Karakteristik Bangsa Indonesia
Karakteristik Bangsa Indonesia
Disusun oleh :
Kelompok VII
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
“Karakteristik Bangsa Indonesia” ini tepat pada waktunya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak
DR. H. HUSEN SARUJIN, SH., MM., M.Si., MH. selaku dosen pengampu mata kuliah
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang membimbing dan membina kami
dalam menyelesaikan dengan baik dan sesuai waktu yang diberikan.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
dosen pengampu pada mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang
“Karakteristik Bangsa Indonesia” bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini. Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi
kesempurnaan makalah ini.
Samata, 20 desember2021
Penulis
3
DAFTAR ISI
C. Tujuan .................................................................................................................................. 6
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................
A. Kesimpulan........................................................................................................................ 20
B. Saran .................................................................................................................................. 21
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
jika berbicara tentang negeri ini pasti tidak akan pernah habisnya, dimulai dari
yang positif sampai mengarah ke yang negatif. Bagaimana karakter bangsa kita saat
ini? Itulah yang menjadi permasalah utama dalam membangun bangsa ini. Dan tidak
akan pernah habis untuk diperbincangkan. Karakter adalah sesuatu yang harusnya
diketahui tapi sebagian besar kita tidak mau tahu. Sesuatu yang teramat penting,
tetapi sebagian kita menganggap remeh. Sesuatu yang amat diperlukan, tapi justru
bangsa yang berkualitas. Dengan karakter para pejabat negara tidak akan memakan
uang rakyat demi kepentingan pribadi. Dengan karakter seorang guru dapat
mewariskan ilmunya dengan baik dan benar tanpa mengharapkan balasan. Seseorang
dikatakan berkarakter bila tingkah lakunya sesuai dengan nilai-nilai moral dan agama.
Bangsa Indonesia dikenal dengan bangsa yang memiliki prinsip ideologi kebangsaan
yang eksklusif, berkebudayaan tinggi, memiliki tata krama, sopan santun, toleransi,
gotong royong, semangat juang, dan nasionalisme yang tinggi. Hal inilah yang menjadi
jati diri bangsa Indonesia yang berakar dari pengkajian kebudayaan Nenek Moyang
kita.
pengusaha, dan pegawai yang kaya. Tetapi apabila kecerdasan yang dimiliki tidak
disertai dengan karakter yang baik. Apa yang akan terjadi? Orang yang tidak
berkarakter akan bertindak sesuai dengan yang diinginkan tanpa memikirkan rakyat
5
sekitarnya. Orang yang berkarakter akan bertingkah seolah-olah dialah yang paling
Karakter bangsa adalah kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas baik
yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku berbangsa
dan bernegara sebagai hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olah dari
prinsip Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran peserta didik secara aktif
Sedangkan karakter merupakan sifat khusus atau moral dari perorangan maupun
individu. Pendidikan karakter bangsa adalah usaha sadar dan terencana dalam
menanamkan nilai-nilai yang menjadi pedoman dan jati diri bangsa sehingga
terinternalisasi didalam diri peserta didik yang mendorong dan mewujud dalam sikap dan
perilaku yang baik. Pembinaan Karakter Bangsa adalah upaya sistematik suatu negara
dengan dasar dan ideologi, konstitusi, haluan negara, serta potensi kolektifnya dalam
konteks kehidupan nasional, regional, dan global yang berkeadaban untuk membentuk
royong, patriotik, dinamis, berbudaya, dan berorientasi Ipteks berdasarkan Pancasila dan
dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Pembinaan karakter bangsa
6
B. Rumusan masalah
C. TUJUAN
3. Mengetahui bagaimana karakteristik bangsa indonesia saat ini serta upaya yang
BAB II
PEMBAHASAN
Karakter bangsa dalam antropologi (khususnya masa lampau) dipandang sebagai tata nilai
budaya dan keyakinan yang mengejawantah dalam kebudayaan suatu masyarakat dan
memancarkan ciri-ciri khas keluar sehingga dapat ditanggapi orang luar sebagai kepribadian
masyarakat tersebut. (Ade Armando, dkk. Refleksi Karakter Bangsa. Forum Kajian Antropologi
Indonesia. Jakarta. 2008.hal 8) Karakter bangsa adalah kualitas jati diri bangsa yang
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat heterogen, yang masih dalam tahap belajar
untuk berdemokrasi. Karakter bangsa selayaknya bersumber pada nilai-nilai dan simbol
kebangsaan yang kita miliki (1) . Hal ini didasarkan pada fakta bahwa bangsa Indonesia adalah
“bangsa yang besar” seperti yang sering kita dengan dan kita dengungkan dalam berbagai
kesempatan. Fakta tersebut memang berdasarkan pada kenyataan, bahwa Indonesia adalah
negara berpenduduk terbesar ke-lima didunia (setelah Cina, India, Rusia, Amerika Serikat) dan
sejak tahun 1999 kita telah diklaim sebagai negara demokratis terbesar ketiga sesudah India dan
Amerika Serikat. Selain itu, Indonesia adalah merupakan percontohan Negara Islam terbesar di
Suasana toleransi dan saling menghargai antar umat beragama sangat tinggi. Dapat
dikatakan bahwa 90 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang totalnya sebanyak 230,6 juta
jiwa adalah muslim (1) . Jumlah penduduk yang besar dapat merupakan potensi, sekaligus
hambatan. Apabila penduduknya berkualitas semua maka bangsa tersebut jaya, meskipun tidak
selalu menjadi negara yang “adidaya” tetapi merupakan bangsa yang mempunyai “karakter”.
Bangsa Indonesia juga dikenal sebagai bangsa dimana terdapat sifat “gotong royong” –
saling membantu, dan hal ini memang tidak terdapat istilah yang setara dengan kata “gotong
8
royong” dalam kosakata bahasa lain. Akan tetapi dalam kurun waktu kemajuan zaman dan
pengarug global, sifat “gotong-royong” makin pudar dan diganti dengan sifat sifat “individualistik”
serta “arogansi pribadi”. Apakah yang menyebabkan terjadinya perubahan “karakter bangsa” ini
sehingga pada saat ini (tahun 2011) sering didengar bahwa bangsa Indonesia telah kehilangan
karakater bangsa nya ? Memang banyak hal-hal yang mewarnai “karakter” ini bila kita cermati
berbagai hal yang terkait budaya (“culture”) ataupun faktor faktor sosial lainnya maupun terkait
Ada 3 tiang jati diri bangsa indonesia yang tidak boleh digerogoti dengan cara
kebangsaan. Hal ini dicapai sejak Sumpah Pemuda 1928 yang menegaskan bahwa
Indonesia adalah satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa. Dengan demikian, bangsa
kelompok tertentu, tetapi adalah semua warga yang mendiami seluruh tanah air
Agustus 1945. Ini berarti bahwa manusia-manusia Indonesia menyatakan dirinya hidup
dalam satu negara, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu tidak
mungkin ada negara lagi di dalam NKRI tersebut. Ketiga, Indonesia adalah satu
kewilayahan, dalam arti bahwa orang- orang Indonesia yang telah menjadi suatu bangsa
itu, berdiam di dalam satu kesatuan kewilayahan, yaitu satu kesatuan nusantara
Indonesia yang mencakup wilayah darat, laut, udara, dan kekayaan alam.
Menurut Wibisono (1998: 8) karakter bangsa berisi nasionalisme dan rasa cinta
pada tanah air. Untuk mempertahankan eksistensinya sebagai bangsa, warganya harus
memiliki apa yang disebut sebagai kesamaan rasa dimiliki dan memiliki (sense of
belonging) dan mewujudkan suatu derajat nasionalisme. Oleh karena itu, bangsa akan
lebih baik bila ditinjau dari fungsi. Artinya setiap warga bangsa harus memiliki
kesadaran bersama bahwa mereka membentuk suatu komunitas politik tertentu, di mana
9
kehadiran dan perannya dibutuhkan oleh sesama warga, dan sebaliknya dirinya juga
tidak akan mampu menjalankan fungsinya tanpa warga lain. Dapat dikatakan pula bahwa
akomodasi.
Bagaimana karakter bangsa kita saat ini? Itulah yang menjadi permasalah utama
dalam membangun bangsa ini. Dan tidak akan pernah habis untuk diperbincangkan.
Karakter adalah sesuatu yang harusnya diketahui tapi sebagian besar kita tidak mau tahu.
Sesuatu yang teramat penting, tetapi sebagian kita menganggap remeh. Sesuatu yang amat
bangsa yang berkualitas. Dengan karakter para pejabat negara tidak akan memakan uang
rakyat demi kepentingan pribadi. Dengan karakter seorang guru dapat mewariskan ilmunya
dengan baik dan benar tanpa mengharapkan balasan. Seseorang dikatakan berkarakter bila
tingkah lakunya sesuai dengan nilai-nilai moral dan agama. Bangsa Indonesia dikenal dengan
bangsa yang memiliki prinsip ideologi kebangsaan yang eksklusif, berkebudayaan tinggi,
memiliki tata krama, sopan santun, toleransi, gotong royong, semangat juang, dan
10
nasionalisme yang tinggi. Hal inilah yang menjadi jati diri bangsa Indonesia yang berakar dari
Akan tetapi Sudah 20 tahun sejak reformasi di Indonesia semakin ke sini, semakin
kabur karakter masyarakatnya. Karakter Bangsa Indonesia yang terkenal dengan sopan-
santun, suka menolong, gotong-royong, empati, toleransi, dan pekerja keras untuk
menghasilkn rezeki halal, mengedepankn pendidikan seakan-akan makin lama makin terkikis
habis. Tidak ada yang salah dengan reformasi. Hanya pemahaman dan polafikir masyarakat
kita yang perlu dipertanyakan. Reformasi sebagai titik tolak sebuah demokrasi yang
demokrasi harus tetap dengan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
memperkuat karakter masyarakat kita sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam Dasar
Negara tersebut. Karena pada dasarnya masyarakat Indonesia telah mempunyai karakter
yang demikian. Sehingga demokrasi berjalan dengan baik dan bisa mencapai tujuannya
menjadi negara adil, makmur dan sejahtera. Namun yang kita rasakan saat ini justru
Indonesia sekarang ini dan di masa depan. Dekadensi moral inilah yang pada gilirannya
berdampak pada gaduhnya negeri ini, karena banyak individu yang tidak mempunyai kontrol
Indonesia saat ini dihadapkan dengan persoalan karakter bangsa yang semakin
melemah. Hal ini menurut Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti)
Mohamad Nasir akibat dampak negatif globalisasi yang mengganggu pembangunan bangsa
di berbagai bidang.
"Karakter bangsa kita makin melemah. Ini ditandai dengan tumbuhnya nilai-nilai
pergeseran yang semakin menjauh dari nilai-nilai luhur budaya bangsa, termasuk rendahnya
aktualisasi pilar-pilar kebangsaan yang dimiliki," beber Nasir dalam deklarasi jaga Pancasila
dan NKRI di Universitas Hassanudin, Makassar, Jumat (16/6). Dia menjelaskan, saat
Indonesia dikatakan banyak pihak sebagai negara yang soft nation disertai rapuhnya moral
anak bangsa, pendidikan dituding gagal dalam menciptakan SDM berkualitas. Oleh karena
itu, pendidikan tinggi yang dijalankan seluruh perguruan tinggi di Indonesia, tidak hanya
menghasilkan lulusan dengan kemampuan Iptek yang terampil dan unggul, tapi juga mampu
berjiwa bela negara, selalu menjaga nilai-nilai luhur Pancasila, cinta tanah air," kata Nasir.
12
Pendidikan dan pembinaan karakter bangsa memiliki andil yang besar untuk
memajukan peradaban bangsa agar menjadi bangsa yang semakin terdepan dengan Sumber
Daya Manusia yang berilmu, berwawasan dan berkarakter. Pembentukan, pendidikan dan
pembinaan karakter bangsa sangat luas karena terkait dengan pengembangan
multiaspek potensi–potensi keunggulan bangsa dalam hal ini dapat juga disebutkan
bahwa:
1. Karakter merupakan hal sangat esensial dalam berbangsa dan bernegara, hilangnya
3. Karakter harus dibangun dan dibentuk untuk menjadi bangsa yang bermartabat.
Dalam hal pembinaan karakter bangsa akan mengerucut pada tiga tujuan besar :
– Untuk membentuk manusia dan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia dan
bangsa yang bermartabat juga mencintai lingkungan.
Karakter bangsa adalah kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas baik yang
tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku berbangsa dan bernegara
sebagai hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olah dari raga seseorang atau
norma UUD 1945, keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen
terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan adalah usaha sadar, terencana
13
dan terstruktur untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
secara konsisten. Pendidikan karakter bangsa dimulai dengan pendidikan karakter individu.
Masyarakat adalah komunitas yang secara integral memiliki nilai yang sama, dan akan
committed menerapkan nilai yang mereka anggap baik. Komunitas bisa terbentuk karena
kepentingan, profesi atau tujuan bersama contohnya PGRI, PMR atau Partai Politik.
Bangsa teridiri dari sekumpulan bangsa, masyarakat. Pada komunitas, baik orang atau
bangsa, terjadi kontrak sosial atau perasaan kebersamaan untuk mendukung nilai-nilai luhur
yang ada. Pada tataran bangsa, nilai-nilai luhur tersebut telah berhasil dirumuskan menjadi
dasar negara Bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Nilai-nilai luhur tersebut adalah: Iman dan
taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Martabat Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan
Adil.
14
Yang jelas melihat permasalahan berat yang kini harus dihadapi, kita membutuhkan
bentuk kepemimpinan kolektif (collective leadership) yang jujur,kreatif dan inovatif yang
tidak memberikan dampak ketimpangan sosial dimasyarakat. Perlu pemimpin yang berani
membuat terobosan-terobosan baru untuk kebaikan bersama. Mereka tidak kaku atau
terpenjara oleh aturan-aturan birokratis baku yang kini telah terbukti menyuburkan praktik-
praktik korupsi dan manipulasi. Untuk dapat melakukan itu, para pemimpin yang kita
butuhkan adalah yang memiliki kejujuran dan kesungguhan kuat untuk melakukan
perubahan mandasar.
Dengan demikian upaya yang harus dilakukan untuk membangun karakter bangsa
Yaitu dengan melakukan evaluasi dan juga seleksi dari nilai dan macam-macam
suatu bangsa. Tiga nilai atau karakterteristik strategis yang mungkin perlu dikembangkan
yakni, adil, tanggung jawab, dan sifat jujur. Bila Indonesia berhasil mengembangkan ketiga
karakter ini, akan tumbuh masyarakat saling percaya (high trust society) dan kredibilitas
Pramodya pun menunjuk generasi muda sebagai seseorang yang mampu menjadi mesin
penggerak perubahan dan pembaharuan. Selain sikap yang disebutkan ini, tentu banyak lagi
sikap luhur lain yang dapat digali dalam masyarakat Indonesia. Beragam kearifan lokal
seperti tingginya penghargaan terhadap seni dan kesukaan pada gotong-royong, dapat
15
menjadi bagian penting untuk mendukung perubahan dengan begitu manfaat organisasi
Hal itu hanya akan terjadi bila dalam masyarakat terjadi proses komunikasi yang
sehat di dalam anggota-anggotanya. Interaksi sehat terlaksana jika tiap pihak menjalankan
membangun interaksi sehat ini memerlukan pemahaman dan latihan yang terus menerus.
Bila hal ini berhasil dilakukan akan terbangun komunitas yang anggota-anggotanya memiliki
jalinan hubungan erat. Sikap luhur seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan toleran
responsif. Apa itu komunitas responsif? Yaitu menandai para komunitas yang tidak respresif
bagi warganya seperti halnya memaksakan aturan, nilai dan macam-macam norma yang
dianut dalam lingkungan komunitas itu sehingga hak-hak individu dan hak kewajiban warga
negara dalam UUD 1945 Bentuk komunitas responsif mengacu pada prinsip keseimbangan
bersifat represif terhadap warga dan pada saat yang sama juga menolak individualisme yang
pengorbanan, pengalaman hidup, serta nilai yang ditanamkan sehingga dapat membentuk
nilai intrinsik yang akan menjadi sikap dan perilaku peserta didik.
2. Nilai-nilai yang ditanamkan berupa sikap dan tingkah laku tersebut diberikan secara terus-
menerus sehingga membentuk sebuah kebiasaan. Dan dari kebiasaan tersebut akan menjadi
seseorang. Pendidikan yang menekankan pada karakter lah yang mampu menjadikan
4. Pendidikan tidak hanya sekedar menghasilkan manusia-manusia yang cerdas, namun juga
5. Pendidikan karakter sangatlah penting untuk menjawab permasalahan bangsa saat ini.
Karena pendidikan karakter mampu memajukan peradaban bangsa agar bisa menjadi
bangsa yang semakin terdepan dengan SDM yang berilmu dan berkarakter.
Peran pendidikan bagi kemajuan sebuah bangsa sangat penting, untuk itu perlu
adanya bimbingan dan binaan khusus bagi setiap individu atau kelompok untuk
mendapatkan pendidikan yang memadai. Tujuan yang hendak dicapai oleh bangsa
Sedangkan hasil yang hendak dicapai dalam pembinaan karakter bangsa adalah
terciptanya masyarakat yang bersikap dan bertingkah laku secara santun berdasar Pancasila.
Diharapkan agar perilaku warga negara baik dalam aspek politik, ekonomi, maupun sosial
budaya mengacu pada konsep, prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Secara
rinci dapat digambarkan bahwa pembinaan karakter bangsa tersebut untuk dapat
(1) Keimanan dan ketaqwaan yang kuat terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama
masing-masing, dan dapat bersikap secara tepat dan baik dalam menghadapi pluralitas agama
(2) Sikap dan tingkah laku yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai
makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dengan mendudukan hak asasi manusia secara
proporsional sesuai dengan konsep dan prinsip yang terkandung dalam Pancasila.
18
(3) Semangat kebangsaan yang tinggi, sehingga selalu menjunjung tinggi existensi Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Kepentingan pribadi dan golongan selalu diselaraskan dengan
kepentingan negara-bangsa.
(4) Pengetahuan, sikap, perilaku dan kemampuan dalam menerapkan demokrasi yang bersendi
(5) Sikap, perilaku dan kemampuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia.
warganegara.
bagian, yakni olah hati, olah pikir, olah raga, olah rasa dan karsa. Olah hati berkenaan
dengan perasaan sikap dan keyakinan/keimanan. Olah pikir berkenaan dengan proses nalar
guna mencari dan menggunakan pengetahuan secara kritis, kreatif, dan inovatif. Olah raga
berkenaan dengan proses persepsi, kesiapan, peniruan, manipulasi, dan penciptaan aktivitas
baru disertai sportivitas. Olah rasa dan karsa berkenaan dengan kemauan dan kreativitas
yang tecermin dalam kepedulian, pencitraan, dan penciptaan kebaruan. Karakter individu
yang dijiwai oleh sila-sila Pancasila pada masing-masing bagian tersebut, dapat
a) Karakter yang bersumber dari olah hati, antara lain beriman dan bertakwa, jujur, amanah,
adil, tertib, taat aturan, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang
b) Karakter yang bersumber dari olah pikir antara lain cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin
c) Karakter yang bersumber dari olah raga/kinestetika antara lain bersih, dan sehat, sportif,
tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan
gigih.
d) Karakter yang bersumber dari olah rasa dan karsa antara lain kemanusiaan, saling
bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos kerja.
20
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Negara Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai dan beragam suku
dan bangsa, agama, budaya dan bahasa. Jika kita sebagai warga negara dan generasi
penerus bangsa ingin mempertahankan Indonesia tetap sebagai NKRI yang utuh kita
kredibilitas karakter bangsa dari arus globalisasi yang mendunia dan tanpa kenal
batas. Mempertahankan jati diri dan karakter bangsa merupakan cerminan sikap
berkarakter baik, memajukan peradaban bangsa kita semakin terdepan dengan SDM
rangka menjaga identitas bangsa dari kegoyahan arus globalisasi, serta menjadikan
masyarakat berketuhanan yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab,
seluruh rakyat Indonesia, maka diperlukan komitmen dan dukungan dari lembaga
penyelenggara negara, dunia usaha dan industri, masyarakat, media massa dan
mengkoordinasikan dengan pihak terkait agar terjadi sinergi yang kokoh untuk
B. SARAN
Diharapkan melalui makalah ini kita sebagai warga Negara Indonesia bisa
kehidupan sehari-hari.
.
22
DAFTAR PUSTAKA
https://bpkad.banjarkab.go.id/index.php/2016/09/27/membangun-pendidikan-dan-membina-
karakter-bangsa-berlandaskan-nilai-nilai-kebangsaan/
https://guruppkn.com/membangun-karakter-bangsa
https://www.jpnn.com/news/menristekdikti-sebut-karakter-bangsa-indonesia-makin-melemah
http://staffnew.uny.ac.id/upload/131576240/pengabdian/hakekat-karakter-bangsa.pdf