Anda di halaman 1dari 8

NASKAH TUGAS TUTORIAL KE-3

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK


UNIVERSITAS TERBUKA

SOAL 1
Pengelolaan operasi atau realisasi anggaran dapat dilihat dari tiga perspektif yang berbeda, yakni
sebagai fungsi, sebagai penunjang karir, dan sebagai seperangkat keputusan

Pertanyaan:

Jelaskan realisasi anggaran dari perspektif realisasi anggaran sebagai fungsi, penunjang karir,
dan seperangkat keputusan!
Jawab!
Pengelolaan operasi atau realisasi anggaran dapat dilihat dari tiga prespektif yang berbeda, yakni
sebagai fungsi, sebagai penunjang karir, dan sebagai seperangkat keputusan. Yaitu sebagai
berikut;
 Realisasi Anggaran sebagai Fungsi
Operasi adalah dari berbagai fungsi di dalam Organisasi. Di dalam organisasi besar,
penetapan masing – masing fungsi ke dalam departemen yang berbeda, diasumsikan
sebagai pertanggungjawabana aktivitas tertentu, namun saling terkait satu sama lain.
Dalam hal ini, pimpinan manajemen mengkordinasikan dan menetapkan jaringan
komunikasi yang efektif dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Di dalam oraganisasi
yang besar., bagian operasi atau produksi biasanya bertanggung jawab pada fungsi
operasi,
 Bagian akutansi bertugas mengumpulkan, mencatat, dan menginterprestasikan
informasi keuangan.
 Bagian Pemasaran bertanggung jawab pada peningkatan permintaan akan output
organisasi.
 Bagian Keuangan betugas menjamin dan mengivestasikan aset modal organisasi.
 Bagian sumber daya manussia atau personel bertugas menyeawa atau melatih
pegawai.
 Bagian Distribusi bertugas mengangkut input dan output.
 Bagian Teknik bertugas mengembangkan dasain produk dan metode produksi.
namun, organisasi tertentu tidak membagi kepada fungsi – fungsi tertentu.
 Realisasi Anggaran sebagai Penunjang Karier
Operasional telah muncul sebagai tingkatan karier menuju posisi manajemen yang lebih
tinggi dengan baik di beberapa organisasi. Misalnya, jabatan kepala pelaksana
yang berlatar belakang dari keuangan, pemasaran, peneliti, dan legal/hukum.
Mobilitas keahlian yang meningkat dari para pengelola operasional sangat
berhubungan dengan tantangan roduktivitas terkini. Promosi kenaikan jabatan
cenderung diberikan kepada manajer yang telah berhasil menemukan solusi dari
tantangan – tantangan yang dihadapi organisasi.
 Realisasi Anggaran sebagai Perangkat Keputusan
Pembuatan kepetusan merupakan aspek yang sangat esensial dalam seluruh aktivitas
manajemen. Meskipun secara spesifik dari masing – masing situasi sangat berbeda, pada
umumnya pembuatan keputusan melibatkan berbagai langkah dasar yang sama, seperti:
(1) pengenalan dan penjelasan definisi sebuah permasalahan, (2) mengumpulkan
informasi yang dibutuhkan untuk menganalisa alternative kemungkinan, dan (3) memilih
dan melaksanakan alternative yang paling layak.
Sumber. BMP.Akutansi Sektor Publik/EKSI4207/Modul.7 Hal. 7.6 – 7.7

SOAL 2
Pada masing-masing tahapan dalam siklus realisasi anggaran publik terbagi ke dalam tiga
kegiatan utama yakni: (1) pencairan anggaran (pengeluaran), (2) realisasi pendapatan, dan (3)
pelaksanaan

Pertanyaan:

Kemukakan tiga kegiatan utama dalam siklus realisasi anggaran yakni pencairan anggaran
(pengeluaran), realisasi pendapatan, dan pelaksanaan !

Jawab!

Dalam masing – masing kegiatan utama tersbut berlaku sebagai siklus realisasi anggaran, masing
– masing kegiatan utama terbagi lagi ke dalam kegiatan pertahapan persiapan, proses
pelaksanaan dan penyelesaian sebeagai berikut;

 Dalam kegiatan Utama pertama yakni pencairan anggaran (pengeluaran) dimulai dengan
tahap persiapan yang terdiri dari kegiatan pembuatan prosedur dan formulir, serta
pembuatan anggaran kas; pada tahap proses pelaksanaan terdiri dari kegiatan belanja
barang; jasa dan modal; dan tahap penyelesaian terdiri dari kegiatan pengumpulan bukti
untuk pencatatan, finalisasi tata prosedur pencatatan barang dan modal, dan pelaporan
aktivitas jasa.
 Dalam kegiatan Utama yang kedua yakni realisasi pendapatan, dimulai dengan tahapan
persiapan yang terdiri dari kegiatan menghitung potensi dan membuat regulasi untuk
prosedur dan formulir; pada tahap proses pelakssanaan terdiri dari kegiatan penagihan
dan pengumpulan pendapatan; dan pada tahap penyelesaian terdiri dari kegiatan
rekapitulasi realisasi pendapatan dan pengenaan sanksi dan insentif.
 Adapun pada kegiatan Utama Ketiga yakni pelaksanaan program, dimulai dengan
tahapan persiapan yang terdiri dari kegiatan pembentukan,tim dan membuat tata aturan
dan pembagian beban kerja.
Sumber. BMP.Akutansi Sektor Publik/EKSI4207/Modul.7 Hal. 7.9 – 17.10

SOAL 3
Di dalam teknik realisasi anggaran publik terdapat beberapa item harus dipenuhi.
Pertanyaan:

Kemukakan item yang harus dipenuhi dalam teknik realisasi anggaran dan berikan contohnya !
Berikut uraian masing –masing item dalam rangkaian kegiatan realisasi anggaran publik;
1. Peramalan
Pada proses perencanaan, pengelola organisasi menggunakan peramalan. Secara
pengertian, peramalan adalah proses memperkirakan kejadian di masa depan. Beberapa
perkiraan jarang sempurna, tanpa memperhatikan kuantitas data historis dan luasnya
pengalaman pengelola. Namun, metode peramalan telah terbukti menyediakan perkiraan
yang berguna bagi tujuan perencanaan. Pada tahap penyelesaian peramalan, kegiatan
yang dilakukan adalah merekomendasikan penerimaan value of project.
 Karkateristik Permintaan
Penawaran barang dan jasa sangat beraaneka ragam. Proses peramalan akan
mudah dilakukan jika pola permintaan pada produk tertentu dikusai. Berbagai
faktor, baik internal maupun faktor eksternal mempengaruhi sebuah
permintaan.
 Pelaksanaan Peramalan dalam Realisasi Anggaran
Oleh karena permintaan menunjukkan berbagai perbedaan karakteristik,
beberapa metode peramalan yang berbeda dibutuhkan. Tujuan peramalan
adalah mengembangkan peramalan yang dapat berguna dari informasi yang
ada. Untuk itu, peramal harus memilih teknik yang tepat.
 Merancang Sitem Peramalan
Pada Saat merancang sistem peramalan permintaan, permintaan, seseorang
manajer harus menetepkan; (1) apa yang harus diramalkan;(2) perangkat apa
yang akan digunakan, dan (3) bagaimana sistem dapat membantu pembuatan
keputusan manajerial.
 Contoh Peramalan
Sebuah yayasan yang bergerak di bidang ekonomi hendak melakukan
kegiatan alokasi bantuan modal usaha kecil bagi nelayan miskin di daerah
dampingannya. Proses peramalan permintaan dilakukan melalui studi
kelayakan dengan teknik kualitatif. Hasil studi kelayakan dapat berupa hasil
analisis seberapa besar nelayan miskin membutuhkan tambahan modal usaha,
perkiraan jumlah kebutuhan tambahan modal, jumlah nelayan miskin yang
membutuhkan tambahan modal. Dengan data hasil penelitian tersebut, dapat
diramalkan besaran dana yang hendak dialokasikan, area cakupan kegiatan,
jumlah kelompok sasaran atau penerima manfaat kegiatan, dan tingkat
partisipasi kelompok sasaran kegiatan.
2. Manajemen Bahan
Manajemen bahan terkait erat dengan persediaan, inventaris, tingkatan produksi, pola
pegawai, jadwal, dan distribusi. Di dalam manajemen bahan, dua alasan dalam keputusan
taktis tentang bahan yang harus dipertimbangkan pentingnya adalah ; (1) peran pokok
bahan di dalam produksi, dan (2) dampak dari inventaris organisasi. Bahan merupakan
input yang dibutuhkan dalam organisasi publik. Adapun biaya pembelian bahan adalah
pokok dan semakin meningkat. Beberapa bagian di dalam organisasi publik, mempunyai
spesialisasi dai dalam pengelolaan bahan, misalnya: (1) bagian Pembelian (2) bagian
pengendalian produksi, dan (3) bagian distribusi. Struktur tersebut tidak hanya
mengangkat fungsinya, namun juga mengenalkan bahwa beragam tugas manajemen
bahan adalah seluruh bagian dari aktivitas yang sama. Seluruh kegiatan yang terkait
dengan aliran bahan dimulai dengan pembelian bahan mentah dan diakhiri dengan
distribusi hasil akhir organisasi.
Contoh manajemen Bahan; sebuah BUMN penghasil kain, manajenem bahannya
dilakukan pada : (I) Bagian pembelian – dengan membeli peralatan/mesin, benang, dan
bahan kimia lainnya dengan harga yang paling murah, kualitas terbaik berdasar
perbandingan harga, dan biaya pengantaran yang paling minimal;(2) bagian pengendalian
produksi – dilakukan pengawasan pada jalannya proses produksi yang bersaing; (3)
bagian distribusi- dilakukan penyimpanan secara efisien denga biaya minimal, tempat
penyimpanan yang sesuai, aman dan mudah terjangkau, dan biaya transportasi distribusi
yang hemat menjangkau masyarakat yang mambutuhkanya.
3. Sistem Persediaan
Kunci utama pengelolaan persediaan adalah apakah item pokok pada permintaan yang
tergantung atau bebas. Kepada dua hal tersebut, manajer organisasi menggunakan sistem
produksi dan sistem pengendalian persediaan yang berbeda.
o Economic Order Quantity
Econmic order quantity merupakan adalah ukuran bagian yang meminimalkan
biaya penggunaaan dan pemesanan seluruh persediaan tahunan. Hal ini
didasarkan pada asumsi ; (1) tingkat permintaan item konstan. (2) item di
produksi atau dibeli dalam bagian. Pemesanan item diterima sekaligus. Tidak
ada batasan pada ukuran masing – masing bagian, misalanya kapasitas truk
atau batasan penggunaan bahan. (3) terdapat dua biaya yang relevan . pertama,
biaya penggunaan persediaan yang berasal dari penggandaan tingkat rata –
rata persediaan di dalam unit dengan biaya untuk menggunakan satu unit pada
periode waktu tertentu. Kedua, biaya tetap per bagian untuk pemesanan atau
pengaturan kuantitas potongan untuk ukuran bagian yang besar dan
peningkatan hargayang diharapkan di masa depan tidak dipertimbangkan. (4)
keputusan untuk satu item dapat dibuat secara bebas (5) tidak ada
ketidakakuratan di dalam permintaan, waktu yang pasti, atau persediaan.
Tingkatan persediaan tidak hanya konstan, namun juga diketahui . jumlah
yang diterima adalah apa yang dipesan.
o Sistem Review Berkelanjutan
Salah satu sistem pengendalian persediaan yang terbaik yang dikenal adalah
sistem review berkelanjutan (continues review System), yang mana kuantitas
akhir sebuah item direview setiap waktu untuk menentukan apakah sudah
waktunya memesan kembali.
o Sistem Review Periodik
Sistem pengandalian persediaan yang lain adalah sistem review periodik
(periodic review system). Yang mana posisi iterm persediaan dirfeview secara
periodik dan tidak secara terus menerus. Pemesanan baru ditempatkan pada
akhir masing – masing review dan jumlah periode antar pemesanan yang
sudah pasti.
o Sistem Hybrid
Sistem lain yang digunakan dalam pengendalian persediaan adalah sistem
hybrid, dimana sistem ini menguji pilihan perlengkapan, dasar persediaan, dan
sistem visusal. Sistem pemilihan perlengkapan adalah sistem dimana posisi
persediaan di –review pada tingkat yang ditetetapkan sebelumnya maka
ukuran variabel pemesanan ditempatkan untuk memnuhi kebutuhan yang
diharapkan.
o Praktik sistem Persediaan
Di dalam menjalankan sistem persediaan terkait dengan persoalan ;(1) item
mana yang menerima pengendalian manajemen paling ketat, (2) bagaimana
memelihara pencatatan secara akurat, dan (3) tipe seperti apa terkait peralatan
pendukung yang dirasakan. Contoh Sistem Persediaan ; sebagai contoh sebuah
perusahaan daerah air minum, sistem persediaanya mencakup; pengendalian
manajemen yang paling ketat- dilakukan pada kualitas dan kuantitas air yang
dihasilkan, pemeliharaan pencatatan – dilakukan dengan memperkuat sistem
administrasi dan sistem akutansi instansi PDAM, jenis peralatan pendukung
yang disarankan – alat pengelolahan air bersih dan peralatan untuk
mendistribusikan nya kepada seluruh pelanggan.
4. Sistem Produksi
Strategi organisasi harus diterjemahkan kedalam perencanaan operasi secara detil. Slah
satunya adalah perencanaan produksi. Pada organisasi yang menghasilkan
produk/layanan. Rencana produksi terkait dengan tujuan dan sasaran strategis dengan
penjadwalan produksi. Perencanaan produksi adalah perenyataan manajerial tentang
waktu yang dibutuhkan pada tingkatan produksi, tingkatan angkatan kerja, dan investasi.
Persediaan, yang dibawah kepada pertimbangan permintaan konsumen dan batasan
kapasitas organisasi. Perencanaan diseimbangkan dengan tujuan memaksimalkan
pelayanan, meminimalkan investasi persediaan, memlihara stabillitas angkatan kerja.
Meminimalkan biaya produksi, dan memaksimalkan keuntungan (khusus organisasi
profit). Perencanaan produksi berguna agar seorang perencana dapat merencanakan
kegiatan – kegiatan yang konsisten dengan tujuan dan sasaran produksi. Dengan alasan
ini, rencana produksi merupakan dasar dari keseluruhan kuantitas, keseluruhan yang
sering digunakan adalah produk/layanan,SDM, dan waktu. Adapun input manajerial,
tujuan, alternatif dan strategi terkait sistem produk organisasi sebagai berikut;
 Strategi Perencanaan Produksi
 Proses Perencanaan Produksi,
 Contoh perencanaan sistem produksi, pada sebuah perusahaan daerah penghasil
tepung terigu: dalam waktu satu bulan dengan tingkat produksi mencapai
300tontepung terigu, kebutuhan angkatan kerja 100 orang, persediaan bahan baku
berupa beras sebesar 400 ton/bulan dengan peralatan penggilingan yang terpelihara.
Tepung terigu tersebut produksi tersebut dilakukan untuk memenuhi penduduk
kabupaten X sebesar 10.000.000 jiwa.
5. Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan sumber daya manusia (SDM) sangat terkait dengan tujuan strategis jadwal
angkatan kerja. Rencana SDM adalah untuk melayani organisasi terkait dengan rencana
produksi. Hal ini adalah pernyataan manjerial terkait waktu SDM dan kapasitas angkatan
kerja, yang dibawa kepada pertimbangan atas permintaan konsumen dan keterbatan
kapasitas mesin. Adapun input manajerial, tujuan, alternatif dan strategi terkait
perencanaan SDM organisasi. Sebagai berikut;
 Strategi Perencanaan SDM
 Proses Perencanaan SDM
Contoh perencanaan SDM pada sebuah perusahaan daerah penghasil
tepung terigu yang harus mencukupi kebutuhan masyarakat kabupaten X
sebesar 10.000.000 jiwa atau permintaan konsumen sebesar 300 ton/bulan,
sedangkan kapasitas mesin dapat menghasilkan produk 10ton/hari.
Dengan mengidentifikasi kebutuhan konsumen, biaya dan kapasitas
mesin, maka kebutuhan SDM direncanakan sebanyak 100 orang.
6. Penjadwalan
Penjadawalan produksi menjalankan suber daya untuk berbabgai kebutuhan produksi
melebihi periode waktu. Pada proses penjadwalan produksi, dimulai dengan penggunaan
perencanaan produksi yang telah disyahkan oleh organisasi sebagai dasar pengembangan
skdeul prospektif produk/layanan, jadwal produksi akan menjadi rencana yang
menyatakan berapa banyak item yang akan diproduksi dalam periode waktu tertentu.
Contoh Penjadwalan; pada BUMN penghasil bahan bakar minyak dijadwalkan akan
memproduksi minyak tanah, bensin, avtru, solar, dan oli selama enam baulan pada awal
tahun 2017
7. Pengendalian
Pengendalian yang dimaksud di sini adalah pengendalian kualitas yang fokus pada
pencegahan permasalahan kualitas, yang ditujukan pada implikasi biaya dari kualitas
rendah. Pembahasan ini ditekankan pada keterlibatan publik dan feedback yang
diterimanya, dan seluruh bagian organisasi yang mengupayakan peningkatan kualitas.
Selain itu, pemabahasan juga ditujukan kepada bagaimana mengembangkan perencanaan
aksi dan bagaimana mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk menilai apakah
perencanaan sudah dilakukan secara tapat, dan jika tidak, apa yang seharusnya diperbaiki.
Contoh Pengendalian
Pengendalian kualitas pada perusahaan daerah pengahasil gula, dengan menggunakan
TQC melakukan aktivitas sebagai berikut:
o Pemeriksaan dan penelusuran gula dan memecahkan permaslahan kulitas gula
yang dihasilkan. Misalnya warna gula yang tidak bersih mak diberikan
rekomendasi pada bagian produksi untuk lebih menjaga kebersihan pada seluruh
proses tahapan produksi gula.
o Pelaksanaan jaminan kualitas selama produksi, dan khususnya menggunakan
metode statistik untuk mengidentifikasi permaslahan kualitas dan perbaikan mesin
untuk mengurangi junlah barang yang ditoak. Misalnya, penggunaan metode
survei terhadap pelanggan atau pemakai gula untuk mengetahui kepuasan
pelanggan akan kualitas gula yang digunakanya. Selain itu, pengecekan mesin
dilakukan secara berkala untuk memastikan fungsi mesin atau peralatan lain yang
digunakan.
o Pengembangan usaha seluruh bagian. Sebagai contoh upaya pemberian sosialisasi
untuk memotivasi agar seluruh bagian meningkatkan kinerja dan memaksimalkan
ouput, dengan harapan mutu produk /layanan menjadi labih baik dari waktu ke
waktu.
o Fokus pada pendidikan dan pelatihan seluruh pegawai, termasuk manajer untuk
menciptakan kesadaran dan komitmen yang lebih besar pada kualitas organisasi.
Contohnya, pengadaan pelatihan pada karywan baru atau karyawan lama yang
kurang terampil dalam menjalankan tugas – tugasnya.
8. Keuangan
Banyak keputusan pada realisaasi anggaran melibatkan investasi dengan modal besar.
Sebagaian besar aset organisasi berada pada fungsi operasi. Oleh karena itu, pengelola
organisasi seharusnya mencari proyek yang menghasilkan modal besar dan
memperkirakan biaya, keuntungan dan resikonya. Contoh nya adalah sebuah BUMN
penghasil bahan bakar minyak mengunakan net present value method untuk menganlisis
keuangan organisasinya. Analisis dimulai dengan mengeveluasi investasi oraganisasi
dengan membandingkan nilai saat in dari aliran kas setelah dikurangi pajak dengan
jumlah investasi asli.
9. Pemasaran Produk/Layanan
Pemasaran produk/layanan merupakan muara dari proses produksi organisasi. Kegiatan
ini menentukan bagi kelangsungan organisasi di mas depan karena melalui kegiatan ini
pendapatan oragan isasi secara maksimal, bahkan dapat melibihi target organisasi yang
bersangkutan. Contoh pemasaran Produk/Layanan dari sebuah perusahaan daerha
penghasil teh di jawa tengah;
 Kegiatan survei pasar dan perencanaan pasar – permintaan produk di semarang dan
kebumen. Sedangkan langkah – langkah yang akan diambil adalah memasarkan
produk teh ke daerah tersebut.
 Pelaksanaan pemasaran produk- pengolahan daun teh pasca petik hingga menjadi teh
yang telah siap kemas sesuai kualitas yang diharapkan konsumen.
 Penyelesaian – pengujian kualitas teh baik melalui percobaaan di dalam laboratorium
atau uji rasa dengan konsumen sebagai responden. Setelah itu penyiapan kendaran
untuk mendistribusikan teh ke semarang dan kebumen.
10. Pelayanan Jasa
Pelayanan jasa merupakan organisasi, selain berwuud barang keberhasilan pelayanan
jasa dipengaruhi oleh ”bagaimana produk ini diselenggarakan” kepuasan pengguna
menjadi ouput yang sangat penting terkait standart kualitas produk/layanan organisasi.
Apabila pengguna puas dengan pelayanan jasa organisasi, maka diperkirakan alliran
pendapatan organisasi akan berjalan lancar. Adapaun contoh Pelayanan Jasa;
o Pemberian Layanan pendidikan dan kesehatan oleh pemerintah
o Pemberian pendidikan politik oleh partai politik
o Penyebaran wacana mangenai gender, kesehatan reproduksi oleh LSM
o Pemeliharaan atau pemberian bantuan kepada penyandang cacat oleh Yayasan.
11. Kualitas
Merupakan standart yang ditentukan organisasi terhadap produk/layanan organisasi yang
hendak diberikan kepada pengguna. Stsndart ini harus dipenuhi dalam rangka memenuhi
permintaan pasar serta menjaga kelangsungan pendapatanm organisasi. Adapun contoh
kualitas sebagai berikut;
Kualitas beras yang diharapkan konsumen:
 Harga Murah
 Kondisi bersih
 Warna cerah
 Kadar gizi tinggi
 Tidak berbau
 Tidak terkontaminasi virus atau penyakit
 Bisa didapatkan dengan mudah.
Sumber. BMP akutansi Sektor Publik/EKSI4207Modul.7 Hal.7.15 - 7.35
SOAL 4
Terdapat teknik pengadaan barang dan jasa publik diantaranya yaitu administrasi kontrak dan
pengawasan.

Pertanyaan:

Jelaskan mengapa kebanyakan negara berkembang saat ini dalam melaksanakaan pengadaan
barang dan jasa terdapat penundaan kegiatan dan biaya yang berlebihan, penyalahgunaan,
pemborosan, dan penipuan dalam pelaksanaan kontrak.

Secara umum, kontrak harus secara hati – hati dilaksanakan dan diawasi. Memisahkan kembali
kontrak dengan pihak swasta, tidak memberikan masalah birokrasi. Proses yang rumit
menghabiskan biaya dan sering memunculkan praktek korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN) di
dalam pemerintahan, Pencapaian akuntabilitas dapat menjadi sulit, karena setidaknya tiga
organisasi terlibat yaitu organisasi publik yang melengkapi proses penawaran dan memperoleh
kontrak, agen publik yang diharapkan mengawasi pelaksanaaan kontrak, dan entitas swasta yang
akan melaksanakan kontrak. Efektifitas pengelelolahan kontrak secara kuat dipengaruhi oleh
keputusan yang membuat lebih dahulu pada perolehan kontrak. Kesepakatan yang ambigu, tidak
realistis, atau menimbulkan konfli dapat mempersulit manajer publik untuk mengawasi
pelaksanaannya. Ukuran kontrak juga memainkan bagian dalam penetapan lingkup administrasi
kontrak tetapi koordinasi dan negoisasi ketrampilan dan pendalaman pengetahuan dari istilah dan
perkiraan pengguna adalah penting pada seleuruh kasus. Banyak kontrak yang tidak mempunyai
standart kinerja yang jelas, yang mengijinkan pekerjaan kontraktor dinilai dan juga melindungi
kontraktor dari intervensi arbitasi. Bagian pengadaan barang dan jasa oraganisasi sektor publik
membutuhkan dukungan pada pembuatan draft kontrak yang menekankan hasil, membuat
kelayakan pengawasan, dan mempermudah pemahaman personel lapangan dan perwakilan
kontrkator. Hal ini penting untuk dicatat bahwa pada saat organisasi sektor publik
mengoperasikan pengadaan barang dan jasa untuk kontrak yang besar, konsekuensinya adalah
unit adnministrasi lapangan bertanggung jawab pada pengawasan pelaksanaan kontrak,
seringkali tidak mempunyai ide untuk penerima kontrak tersebut, namun harus mengutamakan
dirinya untuk diperiksa kesalahanya.
Sumber. BMP. Akutansi Sektor Publik/EKSI4207/Modul. 7 Hal.7.68 -7.69