100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
3K tayangan17 halaman

Program Kerja PPI di Rumah Sakit

Dokumen tersebut merupakan program kerja Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di suatu rumah sakit untuk mengurangi risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan pada pasien, petugas, dan pengunjung melalui kegiatan seperti kebersihan tangan, kebersihan lingkungan, surveilans infeksi, investigasi wabah, edukasi, penilaian risiko secara berkala, dan pemantauan pelaksanaan program.

Diunggah oleh

riski aprianti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
3K tayangan17 halaman

Program Kerja PPI di Rumah Sakit

Dokumen tersebut merupakan program kerja Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di suatu rumah sakit untuk mengurangi risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan pada pasien, petugas, dan pengunjung melalui kegiatan seperti kebersihan tangan, kebersihan lingkungan, surveilans infeksi, investigasi wabah, edukasi, penilaian risiko secara berkala, dan pemantauan pelaksanaan program.

Diunggah oleh

riski aprianti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KERJA

TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

A. Pendahuluan
Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan
derajat kesehatan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu rumah sakit dituntut untuk
dapat memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar yang
telah ditentukan.

Disisi lain, rumah sakit dapat menjadi mata rantai transmisi penyakit. Penyakit
infeksi terkait pelayanan kesehatan atau Healthcare Associated Infection (HAIs)
merupakan salah satu masalah kesehatan diberbagai negara di dunia, termasuk
Indonesia. Dalam forum Asian Pasific Economic Comitte (APEC) atau Global health
Security Agenda (GHSA) penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan telah menjadi
agenda yang di bahas. Hal ini menunjukkan bahwa HAIs yang ditimbulkan berdampak
secara langsung sebagai beban ekonomi negara.

Secara prinsip, kejadian HAIs sebenarnya dapat dicegah bila fasilitas pelayanan
kesehatan secara konsisten melaksanakan program PPI. Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi merupakan upaya untuk memastikan perlindungan kepada setiap orang terhadap
kemungkinan tertular infeksi dari sumber masyarakat umum dan disaat menerima
pelayanan kesehatan pada berbagai fasilitas kesehatan.

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pelayanan


kesehatan, perawatan pasien tidak hanya dilayani di rumah sakit saja tetapi juga di
fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, bahkan di rumah (home care).

B. Latar Belakang
Berdasarkan angka infeksi di RSIA Bunda Ciputat pada tahun 2020, diantaranya
Infeksi Daerah Operasi ( IDO ) sebesar 3%, Flebitis 0,2 ‰, Ventilator Assosiated
Pneumoni ( VAP ) sebesar 0 %, Infeksi Saluran Kemih sebesar 0 ‰ dan IADP sebesar 0%,
maka dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan
kesehatan sangat penting bila terlebih dahulu petugas dan pengambil kebijakan
memahami konsep dasar penyakit infeksi.
Berdasarkan hal diatas maka perlu disusun program pencegahan dan
pengendalian infeksi di RSIA Bunda Ciputat agar terwujud pelayanan kesehatan yang
bermutu dan dapat menjadi acuan bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan
pencegahan dan pengendalian infeksi serta dapat melindungi masyarakat dan
mewujudkan patient safety.
C. Tujuan

1. Tujuan Umum
Mengurangi resiko infeksi yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan pada
pasien, petugas baik staf klinis/non klinis, pengunjung dan masyarakat sekitar RS.
2. Tujuan Khusus
a. Terlaksananya praktik kebersihan tangan.
b. Terlaksananya kebersihan lingkungan rumah sakit.
c. Terlaksananya surveilens Infeksi Rumah Sakit.
d. Terlaksananya investigasi outbreak/KLB.
e. Terlaksananya monitoring Anti Mikroba yang aman.
f. Terlaksananya Kesehatan Kerja.
g. Terlaksananya edukasi PPI.
h. Terlaksananya assessment berkala, analisa dan risk register
i. Terlaksananya penurunan resiko infeksi.
j. Terlaksananya skorring dan review angka infeksi.
k. Terlaksananya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Infeksi Covid-19
l. Terlaksananya monitoring dan evaluasi pelaksanaan PPI.

D. Program Kerja Komite PPI, yang meliputi :


1. Kebersihan tangan
2. Kebersihan lingkungan rumah sakit
3. Surveilens infeksi
4. Investigasi ( Outbreak ) penyakit infeksi
5. Meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan antimikroba secara aman.
6. Kesehatan kerja
7. Edukasi PPI
8. Assesment resiko secara berkala, analisis resiko, serta menyusun risk register
9. Menetapkan sasaran penurunan resiko infeksi.
10. Mengukur dan me-review resiko infeksi.
11. Melaksanakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Covid- 19
12. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PPI.

E. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


a. Kebersihan Tangan
 Audit 6 langkah dan 5 moment kebersihan tangan kepada semua petugas
baik klinis dan non klinis.
 Audit fasilitas kebersihan tangan baik handwash maupun handrub
 Usulan kelengkapan fasilitas kebersihan tangan
 Edukasi Kebersihan tangan ke petugas, pasien, pengunjung dan
masyarakat.
b. Kebersihan Lingkungan Rumah Sakit
 Audit 5 R ( Resik , Rapi, Ringkes, Rawat, Rajin ) di semua lingkungan RS.
 Audit kepatuhan petugas pembuangan limbah/ sampah
 Usulan kelengkapan fasilitas kebersihan lingkungan.
 Pemeriksaan kualitas udara, air dan permukaan lingkungan.
c. Surveilans resiko infeksi
 Infeksi Luka Operasi ( ILO )
 Infeksi Aliran Darah Primer ( IADP )
 Plebitis
 Infeksi Saluran Kemih ( ISK )
 Ventilator Associated Infection ( VAP )
 Hospital Aquired Pneumonia ( HAP )
 Multi Drug Resisten Organisme ( MDRO)
New Emerging Re Emerging Desease
d. Investigasi wabah ( outbreak ) penyakit Infeksi
 Persiapan lapangan
 Memastikan KLB
 Verifikasi Diagnosa
 Tetapkan kasus KLB ( umumkan )
 Pengolahan data deskriptif
 Buat langkah penanggulangan
 Evaluasi hasil
 Pencegahan dan penanggulangan
 Observasi hasil tindakan
 Komunikasi hasil temuan
 Kasus dihentikan
e. Pengawasan penggunaan Anti Mikroba secara aman
 Pembuatan Pola kuman HAIs
 Pembuatan Pola Kuman MDRO
 Pemantauan pemberian Antimikroba profilaksis
f. Kesehatan Kerja
 Medical Chek Up seluruh karyawan sesuai prioritas
 Tracing Kontak erat Covid -19
 Laporan pasca pajanan
 Profilaksis pasca pajanan
 Pasca pajanan HIV
 Pasca pajanan Hepatitis B
 Imunisasi
 Hepatitis B
 Vaksin Covid-19
g. Edukasi PPI
 Kegiatan diklat eksternal
 Pelatihan PPI Dasar
 Pelatihan PPI Lanjut
 Pelatihan IPCN
 Pelatihan IPCN Lanjut
 Pelatihan TOT PPI
 Pelatihan IPCD
 Pertemuan Ilmiah Tahunan
 Pelatihan/Seminar/Workshop PPI lainnya
 Kegiatan diklat internal
 Orientasi pegawai baru ( klinis non klinis )
 In House Training Staf Klinis ( PPA) secara berkala
 In House Training Staf Non Klinis
 Edukasi Pasien dan keluarga
 Edukasi Pengunjung
h. Assesment berkala terhadap resiko dan analisis resiko, serta risk register
 Infection Control Risk Assesment ( ICRA ) unit :
 Rawap Inap
 Rawat Jalan
 Instalasi Gawat Darurat
 Instalasi Farmasi
 Instalasi Radiologi
 Instalasi Penyehatan Lingkungan
 Neonates Intensive Care Unit
 Kamar bedah
 Instalasi Pemeliharaan Sarana RS
 Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit
 Infection Control Risk Assesment ( ICRA ) kegiatan penunjang:
 Tindakan invasive (pencampuran obat suntik,
pemberian suntikan, terapi cairan )
 pemrosesan alat dan sterilisasi
 pengelolaan linen dan laundry
 pengelolaan limbah dan benda tajam
 pelayanan makanan
pengelolaan kamar jenazah
 Infection Control Risk Assesment ( ICRA ) kontruksi:
 renovasi
 demolisi
 pembangunan gedung baru/kontruksi
i. Menetapkan sasaran penurunan resiko
 Menurunkan resiko HAIs:
 Penerapan Bundles /Pencegahan IDO
 Penerapan Bundles /Pencegahan Plebitis
 Penerapan Bundles /Pencegahan IADP
 Penerapan Bundles /Pencegahan ISK
 Penerapan Bundles /Pencegahan VAP

Penerapan Bundles /Pencegahan HAP
 Management resiko di laboratorium:
 Bio Safety Cabinet
 Laminary Air Flow
j. Mengukur dan mereview resiko infeksi
 Skoring Resiko Infeksi:
 Resiko HAIs
 ICRA Unit
 ICRA penunjang
 ICRA Kontruksi
 Resiko Laboratorium
 Review resiko infeksi
Dilakukan upaya menurunkan resiko infeksi dengan PDSA
k. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PPI
 Monitoring dan supervisi tiap bulan
 Analisa dan evaluasi tiap 3 bulan
 Rapat dengan IPCLN tiap bulan
 Rapat dengan Komite PPI setiap 3 bulan
 Rapat dengan Komite PMKP setiap 4 bulan
 Rapat dengan unit terkait setiap 4 bulan atau sewaktu- waktu
diperlukan
F. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

1. Kebersihan tangan
a. Monitor kepatuhan 5 moment kebersihan tangan Memonitoring evaluasi dan
analisa pada 5 moment kebersihan tangan petugas baik klinis dan Non Klinis
 Pelaksana kegiatan : IPCN dan IPCLN
 Waktu pelaksanaan : setiap bulan
 Cara melaksanakan : melakukan pengamatan kepada staf/petugas baik
klinis dan Non Klinis tentang kepatuhan 5 moment hand hygiene .
b. Monitor kelengkapan fasilitas kebersihan tangan
 Pelaksana kegiatan : IPCN dan IPCLN
 Waktu pelaksanaan : setiap bulan
 Cara melaksanakan : melakukan pengamatan kelengkapan fasilitas
kebersihan tangan baik handrub maupun handwash.
c. Usulan kelengkapan fasilitas kebersihan
 Pelaksana kegiatan : IPCN dan IPCLN
 Waktu pelaksanaan : setiap bulan
 Cara melaksanakan : membuat anggaran jumlah kebutuhan fasilitas
kebersihan tangan baik handrub maupun handwash diseluruh unit
d. Kampanye 6 langkah dan 5 moment kebersihan tangan kepada petugas, pasien,
keluarga, pengunjung dan masyarakat
 Pelaksana kegiatan : IPCN, IPCLN, Perawat PPA
 Waktu pelaksanaan : setiap bulan di poliklinik
rawat jalan, setiap menerima pasien baru oleh perawat PPA
 Cara melaksanakan : melakukan edukasi secara langsung tentang
cuci tangan ( 6 langkah 5 moment) kepada petugas, pasien, keluarga,
pengunjung dan masyarakat.
2. Kebersihan Lingkungan Rumah Sakit
a. Monitor 5 R ( ringkas, rapi, resik, rawat, rajin ) Memonitoring
evaluasi dan analisa 5 R diseluruh lingkungan rumah sakit

 Pelaksana kegiatan : IPCN dan IPCLN


 Waktu pelaksanaan : setiap bulan
 Cara melaksanakan : melakukan pengamatan disemua unit dan
instalasi menggunakan cek lis.
b. Monitor kepatuhan petugas pembuangan limbah /sampah Memonitoring
evaluasi dan analisa kepatuhan pembuangan sampah infeksius dan
sampah non infeksius pada staf/petugas , pasien dan pengunjung
 Pelaksana kegiatan : IPCN dan IPCLN
 Waktu pelaksanaan : setiap bulan
 Cara melaksanakan :melakukan pengamatan disemua unit dan
instalasi tentang kepatuhan pembuangan limbah sampah
menggunakan cek lis.
c. Usulan kelengkapan fasilitas kebersihan lingkungan
 Pelaksana kegiatan : IPCN
 Waktu pelaksanaan : setiap bulan
 Cara melaksanakan :membuat daftar kebutuhan fasilitas kebersihan
lingkungan sesuai rekomendasi PPI dan melakukan rapat koordinasi
dengan Instalasi Penyehatan Lingkungan dan vendor cleaning service
d. Pemeriksaan kualitas udara, air dan permukaan lingkungan
 Pelaksana kegiatan : Laboratorium BBTKLPP
 Waktu pelaksanaan : setiap 6 bulan
 Cara melaksanakan : melakukan koordinasi dengan instalasi
penyehatan lingkungan dalam pelaksanaan pemeriksaan kualitas
kesehatan lingkungan
3. Surveilans resiko infeksi
 Pelaksana kegiatan : IPCN yang di bantu IPCLN
 Waktu pelaksana : setiap hari
 Cara melaksanakan : melakukan surveilans pasien yang mengalami
infeksi saluran kemih (ISK) dengan target pasien yang terpasang catheter
urine menetap di RSIA Bunda Ciputat, pasien yang mengalami infeksi daerah
operasi (IDO) dengan target pasien yang dilakukan operasi di rumah sakit
meliputi dengan kriteria operasi bersih dan bersih terkontaminasi, pasien
yang mengalami pneumonia dengan target pasien yang terpasang ventilator
(ventilator associated pneumonia) dan pasien dengan tirah baring lama
(hospital aquired pneumonia), pasien yang mengalami infeksi darah primer
dengan target pada pasien yang terpasang central vena line (CVL), flebitis
pada pasien yang terpasang perifer vena line, penyakit dan organisme yang
signifikan secara epidemiologis, multi drug resisten organisme (MDRO),
virulensi infeksi yang tinggi, muncul dan pemunculan kembali (new emerging
atau reemerging ) infeksi di masyarakat dicatat dan SIMRS.
4. Investigasi wabah / outbreak/ kejadian luar biasa / KLB
 Pelaksana kegiatan : tim PPI
 Waktu pelaksanaan : bila terjadi KLB
 Cara melaksanakan : Bersama dengan komite PMKP melakukan
investigasi KLB infeksi RS
5. Pengawasan anti mikroba yang aman
 Berkoordinasi dengan tim PPRA
 Penggunaan antimikroba yang aman berdasarkan pada tiga indikasi :
- Indikasi profilaksis bedah pada preoperasi bersih / bersih terkontaminasi
- Terapi empiris pada kasus infeksi atau di duga infeksi tetapi belum
diketahui kuman dan sensitivitasnya.
- Terapi definitive dengan dasar pemeriksaan kultur kuman
6. Kesehatan kerja
Melaksanakan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) :
 Pelaksana kegiatan : tim K3RS dan tim PPI
 Waktu pelaksanaan : sesuai kejadian dan kebutuhan
 Cara melaksanakan : koordinasi antara tim K3 dan tim PPI
7. Edukasi PPI
Meningkatkan pengetahuan petugas, pasien dan pengunjung tentang PPI
 Pelaksana kegiatan : tim PPI, PKRS, sie diklat
 Waktu pelaksanaan : sesuai kebutuhan
 Cara melaksanakan : melakukan edukasi pada petugas, pasien dan
pengunjung dengan memberikan materi tentang PPI
8. Asessment resiko berkala
 Pelaksana kegiatan : IPCN
 Waktu pelaksanaan : sebulan sekali
 Cara melaksanakan : melakukan monitoring evaluasi ruang gizi, laundry,
CSSD, kamar jenazah, ruang rawat inap, IBS, ICU lokasi renovasi / demolisi /
pembangunan Gedung baru serta unit lain terhadap kepatuhan prinsip PPI.
9. Menetapkan sasaran penurunan resiko
 Pelaksana kegiatan : tim PPI
 Waktu pelaksanaan : setiap 3 bulan sekali
 Cara melaksanaakan : melakukan monitoring evaluasi penerapan bundle
HAIs dan penerapan penurunan resiko di laboratorium
10. Mengukur dan mereview resiko infeksi
 Pelaksana kegiatan : tim PPI dan PMKP
 Waktu pelaksanaan : setahun sekali
 Cara melaksanakan : mengidentifikasi resiko infeksi selama setahun
kemudian menganalisa dan menindak lanjuti resiko infeksi tersebut
11. Melaksanakan pencegahan dan pengendalian infeksi covid -19
 Pelaksana kegiatan : semua civitas hospitalia
 Waktu pelaksanaan : setiap hari
 Cara melaksanakan :
a. Melaksanakan pengaturan alur layanan (alur pasien, skrining dan triase)
b. Melaksanakan pembagian zonasi pelayanan (covid-19 dan non covid -19)
c. Melaksanakan penerapan PPI (protocol bagi pasien dan petugas)
12. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan PPI
 Pelaksana kegiatan : IPCN
 Waktu pelaksanaan : sebulan sekali
 Cara melaksanakan : melakukan monitoring setiap bulan kemudian
dilakukan Analisa setiap 3 bulan sekali Bersama tim PPI dan menindak lanjuti
hasil evaluasi

G. SASARAN
1. Kebersihan tangan
- Kepatuhan 6 langkah kebersihan tangan 100 %
- Kepatuhan 5 moment klebersihan tangan 85 %
- Kelengkapan fasilitas kebersihan tangan 100 %
2. Kebersihan lingkungan rumah sakit
- Kepatuhan penerapan 5R di semua unit 100 %
- Kepatuhan pemilahan dan pembuangan sampah 100 %
- Kelengkapan fasilitas kebersihan lingkungan 100%
- Hasil pemeriksaan kualitas udara, air dan permukaan lingkungan dalam batas normal
sesuai standar perundang – undangan yang berlaku
3. Surveilans infeksi
- Tercapainya data surveilans HAIs (flebitis, IADP, ISK, VAP, HAP, IDO) 100%
- Tercapainya data MDRO 100%
- Tercapainya data new emerging re emerging desease 100%
4. Investigasi (outbreak) penyakit infeksi
Tercapainya investigasi outbreak infeksi (bila ada) 100 %
5. Meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan antimikroba secara aman
- Terlaksananya pengawasan antimikroba profilaksis 100%
- Terlaksananya pengawasan antimikroba terapi empiric 100%
- Terlaksananya pengawasan antimikroba terapi definitive 100%
6. Kesehatan kerja
- Terlaksananya pemeriksaan berkala pada staf 100 %
- Terlaksananya propilaksis pasca pajanan 100%
- Terlaksananya imunisasi hepatitis B 100 %
7. Edukasi PPI
- Terlaksananya edukasi PPI kepada staf sesuai usulan 100%
- Terlaksananya edukasi PPI kepada pasien, keluarga dan pengunjung 100%
8. Assessment resiko secara berkala
- Terlaksananya monitoring unit penunjang, ranap dan renovasi 100%
9. Menetapkan sasaran penurunan resiko
- Angka kejadian (insiden rate) infeksi luka operasi (ILO) ≤ 2%
- Angka kejadian (insiden rate) flebitis ≤ 1%
- Angka kejadian (insiden rate) infeksi saluran kemih (ISK) ≤ 4,7%
- Angka kejadian (insiden rate) ventilator associated pneumonia (VAP) ≤ 5,8 %
- Angka kejadian (insiden rate) infeksi aliran darah primer (IADP) ≤ 3,5%
- Angka kejadian (insiden rate) hospital aquired pneumonia (VAP) ≤ 1%
10. Mengukur dan me review reiko infeksi
- Terlaksananya scoring dan review angka infeksi 100%
11. Melaksanakan pencegahan dan pengendalian infeksi covid-19
- Tercapainya pencegahan dan pengendalian infeksi covid-19 100%
12. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PPI
- Tercapainya monitoring dan evaluasi PPI 100%
H. Jadwal Kegiatan

N Kegiatan Bulan Keterangan


o Jan Fe Ma Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt No Des
b r t v
1 Audit fasilitas kebersihan tangan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2 Audit kepatuhan kebersihan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
tangan
3 Re edukasi kebersihan tangan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 Audit kepatuhan pemilahan dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
pembuangan sampah
5 Audit Kebersihan lingkungan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
6 Pemeriksaan kualitas air, udara √ √ Kerjasama IPL
dan permukaan lingkungan
7 Suveilens infeksi rumah sakit √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
8 Investigasi outbreak/KLB √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Bila ada kasus
9 Pengawasan antimikroba yang √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kerjasama Tim
aman PPRA
10 Monitoring kesehatan kerja √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kerja sama K3RS
11 Edukasi staf klinis/ non klinis √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
12 Edukasi karyawan/mahasiswa Bila ada
baru
13 Edukasi pasien, keluarga, √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kerjasama PKRS
pengunjung
14 Pelatihan/seminar ekternal Kerja sama Diklat
15 Monitoring Unit Gizi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
16 Monitoring Unit Loundry √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
17 Monitoring Unit CSSD √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
18 Monitoring Unit Kamar Jenazah √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
19 Monitoring Unit Laboratorium √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
20 Monitoring Bila ada
Renovasi/demolisi/kontruksi
21 Monitoring tindakan invasif √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
22 Monitoring penerapan Bundle √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
HAIs
23 Rapat IPCLN √ √ √ √
24 Rapat Komite PPI √ √ √ √
25 Rapat dengan unit terkait √ √ √
26 Rapat dengan PMKP √
27 Mengukur dan me review infeksi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
28 Monitoring pelaksanaan PPI √ √
29 Monitoring pemeriksaan tehnik √ √ √ Kerjasama IPSRS
dan mekanic
30 Menganalisa hasil monitoring PPI √ √ √
31 Membuat usulan ruang isolasi √
tekanan negatif
32 Membuat usulan ruang isolasi √
tekanan positif
33 Membuat usulan sentralisasi √
proses sterilisasi di CSSD
34 Monitoring ruangan Isolasi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
35 Monitoring pemakaian dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
pelepasan APD
36 Diseminasi hasil monitoring PPI √
37 Membuat laporan bulanan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
38 Membuat laporan 3 bulanan √ √ √
I. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan
1. Pencatatan, pelaporan dan evaluasi
a. Pencatatan
1) Setiap hari IPCN yang dibantu IPCLN mencatat data infeksi rumah sakit di unit-
unit pelayanan (surveilans) dengan menggunakan SIMRS, mendokumentasikan
hasil audit kepatuhan kebersihan tangan, kepatuhan penerapan SPO / kebijkan
PPI dan atau monitoring penerapan PPI di semua unit pelayanan
2) Data yang terkumpul akan dibuatkan Analisa oleh tim PPI
b. Pelaporan
1) Setiap 1 bulan sekali data surveilans dikumpulkan dan dibuatkan laporan oleh
IPCN untuk didiskusikan dengan tim PPI dan selanjutnya setiap 3 bulan laporan
di kirim ke direktur RSIA Bunda Ciputat dan komite peningkatan mutu dan
keselamatan pasien (PMKP)
2) Monitoring unit dikumpulkan selama 3 bulan, dianalisa dan didiskusikan
dengan tim PPI, selanjutnya dibuatkan laporan yang dikirim ke direktur RSIA
Bunda Ciputat
c. Evaluasi
1) Evaluasi proses
a. Semua kegiatan program berjalan sesuai jadwal
b. Formulir monitoring terisi sesuai jadwal
2) Evaluasi hasil
Hasil kegiatan program PPI setiap 3 bulanakan dilakukan feed back oleh
direktur untuk dilakukan tindak lanjut oleh tim PPI

Anda mungkin juga menyukai