a) Apersepsi an motivasi b) Menyediakan media yang akan digunakan c) Menyiapkan indikator yang ingin dicapai 2. Kegiatan Inti : 60 menit a) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok

107

b) Menjelaskanpengertian dari persegi panjang, persegi, trapezium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang menurut sifatnya c) Setiap kelompok mengerjakan task (tugas) d) Setiap kelompok mengumpulkan hasil kegiatannya. 3. Penutup : 10 menit a) Guru mengumpulkan tugas setiap kelompok. b) Kesimpulan materi yang telah diajarkan guna memantapkan pemahaman siswa.
F. MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN

1. Buku Paket Matematika 7 2. Buku LKS kelas VII 3. Buku lain yang relevan
G. PENILAIAN

1. Penilaian proses berupa lembar pengamatan pada kegiatan inti. 2. Penugasan. 3. Tes tertulis.

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

Tarjono, S.Pd NIP 13081734

Azis Muslim, S.Pd

Lampiran 11

108

LEMBAR KERJA DISKUSI 1

Mata Pelajaran Satuan pendidikan Sekolah Kelas / Semester Tema Indikator

: Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 2 Tanjung : VII / Genap : Segi Empat :

1. Mengetahui dengan berapa cara persegi panjang dapat menempati bingkainya. 2. Menemukan sifat-sifat persegi panjang. Alokasi Waktu Pertemuan Ke Nama Kelompok Anggota : : 1. ......................................... 2. ......................................... 3. ........................................ Diskusikan dengan kelompokmu ! 1. Persegi panjang dapat menempati bingkainya dengan berapa cara ? Lakukan peragaan seperti ganbar di bawah ini! Kemudian isilah titik-titik dengan huruf yang sesuai. D D
C C

: 20 Menit :1

4. ........................................ 5. ......................................... 6. ..........................................

D
m

C D

A n

D .
O

AC

A B

C B

A C

Letak 1

Letak 2

Letak 3
Gambar 1.1

Letak 4

ABCD untuk bingkai dan ABCD untuk persegi panjang.

109

Berdasarkan gambar 1.1, maka : (1). Letak 1, persegi panjang ABCD menempati bingkainya pada posisi normal. Dengan posisi ......... (2). Letak 2, persegi panjang ABCD dibalik menurut garis m (vertikal). Dengan posisi ......... (3). Letak 3, persegi panjang ABCD dibalik menurut garis n ( horizontal). Dengan posisi ......... (4). Letak 4, persegi panjang ABCD diputar setengah putaran. Dengan posisi ......... Persegi panjang dapat menempati bingkainya dengan .... cara 2. Lakukanlah percobaan seperti pada gambar di bawah ini untuk menemukan sifatsifat persegi panjang!
Sifat-sifat persegi panjang

(i) Sisi-sisi persegi panjang D Q Q C DC C D R A B B A A B P (b)


Gambar 1.2

C S

S R A (a)
Gambar 1.3

P (a)

A D (b)

C B

Perhatikan gambar 1.2. Gambar 1.2 (b) diperoleh dengan membalik gambar 1.2 (a) menurut garis PQ, sehingga : A menempati ..... dan B menempati .... , ditulis A ..... C menempati ..... dan D menempati .... , ditulis C ..... AD menempati ..... dan BC menempati ..... , ditulis AD ..... Maka AD = ..... Perhatikan pula pada gambar 1.3. Jika gambar 1.3 (a) dibalik menurut garis RS akan diperoleh gambar 1.3(b), sehingga :

110

A menempati ..... dan D menempati .... , ditulis A ..... B menempati ..... dan C menempati .... , ditulis B ..... AB menempati ..... dan DC menempati ..... , ditulis AB ..... Maka AB = ..... Karena AD = ...... dan AB = ...... , maka dapat simpulkan bahwa : Pada suatu persegi panjang sisi-sisi yang berhadapan Dan ...

(ii) Sudut-sudut persegi panjang Perhatikan kembali gambar 1.2.


A menempati ..... dan B menempati ....., ditulis A ..... C menempati ..... dan D menempati ....., ditulis C .....

Perhatikan kembali gambar 1.3.


A menempati ..... dan D menempati ....., ditulis A ..... B menempati ..... dan C menempati ....., ditulis B .....

Maka A = ..... dan B = ..... Karena A = ..... , C = ..... , A = ..... dan B = ..... , maka dapat disimpulkan bahwa : Semua sudut persegi panjang ... Perhatikan gambar 1.4. Empat persegi panjang yang kongruen diletakkan bersisian dan saling bertemu di titik O. Keempat sudut persegi panjang itu membentuk sudut 3600 (satu putaran penuh). Besar masing-masing sudut persegi panjang adalah
Gambar 1.4
O

....... atau ..... 0. ....

Maka dapat disimpulkan bahwa :

Sudut-sudut persegi panjang adalah sudut

111

(iii) Diagonal-diagonal persegi panjang

C DC

D
O

D B
O

A C

P (a)

B B A (b)
Gambar 1.5

AB

A (a)

A C

D B (b)

Gambar 1.6

Perhatikan gambar

1.5. Gambar 1.5 (b) diperoleh dengan cara membalik

gambar 1.5 a) menurut garis PQ, sehingga : A menempati ..... dan B menempati .... , ditulis A ..... C menempati ..... dan D menempati .... , ditulis C ..... AC menempati ..... dan BD menempati ..... , ditulis AC ..... Maka AC = ..... Karena AC = ....., maka dapat disimpulkan bahwa : Diagonal-diagonal persegi panjang ............. Perhatikan pula gambar 1.6. Jika gambar 1.6(a) diputar setengah putaran, maka akan diperoleh gambar 1.6 (b), sehingga : O menempati ..... dan O menempati .... , ditulis O ..... A menempati ..... dan C menempati .... , ditulis A ..... OA menempati ..... dan OC menempati .... , ditulis OA ..... Maka OA = ...... O menempati ..... dan O menempati .... , ditulis O ..... B menempati ..... dan D menempati .... , ditulis B ..... OB menempati ..... dan OD menempati .... , ditulis OB ..... Karena OB = ....., maka dapat disimpulkan bahwa : Diagonal-diagonal persegi panjang saling .. .................... .Atau, kedua diagonal persegi .......................................................................... panjang saling

Lampiran 12

112

Kunci Jawaban Lembar Diskusi 1

1. Berdasarkan gambar 1.1, maka : (1). Letak 1, persegi panjang ABCD menempati bingkainya pada posisi normal. Dengan posisi ABCD. (2). Letak 2, persegi panjang ABCD dibalik menurut garis m (vertikal). Dengan posisi BADC. (3). Letak 3, persegi panjang ABCD dibalik menurut garis n ( horizontal). Dengan posisi DCBA. (4). Letak 4, persegi panjang ABCD diputar setengah putaran. Dengan posisi CDAB.
Persegi panjang dapat menempati bingkainya dengan 4

2. (i) Sisi-sisi persegi panjang. Berdasarkan gambar 1.2 A menempati B dan B menempati A , ditulis A B C menempati D dan D menempati C , ditulis C D AD menempati BC dan BC menempati AD , ditulis AD BC Maka AD = BC. Berdasarkan gambar 1.3 A menempati D dan D menempati A , ditulis A D B menempati C dan C menempati B , ditulis B C AB menempati DC dan DC menempati AB , ditulis AB DC Maka AB = DC. Karena AD = BC dan AB = DC , maka dapat simpulkan bahwa :
Pada suatu persegi panjang sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar.

(ii) Sudut-sudut persegi panjang Berdasarkan Gambar 1.2.


A menempati B dan B menempati A, ditulis A B C menempati D dan D menempati C, ditulis C D

113

Berdasarkan Gambar 1.3.


A menempati D dan D menempati A, ditulis A D B menempati C dan C menempati B, ditulis B C, Maka A = D dan B = C.

Karena A = B , C = D , A = D dan B = C , maka dapat disimpulkan bahwa :


Semua sudut persegi panjang sama besar

Gambar 1.4. Empat persegi panjang yang kongruen diletakkan bersisian dan saling bertemu di titik O. Keempat sudut persegi panjang itu membentuk sudut 3600 (satu putaran penuh). Besar masing-masing 360 0 sudut persegi panjang adalah atau 90 0. 4 Maka dapat disimpulkan bahwa :
Sudut-sudut persegi panjang adalah sudut siku-siku
Gambar 1.4
O

(iii) Diagonal-diagonal persegi panjang Berdasarkan gambar 1.5. A menempati B dan B menempati A , ditulis A B C menempati D dan D menempati C , ditulis C D AC menempati BD dan BD menempati AC , ditulis AC BD Maka AC = BD Karena AC = BD, maka dapat disimpulkan bahwa : Diagonal-diagonal persegi panjang sama panjang. Berdasarkan gambar 1.6 (a) dan (b). O menempati O dan O menempati O , ditulis O O A menempati C dan C menempati A , ditulis A C OA menempati OC dan OC menempati OA , ditulis OA OC Maka OA = OC.

114

O menempati O dan O menempati O, ditulis O O B menempati D dan D menempati D , ditulis B D OB menempati OD dan OD menempati OB , ditulis OB OD Karena OB = OD. maka dapat disimpulkan bahwa :
Diagonal-diagonal persegi panjang saling membagi dua sama panjang .Atau, kedua diagonal persegi panjang saling perpotongan di tengah-

115

Lampiran 13

Latihan Soal Individu 1

1.

Perhatikan persegi panjang KLMN pada gambar di samping, Sebutkan : a. Pasangan sudut yang berhadapan

b. Pasangan garis yang sejajar dan sama panjang. c. Pasangan garis diagonal.

2.

Diketahui persegi panjang PQRS seperti gambar di samping ! a. Jika panjang SR = 7 cm dan QR = 3 cm. Tentukan panjang PQ dan PS. b. Tentukan besar sudut P, Q, R daan S.

3.

Diketahui

: Titik A (5,2) dan C(12,11)

a. Gambarlah suatu persegi panjang dengan sisi AB dan DC sejajar dengan sumbu X dan sisi AD dan BC sejajar dengan sumbu Y. b. Tulislah koordinat B dan D.

Lampiran 14

116

Kunci Jawaban Latihan Soal Individu 1

1. Diketahui Ditanyakan

: Persegi panjang KLMN :

a. Pasangan sudut yang berhadapan b. Pasangan garis yang sejajar dan sama panjang. c. Pasangan garis diagonal. Jawab : a. Pasangan sudut yang berhadapan adalah : (i) Sudut KLM dan sudut KNM (ii) Sudut NKL dan sudut LMN b. Pasangan garis yang sejajar dan sama panjang adalah : (i) Garis KN dan sudut LM (ii) Garis KL dan garis NM c. Pasangan garis diagonal adalah : gais KM dan LN. 2. Diketahui Ditanyakan : Persegi panjang PQRS, dengan panjang SR = 7 cm dan QR = 3 cm. : a. Panjang PQ dan PS. b. Besar sudut P, Q, R daan S. Jawab : a. Karena sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar, maka : Panjang PQ = SR = 2 cm dan panjang PS = QR = 7 cm. b. Karena keempat sudut [ersegi sama panjang, maka : Sudu P = sudut Q = sudut R = sudut S. 3. Diketahui : Titik A (5,2) dan C (12,11) sisi AB dan DC sejajar dengan sumbu X dan sisi AD dan BC sejajar dengan sumbu Y.

117

Ditanyakan Jawab a. Y D

: a. Gambar persegi ABCD b. Koordinat B dan D. : A (5,2) dan C (12,11) Jelas AB // DC // Sumbu X Jelas AD // BC // Sumbu y

C (12,11)

A (5,2)

B X

b. Berdasarkan gambar persgei panjang ABCD di atas, Jelas B (12, 2) daan D (5, 11)

Lampiran 15

118

Tugas Rumah 1

1. S g P R Q Jika persegi panjang PQRS pada gambar di samping dibalik menurut garis g (garis yang membagi PQRS menjadi 2 bagian sama besar/ sumbu simetri), maka : P .. Q .. S .. R .. PR .. QS .. PQ .. QR ..

2. Diketahui persegi panjang ABCD dengan AB = 8 cm dan BC = 6 cm. Hitunglah : a) Panjang DC dan AC b) Panjang OB jika titik O merupakan titik tengah diagonal BD.

Lampiran 16

119

Kunci Jawaban Tugas Rumah 1

1. Diketahui : Persegi panjang PQRS seperti di bawah ini S g P R Q

Ditanyakan : Jika dibalik menurut garis g, maka : P .. Q .. Jawab PS QR S .. R .. SP RQ PR .. QS .. PR SQ QS RP PQ .. QR .. PQ SR QR SP

: Jika dibalik menurut garis g, maka :

2. Diketahui : persegi panjang ABCD dengan AB = 8 cm dan BC = 6 cm. Hitunglah :

Ditanyakan : a). Panjang DC dan AD. b). Panjang OB jika titik O merupakan titik tengah diagonal BD. Jawab a) D O A 8 cm : C 6 cm B Karena persegi panjang, maka

panjang DC = AB = 8 cm dan panjang AD = BC = 6 cm.

b) Panjang BD2 = AD2 + AB2


BD2 = 62 + 82 BD2 = 36 + 64 BD2 = 100 BD = 100 BD = 10 cm

BD dan AC adalah diagonal persegi panjang ABCD, maka : kedua diagonalnya saling berpotongan di tengah-tengah. Sehingga OB = OD = 1 1 BD = (10) = 5. 2 2

Jadi, panjang OB =5 cm.

Panjang BD = 10 cm

Lampiran 17

120

LEMBAR KERJA DISKUSI 2

Mata Pelajaran Satuan pendidikan Sekolah Kelas / Semester Tema Indikator bingkainya.

: Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 2 Tanjung : VII / Genap : Segi Empat :

1. Mengetahui dengan berapa cara persegi dapat menempati 2. Menemukan sifat-sifat persegi. Alokasi Waktu Pertemuan Ke Nama Kelompok Anggota : : 1. ......................................... 2. ......................................... 3. ........................................ Diskusikan dengan kelompokmu ! 1. Persegi dapat menempati bingkainya dengan berapa cara ? D D
C C

: 20 Menit :2

4. ........................................ 5. ......................................... 6. ..........................................

D ...

D C

A A
Letak 1

A B
Letak 2

..

D ..

.. C

D D

A C

A D
Letak 3

B
Gambar 2.1

A ..
Letak 4

.. B

121

D ..

C C

D ..

B C

A A
Letak 5

..

A D
Letak 6

..

D B

.. C

D A

.. C

A C
Letak 7

..

A
Letak 8

Gambar 2.1

ABCD untuk bingkai dan ABCD untuk persegi panjang. Kemudian isilah titik-titik dengan huruf yang sesuai. Pada Gambar 2.1 diperlihatkan peragaan penempatan persegi pada bingkainya, baik dengan cara memutar atau membalik. Ubahlah posisi persegi dalam menempati bingkainya secara tepat dengan cara-cara sebagai berikut : a. Letak (1) persegi ABCD pada posisi normal, yaitu .. b. Letak (2), diperoleh dengan membalik letak (1) secara horisontal, dengan posisi c. Letak (3), diperoleh dengan membalik letak (1) secara vertikal, dengan posisi d. Letak (4) diperoleh dengan membalik letak (1) dengan poros diagonal BD, dengan posisi

122

e.

Letak (5) diperoleh dengan membalik letak (1) dengan poros diagonal AC, dengan posisi

f. Letak (6), diperoleh dari letak (1) dengan cara memutar 900, dengan posisi g. Letak (7) diperoleh dari letak (1) dengan cara memutar 1800, dengan posisi h. Letak (8) diperoleh dari letak (1) dengan cara memutar 2700. dengan posisi Sebuah persegi dapat menempati bingkainya dengan . cara

2. Lakukanlah percobaan seperti pada gambar di bawah ini untuk menemukan sifatsifat persegi!
Sifat-sifat persegi (i) Sisi-sisi persegi

C D

C D

A (a)

B A

DB

A (a)

B AC (b)
Gambar 2.3

(b)
Gambar 2.2

Perhatikan gambar 2.2. Gambar 2.2 (b) diperoleh dengan membalik gambar 2.2 (a), menurut diagonal AC, sehingga : A ..... , B .... , AB ..... , maka AB = ... C ..... , B .... , CB ..... , maka CB = ... Perhatikan pula pada gambar 2.3. Jika gambar 2.3 (b) diperoleh dengan membalik gambar 2.3 (a), menurut diagonal BD, sehingga : B ..... , A .... , AB ..... , maka AB = ... D ..... , A .... , AD ..... , maka AD = ... Dari uraian di atas diperoleh : AB = ....., CB = ......, AB = ....., dan AD = ...... Jadi AB = ...... = ...... = ....... .

123

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa : Semua sisi persegi

Perhatikan kembali gambar 2.2 (b)


BAC menempati ..... ,ditulis BAC ..... ,maka BAC = .... ACB menempati ...., ditulis ACB ..... maka ACB = ....

Karena BAC = ..... dan ACB = ...., berarti digonal AC membagi dua sama besar sudut .... dan .... Perhatikan kembali gambar 2.3 (b)
CBD menempati ..... ,ditulis CBD ..... ,maka BAC = .... CDB menempati ..... , ditulis CDB ..... maka CDB = ....

Karena CBD = ..... dan CDB = ...., berarti digonal BD membagi dua sama besar sudut .... dan .... Jadi, dapat disimpulkan bahwa : Diagonal-diagonal persegi ........................................................

.......................................................................................................

Perhatikan gambar 2.4. Persegi ABCD diputar seperempat putaran dengan pusat titik O. Ternyata:
AOB ..... maka AOB = .... COD ..... maka COD = .... COD ..... maka COD = .... BOC ..... maka BOC = ....

D A
O

C D

Gambar 2.4

Dapat ditulis : AOB = ..... = ..... = .... Karena sudut O sama dengan satu putaran penuh (3600), maka besar AOB = .......o. = ......0 .... Jadi AOB merupakan sudut ......................., sehingga dapat dikatakan bahwa diagonal AC dan diagonal BD berpotongan .............

Lampiran 18

124

Kunci Jawaban Lembar Diskusi 2

1. Posisi persegi dalam menempati bingkainya. Berdasarkan Gambar 2.1 : a. Letak (1) persegi ABCD pada posisi normal, yaitu ABCD b. Letak (2), diperoleh dengan membalik letak (1) secara horisontal, dengan posisi BADC. c. Letak (3), diperoleh dengan membalik letak (1) secara vertikal, dengan posisi DCBA. d. Letak (4) diperoleh dengan membalik letak (1) dengan poros diagonal BD, dengan posisi CBAD. e. Letak (5) diperoleh dengan membalik letak (1) dengan poros diagonal AC, dengan posisi ADCB. f. Letak (6), diperoleh dari letak (1) dengan cara memutar 900, dengan posisi DABC. g. Letak (7) diperoleh dari letak (1) dengan cara memutar 1800, dengan posisi CDAB. h. Letak (8) diperoleh dari letak (1) dengan cara memutar 2700. dengan posisi BCDA.
Sebuah persegi dapat menempati bingkainya dengan 8 cara

2. Sifat-sifat persegi

(i) Sisi-sisi persegi

Berdasarkan gambar 2.2 A A , B D , AB AD , maka AB = AD C C. , B D , CB CD , maka CB = CD Berdasarkan gambar 2.3 B B, A C , AB CB , maka AB = CB D D , A C , AD CD , maka AD = CD Dari uraian di atas diperoleh : AB = AD, CB = CD., AB = CB, dan AD = CD

125

Jadi AB = AD = CB = CD Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa : Semua sisi persegi sama panjang. Berdasarkan gambar 2.2 (b)
BAC menempati DAC, ditulis BAC DAC,

maka BAC = DAC


ACB menempati ACD, ditulis ACB ACD

maka ACB = ACD Karena BAC = DAC dan ACB = ACD, berarti digonal AC membagi dua sama besar sudut A dan C. Bedasarkan gambar 2.3 (b)
CBD menempati ABD ,ditulis CBD ABD ,

maka CBD = ABD.


CDB menempati ADB, ditulis CDB ADB

maka CDB = ADB. Karena CBD = ABD dan CDB = ADB, berarti digonal BD membagi dua sama besar sudut B dan D. Jadi, dapat disimpulkan bahwa : Diagonal-diagonal persegi membagi dua sama besar sudut-sudut persegi. Berdasarkan gambar 2.4. Persegi ABCD diputar seperempat putaran dengan pusat titik O. Ternyata:
AOB BOC maka AOB = BOC. DOA AOB maka DOA = AOB. COD DOA maka COD = DOA. BOC COD maka BOC = COD.

Dapat ditulis : AOB = BOC = COD = DOA. Karena sudut O sama dengan satu putaran penuh (3600), maka : besar AOB = Jadi AOB 3600 = 900 4 merupakan sudut siku-siku, sehingga dapat dikatakan bahwa

diagonal AC dan diagonal BD berpotongan tegak lurus.

Lampiran 19

126

Latihan Soal Individu 2

1.

Perhatikan persegi EFGH seperti gambar di amping. Bagaimanakah hubungan EF dan HG, EH dan FG, EF dan FG? Berapa besar sudut E, F F, G dan H.

2.

S T P

Perhatikan persegi panjang PQRS seperti di samping. Kedua diagonalnya berpotongan di titik T. Jika panjang QR = 12 cm dan PT = 6 2 cm. Maka tentukan : a. Panjang PQ, PS dan SR. b. Panjang TR, TQ, ST, PR dan QS.

3. Tentukan titik K (3,2), L (7,2), M (7, 6) dan N ( 3,6). a. Bangun apakah KLMN ? b. Tentukan koordinat titik potong kedua diagonalnya.

Lampiran 20

127

Kunci Jawaban Soal Individu 2

1. Diketahui Ditanyakan Jawab

: Persegi EFGH : Hubungan EF dan HG, EH dan FG, EF dan FG? Berapa besar sudut E, F, G dan H. :

Pada persegi, semua sisinya sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar. Jadi, hubungan antara EF dan HG adalah EF = HG ( berhadapan sejajar) EH = FG (berhadapan sejajar) EF = GH ( bertemu di titik F dan membentuk sudut 900) Setiap sudut pada persegi siku-siku. Jadi, E = F = G = H = 900.

2. Diketahui Ditanyakan

: Persegi PQRS. Kedua diagonalnya berpotongan di titik T. panjang QR = 12 cm dan PT = 6 2 cm. : a. Panjang PQ, PS dan SR. b. Panjang TR, TQ, ST, PR dan QS.

Jawab

a. Pada persegi, semua sisinya sama panjang, maka : Panjang PQ = PS = SR =QR = 12 cm. b. Panjang TR = TQ = ST = PT = 6 2 cm. Panjang PR = 2 x PT = 2 x 6 2 cm = 12 2 cm. Panjang QS = PR = 12 2 cm. 4. Diketahui Ditanyakan : Titik K (3,2), L (7,2), M (7, 6) dan N ( 3,6). :

a. Bangun apakah KLMN ? b. Koordinat titik potong kedua diagonalnya.

128

Jawab : a. Y Berdasarkan gambar di samping, jelas KLMN adalah bangun persegi.


T K (3,2) L (7,2)

N (3, 6)

M (7, 6)

b. Misalkan T adalah titik potong kedua diagonalnya, maka berdasarkan gambar di atas, koordinat titik T adalah (5, 4).

Lampiran 21

129

Tugas Rumah 2

1. Gambar di samping merupakan persegi S O P Q R PQRS persegi dan PQ = 25 cm. Hitunglah : a. Panjang QR, RS dan PS b. Besar POQ, OSR, dan PQR !

2. Pada gambar soal No.1, berlaku PR2 = PQ2 + QR2. Hitunglah : a. Hitunglah panjang PR jika panjang PQ = 6 cm. b. Panjang PQ jika panjang PR = 102 cm.

Lampiran 22

130

Kunci Jawaban Tugas Rumah 2

1. Diketahui : Persegi PQRS dengan panjang sisi PQ = 25 cm. Ditanyakan : a. Panjang QR, RS dan PS b. Besar POQ, OSR, dan PQR ! Jawab : a. Pada persegi, keempat sisinya sama panjang. Jadi QR=RS=PPS=PQ= 25 cm. b. Pada persegi, kedua diagonalnya berpotongan saling tegak lurus. O adalah titik potong kedua diagonal, jadi POQ = 900. Diagonal-diagonal persegi membagi dua sama besar sudut-sudut persegi, 1 0 90 = 450. diketahui PSR = 900, jadi OSR = 2 2. Diketahui : Gambar seperti soal No.1. Berlaku PR2 = PQ2 + QR2. Ditanyakan : a. Panjang PR jika panjang PQ = 6 cm. b. Panjang PQ jika panjang PR = 102 cm. Jawab : a. Panjang QR = PQ = 6 cm Maka PR2 = PQ2 + QR2 PR2 = 62 + 62 PR2 = 36 + 36 PR2 = 72 PR = 72 PR = 36 x 2 PR = 6 x 2 PR = 6 2. Jadi panjang PR = 62 cm. b. PQ = QR. PR2 = PQ2 + QR2 PR2 = PQ2 + PQ2 PR2 = 2PQ2 (102 )2 = 2PQ2 (102 ) x (102 ) = 2PQ2 (10 x 10) x (2 x 2 ) = 2PQ2 (100) x (2) =2PQ2 200 = 2PQ2 PQ2= 100 PQ = 100 PQ = 10. Jadi panjang PQ = 10 cm. P S O Q R

Lampiran 23

131

LEMBAR DISKUSI 3

Mata Pelajaran Satuan pendidikan Sekolah Kelas / Semester Tema Indikator

: Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 2 Tanjung : VII / Genap : Segi Empat :

1. Menemukan rumus keliling dan luas daerah persegi panjang. 2. Menemukan rumus keliling dan luas daerah persegi. Alokasi Waktu Pertemuan Ke Nama Kelompok Anggota : : 1. ......................................... 2. ......................................... 3. ........................................ 4. ........................................ 5. ......................................... 6. .......................................... : 20 Menit :3

Diskusikan dengan kelompokmu!


Menemukan rumus keliling dan luas daerah persegi panjang

1. Apakah yang kamu ketahui tentang keliling persegi panjang? Ukurlah bangun persegi panjang di bawah ini! Tentukan kelilingnya ! Keliling persegi panjang ABCD D C = AB + BC + + = cm + cm + cm + .cm = .. cm A B
Gambar 3.1

132

Jika AB = DC = panjang (p), dan BC = AD = lebar (l), dan keliling = K, maka: K = .. + . + . + . = .. + .. = ( . + .). 2. Apakah yang kamu ketahui tentang luas daerah persegi panjang ?

l p

(i)

(ii)

(iii)
Gambar 3.2

(iv)

Berdasarkan gambar 3.2 Daerah persegi panjang (i) (ii) (iii) (iv) Panjang ............ ........... ........... ........... Lebar ........... ........... ........... ............ Luas Daerah ............ = ......... x .......... ............ = ......... x .......... ............ = ......... x .......... ............ = ......... x ..........

Jadi, jika panjang = p, lebar = l dan luas = L , maka : L = x

Menemukan rumus keliling dan luas daerah persegi

3. Apakah yang kamu ketahui tentang keliling persegi panjang? Ukurlah bangun persegi di bawah ini! Tentukan kelilingnya ! D C
Gambar 3.1

Keliling persegi ABCD = AB + BC + + = cm + cm + cm + .cm = .. cm

133

Jika AB = s dan keliling = K, maka: K = .. + . + . + . = .. + .. + .+ =

4. Apakah yang kamu ketahui tentang luas daerah persegi?

s s

(i)

(ii)

(iii)

(iv)
Gambar 3.3

Berdasarkan gambar 3.3 Daerah persegi (i) (ii) (iii) (iv) Panjang ............ ........... ........... ........... Lebar ........... ........... ........... ............ Luas Daerah ............ = ......... x .......... ............ = ......... x .......... ............ = ......... x .......... ............ = ......... x ..........

Jadi, jika panjang sisi persegi = s dan luas = L , maka : L = x

Lampiran 24

134

Kunci Jawaban Soal Diskusi 3

1. Keliling persegi panjang adalah jumlah semua sisi yang membatasi bangun persgei panjang. Keliling persegi panjang ABCD = AB + BC + CD + DA = 3 cm + 2 cm + 3 cm + 2cm = 10 cm Jika AB = DC = panjang (p), dan BC = AD = lebar (l), dan keliling = K, maka: K =p+l+p+l = 2p + 2l = 2 ( p + l). 2. Daerah persegi panjang (i) (ii) (iii) (iv) Panjang 3 4 5 p Lebar 2 3 4 l Luas Daerah 6=3x2 12 = 4 x 3 20 = 5 x 4 L=pxl

Jadi, jika panjang = p, lebar = l dan luas = L , maka : L=pxl 3. Keliling persegi adalah jumlah panjang semua sisi yang membatasi bangun persegi. Keliling persegi ABCD = AB + BC + CD + DA = 2 cm + 2 cm + 2 cm + 2 cm = 8 cm. Jika AB = s dan keliling = K, maka: K = AB + BC + CD + DA =s+s+s+s = 4s

135

Daerah persegi (i) (ii) (iii) (iv) 2 3 4

Panjang 2 3

Lebar

Luas Daerah 4=2x2 9=3x3 16 = 4 x 4 s2 = s x s

.4 s

Jadi, jika panjang sisi persegi = s dan luas = L , maka : L = s x s = s2

Lampiran 25

136

Latihan Soal Individu 3

1. Sebuah kebun berbentuk persegi panjang 20 meter dan lebar 80 meter. Di sekeliling kebun itu akan dipasang pagar dengan biaya Rp.150.000,00 per meter. Berapakah biaya yang diperlukan untuk pemasangan pagar tersebut ? 2. Diketahui luas suatu persegi adalah 144 m2. Hitunglah : a. Panjang sisinya b. Keliling persegi 3. Pak Reza mempunyai sebuah kebun berbentuk persegi panjang yang berukuran 30 m x 20 m. Di dalam kebun tersebut Pak Reza membuat kolam ikan berbentuk persgei dengan panjang sisi 5 m dan sisanya ditanami jeruk. a. Sketsalah keadaan di atas. b. Hitunglah luas kebun yang ditanami jeruk.

Lampiran 26

137

Kunci Jawaban Latihan Individu 3

1. Diketahui Ditanyakan Jawab

: kebun berbentuk persegi panjang 20 meter dan lebar 80 meter. : Berapakah biaya yang diperlukan untuk pemasangan pagar : = 2 (120 + 80) = 2 (200) = 400 m

Di sekeliling kebun itu akan dipasang pagar dengan biaya Rp.150.000,00 per meter.

Rumus keliling persgei panjang = 2 ( p + l )

Biaya pemasangan pagar = 400 m x Rp.150.000,00/meter = Rp60.000.000,00. Jadi, biaya pemasangan pagar adalah Rp60.000.000,00. 2. Diketahui Ditanyakan : luas suatu persegi adalah 144 m2. :

a. Panjang sisinya b. Keliling persegi Jawab : b. Keliling persegi = 4s = 4 x 12 = 48 Jadi, keliling persegi adalah 48 cm.
144 = s2

a. Luas persegi = s2

s = 144 s = 12

Jadi, panjang sisinya adalah 12 cm. 3. Diketahui : kebun berbentuk persegi panjang yang berukuran 30 m x 20 m. Di dalam kebun tersebut akan dibuat kolam ikan berbentuk persegi dengan panjang sisi 5 m dan sisanya ditanami jeruk. Ditanyakan : a. Sketsalah keadaan di atas. b. Luas kebun yang ditanami jeruk.

138

Jawab

a. Persegi panjang ABCD adalah kebun Pak Reza. Persegi KLMN adalah kolam ikan. Daerah yang diratser adalah bagian kebun yang ditanami jeruk. D
N Kolam Ikan K M

C 5m
L

20 m

5m 30 m

b. Luas ABCD = p x l = 30 x 20 = 600 m2 Luas KLMN = s x s =5x5 = 25 m2 Luas yang diratser = Luas ABCD - Luas KLMN = 600 25 = 575 m2. Jadi, luas kebun yang ditanami jeruk adalah 575 m2.

Lampiran 27

139

Tugas Rumah 3

1. Diketahui : bentuk di samping ini. Hitunglah luasnya !


7 cm

4 cm

3 cm 10 cm

2. Luas kebun berbentuk persegi adalah 121 m2. a. Tentukan ukuran sisi kebun itu. b. Tentukan pula kelilingnya.

Lampiran 28

140

Kunci Jawaban Tugas Rumah 3

1. Diketahui : Gambar seperti di bawah ini (dibagi menjadi dua daerah).


4 cm 4 cm

II
10 cm 3 cm

Ditanyakan : Luas I dan II Jawab : Luas I = Luas Persegi = s x s =4x4 = 16 cm2 Sehingga luas total adalah Luas = Luas I + Luas II = 16 cm2 + 30 cm2
=

Luas II = Luas Persegi panjang =pxl = 3 x 10 = 30 cm2

46 cm2.

2. Diketahui : Luas kebun berbentuk persegi adalah 121 m2 Ditanyakan : a. ukuran sisi kebun Jawab : a. Luas = s x s 121 = s2 s = 121 s = 11cm. Jadi, panjang sisi 11 cm dan kelilingnya 44 cm. b. Keliling = 4s = 4 x 11 = 44 cm. b. Keliling kebun

Lampiran 29
LEMBAR OBSERVASI Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan RME Kelas Eksperimen Pertemuan 1

141

Sekolah Nama Guru

: SMP Negeri 2 Tanjung : Miftahul Jannah

Hari / Tanggal : Kamis / 19 April 2007 Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( ) pada kolom yang sesuai !
No Karakteristik RME Ada Tidak 1 Skor 2 3 4

Penggunaan konteks real (Dunia nyata) sebagai titik tolak belajar matematika a. Guru memulai pelajaran dengan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari memberikan soal-soal b. Guru pemecahan masalah yang sering terjadi dalam kehidupan siswa. Penggunaan model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan rumus a. Guru menggunakan alat peraga yang membantu siswa menemukan rumus. membimbing siswa b. Guru menggunakan alat peraga Menggunakan produksi dan konstruksi a. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk membuat permodelan sendiri dalam mencari penyelesaian formal. Penggunaan metode interaktif a. Guru memberikan pertanyaan lisan ketika proses pembelajaran berlangsung. b. Guru memberikan penjelasan tentang materi dan penemuan siswa.

142
Skor 2 3

No

Karakteristik RME

Ada

Tidak

Adanya pengaitan sesama topik ( Intertwinment) a. Guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi lain dalam matematika b. Guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan dari mata pelajaran yang lain. Upaya untuk menghargai keberagaman jawaban siswa a. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa. b. Guru memberikan penilaian sesuai dengan kontribusi siswa dalam pembelajaran.

Catatan Penting Materi : Persegi panjang Pedoman Penskoran : Angka 1 mewakili persentase kemunculan 0 25 % Angka 2 mewakili persentase kemunculan 26 50 % Angka 3 mewakili persentase kemunculan 51 75 % Angka 4 mewakili persentase kemunculan 76 100 %

Brebes, 19 April 2007 Kepala Sekolah, Pengamat,

Tarjono, S.Pd NIP.130817341

Azis Muslim, S.Pd

143
LEMBAR OBSERVASI Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan RME Kelas Eksperimen Pertemuan 2

Sekolah Nama Guru

: SMP Negeri 2 Tanjung : Miftahul Jannah

Hari / Tanggal : Selasa / 1 Mei 2007 Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( ) pada kolom yang sesuai !
No Karakteristik RME Ada Tidak 1 Skor 2 3 4

Penggunaan konteks real (Dunia nyata) sebagai titik tolak belajar matematika a. Guru memulai pelajaran dengan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. memberikan soal-soal b. Guru pemecahan masalah yang sering terjadi dalam kehidupan siswa. Penggunaan model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan rumus a. Guru menggunakan alat peraga yang membantu siswa menemukan rumus. b. Guru membimbing siswa menggunakan alat peraga Menggunakan produksi dan konstruksi a. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk membuat permodelan sendiri dalam mencari penyelesaian formal. Penggunaan metode interaktif a. Guru memberikan pertanyaan lisan ketika proses pembelajaran berlangsung. b. Guru memberikan penjelasan tentang materi dan penemuan siswa.

144
Skor 2 3

No

Karakteristik RME

Ada

Tidak

Adanya pengaitan sesama topik ( Intertwinment) a. Guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi lain dalam matematika b. Guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan dari mata pelajaran yang lain. Upaya untuk menghargai keberagaman jawaban siswa a. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa. b. Guru memberikan penilaian sesuai dengan kontribusi siswa dalam pembelajaran.

Catatan Penting Materi : Persegi

Pedoman Penskoran : Angka 1 mewakili persentase kemunculan 0 25 % Angka 2 mewakili persentase kemunculan 26 50 % Angka 3 mewakili persentase kemunculan 51 75 % Angka 4 mewakili persentase kemunculan 76 100 %

Brebes, 1 Mei 2007 Kepala Sekolah, Pengamat,

Tarjono, S.Pd NIP.130817341

Azis Muslim, S.Pd

145
LEMBAR OBSERVASI Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan RME Kelas Eksperimen Pertemuan 3

Sekolah Nama Guru

: SMP Negeri 2 Tanjung : Miftahul Jannah

Hari / Tanggal : Kamis / 3 Mei 2007 Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( ) pada kolom yang sesuai !
No Karakteristik RME Ada Tidak 1 Skor 2 3 4

Penggunaan konteks real (Dunia nyata) sebagai titik tolak belajar matematika a. Guru memulai pelajaran dengan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari b. Guru memberikan soal-soal pemecahan masalah yang sering terjadi dalam kehidupan siswa. Penggunaan model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan rumus a. Guru menggunakan alat peraga yang membantu siswa menemukan rumus. b. Guru membimbing siswa menggunakan alat peraga Menggunakan produksi dan konstruksi a. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk membuat permodelan sendiri dalam mencari penyelesaian formal. Penggunaan metode interaktif a. Guru memberikan pertanyaan lisan ketika proses pembelajaran berlangsung. b. Guru memberikan penjelasan tentang materi dan penemuan siswa.

146
Skor 2 3

No

Karakteristik RME

Ada

Tidak

Adanya pengaitan sesama topik ( Intertwinment) a. Guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi lain dalam matematika b. Guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan dari mata pelajaran yang lain. Upaya untuk menghargai keberagaman jawaban siswa a. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa. b. Guru memberikan penilaian sesuai dengan kontribusi siswa dalam pembelajaran.

Catatan Penting Materi : Keliling dan luas daerah persegi panjang dan persegi. Pedoman Penskoran : Angka 1 mewakili persentase kemunculan 0 25 % Angka 2 mewakili persentase kemunculan 26 50 % Angka 3 mewakili persentase kemunculan 51 75 % Angka 4 mewakili persentase kemunculan 76 100 %

Brebes, 3 Mei 2007 Kepala Sekolah, Pengamat,

Tarjono, S.Pd NIP.130817341

Azis Muslim, S.Pd

Lampiran 30
LEMBAR OBSERVASI Aktivitas Siswa Dengan Pembelajaran Pendekatan RME Kelas Eksperimen Pertemuan 1

147

Sekolah Nama Guru

: SMP Negeri 2 Tanjung : Miftahul Jannah

Hari / Tanggal : Kamis / 19 April 2007 Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( ) pada kolom yang sesuai !
No Karakteristik RME Ada Tidak 1 Skor 2 3 4

Penggunaan konteks real (Dunia nyata) sebagai titik tolak belajar matematika a. Siswa dapat menyebutkan aplikasi pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari Penggunaan model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan rumus a. Siswa menggunakan alat peraga yang membantu dalam menemukan rumus dan penyelesaian dari soal-soal. Menggunakan produksi dan konstruksi a. Siswa membuat permodelan sendiri dalam mencari penyelesaian formal. b. Siswa menemukan sendiri penyelesaian secara formal. Penggunaan metode interaktif a. Siswa merespon aktif pertanyaan lisan dari guru. b. Siswa berdiskusi dengan siswa lain. Adanya pengaitan sesama topik ( Intertwinment) a. Siswa mengubungkan materi yang sedang dipelajari dengan materi lain dalam matematika. b. Siswa mengaitkan materi yang dipelajari dengan pengetahuan dari mata pelajaran yang lain.

148
Skor 2 3

No

Karakteristik RME

Ada

Tidak

Upaya untuk menghargai keberagaman jawaban siswa c. Adanya keberagaman jawaban, ide dan alur berpikir siswa.

Catatan Penting Materi : Persegi panjang Pedoman Penskoran : Angka 1 mewakili persentase kemunculan 0 25 % Angka 2 mewakili persentase kemunculan 26 50 % Angka 3 mewakili persentase kemunculan 51 75 % Angka 4 mewakili persentase kemunculan 76 100 %

Brebes, 19 April 2007 Kepala Sekolah, Pengamat,

Tarjono, S.Pd NIP.130817341

Azis Muslim, S.Pd

149
LEMBAR OBSERVASI Aktivitas Siswa Dengan Pembelajaran Pendekatan RME Kelas Eksperimen Pertemuan 2

Sekolah Nama Guru

: SMP Negeri 2 Tanjung : Miftahul Jannah

Hari / Tanggal : Selasa / 01 Mei 2007 Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( ) pada kolom yang sesuai !
No Karakteristik RME Ada Tidak 1 Skor 2 3 4

Penggunaan konteks real (Dunia nyata) sebagai titik tolak belajar matematika d. Siswa dapat menyebutkan aplikasi pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari Penggunaan model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan rumus Siswa menggunakan alat peraga yang membantu dalam menemukan rumus dan penyelesaian dari soal-soal. Menggunakan produksi dan konstruksi a. Siswa membuat permodelan sendiri dalam mencari penyelesaian formal. b. Siswa menemukan sendiri penyelesaian secara formal. Penggunaan metode interaktif Siswa merespon aktif pertanyaan lisan dari guru. Siswa berdiskusi dengan siswa lain. Adanya pengaitan sesama topik ( Intertwinment) a. Siswa mengubungkan materi yang sedang dipelajari dengan materi lain dalam matematika. b. Siswa mengaitkan materi yang dipelajari dengan pengetahuan dari mata pelajaran yang lain.

150
Skor 2 3

No

Karakteristik RME

Ada

Tidak

Upaya untuk menghargai keberagaman jawaban siswa e. Adanya keberagaman jawaban, ide dan alur berpikir siswa.

Catatan Penting Materi : Persegi Pedoman Penskoran : Angka 1 mewakili persentase kemunculan 0 25 % Angka 2 mewakili persentase kemunculan 26 50 % Angka 3 mewakili persentase kemunculan 51 75 % Angka 4 mewakili persentase kemunculan 76 100 %

Brebes, 01mei 2007 Kepala Sekolah, Pengamat,

Tarjono, S.Pd NIP.130817341

Azis Muslim, S.Pd

151
LEMBAR OBSERVASI Aktivitas Siswa Dengan Pembelajaran Pendekatan RME Kelas Eksperimen Pertemuan 3

Sekolah Nama Guru

: SMP Negeri 2 Tanjung : Miftahul Jannah

Hari / Tanggal : Kamis / 03 Mei 2007 Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( ) pada kolom yang sesuai !
No Karakteristik RME Ada Tidak 1 Skor 2 3 4

Penggunaan konteks real (Dunia nyata) sebagai titik tolak belajar matematika a. Siswa dapat menyebutkan aplikasi pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari Penggunaan model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan rumus Siswa menggunakan alat peraga yang membantu dalam menemukan rumus dan penyelesaian dari soal-soal. Menggunakan produksi dan konstruksi Siswa membuat permodelan sendiri dalam mencari penyelesaian formal. Siswa menemukan sendiri penyelesaian secara formal. Penggunaan metode interaktif Siswa merespon aktif pertanyaan lisan dari guru. Siswa berdiskusi dengan siswa lain. Adanya pengaitan sesama topik ( Intertwinment) Siswa mengubungkan materi yang sedang dipelajari dengan materi lain dalam matematika. Siswa mengaitkan materi yang dipelajari dengan pengetahuan dari mata pelajaran yang lain.

152
Skor 2 3

No

Karakteristik RME

Ada

Tidak

Upaya untuk menghargai keberagaman jawaban siswa f. Adanya keberagaman jawaban, ide dan alur berpikir siswa.

Catatan Penting Materi : Keliling dan lias daerah persegi panjang dan persegi. Pedoman Penskoran : Angka 1 mewakili persentase kemunculan 0 25 % Angka 2 mewakili persentase kemunculan 26 50 % Angka 3 mewakili persentase kemunculan 51 75 % Angka 4 mewakili persentase kemunculan 76 100 %

Brebes, 03 Mei 2007 Kepala Sekolah, Pengamat,

Tarjono, S.Pd NIP.130817341

Azis Muslim, S.Pd

153

KISI-KISI SOAL-SOAL UJI COBA

Lampiran 31

Mata Pelajaran Satuan pendidikan Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Sub materi pokok Alokasi Waktu Jumlah Soal

: Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 2 Tanjung : VII / Genap : Segi empat. : Persegi panjang dan persegi : 2 x 40 Menit : 14 Soal Uraian

No

Kompetensi Dasar

Indikator Pembelajaran

Indikator Pemahaman Konsep

No. Soal

Waktu

Mengidentifikasi sifatsifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang.

2. Menemukan panjang.

pengertian 1. Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. sifat tertentu sesuai konsepnya. 3. Kemampuan memberi contoh dan bukan contoh.

1 (a) 2 4 (a) 7 (a)

4 3 2 2

dan unsur-unsur persegi 2. Kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat-

153

154

No

Kompetensi Dasar

Indikator Pembelajaran

Indikator Pemahaman Konsep

No. Soal

Waktu

153

3. Menemukan persegi panjang

sifat-sifat 1. Kemampuan mengklasifikasikan objek menurut 3 sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya. 2. Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. 3. Kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. 4. Kemampuan memberi contoh dan bukan contoh. 4(b, c, d)

4 3

4. Mengetahui berapa cara

dengan persegi

Kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat- 4e sifat tertentu sesuai konsepnya. 1b

4 2

panjang dapat menempati bingkainya. 5. Menemukan pengertian 1. Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. sifat tertentu sesuai konsepnya. 3. Kemampuan memberi contoh dan bukan contoh. 6 (a) 4 3

dan unsur-unsur persegi.

2. Kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat- 7 (b,c,d)

154

155

No

Kompetensi Dasar

Indikator Pembelajaran

Indikator Pemahaman Konsep

No. Soal

Waktu

6. Menemukan persegi

sifat-sifat 1. Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. memilih prosedur tertentu 3. Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis. 4. Kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep.

8 (a,b,c)

6 5

2. Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan 9 (a,b)

7. Mengetahui

dengan

Kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat- 7e sifat tertentu sesuai konsepnya. 6b

4 2

berapa cara persegi dapat menempati bingkainya. 2 Menghitung keliling dan 8. Menemukan luas bangun segi tiga dan segi empat serta dalam menggunakannya persegi panjang.

rumus 1. Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai 12 (a) bentuk representasi matematis. 2. Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu 14 (b)

4 4

keliling dan luas bangun

pemecahan masalah.

No

Kompetensi Dasar

Indikator Pembelajaran

Indikator Pemahaman Konsep

No. Soal

Waktu 155

156

9. Menemukan persegi.

rumus 1. Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai 13 (a) bentuk representasi matematis. 2. Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu 14 (a)

6 3

keliling dan luas bangun

10.

Menggunakan rumus 1. Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. panjang dan memilih prosedur tertentu ke pemecahan masalah.

10 12 (b)

6 5 2 2

keliling dan luas daerah 2. Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan 11 persegi persegi dalam kehidupan 3. Kemampuan mengaplikasi konsep atau algoritma 13 (b) sehari-hari.

156

157

Lampiran 32

Soal Soal Uji Coba

Mata Pelajaran Satuan pendidikan Sekolah Kelas / Semester Sub materi pokok Alokasi Waktu Jumlah soal

: Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 2 Tanjung : VII / Genap : Persegi panjang dan persegi : 2 x 40 Menit : 14 soal uraian

A Petunjuk Khusus

1. Tulislah terlebih dahulu nama, kelas dan nomor urut pada lembar jawaban yang tersedia. 2. Periksa dan bacalah soal serta petunjuk pengerjaannya sebelum menjawab. 3. tanyakan kepada Bapak/ Ibu guru pengawas jika ada soal yang kurang jelas. 4. Dahulukan menjawab soal-soal yang dianggap paling mudah. 5. Kerjakan pada lembar jawaban yang telah disediakan. 6. Kerjakan dengan menulis yang diketahui (Secara terstruktur).

B Kerjakan soal uraian di bawah ini dengan tepat dan benar !

1. Perhatikan gambar B.1.


D C

a. Apakah bangun itu merupakan


persegi panjang ? Berikan alasanmu.

b. Tuliskan posisi bangun tersebut jika


A
Gambar B.1

dibalik secara vertikal.

2. Sebutkan (minimal 6) benda benda di sekitarmu yang berbentuk persegi panjang !

158

3. Diketahui persegi panjang ABCD dengan AB = 8 cm, BC = 6 cm, serta AO = 5 cm. Hitunglah AD, DC, BO, OC dan OD.
D
O 5

C
6

B
Gambar B.2

4. Perhatikan gambar B.3 di bawah ini.


(f) (a) (b) (d) (e)
Gambar B.3

(c) (h)

(g)

Jawablah pertanyaan di bawah ini a. Sebutkan bangun yang merupakan persegi panjang ! b. Untuk setiap persegi panjang, ada berapa banyak sisinya ? c. Berapakah banyaknya sudut pada persegi panjang ? d. Berapakah banyaknya diagonal pada persegi panjang ? e. Ada berapa cara persegi panjang dapat menempati bingkainya dengan tepat ? 5. Sebutkan (minimal 4 ) benda-benda di sekitarmu yang permukaannya berbentuk persegi ! 6. Perhatikan gambar B.4 di samping. a. Apakah bangun itu merupakan persegi, mengapa? b. Tuliskan posisi bangun tersebut jika dibalik secara horizontal.
K N M

L
Gambar B.4

159

7. Perhatikan Gambar B.5 (c) (a) (e) (b) (d)


Gambar B.5

(h) (f)

(g)

Jawablah pertanyaan di bawah ini! a c e Sebutkan bangun yang merupakan persegi ! Berapakah banyaknya sudut pada persegi ? Ada berapa cara persegi dapat menempati bingkainya dengan tepat ! b Untuk setiap persegi, ada berapa banyak sisinya ? d Berapakah banyaknya diagonal pada persegi ? 8. Persegi ABCD dengan panjang sisi 8 cm dan kedua diagonalnya berpotongan di titik O. a. Gambarlah persegi panjang ABCD. b. tentukan 4 ruas garis yang sama panjang . c. delapan sudut siku-siku. 9. Gambar B.7 menunjukan sebuah persegi KLMN dengan kedua diagonalnya berpotongan di tiitk O. Jika panjang KO = 4 2 cm dan KN = 8 cm.
N M 8 cm L
Gambar B.6

Tentukan panjang : a. KL, LM, dan MN. b. LO, MO, NO, KM dan LN.

O K

10. Sebuah kebun berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 120 m dan lebar 80 m. Di sekeliling kebun itu akan dipasang pagar dengan biaya

160

Rp.150.000 per meter. Berapakah biaya yang diperlukan untuk pemasangan pagar tersebut ? 11. Foto di bawah ini berukuran 25 cm x 15 cm, diletakkan di dalam sebuah bingkai dengan ukuran 30 cm x 20 cm.
30 cm

Hitung daerah pada bingkai yang tidak tertutupi oleh foto.


15 cm

20 cm

25 cm

Gambar B.7

12. Diketahui persegi panjang yang panjangnya 2p dan lebarnya 3q. a. Gambarlah persegi panjang ABCD dan tentukan rumus keliling dan luasnya! b. jika p =1 dan q = 2 berapakah keliling dan luasnya !. 13. Panjang sisi suatu persegi adalah (100 n ) cm. a. Gambarlah persegi PQRS dan tentukanlah rumus keliling dan luas nya!. b. Jika n = 2 berapakah keliling dan luasnya !. 14. Kamar Aulia berbentuk seperti gambar B.8. Tentukan Rumus keliling dan luas : a. Daerah I b. Daerah II
2k Gambar B.8 2k

II
4k+2

Selamat Mengerjakan Semoga Sukses

Lampiran 33

161

Kunci Jawaban Soal-soal Uji coba

Pedoman penskoran : Kemampuan Pemahaman Konsep 0 Jika indikator kemampuan pemahaman konsep tidak dipenuhi oleh siswa 1 Jika indikator kemampuan pemahaman konsep dipenuhi oleh siswa

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

Diketahui : Gambar B.1 D C

A Ditanyakan :

B
Gambar B.1

a. Apakah gambar B.1 merupakan persegi panjang ?Berikan alasanmu. b. posisi bangun tersebut jika dibalik secara vertikal. Jawab : Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. a. Ya, gambar B.1 persegi panjang. Karena mempunyai sifat-sifat : 1. Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar 2. Keempat sudutnya sama besar dan siku-siku 3. Diagonal-diagonal persegi panjang saling membagi dua sama panjang Atau kedua diagonal persegi panjang saling perpotongan di tengah-tengah.

162

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

b. Posisi gambar B.1 setelah dibalik secara vertikal yaitu DCBA. Skor 2 Diketahui Ditanyakan : Benda-benda di sekitar : benda-benda

Kemampuan

mengklasifikasi

objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya. 2 yang Kemampuan mengklasifikasi

berbentuk persegi panjang (min 6). persegi panjang, diantaranya yaitu :

objek menurut sifat-sifat tertentu

Jawab : Benda-benda yang berbentuk sesuai konsepnya. pintu, mesin cuci, jendela, kulkas, papan Kemampuan tulis, dinding, lemari dan TV. Skor 3 Diketahui : memberi contoh

dan bukan contoh. 2

D
O 5

C
6

8
Gambar B.2

AB = 8 cm BC = 6 cm dan AO = 5 cm. Ditanyakan : Panjang AD, DC, BO, OC dan OD.

163

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

Jawab : Karena sisi-sisi yang berhadapan sama Kemampuan menyatakan ulang panjang dan sejajar, maka panjang : AB = BC = 6 cm dan DC = AB = 8 cm. Diagonal-diagonal persegi panjang mengembangkan saling membagi dua sama panjang. Karena AC dan BD adalah diagonal- Kemampuan diagonalnya, maka : CO = AO = 5 cm dan OB = OD = 5 cm. Skor 4 Berdasarkan gambar B.3 maka : a. Bangun b. Untuk yang setiap merupakan persegi panjang yaitu (a), (c), (b) dan (g). panjang, Kemampuan memberi contoh mempunyai 4 sisi. c. Ada 4 sudut pada persegi panjang. d. Diagonal pada persegi panjang ada 2. menempati bingkainya dengan tepat Skor 5 Diketahui Ditanyakan Jawab : diantaranya yaitu : keramik lantai rumah, permukaan kubus, papan catur Kemampuan dan disket. Skor memberi 2 contoh dan bukan contoh. : Benda-benda di sekitar. : benda-benda yang Kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu Kemampuan mengklasifikasi e. Ada 4 cara persegi panjang dapat objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya. 3 dan bukan contoh. persegi sebuah konsep syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. 2 Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep.

berbentuk persegi (min 4).

Benda-benda yang berbentuk persegi, sesuai konsepnya.

164

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

Diketahui :

L
Gambar B.4

Ditanyakan : a. Apakah gambar B.1 merupakan persegi panjang ?Berikan alasanmu. b. posisi bangun tersebut jika dibalik secara horizontal. Jawab : a. Ya, gambar B.1 persegi. Karena : 1.Sisi yang berhadapan sama panjang 2.Keempat sudutnya siku-siku 3.Diagonal-diagonalnya saling berpotongan dan membagi dua sama panjang. b. Posisi gambar B.1 setelah dibalik secara horizontal yaitu LKNM. Skor 7 Berdasarkan gambar B.5 maka : a. Bangun (a),(c) dan (g) adalah persegi. b.persegi mempunyai 4 sisi. c. Ada 4 sudut pada persegi. d.Diagonal pada persegi ada 2. e. Ada 8 cara persegi dapat menempati Kemampuan bingkainya dengan tepat Skor mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya. 3 Kemampuan Kemampuan mengklasifikasi Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep.

objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya. 2 memberi contoh dan bukan contoh. Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep

165

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

Diketahui : Persegi ABCD, p = 8 cm Kedua diagonal berpotongan di titik O. Ditanyakan : a. Gambarlah persegi ABCD. b. 4 ruas garis yang sama panjang . c. delapan sudut siku-siku. Jawab : a.
D O A C 8 cm B

Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis.

Gambar Persegi ABCD

b. Karena diagonal, = OB.

titik

perpotongan Kemampuan

mengembangkan

maka : AO = OC= DO syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. diagonalnya saling Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep.

c. Keempat sudut persegi 900 dan kedua berpotongan . Jadi


DAB = ABC = BCD = CDA = AOB = BOC= COD = DOA = 900.

Skor 9 Diketahui : Persegi KLMN Titik O perpotongan diagonal Panjang KO = 4 2 cm dan KN = 8 cm.

166

NO

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

Ditanyakan : panjang a. KL, LM, dan MN. b. LO, MO, NO, KM dan LN. Jawab : panjang, maka : Panjang KL= LM =MN= KN = 8 cm. Kemampuan mengembangkan dari suatu konsep. Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu 3 berbentuk persegi pagar di Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu Kemampuan mengaplikasi konsep atau algoritma ke pemecahan masalah. Skor 3 b.Karena panjang LO = NO = MO = KO syarat perlu atau syarat cukup = 4 2 cm, maka panjang KM=2 xKO = 2 x 4 2 cm = 8 2 cm. Jadi, panjang LN= Panjang KM= 8 2 cm. Skor 10 Diketahui : Kebun Biaya panjang ( p = 120 m dan lebar 80 m). pemasangan sekelilingnya Rp.150.000 permeter. Ditanyakan : Biaya pemasangan pagar. Jawab : Karena keliling persegi, maka : K = 2 ( p+l ) = 2 ( 120 + 80 ) m = 2 (200) m = 400 m. Jadi, biaya pemasangan pagar : = 400 m x Rp.150.000/m = Rp.60.000.000. Kemampuan menyatakan ulang a. Pada persegi, semua sisinya sama sebuah konsep.

167

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

11

Diketahui : Gambar sebagai berikut ,


30 cm

15 cm

20 cm 25 cm

Ditanyakan : Luas daerah pada bingkai Kemampuan yang tidak tertutup foto. Jawab : Bingkai dan foto berbentuk persegi panjang. Luas bingkai = Pxl = 30x 20 = 600 m2 Luas foto = 15 x 25 = 375 m2 Jadi, Luas daerah pada bingkai yang tidak tertutup foto =600 375 =225 m2 Skor 12 Diketahui : Ditanyakan : a Gambarlah persegi panjang ABCD tersebut dan tentukan rumus keliling dan luasnya. b Jika p = 1 dan q = 2, berapakah keliling dan luasnya. Jawab : a. D
2p cm

menggunakan, dan memilih

memanfaatkan prosedur tertentu Kemampuan konsep atau

mengaplikasi algoritma ke

pemecahan masalah.

2 Persegi panjang dengan

panjang 2p cm dan lebar 3q cm.

Kemampuan menyajikan konsep C


3q cm

dalam berbagai bentuk representasi matematis.

168

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

Keliling K = 2p + 3q + 2p + 3q K = 4p+6q = 2(2p+2q) cm. Luas L = p x l = 2p x 3q L = 6 pq cm2. b. Jika p = 1 dan q = 2 maka : K = 2(2p + 2q) = 2[(2x1) + (2x2)] = 2 (2 + 4 ) = 2 (6) = 12 cm. L = 6 pq = 6 (1 x 2) = 12 cm2. Skor 13 Diketahui : Persegi dengan panjang sisi = (10 n) Cm. Ditanyakan : a Gambar persegi PQRS tersebut dan tentukan rumus keliling dan luas b Berapa keliling dan luasnya jika n=2. Jawab : a. S P (10-n) cm b. Misal keliling persegi = K, maka : K = (10 n) + (10 n) + (10 n) + (10n) = 4 (10 n) = 40 -4n cm. Jadi, K = 40 -4n cm. Misal Luas persegi = L, maka : L = s x s = (10 n) x (10 n) = ( 100 20 n + n2 ) cm2. Jadi, L = = ( 100 20 n + n2 )cm2 R (10-n) cm Q

Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu Kemampuan mengaplikasi konsep atau algoritma ke pemecahan masalah.

Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis.

Kemampuan memanfaatkan prosedur tertentu

menggunakan, dan memilih

169

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

13

Jika n = 2 maka K = [40 -4n] cm = [40 (4 x 2)] cm = [40 8] cm = 32 cm. L = ( 100 20 n + n2 ) cm2 = [100 (20 x 2) + 2 ] cm
2 2

Kemampuan konsep atau

mengaplikasi algoritma ke

pemecahan masalah.

= [ 100 40 + 4 ] cm2 = 56 cm2 Skor 14 Diketahui : Daerah I (persegi) dengan panjang sisi = 2k Cm. Daerah II (persegi panjang) dengan panjang = (4k + 2) Cm dan lebar = 3 Cm. Ditanyakan : Rumus keliling dan luas : a. Daerah I Jawab : a. Keliling I = 2k +2k + 2k + 2k= 8k Cm Jadi, keliling I = 8k Cm dan Luas I = s x s = 2k x 2k = 4k2 Cm2 b. Keliling II = (4k+2) + 3 + (4k+2) + 3 = 4k+ 4k + 2 + 2 + 3 + 3 = (8k + 10) Cm. Jadi, Keliling II = (8k + 10) Cm dan Luas II =pxl = (4k +2) x 3 = 12k + 6 Cm2. Skor 2 Kemampuan memanfaatkan prosedur tertentu menggunakan, dan memilih Kemampuan memanfaatkan prosedur tertentu menggunakan, dan memilih b. Daerah II 3

Catatan :

Skor total dari tes kemampuan pemahaman konsep = 35.

Lampiran 34
ANALISIS VALIDITAS, RELIABILITAS, TINGKAT KESUKARAN DAN DAYA PEMBEDA SOAL
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Kode Responden UC-VIIB-36 UC-VIIB-45 UC-VIIB-27 UC-VIIB-31 UC-VIIB-17 UC-VIIB-43 UC-VIIB-44 UC-VIIB-12 UC-VIIB-24 UC-VIIB-38 UC-VIIB-41 UC-VIIB-04 UC-VIIB-37 UC-VIIB-33 UC-VIIB-18 UC-VIIB-25 UC-VIIB-28 UC-VIIB-35 UC-VIIB-06 UC-VIIB-07 UC-VIIB-14 UC-VIIB-20 UC-VIIB-22 UC-VIIB-21 UC-VIIB-03 UC-VIIB-13 UC-VIIB-39 UC-VIIB-42 UC-VIIB-16 UC-VIIB-29 UC-VIIB-08 UC-VIIB-19 UC-VIIB-11 UC-VIIB-46 UC-VIIB-01

170

No Soal
1 2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 2 1 1 1 0 2 1 2 2 1 1 1 1 2 1 0 0 2 1 1 1 2 10 3 3 3 3 0 3 3 3 3 0 1 3 3 1 0 0 0 1 0 1 2 1 2 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 11 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 0 1 1 1 2 1 2 2 2 2 1 0 1 2 0 1 2 0 1 1 0 1 2 0 1 12 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 13 3 1 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 7 3 3 3 2 2 1 1 3 2 3 2 2 2 1 3 3 2 2 2 2 2 1 2 2 3 2 0 3 2 1 2 2 1 2 1 8 2 2 1 3 2 2 2 1 2 2 2 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 2 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 9 1 2 3 1 3 2 3 1 1 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 2 1 2 2 3 0 2 0 2 2 2 1 2 1 1 1 10 3 3 3 3 0 3 3 3 3 0 1 3 3 1 0 0 0 1 0 1 2 1 2 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 11 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 0 1 1 1 2 1 2 2 2 2 1 0 1 2 0 1 2 0 1 1 0 1 2 0 1 12 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 13 3 1 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0

171
36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Validitas Butir Soal UC-VIIB-40 UC-VIIB-30 UC-VIIB-32 UC-VIIB-15 UC-VIIB-34 UC-VIIB-23 UC-VIIB-09 UC-VIIB-02 UC-VIIB-26 UC-VIIB-10 UC-VIIB-05 1 2 1 1 1 1 0 0 0 0 0 54 78 1175 0.600 Valid 17% Mudah 1.667 1.1667 0.492 0.754 12.42 2.074 5.33 Sign 0.502 9.274 38.296 14 0.816
Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dibuang Dipakai Dibuang Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dibuang

0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 53 108 1229 0.619 Valid 74% Sukar 2.333 0.8333 1.231 0.515 12.42 2.074 13.52 Sign 1.243

2 0 2 0 1 0 0 0 0 0 0 50 95 1119 0.603 Valid 30% Sedang 1.583 0.9167 0.669 0.798 12.42 2.074 6.56 Sign 0.703

1 2 2 3 1 0 1 1 1 1 1 98 225 2081 0.729 Valid 22% Mudah 2.750 2.4167 0.452 0.778 12.42 2.074 3.58 Sign 0.649

1 2 0 1 1 0 0 0 0 0 1 73 144 1581 0.706 Valid 33% Sedang 2.000 1.5833 0.603 0.778 12.42 2.074 4.22 Sign 0.603

1 1 0 1 1 2 1 0 2 2 0 36 47 697 -0.048 Tidak Valid 28% Sedang 0.917 1.1667 0.289 0.793 12.42 2.074 -2.86 Tdk 0.307

2 0 2 3 1 2 1 0 0 2 0 83 178 1750 0.498 Valid 30% Sedang 2.250 2 0.754 1.030 12.42 2.074 2.23 Sign 0.828

2 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 37 67 869 0.606 Valid 76% Sukar 1.750 0.5833 0.754 0.651 12.42 2.074 11.72 Sign 0.739

1 0 2 1 2 2 2 2 2 1 2 75 135 1491 0.114 Tidak Valid 39% Sedang 1.917 2.25 0.793 0.674 12.42 2.074 -3.28 Tdk 0.549

0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 53 108 1229 0.619 Valid 74% Sukar 2.333 0.8333 1.231 0.515 12.42 2.074 13.52 Sign 1.243

2 0 2 0 1 0 0 0 0 0 0 50 95 1119 0.603 Valid 30% Sedang 1.583 0.9167 0.669 0.798 12.42 2.074 6.56 Sign 0.703

1 2 2 3 1 0 1 1 1 1 1 98 225 2081 0.729 Valid 22% Mudah 2.750 2.4167 0.452 0.778 12.42 2.074 3.58 Sign 0.649

1 2 0 1 1 0 0 0 0 0 1 73 144 1581 0.706 Valid 33% Sedang 2.000 1.5833 0.603 0.778 12.42 2.074 4.22 Sign 0.603

1 1 0 1 1 2 1 0 2 2 0 36 47 697 -0.048 Tidak Valid 28% Sedang 0.917 1.1667 0.289 0.793 12.42 2.074 -2.86 Tdk 0.307

X X2 XY
rxy Keterangan P Keterangan MH ML X12 X22 n1 ttabel thitung Keterangan

Tingkat Kesukaran

Daya Pembeda

Reliabilitas

b t
r11

Keterangan

Lampiran 35

172

Perhitungan Validitas Soal Rumus :

rxy =

( )( )
2

( ) 2 ( )
2

}{

Keterangan ; Butir soal Valid jika rxy > rtabel Perhitungan : Contoh perhitungan validitas pada butir nomor 1. No.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

X
2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 2 1 1 1 0 2 1 2 2 1 1 1

Y
31 28 28 28 27 27 27 26 25 25 25 24 24 23 22 22 22 21 21 21 21 20 20 20 19

X2
4 1 1 4 4 4 4 4 1 1 4 4 1 4 1 1 1 0 4 1 4 4 1 1 1

Y2
961 784 784 784 729 729 729 676 625 625 625 576 576 529 484 484 484 441 441 441 441 400 400 400 361

XY
62 28 28 56 54 54 54 52 25 25 50 48 24 46 22 22 22 0 42 21 42 40 20 20 19

173

26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46

1 2 1 0 0 2 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 0 0 0 0 0 54

19 19 19 19 19 18 18 18 17 17 17 16 14 13 12 12 10 7 7 6 6 900

1 4 1 0 0 4 1 1 1 4 1 4 1 1 1 1 0 0 0 0 0 86

361 361 361 361 361 324 324 324 289 289 289 256 196 169 144 144 100 49 49 36 36 19332

19 38 19 0 0 36 18 18 17 34 17 32 14 13 12 12 0 0 0 0 0 1175

Dengan menggunakan rumus tersebut diperoleh :


(46 x1175) (54 x900) {(46 x86) (54) 2 }{( 46 x19332) (900) 2 }

rxy =

rxy = 0.6002 Hasil perhitungan bahwa nilai rhitung adalah = 6.0062 Karena nilai rxy > rtabel maka soal nomor 1 termasuk dalam kategori valid.

Lampiran 36

174

Perhitungan Daya Pembeda Soal

Rumus :
t= MH - ML
2 1 + 2 2 n (n 1) 1 1

Kriteria Butir soal Sign jika t hirung > t tabel Perhitungan : Contoh perhitungan Daya Pembeda pada butir soal nomor 1 Maka
1.667 + 1.17 t = 0.4924 + 0.75 12(12 1)

thiutng = 50334 ttabel = 2.074 karena t hitung > t tabel maka soal Signifika

Lampiran 37

175

Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal

Rumus : Jumlah siswa yang menjawab salah x 100% Jumlah seluruh testi

TK =

Apabila : TK 27% = Kategori soal mudah 27% - 72% = Kategori soal mudah TK < 27% = Kategori soal mudah Perhitungan : Contoh perhitungan Tingkat Kesukaran pada butir soal nomor 1 B JS =8 = 46 8 = 17 %. 46

Maka P =

Hasil yang diperoleh P = 53% karena berada pada 27% - 72% maka Soal termasuk kategori sedang

Lampiran 38

176

Perhitungan Reliabilitas Soal

Rumus :
2 k b r11 = 1 2 t k -1

Kriteria : Apabila r11 > r tabel, maka soal tersebut reliabel Perhitungan
1. Varians Total
2

( )2

t2 =

12

(900) 2 19332 46 = 38.296 = 46

2. Varians Butir

3. Koefisien reliabilitas

b12 =

78

(54) 2 46 = 0.50 46

9.27 14 r11 = 1 14 1 38.296 r11 = 0.816

(78)2 141 46 = 0.44 b22 = 46


. .
(78) 2 46 = 0.31 46

b14 2 =
2

47

b = 9.27

Hasil perhitungan menunjukan nilai r11 = 0.816 Karena nilai r11 > rtabel maka instrumrn reliabel.

177

KISI-KISI TES AKHIR

Lampiran 39

Mata Pelajaran Satuan pendidikan Sekolah Kelas / Semester Materi Pokok Sub materi pokok Alokasi Waktu Jumlah Soal

: Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 2 Tanjung : VII / Genap : Segi empat. : Persegi panjang dan persegi : 2 x 40 Menit : 12 Soal Uraian

No

Kompetensi Dasar

Indikator Pembelajaran

Indikator Pemahaman Konsep

No. Soal

Waktu

Mengidentifikasi sifatsifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang.

1. Menemukan pengertian 1. Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. dan unsur-unsur persegi 2. Kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifatpanjang. sifat tertentu sesuai konsepnya. 3. Kemampuan memberi contoh dan bukan contoh.

1 (a) 2 4 (a) 7 (a)

4 3 2 2

177

178

No

Kompetensi Dasar

Indikator Pembelajaran

Indikator Pemahaman Konsep

No. Soal

Waktu

2. Menemukan

sifat-sifat 1. Kemampuan mengklasifikasikan objek menurut 3 sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya. 2. Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. 3. Kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. 4. Kemampuan memberi contoh dan bukan contoh. 4(b, c, d)

5 3

persegi panjang

3. Mengetahui berapa cara

dengan persegi

Kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat- 4e sifat tertentu sesuai konsepnya. 1b

4 3

panjangdapat menempati bingkainya. 4. Menemukan pengertian 4. Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. dan unsur-unsur persegi. sifat tertentu sesuai konsepnya. 6. Kemampuan memberi contoh dan bukan contoh. 6 (a) 4 3

5. Kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat- 7 (b,c,d)

178

179

No

Kompetensi Dasar

Indikator Pembelajaran

Indikator Pemahaman Konsep

No. Soal

Waktu

5. Menemukan sifat-sifat persegi

1. Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. 2. Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu 3. Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis.

8 (a,b,c)

6. Mengetahui berapa dapat bingkainya. 2 Menghitung keliling dan luas bangun segi tiga dan segi empat serta dalam menggunakannya 7. Menemukan keliling bangun panjang. dan cara

dengan persegi menempati

Kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat- 7e sifat tertentu sesuai konsepnya. 6b

4 3

rumus 3. Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai 12 (a) luas bentuk representasi matematis. memilih prosedur tertentu persegi 4. Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan

pemecahan masalah.

179

180

No

Kompetensi Dasar

Indikator Pembelajaran

Indikator Pemahaman Konsep

No. Soal

Waktu

8. Menemukan persegi.

rumus 3. Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai 13 (a) bentuk representasi matematis. 4. Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu

keliling dan luas bangun

9. Menggunakan persegi panjang

rumus 4. Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. dan memilih prosedur tertentu ke pemecahan masalah.

10 12 (b)

6 6 3 3

keliling dan luas daerah 5. Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan 11 persegi dalam kehidupan 6. Kemampuan mengaplikasi konsep atau algoritma 13 (b) sehari-hari.

180

Lampiran 40

181

Soal Soal Tes Akhir

Mata Pelajaran Satuan pendidikan Sekolah Kelas / Semester Sub materi pokok Alokasi Waktu Jumlah soal

: Matematika : Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 2 Tanjung : VII / Genap : Persegi panjang dan persegi : 2 x 40 Menit : 12 Soal uraian

C Petunjuk Khusus

1. Tulislah terlebih dahulu nama, kelas dan nomor urut pada lembar jawaban yang tersedia. 2. Periksa dan bacalah soal serta petunjuk pengerjaannya sebelum menjawab. 3. tanyakan kepada Bapak/ Ibu guru pengawas jika ada soal yang kurang jelas. 4. Dahulukan menjawab soal-soal yang dianggap paling mudah. 5. Kerjakan pada lembar jawaban yang telah disediakan. 6. Kerjakan dengan menulis yang diketahui (Secara terstruktur).

D Kerjakan soal uraian di bawah ini dengan tepat dan benar !

5. Perhatikan gambar B.1. D C persepanjang ? Berikan alasanmu. d. Tuliskan posisi bangun tersebut jika dibalik secara vertikal. A B
Gambar B.1

Lampiran 37 Lampiran 1

6. Sebutkan (minimal 6) benda benda di sekitarmu yang berbentuk persegi panjang !

182

7. Diketahui persegi panjang ABCD dengan AB = 8 cm, BC = 6 cm, serta AO = 5 cm. Hitunglah AD, DC, BO, OC dan OD. D
O 5

C
6

Gambar B.2

8. Perhatikan gambar B.3 di bawah ini.


(f) (a) (b) (d) (e)
Gambar B.3

(c) (h)

(g)

Jawablah pertanyaan di bawah ini f. Sebutkan bangun yang merupakan persegi panjang ! g. Untuk setiap persegi panjang, ada berapa banyak sisinya ? h. Berapakah banyaknya sudut pada persegi panjang ? i. Berapakah banyaknya diagonal pada persegi panjang ? j. Ada berapa cara persegi panjang dapat menempati bingkainya dengan tepat ? 15. Sebutkan (minimal 4 ) benda-benda di sekitarmu yang permukaannya berbentuk persegi ! 16. Perhatikan gambar B.4 di samping. b. Apakah bangun itu merupakan persegi, mengapa? b. Tuliskan posisi bangun tersebut jika dibalik secara horizontal. K
Gambar B.4

183

17. Perhatikan Gambar B.5 (c) (a) (e) (b) (d)


Gambar B.5

(h) (f)

(g)

Jawablah pertanyaan di bawah ini! f Sebutkan bangun yang merupakan persegi ! g Untuk setiap persegi, ada berapa banyak sisinya ? h Berapakah banyaknya sudut pada persegi ? i j Berapakah banyaknya diagonal pada persegi ? Ada berapa cara persegi dapat menempati bingkainya dengan tepat !

18. Persegi ABCD dengan panjang sisi 8 cm dan kedua diagonalnya berpotongan di titik O. a. Gambarlah persegi panjang ABCD. b. tentukan 4 ruas garis yang sama panjang . c. delapan sudut siku-siku. 19. Sebuah kebun berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 120 m dan lebar 80 m. Di sekeliling kebun itu akan dipasang pagar dengan biaya Rp.150.000 per meter. Berapakah biaya yang diperlukan untuk pemasangan pagar tersebut ? 20. Foto di bawah ini berukuran 25 cm x 15 cm, diletakkan di dalam sebuah bingkai dengan ukuran 30 cm x 20 cm.
30 cm

Hitung daerah pada bingkai yang tidak tertutupi oleh foto.


20 cm
15 cm

Gambar B.7 25 cm

184

21. Diketahui persegi panjang yang panjangnya 2p dan lebarnya 3q. c. Gambarlah persegi panjang ABCD dan tentukan rumus keliling dan luasnya! d. jika p =1 dan q = 2 berapakah keliling dan luasnya !. 22. Panjang sisi suatu persegi adalah (100 n ) cm. c. Gambarlah persegi PQRS dan tentukanlah rumus keliling dan luas nya!. d. Jika n = 2 berapakah keliling dan luasnya !.

Selamat Mengerjakan Semoga Sukses

Lampiran 41

185

Kunci Jawaban Soal-soal Tes Akhir

Pedoman penskoran : Kemampuan Pemahaman Konsep 0 Jika indikator kemampuan pemahaman konsep tidak dipenuhi oleh siswa 1 Jika indikator kemampuan pemahaman konsep dipenuhi oleh siswa

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

Diketahui : Gambar B.1 D C

A Ditanyakan :

B
Gambar B.1

c. Apakah gambar B.1 merupakan persegi panjang ?Berikan alasanmu. d. posisi bangun tersebut jika dibalik secara vertikal. Jawab : Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. c. Ya, gambar B.1 persegi panjang. Karena mempunyai sifat-sifat : 1. Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar 2. Keempat sudutnya sama besar dan siku-siku 3. Diagonal-diagonal persegi panjang saling membagi dua sama panjang Atau kedua diagonal persegi panjang saling perpotongan di tengah-tengah.

186

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

d. Posisi gambar B.1 setelah dibalik secara vertikal yaitu DCBA. Skor 2 Diketahui Ditanyakan : Benda-benda di sekitar : benda-benda

Kemampuan

mengklasifikasi

objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya. 2 yang Kemampuan mengklasifikasi

berbentuk persegi panjang (min 6). persegi panjang, diantaranya yaitu :

objek menurut sifat-sifat tertentu

Jawab : Benda-benda yang berbentuk sesuai konsepnya. pintu, mesin cuci, jendela, kulkas, papan Kemampuan tulis, dinding, lemari dan TV. Skor 3 Diketahui : memberi contoh

dan bukan contoh. 2

D
O 5

C
6

8
Gambar B.2

AB = 8 cm BC = 6 cm dan AO = 5 cm. Ditanyakan : Panjang AD, DC, BO, OC dan OD.

187

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

Jawab : Karena sisi-sisi yang berhadapan sama Kemampuan menyatakan ulang panjang dan sejajar, maka panjang : AB = BC = 6 cm dan DC = AB = 8 cm. Diagonal-diagonal persegi panjang mengembangkan saling membagi dua sama panjang. Karena AC dan BD adalah diagonal- Kemampuan diagonalnya, maka : CO = AO = 5 cm dan OB = OD = 5 cm. Skor 4 Berdasarkan gambar B.3 maka : a. Bangun b. Untuk yang setiap merupakan persegi panjang yaitu (a), (c), (b) dan (g). panjang, Kemampuan memberi contoh mempunyai 4 sisi. c. Ada 4 sudut pada persegi panjang. d. Diagonal pada persegi panjang ada 2. menempati bingkainya dengan tepat Skor 5 Diketahui Ditanyakan Jawab : diantaranya yaitu : keramik lantai rumah, permukaan kubus, papan catur Kemampuan dan disket. Skor memberi 2 contoh dan bukan contoh. : Benda-benda di sekitar. : benda-benda yang Kemampuan mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu Kemampuan mengklasifikasi e. Ada 4 cara persegi panjang dapat objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya. 3 dan bukan contoh. persegi sebuah konsep syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. 2 Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep.

berbentuk persegi (min 4).

Benda-benda yang berbentuk persegi, sesuai konsepnya.

188

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

Diketahui :

L
Gambar B.4

Ditanyakan : a. Apakah gambar B.1 merupakan persegi panjang ?Berikan alasanmu. b. posisi bangun tersebut jika dibalik secara horizontal. Jawab : c. Ya, gambar B.1 persegi. Karena : 4.Sisi yang berhadapan sama panjang 5.Keempat sudutnya siku-siku 6.Diagonal-diagonalnya saling berpotongan dan membagi dua sama panjang. d. Posisi gambar B.1 setelah dibalik secara horizontal yaitu LKNM. Skor 7 Berdasarkan gambar B.5 maka : f. Bangun (a),(c) dan (g) adalah persegi. g.persegi mempunyai 4 sisi. h.Ada 4 sudut pada persegi. i. Diagonal pada persegi ada 2. j. Ada 8 cara persegi dapat menempati Kemampuan bingkainya dengan tepat Skor mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya. 3 Kemampuan Kemampuan mengklasifikasi Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep.

objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya. 2 memberi contoh dan bukan contoh. Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep

189

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

Diketahui : Persegi ABCD, p = 8 cm Kedua diagonal berpotongan di titik O. Ditanyakan : d. Gambarlah persegi ABCD. e. 4 ruas garis yang sama panjang . f. delapan sudut siku-siku. Jawab : d.
D O A C 8 cm B

Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis.

Gambar Persegi ABCD

e.

Karena diagonal, = OB.

titik

perpotongan Kemampuan

mengembangkan

maka : AO = OC= DO syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep.

f. Keempat sudut persegi 900 dan Kemampuan menyatakan ulang kedua diagonalnya saling sebuah konsep. berpotongan . Jadi DAB = ABC = BCD = CDA = AOB = BOC= COD = DOA = 900.

Skor

190

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

Diketahui : Kebun Biaya

berbentuk persegi pagar di

panjang ( p = 120 m dan lebar 80 m). pemasangan sekelilingnya Rp.150.000 permeter. Ditanyakan : Biaya pemasangan pagar. Jawab : Karena keliling persegi, maka : K = 2 ( p+l ) = 2 ( 120 + 80 ) m = 2 (200) m = 400 m. Jadi, biaya pemasangan pagar : = 400 m x Rp.150.000/m = Rp.60.000.000. Kemampuan mengaplikasi konsep atau algoritma ke pemecahan masalah. Skor 10 Diketahui : Gambar sebagai berikut ,
30 cm

Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep. Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu

15 cm

20 cm 25 cm

Ditanyakan : Luas daerah pada bingkai yang tidak tertutup foto.

191

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

Jawab : panjang. Luas bingkai = Pxl = 30x 20 = 600 m2 Luas foto = 15 x 25 = 375 m2

Kemampuan prosedur tertentu Kemampuan atau 2 Persegi panjang dengan

menggunakan, dan memilih

Bingkai dan foto berbentuk persegi memanfaatkan

mengaplikasi algoritma ke

Jadi, Luas daerah pada bingkai yang konsep tidak tertutup foto =600 375 =225 m2 Skor 11 Diketahui : Ditanyakan : c Gambarlah persegi panjang ABCD tersebut dan tentukan rumus keliling dan luasnya. d Jika p = 1 dan q = 2, berapakah keliling dan luasnya. Jawab : c. D
2p cm

pemecahan masalah.

panjang 2p cm dan lebar 3q cm.

Kemampuan menyajikan konsep C


3q cm

dalam berbagai bentuk representasi matematis. Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu Kemampuan mengaplikasi konsep atau algoritma ke pemecahan masalah. 3

Keliling K = 2p + 3q + 2p + 3q K = 4p + 6q = 2(2p+2q) cm. Luas L = p x l = 2p x 3q= 6 pq cm2. d. Jika p = 1 dan q = 2 maka : K = 2(2p + 2q) = 2[(2x1) + (2x2)] = 2 (2 + 4 ) = 2 (6) = 12 cm. L = 6 pq = 6 (1 x 2) = 12 cm2. Skor

192

No

Penyelesaian

Indikator Pemahaman Konsep

12

Diketahui : Persegi dengan panjang sisi = (10 n) Cm. Ditanyakan : c Gambar persegi PQRS tersebut dan tentukan rumus keliling dan luas d Berapa keliling dan luasnya jika n=2. Jawab : c. S P (10-n) cm d. Misal keliling persegi = K, maka : K = (10 n) + (10 n) + (10 n) + (10n) = 4 (10 n) = 40 -4n cm. Jadi, K = 40 -4n cm. Misal Luas persegi = L, maka : L = s x s = (10 n) x (10 n) = ( 100 20 n + n2 ) cm2. Jadi, L = = ( 100 20 n + n2 )cm2 b Jika n = 2 maka K = [40 -4n] cm = [40 (4 x 2)] cm = [40 8] cm = 32 cm. L = ( 100 20 n + n2 ) cm2 = [100 (20 x 2) + 22] cm2 = [ 100 40 + 4 ] cm = 56 cm Skor
2 2

R (10-n) cm Q

Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis.

Kemampuan memanfaatkan prosedur tertentu

menggunakan, dan memilih

Kemampuan konsep atau

mengaplikasi algoritma ke

pemecahan masalah. 3

Catatan :

Skor total dari tes kemampuan pemahaman konsep = 30.

Lampiran 42
DATA AKHIR KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 S n1 x1 s12 s1 Eksperimen Kode E-01 E-02 E-03 E-04 E-05 E-06 E-07 E-08 E-09 E-10 E-11 E-12 E-13 E-14 E-15 E-16 E-17 E-18 E-19 E-20 E-21 E-22 E-23 E-24 E-25 E-26 E-27 E-28 E-29 E-30 E-31 E-32 E-33 E-34 E-35 E-36 E-37 E-38 E-39 E-40 E-41 E-42 E-43 E-44 E-45 = = = = = Nilai 28.00 21.00 17.00 20.00 28.00 20.00 20.00 26.00 23.00 20.00 20.00 20.00 24.00 20.00 25.00 20.00 10.00 16.00 26.00 23.00 28.00 25.00 25.00 24.00 24.00 27.00 23.00 21.00 18.00 27.00 26.00 29.00 28.00 21.00 24.00 27.00 24.00 29.00 20.00 16.00 26.00 23.00 27.00 24.00 27.00 1040.00 45 23.11 16.5101 4.063 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 S n2 x2 s2 2 s2 Kontrol Kode K-01 K-02 K-03 K-04 K-05 K-06 K-07 K-08 K-09 K-10 K-11 K-12 K-13 K-14 K-15 K-16 K-17 K-18 K-19 K-20 K-21 K-22 K-23 K-24 K-25 K-26 K-27 K-28 K-29 K-30 K-31 K-32 K-33 K-34 K-35 K-36 K-37 K-38 K-39 K-40 K-41 K-42 K-43 K-44 K-45 = = = = = Nilai 18.00 19.00 21.00 24.00 26.00 26.00 18.00 19.00 22.00 19.00 24.00 28.00 15.00 29.00 22.00 20.00 21.00 22.00 10.00 23.00 25.00 20.00 24.00 12.00 22.00 22.00 19.00 17.00 23.00 15.00 27.00 23.00 25.00 20.00 13.00 10.00 26.00 24.00 23.00 16.00 20.00 15.00 29.00 25.00 24.00 945.00 45 21.00 22.1818 4.710

193

194

GRAFIK PENCAPAIAN INDIKATOR KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP

23.50 23.00 22.50 22.00 21.50 21.00 20.50 20.00 19.50 KELOMPOK EKSPERIMEN KELOMPOK KONTROL

Lampiran 43

195

UJI NORMALITAS KELAS EKSEPRIMEN SETELAH PERLAKUAN

Hipotesis

H0 : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal

Pengujian Hipotesis :

2 =

i =1

(Oi Ei )2
Ei

Kriteria yang digunakan : Ho diterima jika x2 < x2 tabel

Pengujian Hipotesis Nilai maksimal : 29.00

Panjang Kelas Rata-rata ( x) s n


Z untuk batas kls. -3.60 -2.61 -1.63 -0.64 0.34 1.33 2.31 Peluang untuk Z 0.4998 0.4955 0.4481 0.2398 0.1338 0.4076 0.4896 Luas Kls. Untuk Z 0.0043 0.0474 0.2084 0.3735 0.2739 0.0820

: 3.17 : 23.11 : 4.06 : 45


Ei Oi (Oi-Ei) Ei 0.1956 2.1310 9.3768 16.8083 12.3240 3.6879 1 2 11 13 16 2 3.309 0.008 0.281 0.863 1.097 0.773

Nilai minimal Rentang Banyak Kelas


Kelas Interval

: 10.00 : 19.00 :6
Batas Kelas 8.50 12.50 16.50 20.50 24.50 28.50 32.50

9.00 13.00 17.00 21.00 25.00 29.00

12.00 16.00 20.00 24.00 28.00 32.00

6.3298

Untuk = 5%, dengan dk = 6 - 3 = 3 diperoleh x tabel = 7.81

Daerah penolakan Ho
Daerah penerimaan 6.3298

Ho
7.81

Karena x berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut berdistribusi normal.

196
UJI NORMALITAS KELAS KONTROL SETELAH PERLAKUAN

Hipotesis

H0 : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal

Pengujian Hipotesis :

2 =

i =1

(Oi Ei )2
Ei

Kriteria yang digunakan : Ho diterima jikax2 < x2 tabel


Pengujian Hipotesis Nilai maksimal : 85.00

Panjang Kelas Rata-rata ( x) s n

: 4.17 : 66.00 : 5.50 : 45

Nilai minimal Rentang Banyak Kelas

: 60.00 : 25.00 :6

Kelas Interval 9.00 13.00 17.00 21.00 25.00 29.00 12.00 16.00 20.00 24.00 28.00 32.00

Batas Kelas 8.500 12.500 16.500 20.500 24.500 28.500 32.500

Z untuk batas kls. -2.65 -1.80 -0.96 -0.11 0.74 1.59 2.44

Peluang untuk Z 0.4960 0.4644 0.3303 0.0423 0.2713 0.4444 0.4927

Luas Kls. Untuk Z 0.0316 0.1341 0.2881 0.3136 0.1731 0.0483

Ei 1.4211 6.0352 12.9625 14.1108 7.7875 2.1751

Oi 3 5 11 16 8 2

(Oi-Ei) Ei 1.7543 0.1776 0.2971 0.2529 0.0058 0.0141

2.5018

Untuk = 5%, dengan dk = 6 - 3 = 3 diperoleh x tabel = 7.81

Daerah penerimaan Ho 2.8499

Daerah penolakan Ho 7.81

Karena x berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut berdistribusi normal

Lampiran 44

197

UJI KESAMAAN DUA VARIANS SETELAH PERLAKUAN ANTARA KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL

Hipotesis :

H0 : 1 = 2
2

H0 : 1 2
2

Varians terbesar Rumus yang digunakan untuk Uji Hopotesis : F = Varians terkecil Ho diterima apabila F < F 1/2a (nb-1):(nk-1)
Daerah penerimaan

Ho F1/2 (nb-1)(nk-1)

Dari data diperoleh :


Sumber variasi Jumlah N

Kelompok Eksperimen 1040 45

Kelompok Kontrol 927 45 21.07 22.4636 4.74

x
Varians (s ) Standart deviasi (s)
2

23.11 16.5101 4.06

Berdasarkan rumus di atas diperoleh:

F =

22.4836 = 1.3618 16.5101

Pada a = 5% dengan dk pembilang = nb 1 = 45 dan dk penyebut = nk -1 = 45 didapat F (0.025)(44:44) = 1.65.

Karena F berada pada daerah penerimaan


Daerah penerimaan 1.3618

Ho
1.65

H0, maka dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok mempunyai varians yang tidak berbeda.

Lampiran 45

198

UJI PERBEDAAN DUA RATA - RATA SETELAH PERLAKUAN ANTARA KELASEKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL

Hipotesis :

H0 : 1 2 H0 : 1 > 2
Uji Hipotesis

Untuk menguji hipotesis digunakan humus t= x1 x 2 1 1 + s n1 n 2 dengan s =

(n1 1)s12 + (n 2 1)s22


n1 + n 2 2

Ho ditolak apabila t > t(1-a)(n1+n2-2)


Dari data diperoleh: Sumber variasi Jumlah N

Kelompok Eksperimen 1040 45

Kelompok Kontrol 945 45 21.00 22.1618 4.71

x
Varians (s ) Standart deviasi (s)
2

23.11 16.5101 4.06

Berdasarkan rumus di atas diperoleh:


(45 1)16.5101 + (45 1)22.1618) = 4.3984 dan t = 45 + 45 2

s=

23.11 21.00 1 1 4.3984 + 45 45

= 2.277

Pada a = 5% dengan dk = 45+ 45 - 2 = 88 diperoleh t(0.95)(88) = 1.66

Daerah penerimaan Ho
1.66 2.277

Karena t berada pada daerah penerimaan H0, maka dapat isimpulkan bahwa keas eksperimen tidak lebih baik daripada kelas kontrol.

Lampiran 46

199

TABEL I Nilai-Nilai r Product Moment


Taraf Signfikan Taraf Signfikan 5% 1% 5% 1% N (1) N (1) (2) (3) (2) (3) 3 0.997 0.999 27 0.381 0.487 4 0.950 0.990 28 0.374 0.478 5 0.878 0.959 29 0.367 0.470 6 0.811 0.917 30 0.361 0.463 7 0.754 0.874 31 0.355 0.456 8 0.707 0.874 32 0.349 0.449 9 0.666 0.798 33 0.344 0.442 10 0.632 0.765 34 0.339 0.436 11 0.602 0.735 35 0.334 0.430 12 0.576 0.708 36 0.329 0.424 13 0.553 0.684 37 0.325 0.418 14 0.532 0.661 38 0.320 0.413 15 0.514 0.641 39 0.316 0.408 16 0.479 0.623 40 0.312 0.403 17 0.482 0.606 41 0.308 0.396 18 0.468 0.590 42 0.304 0.389 19 0.456 0.575 43 0.301 0.384 0.380 20 0.444 0.561 44 0.297 21 0.433 0.549 45 0.294 0.375 22 0.423 0.537 46 0.291 0.372 23 0.413 0.526 47 0.288 0.368 24 0.404 0.515 48 0.284 0.364 25 0.396 0.505 49 0.281 0.364 26 0.388 0.496 50 0.279 0.361 N = Jumlah pasangan yang digunakan untuk menghitung r. Sumber : Sugiyono, 2003. Taraf Signfikan 5% 1% (2) (3) 0.266 0.345 0.254 0.330 0.244 0.317 0.235 0.306 0.227 0.296 0.220 0.286 0.213 0.278 0.207 0.270 0.195 0.263 0.176 0.256 0.176 0.230 0.159 0.210 0.148 0.194 0.138 0.181 0.113 0.148 0.098 0.128 0.088 0.115 0.080 0.105 0.074 0.095 0.070 0.091 0.065 0.086 0.062 0.081

N (1) 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 125 150 175 200 300 400 500 600 700 800 900 1'000

Lampiran 47

200

TABEL II NILAI-NILAI DALAM DISTRIBUSI t

0 db
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

t t0.99
31.821 6.965 4.541 3.747 3.365 3.143 2.998 2.896 2.821 2.764 2.718 2.681 2.650 2.624 2.602 2.583 2.567 2.552 2.539 2.528 2.518 2.508 2.500 2.492 2.485 2.479 2.473 2.467 2.462 2.457 2.453 2.449 2.445 2.441 2.438 2.434 2.431 2.429 2.426 2.423 2.421 2.418 2.416 2.414 2.412 2.410 2.408 2.407 2.405 2.375

t0.995
63.657 9.925 5.841 4.604 4.032 3.707 3.499 3.355 3.250 3.169 3.106 3.055 3.012 2.977 2.947 2.921 2.898 2.878 2.861 2.845 2.831 2.819 2.807 2.797 2.787 2.779 2.771 2.763 2.756 2.750 2.744 2.738 2.733 2.728 2.724 2.719 2.715 2.712 2.708 2.704 2.701 2.698 2.695 2.692 2.690 2.687 2.685 2.682 2.680 2.640

t0.975
12.706 4.303 3.182 2.776 2.571 2.447 2.365 2.306 2.262 2.228 2.201 2.179 2.160 2.145 2.131 2.120 2.110 2.101 2.093 2.086 2.080 2.074 2.069 2.064 2.060 2.056 2.052 2.048 2.045 2.042 2.040 2.037 2.035 2.032 2.030 2.028 2.026 2.024 2.023 2.021 2.020 2.018 2.017 2.015 2.014 2.013 2.012 2.011 2.010 1.991

t0.95
6.314 2.920 2.353 2.132 2.015 1.943 1.895 1.860 1.833 1.812 1.796 1.782 1.771 1.761 1.753 1.746 1.740 1.734 1.729 1.725 1.721 1.717 1.714 1.711 1.708 1.706 1.703 1.701 1.699 1.697 1.696 1.694 1.692 1.691 1.690 1.688 1.687 1.686 1.685 1.684 1.683 1.682 1.681 1.680 1.679 1.679 1.678 1.677 1.677 1.665

t0.925
4.165 2.282 1.924 1.778 1.699 1.650 1.617 1.592 1.574 1.559 1.548 1.538 1.530 1.523 1.517 1.512 1.508 1.504 1.500 1.497 1.494 1.492 1.489 1.487 1.485 1.483 1.482 1.480 1.479 1.477 1.476 1.475 1.474 1.473 1.472 1.471 1.470 1.469 1.468 1.468 1.467 1.466 1.466 1.465 1.465 1.464 1.463 1.463 1.462 1.454

t0.90
3.078 1.886 1.638 1.533 1.476 1.440 1.415 1.397 1.383 1.372 1.363 1.356 1.350 1.345 1.341 1.337 1.333 1.330 1.328 1.325 1.323 1.321 1.319 1.318 1.316 1.315 1.314 1.313 1.311 1.310 1.309 1.309 1.308 1.307 1.306 1.306 1.305 1.304 1.304 1.303 1.303 1.302 1.302 1.301 1.301 1.300 1.300 1.299 1.299 1.292

t0.75
1.000 0.816 0.765 0.741 0.727 0.718 0.711 0.706 0.703 0.700 0.697 0.695 0.694 0.692 0.691 0.690 0.689 0.688 0.688 0.687 0.686 0.686 0.685 0.685 0.684 0.684 0.684 0.683 0.683 0.683 0.682 0.682 0.682 0.682 0.682 0.681 0.681 0.681 0.681 0.681 0.681 0.680 0.680 0.680 0.680 0.680 0.680 0.680 0.680 0.678

t0.70
0.727 0.617 0.584 0.569 0.559 0.553 0.549 0.546 0.543 0.542 0.540 0.539 0.538 0.537 0.536 0.535 0.534 0.534 0.533 0.533 0.532 0.532 0.532 0.531 0.531 0.531 0.531 0.530 0.530 0.530 0.530 0.530 0.530 0.529 0.529 0.529 0.529 0.529 0.529 0.529 0.529 0.528 0.528 0.528 0.528 0.528 0.528 0.528 0.528 0.527

t0.60
0.325 0.289 0.277 0.271 0.267 0.265 0.263 0.262 0.261 0.260 0.260 0.259 0.259 0.258 0.258 0.258 0.257 0.257 0.257 0.257 0.257 0.256 0.256 0.256 0.256 0.256 0.256 0.256 0.256 0.256 0.256 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.255 0.254

t0.55
0.158 0.142 0.137 0.134 0.132 0.131 0.130 0.130 0.129 0.129 0.129 0.128 0.128 0.128 0.128 0.128 0.128 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.127 0.126 0.126 0.126 0.126 0.126 0.126 0.126 0.126 0.126 0.126 0.126 0.126

Sumber : Exel for windows (=TINV(5%;df))

Lampiran 48
TABEL III DAFTAR KRITIK DISTRIBUSI F

201

0.05% 3 4 215.7 224.5 1 8 1 161.45 199.50 2 18.51 19.00 19.16 19.25 3 10.13 9.55 9.28 9.12 4 7.71 6.94 6.59 6.39 5 6.61 5.79 5.41 5.19 6 5.99 5.14 4.76 4.53 7 5.59 4.74 4.35 4.12 8 5.32 4.46 4.07 3.84 9 5.12 4.26 3.86 3.63 10 4.96 4.10 3.71 3.48 11 4.84 3.98 3.59 3.36 12 4.75 3.89 3.49 3.26 13 4.67 3.81 3.41 3.18 14 4.60 3.74 3.34 3.11 15 4.54 3.68 3.29 3.06 16 4.49 3.63 3.24 3.01 17 4.45 3.59 3.20 2.96 18 4.41 3.55 3.16 2.93 19 4.38 3.52 3.13 2.90 20 4.35 3.49 3.10 2.87 21 4.32 3.47 3.07 2.84 22 4.30 3.44 3.05 2.82 23 4.28 3.42 3.03 2.80 24 4.26 3.40 3.01 2.78 25 4.24 3.39 2.99 2.76 30 4.17 3.32 2.92 2.69 31 4.16 3.30 2.91 2.68 32 4.15 3.29 2.90 2.67 33 4.14 3.28 2.89 2.66 34 4.13 3.28 2.88 2.65 35 4.12 3.27 2.87 2.64 36 4.11 3.26 2.87 2.63 37 4.11 3.25 2.86 2.63 38 4.10 3.24 2.85 2.62 39 4.09 3.24 2.85 2.61 40 4.08 3.23 2.84 2.61 41 4.08 3.23 2.83 2.60 42 4.07 3.22 2.83 2.59 43 4.07 3.21 2.82 2.59 44 4.06 3.21 2.82 2.58 45 4.06 3.20 2.81 2.58 46 4.05 3.20 2.81 2.57 47 4.05 3.20 2.80 2.57 48 4.04 3.19 2.80 2.57 49 4.04 3.19 2.79 2.56 50 4.03 3.18 2.79 2.56 Sumber: Exel for windows (=FINV(5%;df1;df2)) dk Penyebut 1 2 5 230.1 6 19.30 9.01 6.26 5.05 4.39 3.97 3.69 3.48 3.33 3.20 3.11 3.03 2.96 2.90 2.85 2.81 2.77 2.74 2.71 2.68 2.66 2.64 2.62 2.60 2.53 2.52 2.51 2.50 2.49 2.49 2.48 2.47 2.46 2.46 2.45 2.44 2.44 2.43 2.43 2.42 2.42 2.41 2.41 2.40 2.40 dk Pembilang 30 32 36 250.1 250.3 250.7 0 6 9 19.46 19.46 19.47 8.62 8.61 8.60 5.75 5.74 5.73 4.50 4.49 4.47 3.81 3.80 3.79 3.38 3.37 3.35 3.08 3.07 3.06 2.86 2.85 2.84 2.70 2.69 2.67 2.57 2.56 2.54 2.47 2.46 2.44 2.38 2.37 2.35 2.31 2.30 2.28 2.25 2.24 2.22 2.19 2.18 2.17 2.15 2.14 2.12 2.11 2.10 2.08 2.07 2.06 2.04 2.04 2.03 2.01 2.01 2.00 1.98 1.98 1.97 1.95 1.96 1.95 1.93 1.94 1.93 1.91 1.92 1.91 1.89 1.84 1.83 1.81 1.83 1.82 1.80 1.82 1.80 1.78 1.81 1.79 1.77 1.80 1.78 1.76 1.79 1.77 1.75 1.78 1.76 1.74 1.77 1.76 1.73 1.76 1.75 1.73 1.75 1.74 1.72 1.74 1.73 1.71 1.74 1.72 1.70 1.73 1.72 1.70 1.72 1.71 1.69 1.72 1.71 1.68 1.71 1.70 1.68 1.71 1.69 1.67 1.70 1.69 1.67 1.70 1.68 1.66 1.69 1.68 1.66 1.69 1.67 1.65 38 250.9 8 19.47 8.60 5.72 4.47 3.78 3.35 3.05 2.83 2.67 2.54 2.43 2.35 2.27 2.21 2.16 2.11 2.07 2.03 2.00 1.97 1.95 1.92 1.90 1.88 1.80 1.79 1.78 1.76 1.75 1.74 1.73 1.73 1.72 1.71 1.70 1.69 1.69 1.68 1.67 1.67 1.66 1.66 1.65 1.65 1.64 40 251.1 4 19.47 8.59 5.72 4.46 3.77 3.34 3.04 2.83 2.66 2.53 2.43 2.34 2.27 2.20 2.15 2.10 2.06 2.03 1.99 1.96 1.94 1.91 1.89 1.87 1.79 1.78 1.77 1.76 1.75 1.74 1.73 1.72 1.71 1.70 1.69 1.69 1.68 1.67 1.67 1.66 1.65 1.65 1.64 1.64 1.63 42 251.2 9 19.47 8.59 5.71 4.46 3.77 3.34 3.04 2.82 2.66 2.53 2.42 2.33 2.26 2.20 2.14 2.10 2.06 2.02 1.99 1.96 1.93 1.91 1.89 1.86 1.78 1.77 1.76 1.75 1.74 1.73 1.72 1.71 1.70 1.69 1.69 1.68 1.67 1.66 1.66 1.65 1.65 1.64 1.64 1.63 1.63 44 251.4 3 19.47 8.59 5.71 4.46 3.76 3.33 3.03 2.82 2.65 2.52 2.41 2.33 2.25 2.19 2.14 2.09 2.05 2.01 1.98 1.95 1.93 1.90 1.88 1.86 1.78 1.76 1.75 1.74 1.73 1.72 1.71 1.70 1.69 1.69 1.68 1.67 1.66 1.66 1.65 1.64 1.64 1.63 1.63 1.62 1.62 45 251.4 9 19.47 8.59 5.71 4.45 3.76 3.33 3.03 2.81 2.65 2.52 2.41 2.33 2.25 2.19 2.14 2.09 2.05 2.01 1.98 1.95 1.92 1.90 1.88 1.86 1.77 1.76 1.75 1.74 1.73 1.72 1.71 1.70 1.69 1.68 1.67 1.67 1.66 1.65 1.65 1.64 1.64 1.63 1.62 1.62 1.61

Lampiran 49

202

TABEL IV TABEL NILAI CHI KUADRAT

db 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

50%
0.45 1.39 2.37 3.36 4.35 5.35 6.35 7.34 8.34 9.34 10.34 11.34 12.34 13.34 14.34 15.34 16.34 17.34 18.34 19.34 20.34 21.34 22.34 23.34 24.34 25.34 26.34 27.34 28.34 29.34 30.34 31.34 32.34 33.34 34.34 35.34 36.34 37.34

30%
1.07 2.41 3.66 4.88 6.06 7.23 8.38 9.52 10.66 11.78 12.90 14.01 15.12 16.22 17.32 18.42 19.51 20.60 21.69 22.77 23.86 24.94 26.02 27.10 28.17 29.25 30.32 31.39 32.46 33.53 34.60 35.66 36.73 37.80 38.86 39.92 40.98 42.05

20%
1.64 3.22 4.64 5.99 7.29 8.56 9.80 11.03 12.24 13.44 14.63 15.81 16.98 18.15 19.31 20.47 21.61 22.76 23.90 25.04 26.17 27.30 28.43 29.55 30.68 31.79 32.91 34.03 35.14 36.25 37.36 38.47 39.57 40.68 41.78 42.88 43.98 45.08

10%
2.71 4.61 6.25 7.78 9.24 10.64 12.02 13.36 14.68 15.99 17.28 18.55 19.81 21.06 22.31 23.54 24.77 25.99 27.20 28.41 29.62 30.81 32.01 33.20 34.38 35.56 36.74 37.92 39.09 40.26 41.42 42.58 43.75 44.90 46.06 47.21 48.36 49.51

5%
3.84 5.99 7.81 9.49 11.07 12.59 14.07 15.51 16.92 18.31 19.68 21.03 22.36 23.68 25.00 26.30 27.59 28.87 30.14 31.41 32.67 33.92 35.17 36.42 37.65 38.89 40.11 41.34 42.56 43.77 44.99 46.19 47.40 48.60 49.80 51.00 52.19 53.38

1%
6.63 9.21 11.34 13.28 15.09 16.81 18.48 20.09 21.67 23.21 24.72 26.22 27.69 29.14 30.58 32.00 33.41 34.81 36.19 37.57 38.93 40.29 41.64 42.98 44.31 45.64 46.96 48.28 49.59 50.89 52.19 53.49 54.78 56.06 57.34 58.62 59.89 61.16

Sumber: Exel for windows ( =CHIINV(5%, dk=3))

Lampiran 50
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) Gedung D Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229 Telp. TU (024) 8508112, Dekan 8508005, Mat 8508032, Fis 8508034, Bio 8508033, Kim 8508035 Website : http://mipa.unnes.ac.id , email : mipa@unnes.ac.id Nomor Lampiran Hal : 197./J40.1.4.1/PP/2007. :: Usulan Pembimbing

203

Yth. Dekan FMIPA UNNES di Semarang Berdasarkan keputusan Rektor IKIP Semarang Nomor : 73/1995, tentang Pedoman Penyusunan Skripsi Mahasiswa Program S1 pasal 7 mengenai Penentuan Pembimbing, dengan ini saya usulkan : 1. Nama : Drs. H. M. Asikin H., M.Pd NIP : 131568879 Jabatan : Lektor kepala M.K.Pokok : Dasar-dasar Proses Pembelajaran Matematika 2. Nama : Drs. mashuri, M.Si NIP : 131933875 Jabatan : Lektor M.K. Pokok : Aljabar Sebagai pembimbing penyusunan skripsi / tugas akhir mahasiswa : Nama : Miftahul Jannah NIM : 4101403569 Program Studi : Pendidikan Matematika Tema / Judul : Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMP Negeri 2

Tanjung Brebes Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Pada Sub Materi Pokok Bahasan Persegi Panjang Dan Persegi Tahun Pelajaran 2006/2007.
Untuk itu mohon diterbitkan Surat Penetapan. Ketua Jurusan / Program

Drs. Supriyono, M.Si. NIP 130815345 SURAT PENETAPAN No. 1197./J40.1.4/PP/2007. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang menetapkan : 1. Sdr. Drs. H. M. Asikin H., M.Pd ( Pembimbing Utama) 2. Sdr Drs. mashuri, M.Si ( Pembimbing Pembantu) Sebagai pembimbing skripsi/ tugas akhir : Sdri Miftahul Jannah / NIM 4101403569 Semarang, 17 April 2007 Dekan,

Tembusan : 1. PD. Bidang Akademik 2. Ketua Jurusan 3. Dosen Pembimbing 4. Yang bersangkutan 5. Arsip FMIPA Universitas Negeri Semarang

Drs. Kasmadi Imam S, MS NIP 130781011

Lampiran 51

204 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) Gedung D, Kampus Sekaran Gunungpati Telp. 8508112 Semarang (50229)

Nomor Lampiran Hal

: 1198./J40.1.4/PP/2007 :: Permohonan Ijin Penelitian

Yth. Kepala SMP Negeri 2 Tanjung di Tempat Kami beritahukan dengan hormat, bahwa mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Semarang tersebut di bawah ini : Nama : Miftahul Jannah NIM : 4101403569 Semester/ Jenjang : 8 / S1 Jurusan : Matematika Program Studi : Pendidikan Matematika Dalam rangka penyusunan skripsi yang berjudul : Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Brebes Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Pada Sub Materi Pokok Bahasan Persegi Panjang Dan Persegi Tahun Pelajaran 2006/2007. bermaksud akan mengadakan penelitian pada: tempat : SMP Negeri 2 Tanjung Kab. Brebes waktu : April s.d juni 2007 Berkenaan dengan hal tersebut, kami mohon dapat diberikan ijin penelitian kepada mahasiswa yang bersangkutan pada tempat dan jadwal waktu tersebut di atas. Demikian, atas perhatian dan kerjasama yang diberikan, kami ucapkan terima kasih. Semarang, 17 April 2007 Dekan,

Drs. Kasmadi Imam S, MS NIP 130781011

Tembusan: 1. Rektor Unnes (sebagai laporan) 2. Ka. Lemlit UNNES 3. Ketua Jurusan Matematika FMIPA UNNES 4. Kepala SMP Negeri 2 Tanjung

Lampiran 52
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BREBES

205

SMP NEGERI 2 KEC. TANJUNG


JL. Luwung Bata- Tanjung (0283) 3321223 Brebes 52254

SURAT KETERANGAN Nomor : 070/ 074/ 2007 Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIP Jabatan Alamat : Tarjono, S.Pd : 130817341 : Kepala Sekolah : Jl. Luwung Bata - Tanjung -Brebes 52254

Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa :


Nama NIM Jurusan Program Studi : Miftahul Jannah : 4101403569 : Matematika : Pendidikan MatematikaS1, Universitas Negeri Semarang

Telah mengadakan penelitian di SMP Negeri 2 Kec. Tanjung pada tanggal 19 April sampai dengan 11 Mei 2007, dalam rangka penyusunan skrispi dengan judul :
Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Brebes Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Pada Sub Materi Pokok Bahasan Persegi Panjang Dan Persegi Tahun Pelajaran 2006/2007. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat digunakan dengan semestinya. Tanjung, 5 Juni 2007 Kepala SMP Negeri 2 Kec. Tanjung

Tarjono, S.Pd NIP.130817341

206