0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
342 tayangan23 halaman

Karakteristik Bangsa Indonesia

Makalah ini membahas tentang karakteristik bangsa Indonesia. Pembahasan meliputi pengertian karakteristik bangsa Indonesia, faktor pembentuknya, kondisi saat ini, upaya pembentukan karakter bangsa, dan tujuan pendidikan karakter bangsa. Karakteristik bangsa Indonesia mencakup nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong, semangat juang, dan nasionalisme yang berakar dari budaya nenek moyang.

Diunggah oleh

teh tarik manis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
342 tayangan23 halaman

Karakteristik Bangsa Indonesia

Makalah ini membahas tentang karakteristik bangsa Indonesia. Pembahasan meliputi pengertian karakteristik bangsa Indonesia, faktor pembentuknya, kondisi saat ini, upaya pembentukan karakter bangsa, dan tujuan pendidikan karakter bangsa. Karakteristik bangsa Indonesia mencakup nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong, semangat juang, dan nasionalisme yang berakar dari budaya nenek moyang.

Diunggah oleh

teh tarik manis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

DR. H. HUSEN SARUJIN, SH., MM., M.SI., MH.

Dosen Pengampu Mata Kuliah :

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

“KARAKTERISTIK BANGSA INDONESIA”

Disusun oleh :

Kelompok VII

1. Sri wahyuni ( 60100121021 )


2. Nurwinda sari ( 60100121022 )

JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

TAHUN AJARAN 2021/2022


2

DR. H. HUSEN SARUJIN, SH, MM, M.Si, MH.

DOSEN PENGAMPUH MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA DAN


KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS SAINSTEK UIN ALAUDDIN MAKASSAR TAHUN 2021
2

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
“Karakteristik Bangsa Indonesia” ini tepat pada waktunya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak
DR. H. HUSEN SARUJIN, SH., MM., M.Si., MH. selaku dosen pengampu mata kuliah
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang membimbing dan membina kami
dalam menyelesaikan dengan baik dan sesuai waktu yang diberikan.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
dosen pengampu pada mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang
“Karakteristik Bangsa Indonesia” bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini. Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi
kesempurnaan makalah ini.

Samata, 20 desember2021

Penulis
3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ 2


DAFTAR ISI ........................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................

A. Latar Belakang .................................................................................................................... 4

B. Rumusan Masalah ............................................................................................................... 6

C. Tujuan .................................................................................................................................. 6

BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................

A. Pengertian karakteristik bangsa indonesia ........................................................................ 7

B. Kondisi karakteristik bangsa indonesia saat ini.............................................................. 9

C. Faktor pembentuk karakteristikbansa indonesia.................................................................. 12

D. Upaya membangun karakter bangsa................................................................................... 14

E. Tujuan dari pendidikan karakter bangsa ............................................................................. 16

F. Karakter bangsa yang diharapkan ........................................................................................ 18

BAB III PENUTUP .................................................................................................................

A. Kesimpulan........................................................................................................................ 20

B. Saran .................................................................................................................................. 21

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 22


4

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

jika berbicara tentang negeri ini pasti tidak akan pernah habisnya, dimulai dari

yang positif sampai mengarah ke yang negatif. Bagaimana karakter bangsa kita saat

ini? Itulah yang menjadi permasalah utama dalam membangun bangsa ini. Dan tidak

akan pernah habis untuk diperbincangkan. Karakter adalah sesuatu yang harusnya

diketahui tapi sebagian besar kita tidak mau tahu. Sesuatu yang teramat penting,

tetapi sebagian kita menganggap remeh. Sesuatu yang amat diperlukan, tapi justru

sebagian kita malah menertawainya.

Karakter memang penting, karena karakter adalah fondasi dalam membangun

bangsa yang berkualitas. Dengan karakter para pejabat negara tidak akan memakan

uang rakyat demi kepentingan pribadi. Dengan karakter seorang guru dapat

mewariskan ilmunya dengan baik dan benar tanpa mengharapkan balasan. Seseorang

dikatakan berkarakter bila tingkah lakunya sesuai dengan nilai-nilai moral dan agama.

Bangsa Indonesia dikenal dengan bangsa yang memiliki prinsip ideologi kebangsaan

yang eksklusif, berkebudayaan tinggi, memiliki tata krama, sopan santun, toleransi,

gotong royong, semangat juang, dan nasionalisme yang tinggi. Hal inilah yang menjadi

jati diri bangsa Indonesia yang berakar dari pengkajian kebudayaan Nenek Moyang

kita.

Bangsa Indonesia telah banyak melahirkan orang-orang pintar dan cerdas.

Karena kepintaran dan kecerdasannya mereka bisa menjadi seorang pejabat,

pengusaha, dan pegawai yang kaya. Tetapi apabila kecerdasan yang dimiliki tidak

disertai dengan karakter yang baik. Apa yang akan terjadi? Orang yang tidak

berkarakter akan bertindak sesuai dengan yang diinginkan tanpa memikirkan rakyat
5

sekitarnya. Orang yang berkarakter akan bertingkah seolah-olah dialah yang paling

benar, yang paling hebat.

Karakter bangsa adalah kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas baik

yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku berbangsa

dan bernegara sebagai hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olah dari

raga seseorang atau sekelompok orang. Karakter bangsa Indonesia haruslah

berdasarkan nilai-nilai Pancasila, norma UUD 1945, keberagaman dengan

prinsip Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik

Indonesia. Pendidikan adalah usaha sadar, terencana dan terstruktur untuk

mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,

pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang

diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sedangkan karakter merupakan sifat khusus atau moral dari perorangan maupun

individu. Pendidikan karakter bangsa adalah usaha sadar dan terencana dalam

menanamkan nilai-nilai yang menjadi pedoman dan jati diri bangsa sehingga

terinternalisasi didalam diri peserta didik yang mendorong dan mewujud dalam sikap dan

perilaku yang baik. Pembinaan Karakter Bangsa adalah upaya sistematik suatu negara

berkebangsaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai

dengan dasar dan ideologi, konstitusi, haluan negara, serta potensi kolektifnya dalam

konteks kehidupan nasional, regional, dan global yang berkeadaban untuk membentuk

bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong

royong, patriotik, dinamis, berbudaya, dan berorientasi Ipteks berdasarkan Pancasila dan

dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Pembinaan karakter bangsa
6

dilakukan melalui proses sosialisasi, pendidikan dan pembelajaran, pemberdayaan,

pembudayaan, dan kerja sama seluruh komponen bangsa dan Negara.

B. Rumusan masalah

1. Apa pengertian karakterikstik bangsa indonesia ?

2. Apa faktor pembentuk karakter bangsa indonesia ?

3. Bagaimana karakteristik bangsa indonesia saat ini ?

4. Upaya apa yang di lakukan untuk membentuk karakter bangsa indonesia ?

5. Mengetahui tujuan dari karakteristik bangsa indonesia

C. TUJUAN

1. Mengetahui pengertian karakteristik bangsa indonesia

2. Mengetahui faktor dan pembentuk karakter bangsa indonesia

3. Mengetahui bagaimana karakteristik bangsa indonesia saat ini serta upaya yang

dilakukan untuk membentuk karakter bangsa ini.


7

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian karakteritik bangsa indonesia

Karakter bangsa dalam antropologi (khususnya masa lampau) dipandang sebagai tata nilai

budaya dan keyakinan yang mengejawantah dalam kebudayaan suatu masyarakat dan

memancarkan ciri-ciri khas keluar sehingga dapat ditanggapi orang luar sebagai kepribadian

masyarakat tersebut. (Ade Armando, dkk. Refleksi Karakter Bangsa. Forum Kajian Antropologi

Indonesia. Jakarta. 2008.hal 8) Karakter bangsa adalah kualitas jati diri bangsa yang

membedakannya dengan bangsa lain.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat heterogen, yang masih dalam tahap belajar

untuk berdemokrasi. Karakter bangsa selayaknya bersumber pada nilai-nilai dan simbol

kebangsaan yang kita miliki (1) . Hal ini didasarkan pada fakta bahwa bangsa Indonesia adalah

“bangsa yang besar” seperti yang sering kita dengan dan kita dengungkan dalam berbagai

kesempatan. Fakta tersebut memang berdasarkan pada kenyataan, bahwa Indonesia adalah

negara berpenduduk terbesar ke-lima didunia (setelah Cina, India, Rusia, Amerika Serikat) dan

sejak tahun 1999 kita telah diklaim sebagai negara demokratis terbesar ketiga sesudah India dan

Amerika Serikat. Selain itu, Indonesia adalah merupakan percontohan Negara Islam terbesar di

dunia yang demokratis.

Suasana toleransi dan saling menghargai antar umat beragama sangat tinggi. Dapat

dikatakan bahwa 90 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang totalnya sebanyak 230,6 juta

jiwa adalah muslim (1) . Jumlah penduduk yang besar dapat merupakan potensi, sekaligus

hambatan. Apabila penduduknya berkualitas semua maka bangsa tersebut jaya, meskipun tidak

selalu menjadi negara yang “adidaya” tetapi merupakan bangsa yang mempunyai “karakter”.

Bangsa Indonesia juga dikenal sebagai bangsa dimana terdapat sifat “gotong royong” –

saling membantu, dan hal ini memang tidak terdapat istilah yang setara dengan kata “gotong
8

royong” dalam kosakata bahasa lain. Akan tetapi dalam kurun waktu kemajuan zaman dan

pengarug global, sifat “gotong-royong” makin pudar dan diganti dengan sifat sifat “individualistik”

serta “arogansi pribadi”. Apakah yang menyebabkan terjadinya perubahan “karakter bangsa” ini

sehingga pada saat ini (tahun 2011) sering didengar bahwa bangsa Indonesia telah kehilangan

karakater bangsa nya ? Memang banyak hal-hal yang mewarnai “karakter” ini bila kita cermati

berbagai hal yang terkait budaya (“culture”) ataupun faktor faktor sosial lainnya maupun terkait

faktor ekonomi bangsa.

Ada 3 tiang jati diri bangsa indonesia yang tidak boleh digerogoti dengan cara

apapun ( Hasyim Djalal , 2007 : 21 ) yaitu : pertama, indonesia sebagai suatu

kebangsaan. Hal ini dicapai sejak Sumpah Pemuda 1928 yang menegaskan bahwa

Indonesia adalah satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa. Dengan demikian, bangsa

Indonesia bukanlah berdasarkan suku, agama, rasial ataupun mementingkan kelompok-

kelompok tertentu, tetapi adalah semua warga yang mendiami seluruh tanah air

Indonesia. Kedua, Indonesia adalah suatu negara yang diproklamasikan tanggal 17

Agustus 1945. Ini berarti bahwa manusia-manusia Indonesia menyatakan dirinya hidup

dalam satu negara, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu tidak

mungkin ada negara lagi di dalam NKRI tersebut. Ketiga, Indonesia adalah satu

kewilayahan, dalam arti bahwa orang- orang Indonesia yang telah menjadi suatu bangsa

itu, berdiam di dalam satu kesatuan kewilayahan, yaitu satu kesatuan nusantara

Indonesia yang mencakup wilayah darat, laut, udara, dan kekayaan alam.

Menurut Wibisono (1998: 8) karakter bangsa berisi nasionalisme dan rasa cinta

pada tanah air. Untuk mempertahankan eksistensinya sebagai bangsa, warganya harus

memiliki apa yang disebut sebagai kesamaan rasa dimiliki dan memiliki (sense of

belonging) dan mewujudkan suatu derajat nasionalisme. Oleh karena itu, bangsa akan

lebih baik bila ditinjau dari fungsi. Artinya setiap warga bangsa harus memiliki

kesadaran bersama bahwa mereka membentuk suatu komunitas politik tertentu, di mana
9

kehadiran dan perannya dibutuhkan oleh sesama warga, dan sebaliknya dirinya juga

tidak akan mampu menjalankan fungsinya tanpa warga lain. Dapat dikatakan pula bahwa

ke dalam dinamika kehidupan bangsa harus terkandung nilai-nilai partisipasi dan

akomodasi.

B. KONDISI KARAKTERISTIK BANGSA INDONESIA SAAT INI

Bagaimana karakter bangsa kita saat ini? Itulah yang menjadi permasalah utama

dalam membangun bangsa ini. Dan tidak akan pernah habis untuk diperbincangkan.

Karakter adalah sesuatu yang harusnya diketahui tapi sebagian besar kita tidak mau tahu.

Sesuatu yang teramat penting, tetapi sebagian kita menganggap remeh. Sesuatu yang amat

diperlukan, tapi justru sebagian kita malah menertawainya.

Karakter memang penting, karena karakter adalah fondasi dalam membangun

bangsa yang berkualitas. Dengan karakter para pejabat negara tidak akan memakan uang

rakyat demi kepentingan pribadi. Dengan karakter seorang guru dapat mewariskan ilmunya

dengan baik dan benar tanpa mengharapkan balasan. Seseorang dikatakan berkarakter bila

tingkah lakunya sesuai dengan nilai-nilai moral dan agama. Bangsa Indonesia dikenal dengan

bangsa yang memiliki prinsip ideologi kebangsaan yang eksklusif, berkebudayaan tinggi,

memiliki tata krama, sopan santun, toleransi, gotong royong, semangat juang, dan
10

nasionalisme yang tinggi. Hal inilah yang menjadi jati diri bangsa Indonesia yang berakar dari

pengkajian kebudayaan Nenek Moyang kita.

Akan tetapi Sudah 20 tahun sejak reformasi di Indonesia semakin ke sini, semakin

kabur karakter masyarakatnya. Karakter Bangsa Indonesia yang terkenal dengan sopan-

santun, suka menolong, gotong-royong, empati, toleransi, dan pekerja keras untuk

menghasilkn rezeki halal, mengedepankn pendidikan seakan-akan makin lama makin terkikis

habis. Tidak ada yang salah dengan reformasi. Hanya pemahaman dan polafikir masyarakat

kita yang perlu dipertanyakan. Reformasi sebagai titik tolak sebuah demokrasi yang

mengedepankan penguatan hukum, kebebasan demokrasi Pancasila yang bertanggung

jawab, mestinya tidak disalahartikan menjadi kebebasan dengan sebebas-bebasnya. Euforia

demokrasi harus tetap dengan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Saat negara kita menggunakan sistem demokrasi Pancasila, mestinya akan

memperkuat karakter masyarakat kita sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam Dasar

Negara tersebut. Karena pada dasarnya masyarakat Indonesia telah mempunyai karakter

yang demikian. Sehingga demokrasi berjalan dengan baik dan bisa mencapai tujuannya

menjadi negara adil, makmur dan sejahtera. Namun yang kita rasakan saat ini justru

karakter-karakter tersebut entah ke mana perginya. Seperti hilang begitu saja.

Euforia kebebasan demokrasi yang berlebihan disertai dengan perkembangan

teknologi informasi yang sedemikian dahsyat sangat mempengaruhi karakter bangsa

Indonesia sekarang ini dan di masa depan. Dekadensi moral inilah yang pada gilirannya

berdampak pada gaduhnya negeri ini, karena banyak individu yang tidak mempunyai kontrol

dalam perbedaan pendapat, dan acap kali memaksakan kehendak.


11

Indonesia saat ini dihadapkan dengan persoalan karakter bangsa yang semakin

melemah. Hal ini menurut Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti)

Mohamad Nasir akibat dampak negatif globalisasi yang mengganggu pembangunan bangsa

di berbagai bidang.

"Karakter bangsa kita makin melemah. Ini ditandai dengan tumbuhnya nilai-nilai

hedonistik, individualis, radikalisme, intoleransi, menipisnya rasa solidaritas, dan moralitas;

pergeseran yang semakin menjauh dari nilai-nilai luhur budaya bangsa, termasuk rendahnya

aktualisasi pilar-pilar kebangsaan yang dimiliki," beber Nasir dalam deklarasi jaga Pancasila

dan NKRI di Universitas Hassanudin, Makassar, Jumat (16/6). Dia menjelaskan, saat

Indonesia dikatakan banyak pihak sebagai negara yang soft nation disertai rapuhnya moral

anak bangsa, pendidikan dituding gagal dalam menciptakan SDM berkualitas. Oleh karena

itu, pendidikan tinggi yang dijalankan seluruh perguruan tinggi di Indonesia, tidak hanya

menghasilkan lulusan dengan kemampuan Iptek yang terampil dan unggul, tapi juga mampu

memahami permasalahan Indonesia seutuhnya. "Lulusan yang bermoral tinggi, toleran,

berjiwa bela negara, selalu menjaga nilai-nilai luhur Pancasila, cinta tanah air," kata Nasir.
12

C. FAKTOR PEMBENTUK KARAKTER BANGSA INDONESIA

Pendidikan dan pembinaan karakter bangsa memiliki andil yang besar untuk
memajukan peradaban bangsa agar menjadi bangsa yang semakin terdepan dengan Sumber
Daya Manusia yang berilmu, berwawasan dan berkarakter. Pembentukan, pendidikan dan
pembinaan karakter bangsa sangat luas karena terkait dengan pengembangan
multiaspek potensi–potensi keunggulan bangsa dalam hal ini dapat juga disebutkan
bahwa:
1. Karakter merupakan hal sangat esensial dalam berbangsa dan bernegara, hilangnya

karakter akan menyebabkan hilangnya generasi penerus bangsa.

2. Karakter berperan sebagai kekuatan sehingga bangsa ini tidak terombang-ambing.

3. Karakter harus dibangun dan dibentuk untuk menjadi bangsa yang bermartabat.

Dalam hal pembinaan karakter bangsa akan mengerucut pada tiga tujuan besar :

– Untuk menumbuhkan dan memperkuat jati diri bangsa.

– Untuk menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia, dan

– Untuk membentuk manusia dan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia dan
bangsa yang bermartabat juga mencintai lingkungan.

Karakter bangsa adalah kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas baik yang

tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku berbangsa dan bernegara

sebagai hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olah dari raga seseorang atau

sekelompok orang. Karakter bangsa Indonesia haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila,

norma UUD 1945, keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen

terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan adalah usaha sadar, terencana
13

dan terstruktur untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran peserta didik

secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,

pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang

diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Ada 3 pilar utama untuk mewujudkan Karakter Bangsa, yaitu:

– Aspek pada Tataran Individu

Nilai kehidupan diwujudkan dalam perilaku, diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari

secara konsisten. Pendidikan karakter bangsa dimulai dengan pendidikan karakter individu.

– Aspek pada Tataran Masyarakat

Masyarakat adalah komunitas yang secara integral memiliki nilai yang sama, dan akan

committed menerapkan nilai yang mereka anggap baik. Komunitas bisa terbentuk karena

kepentingan, profesi atau tujuan bersama contohnya PGRI, PMR atau Partai Politik.

– Aspek pada Tataran Bangsa

Bangsa teridiri dari sekumpulan bangsa, masyarakat. Pada komunitas, baik orang atau

bangsa, terjadi kontrak sosial atau perasaan kebersamaan untuk mendukung nilai-nilai luhur

yang ada. Pada tataran bangsa, nilai-nilai luhur tersebut telah berhasil dirumuskan menjadi

dasar negara Bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Nilai-nilai luhur tersebut adalah: Iman dan

taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Martabat Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan

Adil.
14

D. UPAYA MEMBANGUN KARAKTERISTIK KARAKTER BANGSA INDONESIA

Yang jelas melihat permasalahan berat yang kini harus dihadapi, kita membutuhkan

bentuk kepemimpinan kolektif (collective leadership) yang jujur,kreatif dan inovatif yang

tidak memberikan dampak ketimpangan sosial dimasyarakat. Perlu pemimpin yang berani

membuat terobosan-terobosan baru untuk kebaikan bersama. Mereka tidak kaku atau

terpenjara oleh aturan-aturan birokratis baku yang kini telah terbukti menyuburkan praktik-

praktik korupsi dan manipulasi. Untuk dapat melakukan itu, para pemimpin yang kita

butuhkan adalah yang memiliki kejujuran dan kesungguhan kuat untuk melakukan

perubahan mandasar.

Dengan demikian upaya yang harus dilakukan untuk membangun karakter bangsa

dapat dilakukan antara lain melalui langkah- langkah berikut:

1. Menggali potensi pada diri.

Yaitu dengan melakukan evaluasi dan juga seleksi dari nilai dan macam-macam

norma yang terunggul untuk dikembangkan mendorong dan meningkatkan karakteristik

suatu bangsa. Tiga nilai atau karakterteristik strategis yang mungkin perlu dikembangkan

yakni, adil, tanggung jawab, dan sifat jujur. Bila Indonesia berhasil mengembangkan ketiga

karakter ini, akan tumbuh masyarakat saling percaya (high trust society) dan kredibilitas

Indonesia akan meningkat di mata internasional. Menurut Pramoeda (2013) pentingnya

penggunaan akan dan sikap pemberani sebagai persyaratan terjadinya perubahan.

Pramodya pun menunjuk generasi muda sebagai seseorang yang mampu menjadi mesin

penggerak perubahan dan pembaharuan. Selain sikap yang disebutkan ini, tentu banyak lagi

sikap luhur lain yang dapat digali dalam masyarakat Indonesia. Beragam kearifan lokal

seperti tingginya penghargaan terhadap seni dan kesukaan pada gotong-royong, dapat
15

menjadi bagian penting untuk mendukung perubahan dengan begitu manfaat organisasi

dalam masyarakat sangat dibutuhkan.

2. Upaya mengembangkan karakter luhur.

Hal itu hanya akan terjadi bila dalam masyarakat terjadi proses komunikasi yang

sehat di dalam anggota-anggotanya. Interaksi sehat terlaksana jika tiap pihak menjalankan

prinsip persamaan derajat, kesamaan atas keterlibatan dan keterbukaan. Langkah

membangun interaksi sehat ini memerlukan pemahaman dan latihan yang terus menerus.

Bila hal ini berhasil dilakukan akan terbangun komunitas yang anggota-anggotanya memiliki

jalinan hubungan erat. Sikap luhur seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan toleran

sebagaimana disebutkan sebelumnya akan tumbuh subur dalam lingkungan masyarakat

yang memiliki interaksi sehat.

3. Jalur-jalur interaksi sehat.

jalur interaksi sehat merupakan benih tumbuhnya karakter komunitas yang

responsif. Apa itu komunitas responsif? Yaitu menandai para komunitas yang tidak respresif

bagi warganya seperti halnya memaksakan aturan, nilai dan macam-macam norma yang

dianut dalam lingkungan komunitas itu sehingga hak-hak individu dan hak kewajiban warga

negara dalam UUD 1945 Bentuk komunitas responsif mengacu pada prinsip keseimbangan

antara kedua kecenderungan itu dengan menghindari terbentuknya lingkungan yang

bersifat represif terhadap warga dan pada saat yang sama juga menolak individualisme yang

cenderung menghancurkan kebersamaan sehingga hal tersebut bisa menjadi penyebab

lunturnya bhineka tunggal ika.


16

E. TUJUAN DARI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA


1. Untuk menanamkan dan membentuk sifat atau karakter yang diperoleh dari cobaan,

pengorbanan, pengalaman hidup, serta nilai yang ditanamkan sehingga dapat membentuk

nilai intrinsik yang akan menjadi sikap dan perilaku peserta didik.

2. Nilai-nilai yang ditanamkan berupa sikap dan tingkah laku tersebut diberikan secara terus-

menerus sehingga membentuk sebuah kebiasaan. Dan dari kebiasaan tersebut akan menjadi

karakter khusus bagi individu atau kelompok

3. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam perjalanan perilaku

seseorang. Pendidikan yang menekankan pada karakter lah yang mampu menjadikan

seseorang mempunyai karakter yang baik.

4. Pendidikan tidak hanya sekedar menghasilkan manusia-manusia yang cerdas, namun juga

manusia-manusia yang berkarakter baik.

5. Pendidikan karakter sangatlah penting untuk menjawab permasalahan bangsa saat ini.

Karena pendidikan karakter mampu memajukan peradaban bangsa agar bisa menjadi

bangsa yang semakin terdepan dengan SDM yang berilmu dan berkarakter.

Peran pendidikan bagi kemajuan sebuah bangsa sangat penting, untuk itu perlu

adanya bimbingan dan binaan khusus bagi setiap individu atau kelompok untuk

mendapatkan pendidikan yang memadai. Tujuan yang hendak dicapai oleh bangsa

Indonesia dalam malaksanakan pembinaan karakter bangsa adalah:

1. Meningkatkan dan mengokohkan semangat religiositas bangsa.


17

2. Menambah kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3. Menjamin terlaksananya pluralitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

4. Memantapkan wawasan, rasa dan semangat kebangsaan.

5. Menjunjung tinggi hak asasi manusia dan hukum.

6. Mengembangkan musyawarah untuk mencapai mufakat.

7. Mengembangkan nilai dan kompetensi karakter pribadi dan bangsa.

8. Meningkatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sedangkan hasil yang hendak dicapai dalam pembinaan karakter bangsa adalah

terciptanya masyarakat yang bersikap dan bertingkah laku secara santun berdasar Pancasila.

Diharapkan agar perilaku warga negara baik dalam aspek politik, ekonomi, maupun sosial

budaya mengacu pada konsep, prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Secara

rinci dapat digambarkan bahwa pembinaan karakter bangsa tersebut untuk dapat

menghasilkan warganegara yang memiliki:

(1) Keimanan dan ketaqwaan yang kuat terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama

masing-masing, dan dapat bersikap secara tepat dan baik dalam menghadapi pluralitas agama

yang terdapat di Indonesia.

(2) Sikap dan tingkah laku yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai

makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dengan mendudukan hak asasi manusia secara

proporsional sesuai dengan konsep dan prinsip yang terkandung dalam Pancasila.
18

(3) Semangat kebangsaan yang tinggi, sehingga selalu menjunjung tinggi existensi Negara

Kesatuan Republik Indonesia. Kepentingan pribadi dan golongan selalu diselaraskan dengan

kepentingan negara-bangsa.

(4) Pengetahuan, sikap, perilaku dan kemampuan dalam menerapkan demokrasi yang bersendi

pada prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila.

(5) Sikap, perilaku dan kemampuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh

rakyat Indonesia.

(6) Kesadaran untuk mengembangkan nilai dan kompetensi universal karakter

warganegara.

F. KARAKTER YANG DIHARAPKAN

Secara psikologis karakter individu dimaknai sebagai hasil keterpaduan empat

bagian, yakni olah hati, olah pikir, olah raga, olah rasa dan karsa. Olah hati berkenaan

dengan perasaan sikap dan keyakinan/keimanan. Olah pikir berkenaan dengan proses nalar

guna mencari dan menggunakan pengetahuan secara kritis, kreatif, dan inovatif. Olah raga

berkenaan dengan proses persepsi, kesiapan, peniruan, manipulasi, dan penciptaan aktivitas

baru disertai sportivitas. Olah rasa dan karsa berkenaan dengan kemauan dan kreativitas

yang tecermin dalam kepedulian, pencitraan, dan penciptaan kebaruan. Karakter individu

yang dijiwai oleh sila-sila Pancasila pada masing-masing bagian tersebut, dapat

dikemukakan sebagai berikut.


19

a) Karakter yang bersumber dari olah hati, antara lain beriman dan bertakwa, jujur, amanah,

adil, tertib, taat aturan, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang

menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik.

b) Karakter yang bersumber dari olah pikir antara lain cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin

tahu, produktif, berorientasi Ipteks, dan reflektif.

c) Karakter yang bersumber dari olah raga/kinestetika antara lain bersih, dan sehat, sportif,

tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan

gigih.

d) Karakter yang bersumber dari olah rasa dan karsa antara lain kemanusiaan, saling

menghargai, gotong royong, kebersamaan, ramah, hormat, toleran, nasionalis, peduli,

kosmopolit (mendunia), mengutamakan kepentingan umum, cinta tanah air (patriotis),

bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos kerja.
20

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Negara Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai dan beragam suku

dan bangsa, agama, budaya dan bahasa. Jika kita sebagai warga negara dan generasi

penerus bangsa ingin mempertahankan Indonesia tetap sebagai NKRI yang utuh kita

harus menjaga persatuan dan kesatuan serta membudayakan dan menjaga

kredibilitas karakter bangsa dari arus globalisasi yang mendunia dan tanpa kenal

batas. Mempertahankan jati diri dan karakter bangsa merupakan cerminan sikap

yang menjadi identitas bangsa yang dapat melahirkan manusia-manusia yang

berkarakter baik, memajukan peradaban bangsa kita semakin terdepan dengan SDM

yang berilmu dan berkarakter.

Mengingat penting dan luasnya cakupan pembinaan karakter bangsa dalam

rangka menjaga identitas bangsa dari kegoyahan arus globalisasi, serta menjadikan

masyarakat berketuhanan yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab,

berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat

kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi

seluruh rakyat Indonesia, maka diperlukan komitmen dan dukungan dari lembaga

penyelenggara negara, dunia usaha dan industri, masyarakat, media massa dan

pemangku kepentingan lainnya untuk menyusun program kerja dan

mengkoordinasikan dengan pihak terkait agar terjadi sinergi yang kokoh untuk

mewujudkan Indonesia yang lebih baik.


21

B. SARAN

Diharapkan melalui makalah ini kita sebagai warga Negara Indonesia bisa

membangun karakter bangsa yang diharapkan sesuai dengan tujuan dalam

kehidupan sehari-hari.

.
22

DAFTAR PUSTAKA

https://bpkad.banjarkab.go.id/index.php/2016/09/27/membangun-pendidikan-dan-membina-

karakter-bangsa-berlandaskan-nilai-nilai-kebangsaan/

https://guruppkn.com/membangun-karakter-bangsa

https://www.jpnn.com/news/menristekdikti-sebut-karakter-bangsa-indonesia-makin-melemah

http://staffnew.uny.ac.id/upload/131576240/pengabdian/hakekat-karakter-bangsa.pdf

Anda mungkin juga menyukai