Tugas Ilmu Tafsir
Annisa Intan Firdaus/11 PK 2
Contoh munasabah :
A. Hubungan kata demi kata dalam satu ayat :
Hal tersebut baru tampak ada hubungan yang ditandai dengan huruf ‘aṭf, sebagai contoh, terdapat
dalam al-Qur`an Surah al-Gāsyiyah [88] ayat 17-20:
ُ َض َكيْف
)٢٠( ْس ِط َحت ِ األر َّ ) َوإِلَى ال١٧( ْأَفَال يَ ْنظُرُونَ إِلَى اإلبِ ِل َكيْفَ ُخلِقَت
ِ ُ) َوإِلَى ا ْل ِجبَا ِل َكيْفَ ن١٨( ْس َما ِء َكيْفَ ُرفِ َعت
ْ ) َوإِلَى١٩( ْصبَت
Artinya : 17. Maka Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana Dia diciptakan, 18. dan
langit, bagaimana ia ditinggikan? 19. dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? 20. dan bumi
bagaimana ia dihamparkan?
B.Hubungan antara kandungan ayat dengan fāṣilah (penutup ayat) :
surat al-Qaṣaṣ dimulai dengan kisah nabi Musa dan Fir’aun serta pasukannya, sedangkan penutup
surat tersebut menggambarkan pernyataan Allah agar umat Islam jangan menjadi penolong bagi
orang-orang kafir, sebab Allah lebih mengetahui tentang hidayah.
C.Hubungan ayat dengan ayat berikutnya:
dalam surat Al-Mu’minūn, ayat 1 yang berbunyi “qad aflaḥa al-mu’minūn” lalu di bagian akhir surat
tersebut berbunyi “innahu la yufliḥu al-kāfirūn”. Ayat pertama menginformasikan keberuntungan
dalam orang-orang mu’min, sedangkan ayat kedua tentang ketidakberuntungan orang-orang kafir.
Munāsabah antar ayat ini juga dijumpai dalam contoh pada al-Qur`an Surah Al Baqarah [2] : 45
terdapat kata Al Khāsyi’īn yang kemudian di jelaskan pada ayat berikutnya yang memberi informasi
tentang maksud dari kata Al Khāsyi’īn tersebut :
ِ ) الَّ ِذينَ يَظُنُّونَ أَنَّ ُه ْم ُمالقُو َربِّ ِه ْم َوأَنَّ ُه ْم إِلَ ْي ِه َر٤٥( َش ِعين
)٤٦( َاجعُون ِ يرةٌ إِال َعلَى ا ْل َخا
َ ِصال ِة َوإِنَّ َها لَ َكب َّ ست َِعينُوا بِال
َّ ص ْب ِر َوال ْ َوا
Artinya : 45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu
sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', 46. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa
mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
D. Hubungan mukadimah satu surat dengan surat berikutnya :
Misalnya antara surat al-Fātiḥah dan surat Al-Baqarah. Dimana dalam surat al-Fātiḥah berisi tema
global tentang aqidah, muamalah, kisah, janji, dan ancaman. Sedangkan dalam surat Al Baqarah
menjadikan penjelas yang lebih rinci dari isi surat Al-Fātiḥah.
E. Hubungan penutup satu surat dengan mukaddimah surat berikutnya :
Misalnya permulaan surat Al-Ḥadīd [57]: 1 dengan penutupan surat Al Wāqi’ah [56]: 96 memiliki
relevansi yang jelas, yakni keserasian dan hubungan dengan tasbih.
ِ س ِم َربِّ َك ا ْل َع ِظ
)٩٦( يم َ َف
ْ سبِّ ْح بِا
Artinya: “Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha besar.”
Dengan,
)١( ض َو ُه َو ا ْل َع ِزي ُز ا ْل َح ِكي ُم
ِ األر
ْ ت َو َّ سبَّ َح هَّلِل ِ َما فِي ال
ِ س َما َوا َ
Artinya : “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan
kebesaran Allah). dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
F. Hubungan kandungan surat dengan surat berikutnya:
Pembahasan tentang munāsabah antar surat dimulai dengan memposisikan surat Al-Fātiḥah sebagai
Ummul Kitab (induk Al-Qur`an), sehingga penempatan surat tersebut sebagai surat pembuka (Al-
Fātiḥah) adalah sesuai dengan posisinya yang merangkum keseluruhan isi Al-Qur`an. Surat Al-Fātiḥah
menjadi ummul kitab, sebab di dalamnya terkandung masalah tauhid, peringatan dan hukum-hukum,
yang dari masalah pokok itu berkembang sistem ajaran Islam yang sempurna melalui penjelasan ayat-
ayat dalam surat-surat setelah surat Al-Fātiḥah. Ayat 1-3 surat Al-Fātiḥah mengandung isi tentang
tauhid, pujian hanya untuk Allah karena Dia-lah penguasa alam semesta dan Hari Akhir, yang
penjelasan rincinya dapat dijumpai secara tersebar di berbagai surat Al-Qur`an. Salah satunya adalah
surat Al Ikhlas yang dikatakan sepadan dengan sepertiga Al-Qur`an. Ayat 5 surat Al-Fātiḥah إِيَّا َك نَ ْعبُ ُد
)٥( ُستَ ِعين ْ َ َوإِيَّا َك نdijelaskan secara rinci tentang apa itu jalan yang lurus, di permulaan surat Al-Baqarah
)٢( َب فِي ِه ُهدًى لِ ْل ُمتَّقِين ُ ) َذلِ َك ا ْل ِكت١( الم. Atas dasar itu dapat disimpulkan bahwa teks dalam surat Al-
َ َاب ال َر ْي
Fātiḥah dan teks dalam surat Al-Baqarah berkesesuaian (ada munāsabah).