0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan12 halaman

X-Ray Condensator Discharge dalam Radiologi

Dokumen tersebut membahas tentang praktikum radiologi lanjut yang menggunakan sistem X-ray Condensator Discharge. Sistem ini menggunakan muatan condensator sebagai sumber tegangan dan memiliki beberapa keuntungan seperti ukuran yang lebih kecil dan efisiensi tempat. Dokumen tersebut juga menjelaskan dasar-dasar teori seperti transformator, rangkaian pengisian, kondensator, dan transistor yang terkait dengan sistem ini.

Diunggah oleh

Vikri Almudzakkir
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan12 halaman

X-Ray Condensator Discharge dalam Radiologi

Dokumen tersebut membahas tentang praktikum radiologi lanjut yang menggunakan sistem X-ray Condensator Discharge. Sistem ini menggunakan muatan condensator sebagai sumber tegangan dan memiliki beberapa keuntungan seperti ukuran yang lebih kecil dan efisiensi tempat. Dokumen tersebut juga menjelaskan dasar-dasar teori seperti transformator, rangkaian pengisian, kondensator, dan transistor yang terkait dengan sistem ini.

Diunggah oleh

Vikri Almudzakkir
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

RADIOLOGI LANJUT

X-RAY CONDENSATOR DISCHARGE

1. Latar Belakang
Seiring dengan perkembangsn zaman, manusia atau ahli medis menggunakan
teknologi untuk membantu pengobatan. Di sisi lain keamanan teknologi tersebut terhadap
mahkluk hidup juga harus diperhatikan agar tidak memperburuk keadaan pasien. Salah-
satu teknologi yang dikembangkan dikalangan ahli medis untuk mengobati pasienya
adalah Sinar X di mana pesawat x-ray yang dikembangkan tersebut menggunakan sistem
discharge bisa juga disebut dengan X-ray Condensator Discharge.
Pesawat X-ray Condensator Discharge adalah suatu pesawat rontgen yang diciptakan
menggunakan sistem discharge, dengan memanfaatkan muatan condensator sebagai
sumber tegangan. Pesawat x-ray condensator discharge lebih efisien penggunaanya
dibandingkan dengan pesawat rontgen konvensional, hal ini dikarenakan selain bentuk
fisiknya yang mobile, pesawat ini memiliki beberapa keuntungan yaitu, dengan pesawat
condensator discharge, trafo tegangan tinggi ( HTT ), trafo filament, rangkaian rectifier,
X-ray tube ukurannya lebih kecil, sehingga dapat mengefisienkan tempat. Sinar-X
merupakan salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang
berkisar antara 10 nanometer ke 100 pikometer (sama dengan frekuensi dalam rentang 30
peta hertz - 30 exahertz) dan memiliki energi dalam rentang 100 eV-100 KeV. Sinar-X
umumnya digunakan dalam diagnosis gambar medis dan kristalografi sinar-X.
Didalam teknologi terutama dalam bidang kesehatan sinar-X sangat banyak menjadi
salah satu cara untuk alat diagnosis yang berfungsi untuk photo thorax, tulang tangan,
kaki dan organ tubuh lainnya. Sinar-X ini sering disebut juga sinar Rontgen. Dimana sinar
ini sangat bermanfaat dalam bidang kesehatan dan sangat berbahaya juga bila digunakan
secara berlebihan (Ferry Suyatno, 2008).
Perangkat sinar-X untuk diagnosis disebut dengan photo Rontgen sedangkan yang
untuk terapi disebut Linec (Linier Accelerator). Dengan perkembangan teknologi maka
photo Rontgen dapat di tingkatkan fungsinya lebih luas yaitu melalui alat baru yang
disebut dengan CT. Scan (Computed Tomography Scan). Adanya peralatan-peralatan
yang menggunakan sinar-X maka akan membantu dalam mendiagnosis dan pengobatan
(terapi) suatu penyakit, sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.
Pesawat sinar x juga memiliki radiasi yang cukup tinggi dan dapat berpengaruh
terhadap manusia, hewan, tumbuhan dan semua jenis makhluk hidup. Optimasi dosis
radiasi sangat penting untuk kualitas dan kuantitas peralatan sinar x. Meluasnya
penggunaan sinar x dalam diagnosis dan manajemen pasien menyebabkan paparan radiasi
meningkat. Dosis radiasi sinar x yang terlalu tinggi akan membuat pasien menerima
radiasi yang tidak perlu sehingga dapat menyebabkan proses ionisasi pada jaringan lunak,
organ dan cairan dalam tubuh manusia yang dapat mengakibatkan kerusakan sel dan
menyebabkan kanker. Gambar yang dihasilkan juga akan lebih gelap terutama pada
pesawat sinar x konvensional. Sehingga hal tersebut sangat membahayakan radiografer
yang akan terpapar radiasi pesawat sinar x yang berahadapan secara langsung dengan
alatnya.

2. Dasar Teori

A. Trafo
Transformator atau sering disingkat dengan istilah Trafo adalah suatu alat listrik
yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain. Maksud dari
pengubahan taraf tersebut diantaranya seperti menurunkan Tegangan AC dari
220VAC ke 12 VAC ataupun menaikkan Tegangan dari 110VAC ke 220 VAC.
Transformator atau Trafo ini bekerja berdasarkan prinsip Induksi Elektromagnet dan
hanya dapat bekerja pada tegangan yang berarus bolak balik (AC).Transformator
(Trafo) memegang peranan yang sangat penting dalam pendistribusian tenaga listrik.
Transformator menaikan listrik yang berasal dari pembangkit listrik PLN hingga
ratusan kilo Volt untuk di distribusikan, dan kemudian Transformator lainnya
menurunkan tegangan listrik tersebut ke tegangan yang diperlukan oleh setiap rumah
tangga maupun perkantoran yang pada umumnya menggunakan Tegangan AC
220Volt.

Gambar 2.1 Bentuk dan Simbol Transformator (Trafo)

Sebuah Transformator yang sederhana pada dasarnya terdiri dari 2 lilitan atau
kumparan kawat yang terisolasi yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Pada
kebanyakan Transformator, kumparan kawat terisolasi ini dililitkan pada sebuah besi
yang dinamakan dengan Inti Besi (Core).  Ketika kumparan primer dialiri arus AC
(bolak-balik) maka akan menimbulkan medan magnet atau fluks magnetik
disekitarnya.
Sedangkan Inti besi pada Transformator atau Trafo pada umumnya adalah
kumpulan lempengan-lempengan besi tipis yang terisolasi dan ditempel berlapis-lapis
dengan kegunaanya untuk mempermudah jalannya Fluks Magnet yang ditimbulkan
oleh arus listrik kumparan serta untuk mengurangi suhu panas yang ditimbulkan.
Dibawah ini adalah Fluks pada Transformator :

Gambar 2.2 Fluks pada Transformator

Rasio lilitan pada kumparan sekunder terhadap kumparan primer menentukan


rasio tegangan pada kedua kumparan tersebut. Sebagai contoh, 1 lilitan pada
kumparan primer dan 10 lilitan pada kumparan sekunder akan menghasilkan tegangan
10 kali lipat dari tegangan input pada kumparan primer. Jenis Transformator ini
biasanya disebut dengan Transformator Step Up. Sebaliknya, jika terdapat 10 lilitan
pada kumparan primer dan 1 lilitan pada kumparan sekunder, maka tegangan yang
dihasilkan oleh Kumparan Sekunder adalah 1/10 dari tegangan input pada Kumparan
Primer. Transformator jenis ini disebut dengan Transformator Step Down.

B. Rangkaian Pengisian
Sebagaimana telah diuraikan prinsip kerja pesawat kondensator discharge, maka
dengan adanya pengisian tegangan ( muatan ) pada condensator maka akan terjadi
batas maksimal sesuai tegangan yang telah diatur oleh user. Misalnya pengguna akan
memotret tulang belakang pasien dewasa ( 85-95Kg ) sebesar 75 KV, 50 mAs dengan
jarak expose 100 m, maka user akan menekan tombol charge untuk mengisi
condensator sesuai tegangan yang dikehendaki yaitu sebesar 75 KV.
Tetapi user tidak akan mengetahui apakah condensator sudah terisi sesuai
tegangan yang dikehendaki atau tidak. Untuk mengetahui hal tersebut maka rangkaian
pengisian tegangan tinggi dilengkapi dengan rangkaian pendeteksi tegangan pengisian
condensator. Dengan adanya rangkaian ini dapat digunakan sebagai pendeteksi
apabila pengisian muatan pada condensator discharge telah sesuai dengan KV yang
diset oleh user, sehingga pada pesawat akan menandakan bahwa charge telah sesuai
dan pesawat siap untuk digunakan.
Gambar 2.3 Rangkaian Pengisian

Rangkaian yang berfungsi untuk melakukan pengisian. Triac pada rangkaian ini
berfungsi sebagai saklar yang untuk menghentikan pengisian dan pengosongan
kapasitor melalui primer HTT, dimana jika gate TRIAC mendapat tegangan maka
rangkaian ini akan bekerja, sedangkan jika gate tidak mendapat tegangan maka
rangkaian tidak bekerja.

C. Kondensator
Kapasitor atau biasa juga disebut sebagai Kondensator digunakan hampir disetiap
bidang yang berhubungan dengan elektronik, dan tetapi dengan fungsi dan tugas yang
berbeda-beda. kapasitor dapat dikatakan sebagai sebuah komponen elektronik yang
memiliki kapasitas atau kemampuan untuk menyimpan muatan listrik yang
menghasilkan beda potensial (statis voltage) di kedua platnya, kapasitor seperti halnya
baterai kecil isi ulang. Kapasitor sendiri terbuat dari 2 konduktor dekat (biasanya
pelat) yang dipisahkan (2 plat tidak saling terhubung atau bersentuhan) oleh udara
atau bahan dielektrik seperti mika, keramik, kertas lilin, plastik atau bahan gel.

Gambar 2.4 Simbol Kapasitor

Kecepatan pengisian arus ini didasarkan pada nilai maksimumnya ketika pelat
telah terisi sempurna atau benar-benar habis (kondisi awal) maka secara perlahan-lahan
mengurangi nilainya menjadi nol dikarenakan pelat hanya mengisi hingga beda
potensial yang melintasi pelat kapasitor sama dengan tegangan sumber.

D. Transistor
Transistor merupakan Komponen Elektronika Aktif yang memiliki banyak fungsi
dan merupakan Komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia
Elektronik modern ini. Beberapa fungsi Transistor diantaranya adalah sebagai Penguat
arus, sebagai Switch (Pemutus dan penghubung), Stabilitasi Tegangan, Modulasi
Sinyal, Penyearah dan lain sebagainya. Transistor terdiri dari 3 Terminal (kaki) yaitu
Base/Basis (B), Emitor (E) dan Collector/Kolektor (K). Berdasarkan strukturnya,
Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN.

Gambar 2.4 Simbol Transistor

Cara Kerja Transistor hampir sama dengan resistor yang mempunyai tipe dasar


modern. Tipe dasar modern terbagi menjadi 2, yaitu Bipolar Junction Transistor atau
biasa di singkat BJT dan Field Effect Transistor atau FET. BJT dapat bekerja
bedasarkan arus inputnya, sedangkan FET bekerja berdasarkan tegangan inputnya.
Dalam dunia elektronika modern, transistor merupakan komponen yang sangat
penting terutama dalam rangkaian analog karena fungsinya sebagai penguat.
Rangkaian analog terdiri dari pengeras suara, sumber listrik stabil dan penguat sinyal
radio. Tidak hanya rangkaian analog, di dalam rangkaian digital juga terdapat
transistor yang digunakan sebagai saklar dengan kecepatan tinggi. Beberapa transistor
juga dapat di rangkai sehingga berfungsi sebagai logic gate.

E. Rangkaian Filamen

Gambar 2.4 Rangkaian


Pengaturan Arus Filamen
Rangkaian ini berfungsi sebagai pengaturan arus filamen tabung trioda yaitu
dengan cara memberi hambatan pada primer trafo filamen, semakin besar nilai
resistansi dari resistor maka arus yang mengalir filament akan semakin kecil begitu
pula sebaliknya semakin kecil nilai resistansi nya maka arus atau jumlah elektron
yang dihasilkan oleh filamen akan semakin besar.

Gambar 2.5 Rangkaian Tabung


Triode

Rangkaian tabung triode merupakan rangkaian yang mengontrol loncatan elektron


dari anode ke katode melewati ruang hampa udara dalam tabung, sumber elektron
yang dihasilkan dari filamen akan didorong oleh tegangan tinggi yang di hasilkan dari
kapasitor. Tetapi dalam hal ini meskipun ada sumber elektron, tegangan tinggi pada
anode dan katode elektron tidak akan meloncat jika tegangan grid masih negatif atau
masih terhalang oleh grid jika tegangan grid sama dengan tegangan katode maka
elektron akan meloncat dari anode ke katode yang akan menyalakan lampu indikator
sebagai tanda bahwa sinar x telah keluar.

F. Timer dan Relay


Timer atau kepanjanganya Time Delay Relay adalah sebuah komponen elektronik
yang dibuat untuk menunda waktu yang bisa disetting sesuai range timer tersebut,
dengan memutus sebuah kontak relay yang biasanya digunakan untuk memutus atau
menyalakan sebuah rangkaian kontrol.
Gambar 2.6 Timer

Timer berfungsi untuk menunda waktu, secara garis besar biasanya digunakan
pada rangkian star delta yang memilliki tunda waktu untuk pergantian dari star ke
delta. Agar mengurangi lonjakan arus yang besar, jadi diwaktu tunda dahulu sekiranya
motor sudah stabil maka waktu tercapai oleh timer dan pindah ke delta. Timer
memiliki 2 jenis yaitu secara mekanik dan secara elektronik.
 Timer Mekanik, pemasangan ditempatkan diatas kontaktor jadi timer tersebut
akan bekerja jika kontaktor bekerja dan menarik tuas timer mekanik tersebut,
baru timer tersebut menghitung waktu on (Delay On).
 Timer Elektronik, timer ini pesangan menggunakan socket ditarus pada omega
ril / din rail dan diatas socket baru timer dipasang, timer ini biasanya
mempunyai kaki 8 , dengan 2 kontak NO / NC + Common dan coil 1.   

Gambar 2.7 Pin Timer

Rangkaian Timer Ready

Rangkaian yang berfungsi untuk memberikan delay pada saat tombol ready
ditekan. NE555 difungsikan sebagai pewaktu yang mana lamanya delay ditentukan
oleh nilai R dan C.
Rangkaian Timer Expost Gambar 2.8 Rangkaian Timer Ready

Rangkaian yang berfungsi untuk memberikan delay pada saat tombol expose
ditekan. NE555 difungsikan sebagai pewaktu yang mana lamanya delay ditentukan
oleh nilai R dan C.

Gambar 2.9 Rangkaian Timer Expost

Relay merupakan komponen elektronika berupa saklar atau switch elektrik yang
dioperasikan secara listrik dan terdiri dari 2 bagian utama yaitu Elektromagnet (coil)
dan mekanikal (seperangkat kontak Saklar/Switch). Komponen elektronika ini
menggunakan prinsip elektromagnetik untuk menggerakan saklar sehingga dengan
arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan
lebih tinggi. Berikut adalah simbol dari komponen relay.

Gambar 3 Relay
Seperti yang telah di jelaskan tadi bahwa relay memiliki fungsi sebagai saklar
elektrik, namun jika di aplikasikan ke dalam rangkaian elektronika, relay memiliki
beberapa fungsi yang cukup unik. Berikut beberapa fungsi saat di aplikasikan ke
dalam sebuah rangkaian elektronika.

 Mengendalikan sirkuit tegangan tinggi dengan menggunakan bantuan signal


tegangan rendah.
 Menjalankan logic function atau fungsi logika.
 Memberikan time delay function atau fungsi penundaan waktu.
 Melindungi motor atau komponen lainnya dari korsleting atau kelebihan
tegangan.
relay terdapat 4 bagian penting yaitu electromagnet (coil), Armature, Switch Contact
Point (saklar) dan spring. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini.

Gambar 3.1 Strukter Relay

Kontak point relay terdiri dari 2 jenis yaitu:


 Normally Close (NC) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu
berada pada posisi close (tertutup).
 Normally Open (NO) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu
berapa pada posisi open (terbuka).

Berdasarkan gambar diatas, iron core(besi) yang dililitkan oleh kumparan coil
berfungsi untuk mengendalikan iron core tersebut. Ketika kumparan coil di berikan
arus listrik, maka akan timbul gaya elektromagnet sehingga akan menarik Armature
berpindah posisi yang awalnya NC(tertutup) ke posisi NO(terbuka) sehingga menjadi
saklar yang dapat menghantarkan arus listrik di posisi NO. Posisi Armature yang
tadinya dalam kondisi CLOSE akan menjadi OPEN atau terhubung. Armature akan
kembali keposisi CLOSE saat tidak dialiri listrik. Coil yang digunakan untuk menarik
Contact Point ke posisi CLOSE umunnya hanyak membutuhkan arus llistrik yang
relatif kecil.
3. Hasil

SIMULASI XRAY CONDENSATOR DISCHARGE


1. Pengisian :

Pada saat Push Botton 1 di tekan, relay aktif


tegangan terkunci kemudian menuju ke timer
1(delay off) untuk mengaktifkan pengisian
selama beberapa waktu (sesuai setting).

2. Pengisian selesai

Setelah pengisian, timer ngontak dan lampu pengisian selesai aktif.


3. Ekspose
Kemudian Pada saat Push botton 2 ditekan relay 2 aktif mengunci mengaktifkan timer
2 dengan settingan (delay on), Lampu ekspose menyala selama beberapa waktu (sesuai
setting timer) dan lampu pengisian selesai tetap menyala.

4. Pengosongan.

Kemudian lampu pengosongan hidup karena timer 2 kontak dan mengaktifkan


timer 3 (delay on) dan 4 (delay off) sehingga lampu pengosongan aktif dan mati dalam
beberapa waktu (sesuai setting) bersamaan dengan timer 3 karena netral timer telah
terputus.

Anda mungkin juga menyukai