Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

BENDUNGAN ASI

DISUSUN OLEH :
YUTQINATI
PO.71.24.3.18.060

Dosen Pembimbing :

Rika Khairunisah, S.SiT.M.Bmd

POLTEKKES KEMENKES RI PALEMBANG


PRODI DII KEBIDANAN MUARA ENIM
TAHUN AKADEMIK 2020/2021
SAP BENDUNGAN ASI

Topik : Infeksi Masa Nifas

Sub Topik : Bendungan Asi

Sasaran : Ibu Menyusui

Tempat : Puskesmas Muara Enim

Penyuluh : Mahasiswi Prodi DIII Kebidanan Muara Enim

A. Tujuan Intruksional
1. Tujuan Umum
Setelah di lakukan penyuluhan diharapkan ibu-ibu dapat mengerti dan
memahami tentang bendungan asi.
2. Tujuan intruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan 20 menit tentang bendungan ASI pada
ibu menyusui, diharapkan ibu dapat mengetahui tentang :
1. Pengertian Bendungan Asi pada ibu menyusui
2. Tanda dan gejala bendungan ASI
3. Penanganan bendungan ASI
4. Pencegahan bendungan ASI

I. Tujuan Intruksional Umum


Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 20 menit,
diharapkan ibu menyusui memahami apa itu bendungan ASI dan
penanganannya serta dapat mencegah agar tidak terjadinya
bendungan ASI.
II. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 30 menit,
diharapkan klien dapat :
a. Menjelaskan pengertian bendungan ASI pada ibu menyusui.
b. Mengetahui tanda dan genjala bendungan ASI
c. Mengetahui penanganan serta menjelaskan tentang bagaimana
cara mengatasi bendungan ASI.
d. Mengetahui serta melakukan pencegahan agar tidak terjadinya
bendungan ASI.

B. Materi
1. Terlampir

C. Metode
1. Diskusi
2. Tanya jawab

D. Media
1. Leaflet
2. Poster
3. Slide PPT

E. Proses pelaksanaan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu

1. Pembukaan a. Mengucapkan salam a. Membalas salam


(5 menit) b. Menjelaskan tujuan b. Mendengarkan
umum dan tujuan c. Memberi respon
khusus penkes
2. Pelaksanaan Menjelaskan tentang :
(20 menit) 1. Pengertian a. Menanyakan yang
Bendungan Asi belum dimengerti dari
2. Tanda dan gejala materi yang dijelasan
3. Penanganan b. Ibu ikut serta
bendungan asi berperan aktif dalam
4. Pencegahan pembahasan materi
bendungan asi
3. Penutup a. Melakukan sesi tanya a. Menanyakan yang
( 10 menit) jawab belum dimengerti dari
b. Menyimpulkan materi materi yang dijelasan
yang disampaikan b. Ibu ikut serta
c. Memberi salam berperan aktif dalam
penutup menyimpulkan materi
c. Memberi respon

LAMPIRAN : Materi Bendungan ASI


2.1 Masa Nifas
a. Pengertian masa nifas
Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah kelahiran
plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum
hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu.

b. Tujuan asuhan masa nifas


1. Mempertahankan kesehatan fisik dan psikologis.
2. Mencegah infeksi dan komplikasi.
3. Memperlancar pembentukkan dan pemberian ASI.
4. Mengajarkan ibu untuk melaksanakan perawatan mandiri sampai masa
nifas selesai dan memelihara bayi dengan baik, sehingga bayi dapat
mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

c. Tahapan masa nifas


1. Periode pasca salin segera (immediate postpartum) 0-24 jam
2. Periode pasca salin awal (early postpartum) 24 jam-1 minggu
3. Periode pasca salin lanjut (late postpartum) 1 minggu-6 minggu

2.2 Laktasi
a. Laktasi
Laktasi merupakan keseluruhan proses menyusui yang di mulai dari Air
Susu Ibu (ASI) di produksi sampai proses bayi menghisap dan menelan
ASI.

ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktose dan
garamorganik yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu,
sebagai makanan utama bagi bayi.

b. Fisiologis Laktasi
Laktasi atau menyusui mempunyai dua pengertian, yaitu produksi ASI
(prolaktin) dan pengeluaran ASI (oksitosin).

1.Produksi ASI (Prolaktin).

2.Pengeluaran ASI (Oksitosin)

c. Manfaat pemberian ASI

1. Bagi bayi

a. Perkermbangan psikomotorik lebih cepat


b. Menunjang perkembangan kognitif

2. Bagi ibu
a. Mencegah anemia defisiensi zat besi
b. Mempercepat ibu kembali ke berat badan sebelum hamil

2.3 Definisi Bendungan Asi

Bendungan ASI adalah pembendungan air susu karena penyempitan


duktus laktiferus atau oleh kelenjar-kelenjar yang tidak dikosongkan dengan
sempurna atau kelainan pada putting susu.

2.4 Etiologi

Setelah plasenta lahir, hormon estrogen dan progesteron menurun,


sedangkan sekresi hormon prolaktin meningkat. ASI dibentuk oleh hormon
prolaktin dan dibantu oleh rrefleks pengeluaran ASI yaitu let down refleks.

Hormon prolaktin menyebabkan alveolus-alveolus kelenjar mammae terisi


dengan air susu, tetapi untuk mengeluarkannya dibantu oleh let down refleks.
Yang menyebabkan kontraksi mioepitel yang mengelilingi alveolus dan duktus
kecil kelenjar-kelenjar tersebut.

2.5 Tanda dan Gejala


Pada permulaan nifas apabila bayi tidak menyusui dengan baik atau
apabila kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna terjadi
bendungan ASI, gejalanya antara lain :

a. Mammae panas serta keras


b. Mammae bengkak
c. Nyeri pada perabaan
d. Suhu badan meningkat

2.6 Faktor penyebab terjadinya bendungan ASI


1. Pengosongan payudarayang tidak sempurna\
2. Isapan bayi yang tidak aktif
3. Posisi menyusui yang tidak benar

2.7 Penanganan

a. Menyokong mammae dengan bra dan berikan analgetik


b. Sebelum menyusui kosongkan ASI dengan pijatan ringan
c. Kadang-kadang diberi estradiol 3x1 mg selama 2-3 hari
d. Kompres dingin payudara untuk mengurangi bengkak dan nyeri
e. Kompres hangat payudara sebelum menyusui

2.8 Pencegahan

Bidan sebagai tenaga kesehatan ditengah masyarakat dapat meningkatkan


usaha promotif dan preventif dengan jalan :

a. Mengajarkan pemeliharaan/perawatan payduara semenjak hamil untuk


mencegah masalah umum yang timbul.
b. Cara menyusui yang benar yaitu posisi menyusui serta dalam memberikan
ASI jangan pilih kasih kanan dan kiri harus sama frekuensinya.
c. Menyusukan bayinya sesering mungkin
d. Hanya memberikan kolostrum dan ASI saja
e. Hindari susu botol dan dot “empeng” yang dapat membuat bayi bingung
dan menolak putting ibunya (tidak menghisap dengan baik)

Evaluasi

1. Apa pengertian bendungan ASI pada ibu menyusui ?


2. Apa saja tanda dan gejala bendungan ASI pada ibu menyusui ?
3. Apa saja faktor penyebab terjadinya bendungan ASI pada ibu menyusui?
4. Bagaimana cara pencegahan dan penanganan bendungan ASI pada ibu
menyusui ?

KESIMPULAN

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RisKesDas) tahun 2010 menunjukkan


pemberian ASI di Indonesia saat ini memprihatinkan, presentase bayi yang
menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3%. Hal ini disebabkan
kesadaran masyarakat dalam mendorong peningkatan pemberian ASI masih
relative rendah.

Masalah yang timbul selama masa menyusui dapat dimulai sejak periode
antenatal, masa pasca persalinan dini (nifas atau laktasi) dan masa pasca
persalinan lanjut. Salah satu masalah menyusui pada masa pasca persalinan dini
(masa nifas atau laktasi) adalah puting susu nyeri, puting susu lecet, payudara
bengkak, dan mastitis.

Bendungan ASI adalah suatu kejadian dimana aliran vena dan limfatik
tersumbat, aliran susu menjadi terhambat dan tekanan pada saluran air susu ibu
dan alveoli meningkat. Kejadian ini biasanya disebabkan karena air susu yang
terkumpul tidak dikeluarkan sehingga menjadi sumbatan. Gejala yang sering
muncul pada saat terjadi bendungan ASI antara lain payudara bengkak, payudara
terasa panas dan keras dan suhu tubuh ibu sampai 380 C.

DAFTAR PUSTAKA
Prawiroharjo, Sarwono. 2013. Ilmu Kebidanan. Edisi Ketiga. Jakarta : YPB-SP

Rukiyah, Ai Yeyeh. 2010. Asuhan Kebidanan IV (Patologis Kebidanan). Jakarta :


TIM

Marliandiani, Yefi. 2015. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas dan Menyusui.
Jakarta : selemba medika

Asih, Yusari. 2016. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas dan Menyusui. Jakarta :
TIM

Anda mungkin juga menyukai