PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) MENGGAMBAR (STIMULASI
SENSORI) DENGAN DIAGNOSA KEPERAWATAN HALUSINASI PENDENGARAN
(SKIZOFRENIA)
DI RSKD DADI SULAWESI SELATAN
Disusun Oleh :
Nurmiati (202103024)
Andi Armawansyah (202103002)
Zainul Amin (202103033)
Baso Darussalam (202103008)
Hardyanti (202103011)
Muhammad Akbar (202103019)
Sholehan (202103029)
Arnang Deny Refky (202103006)
INSTITUT TEKNOLOGI KESAHATAN DAN SAINS
MUHAMMADIYAH SIDRAP
2022
A. TOPIK
Terapi Aktivitas Kelompok menggambar pada Gangguan Sensori : Halusinasi
Pendengaran
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Klien mampu menggambar dan menjelaskan apa yang dia gambar.
2. Tujuan Khusus
a) Klien mampu menggambar sampai selesai
b) Klien mampu menyebutkan gambar yang digambar.
c) Klien mampu menceritakan makna dari gambarnya
C. LATAR BELAKANG
Gangguan jiwa adalah gangguan dalam cara berfikir (cognitive),
kemauan (volition), emosi (affective), dan tindakan (psychomotor).
Dari berbagai penelitian dapat dikatakan bahwa gangguan jiwa
adalah kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal, baik yang
berhubungan dengan fisik, maupun dengan mental. Salah satu
hagguan jiwa yang sering dijumpai adalah skizofrenia. Skizofrenia
itu sendiri merupakan suatu deskripsi sindrom dengan variasi
2
penyebab dan perjalanan penyakit yang luas, serta sejumlah akibat
yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik, dan sosial
budaya.
Menurut data World Health Organisation (WHO) tahun 2010,
masalah gangguan jiwa di seluruh dunia memang sudah menjadi
masalah yang sangat serius. Data statistik yang dikemukakan oleh
WHO-World Health Organizationmenyebutkan bahwa setiap saat,
1% dari penduduk dunia berada dalam keadaan membutuhkan
pertolongan serta pengobatan untuk gangguan jiwa. Penduduk
Indonesia sekitar 200 juta jiwa maka di perkirakan 2 jutajiwa
menderita skizofrenia. Sementara itu pada masyarakat umumterdapat
0,2-0,8% penderita skizofrenia (Keliat, 2006) dan prevalensi
gangguan jiwa berat Propinsi Jawa Tengah sebesar 3,3 per mil
(Balitbang Depkes RI, 2008). Berdasarkan hasil pengamatan
dibangsal Harjuna di RSJ. Prof. Dr, Soerojo Magelang,didapatkan
hasil bahwa dari 18 pasien terdapat 8 pasien dengan halusinasi
penglihatan, 6 pasien halusinasi pendengaran, 2 pasien RPK dan 2
pasien dengan DPD. Berdasarkan data yang didapat dibangsal
sebagian besar pasien mengalami halusinasi.Gangguan halusinasi
dapat diatasi dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi (Keliat,
Wiyono, & Susanti, 2011). Salah satu terapi nonfarmakologi adalah
terapi altifitas kelompok (TAK).
3
Salah satu bentuk TAK yaitu menggambar yang bertujuan untuk
mengidentifikasi dan mengklasifikasi stimulus eksternal yang diberikan
melalui gambar dan klien mampu memberikan tanggapan pada pertanyaan
yang diajukan. Dari latar belakang untuk memperbaiki dan memberikan
stimulus yang nyata kelompok ingin memberikan terapi TAK yaitu
menggambar.
D. SELEKSI PASIEN
1. Kondisi pasien kooperatif
2. Klien yang memiliki gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran
3. Pasien yang pernah mengikuti TAK sensori
E. JADWAL KEGIATAN
1. Tempat pelaksanaan TAK: ruangan rehabilitas RSKD Dadi Sulawesi
Selatan
2. Lama pelaksanaan TAK: 45 menit
3. Waktu pelaksanaan TAK: kamis 17 februari 2022, pukul 10.00 WITA –
10.45 WITA
4
F. METODE
1. Diskusi
2. Dinamika kelompok
G. MEDIA DAN ALAT
1. Persiapan tempat yang aman dan tenang
2. Tempat yang cukup luas atau longgar
3. Musik
4. Alat dan bahan: Buku gambar/kertas, pulpen/spidol, bola
5. Lembar evaluasi
6. Kertas Identitas atau alat tulis
H. PENGORGANISASIAN
1. Susunan pelaksana
Bertugas dalam TAK kali ini disesuaikan dengan petugas setiap sesi yang
telah disepakati. Sebagai berikut :
a. Leader : Muhammad Akbar
b. Co-Leader : Sholehan
c. Observer : Nurmiati
5
d. Fasilitator : Hardyanti
Zainul Amin
Andi Armawansyah
Arnang Deny Refky
e. Operator : Baso Darussalam
f. Pasien
Tn. M
Tn. M
Tn. S
Tn .R
Tn. R
Tn. I
Tn. S
Tn. A
2. Uraian tugas pelaksana
Leader
a) Membuka acara
b) Mampu memimpin TAK dengan baik dan tertib
c) Menyampaikan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktivitas
kelompok sebelum kegiatan dimulai.
d) Membuat kontak kegiatan dan disetujui setiap anggota kelompok
e) Mengontrol jalannya terapi bila ada masalah yang timbul dalam
6
kelompok
CoLeader
a) Menjadi role model
b) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas
klien.
c) Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang.
d) Mengambil alih posisi leader jika leader pasif (bloking)
Fasilitator
a) Menyediakan fasilitasi yang dibutuhkan pasien.
b) Memotivasi klien yang kurang aktif
c) Membantu leader memfasilitasi anggota untuk berperan aktif dan
memfasilitasi anggota kelompok dan member reinforcement positif
d) Ikut serta dalam kegiatan kelompok dan berperan sebagai role model
bagi klien sebagai proses aktifitas kelompok
Observer
a) Mengobservasi respon klien
b) Mencatat perilaku klien selama dinamika kelompok TAK
c) Mencatat semua proses yang terjadi dan melaporkannya
d) Mengawasi jalannya aktivitas kelompok dari mulai persiapan,
7
proses,evaluasi hingga penutupan
e) Menyampaikan hasil obsevasi pada kelompok
SETTING TEMPAT
Keterangan:
: Leader
: Co. Leader
: Fasilitator
: Observer
8
: Anggota
I. PROGRAM ANTISIPASI
1. Klien yang meninggalkan diskusi tanpa pamit
a. Jika di dalam ruangan rame bisa dipindahkan di luar dengan suasana
yang tenang
b. Jumlah anggota yang mengikuti TAK 8 orang.
c. Jika tidak ada meja dalam ruangan bisa menggunakan papan atau meja
badminton.
d. Memberikan arahan untuk menggambar.
J. LANGKAH KEGIATAN
1. Persiapan
a. Alat dan bahan
1) Persiapkan tempat yang aman dan tenang
2) Tempat yang cukup luas dan longgar
3) Alat dan bahan : Kertas HVS, spidol, lembar evaluasi,
jadwal kegiatan klien
b. Pasien
1) Membuat kontrak pertemuan dengan klien
2) Menjamin pemenuhan kebutuhan privacy klien, hanya ada
perawat dan klien saja
9
2. Pelaksanaan
a. Persiapan
1) Membuat kontrak dengan klien
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
b. Fase Orientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam dari terapis atau perawat (misalnya dengan
selamat pagi atau selamat siang)
b) Perkenalkan nama perawat dan nama panggilan (Lebih
bagus pakai papan nama)
c) Memberi kesempatan pada klien untuk
memperkenalkan nama masing- masing (dan papan
nama)
2) Evaluasi/validasi
a) Menanyakan perasaan klien saat ini
b) Menanyakan masalah yang dirasakan
3) Menanyakan penerapan TAK stimulasi sensori yang pernah
dilakukan
c. Kontrak
a) Menjelaskan tujuan kegaitan,yaitu menggambar dan
menjelaskan gambar yang telah buat.
b) Menjelaskan aturan permainan sebagai berikut:
a. Jika ada anggota kelompok yang ingin
meninggalkan kelompok harus minta izin
b. Mengikuti kegiatan sampai selesai
c. Mempersilahkan pasien untuk minum, atau BAK
10
dulu sebelum acara dimulai.
d. Lama kegiatan tidak lebih dari 45 menit
d. Fase kerja
1) Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan
yaitu menggambar, dan menceritakan hasilnya kepada
klien lain
2) Terapis membagikan kertas dan pulpen untuk tiap klien
3) Terapis meminta klien menggambar sesuai keinginan klien
4) Sementara klien mulai menggambar, terapis berkeliling
dan memberikan penguatan kepada klien untuk terus
menggambar. Jangan melecehkan/mencela klien.
5) Setelah semua klien selesai menggambar, terapis meminta
masing-masing klien untuk memperlihatkan dan
menceritakan gambar yang telah dibuatnya kepada klien
lain. Hal yang harus diceriatakan adalah gambar apa, dan
makna gambar tersebut menurut klien
6) Berikan pujian dan tepuk tangan atau pengahargaan atas
kemampuan klien memberi pendapat.
7) perawat menyampaikan tujuan dari kegiatan menggambar
yaitu mengisi aktifitas sehari-hari agar pasien memiliki
kegiatan sehingga diharapkan halusinasi pasien tidak muncul
dan dengan kegiatan menggambar, klien diharapkan bisa
berkonsentrasi dengan instruksi dari leader tentang gambar yang
dibuat.
e. Fase terminasi
11
1) Evaluasi
a) Perawat menanyakan perasaan klien setalah mengikuti
terapi aktivitas kelompok
b) Perawat memberikan pujian atas keberhasilan kelompok dengan
menggunakan kata “bagus sekali”
2) Rencana tindak lanjut
a) Menganjurakan klien untuk melatih kemampuan menggambar
dan mendiskusikan dengan klien lain atau perawat lain
b) Membuat jadwal menggambar
3) Kontrak terapi kelompok yang akan datang
a) Bersama dengan klien membuat rencana aktivitas kelompok
selanjutnya
b) Bersama klien menentukan waktu dan tempat terapi
aktifitas kelompok yang akan datang
3. Pendokumentasian
a. Mencatat kegiatan TAK stimulasi sensori dalam buku
catatan atau laporan TAK baik jenis TAK, topic TAK, klien
yang di terapis, leader dan observer yang melakukan TAK
serta hasil evaluasi proses dan hasil serta membubuhkan
tanda tangan dan nama terang
b. Mencatat tindakan keperawatan yang telah dilkukan kedalam
catatan perkembangan terintegrasi sesuai standard prosedur
operasiional yang berlaku. Pendokumentasian catatan
perkembangan terintegrasi harus dilkukan oleh perawat yang
telah diberikan penugasan klinik
c. Mencatat tindakan keperawatan pada Log Book (SKP) harian
d. Mencatat TAK stimulasi sensori : menggambar harus
12
dilakukan klien pada papan jadwal kegiatan untuk tindak
lanjut perawat shift berikutnya
4. Hal – hal yang harus diperhatikan
a. Mengevaluasi respon serta toleransi klien selama TAK stimulasi
persepsi
b. Mengevaluasi kebutuhan kenyamanan dan keamanan
pasien, dan staf selama TAK stimulasi sensori
c. Kemampuan TAK stimulasi sensori disesuaikan dengan
pasien, sesuai dengan kesepakatan yang dibuat klien.
13
DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI.(2008).Proposal Terapi Aktivitas Kelompok Halusinasi.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Keliat, B. A., Wiyono, A.P., & Susanti, H. (2011). Manajemen kasus gangguan
jiwa: CMHN(intermediate course). Jakarta: EGC.
Keliat, dkk. (2005). Keperawatan Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta:
EGC Keliat, dkk. (2006). Proses Keperawatan KesehatanJiwa Edisi 2.
Jakarta: EGC
Purwaningsih, & Karlina. 2009. Asuhan Keperawatan Jiwa Dilengkapi Terapi
Modalitas dan Standar Operating Prosedur (SOP). Yogyakarta: Nuha
Medika Press.
Stuart & Sundeen. (2005). Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC
Yusuf, dkk. (2014). Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Salemba
Medika
14
Formulir evaluasi sebagai berikut :
Nama:
Alamat:
No. Aspek yang dinilai Nama Pasien
1. Mengikuti kegiatan dari
awal sampai akhir
2. Menggambar sampai selesai
3. Menyebutkan apa yang
digambar
4. Menceritakan makna
gambar
Petunjuk:
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien
2. Untuk tiap lien, beri penilaian tentang kemampuan klien mengikuti, menggambar,
menyebutkan gambar, dan menceritakan makna gambar. Beri tanda (√) jika klien
mampu dan tanda (-) jika klien tidak mampu.
15
16