Pemeriksaan Penunjang :
Manifestasi klinik :
a. Pemeriksaan neurologis
- Kejang Cedera kepala sedang adalah Penatalaksanaan Medis :
b. Pemeriksaan radiologis :
- Resiko Infeksi cedera kepala dengan skala koma a. Cairan infus dextrose 5%,
- Xray atau CT Scan
- Gangguan kesadaran glassgow 9 - 13, lesi operatif dan aminousin dan aminofel.
- MRI (Magnetic
- Kelemahan pada salah satu tubuh abnormalitas dalam CT-scan dalam b. Pengobatan antiedema ;
WOC CIDERA KEPALA Resonance Imaging)
- Perubahan tanda-tanda vital 48 jam rawat inap di Rumah Sakit. manitol 20%, glukosa 40% atau
- EEG
(TTV) SEDANG (CKS) gliserol
c. Dexamethasone/ kalmetason, (Electroencephalogram)
- Disfungsi sensorik Komplikasi : c. Pemeriksaan Laboratorium
- Sakit kepala, vertigo obat anti edema serebral
Edema pulmonal, Peningkatan - Elektrolit serum
d. Pemberian analgetik
- Gangguan pergerakan tekanan intracranial, kebocoran - Hematologi
e. Pembedahan
cairan serebrospinal, kejang pasca - Kadar Anticonvulsan
trauma, demam dan menggigil Trauma Kepala
Darah
Trauma pada jaringan
Trauma akibat deselerasi/akselerasi
lunak Robekan dan Distorsi
Rusaknya jaringan kepala Cedera Jaringan Jaringan Sekitar
tertekan
Luka terbuka Hematoma
D.0077 Nyeri akut
D. 0142 Resiko Perubahan pada cairan intra dan ekstra sel → edema
infeksi Peningkatan suplai darah ke daerah trauma → vasodilatasi I. 08238 Manajemen Nyeri
- Identifikasi lokasi,
I. 14539 Pencegahan Infeksi karakteristik, durasi,
- Monitor tanda dan gejala Tekanan intracranial meningkat
frekuensi, kualitas,
infeksi local dan ntensitas nyeri dan skala
sistemik nyeri.
- Berikan perawatan kulit Aliran darah ke otak menurun - Berikan teknik
pada area edema nonfarmakologis
- Pertahankan teknik - Kolaborasi pemberian
Perubahan perfusi jaringan
aseptic pada pasien analgetik
serebral
beresiko tinggi
Merangsang hipotalamus Merangsang inferior hipofise Kerusakan hemisfer motorik Hipoksia jaringan Penurunan kesadaran
Hipotalamus terviksasi Mengeluarkan steroid Penurunan kekuatan dan Kerusakan pertukaran gas Kekacauan pola bahasa
dan adrenal tahanan otot
Retensi Na+H2O Sekresi HCL di gaster D. 0054 Gangguan Mobilitas Pernafasan dangkal D. 0119 Gangguan
meningkat Fisik Komunikasi Verbal
D. 0036 Resiko
D.0005 Pola Napas Tidak
Ketidakseimbangan Cairan D. 0019 Defisit Nutrisi I. 05173 Dukungan Mobilisasi I. 13492 Promosi
Efektif
- Identifikasi adanya nyeri Komunikasi : Defisit
atau keluhan lainnya Bicara
I. 03098 Manajemen Cairan - Monitor frekuensi jantung I. 01011 Manajemen Jalan - Monitor frustasi,
I. 03119 Manajemen Nutrisi
- Monitor status hidrasi dan tekanan darah Napas marah, depresi atau hal
- Identifikasi status
- Monitor hasil sebelum memulai - Monitor pola napas lain yang mengganggu
nutrisi
pemeriksaan laboratorium mobilisasi - Monitor sputum bicara
- Identifikasi perlunya
- Berikan asupan cairan - Libatkan keluarga untuk - Posisikan fowler - Gunakan metode
penggunaan selang
sesuai kebutuhan membantu pasien dalam atau semi fowler komunikasi alternative
nasogastrik
- Berikan cairan intravena meningkatkan pergerakan - Berikan minum - Berikan dukungan
- Monitor berat badan
jika perlu - Ajarkan mobilisasi hangat psikologis
- Klaborasi dengan ahli
gizi untuk menentukan sederhana yang harus - Berikan oksigen jika
jumlah kalori dan jenis dilakukan perlu
Sumber : nutrient yang
- SDKI, SIKI, SLKI DPP PPNI. dibutuhkan, jika perlu
2016. Standar Diagnosa
Keperawatan Indonesia Edisi 1.
Jakarta : Dewan Pengurus PPNI Nama : Shinta Salsabila
- Smeltzer, Sezanne C. & Brenda G. Instansi : Poltekkes Kemenkes Semarang
Bare. 2002. Keperawatan medical Ruang/RS : Ruang Anak PICU / RSUD K.R.M.T Wongsonegoro
bedah (8thed). Jakarta: EGC