0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan14 halaman

JSA Loading-Unloading Pipe Spool - GPF

Dokumen tersebut berisi Job Safety Analysis (JSA) dan Penilaian Risiko (RA) untuk aktivitas Loading-Unloading Pipe Spool di area GPF proyek unitisasi gas Jamaran Tiung Biru. Dokumen tersebut menjelaskan langkah-langkah kerja, bahaya yang mungkin timbul, risiko, akibat, dan tindakan pengendalian untuk memastikan keselamatan selama pelaksanaan pekerjaan.

Diunggah oleh

Agung Tri Sugiharto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan14 halaman

JSA Loading-Unloading Pipe Spool - GPF

Dokumen tersebut berisi Job Safety Analysis (JSA) dan Penilaian Risiko (RA) untuk aktivitas Loading-Unloading Pipe Spool di area GPF proyek unitisasi gas Jamaran Tiung Biru. Dokumen tersebut menjelaskan langkah-langkah kerja, bahaya yang mungkin timbul, risiko, akibat, dan tindakan pengendalian untuk memastikan keselamatan selama pelaksanaan pekerjaan.

Diunggah oleh

Agung Tri Sugiharto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

JAMBARAN TIUNG BIRU

UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 1 of 14

jkl

Catatan:
Setiap ada perubahan pekerja, kondisi area kerja,
metode kerja, peralatan kerja, dan / atau material,
No. Registrasi JSA : JTB/JSA/KN/ /20/
JSA harus diperbarui. Registrasi terhadap
perubahan JSA harus dilakukan sekurang-
Continue
kurangnya setiap minggu
Perusahaan : PT. KRAZU NUSANTARA Disiapkan Oleh Direview Oleh Diverifikasi Oleh Disetujui Oleh
Proyek JTB Supervisor/Work Leader Superintendent Koor. HSE / Koor. Safety CM / SM
:
Konstruksi
Nama Person In Charge : Pandapotan Dame NAMA Rahmat Saiful
Posisi / Jabatan : Supervisor
Tanggal Penerbitan TANDA TANGAN
:
Pertama
Aktivitas Pekerjaan Loading-Unloading Pipe Spool (GPF Area)
:

APD WAJIB : Kacamata Safety Masker Debu / Las Coverall Helm Safety Sepatu Safety

Goggles/ Faceshield Masker Filter-Catridge Sarung Tangan SCBA/SABA Earplug/Earmuff

Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
1 Persiapan: Bekerja tanpa ijin Aktivitas tidak dicover Aktivitas dihentikan 2 3 M Setiap aktivitas harus memiliki 1 2 L
Ijin Kerja / PTW dan JSA kerja / jsa oleh ijin kerja / JSA karena tidak memiliki ijin kerja / JSA
ijin kerja / JSA

Toolbox Meeting Tidak Pekerja tidak Pekerja salah 2 3 M Lakukan toolbox meeting
melaksanakan mengetahui pekerjaan melakukan aktivitas. sebelum memulai aktivitas 1 2 L
toolbox meeting yang akan dilakukan. Pekerja tidak
Pekerja tidak mengetahui Prosedur
mengetahui metode
kerja

2 Pelaksanaan Pekerjaan Tidak dilakukan Crane / TMC tidak Aktivitas Terhambat. 2 3 M Pastikan Crane / TMC layak 1 2 L
 Mobilisasi ispeksi dapat beroperasi pakai untuk dioperasikan.
Crane / Crane/TMC
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 2 of 14

Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
TMC/Forklip Mengemudikan Crane / TMC menabrak Crane / TMC fasilitas 3 3 M Pastikan driver/operator 1 2 L
over speed pekerja/ fasilitas lain lanya rusak. memiliki SIM / SIO yang
Pekerja mengalami masih valid.
cidera DILARANG KERAS
mengoperasikan alat bagi yang
tidak memiliki SIO.
Tersedia flagman dan Rigger
untuk alat berat

Landasan Crane / Out rigger Crane / Crane / TMC amblas, 2 4 M Lakukan pemeriksaan landasan 1 3 L
 Loading – TMC tidak kuat TMC amblas. Pipe Spool yang Crane / TMC sebelum Crane /
Unloading Pipe Hose Outrigger Pipe Spool yang diangkat rusak TMC disetting, tanah tempat
Spool bocor diangkat jatuh landasan harus keras dan rata
menggunakan
Crane / Posisi pekerja Pekerja terkena swing Pekerja tertimpa 2 4 M Pastikan tidak ada pekerja
TMC/Forklip berada dalam pada saat Lifting Crane / TMC / Pipe yang berada dalam radius 1 3 L
bahaya radius Spool. Pekerja cedera swing Crane / TMC
swing Crane / akibat terkena swing Pekerja tidak berada di line of
TMC Crane / TMC fire
1 3 L
Pengikat sling Terjadi ketidak Pipe Spool jatuh. 2 4 M Pastikan sling / webbing sling
(wire/webbing) seimbangan Pipe Spool Pipe Spool menimpa diikat oleh rigger yang
/lifting gears yang yang akan diangkat fasilitas lain/pekerja. berkompeten. Pastikan sling /
salah Pipe Spool yang Pipe Spool rusak. webbing sling telah terikat
Sling / webbing diangkat terjatuh. dengan benar
sling putus / Lakukan pengecekan kembali
lifting gears lifting gear yang akan
rusak. digunakan
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 3 of 14

Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR

Lifting Lug Tidak Beban jatuh saat 2 4 M Check Kondisi Lifting 1 3 L


 Cek lifting lug kondisi rusak diangkat karena Lug,Lifting Lug harus dalam
pada beban lifting lug patah keadaan baik sebelum
pengangkatan dilakukan

Tidak dilakukan Kondisi Crane tidak Kondisi Crane tidak 2 4 M Lakukan atau laksanakan daily 1 3 L
 Mobilisasi Crane inspeksi crane layak pakai layak operasi checklist untuk crane
Tadano 25 Ton sebelumnya Menabrak orang atau Segera laporkan pada
Fasilitas didalam supervisor dan lakukan
Plant maintenance apabila terdapat
komen/temuan di dalam daily
checklist yang di lakukan
Lokasi dan jalur yang akn
dilalui crane dijaga oleh
Flagman jaga jangan sampai
ada orang yang melintas.
Fasilitas yang ada dijalur crane
dijaga Flagman
Laju Crane di escort oleh
safety dengan membawa gas
detector

Tidak dilakukan Kondisi Outrigger tidak Posisi crane miring 2 4 M Cek dahulu kondisi tanah 1 3 L
 Penempatan pengecekan layak digunakan dan landasan untuk landasan outrigger
Crane Tadano 25 kondisi Outrigger outrigger tidak kuat. Posisikan crane pada tanah
Ton tidak Posisi crane tidak yang datar dan keras/stabil
tepat dengan yang Beri landasan Outrigger dari
direncanakan. matras kayu/plate besi, bila
diperlukan lakukan pemadatan
dengan vibro roller / stamper.
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 4 of 14

Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
Apabila pijakan out rigger
amblas lakukan reposisi dari
crane tersebut pada tanah yang
lebih stabil dan datar
Posisikan out rigger dalam
posisi full out dan tidak miring
sebelah

Komunikasi yang Terjadinya perbedaan 2 4 M Flag man mengarahkan crane


buruk perintah/sinyal atau Aba-aba atau arahan sesuai dengan tempat dimana
1 3 L
perbedaaan arahan dari rigger tidak crane akan diposisikan
diterima dengan baik berdasarkan lifting plan
oleh operator. Flag man mengarahkan crane
sesuai dengan tempat dimana
crane akan diposisikan
berdasarkan lifting plan
Posisi rigger dan operator tidak
terhalang benda lain.
Hanya rigger yang boleh
memberi aba-aba pada
operator

Tidak memakai Anggota tubuh tidak 2 4 M Perhatikan arah ayunan hook 1 3 L


 Pemasangan wire APD yang terlindungi dari bahaya Kepala terkena Hook Pastikan kondisi hook diam
sling maupun sesuai/Helm yang akan terjadi/ Tangan pada saat pemasangan sling
webbing sling safety dan sarung thantaman hook block terluka,terkilir Gunakan safety helmet ketika
pada hook tangan melakukan pengerjaan

Proses Pekerjaan terhambat 2 4 M Pekerja berdiri pada posisi 1 3 L


 Erection Pipe pengangkatan Membahayakan Pipe spool mengayun yang aman yaitu diluar radius
Spool yang tidak sesuai personil,material mengenai pekerja kerja pengangkatan.
Menggunakan dengan lifting maupun alat ketika pengangkatan Jaga areal dengan barricade,
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 5 of 14

Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
Crane Tadano 25 plan pengangkatan Pipe spool mengayun jangan sampai ada orang yang
Ton dan mengenai tidak berkepentingan
fasilitas eksisting memasuki area kerja
lainnya Lakukan koordinasi dengan
Kepala terkena hook pekerja lain yang area kerja
nya berdekatan dengan area
kerja Crane

Crane tidak Pekerjaan terhambat 2 4 M Pastikan ketika pengangkatan


ditempatkan Membahayakan Arah yang salah angin tidak kencang
1 3 L
ditempat yang personil,material Crane Terguling Pastikan panjang wire
seharusnya maupun alat sling/webbing sling sesuai
pengangkatan yang satu dengan yang
lain/tidak panjang sebelah.
Mengangkat dengan
perlahan,control pipe spool
yang diangkat menggunakan
tag line pada kedua sisi pipe
spool yang diangkat
Periksa posisi pipe spool saat
diangkat, jika kondisi object
angkat miring letakkan lagi
dan perbaiki posisi
sling/shackles
Ikatan webbing sling pada pipe
spool harus kuat dan benar
Pastikan Safety dan work
leader berada diarea kerja
Hanya Rigger yang boleh
memberikan aba-aba pada
operator crane.
Gunakan tagline yang telah di
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 6 of 14

Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
sesuaikan dengan besar dan
berat beban
Set Outrigger full dan beri
landasan kayu/plat yang
cukup/sesuai.
Check dahulu kondisi tanah
untuk landasan outrigger.
Memperhatikan arah ayunan
pipe spool
Gunakan Tag line untuk
mengontrol arah ayunan pipe
spool
Berdiri pada posisi yang aman
dan Hindari Line of Fire
Gunakan full body
harness,sebelum naik
ketinggian
lakukan tensi darah

Pekerja tidak Membahayakan 2 4 M Personil berdiri di posisi yang 1 3 L


 Melepas ikatan memakai anggota tubuh pekerja Kepala terbentur aman
webbing APD/sarung Hook Memperhatikan arah ayunan
sling/wire sling tangan dan helm Tangan terjepit hook
pada hook block schakle Bekerja tidak terburu2,
posisikan tangan pada posisi
yang aman, perhatikan pinch
point
Pergunakan Kong Glove

Penglihatan Permukaan tanah yang 2 4 M Pengangkatan tidak boleh 1 3 L


 Kondisi cuaca terbatas, kondisi turun, hilangnya Pipe Spool menimpa dilakukan pada saat hujan,
(hujan dan landasan tidak pengendalian pada fasilitas lain / pekerja boleh dilakukan pada saat
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 7 of 14

Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
kecepatan angin) aman, kerusakan sistem rem dan tidak Crane / TMC hujan berhenti.
sistem alat dapat mengendalikan Pipe Spool / fasilitas Lakukan pengecekan area
beban lainya rusak. kerja dan peralatan.
Pekerja cidera
Kecepatan angin Beban tidak dapat Hindari bila ada tanda-tanda
lebih 10 m/s. dikendalikan dan boom Kerusakaan property turun huajn.
patah dan cidera fatal Pengangkatan tidak boleh
dilakukan saat kecepataan 10
m/s atau 20 knot.

Sistem house Pekerja tersandung, 2 4 M Pastikan dilakukan house 1 3 L


 House Keeping keeping yang terpelesat dan terjatuh Pekerja mengalami keeping sebelum/saat
tidak rapi cedera melakukan aktifitas/setelah
selesai melakukan aktifitas.
Pastikan access masuk bebas
dari halangan dan material.
Dilarang istirahat makan dan
minum di area kerja.
Dilarang merokok ditempat
kerja.
Pastikan lakukan pemilahan
sampah dan membuang
sampah sesuai dengan
kategori.
Menyediakan shelter tempat
istirahat untuk makan dan
minum.

Tidak melakukan Pekerja menggunakan 2 4 M Pastikan hand tools dalam 1 3 L


 Peralatan dan pengecekan hand hand tools dan power Cidera pada pekerja kondisi baik dan layak
Equipment tools dan tools yang tidak Electrical shock digunakan.
peralatan listrik standard an layak pakai Inspeksi kembali alat sebelum
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 8 of 14

Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
penunjang untuk M digunakan.
kegiatan termasuk
pekerjaan malam
hari (overtime)

Tidak dilakukan Terjadi machine error 2 4 M Melakukan inspeksi terhadap 1 3 L


 Heavy Equipment inspeksi heavy saat pemakian. Alat berat dan lifting semua equipment dan lifting
dan Lifting gears equipment dan Tidak diketahui gears rusak pada saat gears sebelum dioperasikan /
lifting gears kerusakan alat berat digunakan. digunakan.
dan lifting gears Kerugian material, Pastikan lifting gears dalam
waktu dan financial. keadaan baik dan layak
digunakan

Kurang Pekerja melakukan 2 4 M Supervisor standby di area 1 3 L


 Supervision pengawasan jalan pintas Pekerja cedera. kerja saat pekerjaan
(pengawasan Pekerja terpapar berlangsung
langsung dari bahaya dari pekerjaan
pengawas yang sedang
lapangan) dilakukan.
Kurangnya Pekerja lain tidak 2 4 M Pastikan area kerja dipasang 1 3 L
 Baricade system barricade / mengetahui bahaya Pekerja terpapar Bricade/ warning sign
warning sign di yang ada di area kerja. bahaya dan pekerjaan
area kerja yang sedang
dilakukan
Pekerja tidak Organ tubuh pekerja 2 4 M Pastikan pekerja menggunakan 1 3 L
 Alat Pelindung menggunakan tidak terlindungi dari Pekerja mengalami APD dengan baik dan benar.
Diri (APD) APD dengan baik paparan bahaya. cidera Pastikan menggunakan full
dan benar. body harness saat bekerja
diketinggian di atas 1,8 meter.
Dan tempat berlindung pada
saat hujan deras
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 9 of 14

Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR

Tertinggalnya Kehilangan peralatan Pastikan peralatan kerja tidak


peralatan kerja kerja. Kehilangan waktu tertinggal di area kerja
kerja. Pastikan semua peralatan
Produktivitas dipersiapkan sebelum bekerja
terhambat

Emergency Rescue Plan Tindakan Awal:

1. Hentikan pekerjaan dan amankan lokasi kerja


2. Hubungi Team Emergency Response Procject/Agus Oka Yoedana 08117813882
3. Hubungi EMERGENCY RJJ-MEDICAL CALL- 0813-1300-3824
4. Hubungi HSE SI ( Area Proses 1/ Agus Basuki/ 0821 2276 9841)
(Area Proses 2 /Suafik/ 0878 7551 6633)
(Area Laydown/ CKG/ Edmond/ 0812 2941 9399)
(Area Warehouse Rekind /Joko/ 0821 5763 9857)
(Area Flare Stack/ Totok/ 0852 3562 3031)
5. Hubungi HSE KRAZU ( Agung Tri S/HSE Cood 0813 19223434)
(Dedi Setiawan/ HSE 0822 1479 7213)
( M Hariz/ HSE 0821 8938-0757)
- Menyebutkan nama
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 10 of 14

Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
- Lokasi kejadian
- Jumlah korban dan kondisi korban
- Jenis pertolongan yang dibutuhkan
- Tindakan lebih lanjut
- Evakuasi oleh tim medis dibantu first aider untuk dibawa ke klinik

Risk Rangking (RR) Recommendation Action


Severity / consequence Tingkat Risiko TindakanPengendalian
Probability (PR) x =
Keparahan
Score Level Tingkat pengendalian Hierarchy of Control
Frequent =5 Catastrophic = 5 19-25 Extreme high E= 1+2+3+4+5 1= Eleminasi
Probable = 4 Major = 4 13-18 High H= 3+4+5 2= Substitusi
Occasional = 3 Moderate / serious = 3 6-12 Medium M= 4+5 3= REKIND technik
Unlikely = 2 Minor = 2 1-5 low L=5 4= Administrasi
Improbable = 1 Negligible = 1 5=APD
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 11 of 14

Note :* : Tanpa control


*): Dengan control

SistemPembobotanPadaProbabilitas

SistemPerlindungan Pemeriksaan&Pemeliharaan KemampuanPersonel


(SP) (PP) (KP)
NilaiResik Frek. Pekerjaan Past Accident
o ( FP ) ( PA )
Prosedur SaranaProteksi Fungsi Inspeksi Tindaklanjut Job. K3L

Sesekal iterjadi> 1 th Sesekali terjadi> 1 th Sesuai


1 Ada Baik Rutin Ada Baik Baik
(Jarang) (Jarang) standard
Sesekali dalam 1 bln - 1 Sesekali dalam 1 bln - 1 Sesuai
2 Tidakada Baik Tidak rutin Ada Baik Kurang
th (Tidakbiasa) th (Tidakbiasa) standard
Sesekali dalam 1 mgg - Sesekali dalam 1 mgg - 1 Tidakada /
3 Ada Baik Rutin Tidak Ada Baik Tidak Tahu
1bln (Kadang-kadang) bln(Kadang-kadang) tidak standard
Sesekal idalam 1 hr - 1 Sesekali dalam 1 hr - 1 TdkSesuai Tidak
4 Ada Pernah / ada Tidak Ada Kurang Kurang
mgg (Sering) mgg (Sering) standard berfungsi
Sesekali dalam 1 hr Sesekali dalam 1 hr Tidakada / Tidak Tidak pernah /
5 Tidakada Tidak Ada Kurang Tidak Tahu
(Terusmenerus) (Terusmenerus) tidak standard berfungsi tidakada

Sistem pembobotan pada probability / peluang ditentukan oleh beberapa factor yaitu sebagai berikut:
 Frekuensi pekerjaan adalah seberapa sering tahapan pekerjaan tersebut dilakukan
 Past Acident (PA) adalah menilai berdasarkan data kecelakaan atau insiden pada waktu sebelumnya
 Sistem perlindungan (SP) adalah sistem yang berupa pengaturan atau alat atau pelengkapan untuk memberikan perlindungan terhadap terjadinya kecelakaan
 Pemeriksaan dan pemeliharaan (PP) berupa perhatian khusus yang diberikan untuk suatu pekerjaan tersebut yang berkaitan dengan alat dan kondisi tempat kerja guna mencegah
terjadinya kesalahan teknis pada alat dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 12 of 14

 Kemampuan Personil adalah kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki oleh pekerja yang bertanggung jawab melaksanakan / mengesekuasi pekerjaan yang dimaksud.
Menentukan probability terjadinya kecelakaan pada tahapan pekerjaan adalah

Probability = (FP+PA+SP+PP+KP)
5

Catatan :Jika nilai yang didapat decimal maka dibulatkan keatas


JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 13 of 14

SistemPembobotanpada severity:

KRITERIA
Nilai Severity Category
Person Asset Environment
5 Catastrophic  Death or fatality, permanent disability serious.  Major property damage, fire,explosion, building  Spill of hazardous material and oil excess of 100
Meninggal dunia, cacat permanent yang serius, collapse. barrels
 Medicinal treatment cost for occupational Kerusakan property yang parah, kebakaran, Tumpahan bahan berbahaya (B3) dan minyak
disease ≥ Rp. 50 million runtuhnya bangunan lebihdari 100 barel
Biaya pengobatan untuk penyakit akibat kerja≥50  Any incident that causes temporary (exceed 48  Pollution or degradation, which has or may have
juta rupiah hours) or permanent cessation of process. irreversible detrimental effects on the
Kecelakaan yang menyebabkan terhentinya proses environment and/or community.
secara sementara( lebihdari 24 jam) atau secara Pencemaran yang dapat berakibat kerusakan
permanen. pada lingkungan dan atau komunitas yang
 Any incident with costs ≥ $1,000,000 (USD). bersifat permanen / tdk dapat kembali seperti
Segala kecelakaan yang mengakibatkan total biaya semula
kerugian sama dengan atau lebih dari 1 juta USD.  Risk to human health or the environment which
possible or actual evacuation of local vicinity
Beresiko terhadap kesehatan manusia dan
lingkungan yang memungkinkan atau secara
nyata memerlukan evakuasi pada area
disekitarnya.
4 Major  Lost-time injury, partial disability with potential  Any incident with costs exceeding $100,000 (USD)  Spills of hazardous material in excess of 5 barrels.
for death but less than $1,000,000 Terjadi tumpahan bahan berbahaya (B3) lebih dari 5
Cidera yang mengakibatkan kehilangan harikerja, Kejadian kecelakaan yang mengakibatkan total biaya barrel
kecacatan secara parsial yang berpotensi kerugianlebihdari 100 juta USD dan kurang dari satu  Pollution or degradation, which has persistent
terjadinya kematian. juta USD. (greater than 3 months), but reversible
 Including major fires, explosions, unplanned detrimental effects on the environment and or
 Medicinal treatment cost for occupational interruptions and failures. community.
disease <Rp. 50 million Termasuk kebakaran, peledakan yang tidak terencana Pencemaran atau degradasi yang terus menerus
Biaya pengobatan untuk cidera kurang dari 50 dan kegagalan ( lebih dari 3 bulan) namun efek kerusakan pada
juta rupiah  Any incident resulting in 24 hours cessation of lingkungan dan atau komunitas bersifat reversible
process ( dapat pulih kembali)
Segala kejadian yang mengakibatkan berhentinya
proses selama 24 jam
3 Moderate/seriou  Medical Treatment and restricted work day  Any incident (include fire, property, equipment, and  Oil or chemical Spill less than 5 barrel;
s case. vehicle damage ) where the total cost is expected Tumpahan minyak dan bahan kimia kurang dari
Kecelakaan yang memerlukan pengobatan secara to be between $10,000 and $100,000 (USD). 5barel
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND RISK ASSESSMENT (RA) FORM


Health Safety Security Environment Page 14 of 14

KRITERIA
Nilai Severity Category
Person Asset Environment
medis dan kejadian kecelakaan yang Setiap kejadian kecelakaan (termasuk kebakaran,
mengakibatkan harikerja dengan kemampuan kerusakan asset, peralatan dan kendaraan) yang
terbatas. total kerugian diperkirakan antara $10.000 dan
 Medicinal treatment cost for injury ≤ Rp. 10 $100.000 (USD).
million  Any incident resulting in 4 to 24 hours of lost
Biaya Pengobatan medis untuk cidera / luka≤ production or output.
10Juta Rupiah. Setiap kejadian kecelakaan yang mengakibatkan
terhentinya produksi 4 hingga 24 jam
2 Minor  First aid personal injury.  Any incident (include minor fire, property,  Oil or chemical Spill up to one barrel
Cidera yang equipment / vehicle damage ) where result loss is Tumpahan bahan kimia dan minyak hingga satu
bisadiatasidenganpertolonganpertama / P3K less than $10,000 (USD). barel
 Medicinal treatment cost for occupational Setiap kejadian ( termasuk kebakaran kecil,  Minor loss or impact on land or water based flora,
disease ≤ Rp. 1 million peralalatan / kerusakan kendaraan yang fauna & habitat, but no negative effect on the
Biayapengobatanuntukpenyakitakibatkerja ≤ mengakibatkan kerugian kurang dari $10, 000 eco-system ( e.g Accidental felling of a tree)
satujuta rupiah (USD) Kerugian kecil atau dampak kehabitat ( flora dan
 Any incident causing up to 4 hours of lost fauna) air dan tanah, tapi tidak memiliki effect
production or output. negative pada ekosistem ( contoh kecelakaan
Setiap kejadian kecelakaan yang menyebabkan hingga yang merobohkan satu pohon)
4 jam tidak menghasilkan produk atau
1 Negligible  No injury  No affecting work performance. no property  no environmental damage
 Tidakadacidera, damage,  Kecelakaan lingkungan
 Tidak berpengaruh pada kinerja tidak ada 
kerusakan asset,

Anda mungkin juga menyukai