JSA Loading-Unloading Pipe Spool - GPF
JSA Loading-Unloading Pipe Spool - GPF
jkl
Catatan:
Setiap ada perubahan pekerja, kondisi area kerja,
metode kerja, peralatan kerja, dan / atau material,
No. Registrasi JSA : JTB/JSA/KN/ /20/
JSA harus diperbarui. Registrasi terhadap
perubahan JSA harus dilakukan sekurang-
Continue
kurangnya setiap minggu
Perusahaan : PT. KRAZU NUSANTARA Disiapkan Oleh Direview Oleh Diverifikasi Oleh Disetujui Oleh
Proyek JTB Supervisor/Work Leader Superintendent Koor. HSE / Koor. Safety CM / SM
:
Konstruksi
Nama Person In Charge : Pandapotan Dame NAMA Rahmat Saiful
Posisi / Jabatan : Supervisor
Tanggal Penerbitan TANDA TANGAN
:
Pertama
Aktivitas Pekerjaan Loading-Unloading Pipe Spool (GPF Area)
:
APD WAJIB : Kacamata Safety Masker Debu / Las Coverall Helm Safety Sepatu Safety
√
Goggles/ Faceshield Masker Filter-Catridge Sarung Tangan SCBA/SABA Earplug/Earmuff
Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
1 Persiapan: Bekerja tanpa ijin Aktivitas tidak dicover Aktivitas dihentikan 2 3 M Setiap aktivitas harus memiliki 1 2 L
Ijin Kerja / PTW dan JSA kerja / jsa oleh ijin kerja / JSA karena tidak memiliki ijin kerja / JSA
ijin kerja / JSA
Toolbox Meeting Tidak Pekerja tidak Pekerja salah 2 3 M Lakukan toolbox meeting
melaksanakan mengetahui pekerjaan melakukan aktivitas. sebelum memulai aktivitas 1 2 L
toolbox meeting yang akan dilakukan. Pekerja tidak
Pekerja tidak mengetahui Prosedur
mengetahui metode
kerja
2 Pelaksanaan Pekerjaan Tidak dilakukan Crane / TMC tidak Aktivitas Terhambat. 2 3 M Pastikan Crane / TMC layak 1 2 L
Mobilisasi ispeksi dapat beroperasi pakai untuk dioperasikan.
Crane / Crane/TMC
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT
Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
TMC/Forklip Mengemudikan Crane / TMC menabrak Crane / TMC fasilitas 3 3 M Pastikan driver/operator 1 2 L
over speed pekerja/ fasilitas lain lanya rusak. memiliki SIM / SIO yang
Pekerja mengalami masih valid.
cidera DILARANG KERAS
mengoperasikan alat bagi yang
tidak memiliki SIO.
Tersedia flagman dan Rigger
untuk alat berat
Landasan Crane / Out rigger Crane / Crane / TMC amblas, 2 4 M Lakukan pemeriksaan landasan 1 3 L
Loading – TMC tidak kuat TMC amblas. Pipe Spool yang Crane / TMC sebelum Crane /
Unloading Pipe Hose Outrigger Pipe Spool yang diangkat rusak TMC disetting, tanah tempat
Spool bocor diangkat jatuh landasan harus keras dan rata
menggunakan
Crane / Posisi pekerja Pekerja terkena swing Pekerja tertimpa 2 4 M Pastikan tidak ada pekerja
TMC/Forklip berada dalam pada saat Lifting Crane / TMC / Pipe yang berada dalam radius 1 3 L
bahaya radius Spool. Pekerja cedera swing Crane / TMC
swing Crane / akibat terkena swing Pekerja tidak berada di line of
TMC Crane / TMC fire
1 3 L
Pengikat sling Terjadi ketidak Pipe Spool jatuh. 2 4 M Pastikan sling / webbing sling
(wire/webbing) seimbangan Pipe Spool Pipe Spool menimpa diikat oleh rigger yang
/lifting gears yang yang akan diangkat fasilitas lain/pekerja. berkompeten. Pastikan sling /
salah Pipe Spool yang Pipe Spool rusak. webbing sling telah terikat
Sling / webbing diangkat terjatuh. dengan benar
sling putus / Lakukan pengecekan kembali
lifting gears lifting gear yang akan
rusak. digunakan
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT
Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
Tidak dilakukan Kondisi Crane tidak Kondisi Crane tidak 2 4 M Lakukan atau laksanakan daily 1 3 L
Mobilisasi Crane inspeksi crane layak pakai layak operasi checklist untuk crane
Tadano 25 Ton sebelumnya Menabrak orang atau Segera laporkan pada
Fasilitas didalam supervisor dan lakukan
Plant maintenance apabila terdapat
komen/temuan di dalam daily
checklist yang di lakukan
Lokasi dan jalur yang akn
dilalui crane dijaga oleh
Flagman jaga jangan sampai
ada orang yang melintas.
Fasilitas yang ada dijalur crane
dijaga Flagman
Laju Crane di escort oleh
safety dengan membawa gas
detector
Tidak dilakukan Kondisi Outrigger tidak Posisi crane miring 2 4 M Cek dahulu kondisi tanah 1 3 L
Penempatan pengecekan layak digunakan dan landasan untuk landasan outrigger
Crane Tadano 25 kondisi Outrigger outrigger tidak kuat. Posisikan crane pada tanah
Ton tidak Posisi crane tidak yang datar dan keras/stabil
tepat dengan yang Beri landasan Outrigger dari
direncanakan. matras kayu/plate besi, bila
diperlukan lakukan pemadatan
dengan vibro roller / stamper.
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT
Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
Apabila pijakan out rigger
amblas lakukan reposisi dari
crane tersebut pada tanah yang
lebih stabil dan datar
Posisikan out rigger dalam
posisi full out dan tidak miring
sebelah
Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
Crane Tadano 25 plan pengangkatan Pipe spool mengayun jangan sampai ada orang yang
Ton dan mengenai tidak berkepentingan
fasilitas eksisting memasuki area kerja
lainnya Lakukan koordinasi dengan
Kepala terkena hook pekerja lain yang area kerja
nya berdekatan dengan area
kerja Crane
Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
sesuaikan dengan besar dan
berat beban
Set Outrigger full dan beri
landasan kayu/plat yang
cukup/sesuai.
Check dahulu kondisi tanah
untuk landasan outrigger.
Memperhatikan arah ayunan
pipe spool
Gunakan Tag line untuk
mengontrol arah ayunan pipe
spool
Berdiri pada posisi yang aman
dan Hindari Line of Fire
Gunakan full body
harness,sebelum naik
ketinggian
lakukan tensi darah
Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
kecepatan angin) aman, kerusakan sistem rem dan tidak Crane / TMC hujan berhenti.
sistem alat dapat mengendalikan Pipe Spool / fasilitas Lakukan pengecekan area
beban lainya rusak. kerja dan peralatan.
Pekerja cidera
Kecepatan angin Beban tidak dapat Hindari bila ada tanda-tanda
lebih 10 m/s. dikendalikan dan boom Kerusakaan property turun huajn.
patah dan cidera fatal Pengangkatan tidak boleh
dilakukan saat kecepataan 10
m/s atau 20 knot.
Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
penunjang untuk M digunakan.
kegiatan termasuk
pekerjaan malam
hari (overtime)
Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
Residual Risk
Risk Assessment
Sequence of Basic Job Steps Hazard Risk Consequence Recommended Action Risiko Setelah
No Penilaian Risiko
TahapanPekerjaan Bahaya Risiko Akibat TindakanPengendalian Mitigasi
PR SV RR PR SV RR
- Lokasi kejadian
- Jumlah korban dan kondisi korban
- Jenis pertolongan yang dibutuhkan
- Tindakan lebih lanjut
- Evakuasi oleh tim medis dibantu first aider untuk dibawa ke klinik
SistemPembobotanPadaProbabilitas
Sistem pembobotan pada probability / peluang ditentukan oleh beberapa factor yaitu sebagai berikut:
Frekuensi pekerjaan adalah seberapa sering tahapan pekerjaan tersebut dilakukan
Past Acident (PA) adalah menilai berdasarkan data kecelakaan atau insiden pada waktu sebelumnya
Sistem perlindungan (SP) adalah sistem yang berupa pengaturan atau alat atau pelengkapan untuk memberikan perlindungan terhadap terjadinya kecelakaan
Pemeriksaan dan pemeliharaan (PP) berupa perhatian khusus yang diberikan untuk suatu pekerjaan tersebut yang berkaitan dengan alat dan kondisi tempat kerja guna mencegah
terjadinya kesalahan teknis pada alat dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT
Kemampuan Personil adalah kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki oleh pekerja yang bertanggung jawab melaksanakan / mengesekuasi pekerjaan yang dimaksud.
Menentukan probability terjadinya kecelakaan pada tahapan pekerjaan adalah
Probability = (FP+PA+SP+PP+KP)
5
SistemPembobotanpada severity:
KRITERIA
Nilai Severity Category
Person Asset Environment
5 Catastrophic Death or fatality, permanent disability serious. Major property damage, fire,explosion, building Spill of hazardous material and oil excess of 100
Meninggal dunia, cacat permanent yang serius, collapse. barrels
Medicinal treatment cost for occupational Kerusakan property yang parah, kebakaran, Tumpahan bahan berbahaya (B3) dan minyak
disease ≥ Rp. 50 million runtuhnya bangunan lebihdari 100 barel
Biaya pengobatan untuk penyakit akibat kerja≥50 Any incident that causes temporary (exceed 48 Pollution or degradation, which has or may have
juta rupiah hours) or permanent cessation of process. irreversible detrimental effects on the
Kecelakaan yang menyebabkan terhentinya proses environment and/or community.
secara sementara( lebihdari 24 jam) atau secara Pencemaran yang dapat berakibat kerusakan
permanen. pada lingkungan dan atau komunitas yang
Any incident with costs ≥ $1,000,000 (USD). bersifat permanen / tdk dapat kembali seperti
Segala kecelakaan yang mengakibatkan total biaya semula
kerugian sama dengan atau lebih dari 1 juta USD. Risk to human health or the environment which
possible or actual evacuation of local vicinity
Beresiko terhadap kesehatan manusia dan
lingkungan yang memungkinkan atau secara
nyata memerlukan evakuasi pada area
disekitarnya.
4 Major Lost-time injury, partial disability with potential Any incident with costs exceeding $100,000 (USD) Spills of hazardous material in excess of 5 barrels.
for death but less than $1,000,000 Terjadi tumpahan bahan berbahaya (B3) lebih dari 5
Cidera yang mengakibatkan kehilangan harikerja, Kejadian kecelakaan yang mengakibatkan total biaya barrel
kecacatan secara parsial yang berpotensi kerugianlebihdari 100 juta USD dan kurang dari satu Pollution or degradation, which has persistent
terjadinya kematian. juta USD. (greater than 3 months), but reversible
Including major fires, explosions, unplanned detrimental effects on the environment and or
Medicinal treatment cost for occupational interruptions and failures. community.
disease <Rp. 50 million Termasuk kebakaran, peledakan yang tidak terencana Pencemaran atau degradasi yang terus menerus
Biaya pengobatan untuk cidera kurang dari 50 dan kegagalan ( lebih dari 3 bulan) namun efek kerusakan pada
juta rupiah Any incident resulting in 24 hours cessation of lingkungan dan atau komunitas bersifat reversible
process ( dapat pulih kembali)
Segala kejadian yang mengakibatkan berhentinya
proses selama 24 jam
3 Moderate/seriou Medical Treatment and restricted work day Any incident (include fire, property, equipment, and Oil or chemical Spill less than 5 barrel;
s case. vehicle damage ) where the total cost is expected Tumpahan minyak dan bahan kimia kurang dari
Kecelakaan yang memerlukan pengobatan secara to be between $10,000 and $100,000 (USD). 5barel
JAMBARAN TIUNG BIRU
UNITIZATION GAS PROJECT
KRITERIA
Nilai Severity Category
Person Asset Environment
medis dan kejadian kecelakaan yang Setiap kejadian kecelakaan (termasuk kebakaran,
mengakibatkan harikerja dengan kemampuan kerusakan asset, peralatan dan kendaraan) yang
terbatas. total kerugian diperkirakan antara $10.000 dan
Medicinal treatment cost for injury ≤ Rp. 10 $100.000 (USD).
million Any incident resulting in 4 to 24 hours of lost
Biaya Pengobatan medis untuk cidera / luka≤ production or output.
10Juta Rupiah. Setiap kejadian kecelakaan yang mengakibatkan
terhentinya produksi 4 hingga 24 jam
2 Minor First aid personal injury. Any incident (include minor fire, property, Oil or chemical Spill up to one barrel
Cidera yang equipment / vehicle damage ) where result loss is Tumpahan bahan kimia dan minyak hingga satu
bisadiatasidenganpertolonganpertama / P3K less than $10,000 (USD). barel
Medicinal treatment cost for occupational Setiap kejadian ( termasuk kebakaran kecil, Minor loss or impact on land or water based flora,
disease ≤ Rp. 1 million peralalatan / kerusakan kendaraan yang fauna & habitat, but no negative effect on the
Biayapengobatanuntukpenyakitakibatkerja ≤ mengakibatkan kerugian kurang dari $10, 000 eco-system ( e.g Accidental felling of a tree)
satujuta rupiah (USD) Kerugian kecil atau dampak kehabitat ( flora dan
Any incident causing up to 4 hours of lost fauna) air dan tanah, tapi tidak memiliki effect
production or output. negative pada ekosistem ( contoh kecelakaan
Setiap kejadian kecelakaan yang menyebabkan hingga yang merobohkan satu pohon)
4 jam tidak menghasilkan produk atau
1 Negligible No injury No affecting work performance. no property no environmental damage
Tidakadacidera, damage, Kecelakaan lingkungan
Tidak berpengaruh pada kinerja tidak ada
kerusakan asset,