0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan6 halaman

Ekstraksi Soxhlet: Metode dan Prosedur

Tugas ujian akhir semester mata kuliah Pengelolaan Laboratorium membahas soxhlet, alat ekstraksi yang digunakan untuk memisahkan senyawa dari bahan padat dengan pelarut. Dokumen ini menjelaskan bagian-bagian soxhlet, kegunaannya untuk ekstraksi, prosedur kerja, dan jenis analisis yang menggunakannya seperti ekstraksi minyak atsiri dari jeruk.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan6 halaman

Ekstraksi Soxhlet: Metode dan Prosedur

Tugas ujian akhir semester mata kuliah Pengelolaan Laboratorium membahas soxhlet, alat ekstraksi yang digunakan untuk memisahkan senyawa dari bahan padat dengan pelarut. Dokumen ini menjelaskan bagian-bagian soxhlet, kegunaannya untuk ekstraksi, prosedur kerja, dan jenis analisis yang menggunakannya seperti ekstraksi minyak atsiri dari jeruk.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER

MATA KULIAH PENGELOLAAN LABORATORIUM

SOXHLET

OLEH

AYSE ENDILA SANAKH


1201061012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2014
SPESIFIKASI ALAT
Sebuah ekstraktor Soxhlet adalah bagian dari peralatan laboratorium. Ditemukan pada
tahun 1879 oleh Franz von Soxhlet. Ini awalnya dirancang untuk ekstraksi lipid dari bahan
padat. Namun, ekstraktor Soxhlet tidak terbatas pada ekstraksi lipid. Biasanya, ekstraksi
Soxhlet hanya diperlukan apabila senyawa yang diinginkan memiliki kelarutan terbatas
dalam pelarut, dan pengotor tidak larut dalam pelarut. Jika senyawa yang diinginkan
memiliki kelarutan yang signifikan dalam pelarut maka filtrasi sederhana dapat digunakan
untuk memisahkan senyawa dari substansi pelarut.
Biasanya bahan padat yang mengandung beberapa senyawa yang diinginkan
ditempatkan dalam sebuah sarung tangan yang terbuat dari kertas filter tebal, yang dimuat ke
dalam ruang utama dari ekstraktor Soxhlet. Ekstraktor Soxhlet ditempatkan ke botol berisi
ekstraksi pelarut. Soxhlet tersebut kemudian dilengkapi dengan sebuah kondensor.
Berikut adalah gambar soxhlet beserta bagian-bagiannya.

Keterangan :
1. Kondensor : berfungsi sebagai pendingin, dan juga untuk mempercepat proses
pengembunan. Aliran air pada kondensor bergerak dari bawah ke atas, hal ini
dilakukan karena jika aliran air menglir dari atas ke bawah, maka akan terdapat ruang
kosong pada kondensor sehingga proses kondensasi gas tidak akan maksimal.
2. Timbal : berfungsi sebagai wadah untuk sampel yang ingin diambil zatnya.
3. Pipa F : berfungsi sebagai jalannya uap, bagi pelarut yang menguap dari proses
penguapan.
4. Sifon : berfungsi sebagai perhitungan siklus, bila pada sifon larutannya penuh
kemudian jatuh ke labu alas bulat maka hal ini dinamakan 1 siklus. Posisi sifon harus
lebih tinggi dari pada sampelnya (agar sampel yang berada diposisi atas tidak
terendam oleh pelarut).
5. Labu alas bulat : berfungsi sebagai wadah bagi sampel dan pelarutnya.
6. Hot plate : berfungsi sebagai pemanas larutan.
7. Kertas saring : berfungsi sebagai tempat sampel, dimana tinggi kertas saring tidak
boleh melebihi tinggi pipa F, hal ini dikarenakan jika tinggi kertas saring melebihi
tinggi pipa F maka uap yang terbentuk akan terhalang oleh kertas saring atau bahkan
uap yang terbentuk masuk ke dalamnya dan proses kondensasi akan berlangsung tidak
maksimal. Adapun syarat dari tempat sampel yaitu mudah ditembus pelarut dan tidak
dapat larut oleh pelarut.
8. Selang masuk : berfungsi sebagai saluran masuknya air kedalam kondensor.
9. Selang keluar : berfungsi sebagai saluran keluarnya air dari kondensor

KEGUNAAN ALAT
Alat soxhlet digunakan dalam proses pemisahan ( ekstrak padatan ) suatu bahan alam
dengan pelarut organik yang dikenal dengan metode soxhletasi. Proses ini digunakan untuk
ekstraksi lanjutan dari suatu senyawa dari material atau bahan padat dengan pelarut panas.
alat yang digunakan adalah labu A,eksaktor dankondensor H. Didalam sokletasidigunakan
pelarut yang mudah menguap, pelarut itu berganatung pada tingkatannya, polar atau non
polar. Zat yang polar larut dalam pelarut polar dan zat non polar larut dalam pelarut non
polar. Bila penyaringan telah selesai maka pelarut yang telah di uapkan kembali adalah zat
yang bersisa. Dietil eter merupakan pelarut yang baik untuik hidrokarbondan untuk senyawa
yang mengandung oksigen proses penyarian yang berulang ulang pada proses sokletasi
bergantung pada tetesan yang mengalir pada bahan yang di ekstraksi. Sampel pelarut yang
digunakan bening atau tidak berwarna lagi.
Umumnya prosedur sokletasi hanya pengulangan, sistematis dan pemisahan dengan
menggunakan labu untuk ekstraksi sederhana tetapi lebiuh merupakan metoda yang
spesial,dan alat yang digunakan lebih kompolek. Oleh karena itu alat soklet cenderung mahal
dibanding dengan cara terdahulu ( destilasi ), maka metoda sokletasi ini lebih efisien, karena:
1. Pelarut organik dapat menarik senyawa organik dalam bahan alam secara berulang
kali.
2. Waktu yang digunakan lebih efisien.
3. Pelarut lebih sedikit dibandingkan dengan metoda maserasi atau perkolasi.
Metode sokletasi menggunakan suatu pelarut yang mudah menguap dan dapat
melarutkan senyawa organik yang terdapat pada bahan tersebut, tapi tidak melarutkan zat
padat yang tidak diinginkan Metoda sokletasi seakan merupakan penggabungan antara
metoda maserasi dan perkolasi. Jika pada metoda pemisahan minyak astiri (distilasi uap),
tidak dapat digunakan dengan baik karena persentase senyawa yang akan digunakan atau
yang akan diisolasi cukup kecil atau tidak didapatkan pelarut yang diinginkan untuk maserasi
ataupun perkolasi ini, maka cara yang terbaik yang didapatkan untuk pemisahan ini adalah
sokletasi.
Sokletasi digunakan pada pelarut organik tertentu. Dengan cara pemanasan, sehingga
uap yang timbul setelah dingin secara kontunyu akan membasahi sampel, secara teratur
pelarut tersebut dimasukkan kembali kedalam labu dengan membawa senyawa kimia yang
akan diisolasi tersebut. Pelarut yang telah membawa senyawa kimia pada labu distilasi yang
diuapkan dengan rotary evaporator sehingga pelarut tersebut dapat diangkat lagi bila suatu
campuran organik berbentuk cair atau padat ditemui pada suatu zat padat, maka dapat
diekstrak dengan menggunakan pelarut yang diinginkan.
Syarat syarat pelarut yang digunakan dalam proses sokletasi :
1. Pelarut yang mudah menguap Ex : heksan, eter, petroleum eter, metil klorida dan
alkohol.
2. Titik didih pelarut rendah.
3. Pelarut tidak melarutkan senyawa yang diinginkan.
4. Pelarut terbaik untuk bahan yang akan diekstraksi.
5. Pelarut tersebut akan terpisah dengan cepat setelah pengocokan.
6. Sifat sesuai dengan senyawa yang akan diisolasi, polar atau nonpolar.

Keunggulan sokletasi :
1. Sampel diekstraksi dengan sempurna karena dilakukan berulang ulang.
2. Jumlah pelarut yang digunakan sedikit.
3. Proses sokletasi berlangsung cepat.
4. Jumlah sampel yang diperlukan sedikit.
5. Pelarut organik dapat mengambil senyawa organik berulang kali.

Kelemahan sokletasi :
1. Tidak baik dipakai untuk mengekstraksi bahan bahan tumbuhan yang mudah rusak
atau senyawa senyawa yang tidak tahan panas karena akan terjadi penguraian.
2. Harus dilakukan identifikasi setelah penyarian, dengan menggunakan pereaksi meyer,
Na, wagner, dan reagen reagen lainnya.
3. Pelarut yang digunakan mempunyai titik didih rendah, sehingga mudah menguap.

PROSEDUR KERJA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT SOXHLET


Cara melakukan ekstraksi menggunakan alat soxhlet yaitu:
1. Merangkai alat-alat soxhlet.
2. Sampel yang sudah dihaluskan, ditimbang 5-10 gram dan kemudian dibungkus atau
ditempatkan dalam “Timbal” (selongsong tempat sampel) , di atas sample ditutup
dengan kapas.
3. Pelarut yang digunakan adalah Petroleum Spiritus/n-heksan/Alkohol 95 %/Petroleum
Benzen dengan titik didih tertentu. Selanjutnya labu kosong diisi butir batu didih.
Fungsi batu didih ialah untuk meratakan panas. Setelah dikeringkan dan didinginkan,
labu diisi dengan Petroleum Spirit/n-heksan/Alkohol 95 % sebanyak 175 ml.
Digunakan petroleum spiritus karena kelarutan lemak pada pelarut organik.
4. Timbal yang sudah terisi sampel dimasukan ke dalam soxhlet . Soxhlet disambungkan
dengan labu dan ditempatkan pada alat pemanas listrik serta kondensor . Alat
pendingin disambungkan dengan soxhlet. Air untuk pendingin dijalankan dan alat
ekstraksi lemak mulai dipanaskan .
5. Ketika pelarut dididihkan, uapnya naik melewati soklet menuju ke pipa pendingin.
Air dingin yang dialirkan melewati bagian luar kondenser mengembunkan uap pelarut
sehingga kembali ke fase cair, kemudian menetes ke timbal. Pelarut melarutkan lemak
dalam timbal, larutan sari ini terkumpul dalam timbal dan bila volumenya telah
mencukupi, sari akan dialirkan lewat sifon menuju  labu. Proses dari pengembunan
hingga pengaliran disebut sebagai refluks. Proses ekstraksi lemak kasar dilakukan
selama 4 jam.
6. Setelah proses ekstraksi selesai, pelarut dan lemak dipisahkan melalui proses
penyulingan dan dikeringkan.

Sokletasi dihentikan apabila :


1. Pelarut yang digunakan tidak berwarna lagi.
2. Sampel yang diletakkan diatas kaca arloji tidak menimbulkan bercak lagi.
3. Hasil sokletasi di uji dengan pelarut tidak mengalami perubahan yang spesifik.
Cara menghentikan sokletasi adalah dengan menghentikan pemanasan yang sedang
berlangsung. Sebagai catatan, sampel yang digunakan dalam sokletasi harus dihindarkan dari
sinar matahari langsung. Jika sampai terkena sinar matahari, senyawa dalam sampel akan
berfotosintesis hingga terjadi penguraian atau dekomposisi. Hal ini akan menimbulkan
senyawa baru yang disebut senyawa artefak, hingga dikatakan sampel tidak alami lagi.

PERAWATAN
Alat sokletasi tidak boleh lebih rendah dari pipa kapiler, karena ada kemungkinan saluran
pipa dasar akan tersumbat. Juga tidak boleh terlalu tinggi dari pipa kapiler karena sampel
tidak terendam seluruhnya.

JENIS-JENIS ANALISIS YANG MENGGUNAKAN ALAT SOXHLET


1. Minyak atsiri diperoleh dengan metode sokletasi dengan menggunakan kulit jeruk
manis sebagai sampel yang akan diteliti kandungan minyak atsirinya, . Pelarut yang
digunakan adalah kloroform, sebab kloroform bersifat nonpolar sehingga dapat
bercampur dengan minyak atsiri dan akan terekstrak pada saat terjadi sirkulasi.
2. Piperin diperoleh dengan metode sokletasi dengan menggunakan serbuk lada hitam
(serbuk simplisia Piperis Nigri Fructus) sebagai sampel yang akan diteliti kandungan
piperinnya. Pelarut yang digunakan adalah etanol 96%. Piperin merupakan senyawa
kristal berbentuk  jarum berwarna kuning dengan titik lebur 125-126°C.
3. Minyak jagung diperoleh dengan metode sokletasi dengan menggunakan jagung yang
telah dibuat serbuk sebagai sampel yang akan diteliti kandungan minyak jagungnya.
Pelarut yang digunakan adalah n-heksana. n-heksana memiliki sifat amat tidak reaktif
yang sering digunakan sebagai pelarut organik yang inert. Dalam keadan standar
senyawa ini merupakan cairan tak berwarna yang tidak larut dalam air.

Anda mungkin juga menyukai