Instalasi Lift
Instalasi Lift
Instalasi Lift
Pemberian energi listrik pada lift harus berasal dari cabang tersendiri, mulai dari pemutus
hubung bagi utama atau dari panel utama dengan diberi tanda yang jelas dan terang. Motor
listrik yang digunakan adalah motor listrik 3 phasa 50 Hz untuk type Ruang mesin/Roomless
dan 1 phase 50 Hz untuk type Home lift.
Contoh konstruksi lift ditunjukkan pada Gambar Gbr. Contoh Kontruksi Lift .
Bagian-bagian Lift
1
Pada lift juga ada satu lagi kabel baja yang melingkari roda piringan (disk), satu roda di
atas dikamar mesin dan yang satu lagi berada di bawah dipasang pada dasar lorong lift.
Kabel ini digerakkan oleh piringan di atas yang digerakkan oleh motor listrik
berjalan/berputar ke kanan dan ke kiri yang membuat sangkar lift naik turun karena pada
satu titik dari kabel yang naik turun ini diikatkan pada sangkarnya.
Untuk menjaga keselamatan para penumpang, pada setiap lift memiliki beraneka ragam alat
pengaman, baik pengaman mekanis maupun elektris dengan tingkat kepekaan dan faktor
keamanan yang tinggi. Pada sistem pengendali atau kontrol semua peralatan pengaman
dan tanda-tanda untuk mendeteksi setiap tujuan yang serba otomatis digunakan electronic
box (plc) yang dipasang pada ruang mesin lift dan umumnya berada diatas shaft atau
hoistway.
Penentuan berat sangkar dipengaruhi oleh berat sangkar ditambah dengan 45% lebih
muatan.
Pada saat sangkar berkedudukan di tempat yang paling atas, masih ada ruang bebas
setinggi ±175 cm, sedang pada kedudukan paling bawah, masih ada ruang bebas
dengan jarak ±75 cm.
Jika terjadi lift berhanti melebihi titik teratas atau terbawah, lift akan menyentuh saklar
akhir dan lift segera berhenti. Setiap saklar akhir terdapat dua saklar di atas dan di
bawah sehingga merupakan pengaman ganda.
Pada dasar lorong lift terdapat tonggak penahan sebagai pengaman, masing-masing
untuk lift dan bandul pemberat piringan PP memiliki alat centrifugal yang segera
berkembang dan membuka saklar dan membuat lift berhenti. Jika lift turun lebih
cepat 6% dari kecepatan normal. Jika lift meluncur ke bawah cepat sekali (jika
kabelnya putus yang berarti roda PP ikut berputar cepat juga.
Alat pengaman yang dapat menahan kabelnya dan pada saat kabel ditahan maka
kabel akan cukup kuat untuk menarik cakar pengaman yang akan menjepit dengan
keras batang peluncur dan lift segera berhenti (seperti rem pada sangkar api).
Pada saat lift berhenti, pintu lorong dan pintu sangkar akan membuka dan menutup
sendiri secara otomatis dalam waktu 8 detik dan cukup waktu untuk keluar masuknya
penumpang.
2
Diantara daun pintu lorong dan daun pintu sangkar terdapat daun pintu pengaman yang
menonjol lebih dari tutup pintu yang menonjol tersebut karena letaknya jika terdapat badan
atau anggota badan yang terjepit akan tertekan lebih dulu masuk ke dalam dan mematikan
aliran motor listrik penggerak ke dua daun pintu yang ada dan gerakan pintu berhenti
seketika.
Pada sangkar terdapat lampu tanda bahaya untuk terjadinya gangguan-gangguan dan
kemacetan-kemacetan dan apapun jenis gangguan dapat diatasi dengan segera. Jenis
gangguan yang terjadi diantaranya adalah: tidak ada tegangan listrik, sumber tegangan
mati, pintu macet, dan lain-lainnya. Pada sangkar terdapat telepon yang sewaktu-waktu
dapat digunakan menghubungi petugas lift atau operator yang selalu berada di kamar
mesin. Lampu-lampu bahaya dan juga alat telepon dapat aliran dari baterai.
3
PT: Piringan traksi untuk 3 kabel
baja
PP: Piringan pengatur jalannya
sangkar sangkar (tempat
beban)
TP: Kabel baja pengatur juga
menggerakkan mekanik
pengaman
PPN: Piringan penegang
KM: Kamar mesin tepat di atas
lorong lift
DC: Cakar pengaman yang
dapat mengait keras tonggak
peluncur sebagai rem
BP: Batang peluncur
TP: Tonggak pengaman
A: Kawat baja dimasukan
tabung besi cor B
B: Tabung besi cor
C: Kerangka sangkar bagian
atas (frame atas)
D: Pegas (pir) penyerap getaran
KB : Kabel baja
Pada sistem lift yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut:
4
Sistem Kerja,
Simplex, lift bekerja secara individual & tidak terpengaruh oleh lift yang lain.
Duplex, 2 lift yang bekerja dalam 1 kontrol
Group control, beberapa lift yang bekerja dalam 1 kontrol.
Kriteria tersebut sangat mempengaruhi dalam penetapan kapasitas, kecepatan dan jumlah
lift yang akan dipakai dalam suatu gedung.
Katrol (sheaves)
Terbuat dari cor.
Kawat penggantung (ropes) Ropes untuk kabin lift & counter weight terbuat dari baja
berpilin
Rel penuntun (guide rails). Untuk kabin lift & counter weight dipasang menggunakan
bracket dan terikat kuat pada struktur bangunan.
Bandul pengimbang (counterweight)
Terbuat dari balok besi tuang yang dipasang tersusun pada rangka baja.
Mampu memberi keseimbangan sebesar berat kabin lift kosong ditambah 40% – 45%
berat beban maksimum
Sepatu Penuntun (guide metal shoe), Terpasang kuat pada bagian atas & bawah kabin
lift & counterweight.
Buffer, Terpasang dibawah sangkar lift & counter weight.
Sangkar Lift Penumpang.
Rangka Sangkar Elevator
Dibuat dari profil baja yang dicat anti karat
Pada rangka ini terdapat paling sedikit empat buah sliding type guide shoes,
dimana dua buah terletak pada bagian atas sangkar dan yang lain pada bagian
bawah sangkar tepat guide rail.
Lantai Sangkar
Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat.
Bagian bawah dilapisi peredam suara.
Ukuran dan kekuatan sesuai kapasitas angkut
5
Dinding Sangkar
Terbuat dari plat baja dicat, stainless Steel Hairline Finish atau bahan lain yang dipakai
& dibuat sesuai disain Arsitektur.
Bagian luar dilapisi peredam suara.
Langit-langit Sangkar
Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat.
Ketinggian tidak kurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa
dibuka dari atas sangkar dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi
selama pintu tersebut dibuka.
Terdapat penerangan normal & darurat dengan sumber daya dari batere yang akan
menyala pada saat listrik utama padam.
Terdapat Exhaust Grille dengan Exhaust Fan untuk ventilasi.
Bagian atas dilapisi peredam suara.
Pintu Sangkar
Terbuat dari plat baja dicat, stainless Steel Hairline Finish atau bahan lain yang dipakai
& dibuat sesuai disain Arsitektur.
Terdiri atas dua panel side opening.
Penggerak pintu sangkar adalah motor listrik yang dilengkapi dengan alat pengatur
kecepatan.
Indikator Sangkar, Integrated dengan Sangkar Operating Panel dilengkapi dengan
penunjuk arah pergerakan sangkar. Indikator posisi sangkar dan bel.
Sangkar Operating Panel
Terbuat dari SS plate dengan hairline finish atau sesuai pesanan.
Terdiri atas peralatan sebagai berikut :
6
Saklar Parkir
Biasanya terletak di lobby utama didekat tombol lantai (hall button) berfungsi untuk
mematikan dan menjalankan lift.
Saklar kebakaran / Fireman Switch
Sama halnya saklar parkir yang terletak di lobby utama disisi atas hall button,
berfungsi untuk mengaktifkan fungsi fireman control / fireman operation.
Magnetic Landing Device, Untuk memberhentikan sangkar lift pada setiap lantai yang
dituju dengan toleransi +/- 5 mm dari lantai yang bersangkutan.
Landing Door
Mempunyai type dan dimensi yang sama dengan pintu sangkarnya.
Dilengkapi dengan wide jamb atau narrow jamb.
Terbuat dari plat baja dicat, stainless Steel Hairline Finish atau bahan lain yang dipakai
& dibuat sesuai disain Arsitektur.
Dilengkapi dengan kunci pembuka secara manual dan interlock secara elektris dan
mekanis dan dilengkapi dengan alat penutup otomatis dengan weight closer.
Door Sills dan Toe Guards o Terletak dibawah pintu, terbuat dari Extruded Alumunium
yang didudukkan pada beton yang telah disediakan.
7
Top Clearance (F) : Jarak ruang bebas yg aman antara bagian paling atas sangkar
dengan „plafond‟ ruang luncur jika ada orang diatas sangkar.
Pit Depth (E): Kedalaman dari pit / bagian bawah ruang luncur/sumuran.
Jamb : Kusen pintu lift. Ada narrow jamb dan wide jamb.
Main Rail : Rel pemandu untuk agar sangkar bisa berjalan vertikal tidak berayun dan
sebagai sa-rana untuk pengereman darurat.
Counterweight Rail : Rel untuk memandu jalannya bobot imbang.
Rail Bracket : braket untuk memasang rel.
RG, Rail Gauge : jarak ujung rel ke ujung rel yang lain.
Counterweght : bobot imbang untuk mengim-bangi berat sangkar.
Sangkar : Sangkar tempat berdiri penumpang naik turun.
Overhead (C): Jarak dari lantai teratas dengan „plafond‟ ruang luncur .
Sill : Profil alumunium dibawah pintu lift (Sangkar door dan Hall Door).
Sangkar Door : Pintu sangkar lift.
Hall Door atau Landing Door : Pintu luar atau Pintu lantai.
Hall Lantern : Lampu kedip yang menunjukkan kedata-ngan lift atau arahnya.
Traveling distance (D): Jarak gerak dari lantai paling bawah sampai lantai paling atas
dalam kondisi operasi normal.
Door height (G) : Tinggi pintu lift.
Main sheave : Roda utama yang ada pada mesin/motor lift.
Pada bagian berikut, kita akan melihat bagaimana unsur-unsur keselamatan ini bekerja
untuk menjaga agar tidak meluncur jatuh ke tanah jika terjadi kesalahan.
Berikut ini sebagian dari rincian fitur keselamatan yang ada pada sebuah lift:
8
Sangkar dan bandul penyeimbang keduanya berjalan bersamaan tapi berlawanan arah
sepanjang rel baja.
Mesin lift tua dan berkarat dapat membuat operasi lift berhenti, tapi kemungkinan tidak
akan memutuskan semua kabel di dalam shaft lift. Setiap kabel lift terbuat dari beberapa
bahan baja panjang yang dipilin bersama satu dengan lainnya. Kabel ini sangat jarang
terputus dan pengawasan secara teratur untuk memastikan tidak ada kerusakan akibat
pemakaian. Tetapi tetap sebuah kabel baja juga bisa terputus. Lalu apa yang terjadi
kemudian?
Hampir semua katrol lift memiliki
beberapa kabel – totalnya antara
empat sampai delapan. Bahkan jika
satu kabel terputus, kabel yang
tersisa akan mampu
mempertahankan lift tetap
beroperasi dan pada kenyataannya,
hanya satu kabel saja sudah cukup.
Pengaman dan Pengaturan Governur: Mari kita berandai-andai jika semua kabel itu terputus,
safety lift akan menendang masuk pengaman sistem pengereman pada sangkar lift yang
menjepit jalur rel naik dan turun yang ada di hoistway (shaft) lift. Beberapa pengaman
menjepit rel, sementara yang lain menggerakkan ganjal apit ke dalam rel. Biasanya,
pengaman diaktifkan oleh kecepatan mekanis governur.
Governur adalah katrol yang berputar ketika lift bergerak, ketika governur berputar terlalu
cepat, gaya sentrifugal akan mengaktifkan sistem pengereman.
Dengan semua fitur ini di tempat, Anda akan memiliki peluang bagus untuk bertahan hidup
pada setiap kecelakaan lift.
Ada banyak alat pengaman yang dipasang pada konstruksi lift, diantaranya:
Circuit Breaker, berfungsi: Memutuskan sumber tenaga listrik dari panel induk (sub panel)
ke panel control lift. Menjaga peralatan elektronik dari lift jika terjadi arus lebih (over
current).
Governoor, berfungsi: Memutuskan aliran listrik ke panel control lift jika governor
mendeteksi over speed pada traffic lift atau roda pulley governoor. Menjepit kawat sling
governor (catching).Secara mekanik bandul governor akan menjepit kawat sling
governor (rope governor) dan dengan terjepitnya sling ini,maka sling ini akan menarik
safety wedge pada unit safety gear/safety wedge yang terletak di bawah car lift dan akan
mencengkaram rail untuk melakukan pengereman secara paksa terhadap lift.
Upper Final Limit Switch,berfungsi: Merupakan double proteksi untuk menghentikan
operasi lift jika switch batas atas gagal beroperasi.
Lower Final Limit Switch, berfungsi : Merupakan double proteksi untuk menghentikan
opersi lift jika switch batas bawah gagal beroperasi.
10
Upper Limit Switch, berfungsi: Berfungsi menjaga lift beroperasi melewati batas travel
lantai tertingginya.
Lower Limit Switch, berfungsi: Menjaga lift beroperasi melewati batas travel lantai
terendahnya.
Emergency Exit (manhole),berfungsi: Penumpang dapat di tolong/evakuasasi dari dalam
sangkar melalui manhole ini pada saat emergency.Manhole ini hanya dapat di buka dari
sisi luar bagian atas.jika pintu ini terbuka lift otomatis akan berhenti.
Emergency Light, berfungsi: Lampu emergency akan menyala secara otomatis jika terjadi
pemdaman sumber listrik.Lampu ini dapat bertahan rata-rata sampai dengan 15 menit.
Safety Gear/Safety Wedge, berfungsi: Melakukan pengereman (menjepit) terhadap rail
jika governor mendeteksi terjadinya over speed.
Lock Out, berfungsi: Terletak di sisi sebelah atas dari pintu luar lift yang memungkinkan
untuk di buka jika ingin melakukan pertolongan darurat pada penumpang jika terjadi
emergency.
Door Lock Switch,berfungsi: Mencegah pintu terbuka pada saat lift sedang beroperasi
(running).Pintu hanya dapat di buka setelah sangkar berhenti.
Interphone,berfungsi: Penumpang dapat berkomunikasi dengan petugas teknisi
(building maintenance) di ruang mesin,ruang control atau ruang security jika terjadi
pemdaman listrik atau hal emergency.
Safety Shoe,berfungsi: Mendeteksi gangguan pada saat pintu akan menutup dan
membuka kembali jika mendeteksi sesuatu.Photocell dapat di gunakan secara
bersamaan safety shoe ini.
Weighing Device (pendeteksi beban),berfungsi: Memberikan / mengaktifkan buzzer
alarm pada saat weighing device ini mendeteksi beban sangkar yang berlebih.jika
weighing device ini aktif pintu lift akan tetap terbuka sampai dengan sangkar di kurang
bebannya.
Apron, berfungsi: Mencegah penumpang terjatuh ke dalam hoistway (ruang luncur lift)
pada saat penumpang mencoba keluar ketika lift berhenti tidak level.
Buffer, berfungsi: Jika sangkar atau counterweight (beban penyeimbang) bergerak kea
rah paling bawah,buffer akan mengurangi terjadinya shock (guncangan).
Tak seperti pada rem mobil, rem mesin lift hanya berfungsi untuk menahan lift pada saat
lift berhenti. Terjadi perlambatan lift/deselerasi tidak disebabkan oleh rem lift tetapi oleh
sistim kontrol lift. sehingga kanvas rem lift umurnya sangat lama
11
Governor berfungsi untuk memberhentikan lift jika terjadi kecepatan lebih. Cara
mematikan lift ada 2 cara:
Setelah tali governor tertahan, rem darurat yang berada disamping kiri dan kanan
sangkar akan lansung aktif menjepit rel pemandu. Karena bentuknya yang tirus, semakin
turun sangkar, maka jepitan terhadap rel semakin kuat dan tetap memaksa sangkar
berhenti.
Pintu luar selain dilengkapi kunci kait agar selalu mengunci, juga dilengkapi dengan
saklar pengaman. Saklar ini berfungsi agar waktu pintu lift terbuka, sangkar dijamin akan
tetap berhenti. Bahaya mengancam jika pintu terbuka lift bisa jalan.
Sama seperti pada pintu luar, pintu sangkar dilengkapi dengan saklar pintu sehingga jika
pintu sangkar terbuka, lift tidak bisa jalan.
12
Tekan tombol CTRL 1 (warna merah) dan tombol CTRL 21 (warna kuning)
secara bersamaan hingga posisi sangkar lift dalam keadaan leveling.
* turun-naiknya sangkar lift tergantung kepada beban beratnya yang berada
dalam sangkar lift. Setelah sangkar lift dalam posisi leveling, pastikan saklar
kunci (KEY) kembali ke posist OFF.
Untuk type pintu center opening (bukaan pintu tengah), putar kunci lift (triangle key)
secara berlawanan arah jarum jam lalu dorong pintu lift ke arah buka
Untuk type pintu side opening (bukaan pintu), putar kunci lift (triangle key) ke arah
jarum jam pinggir lalu dorong pintu lift kea rah buka.
Fungsi-fungs Tombol/saklar
1. Control Panel Tombol Lift
Tombol Run / Stop
Untuk me-RESTART Lift (jika terjadi error pada lift) dan meng-non aktifkan lift (safety
switch).
Kunci Auto/Manual Lift
Tombol hijau untuk arah naik secara manual
Tombol merah untuk arah turun secara manual
Saklar kunci (KEY/CONTROL)
Untuk mengoperasikan rem yang berada di mesin lift secara elektrik.
Tombol merah/com (CTRL 1) untuk membuka rem lift secara elektrik.
Tombol kuning (CTRL 2) untuk membuka rem lift secara elektrik.
13
Tombol pengendali lift dalam keadaan darurat.
(khusus lift type roomless)
MES : Saklar stop/berhenti darurat,
TIS : Saklar switch governor
CIS : Saklar auto/manual lift
RTB : Tombol pengoperasian governoor jarak jauh,
RRB : Tombol pengoperasian release jarak jauh
DDB : Tombol darurat bawah,
DZL : Indicator lampu leveling (manual)
LZHS1 : Saklar lampu hoistway
14
JANGAN PANIK!
Jika listrik tiba-tiba mati, lampu darurat didalam sangkar (sangkar) secara otomatis
akan segera menyala. Lampu darurat ini merupakan perlengkapan standard dari
sebuah lift yang ditenagai oleh batere NI-Cad.
Segera cari tombol interphone atau simbol . Mintalah pertolongan pada teknisi
gedung untuk mengeluarkan anda dan tunggu sampai bantuan datang.
Selama menunggu, jangan mencoba membuka pintu dan mencari jalan keluar
sendiri, karena linkungan sekitar ruang luncur lift berbahaya.
Jika lift berada di pertengahan antara 2 lantai, lift akan dijalankan secara manual
dengan tangan. Tunggu sampai berhenti dan di bukakan pintu oleh teknisi.
Setelah pintu terbuka, keluarlah dari sangkar dan melangkah hati-hati. (Pintu akan
ditutup kembali oleh teknisi setelah semua penumpang keluar)
Jika lift di gedung anda dilengkapi dengan Alat Penyelamat Otomatis (ARD, Automatic
Rescue Device).
Jika gedung memiliki pembangkit listrik sendiri (Genset) dan tenaganya cukup untuk
semua lift.
Setelah istrik mati, lampu darurat akan menyala.
Tunggu anatra 10 sampai 30 detik, Listrik akan hidup kembali dan lampu sangkar
akan menyala. Kemudian tunggu beberapa detik lagi dan tombol kembali lantai
tujuan anda.
Jika gedung memiliki pembangkit listrik sendiri (Genset) dan tenaganya hanya cukup
untuk sebagian lift.
Setelah listrik mati, lampu darurat akan menyala.
Tunggu anatra 10 sampai 30 detik, Listrik akan hidup kembali dan lampu sangkar
akan menyala.
Tunggu sampai sangkar diturunkan secara bergantian ke lantai lobi utama.
15
Setelah sampai lobi utama, keluarlah dan cari lift yang dioperasikan dalam kondisi
keterbatasan daya.
Ketika lift sedang melaju dan tiba-tiba mengalami kerusakkan, lift bisa berhenti
ditengah jalan. Jika lift dilengkapi dengan trouble rescue device, maka setelah lift
berhenti beberapa detik, lift akan segera mendarat di lantai terdekat pada kecepatan
lambat. Setelah pintu lift terbuka segeralah keluar. Pintu akan menutup kembali dan
lift tidak bisa digunakan sampai selesai diperbaiki. (Sistim rescue akan berjalan jika
tidak ada gangguan pada sistim pengaman atau rangkaian elektronik penggerak
sangkar).
Segera cari tombol interphone, atau tekan tombol dengan simbol . Mintalah
pertolongan pada teknis gedung untuk mengeluarkan anda dan tunggu sampai
bantuan datang. Yakinkan anda bisa berkomunikasi dengan teknisi gedung yang
terlatih melakukan rescue lift yang macet.
Selama menunggu, jangan mencoba membuka pintu dan mencari jalan keluar sendiri
karena lingkungan sekitar ruang luncur lift berbahaya bagi orang awam dan
kemungkinan lift bisa tiba-tiba bergerak. Sehingga penumpang yang berusaha keluar
sendiri bisa mengalami kecelakaan.
Jika lift berada di pertengahan antara 2 lantai, lift akan dijalankan secara manual
dengan tangan. Tunggu sampai berhenti dan dibukakan pintu oleh teknisi.
Setelah pintu terbuka keluarlah dari sangkar dan melangkah hati hati. (Pintu akan
ditutup kembali oleh teknisi setelah semua penumpang keluar).
Jika anda sedang berada diluar lift dan tahu ada kebakaran. Jangan Menggunakan
Lift. Cepat lari menuju ke tangga darurat untuk segera turun ke luar gedung.
Jika anda sedang berada dalam lift dan ada kebakaran. Jika lift menggunakan
interkoneksi otomatis dengan fire alarm sehingga memperoleh peringatan dini. Maka
lift akan otomatis turun ke bawah ke lantai utama. Atau secepatnya keluar lift,segera
sesudah mendapat informasi ada kebakaran di suatu lantai. Ini jika liftnya tidak
memiliki sistim otomatis.
16
Sesuai aturan international, pada saat kebakaran lift sama sekali tidak boleh
digunakan. Segera menuju tangga darurat untuk turun.. Kecuali regu pemadam
kebakaran yang menggunakan Fireman Lift (Lift Khusus Untuk Pemadam Kebakaran).
Mereka sudah dilengkapi baju untuk pemadam kebakaran yang tahan api dan tahan
panas.
Sistem operasi lift adalah sistem otomatis yang mengontrol semua gerak satu atau
lebih lift agar efisien dan nyaman bagi pemakainya, misalnya bila ada sinyal panggilan
dari suatu lantai maka otak kontrol merespon mendeteksi dan mencari elevator yang
terdekat untuk berhenti di lantai yang memanggil. Contoh lain ialah bila suatu
elevator bebas dari panggilan dari semua lantai yang dilayaninya, maka ia otomatis
akan ‘stand by’ di lobby dengan pintu tertutup. Dengan demikian kontrol elevator ini
berfungsi mengolah sinyal panggilan, mendeteksi posisi semua elevator, merespon,
menggerakkan sangkar naik atau turun, memberi perintah berhenti, mengubah
modus operasi gerak motor dan lain-lain.
Keputusan Tentang Syarat, Hak dan Kewajiban. Serta Sertifikasi Teknisi Lift Agen
Pemegang Merek dan Teknisi Gedung Yang Menangani Lift: Keputusan No. Kep-
407/BW/1999 Tentang Persyaratan, Penunjukkan, Hak dan kewajiban Teknisi Lift.
17