Anda di halaman 1dari 58

PANDUAN

MENTERNAK
KAMBING

1
ISI KANDUNGAN
Muka Surat
PENDAHULUAN ______________________________________________________ 4
1. TUJUAN PEMELIHARAAN _________________________________________ 4
2. BAKA-BAKA KAMBING ____________________________________________ 4
2.1 Kambing Kacang (Katjang)____________________________________________ 4
2.2 Jamnapari / Ettawah _________________________________________________ 6
2.3 Anglo Nubian________________________________________________________ 7
2.4 Kambing Kacukan ___________________________________________________ 7
2.5 Kambing Saanen _____________________________________________________ 8
3. CARA-CARA PEMILIHAN BAKA YANG BAIK ________________________ 10
3.1 Cara Pemilihan Baka dan Keturunan___________________________________ 11
3.2 Cara Pemilihan Konformasi Badan ____________________________________ 11
3.2.1 Cara-cara Pengamatan ___________________________________________________ 11
3.2.2 Cara Perabaan __________________________________________________________ 13
3.2.3 Teknik Berdasarkan Penilaian _____________________________________________ 13
4. PEMELIHARAAN UNTUK TUJUAN PENGELUARAN DAGING _________ 16
4.1 Membiak __________________________________________________________ 16
4.2 Penggemukan (Fattening) ____________________________________________ 16
5. CARA PEMELIHARAAN___________________________________________ 16
5.1 Pemilihan Kawasan__________________________________________________ 16
5.2 Sistem Pengurusan __________________________________________________ 16
5.2.1 Sistem Berkurung (intensif) _______________________________________________ 16
5.2.2 Sistem Separuh Berkurung (separa intensif) _________________________________ 17
5.2.3 Sistem Ragut Lepas ______________________________________________________ 17
6. PANDUAN PERUMAHAN__________________________________________ 18
7. PEMBINAAN KANDANG __________________________________________ 19
7.1 Lantai _____________________________________________________________ 19
7.2 Dinding____________________________________________________________ 27
7.3 Bumbung __________________________________________________________ 28
7.4 Palung makanan ____________________________________________________ 29
8. PENGURUSAN ___________________________________________________ 29
8.1 PENGURUSAN TERNAKAN _________________________________________ 30
8.1.1 Lahir hingga 3 bulan _____________________________________________________ 30
8.1.2 Selepas Cerai Susu Hingga Dewasa _________________________________________ 31
8.1.3 Pengurusan Kambing Dewasa _____________________________________________ 32
8.1.4 Ibu Bunting dan Selepas Kelahiran _________________________________________ 32
8.1.5 Baka Jantan ____________________________________________________________ 32
8.1.6 Pengurusan Penggemukan ________________________________________________ 33

2
8.1.7 Pengurusan Kambing Sakit/Cedera_________________________________________ 33
8.2 PENGURUSAN AM _________________________________________________ 34
8.2.1 Kawasan _______________________________________________________________ 34
8.2.2 Buruh _________________________________________________________________ 34
8.2.3 Jadual Pengurusan ______________________________________________________ 34
8.2.4 Pengenalan _____________________________________________________________ 35
8.2.5 Pengasian ______________________________________________________________ 35
8.2.6 Mematikan Tanduk______________________________________________________ 35
8.2.7 Memotong Kuku ________________________________________________________ 35
8.2.8 Menggunting Bulu _______________________________________________________ 35
8.2.9 Kawalan Kutu __________________________________________________________ 36
9. CARA PEMBIAKAN _______________________________________________ 36
9.1 Kaedah ____________________________________________________________ 37
9.2 Umur dan Berat Badan Untuk Mula Membiak ___________________________ 37
9.3 Pengenalan Berahi __________________________________________________ 38
9.4 Lilitan Dada Bagi Mentaksir Berat Kambing ____________________________ 38
9.5 Jangkamasa Bunting_________________________________________________ 40
9.6 Jarak Kelahiran ____________________________________________________ 40
10. MAKANAN DAN AIR MINUMAN _________________________________ 41
10.1 Rumput dan Kekacang_______________________________________________ 42
10.2 Makanan Penguat (Konsentrat) _______________________________________ 43
10.3 Garam Galian (mineral)______________________________________________ 44
10.4 Bekalan Air ________________________________________________________ 45
11. KESIHATAN DAN KAWALAN PENYAKIT__________________________ 46
11.1 Penyakit Puru (Contagious Ecthyma)___________________________________ 47
11.2 Kembung (tympany) _________________________________________________ 47
11.3 Penyakit Paru-paru/Selsema/Sejuk (Pneumonia) _________________________ 48
11.4 Cirit-birit (Diarrhoea) _______________________________________________ 49
11.5 Kurang Darah (Anaemia) ____________________________________________ 50
11.6 Kancing Gigi _______________________________________________________ 50
11.7 Luka-luka__________________________________________________________ 51
11.9 Buruk Kuku________________________________________________________ 52
12. PENUTUP _____________________________________________________ 53
LAMPIRAN 1
ANGGARAN MODAL DAN ALIRAN KEWANGAN MENGIKUT LADANG _____ 54
LAMPIRAN 2 – PENYIMPANAN REKOD_________________________________ 57

PANDUAN PENTERNAKAN KAMBING

3
PENDAHULUAN

Pemeliharaan kambing telah bermula semenjak beribu-ribu tahun dahulu (7,000 – 6,000).
Kemungkinan kambing adalah ternakan yang mula-mula sekali dijinak dan dipelihara
untuk penghasilan daging, susu, dan kullit. Walaupun kambing telah lama dipelihara oleh
penternak di Negara kita, perusahaan ini dikendalikan secara kecil-kecilan, sebagai
aktiviti sampingan, mengawal rumpai, sebagai satu hobi dan juga untuk sumber protein
haiwan bagi keperluan keluarga. Sifatnya yang suka merayau dan memilih makanan,
terutamanya pucuk-pucuk tumbuhan boleh menentukan ianya memperoleh zat makanan
yang cukup. Industri yang ada sekarang dapat menyumbangkan antara 12% - 15%
keperluan negaradi dibidang daging kambing / bebiri. Lebih dari 95% kambing dan bebiri
dipelihara bagi tujuan pengeluaran daging, sementara bakinya adalah untuk pengeluaran
susu.

1. TUJUAN PEMELIHARAAN

Pemeliharaan kambing boleh mendatangkan dua hasil utama, iaitu daging dan
susu. Ternakan untuk susu dapat digunakan sebagai pengeluar daging apabila
susunya berkurangan. Risalah ini akan menerangkan secara ringkas tentang
keperluan-keperluan asas dalam pemeliharaan lkambing untuk pengeluaran
daging.

2. BAKA-BAKA KAMBING

Baka-baka kambing yang boleh digunakan untuk pengeluaran daging biasanya


mempunyai badan yang padat jika dibandingkan dengan baka untuk
pengeluaran susu. Ambing kambing-kambing jenis ini juga tidak begitu besr
seperti baka-baka kambing susu.

Susu kambing didapati mempunyai mutu yang lebih baik berbanding dengan
susu lembu dan manusia, terutama dari kandungan protein dan lemaknya.

Berikut ini dipaparkan jadual mengenai kandungan susu kambing berbanding


dengan susu lembu dan manusia:

Jenis Susu Air Lemak Protein Gula % Abu


Ibu 87.8 3.8 1.2 7.0 0.2
Lembu 87.3 3.7 3.3 4.8 0.7
Kambing 87.6 4.1 3.7 4.7 0.7

Diantara baka-baka kambing yang boleh digunakan untuk pemeliharaan:

2.1 Kambing Kacang (Katjang)

4
Kambing kacang dipercayai berasal dari Malaysia dan Indonesia.
Ia digunakan untuk keluaran daging. Kambing jenis ini
mempunyai badan yang kecil dan pendek serta tanduk yang
melentur ke atas dan ke belakang. Telinganya tegak ke sisi.
Terdapat janggut pada kambing jantan dan jarang pada kambing
betina. Dari sisi, muka kelihatan lurus dan tirus.

Leher adalah pendek dan bahagian belakang adalah lebih tinggi


dari bahu, purata ketinggiannya ialah 50-60 s.m. kulit badan nipis
tetapi mempunyai bulu yang kasar. Warna bulu biasanya hitam,
coklat dan kadangkala terdapay tompok-tompok putih di kaki atau
badan. Kelahiran kembar adalah salah satu cirri-ciri kambing ini
yang baik. Pengeluaran susu adalah sedikit, tidak lebih dari 0.3 kg
sehari dalah masa 3 bulan pertama dan 0.2 kg dalam masa 4-6
bulan.

Berat Lahir Berat Dewasa


Jantan : 1.6 kg Jantan : 25-30 kg
Betina : 1.8 kg Betina : 20-25 kg

Kambing Betina jenis Kacang

5
2.2 Jamnapari / Ettawah

Kambing jenis Jamnapari berasal dari India. Ia dibawa masuk ke


Malaysia dengan maksud dikacukkan dengan kambing tempatan
untuk membaiki populasi, genetik ternakan tempatan. Baka ini
digunakan untuk keluaran daging dan juga susu (dwiguna).
Pandangan dari sisi menunjukkan muka yang cembung (Roman
nosed) dan mempunyai telinga yang panjang dan melampai ke
bawah.

Badan adalah lebih besar dan tinggi dari kambing kacang dan
terdapat tanduk yang melentur ke atas dan ke belakang, bulunya
agak lebat di bahagian punggung dan daerah leher. Bulunya agak
kusut dan bewarna campuran hitam dan kekuningan.

Berat Lahir Berat Dewasa


Jantan : 3-4 kg Jantan : 68-91 kg
Betina : 3-4 kg Betina : 36-63 kg

Kambing jenis ini telah pun digunakan secara meluas di Malaysia


bagi memperbaiki mutu kambing tempatan.

Kambing jenis Jamnapari

6
2.3 Anglo Nubian

Baka Anglo Nubian mempunyai sifat-sifat baka Zariby (Nubian)


dari Mesir dan juga baka jamnapari dari India. Kambing ini
disifatkan tahan lasak dan mudah sesuai dengan alam sekitar.
Selain dari pengeluaran daging, baka ini juga boleh digunakan
untuk pengeluaran susu (dwiguna). Kambing jenis ini berbadan
besar dn mempunyai telinga yang panjang dan melampai ke
bawah. Hidung kambing jenis ini melengkung ke bawah dan
mempunyai kaki yang panjang dengan purata ketinggian badannya
80 s.m. kebiasaannyakambing Anglu Nubian tidak mempunyai
tanduk tetapi mempunyai bulu badab yang pendek. Warna bulu
ialah coklat kemerahan tompok-tompok kemerahan seperti warna
rusa, coklat putih, warna gelap atau kombinasi warna-warna
tersebut.

Berat Lahir Berat Dewasa


Jantan : 3.5 kg Jantan : 70-85 kg
Betina : 3.9 kg Betina : 55-70 kg

Pengeluaran susu adalah menggalakkan dan ia boleh mengeluarkan


2 kg. susu satu hari dan 250 – 300 kg. bagi satu laktasi.

Kambing jenis Anglo Nubian

2.4 Kambing Kacukan

7
Kambing kacukan adalah hasil dari perkahwinan kambing kacang
dan baka-baka luar negeri seperti Anglo Nubian, Jamnapari dan
juga kacukan dengan baka-baka yang boleh mengeluarkan susu
seperti Saanen, Toggenburg dan British Alpine. Kebanyakkan
kambing yang dilihat di kampung-kampung adalah kambing
kacukan, cuma 40% dari jumlah kambing di negara ini ialah
kambing kacang.

Rupa bentuk biasanya mirip kedua induk dan baka, tidak


mempunyai cirri-ciri sendiri. Kambing jenis kacukan ini boleh
meningkatkan berat badan sebanyak 18-25 kg. dalam lingkungan
umur setahun. Kambing kacukan dewasa juga mempunyai berat
badan yang lebih tinggi dari kambing kacang. Purata berat ketika
lahir adalah lebih kurang 2kg.-2.5 kg seekor.

Kambing Kacukan

2.5 Kambing Saanen

8
Baka ini berasal dari lembah Saanen di Switzerland. Bulunya
pendek berwarna putih atau krim dengan titik hitam di hidung,
telinga dan kelenjar susu. Hidungnya lurus dan muka bverupa
segitiga. Telinganya sederhana dan tegak ke sebelah dan ke depan.
Ekornya tipis dan pendek.

Tanduk didapati pada kedua-dua jantina. Kekacang di leher boleh


dilihat pada baka ini. Penghasilan susunya berbeza di antara
500kg. dan 1,200 kg. dalam tempoh 250 hari, (purata 800 kg.).

Berat Lahir Berat Dewasa


Jantan : 3.0 kg Jantan : 68-91 kg
Betina : 3.3 kg Betina : 36-63 kg

Kambing jenis Saanen

RINGKASAN 2:

Industri ternakan kambing di Malaysia bertujuan untuk menghasilkan susu dan daging.
Baka-baka kambing yang dapat mengeluarkan susu dan daging yang baik diimport dari
luar negeri seperti Jamnapari, Saanen, Anglo Nubian dan Toggenburg, untuk
disilangbiakkan dengan baka tempatan. Hasilnya kita memperoleh anak kambing yang
cepat membesar, tahan pada cuaca dan banyak mengeluarkan susu.

9
3. CARA-CARA PEMILIHAN BAKA YANG BAIK

Oleh kerana tujuan kita memelihara kambing adalah untuk mendapatkan hasil
yang lumayan maka perlulah kita memelihara kambing dari baka yang baik.
Kita perlu memilih kambing yang mempunyai sifat-sifat yang dikehendaki.
Adalah dimaklumkan bahawa kambing tidak akan mempunyai kesemua sifat-
sifat ini tetapi apabila memilih hendaklah dipastikan yang kambing itu
mempunyai seberapa banyak yang boleh sifat-sifat yang dikehendaki.

Pemilihan baka boleh dibuat berasaskan beberapa ukuran seperti;

10
I. Baka dan keturunan

II. Bentuk badan dan konformasi:

a. teknik pengamatan
b. teknik perabaan
c. teknik berdasarkan penilaian (pemberian markah)

3.1 Cara Pemilihan Baka dan Keturunan

Pemilihan cara baka dan keturunan ini memerlukan catatan rekod


mengenai prestasi induk kambing tersebut. Pemilihan cara begini
adalah sukar kerana kebiasaan catatan tidak dibuat dengan
sepenuhnya.

Di antara butiran yang perlu di dalam pemilihan cara begitu


adalah:

I. Berat semasa dilahirkan adalah tinggi.


II. Kenaikan berat badan yang cepat.
III. Berat badan semasa 1 tahun.
IV. Keluaran susu yang banyak.
V. Jarak kelahiran yang rapat.

3.2 Cara Pemilihan Konformasi Badan

3.2.1 Cara-cara Pengamatan

Sifat Jantan Betina


Warna Warna berbeza mengikut Sama
warna baka.

Kulit dan bulu Lembut, pendek dan berkilat, Lembut, pendek, licin
tiada kulit berlebihan atau dan berkilat tidak kusut
berlipat di bawah dagu dan

11
tengkuk.

Saiz Besar dan berat badan lebih Sedang atau besar tidak
dari 25 kg. (had minimum kurang 20 kg. (had
berbeza mengikut baka). minimum berbeza
mengikut baka).

Kepala Sederhana, bertanduk atau Panjang dan sederhana,


tidak bertanduk; mata bersih, tiada ketul-ketul
bersinar; dagu sama rata. daging yang berlebihan.

Leher dan bahu Tidak panjang; berdaging Leher jinjang; bahu kecil
pejal. dan sempit

Dada Bidang dan gempal Sederhana


menunjukkan kekuatan.

Rangka Bulat dan sama besar; tulang Rangka dada ;ebar dan
rangka sama jarak sama jarak supaya badan
menunjukkan paru-paru yang nampak bulat. Perut
baik jangan menonjol ke
bahagian dada.

Badan Gempal, panjang besar dan Badan tegap menurun ke


lurus hadapan dari perut ke
bahu depan

Bahagian Lurus, tegap, lebar, dan Lurus, tegap dan lebar


belakang berdaging penuh terutama di bahagian
“rump” dan punggung.
“Rump” menurun sedikit
tidak terlalu menurun

Kaki hadapan Lurus, tegap dan teguh; Lurus, kuat, tulangnya


keduanya selari baik dan teguh.
Keduanya selari.

Kaki belakang Tegap dan kukuh. Keduanya Lurus, tegap dan


selari apabila berdiri tegak. menghadap ke hadapan
Bila berjalan tidak mengarah selari jika dilihat dari
keluar (meraut). Pastern belakang; “Hock” pendek
tidak jatuh dan jari sedikit; “Pastern” pendek
menghadap ke hadapan. Peha dan tidak terjatuh
lebar dan besar.

12
Tapak kaki Rata di bawah membolehkan Rata di bawah
kambing berdiri tegap dan membolehkan kambing
melangkah dengan baik. berdiri tegap dan
Kuku pendek dan menghala melangkah dengan baik.
ke hadapan Kuku pendek dan sama
rata

Buah zakar dan Zakarnya baik dan boleh


zakar dikeluarkan dan masuk
dengan baik; dua buah zakar
yang sama besar tergantung _
dengan baik dan tidak terlalu
labuh

Tetek dan Teteknya besar dan


putting susu tergantung dengan baik
dan tidak meleret.
Kulitnya lembut dan
licin. Pembuluh susu
_ nyata tetapi tidak
berketul-ketul. Dua
putting yang sederhana
dan menghala ke
hadapan dan terletak
dengan baik.

Tabiat Cergas, garang serta gagah Cergas

kesihatan Sihat Sihat

3.2.2 Cara Perabaan

Cara perabaan adalah perlu apabila kambing yang bakal


dipilih itu adalah dari jenis yang mempunyai bulu yang
panjang. Ini adalah untuk menentukan kepadatan isi yang
mungkin diselubungi oleh bulu atau memastikan tiada
sebarang kecacatan.

3.2.3 Teknik Berdasarkan Penilaian

13
Penggunaan teknik ini belum begitu meluas di Negara kita.
Nilaian gred deberikan kepada setiap bahagian fizikal
badan.

Nilai Tertinggi
Bahagian Tubuh Yang Dinilai

Betina Jantan Nilai


A. KEPALA
5 7
Bentuk, mata, hidung, tanduk, telinga

B. BADAN
3 4 1. Leher dan bahu
15 15 2. Dada , lebar dan dalamnya
10 15 3. Punggung dan pinggang
3 5 4. Perut
15 12 5. Kaki dan tangan

C. ANGGOTA
20 22
1. Sikap, kekuatan, besarnya
persendian dan pergerakannya

D. AMBING/SKROTUM
5 6 1. Kulit dan rambut dengan nilai 3
bagi ambing/skrotum yang
berambut panjang

18 6 2. ambing urat darah, putting susu


bagi betina, skrotum bagi jantan

E. PENGAMBILAN SECARA UMUM


6 8
Keseimbangan di antara bahagian tubuh

F. KEISTIMEWAAN
100 100 JUMLAH

RINGKASAN 3

14
Sebelum membeli atau memilih kambing untuk baka, penilaian mestilah dibuat terlebih
dahulu. Penilaian ini perlu dibuat terhadap kambing bagi mendapatkan cirri-ciri yang
baik. Ia boleh dinilai melalui konformasi atau keturunan. Kambing yang telah dinilaikan
digunakan untuk pembakaan bagi melahirkan anak-anak yang cepat membesar,
mengeluarkan susu yang banyak dan mempunyai ketahanan terhadap cuaca dan
penyakit.

RAJAH MORFOLOGI SEEKOR KAMBING BETINA

1. Puting susu
2. Tetek atau kelenjar susu
3. Perut

15
4. PEMELIHARAAN UNTUK TUJUAN PENGELUARAN DAGING

Pengeluaran daging dari penternakan kambing meliputi dua bahagian aktiviti.


Penternak boleh menjalankan mana-mana satu bahagian aktiviti ini ataupun
kedu-dua sekali.

4.1 Membiak

Memelihara kambing baka dan mendapatkan anak untuk


dipelihara, digemuk dan dijual untuk pengeluaran daging.

4.2 Penggemukan (Fattening)

Memelihara anak-anak kambing terutamanya jantan dari 6 bulan


hingga setahun atau setahun setengah dengan berat badan
sekurang-kurangnya 25 kg. sebelum dijual untuk sembelihan

5. CARA PEMELIHARAAN

5.1 Pemilihan Kawasan

Pemilihan kawasan untuk menjalankan pemeliharaan adalah


penting. Kawasan-kawasan yang dipilih sepatutnya:-

5.1.1 Mempunyai tempat teduh dan redup seperti pokok-


pokok besar dan juga pokok yang boleh dijadikan
pemecah angin.

5.1.2 Kawasan tanah yang tinggi dan dataran serta


mempunyai system pengaliran air dan udara yang baik.

5.1.3 Jauh dari jalan raya yang sibuk.

5.2 Sistem Pengurusan

Di antara system pengurusan pemeliharaan kambing adalah:

5.2.1 Sistem Berkurung (intensif)

System ini memerlukan perumahan yang sempurna,


kerana kambing tidak dilepaskan meragut. Makanan

16
dan minuman terpaksalah dibawa kepada mereka setiap
hari iaitu konsentrat, rumput dan garam jilat.
Kebiasaannya, system pemeliharaan begini diamalkan
oleh penternak-penternak yang tidak mempunyai
kawasan ragut atau ibu-ibu kambing yng akan beranak
dan selepas beranak dan juga bagi kambing jantan baka.
Oleh kerana kambing tidak dilepas langsung,
kemungkinan jangkitan penyakit adalah tinggi. Oleh
itu, kandang hendaklah sentiasa bersih dan kering.
Selain itu, kambing senang diawasi untuk tujuan
rawatan dan pengesanan penyakit.

5.2.2 Sistem Separuh Berkurung (separa intensif)

Pemeliharaan kambing secara sisitem ini dilakukan


dengan melepaskan kambing pada siang hari dan
dikurung pada waktu malam. System ini mempunyai
faedah di mana selain daripada perlindungan pada
malam hari dan dari cuaca yang buruk, ia juga memberi
kebebasan untuk meragut rumput dan herba-herba yang
lebih baik. Cara ini juga memberi kesempatan kepada
anak kambing untuk bersenam dan mendapatkan
cahaya matahari yang secukupnya. Pemeriksaan
terhadap penyakit boleh dijalankan apabila kambing-
kambing ini masuk ke kandang pada petang hari.

5.2.3 Sistem Ragut Lepas

System ragut lepas ini boleh dijalankan jika terdapat


kawasan ragutan yang luas. Kambing-kambing ini tidak
disimpan di dalam kandang tetapi dibiarkan meragut
sepanjang masa. Walaupun menternak cara begini tidak
memakan belanja yang banyak untuk membuat kandang
dan sebagainya, ia tidak digalakkan. Ini kerana
kambing ini boleh merayau merosakkan tanaman jiran.
Di samping itu, pengawasan terhadap ternakan juga
adalah rumit kerana tuan empunya tidak dapat melihat
ternakannya setiap masa.

RINGKASAN 5

Kawasan yang dipilih untuk pemeliharaan kambing mestilah strategic iaitu redup
(banyak pokok-pokok besar), di kawasan yang tinggi, jauh dari jalan raya yang sibuk
dan sebagainya. Terdapat 3 cara pengurusan dalam pemeliharaan kambing iaitu system
berkurung, separuh berkurung dan ragut lepas.

17
6. PANDUAN PERUMAHAN

Perumahan adalah perlu untuk pemeliharaan kambing di Malaysia. Ini adalah


kerana, keadaan cuaca melampau seperti hujan dan panas terik menyebabkan
kambing-kambing perlukan perlindungan.

6.1 kedudukan rumah/kandang-kandang ini boleh dibuat supaya:

I. mengurangkan keperluan bergerak terutama dalam


memberi makanan. Contohnya, kawasan ragut/sumber
makanan (stor) mestilah dekat dengan kandang jika boleh.

II. Jika hendak membina lebih dari satu kandang, jarak di


antara dua kandang hendaklah sekurang-kurangnya sama
dengan lebar kandang tersebut. Ini adalah untuk
menjauhkan jangkitan penyakit.

6.2 Apabila membina kandang keperluan-keperluan yang di antara


berikut penting untuk menentukan kesihatan dan kesejahteraan
kambing-kambing adalah:

I. Sistem pengudaraan yang baik bagi menyejukkan udara


dalam kandang.

II. Membenarkan cahaya matahari yang cukup untuk masuk


ke dalam kandang terutama matahari pagi. Kedudukan
kandang arah Utara-Selatan.

III. Tidak mudah menjadi lembab. Sistem peparitan yang baik


di sekeliling kandang.

IV. Tidak terkena angina yang kencang.

V. Terpelihara dari hujan dan panas.

VI. Ruang makan dan minum yang mencukupi.

VII. Lantai adalah sesuai dan tidak membahayakan ternakan,


seperti terseliuh atau patah tulang.
RUMUSAN 6

Bagi membina sebuah kandang kambing yang baik factor-faktor suhu, cahaya,
pengudaraan dan kelembapan yang sesuai di dalam kandang adalah penting. Perubahan

18
suhu dan kelembapan yang ketara membawa kesan buruk kepada kambing contohnya
sebaran penyakit. Jadi sebelum membina sesebuah kandang kambing yang baik, pastikan
keempat-empat factor yang tersebut adalah bertepatan.

7. PEMBINAAN KANDANG

Kandang boleh dibuat di atas tanah ataupun secara berlantai. Pembinaan


kandang yang berlantai tinggi dari tanah adalah disyorkan kerana mempunyai
sisitem pengudaraan yang baik dan juga senang dicuci.

7.1 Lantai

I. Di dalam pembinaan kandang, lantai yang dinuat


hendaklah:

- tahan lama – misalnya tahan dari semburan bahan


kimia dan ari kencing
- mudah dicuci
- tidak licin
- tidak mencederakan
- tidak mudah lembab

II. Lantai hendaklah dibuat dari bahn yang sesuai seperti


beroti yang berukuran 1.5 s.m. (tebal) dan 3.5 s.m. (lebar),
buluh atau batang pinang yang dibelah, anak-anak kayu dan
juga papan biasa. Supaya kencing dan najis senang jatuh ke
bawah, kayu atau papan lantai diaturdengan jarak 1.2-1.8
s.m. tiap-tiap satu. (jika terlampau luas berkemungkinan
kaki anak kambing akan tersepit).

III. Luas kawasan lantai untuk satu ekor kambing dewasa ialah
di antara 0.7-1.4 meter persegi (8-15 kaki persegi)

19
A – PELAN UNTUK MEMBINA KANDANG

20
G.2 – Pandangan Serong / Sipi

21
B – PELAN RINGKAS UNTUK MEMBINA KANDANG

G.4 – Pandangan Hadapan

22
C – PELAN RINGKAS UNTUK MEMBINA KANDANG KAMBING

G.5 - Pelan kandang yang boleh memuatkan 80 – 100 ekor kambing


beserta bilik pengasingan berdasarkan kepada fungsi, umur dan
juga jantina

23
ATAP NIPAH / RUMBIA

G.7 - Kandang kambing berlantai bawah boleh juga digunakan untuk


menempatkan kambing pada malam hari.

24
G.6 – Pelan kandang yang sesuai untuk memuatkan 15 – 20 ekor kambing

25
G.8 – Pelan Bangsal Kambing

Kandang yang dibina dengan tenaga sendiri

26
Kandang yang dibina dengan tenaga sendiri

PELBAGAI RUPA BENTUK BUMBUNG

7.2 Dinding

27
I. Dinding hendaklah dibuat dari bahan yang tahan lasak. Ini
adalah kerana kambing mempunyai tabiat suka menanduk,
menggigit dan menggeser dinding. Bahan-bahan yang
boleh digunakan ialah buluh, kayu bulat (kayu hutan) dan
papan.

II. Dinding boleh dibahagikan kepada dua bahagian:

a. Dari lantai sehingga kira-kira 1m ke atas boleh


dibuat daripada papan, dengan jarak yang lebih
rapat antara 1.5 – 2.0 s.m. yang memerlukan ruang
yang agak tertutup untuk mengelakkan kesejukan.

b. Di atasnya bolehlah digunakan kayu beroti, buluh


atau nipah dan anak-anak kayu. Jaraknya di antara
satu dengan yang lain 9 – 12 s.m.

7.3 Bumbung
Bahan-bahan yang boleh dibuat bumbung termasuklah:

I. Nipah – bagus untuk system pengedaran udara dan lebih


menyejukan. (Pada umumnya terdapat kejadian kambing
makan serpihan nipah).

II. Zink – mudah dipasang tetapi boleh menyebabkan suhu


kandang terlalu panas, terutamanya jika tidak ada pokok-
pokok perlindung sekitarnya. Jika menggunakan atap zink,
ruang di antara lantai dan bumbung hendaklah ditinggikan
untuk pengedaran udara yang baik.

III. Asbestos – bahan yang paling baik untuk dijadikan


bumbung tetapi ianya mahal sedikit. Ia tidak sahaja
menyejukkan tetapi juga tidak mudah terbakar.

IV. Aluminium – dapat mengurangkan kesan haba tetapi harga


agak mahal.

28
7.4 Palung makanan

Palung makanan boleh dibuat sama ada di bahagian luar ataupun


bahagian dalam iaitu di sepanjang jalan tengah.
Lebar palung bahagian bawah ialah 0.3 m dan 0.45 m di bahagian
atas. Bagi kandang yang tiada palung makanan, rumput boleh
diikat atau digantung di tengah-tengah kandang kira-kira 0.5 m
dari paras lantai. Bekas abuk (konsentrat) boleh dibina di bawah
palung rumput atau di mana-mana tempat di dalam kandang atau di
isi di dalam besen. Air yang cukup dan bersih hendaklah
disediakan di dalam baldi atau besen.

RINGKASAN 7

Bagi merendahkan kos membina kandang kambing, bahan-bahan digunakan mestilah


murah dan tahan lama. Sumber-sumber asli seperti buluh, kayu bulat, nipah rumbia dan
sebagainya boleh juga digunakan. Kambing memerlukan ruang lantai 0.7 – 1.4 meter
persegi (8 – 15 kaki persegi) untuk seekor. Kandang untuk penternakan secara komersil
memerlukan kos yang tinggi.

8. PENGURUSAN

29
8.1 PENGURUSAN TERNAKAN

Pengurusan kambing adalah bermula dari kelahiran sehinggalah


sampai ianya bunting dan beranak kembali. Pada amnya
pengurusan boleh dibahagikan kepada peringkat-peringkat seperti
berikut:

a. Lahir hingga cerai susu (3 atau 4 bulan)


b. Cerai susu hingga bunting
c. Pengurusan kambing dewasa
d. Pengurusan kambing bunting hingga kelahiran
e. Pengurusan baka-baka jantan
f. Pengurusan semasa penggemukan untuk dijual

8.1.1 Lahir hingga 3 bulan

i. Anak-anak kambing hendaklah diberi susu


permulaan atau kolostrum dalam mas 6 jam
selepas dilahirkan. Susu awal ini dikeluarkan
oleh ibunya untuk beberapa hari selepas
beranak. Kebiasaannya anak-anak kambing ini
dapat menghisap susu dengan sendiri. Jika
gagal, susu awal ini hendaklah diperah dan
diberikan melalui botol susu kepada anak-
anak kambing. Pengambilan susu awal ini
adalah pening kerana ianya mengandungi
banyak zat-zat dan paling penting ialah
antibody yang boleh menolong anak-anak
kambing ini melawan penyakit. Susu julung
juga membantu merangsang system
pencernaan supaya bekerja dengan sempurna.

Susu
Kolostrum Biasa
Kandungan 0 jam 12 jam 24 jam
Pepejal penuh % 24.75 20.71 17.00 12.86
Abu % 1.12 1.04 0.96 0.72
Lemak % 6.00 5.50 5.00 3.60
Protein % 11.35 9.60 7.07 3.25
Immungglobin mg/ml
(antibodi) 38.23 32.22 21.52 -

30
ii. Pusat anak-anak kambing hendaklah disapu
dengan ‘iodine’ supaya cepat kering, selain
dari itu ia juga boleh menghindar dari
jangkitan kuman. Jika basah ianya membiak
kuman dan anak-anak kambing senang
dijangkiti panyakit.

iii. Anak-anak kambing bergantung kepada susu


ibu selama 3 hingga 4 bulan. Selepas 2 bulan
atau lebih pengambilan susu akan berkurangan
dan anak kambing mula meragut sedikit-
sedikit. Selepas 3 atau 4 bulan, anak-anak
kambing boleh dicerai susu dan dimana ianya
akan memakan rumput sepenuhnya.

iv. Penceraian susu hendaklah dibuat secara


beransur-ansur, bilamana makanan tambahan,
rumput dan juga susu di peringkat peralihan
diberi. Selepas lahir anak-anak dan ibu
tidaklah dibiar meragut. Selepas 4 atau 6
minggu mereka bolehlah dilepaskan meragut
di kawasan berdekatan supaya pengawasan
senang dijalankan.

Kandang tempat menempatkan ibu yang beranak dan


anak yang baru lahir hendaklah sentiasa kering dan
bersih. Tempat yang lembab boleh membawa
kesejukan. Anak-anak kambing adalah peka terhadap
kesejukan dan mudah terkena demam paru-paru.

Jika tidak dapat memberi susu awal, satu campuran


susu dengan sedikit minyak sayur dan putih telur
boleh digunakan untuk merangsang pergerakan susu.

Anak-anak kambing ini bolehlah diberi susu dari ibu


yang lain dengan memerah dan menyusu melalui
botol atau terus dari ambing jika ianya mahu. Susu
tepung juga boleh dibancuh dan diberikan. Susu
lembu yang dicampurkan dengan 1-2 titik minyak
ikan setiap kali hendak menyusu. Susu bolehlah
diberi sebanyak 170 g.m (lebih kurang 1 cawan the)
setiap 4 jam sekali. Jumlah ini bolehlah ditingkatkan
mengikut umur.

8.1.2 Selepas Cerai Susu Hingga Dewasa

31
Selepas cerai susu dalam lingkungan 3-4 bulan, anak-
anak dipisahkan dari ibu. Mereka diasingkan ke
kandang dan tempat ragutan yang berlainan. Dalam
masa itu urusan pemakanan hendaklah dijaga baik-baik
kerana berat badan biasanya mudah turun. Ini adalah
kerana tekanan (stress) akibat penceraian dari ibu dan
juga susu.

Kumpulan anak-anak jantan eloklah diasingkan


daripada betina, ini adalah kerana apabila meningkat
umur 9 bulan anak-anak kambing ini sudah sampai
umur untuk membiak. Anak-anak yang tidak mehu
dijadikan baka bolehlah dijual.

8.1.3 Pengurusan Kambing Dewasa

Penjagaan terhadap kambing-kambing dewasa adalah


sama dengan anak dari 4 bulan hingga 1 tahun.

8.1.4 Ibu Bunting dan Selepas Kelahiran

ibu-ibu yang telah bunting dan baru melahirkan anak


hendaklah diasingkan untuk menjauhkan anak-anak
dari dipijak oleh yang dewasa. Ini juga boleh
menyenangkan program pengurusan. Ibu-ibu bunting
memerlukan pengurusan rapi sebulan atau 2 minggu
sebelum dan selepas beranak, makanan bermutu da
lebih baik hendaklah diberikan kepada mereka. Ini
adalah untuk menentekan kesihatan ibu dan anak-anak.
Guni yang bersih boleh digunakan untuk mengalas
bahagian lantai atau dinding untuk melindungi anak dri
kesejukan.

8.1.5 Baka Jantan

i. baka-baka janan biasanya dikandangkan


berasingan daripada yang betina. Mereka
dicampurkan hanya apabila hendk dibiakkan.
Setiap ekor kambing jantan baka biasanya
disimpan dalam kandang berasingan supaya
pergaduhan dan kecederaan dapat dielakkan.

Setiap ekor jantan bolehlah digunakan untuk20


ekor betina.

32
ii. Anak-anak jantan untuk dijadikan baka
hendaklah dijaga dengan baik dari segi makanan
dan juga kesihatan. Ternakan ini memerlukan
banyak senaman dan pergerakan. Jika ini tidak
mencukupi, ianya boleh menjadi malas dan
tidak cergas. Ternakan berkenaan hendaklah
mempunyai kaki yang baik dan juga kuku
hendaklah sentiasa dipotong supaya ianya tidak
terlalu panjang dan tidak mengganggu semasa
mengawan dan menjejaskan kesihatan.

iii. Anak-anak jantan boleh mengawan dan


membiak dalam lingkungan umur 9 bulan, tetapi
dinasihatkan tidak digunakan sebelum umur
setahun.

8.1.6 Pengurusan Penggemukan

Jika kambing-kambing dipelihara hanya untuk


digemukkan dan dijual untuk daging, penjagaan
kambing-kambing adalah mudah.

Factor penting di dalam


Pemeliharaan cara begini adalah makanan. Makanan
yang hendak diberi mestilah yang mempunyai zat yang
tinggi dan baik.

Anak-anak kambing boleh digunakan untuk


penggemukan apabila umur telah meningkat enam
bulan. Ia memerlukan masa di antara enam bulan
hingga setahun di mana berat badan mencapai 20 – 25
kg. Ini bergantung kepada jenis makanan dan
keupayaan kenaikan berat badan kambing tersebut.
Dalam masa satu atau dua bulan sebelum dijual, adalah
lebih baik jika diberikan makanan berkualiti dan
mempunyai nilai protein yang tinggi.

8.1.7 Pengurusan Kambing Sakit/Cedera

Kambing yang sakit atau cedera perlu diasingkan dari


kumpulannya dan deberi rawatan segera. Pihak Pejbat
Perkhidmatan Haiwan wajib dihubungi untuk
mendapatkan rawatan atau nasihat selanjutnya.

33
8.2 PENGURUSAN AM

Pengurusan Am merupakan satu aspek yang perlu diutamakan


juga, ia meliputi pengurusan:

a. Kawasan
b. Buruh
c. Jadual Pengurusan
d. Pengenalan Ternakan
e. Pengasian
f. Mematikan Tanduk
g. Memotong Kuku
h. Menggunting Bulu
i. Kawalan Kutu

8.2.1 Kawasan

Kebersihan kawasan kandang dan persekitaran perlu


diutamakan setiap masa. Peparitan atau longkang
disekeliling kandang dan kawasan mesti berfungsi
dengan sempurna. Najis yang dibuang atau
dikumpulkan jangan terlalu dekat dengan kandang.
Kawasan pastura untuk ragutan atau potong perlu
dipagari dengan kukuh. Dengan ini memudahkan
pengurusan meragut dan mengelakkan pencapuran yang
menyebabkan perkahwinan tidak diingini.

8.2.2 Buruh

Buruh samada yang diupah atau sendiri mestilah


diuruskan supaya kerja-kerja lebih teratur dan mudah.
Sebagai contoh sementara menunggu kambing
dilepaskan meragut, bersihkan dahulu palung makanan
dan memotong rumput. Apabila kambing dilepaskan
sahaja, kandang perlu dibersihkan. Begitulah seterusnya
kerja-kerja lain haruslah diuruskan secara teratur.

8.2.3 Jadual Pengurusan

Penyelarasan bagi kerja-kerja jangkamasa panjang dan


tugas harian perlulah diatur dari semasa ke semasa.
Jadual pengurusan untuk jangka masa panjang seperti
mendkacuk, beranak, mematikan tanduk, mengkasi,
memotong kuku, kawalan kutu dan pemberian ubat
cacing perlu diatur dengan sisitematik. Jadual lain
seperti jangka masa meragut di sesuatu petak, membaja,

34
meracun rumpai mestilah di atur agar pembahagian
jentera, buruh dan alat-alat lain dapat dibuat dengan
tertib.

8.2.4 Pengenalan

Sekeping kad rekod ternakan perlu disediakan apabila


sahaja seekor anak dilahirkan. Penandaan boleh dibuat
samada dengan memasang tag plastic ataupun ditatoo di
telinganya supaya mudah pengenalan.

8.2.5 Pengasian

Pengasian anak kambing jantan yang tidak dijadikan


baka boleh dibuat pada umur 4- 5 minggu. Proses ini
dapat mempercepatkan kadar tumbesaran, paling sesuai
jika digemukkan untuk penjualan, juga dapat
mempertinggikan kecekapan pengurusan pembiakbaik.

8.2.6 Mematikan Tanduk

Pertumbuhan tanduk perlu dimatikan diperingkat anak


untuk mengurangkan kecederaan antara
sesamanya,disebabkan perkelahian atau kemalangan.
Untuk tanduk yang telah tumbuh ia perlu dipotong.

8.2.7 Memotong Kuku

Kambing yang tidak dilepaskan keluar dalam


jangkamasa yang panjang menyebabkan kukunya
menjadi panjang. Ini akan menyusahkan ia berjalan dan
menyebabkan jangkitan penyakit kalau tidak
dibersihkan. Maka, kukunya perlu dipotong dan
dibersihkan dari kotoran.

8.2.8 Menggunting Bulu

Kambing kacukan terutamanya mempunyai bulu yang


agak panjang perlulah dibersihkan. Bulu yang kotor
menjadi sumber penyakit dan tempat pembiakan kutu.
Bulu disekitar tetek perlu digunting untuk memudahkan
pemerahan juga mengelakkan bulu bercampur dengan
susu. Gunakan gunting elektrik atau tangan untuk
tujuan ini.

35
8.2.9 Kawalan Kutu

Masalah kutu tidak akan selesai bagi kambing dalam


kelompok yang besar dan bercampur antara sesamanya.
Kambing diberikan samada semburan ubat kutu atau
dimandikan di dalam kolam mandi kutu, bagi
membunuh kutu yang bersarang pada badan kambing.

RINGKASAN 8

Pengurusan yang baik dan sistematik dapat meninggikan prestasi pengeluaran ternakan.
Pengurusan terbahagi kepada dua iaitu pengurusan ternakan dan pengurusan am.
Pengurusan ternakan bermula dari lahir, dewasa, bunting dan beranak. Penjagaan yang
rapi perlu dibuat kepada anak kambing yang baru lahir, membesar dan ibu yang
bunting. Pengurusan am pula meliputi pengurusan kawasn, buruh, jadual kerja,
pengenalan, pengkasian, mematikan tanduk, memotong kuku, menggunting bulu dan
kawalan kutu.

9. CARA PEMBIAKAN

36
9.1 Kaedah

I. Pembiakan bolehlah diadakan dengan dua cara iaitu:

i. membiak dengan menggunakan baka jantan.

ii. membiak melalui permanian berhadas.

Di antara kebaikan yang boleh diperoleh melalui permanian


berhadas adalah:

a. dapat mengawal penyakit kelamin pada ternakan.

b. Kegunaan sepenuhnya baka-baka terpilih

c. Air mani dari baka yang baik boleh disimpan dan


digunakan walaupun baka tersebut telah mati

d. Mengurangkan pembelanjaan yang terpaksa


ditanggung dalam pemeliharaan baka jantan

II. Disamping kebaikan dalam menjalankan peembiakan


melalui permanian berhadas, kesulitan yang mingkin
timbul adalah:

i. penentukan biang atau waktu pemanian

ii. menentukan teknik-teknik semasa menyuntik air


mani adalah betul

iii. boleh menyebabkan kerosakan pada alat peranakan


jika teknik dilakukan tidak betul atau kasar.

Buat masa ini pembiakan dengan menggunakan baka adalah


disyorkan kerana permanian berhadas bagi ternakan kambing
masih belum digunakan secara meluas.

9.2 Umur dan Berat Badan Untuk Mula Membiak

Kambing akan mula membiak apabila ,emcapai umur sembilan


bulan. Namun begitu, pada umur ini, perkahwinan adalah tidak
disyorkan kerana terlalu muda. Besar kemungkinan ianya tidak
akan menghasilkan anak yang baik. Anak-anaknya nanti
kebiasaannya kecil dan bantut. Umur yang biasa digunakan untuk
membiak adalah di dalam llingkungan 1 – 1 1/2 tahun di mana berat

37
badan adalah di dalam linngkungan 20 - 25 kg. Pemberian
makanan mempengaruhi tahap umur kematangan.

9.3 Pengenalan Berahi

Berahi menunjukkan betina sudah matang dan boleh dikahwinkan.


Tanda-tanda berahi:

- tidak tenan (gelisah)

- mengibas-ngibas ekor dan menggosok-gosok badan ke


kandang.

- Mengembek terus menerus

- Sering kencing

- Kemaluan membengkak/keluar lendir kemerahan

Lama masa berahi 12-48 jam dengan siklus (edaran) berahi 18 – 24


hari, puratanya 20 hari.

9.4 Lilitan Dada Bagi Mentaksir Berat Kambing

Kadang-kadang kita terpaksa menganggarkan berat badan kambing


misalnya jika hendak memberi ubat cacing, sukatan antibiotik yang
perlu digunakan ataupun untuk mengetahui kambing itu boleh
dikahwinkan atau tidak.

Salah satu cara bagi mengetahui berat badan kambing ialah dengan
cara mengukur lilitan dada dengan menggunakan tali tape. Jadual
di bawah boleh digunakan bagi mendapatkan berat badan kambing
tersebut:

Lilitan Berat Lilitan Berat Lilitan Berat


Dada (kg) Dada (kg) Dada (kg)
(sm) (sm) (sm)
27.3 2.3 54.0 16 80.6 44
20.6 2.5 55.2 17 81.9 46
29.8 2.7 56.5 18 83.2 48
31.1 3.4 57.8 19 84.5 50
32.4 3.2 59.1 21 85.7 52
33.7 3.6 60.3 22 87.0 55
34.9 4.1 61.1 23 88.3 57
36.2 4.5 62.9 25 89.5 59
37.5 5.0 64.1 26 90.8 61

38
38.7 5.5 65.4 27 92.1 64
40.0 5.9 66.7 29 93.3 66
41.3 6.8 67.9 30 94.6 68
42.5 7.7 69.2 31 95.9 70
43.8 8.6 70.5 33 97.2 73
45.1 9.5 71.8 34 98.4 75
46.4 10.5 73.0 35 99.7 77
47.6 11.0 74.3 37 101.0 80
48.9 12.0 75.6 38 102.0 82
50.2 13.0 76.8 40 104.0 84
51.4 14.0 79.4 42 106.0 89

JADUAL : MENENTUKAN UMUR KAMBING DENGAN PENGIRAAN GIGI -


GIGI

39
9.5 Jangkamasa Bunting

Tempoh kebuntingan kambing adalah selama antara 145 – 155 hari


atau puratanya 151 hari. Mengikut pengkiraan kasar, tarikh
kelahiran anak-anak kambing dapat ditentukan dengan
menggunakan carta di bawah ini:

Tarikh Tarikh dijangka beranak


Dikahwinkan (tarikh dikahwinkan - bil.hari di bawah ini)
Ogos Januari - 3
September Februari - 3
Oktober Mac - 1 atau 2
November April - 1 atau 2
Disember Mei - 1 atau 2
Januari Jun - 1 atau 2
Februari Julai - 0 atau 1
Mac Ogos - 3
April September - 3
Mei Oktober - 3
Jun November - 3
Julai Disember - 3
Carta ini dibuat berdasarkan waktu bunting selama 150 hari
(purata).

9.6 Jarak Kelahiran

Jarak kelahiran yang biasa didapati pada kambing-kambing di


Malaysia adalah selama di antara 207 – 259 hari. Dengaan kadar
kelahiran kembar sebanyak 50% adalah dijangka purata anak yang
boleh dipperoleh dalam setahun ialah 1.3 atau 1.5 ekor untuk
seekor ibu.

RINGKASAN 9

Kambing boleh dibiakkan dengan menggunakan pejantan atau teknik permanian


berhadas. Kematangan berlaku pada umur 9 bulan, dikahwinkan pada umur 1.5 tahun
pada berat 20 – 25 kg. Tempoh bunting ialah 145 – 155 hari dan jarak antara kelahiran
207 – 259 hari.

40
10. MAKANAN DAN AIR MINUMAN

Makanan adalah perkara yang paling penting dalam pemeliharaan kambing.


Makanan diperlukan untuk pembesaran, pembiakan, kesihatan dan juga akan
menentukan untung ruginya sesuatu perusahaan ternakan. Makanan hijauan
mempunyai kandungan air yang tinggi, ia merupakan sumber tenaga, vitamin
dan mineral. Konsentrat mempunyai kandungan bahan kering yang tinggi, ia
kaya dengan protein, lemak, mineral dan menjadi sumber tenaga.

Makanan yang seimbang mengandungi zat-zat berikut:

- protein
- karbohidrat (kanji)
- lemak
- vitamin
- zat galian

jika zat-zat ini tidak mencukupi dan tidak seimbang ianya boleh menyebabkan
penyakit kepada ternakan. Zat protein adalah penting untuk membina otot-otot
yang kuat dan juga untuk proses pemulihan. Karbohidrat atau zat kanji
penting untuk peembesaran. Vitamin walaupun diperlukan sedikit sahaja
tetapi penting. Jika ianya tidak seimbang atau kurang, boleh membawa gejala-
gejala penyakit yang ketara. Kekurangan vitamin juga boleh menyebabkan
ternakan tersebut lebih peka kepada sesuatu jenis penyakit.

Garam galian diperlukan untuk pertumbuhan tulang, gigi dan kesihatan. Ini
termasuklah garam galian seperti kalsium, phosphoros, natrium, dan
sebagainya. Garam-garam galian ini boleh didapati dari:

- garam biasa
- garam jilat
- dicalsium fosfat
- tepung tulang
- tepung ikan

air juga penting dalam pemakanan, ia bukan sahaja perlu untuk kawalan suhu
badan, tetapi juga perjalanan zat dan membantu di dalam pengambilan zat
oleh badan.

Jika makanan tidak mencukupi, kambing-kambing akan menjadi tidak sihat,


sakit, kecil dan tidak membiak.

41
Zat-zat makanan ini boleh didapati dari bahan makanan berikut:

10.1 Rumput dan Kekacang

Rumput dan kekacang adalah bahan hijauan yang penting di dalam


permakanan kambing dan lain-lain ternakan ruminant. Rumput dan
kekacang pada umur yang sesuai, bukan sahaja mempunyai nilai
permakanan dan zat yang penting, tetapi juga mempunyai bahan
gentian yang penting bagi mengeluarkan susu yang berlemak.

Kuantiti yang banyak di samping adanya gentian kasar dapat


merangsang perut besar supaya menjadi lebih cekap dalam
penghadaman.

Bagi bahan hijauan seperti rumput atau kekacang, seekor kambing


dewasa memerlukan di antara 4.5 kg. bahan basah sehari.

Di antara jenis-jenis rumput dan kekacang yang baik yang boleh


digunakan sebagai bahan makanan kambing adalah:

i. Rumput Guinea (Panicum)


ii. Rumput Gajah (Panisetum purpurteum)
iii. Rumput Setaria
iv. Kekacang : Ipil-ipil/Petai Belalang (Leucaenia
leucocephala)

Rumput-rumput natif dan tanaman tempatan boleh juga digunakan


sebagai sumber makanan untuk kambing di antaranya adalah:
i. Daun ubi Hendaklah dilayukan dahulu sebelum diberi makan
_ untuk mengurangkan kandungan racun 'cyanide'
yang terdapat pada daun tersebut.

ii. Daun nangka _ Disukai oleh kambing sesuai untuk penggemukan.

Iii Rumput nyonya (akar ruas-ruas) _ Tidak boleh diberikan terlalu banyak kerana boleh
menyebabkan kembung.

iv. Daun turi

v. Glyricidia maculate

vi. Daun Mengkudu (Merinda


citriplia)

vii. Daun pisang _ Hijauan yang disukai oleh kambing terutama yang
muda dan bervitamin.

42
10.2 Makanan Penguat (Konsentrat)

Jika rumput atau kekacang tidak mencukupi, makanan tambahan


adalah perlu. Makanan tambahn ini penting terutama sekali semasa
bunting, sedang menyusu dan kepada anak kambing yang
mengikut induknya. Ibu bunting atau yang mengeluarkan susu
diberi sebanyak ½ - ¼ kg. sehari manakala ibu yang kering dan
anak-anak membesar diberikan sebanyak ¼ kg. sehari.

Makanan tambahan juga penting semasa cerai susu di mana


tekanan akibat penceraian susu dan penyesuaian makanan mungkin
berlaku. Anak kambing boleh diberi makanan tambahan beransur-
ansur mulai umur 1 -1.5 bulan. Makanan penguat diperoleh dari
dedak halus, jagung, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, hampas
tauhu dan sebagainya. Sebagai panduan makanan tambahan ini
boleh dibuat dengan campuran dedak dan bahan bahan ampingan
pertanian seperti:

i. 2 bahagian jagung
1 bahagian sekam atau dedak
1 bahagian hampas kelapa kering

ii. 40 kg. dedak halus


39 kg.tepung jagung
18 kg. bungkil kelapa
3 kg. campuran mineral (garam galian)

Ipil-ipil adalah sejenis kekacang yang mempunyai kandungan zat protein yang tinggi

43
Rumput Gajah (Napier)adalah sejenis rumput potong yang baik yang boleh diberikan
kepad kambing.

Tumbuhan-tumbuhan tempatan juga boleh dijadikan sumbermakanan kepada


kambing-kambing

10.3 Garam Galian (mineral)

Garam galian yang dibeli, bolehlah diikat pada dinding atau


diletakkan di dalam bekas tertentu. Ini hendaklah sentiasa
disediakan supaya kambing boleh mendapatkannya bila-bila mas
sahaja terutamanya pada induk kambing bunting.

44
Gambarajah menunjukkan tempat garam yang diperbuat
daripada buluh

Tempurung juga boleh digunakan sebagai tempat garam galian

10.4 Bekalan Air

Air yang bersih perlu disediakan di sepanjang masa. Bekas air


yang digunakan mestilah berkeadaan bersih dan ditukar airnya
setiap hari. Bagi kambing yang mempunyai berat badan antara 18
– 20 kg. memerlukan 450 – 680 gm air sehari. Keadaan cuaca yang
panas akan menggalakkan pengambilan air yang lebih terutamanya
kepada kambing baka susu. Banyaknya air yang diminum
bergantung kepada beberapa factor seperti pengambilan bahan
kering (dry matter intake)), cuaca sekeliling, jenis makanan, suhu
air dan keadaan fisiologi kambing sendiri. Kebiasaannya nisbah
bahan kering dan air ialah 1 : 4.

45
RINGKASAN 10

Kambing memerlukan makanan seimbang yang mengandungi unsure-unsur zat galian,


air, vitamin, karbohidrat, protein dan lemak. Unsure-unsur ini boleh diperoleh dari
tumbuhan hijau seperti rumput, kekacang, daun-daun rumpai, hasil sampingan pertanian
dan juga konsentrat. Seekor kambing dewasa memerlukan antara 4 – 5 kg. rumput segar
sehari. Kekurangan zat makanan akan menyebabkan ternakan menunjukan tanda-tanda
penyakit yang mana boleh menjejaskan produksi ternakan.

11. KESIHATAN DAN KAWALAN PENYAKIT

Bagi seseorang yang baru memulakan pemeliharaan kambing, penentuan


penyakit tertentu adalah sangat sukar. Mengenal pasti kambing sakit atau sihat
adalah lebih penting.

Pada amnya keadaan ini bolehlah dibezakan seperti panduan di bwah:

Kambing Sakit Kambing Sihat


monyok dan kelihatan tidak
1. bermaya kelihatan segak dan cergas

2. tidak mahu makan berselera makan

sentiasa berada dalam


3. mengasingkan diri kumpulan

4. membuat bising -

5. tahi tidak bulat tahi keras dan bulat

6. bulu kering dan meremang kulit licin dan bulu berkilat

7. kurus kering tidak kurus

46
11.1 Penyakit Puru (Contagious Ecthyma)

Penyakit puru adalah disebabkan oleh sejenis virus. Ia biasanya


menyerang anak-anak kambing yang masih menyusu dan
mengakibatkan anak-anak kambing menjadi kurus dan lemah
keranan susah hendak makan.

I. Terdapat belembung-gelembung yang mengandungi air


pada bahagian kulit lembut, mulut, gusi dan juga bibir

II. Apabila gelembung-gelembung ini pecah, ianya akan


menjadi keruping dan kadang kala merekah dan berdarah.
III. Selain dari bahagian mulut terdapat juga di bahagian kaki
terutamanya di celah-celah antara jari.

Pencegahan

I. Memberi ubat pelali (vaksin)semasa berumur di antara 3


minggu – 1 bulan dan sekali lagi 3 atau 4 bulan selepas
suntikan pelali pertama. (vaksin boleh diperoleh dari
Jabatan Perkhidmatan Haiwan)

II. Mengasingkan anak-anak kambing yang sudah kena


penyakit untuk menjauhi jangkitan dari gelembung yang
telah pecah.

Ubat

Membersih dan mengubat luka-luka akibat dari gelembung yang


pecah dengan iodine atau ‘gentian violet’ (ubat biru).

11.2 Kembung (tympany)

Kembung terjadi apabila terdapat banyak gas (angin) di dalam


perut. Keadaan ini adalah disebabkan oleh bahan-bahn yang
banyak mengandungi bahan nitrogen seperti kekacang.

Tanda-tanda

i. mengeluarkan air liur


ii. perut buncitterutama disebelah kiri
iii. bunyi dentuman yang kuat apabila diketuk
iv. pernafasan susah

47
v. keadaan gelisah, bising, mengembik dan kerap buang air
kecil.

Pencegahan

i. membetulkan pengurusan seperti mengurangkan memberi


kekacang dan bahan-bahan yang mempunyai kandungan
nitrogen yang tinggi.

ii. memelihara padang ragut supaya tidak lebih dari 50%


kekacang

Rawatan
i. memberi makan minyak kacang
ii. minyak sayur/ minyak jagung

11.3 Penyakit Paru-paru/Selsema/Sejuk (Pneumonia)

Batuk basah adalah tanda-tanda awal penyakit ini. Disebabkan


serangan bakteria yang menyerang kambing, ketika ia berada
dalam keadaan tenat seperti kesejukan, perudaraan yang kurang
baik dan kesesakan dadanya.

Tanda-tanda

i. kelihatan moyok dan mengasingkan diri

ii. lemah tidak berdaya

iii. menjadi kurus

iv. pernafasan cepat

v. kadangkala terbunyi batuk dan terdapat bendalir yang


keluar dari hidung seperti hingus

Pencegahan

i. asingkan supaya tidak berjangkit.


ii. menjaga kebersihan kandang supaya tidak lembab.
iii. elakkan ia berhujan

48
Rawatan

i. ditempatkan ditempat yang kering dan bersih.

ii. lapporkan kepada Pegawai Perkhidmatan Haiwan yang


terdekat untuk mendapatkan rawatan.

11.4 Cirit-birit (Diarrhoea)

Cirit-birit mungkin disebabkan oleh beberapa perkara seperti:

i. cacing
ii. protozoa (koksidia)
iii. kuman
iv. salah makan.

Tanda-tanda

i. tahi adalah cair dan tidak berbentuk bulat seperti biasa.

ii. kotor dan basah disekeliling pangkal ekor.

iii. kambing akan kelihatan monyok dan mengasingkan diri.

iv. kadangkala najis berbau busuk.

Pencegahan

i. memberi ubat cacing untuk mengurangkan beban cacing.

ii. menjaga keadaan kandang supaya bersih dan tidak


dijangkiti kuman berbahaya.

iii. memberi makanan yang betul. Jika hendak menukar


makanan hendaklah dibuat secara beransur-ansur.

Rawatan

i. memberi banyak air terutama yang mengandungi glukosa


(gula).

ii. memberi ubat yang boleh mengurangkan berak seperti


‘kaolin’ yang boleh mengalas kulit perut.

iii. ubat pembunuh kuman ataupun cacing.

49
11.5 Kurang Darah (Anaemia)

Kekurangan darah adalah satu keadaan di mana bilangan sel-sel


darah merah didapati kurang daripada biasa.

Tanda-tanda

i. muka pucat
- bibir, gusi dan lidah pucat
- lapisan dalam kelopak mata juga keputihan

ii. lemah.

iii. bulu meremang.

iv. badan kurus

Rawatan dan Pencegahan

i. memberi makanan yang cukup dan berzat.

ii. menambah zat besi.

iii. memberikan vitamin untuk selera makan

iv. ubat cacing

v. pembasmi kutu.

11.6 Kancing Gigi

Penyakit ini adalah disebabkan oleh racun sejenis kuman yang


boleh merosakan saraf. Ini biasa terjadi apabila terdapat luka-luka
kecil badan/kulit ternakan itu. Kemungkinan termasuk kotoran di
mana kuman ini dapat membiak. Kuman inilah yang mengeluarkan
racun kelak.

Tanda-tanda

i. keseluruhan badan menggigil dan menggeletar yang tidak


boleh dikawal. Keempat-empat kaki akan menjadi lurus,
tegang dan keras.

50
ii. mulut akan terkancing (kancing gigi) dan kepala biasanya
mendongak ke atas. Kalau terjadi semasa berdiri, ianya
akan tumbang.

iii. tanda-tanda ini menjadi lebih teruk apabila terdapat


rangsangan bunyi yang kuat dan juga cahaya yang terang.

Pencegahan

i. suntikan toxoid semasa 3 bulan.

ii. mengubat luka-luka terutama ‘puncture wound’.

Ubatan

i. tetanus antitoxin dan toxoid.

ii. ubat pelali.

11.7 Luka-luka

Luka boleh disebabkan oleh benda-benda tajam. Apabila berlaku


luka-luka, rawatan segera hendaklah dibuat.

Rawatan

i. bahagian sekeliling kudis dicukur dan dicuci bersih dengan


ubat kuning (iodine) supaya tidak terdapat kekotoran dan
habuk.

ii. sapukan ubat ‘lorexane’ pada luka.

ii. semburkan ubat penjauh lalat seperti ‘gusanex’ ataupun


‘negasunt’.

11.8 Kurap

Kurap boleh terjadi disebabkan oleh kulat atau ektoparasit


(mange).

Tanda-tanda

Keguguran bulu pada beberapa bahagian tubuh dan kadang-kadang


disertai dengan kudis-kudis yang bernanah kerana parasit ini

51
menggali lapisan kulit menyebabkan gatal dan kerosakan akar
rambut.

Rawatan

Kurap yang disebabkan oleh kulat boleh disapu dengan iodine


sementara kurap yang disebabkan oleh ‘mange’ pula dikehendaki
dirawat dengan ubat serangga seperti 1% larutan malathion yang
membunuh parasit dewasa. Rawatan hendaklah diulangi tiap-tiap
10-14 hari selama 3 kali.

11.9 Buruk Kuku

Keadaan tempat yang lembab membawa penyakit ini. Ia


disebabkan serangan bakteria pada kuku.

Tanda-tanda

i. kambing kelihatan tempang.

ii. celah tapak kaki diperantaraan kukunya bengkak dan


berbau busuk.

Rawatan

Kuku yang buruk dipotong dan kaki dibasuh bersih. Kuku tersebut
direndam dalam 5% formalin atau 10% Kuprum Sulfat (CuSO4)
sekali sehari selama 3 hari.

RINGKASAN 11

Kawalan penyakit perlu diutamakan dalam kumpulan ternakan yang besar jumlahnya.
Kematian ternakan dalam kumpulan yang besar membawa kerugian yang ketara.
Penyakit boleh dikawal dengan memastikan kandang dan persekitaran dan juga
membuat pelalian terhadap ternakan.

MAKLUMAN:

Segala penerangan penyakit di atas adalah sebagai makluman sahaja. Semua penternak
adalah dinasihatkan supaya berhubung dengan Jabatan Perkhidmatan Haiwan yang
berdekatan untuk mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam dan seterusnya untuk
rawatan penyakit tersebut.

52
12. PENUTUP

Dengan adanya panduan ringkas menternak kambing ini diharapkan dapat


membantu penternak dalam usaha meningkatkan hasil keluaran di samping
meninggikan pendapatan di dalam industri ternakan ini. Semoga usaha ini
memberi manfaat kepada bangsa dan negara.

Keterangan lanjut dan latihan yang berkaitan boleh diperoleh melalui:

UNIT PERUSAHAAN RUMINAN KECIL


BAHAGIAN PENGELUARAN
IBU PEJABAT PERKHIDMATAN HAIWAN
BLOK A, TINGKAT 8 & 9
EXCHANGE SQUARE, OFF JALAN SEMANTAN
BUKIT DAMANSARA
50630 KUALA LUMPUR

TELEFON NO. 03-2540077/79/82/84/85

FAX NO. 2540092

53
LAMPIRAN 1 – ANGGARAN MODAL DAN
ALIRAN KEWANGAN MENGIKUT LADANG

ANGGARAN ALIRAN KEWANGAN PERINGKT LADANG


MENGIKUT BILANGAN KAMBING YANG DIPELIHARA

Kambing induk 20 40 60 80 100


Kambing baka 1 2 3 4 5

Anak yang boleh dijual


Selepas tolak (jantan) 13 27 41 55 68
kematian (10%)
dan disingkirkan (betina) 14 25 38 51 65

luas kawasan ragutan yang


diperlukan

- kawasan rumput sahaja (ha.) 0.5 1 1.5 2 2.5


- kawasan tanaman utama seperti 1.6 3.3 5 6.6 8.3
dusun buah-buahan, kebun
getah dll.

Modal Nilai Ternakan

Jantan 35 kg @5.50/kg 192.50 385.0 577.5 770.0 962.50


Betina 25 kg @ 5.50/kg 2,750.0 5,500.0 8,250.0 11,000.0 13,750.0

Pembinaan kandang
- tenaga sendiri 1,000 2,000
- upah 3,000 4,500 5,500
Jumlah 3,942.5 7,885.0 11,827.5 16,270 20,212.5

54
Perbelanjaan Mengurus

Kos pengurusan garam jilat 50 100 150 200 250


dan ubatan

Upah kerja masa/jam 438 876 1,314 1,752 2,190


dengan $1.20/jam 1 2 3 4 5

Kos rumput/unit ternakan 610.05 1,203.3 1,813.3 2,423.4 3,033.45


dengan harga 1 sen sekilo
berat basah

Kos Susutan Infrastruktur 100 200 300 450 550

Jumlah 1,198.05 2,379.3 3,577.3 4,825.4 6,023.45

Pendapatan
Pendapatan kasar selepas 4,050 7,800 11,850 15,900 19,950
jualan (RM)

Pendapatan selepas ditolak 2,815.95 5,420.7 8,272.7 11,074.6 13,926.55


perbelanjaan mengurus
dan susutan infrastruktur (RM)

Bayaran balik pinjaman 867.35 1,734.7 2,602.05 3,579.4 4,446.75


bank jika ada dengan
kadar 2% selama 5 tahun (RM)

Pendapatan bersih
Setahun (RM) 1,984.6 3,686.0 5,670.65 7,495.2 9,479.8
Sebulan (RM) 165.3 37.1 472.5 624.6 789.9

55
Andaian

1, Pengiraan adalah berasaskan harga pada tahun 1990.

2. Kadar kelahiran adalah 1.5 setahun

3. kematian:

a, Bapak : 2% setahun

b. Ibu : 5% setahun

c. Anak : 10% setahun

4. Pemakanan

a. Rumput diberi dengan kadar 5 kilo sehari/seekor untuk kambing dewasa


selama 365 hari.

b. Rumput untuk anak adalah sebanyak 3.5 kilo sehari seekor untuk selama
240 hari (8 bulan)iaitu selepas cerai susu (4 bulan)hingga umur setahun.

5. Harga Jualan:

- sekilo hidup RM 6.00 dengan purata berat badan sebanyak 25 kilo seekor

6. kos rumput adalah 1 sen sekilo jika ditanan secara kawasan pastura.

56
LAMPIRAN 2 – PENYIMPANAN REKOD

I. Rekod Biakbaka

a. Kambing Jantan

No.
Baka:
Asal-usul: diimport, dibeli, didapati dari kumpulan:
Tarikh Lahir:
Dilahirkan tunggal, kembar dua, kembar tiga:
Umur semasa cerai susu:
Umur ketika capai dewasa:
Umur semasa servis pertama:

Tarikh Perkhidmatan No. Kambing Betina Baka

b. Kambing Betina

No:
Baka:
Asal-usul: diimport, dibeli, didapati dari kumpulan:
Tarikh Lahir:
Dilahirkan tunggal, kembar dua, kembar tiga:
Umur semasa cerai susu:
Umur ketika capai dewasa:
Umur semasa pengawanan pertama:

No. No. Baka Tarikh Tarikh Tarikh Bilangan Tempoh Jarak


Beranak Bapa Perkhidmatan Bunting Melahirkan Anak Bunting Beranak

II. Rekod Prestasi

a. Data Berat Badan

No. Kambing jantan / betina:


Berat Lahir (kg:
Berat semasa cerai susu (kg):

Tarikh Berat Badan (kg) Tambahan Berat


Badan/Hari(kg)

57
b. Data Pengeluaran Susu

Tarikh Pengeluaran Susu Tempoh Laktasi (hari)


Sehari (kg)

c. Rekod Kesihatan

No. Kambing jantan/betina:

Tarikh Tanda Penyakit Rawatan Dijaga/ditakai

III. Rekod Tambahan

a. Input

Contohnya:

Ubat-ubatan - Jenis ubat, tarikh beli, jumlah, harga

Makanan - Jenis makanan, tarikh dibeli, jumlah, harga.

Baja - Jenis, tarikh dibeli, jumlah, harga.

Bahan binaan - Jenis, jumlah, tarikh dibeli, harga.

b. Penjualan Hasil

Ternakan – Jumlah dijual, tarikh dijual, pembeli, harga.

Hasil (daging, susu dan kulit) - jumlah, tarikh dijual,


pembeli,harga.

58