WILMAR LEARNING CENTER
OVERVIEW CPKO FRACTIONATION 7-8 SEPTEMBER 2018
ON THE JOB TRAINING PT. MNA KWALA TANJUNG
SPECIALIST TRAINEE REFINERY PROGRAM BACTH V
A.Pendahuluan
Pengepresan buah kelapa sawit akan menghasilkan CPO (Crude Palm Oil) dan CPKO (Crude Palm
Kernel Oil). CPO berwarna jingga kemerahan, dihasilkan dari bagian serabut (mesocarp) kelapa
sawit. Sedangkan CPKO dihasilkan dari bagian biji / inti (kernel). Jumlah rendemen minyak
mentah yang dihasilkan berkisar 23% dari berat buah, dengan perbandingan +- 18% CPO dan +-
5% CPKO.
CPO dan CPKO memiliki karakteristik yang berbeda. Pada CPO, komposisi terbesar asam lemak
penyusunnya adalah asam lemak palmitat sehingga sering disebut sebagai minyak palmitat.
Sedangkan pada CPKO, komponen terbesar adalah asam lemak laurat, sehingga sering pula
dinamakan minyak laurat. Karena perbedaan komposisi asam lemak ini produk-produk turunan
yang dihasilkannya pun berbeda. Produk-produk turunan yang dihasilkan dari pengolahan lebih
lanjut CPO dan CPKO dimanfaatkan secara luas, di antaranya dalam industri pangan (berupa
minyak goreng cair, minyak goreng padat, margarin, shortening, specialty fat -seperti cocoa butter
substitute, cocoa butter equivalent, cocoa butter replacer, butter oil substitute, creamer, non dairy
whipping cream), industri oleokimia (sabun, kosmetik), hingga industri biofuel (bahan bakar
nabati / biodiesel). Manfaat yang beragam dari minyak mentah sawit ini menjadikan permintaan
terhadap kelapa sawit terus mengalami peningkatan, terutama sejak 2 dekade terakhir.
CPKO Fraksinasi adalah unit yang memisahkan CPKO menjadi dua fraksi yaitu Fraksi padat dan
fraksi cair. Selanjutnya fraksi padat dari CPKO disebut dengan Crude Kernel Stearin (CKS) dan
fraksi cair dari CPKO disebut Crude Kernel Olein (CKL).
Berikut adalah flowdiagram dalam CPKO Fraksinasi.
Nama peserta : Damar Kismoyo Wahyono
NIK :6218028214
Unit/ Department : MNA-Serang/ ST Refinery
WILMAR LEARNING CENTER
OVERVIEW CPKO FRACTIONATION 7-8 SEPTEMBER 2018
ON THE JOB TRAINING PT. MNA KWALA TANJUNG
SPECIALIST TRAINEE REFINERY PROGRAM BACTH V
FFA 3.5% Max
Raw Material
IV 19 Max
CPKO
MC 0.5% Max
Heating/ Pre Cooling CPKO T=37OC
Crystalizing CPKO 26-28OC
Cooled Room (Cooling) Cake 19-22OC
Screw Crushing
Filtrasi (filter press) Feed Pressure 3.5 bar
Squeezing pressure 22 - 30bar
CKS CKL
32-35% 65-68%
B. PreCooling/ PreHeating
Tahapan dimana CPKO akan diturunkan suhu nya atau dinaikan suhunya, supaya CPKO masuk
ke Crystalizer pada suhu 37derajat celcius. Tujuan dari PreCooling adalah persiapan suhu
sebelum masuk ke Crystalizer, karena apabila suhu tinggi CPKO masuk ke crystalizer maka
pembentukan inti kristal dalam crystalizer tidak akan maksimal dan akan berpengaruh pada
proses selanjutnya. Begitu pula apabila suhu CPKO terlalu rendah maka kristal yang terbentuk
tidak akan seragam, karena pada suhu rendah inti kristal CPKO mudah terbentuk secara alamiah
Nama peserta : Damar Kismoyo Wahyono
NIK :6218028214
Unit/ Department : MNA-Serang/ ST Refinery
WILMAR LEARNING CENTER
OVERVIEW CPKO FRACTIONATION 7-8 SEPTEMBER 2018
ON THE JOB TRAINING PT. MNA KWALA TANJUNG
SPECIALIST TRAINEE REFINERY PROGRAM BACTH V
dan tidak seragam, sehingga apabila hal ini terjadi tentunya akan menggangu proses pemadatan
selanjutnya dan kristal yang dihasilkan akan mudah rusak. Selain itu apabila suhu terlalu rendah
maka CPKO akan mengendap di Crystalizer. Sehingga pada kondisi seperti ini dibutuhkan
PreHeating.
C.Crystalizing
Dalam Crystalizer CPKO akan diproses untuk pembentukan bibit kristal. Berbeda dari prinsip
kerja Crystalizer di Fraksinasi RPO, Prinsip crystalizer di unit CPKO Fraactionation ini hanyalah
pembentukan inti kristal saja sedangkan tahap pembentukan kristal selanjutnya di Cooled room.
Crystalizer adalah sebuah vessel yang memiliki system agitasi dan pendinginan. Agitasi
berfungsi sebagai Distributor pemerataan pendinginan, supaya inti kristal yang terbentuk
seragam dan Sebagai alat untuk mencegah terjadinya pengendapan CPKO didalam vessel.
Crystalizer di CPKO Fractionation berjumlah 2 unit, dengan kapasitas 12.8 MT. Proses filling
berlangusung sekitar 20 menit dan Pendinginan(kristalisasi) berlangsung pada 120-150 menit.
Temperatur Crytalizer dijaga pada suhu 26-28 derajat celcius menggunakan system pendinginan
chill water melalui coil-coil yang terdapat dalam Crystalizer.
D. Cooling (Cooled Room)
CPKO dengan suhu 26-27 derajat celcius keluar dari crystalizer akan mengisi tray-tray yang
sudah terpasang dengan konveyor yang akan membawa minyak ke ruangan pendingin. Didalam
cooled room CPKO akan dipadatkan. Inti kristal halus yang telah terbentuk dalam crystalisasi
akan melalui tahap penggabungan beberapa inti dan membentuk kristal yang kuat pada tahap
pendinginan di cooled room berlangsung sekitar 3 jam.
Gambar D.1 CPKO filled tray menuju cooled room
Nama peserta : Damar Kismoyo Wahyono
NIK :6218028214
Unit/ Department : MNA-Serang/ ST Refinery
WILMAR LEARNING CENTER
OVERVIEW CPKO FRACTIONATION 7-8 SEPTEMBER 2018
ON THE JOB TRAINING PT. MNA KWALA TANJUNG
SPECIALIST TRAINEE REFINERY PROGRAM BACTH V
Prinsip kerja dari cooled room adalah menghembuskan udara yang sebelumnya udara tersebut
didinginkan mengggunakan chill water. Udara tersebut dihembuskan ke jalur-jalur yang dilalui
tray-tray berisi CPKO (4.5 Kg) sehingga CPKO akan memadat. Suhu ruangan diatur pada suhu
12 derajat celcius, diharapkan cake (hasil kristal/ pemdatan cpko) keluar dari cooled room
bersuhu 19-20 derajat celcius. Ini merupakan titik kritis yang harus dijaga, apabila suhu terlalu
rendah, cake akan mengeras, dan akan mengganggu proses crushing (screw) dan menghambat
proses filtrasi(filter press). Namun apabila suhu lebih tinggi dari 12 derajat, maka cake akan
cenderung lembek dan yield stearin yang dihasilkan akan sedikit.
Gambar D.2 Proses pemadatan CPKO dalam cooled room
E. Filter Press
Cake yang terbentuk dalam cooled room akan dihancurkan menjadi slury menggunakan screw
conveyor kemudian di pompa ke feed tank menggunakan nemo slury pump. Feed tank adalah
tempat penampungan slury sebelum dilanjutkan proses filter press. Feed tank memiliki kapasitas
Nama peserta : Damar Kismoyo Wahyono
NIK :6218028214
Unit/ Department : MNA-Serang/ ST Refinery
WILMAR LEARNING CENTER
OVERVIEW CPKO FRACTIONATION 7-8 SEPTEMBER 2018
ON THE JOB TRAINING PT. MNA KWALA TANJUNG
SPECIALIST TRAINEE REFINERY PROGRAM BACTH V
14 Ton dan slury diijinkan ditransfer ke filter press (5Ton) apabila level minimal feed tank 40%.
Persyaratan ini bertujuan untuk menjaga supaya filter press ketika menarik slury, slury tersebut
dapat memenuhi seluruh ruang dalam filter, karena apabila feed tank kosong sedangkan filer
press masih memiliki celah/ ruang yang belum terisi oleh slury dapat menyebabkan hasil
pemisahan stearin dan olein tidak berjalan sempurna dan dapat merusak camber dan membrane
dari filter press.
Selanjutnya slury akan masuk ke tahap pemisahan dalam filter press. Prinsip kerja dari Filter
Press ini adalah menekan slury dengan diapit beberapa tray membrane filter. Sehingga fase cair
(CKL) akan lolos melalui membrane dan fase padat (CKS) akan terperangkap dalam membrane
filter.
Cara kerja dari filter press adalah :
1.Feed masuk mengisi ruang ruang membrane filter yang telah di atur tekanannya pada 3.5 bar.
2. Tahap squeezing slury dengan tekanan 22 bar. Tekanan ini dibuat secara mekanik
menggunakan prinsip hidrolik yang terhubung kepada tiap tray membrane filter (chamber) dan
juga dengan menggunakan minyak RKL yang masuk ke dalam chamber untuk membuat tekanan
dari arah dalam chamber ke luar kedua sisi chamber.
3.Tahap Core Blow yaitu tahap flushing jalur feed ke feed tank menggunakan udara bertekanan
4. Tahap filter blow yaitu tahap flshing jalur CKL dari filter membrane menggunakan udara
bertekanan. Tujuannya untuk mengambil CKL yang masih terjebak dalam membrane filter untuk
didorong menggunakan udara bertekanan sehingga masuk ke jalur tank CKL.
5.Discharge slury cake CKS.
Jalur udara tekan
Jalur hidrolik
Jalur outlet CKL
Gambar E.1 Foto tampak samping system filter press
Nama peserta : Damar Kismoyo Wahyono
NIK :6218028214
Unit/ Department : MNA-Serang/ ST Refinery
WILMAR LEARNING CENTER
OVERVIEW CPKO FRACTIONATION 7-8 SEPTEMBER 2018
ON THE JOB TRAINING PT. MNA KWALA TANJUNG
SPECIALIST TRAINEE REFINERY PROGRAM BACTH V
Lubang jalur CKL saat di
press filtering
Kontur yang membuat
stearin terperangkap
sekaligus membuat aliran
celah untuk fase olein
Gambar E.2 sebuah tray chamber (tanpa membrane filter)
Tempat isian dari RKL sebagai media
penekan saat pressing filter
Outlet CKL meniggalkan filter menuju
selang-selang CKL menuju tank CKL
Gambar E.3 Dua buah chamber tray filter tampak samping
Proses Filtering berlangsung 86- 90 Menit. Control Point yang harus dijaga pada proses ini
adalah tekanan dan lama waktu saat pressing. Apabila tekanan dan waktu melebihi set point
Nama peserta : Damar Kismoyo Wahyono
NIK :6218028214
Unit/ Department : MNA-Serang/ ST Refinery
WILMAR LEARNING CENTER
OVERVIEW CPKO FRACTIONATION 7-8 SEPTEMBER 2018
ON THE JOB TRAINING PT. MNA KWALA TANJUNG
SPECIALIST TRAINEE REFINERY PROGRAM BACTH V
maka IV akan rendah dan yield stearin yang didapat akan semakin sedikit Namun apabila
Tekanan rendah dan waktu kurang dari set point maka yield stearin akan lebih banyak, IV akan
naik namun masih terdapat kemungkinan fraksi olein terdapat dalam CKS.
Dari hasil Pemisahan di alat filter press ini dari 100% CPKO akan menghasilkan 65-68% CKL
dan 32-35% CKS. Selanjutnya CKS akan dipanaskan untuk merubah fasa cake stearin menjadi
liquid untuk kemudian di simpan ke tanki penyimpanan.
Tabel Standar Quality Control Produk
Parameter CKL CKS CKS Special
MC 1% Max 0.5% max 0.5 max
IV 22-25 Max 5.6-7.0 max 4.0-5.5 max
Nama peserta : Damar Kismoyo Wahyono
NIK :6218028214
Unit/ Department : MNA-Serang/ ST Refinery