Anda di halaman 1dari 3

A.

Membandingkan Karya Seni Rupa Modern Kontemporer dan Tradisional


Seni Rupa Tradisional
Istilah tradisional berasal dari kata “tradisi” yang menunjuk kepada suatu lembaga, artefak,
kebiasaan atau perilaku yang didasarkan pada tata aturan atau norma tertentu yang diwariskan
secara turun temurun dari suatu generasi ke generasi berikutnya.
Karya seni rupa tradisional adalah karya seni rupa yang bentuk dan cara pembuatannya nyaris
tidak berubah diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Contoh : batik tulis jenis
keraton, ukuran Toraja, patung suku Asmat, dan sebagainya.

Seni rupa tradisional cirinya :


 Mentradisi dan tidak berubah
 Latar belakang penciptaan terikat oleh fungsi atau konteks tertentu
 Peran ekspresi individu senimannya nyaris tidak tampak
 Nama pembuat karya tidak diketahui

Seni rupa modern cirinya :


 Menuntut inovasi dan kebaruan
 Nama pencipta tertulis pada karyanya

B. Pengertian Seni Rupa Modern Kontemporer


Karya seni rupa modern kontemporer terlahir dari masyarakat modern yang berusaha
melepaskan diri dari ikatan-ikatan baku yang terdapat pada masyarakat tradisional.
a. Seni Rupa Modern
Seni rupa modern yaitu istilah umum yang digunakan untuk kecenderungan karya seni yang
diproduksi sejak akhir abad ke-19 hingga sekitar tahun 1970-an.
Satu syarat yang masih dituntut oleh seni modern dan bahkan menjadi ciri khasnya ialah
“kreativitas”.
1) Ciri-ciri dan Unsur Modernisme
a. Ciri-ciri seni modern
 Minimalis.
 Rasionalitas/Rationality.
 Dominan bentuk-bentuk geometris.
 Tidak ada unsur ornament.
 Universal.
 Fungsionalitas diprioritaskan.
 Orisinalitas/kemurnian/purity.
 Penguatan dalam konsep.
 Kreativitas .
 Memutus hubungan dengan sejarah.

b. Unsur-unsur Modernisme
 Eksperimen.
 Pembaruan (Inovation).
 Kebaruan (Novelty).
 Orisinalitas.
2) Fungsi dan Tujuan Seni Modern
a) Memberi warna baru terhadap kebutuhan manusia baik secara fisik maupun psikis.
Fisik : Munculnya bentuk-bentuk desain arsitektur yang baru dan desain-desain lainnya
seperti  alat-alat transportasi, fashion dll.
Psikis : Mengurangi kejenuhan penikmat karya seni, karena muncul berbagai aliran
baru  seperti pada seni lukis dan cabang seni lainnya.
b) Meningkatkan popularitas para seniman, karena seni modern  selalu menyertakan
nama senimannya pada setiap karya yang diciptakan.
c) Memberikan kemudahan masyarakat, karena banyak penemuan-penemuan baru dari
hasil eksperimen para seniman modern

Adapun istilah “modern” dalam hal ini tidak selalu harus dihubungkan dengan waktu. Seni
modern itu bisa berupa gambar bison yang digoreskan 20.000 tahun yang lalu dan boleh jadi juga
karya Picasso yang baru saja diselesaikan pagi ini.

b. Seni Rupa Kontemporer


Karya seni rupa kontemporer adalah karya seni rupa masa kini. Karya seni rupa kontemporer
lebih dipengaruhi oleh waktu dimana karya seni tersebut diciptakan. Umumnya tema yang
diangkat dalam karya seni kontemporer adalah masalah-masalah yang berkaitan dengan situasi
dan kondisi saat karya tersebut.
Istilah kontemporer sendiri berasal dari kata contemporary yang berarti apa-apa atau
mereka yang hidup pada masa yang bersamaan (D. Maryanto, 2000).
Ciri kontemporer dalam wacana seni rupa kemudian dikukuhkan dengan semangat
pluralisme (keberagaman), berorientasi bebas serta menghilangkan batasan-batasan kaku yang
dianggap baku (konvensional) dalam seni rupa selama ini.
Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi.
Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama
dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini; jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak
terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang.
Kata “kontemporer” yang berasal dari kata “co” (bersama) dan “tempo” (waktu). Sehingga
menegaskan bahwa seni kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi
waktu yang sedang dilalui.
jadi, kontemporer sendiri adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak
modernisasi. Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu
yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini; jadi seni kontemporer adalah seni
yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang.
1. Modern-posmodern
Istilah ini mengacu pada watu, era, zaman, dan semangat zaman. Postmodern bisa
dikatakan sebagai waktu, era, zaman, dan semangat setelah modern.
2. Modernitas-posmodernitas
Istilah ini mengacu pada kondisi, keadaan, situasi umum, realitas, dan dunia kehidupan.
Modernitas adalah sebuah kondisi, keadaan, situasiumum, realitas, dan dunia kehidupan
yang memiliki ciri kemajuan, intregrasi, keterpusatan, kontinuitas, dan kebaharuan.
Sedangkan posmodernitas adalah kondisi, keadaan, situasi umum, realitas, dan dunia
kehidupan yang memiliki ciri nostalgia, pastiche, disintregrasi, fragmentasi, heterogenitas,
dan decentering.
3. Modernisme-posmodernisme
Istilah ini mengacu pada gerakan, gaya, ideologi, kecenderungan, metode, cara hidup
dan keyakinan.
Modernisme adalah gerakan, gaya, ideologi, kecenderungan, metode, cara hidup, dan
keyakinan yang mengacu pada universalisme, internasionalisme, imperalisme, etnosetrisme,
dan rasisme.
Postmodernisme adalah gerakan, gaya, ideologi, kecenderungan, metode, cara hidup,
dan keyakinan yang mengacu pada pluralisme, dekonstruksionisme, multikulturalisme,
pokolonialisme, dan fenimisme.
Tampak dari istilah diatas modern berbanding lurus dengan modernitas dan
modernisme. Istilah ini kemudian dapat dipahami berbanding terbalik dengan pestmodern,
postmodernitas dan postmodernisme. Mengacu pada istilah diatas, seni rupa yang memiliki
kecenderung pada postmodern adalah seni rupa yang bisa dibedakan dengan seni rupa pada
paradigma modern.
Yang membedakan antara seni rupa modern dan kontemporer sebagai berikut:
a) Seni rupa modern
i) Memutuskan rantai dengan tradisi masa lalu, pada masa ini tradisi tidak menjadi
perhatian yang signifikan dan itu dianggap sebagai seseuatu yang tidak perlu diotak-atik
lagi tapi cukup dalam musium saja,
ii) Adanya high art dan low art ( kesenian dianggap adiluhung),
iii) Tema-tema sosial cenderung ditolak, dan
iv) Kurang memperhatikan budaya lokal.
b) Seni rupa kontemporer
i) Tradisi dicoba untuk diangkat kembali misalnya tema dan media lebih bebas,
ii) Tema-tema sosial dan politik menjadi hal yang lumrah dalam tema berkarya seni,
iii) Membaurnya karya seni adiluhung/high art dan low art,
iv) Masa seni rupa modern itu abadi maka masa kontemporer dianggap kesementaraan,
v) Budaya lokal mulai bahkan menjadi perhatian.