Anda di halaman 1dari 5

http://www.scribd.

com/doc/29781333/bronkiektasis
Bronkientasis
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia


Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Wikipedia Indonesia tidak dapat bertanggung jawab dan tidak bisa menjamin bahwa informasi
kedokteran yang diberikan di halaman ini adalah benar.
Mintalah pendapat dari tenaga medis yang profesional sebelum melakukan pengobatan.

Bronkientasis adalah suatu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran pernapasan yang
besar.

Bronkiektasis bukan merupakan penyakit tunggal, dapat terjadi melalui berbagai cara dan merupakan akibat
dari beberapa keadaan yang mengenai dinding bronkial, baik secara langsung maupun tidak, yang
mengganggu sistem pertahanannya. Keadaan ini mungkin menyebar luas, atau mungkin muncul di satu atau
dua tempat.

Secara khusus, bronkiektasis menyebabkan pembesaran pada bronkus yang berukuran sedang, tetapi
bronkus berukuran kecil yang berada dibawahnya sering membentuk jaringan parut dan menyempit. Kadang-
kadang bronkiektasis terjadi pada bronkus yang lebih besar, seperti yang terjadi pada aspergilosis
bronkopulmoner alergika (suatu keadaan yang disebabkan oleh adanya responimunologis terhadap
jamur Aspergillus).

Dalam keadaan normal, dinding bronkus terbuat dari beberapa lapisan yang ketebalan dan komposisinya
bervariasi pada setiap bagian dari saluran pernapasan. Lapisan dalam (mukosa) dan daerah dibawahnya
(submukosa) mengandung sel-sel yang melindungi saluran pernapasan dan paru-paru dari zat-zat yang
berbahaya. Sel-sel ini terdiri dari:

 sel penghasil lendir

 sel bersilia, yang memiliki rambut getar untuk membantu menyapu partikel-partikel dan lendir ke
bagian atas atau keluar dari saluran pernapasan

 sel-sel lainnya yang berperan dalam kekebalan dan sistem pertahanan tubuh, melawan organisme
dan zat-zat yang berbahaya lainnya.

Struktur saluran pernapasan dibentuk oleh serat elastis, otot dan lapisan kartilago (tulang rawan), yang
memungkinkan bervariasinya diameter saluran pernapasan sesuai kebutuhan. Pembuluh darah dan jaringan
limfoid berfungsi sebagai pemberi zat makanan dan sistem pertahanan untuk dinding bronkus.
Pada bronkiektasis, daerah dinding bronkus rusak dan mengalami peradangan kronis, dimana sel bersilia
rusak dan pembentukan lendir meningkat. Ketegangan dinding bronkus yang normal juga hilang. Area yang
terkena menjadi lebar dan lemas dan membentuk kantung yang menyerupai balon kecil. Penambahan lendir
menyebabkan kuman berkembang biak, yang sering menyumbat bronkus dan memicu penumpukan sekresi
yang terinfeksi dan kemudian merusak dinding bronkus.

Peradangan dapat meluas ke kantong udara kecil (alveoli) dan menyebabkan bronkopneumonia, jaringan parut
dan hilangnya fungsi jaringan paru-paru. Pada kasus yang berat, jaringan parut dan hilangnya pembuluh darah
paru-paru dapat melukai jantung.

Peradangan dan peningkatan pembuluh darah pada dinding bronkus juga dapat menyebabkan batuk darah.
Penyumbatan pada saluran pernapasan yang rusak dapat menyebabkan rendahnya kadar oksigen dalam
darah.

Daftar isi
  [sembunyikan] 

1 Penyeb

ab

2 Gejala

3 Diagno

sa

4 Pengob

atan

5 Penceg

ahan

[sunting]Penyebab

Bronkiektasis bisa disebabkan oleh:

1. Infeksi pernapasan

 Campak

 Pertusis

 Infeksi adenovirus

 Infeksi bakteri contohnya Klebsiella, Staphylococcus atau Pseudomonas br>- Influenza

 Tuberkulosa

 Infeksi jamur

 Infeksi mikoplasma
2. Penyumbatan bronkus

 Benda asing yang terisap

 Pembesaran kelenjar getah bening

 Tumor paru

 Sumbatan oleh lendir

3. Cedera penghirupan

 Cedera karena asap, gas atau partikel beracun

 Menghirup getah lambung dan partikel makanan

4. Keadaan genetik

 Fibrosis kistik

 Diskinesia silia, termasuk sindroma Kartagener

 Kekurangan alfa-1-antitripsin

5. Kelainan imunologik

 Sindroma kekurangan imunoglobulin

 Disfungsi sel darah putih

 Kekurangan koplemen

 Kelainan autoimun atau hiperimun tertentu seperti rematoid artritis, kolitis ulserativa

6. Keadaan lain

 Penyalahgunaan obat (misalnya heroin)

 Infeksi HIV

 Sindroma Young (azoospermia obstruktif)

 Sindroma Marfan.
[sunting]Gejala

Gejalanya bisa berupa: - batuk menahun dengan banyak dahak yang berbau busuk - batuk darah - batuk
semakin memburuk jika penderita berbaring miring - sesak napas yang semakin memburuk jika penderita
melakukan aktivitas - penurunan berat badan - lelah - clubbing fingers (jari-jari tangan menyerupai tabuh
genderang) - wheezing (bunyi napas mengi/bengek) - warna kulit kebiruan - pucat - bau mulut.

[sunting]Diagnosa

Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop, biasanya di paru-paru bagian bawah akan terdengar
suara ronki.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:


1. Rontgen dada

2. CT scan dada

3. Biakan dahak

4. Hitung jenis darah

5. Pemeriksaan keringat atau pemeriksaan fibrosis kistik lainnya

6. Analisa serum immunoglobulin

7. Serum presipitin (pemeriksaan untuk antibodi jamur, aspergillus)

8. Tes PPD untuk infeksi TBC.


[sunting]Pengobatan

Tujuan dari pengobatan adalah mengendalikan infeksi dan pembentukan dahak,membebaskan penyumbatan
saluran pernapasan serta mencegah komplikasi.

Drainase postural yang dilakukan secara teratur setiap hari, merupakan bagian dari pengobatan untuk
membuang dahak. Seorang terapis pernapasan bisa mengajarkan cara melakukan drainase postural dan
batuk yang efektif.

Untuk mengatasi infeksi seringkali diberikan antibiotik, bronkodilator Dan ekspektoran.

Pengangkatan paru melalui pembedahan dilakukan pada penderita yang tidak memberikan respon terhadap
pemberian obat atau pada penderita yang mengalami perdarahan hebat.

[sunting]Pencegahan

Imunisasi campak dan pertusis pada masa kanak-kanak membantu menurunkan angka kejadian bronkiektasis.

Vaksin influenza berkala membantu mencegah kerusakan bronkus oleh virus flu. Vaksin pneumokok
membantu mencegah komplikasi berat dari pneumonnia pneumokok.

Minum antibiotik dini saat infeksi juga mencegah bronkiektasis atau memburuknya penyakit.

Pengobatan dengan imunoglobulin pada sindroma kekurangan imunoglobulin mencegah infeksi berulang yang
telah mengalami komplikasi.

Penggunaan anti peradangan yang tepat (seperti kortikosteroid), terutama pada penderita bronkopneumonia


alergika aspergilosis, bisa mencegah kerusakan bronkus yang akan menyebabkan terjadinya bronkiektasis.

Menghindari udara beracun, asap (termasuk asap rokok) dan serbuk yang berbahaya (seperti bedak
atau silika) juga mencegah bronkiektasis atau mengurangi beratnya penyakit.

Masuknya benda asing ke saluran pernapasan dapat dicegah dengan: - memperhatikan apa yang dimasukkan
anak ke dalam mulutnya - menghindari kelebihan dosis obat dan alkohol - mencari pengobatan medis untuk
gejala neurologis (seperti penurunan kesadaran) atau gejala saluran pencernaan (seperti regurgitasi atau
batuk setelah makan).

Tetes minyak atau tetes mineral untuk mulut atau hidung jangan digunakan menjelang tidur karena dapat
masuk ke dalam paru.

Bronkoskopi dapat digunakn untuk menemukan dan mengobati penyumbatan bronkus sebelum timbulnya
kerusakan yang berat.

Anda mungkin juga menyukai