Anda di halaman 1dari 4

Perubahan Kimia Vs Perubahan Fisika

Monday, August 31st 2015. | rumus fisika

Perbedaan yang utama dari sebuah perubahan kimia dengan perubahan fisika adalah
komposisi materi/zat. Saat terjadi perubahan atau reaksi kimia ada perubahan dalam
komposisi materi sedangkan dalam perubahan fisika yang terlihat hanya perbedaan
penampakan, bau, atau bentuk tanpa adanya perubahan dalam komposisi materi. Sobat bisa
mengatakan sebenarnya perubahan fisika itu tidak benar-benar terjadi. “Sebenarnya tidak ada
reaksi yang terjadi.”.

Ciri-ciri perubahan fisika dan kimia

Perubahan fisika hanya terbatas pada perubahan dalam tampilan tanpa mengubah komposisi
materi zat. Beberapa perubahan yang umumnya terjadi adalah:

 Tekstur
 Warna
 Suhu
 Bentuk
 Perubahan titik didih, titik leleh, titik lebur.

Sifat fisika dari benda meliputi banyak aspek. Perubahan yang terjadi pada aspek-aspek
tersebut bisa jadi merujuk pada perubahan fisika. Berikut beberapa diantara sifat fisika
tersebut:

 Viskositas (tegangan)
 Kelarutan
 Massa
 Volume

Lain halnya dengan perubahan kimia. Perubahan kimia terjadi ketika komposisi materi
berubah. Ketika sebuah ikatan kimia putus atau terbentuk ikatan baru serta ada zat kimia
yang baru maka di situlah terjadi perubahan kimia. Berikut ini indikator umum terjadinya
perubahan kimia:

 Perubahan suhu
 Perubahan warna
 Munculnya bau
 Terbentuknya
 Terbentuknya gelembung-gelembung

Catatan : ketika dua atau lebih pereaksi dicampur dan terjadi perubahan temperatur, warna,
dan lainnya, maka kemungkinan besar perubahan kimia terjadi. Kriteria di atas tidak bersifat
mutlak. Bisa saja terjadi hal di atas padahal perubahan kimia tidak terjadi. Misalnya
pengecatan tembok, terjadi perubahan warna namun bukan merupakan perubahan kimia. Hal
ini karena komposisi cat dan tembok tidak berubah dan tidak ada zat baru yang terbentuk.

Perubahan Fisika
a. Tekstur
Tekstur dari sebuah zat bisa menunjukkan adanya perubahan fisika. Contoh, sebuah papan
kayu yang masih kasar kemudian di pasah, di amplas, dan diplitur akan menjadi halus. Hasil
akhirnya akan memiliki tekstur yang berbeda dari papan kayu yang masih kasar. Setelah di
pasah, di amplas, dan diplitur kayu akan lebih halus.

b. Warna
Perubahan warna memang identik dengan perubahan kimia. Perubahan warna menandai
dimulainya sebuah reaksi kimia. Namun demikian ada contoh perubahan warna yang
merupakan perubahan fisika. Ketika sobat mengecat mobil atau motor maka yang terjadi
adalah perubahan warna yang termasuk dalam perubahan fisika bukan perubahan kimia.

c. Suhu
Meskipun perubahan suhu tidak dapat dilihat langsung dengan mata, setidaknya adanya
perubahan suhu menunjukkan ada sebuah perubahan yang terjadi pada suatu zat. Perubahan
suhu ini bisa menandakan perubahan kimia maupun fisika.
Amati gambar teflon di atas. Kita mungkin tidak bisa melihat secara langsung adanya
perubahan bentuk, warna, tekstur, atau perubahan kareakteristik fisika yang lain. Akan tetapi
apabila kita pegang panci tersebut akan terasa panas.

d. Bentuk
Contoh perubahan fisika yang berupa perubahan bentuk sangat banyak. Jika sobat suka
bermain origami, kertas yang awalnya hanya berbentuk lembaran bisa berubah menjadi aneka
ragam bentuk. Perubahan tersebut merupakan perubahan fisika (perubahan bentuk).

e. Perubahan Wujud
Ketika sebuah benda berubah dari satu wujud ke wujud yang lain maka ia mengalami
perubahan fisika. Dalam peristiwa ini ada beberapa karakteristik fisika yang berubah seperti
bentuk, kerapatan, dan sebagainya. Contohnya es yang berubah wujud menjadi air. Pada
akhirnya ia kehilangan wujud padatnya dan berubah menjadi bentuk cairan.

Berikut tabel perubahan wujud yang merupakan perubahan fisika

Padat →Cair Melebur


Cair → Gas Menguap
Cair →Padat Membeku
Gas → Cair Kondesasi
Padat → Gas Sublimasi

Untuk lebih lengkapnya tentang perubahan wujud ini bisa sobat baca di perubahan wujud zat.

Perubahan Kimia

Berikut ini adalah beberapa indikator yang bisa dijadikan acuan terjadinya perubahan kimia

a. Perubahan Suhu
Perubahan suhu sangat identik dengan adanya perubahan kimia.  Ketika melakukan
percobaan jika diamati dengan menggunakan termometer hampir bisa dipastikan suhu
sebelum reaksi maupun sesuah reaksi akan berubah. Berbeda dengan kenaikan suhu pada
perubahan fisika. Pada perubahan suhu ini diikuti dengan terbentuknya zat atau materi baru
yang berbeda dengan zat pereaksinya. Jika sobat memanaskan air tidak ada zat baru. Adanya
air yang suhunya semakin panas.

b. Perubahan Warna
Bergantinya warna sebuah zat bisa menjadi indikator bahwa zat tersebut mengalami
perubahan kimia. Jika sobat amati besi yang sudah berumur lama maka akan mengalami
perubahan warna menjadi semakin kecoklatan. Perubahan warna ini merupakan bukti nyata
bahwa besi tersebut mengalami perubahan kimia.

c. Munculnya Bau
Ketika dua atau lebih senyawa atau zat di campur dan kemudian muncul bau setelahnya,
maka sedang terjadi reaksi kimia. Contohnya ketika bua mentimun mulai busuk maka akan
muncul bau khas. Bau tersebut adalah hasil reaksi kmia pembusukan (dekomposisi).

d. Terbentuknya Gelembung- gelembung gas


Terbentuknya gelembung-gelembung gas adalah salah satu indikator adanya perubahan
kimia. Ketika gelembung-gelembung terbentuk akan diikuti perubahan suhu. Perubahan suhu
dan terbentuknya gelembung gas sering terjadi bersamaan