Skripsi Fiks
Skripsi Fiks
SUKMA UMASANGADJI
183145105037
Oleh
SUKMA UMASANGADJI
183145105037
Sukma Umasangadji
18314105037
Menyetujui,
Pembimbing I Pembimbing II
ii
HALAMAN PENGESAHAN
Pada hari ini Tanggal September Tahun 2022 bertempat di Ruang Program
Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas
Megarezky, telah dilaksanakan Ujian Skripsi sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan pendidikan Program Sarjana Keperawatan terhadap mahasiswa atas
nama :
Mengetahui,
iii
KATA PENGANTAR
sebagai tanda rasa syukur penulis atas limpahan rahmat-Nya yang tak terhitung
nilainya, dan atas izin-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul
salah satu persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana pada Program Studi
hambatan, namun berkat usaha dan kemauan serta kerjasama yang baik dari semua
pihak sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu,
terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Orang Tua Penulis yang tercinta,
mencurahkan kasih sayangnya, doa dan restu yang tulusnya, serta dukungan,
support,dan pengorbanannya yang begitu besar baik dari segi materi maupun waktu
yang diberikan kepada penulis demi suksesnya penelitian ini. Tak lupa pula penulis
1. Dr. H. Alimuddin, SH., MH., MKn. Selaku pembina YPI Mega Rezky
Makassar.
2. Hj. Suryani, SH., MH., MKn. Selaku ketua YPI selaku Mega Rezky Makassar.
iv
3. prof. Dr. dr . H. Ali Aspar Mappahya, Sp. PD., Sp. JP (K) selaku Rektor
Universitas Megarezky
5. Sudirman Efendi, S.Kep., Ns., M.Kep., selaku Ketua Program Studi Pendidikan
penulis.
8. Rosnania, S.Kep., Ns., M.Kep., selaku Penguji Utama yang telah meluangkan
waktu dan tenaganya dalam memberikan masukan dan arahan guna perbaikan
skripsi ini.
9. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen dan Staf Program Studi Pendidikan Profesi Ners
10. Kepada Murabbiyah dan kaka kaka pondok adibah yang slalu memberikan
v
11. Kepada sahabat sahabat penulis yaitu hilma hanifa, rastri anggriani,
12. Rekan rekan mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas
Keperawatan dan Kebidanan angkatan 2018 yang tak dapat penulis sebutkan
satu per satu yang secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan
menyelesaikan pendidikan.
jauh dari kata sempurna, untuk itu dengan kelapangan penulis siap menerima
kritikan dan saran dari pihak manapun yang konstruktif dan sifatnya
(SUKMA UMASANGADJI)
vi
ABSTRAK
Latar Belakang : Pada akhir tahun 2019 dunia dihebokan dengan merebaknya infeksi Corona Virus
Disease 2019 (Covid-19). Virus ini pertama kali diindentifikasi di kota Wuhan, Provinsi Hubei,
China. Sampai saat ini terdapat 231 negara yang terjangkit virus covid-19 salah satunya indonesia.
Pada tanggal 11 Maret covid-19 telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) dan
pemerintah sebagai kasus pandemik. Salah satu upaya yang di lakukan untuk mencegah penularan
virus Covid-19 adalah dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang terdiri dari jaga jarak,
pakai masker,cuci tangan, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan pencegahan ini berlaku
secara global .Intervensi untuk menanggulangi pandemi Covid-19 upaya intervensi yang dilakukan
tidak hanya melalui penerapan protokol kesehatan tetapi juga diperlukan intervensi lainnya yaitu
dengan vaksinasi.
Tujuan : Mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Mengikuti Vaksinasi
Pada Mahasiswa S1 Keperawatan Di Universitas Megarezky Makassar
Metode : Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 190 sampel
yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan
kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa 91 responden tingkat pengetahuan baik terdiri 38
responden (41,85%) patuh mengikuti vaksinasi covid-19 dan 53 responden (58,2%) tidak patuh
mengikuti vaksinasi covid-19. Di antara 99 responden tingkat pengetahuan kurang baik terdapat 16
responden (16,25) patuh mengikuti vaksinasi covid-19 dan 83 responden (83,8%) tidak patuh
mengikuti vaksinasi covid-19. Hasil analisis uji statistic chi square didapatkan angka p-value =
0,000. Apabila nilai alpa (a) =0,05 maka nilai p-value =(0,000) < dari 0,05 maka menunjukan adanya
hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan mengikuti vaksinasi covid-19.
Kesimpulan : Terdapat Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Mengikuti
Vaksinasi Covid-19.
Saran : Bagi peneliti selanjutnya yang meneliti tentang hubungan tingkat pengetahuan dengan
kepatuhan mengikuti vaksinasi covid-19 pada penelitian ini bisa dijadikan bahan dasar penelitian.
Diharapkan dapat dikembangkan oleh peneliti selanjutnya dengan menggunakan variabel
vii
ABSTRACT
viii
MOTTO
“ wahai orang orang yang beriman jika kamu menolong agamanya Allah, nicaya
(QS.Muhammad:7)
ix
DAFTAR ISI
MOTTO .......................................................................................................... ix
E. Bidang Ilmu.......................................................................................... 7
x
2. Vaksin Covid-19 ............................................................................ 20
B. Kerangka Teori..................................................................................... 42
E. Hipotesis .............................................................................................. 45
B. Hasil penelitian..................................................................................... 59
C. Pembahasan ......................................................................................... 66
A. Kesimpulan ..........................................................................................
B. Saran ....................................................................................................
xi
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 55
LAMPIRAN
xii
DAFTAR TABEL
Vaksinasi ...........................................................................................
responden ..........................................................................................
xiii
DAFTAR GAMBAR
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
xv
DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG
.......................................................................................................................... 4
LAMBANG
xvi
N Jumlah Populasi........................................................................... 53
P = Value ...................................................................................................
xvii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada akhir tahun 2019 dunia dihebokan dengan merebaknya infeksi Corona
Virus Disease 2019 (Covid-19). Virus ini pertama kali diindentifikasi di kota
Wuhan, Provinsi Hubei, China. Sampai saat ini terdapat 231 negara yang terjangkit
virus covid-19 salah satunya indonesia. Pada tanggal 11 Maret covid-19 telah
ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) dan pemerintah sebagai kasus
pandemik (Tetty et al., 2021) (WHO, 2021). Virus Covid-19 saat ini menjadi
masalah yang serius di seluruh dunia, dan menyerang semua orang tanpa
memandang usia atau jenis kelamin, sehingga Covid-19 sampai saat ini sangat
Salah satu upaya yang di lakukan untuk mencegah penularan virus Covid-
19 adalah dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang terdiri dari jaga
pencegahan ini berlaku secara global (Kemenkes RI, 2020c) . Pemerintah Indonesia
Prasetio, 2021). Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pemerintah telah
1
2
dikonfirmasi oleh pemerintah pada tanggal 2 maret 2020 di depok Jawa Barat,
hingga angka kejadian Covid-19 masih meningkat di Indonesia sampai saat ini
untuk menekankan penyebaran virus covid-19 akan tetapi jumlah kasus penderita
masih tinggi.
2022). Di Indonesia hingga Kamis 5 Mei 2022 terdapat 6.047.741 kasus, sembuh
Sulawesi Selatan hingga kamis 5 Mei 2022 terdapat 142.858 kasus, sembuh
intervensi yang dilakukan tidak hanya melalui penerapan protokol kesehatan tetapi
juga diperlukan intervensi lainnya yaitu dengan vaksinasi (Ariana et al., 2021).
resmi dimulai pada hari Rabu 13 Januari 2020, salah satu vaksin pertama di
Indonesia yang digunakan diproduksi oleh Sinovac Biotech dan sudah mendapatkan
izin penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
hanya dapat terbentuk apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di seluruh
wilayah (Yudistira, 2022). Cakupan vaksinasi yang tinggi secara global sangat
Selatan selasa 17 mei 2022 total vaksinasi dosis 1: 6,244,192 dosis (88,47%), dosis
kekhawatiran adanya efek samping seperti demam dan nyeri (12%) serta
Sinovac, Biofarma, Moderna, Pfizer, Astra Zeneca dan Sinopharm, namun tiga
jenis vaksin yang paling populer digunakan di Indonesia adalah Sinovac, Moderna
dalam pemilihan vaksin apa yang paling baik digunakan dengan efek samping
(Octafia, 2021)
hanya melalui media social, berita, radio, koran, dibandingkan dari tenaga
tepat (Kemenkes RI, 2020d). Agar dapat patuh terhadap program vaksinasi covid-
19, melalui informasi dari berbagai media masyarakat harus memiliki pemahaman
dan pengetahuan terkait virus Covid-19 yang berbahaya dan rentan menular,
sosial, faktor psikologis, keyakinan dan sumber informasi (Devi, 2020). Sehingga
sering disebut “Agent of changes” atau kaum intelektual. Mereka dapat melihat,
menafsirkan serta menyimpulkan gejala sosial, dan mampu berpikir kritis. Dengan
Makassar dengan jumlah mahasiswa aktif dari angkatan 2015-2021 sebanyak 362
orang, angkatan 2015 yang aktif 2 orang, angkatan 2016 yang aktif 1 orang,
angkatan 2017 yang aktif 3 orang, angkatan 2018 yang aktif 91 orang, angkatan
2019 yang aktif 86 orang, angkatan 2020 yang aktif 77 orang, angkatan 2021 yang
aktif 102. jumlah mahasiswa yang belum vaksinasi ke 3 sebanyak 100 orang dari
efeksamping dari vaksinasi, ragu dengan keefektivitasan vaksin sehingga tidak mau
melakukan vaksinasi ke 3, selain itu alasan lain mau melakukan vaksinasi karena
ingin bepergian keluar daerah dan administrasi sedangkan 1 dari 7 mahasiwa yang
tersebut.
B. RUMUSAN MASALAH
Dengan melihat latar belakang diatas maka yang menjadi rumusan masalah
Megarezky Makassar?
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan umum
2. Tujuan khusus
19.
7
19
D. MANFAAT PENELITIAN
1. Bagi mahasiswa
dengan menggunakan variabel lain dan dapat menjadi referensi tambahan untuk
19.
E. BIDANG ILMU
F. KEASLIAN PENELITIAN
keluarga untuk
meningkatkan
penerimaan
masyarakat
terhadap program
vaksinasi Covid-19
3. Faktor-faktor yang Variabel bebas : pendekatan Hasil penelitian Penelitian sebelumnya dari
mempengaruhi sikap Faktor-faktor yang cross- menunjukan bahwa segi variabel hanya melihat
masyarakat terhadap mempengaruhi sectional mayoritas faktor faktor yang
penerimaan vaksinasi sikap masyarakat responden dalam mempengeruhi penerimaan
covid-19 di RS penelitian ini adalah vaksinasi.
Bhayangkara Bengkulu Variabel terikat : remaja (90,90%), Perbedaan dengan
penerimaan mempunyai status penelitian sekarag dari segi
vaksinasi covid-19 bekerja (56,00%), variabel mau melihat
berjenis kelamin hubungan tinggkat
perempuan pengetahuan masyarakat
(69,30%), memiliki dengan penerimaan
sikap positif program vaksinasi.
terhadap
pencegahan covid-
19 (99,15%) dan
mempunyai
perilaku yang baik
terhadap
pencegahan covid-
19 (90,20%)
4. Tingkat Kepatuhan Variabel bebas : desain cross Karakteristik Penelitian sebelumnya
Protokol Kesehatan dan Tingkat kepatuhan sectional. responden, mengunakan jenis
CakupanVaksinasi protokol kesehatan mayoritas berusia penelitian deskritif dengan
pada Mahasiswa UMS Variabel terikat : 20-21 tahun 35 metode pengambilan
yang Terpapar Covid- Cakupan vaksinasi (58,3%), jenis sampel total sampling
19. (Mahmuda, 2022) pada mahasiswa kelamin perempuan Perbedaan dengan
yang Terpapar 46 (76,7%), tinggi penelitian sekarag
Covid-19 badan rata-rata menggunakan jenis
161,1, berat badan penelitian kuantitatif
rata-rata 59,15, dengan jenis pengambilan
responden yang sampe Purposive sampling
rutin olah raga 30
(50%) dan tidak
olah raga 30 (50%),
mayoritas
responden rutin
mengkonsumsi
vitamin 31 (51,7%)
dan mahasiwa yang
sudah pernah
terkonfirmasi 60
(100%). Tingkatan
kepatuhan
mahasiswa terhadap
protokol kesehatan
kesehatan termasuk
dalam kategoti
disiplin 38 (63,3%).
Mahasiswa yang
10
belum vaksinasi
sebanyak 40
(66,7%), dosis 1
sebanyak 13
(21,7%), dosis 2
sebanyak 7
(11,7%).
11
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori
a. Definisi covid-19
infeksi covid-19 yang berasal dari Wuhan, Cina. Sampai saat ini terdapat
231 negara yang terjangkit virus Covid-19 salah satunya indonesia, WHO
2020). Pada tanggal 11 maret covid-19 telah di tetapkan oleh WHO dan
virus covid-19 ditandai akan mengalami gejala flu yang disertai demam,
pilek, batuk kering, sakit tenggorokan dan sakit kepala (Yuliana, 2020).
tanpa perawatan khusus (WHO, 2022) (Putra, Elsa, & Reza, 2020). Covid -
19 bersifat sensitif terhadap panas dan secara efektig dapat diaktifkan oleh
desinfektan yang mengandung klorin, pelarut lipit dengan suhu 56◦C selama
b. Patofisiologi
dengan hewan. Virus ini di sebut dengan zoonotik yaitu virus yang
ditransmisikan dari hewan ke manusia. Ada banyak hewan liar yang dapat
tertentu. Kelelawar tikus dan musang merupakan host yang biasa ditemukan
untuk Covid -19. Covid-19 pada kelelawar merupakan sumber utama untuk
melalui host-nya, oleh karenanya virus ini tidak bisa hidup tanpa sel host.
yaitu : penempelan virus masuk ke sel host yang diperantarai oleh protein S
proses translasi replikasi gen dari RNA genom virus. Replikasi dan
transkripsi dimana sintesis virus RNA melalui translasi dan perakitan dari
c. Etiologi
Terdapat enam jenis corona virus yang dapat menginfeksi sebelum terjadi
wabah covid-19 yaitu : alpha corona virus 229E, alpha coronavirus NL63,
beta corona virus OC43, beta corona virus HKU1, SARS-CoV dan MERS-
virus dimana virus memiliki subgenus yang sama dengan corona virus
tiga dimensi pada protein spike domain receptor binding yang hampir
2020)
d. Manifestasi klinis
yaitu gejala ringan sedang dan berat. Gejala klinis utama yang muncul yaitu
kepala dan nyeri otot, jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul
beberapa pasien, ada yang hanya mengalami gejala ringan, bahkan tidak
gejala yang muncul berupa gejala yang tidak spesifik. Gejala utama akan
tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, kongesti hidung dan malaise. Pada
menjadi tidak khas. Selain itu, pada beberapa kasus ditemui tidak disertai
dengan demam dan gejala relatif ringan atau sering disebut dengan orang
tanpa gejala (OTG). Pada kondisi ini pasien tidak memiliki gejala
2020).
2) Pneumonia ringan, gejala utama yang dapat muncul pada kondisi ini
yaitu demam, batuk, dan sesak, namun tidak ada tanda pneumonia berat.
3) Pneumonia berat, pada pasien dewasa tanda dan gejala yang muncul
suspek infeksi atau infeksi yang terbukti dengan disertai disfungsi organ.
2018).
e. Penularan Covid-19
penyebarannya pada pasar makanan yang menjual hewan hidup yang ada di
Wuhan, namun saat wabah berlanjut virus ini beralih dari orang satu ke
secara langsung dengan orang lain yang terinfeksi virus ini secara dekat
16
(jarak kurang dari 1 meter), selain itu droplet batuk, bersin, dan berbicara
juga sebagai salah satu transmisi penularan virus melalui mulut atau hidung
orang yang terinfeksi (WHO, 2022). Tidak hanya itu virus ini peyebarannya
juga dapat ditemukan di permukaan, atau benda, seperti meja, gagang pintu,
dan juga telapak tangan. Dengan begitu orang lain dapat terinfeksi dengan
mata, hidung, ataupun mulut tanpa mencuci tangan terlebih (WHO, 2022).
Oleh karena itu perlu adanya menjaga gaya hidup sehat dengan
f. Transmisi
hari dengan risiko penularan tertinggi karena konsentrasi virus pada sekret
yang tinggi. Orang yang terinfeksi dapat langsung dapat menularkan sampai
risiko penularan sangat rendah akan tetapi masih ada kemungkinan kecil
untuk terjadi penularan (Lauer et al., 2020; Li et al., 2020). Partikel cair ini
memiliki ukuran berbeda, mulai dari 'tetesan pernapasan' yang lebih besar
hingga 'aerosol' yang lebih kecil. Orang lain dapat tertular Covid-19 ketika
virus masuk ke mulut, hidung atau mata mereka, yang lebih mungkin terjadi
ketika orang melakukan kontak langsung atau dekat (jarak kurang dari 1
g. Pencegahan Covid-19
pernafasan (Kemenkes RI, 2020a). Selain itu ada pula tindakan pencegahan
menyetuh area wajah seperti hidung, mata, mulut, ataupun bagian tubuh
18
dengan tangan yang belum dicuci, jangan berjabat tangan dan merangkul
(alcohol rub) atau cuci dengan sabun dan air. Mencuci tangan dengan
sabun dan air atau menggunakan alcohol rub akan membunuh virus yang
bersin, atau berbicara, droplet akan disemprotkan dari hidung atau mulut
yang terjangkit Covid-19 dan lebih sulit untuk menjaga jarak fisik 1
meter.
hidung, atau mulut. Dari poin tersebut, virus dapat masuk ke tubuh dan
menginfeksi
19
mulut dan hidung dengan siku saat batuk atau bersin, kemudian segera
buang tisu bekas (jika digunakan) dan cuci tangan. Dengan mengikuti
Menghindari kontak dengan orang lain akan melindungi kita dan orang
7) Jika mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas, cari bantuan medis,
laman situs WHO atau otoritas kesehatan lokal dan nasional. Otoritas
tentang apa yang harus dilakukan orang di setiap daerah (WHO, 2020)
2. Vaksinasi Covid-19
(Simanjuntak et al., 2021). Vaksinasi adalah salah satu cara yang paling
melemahkan infeksi virus corona (Makmun & Siti, 2020). Vaksinasi Covid-
Vaksin yang terdiri dari berbagai produk biologi dan bagian dari virus
risiko terpapar.
Dengan kondisi kekebalan tubuh yang telah mengenali virus, maka jika
sistem imun seseorang kalah dan kemudian terpapar, maka dampak atau
MHC I kepada CD8+ nantinya akan aktif menjadi sel efektor yaitu sel T
sitotoksik yang berperan pada Cellular Immune. Selain itu material dari
1) AstraZeneca
dari Covid-19 di masa yang akan datang. Seperti halnya vaksin lainnya,
pengujian vaksin ini. Dosis vaksin ini yaitu 0,22 ml atau 0,5 ml, yang
Peilouw, 2021)
2) Sinovac
dari pasien rawat inap di Wuhan, dikultur dalam sel Vero, dipanen,
2021). Sinovac saat ini menjalankan uji klinis fase 3 di Indonesia, Turki,
Brazil, dan Chili, Sebanyak >30.000 sampel (usia 18-59 tahun) yang
jika disetujui. Sinovac akan menjadi vaksin utama yang akan digunakan
3) Sinopharm
merupakan vaksin yang tidak aktif dengan cara kerja yang serupa dengan
Arab mengatakan menurut hasil uji coba pada penelitian fase ke tiga
4) Vaksin moderna
yang dibuat oleh ModernaTX, Inc, dengan tipe vaksin adalah mRNA.
>30.000 sampel yang digunakan pada pengujian vaksin ini. Dosis vaksin
ini yaitu 100 µg, yang diberikan dengan 2 tahap. Pemberian vaksin tahap
2020). Efek samping yang dapat terjadi setelah injeksi vaksin Moderna
kelenjar getah bening di lengan suntikan yang sama, bengkak (keras) dan
nyeri sendi, menggigil, mual dan muntah, serta demam (Ningrum et al.,
2020).
5) Novavax Inc
yang diproduksi oleh Novavax masih berada dalam tahap pelaksanaan uji
pengujian vaksin ini. Dosis vaksin ini yaitu 5 µg atau 25 µg, yang
6) Vaksin Pfizer-BioNTech
asam nuklea. Vaksin ini menggunakan materi genetik, yaitu protein spike
2021;).
fase uji klinis yang harus dilakukan sebelum dapat diedarkan, keseluruhan
teknologi yang sudah ada, pengerjaan beberapa tahap secara simultan yang
Covid-19:
Pelayanan Kesehatan.
negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang
ketersediaan vaksin.
1) Vaksinasi dosis 1
Pada saat yang sama, sejumlah pejabat, tokoh agama, organisasi profesi
apabila ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan tahap terakhir
risiko infeksi serius, vaksin ini diberikan dalam dua dosis atau perlu dua
minggu.
2) Vaksinasi dosis 2
vaksin COVID-19 yang ada di Indonesia saat ini adalah vaksin yang
3) Vaksinasi dosis 3
dapat diberikan yaitu jika vaksin primer Sinovac, maka vaksin booster
(0,25 ml), Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan Moderna dosis penuh (0,5
ml).
separuh dosis (0,15 ml), dan vaksin AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).
dosis penuh (0,3 ml), Moderna separuh dosis (0,25 ml), dan
a. Definisi kepatuhan
dari kata patuh, patuh berarti suka menurut perintah, taat kepada perintah,
perilaku manusia yang taat pada aturan, perintah yang sudah ditetapkan,
prosedur dan disiplin yang harus dijalankan (Rosa, 2018). Selain itu
32
1) Pengetahuan
2) Motivasi
3) Usia
mereka yang berusia muda maupun usia lanjut memiliki motivasi untuk
(Kompas.com, 2020)
4) Pendidikan
5) Jenis kelamin
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Wiranti et al.,
a. Definisi pengetahuan
dapat mengenal dan meningat kembali suatu objek, peristiwa, ide dan
kesimpulan.
b. Tingkat pengetahuan
pertanyaan.
35
diketahui tersebut.
komponen yang terdapat dalam suatu masalah atau objek yang diketahui.
meliputi:
umum ke khusus.
e) Cara coba salah (trial and error) cara ini dilakukan dengan cara coba-
dapat terpecahkan
g) Cara kekuasaan atau otoritas pada cara ini orang menerima pendapat
i) Cara akal sehat (common sense) akal sehat atau common sense dapat
dewasa ini lebih sistematis, logis, dan ilmiah. Cara ini disebut metode
atau angket.
atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang akan diukur dari
subjektif dari penilai, sehingga hasil nilai akan berbeda dari setiap penilai
wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang akan
yang disampaikan oleh orang tua, guru, dan media masa. Pendidikan
bekerja sebagai tenaga medis akan lebih mengerti mengenai penyakit dan
3) Usia pada dasarnya usia mempengaruhi pola pikir dan daya tangkap
menyatakan tentang isi materi yang akan diukur dari subjek penelitian
atau responden.
juga.
40
6) Pendidikan
1) Faktor internal
2) Faktor ekternal
c) Informasi/media
lebih dini.
B. Kerangka Teori
- Pendidikan - Pengetahuan
- Usia - Motivasi
- Lingkungan - Usia
- Informasi - Jenis kelamin
- Sosial dan ekonomi - Pendidikan
C. Kerangka Konsep
absrak dari realita sehingga dapat membentuk teori yang bisa menjelaskan
bagaimana keterkaitan antar variabel. Dengan adanya kerangka konsep ini akan
yang dianggapnya penting untuk masalah (Anggara, 2017). Untuk itu, yang
menjadi variable independen (bebas) yaitu tingkat pengetahuan dan yang menjadi
Tingkat Kepatuhan
pengetahuan mengikuti vaksinasi
Covid-19
Keterangan :
: Variabel Independen
: Variabel Dependen
D. Variabel Penelitian
organisasi yang dapat diukur atau diobservasi yang bervariasi antara orang dan
organisasi yang diteliti. Variabel dapat diteliti sehingga menghasilkan data yang
bersifat kategori :data atau nominal, data kontinum : ordinal, interval dan ratio.
2021).
Tingkat Pengetahuan
Covid-19
E. Hipotesis
berdasarkan fakta atau data empiris yang telah dikumpulkan dalam penelitian
Makassar
Makassar
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain penelitian
pada kaidah keilmuan yang bersifat konkrit/empiris, obyektif terukur, rasional dan
data yang didapat dalam bentuk angka serta menggunakan metode statistika dalam
dalam satu waktu atau at one point in time secara serentak (Imas masturoh, 2018)
1. Populasi
responden.
2. Sampel
45
46
Teknik Slovin dengan taraf kesalahan 5%. Rumus Slovin untuk menetukan
Keterangan:
n = Jumlah Sampel
N = Jumlah Populasi
0,01, 5% atau 0,05 dan 10% atau 0,1 (catatan dapat dipilih oleh peneliti).
Penyelesaian:
N
𝑛𝑛 =
1+(362) (0,05)2
362
𝑛𝑛 =
1+(362)(0,0025)
362
𝑛𝑛 =
1+0,905
362
𝑛𝑛 =
1,905
𝑛𝑛 = 190
47
3. Kriteria sampel
a. Kriteria inklusi
b. Kriteria ekslusi
C. Defenisi operasional
1. Tempat penelitian
2. Waktu penelitian
lakukan uji validitas dan reliabilitas oleh peneliti pada tahun 2022 dengan 30
49
dengan nilai Croncbach’s Alpa 0,629 (>0,6) yang berarti kuesioner ini reliabel
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
0,629 20
data dalam bentuk lembaran angket yang berisi sejumlah pertanyaan tertulis
a. Data primer
Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data
Kunci jawaban: 1 A, 2 C, 3 A, 4 D, 5 C, 6 B, 7 A, 8 E, 9 A, 10 C, 11
A, 12 D, 13 C, 14 A.
mengikuti vaksinasi.
b. Sumber sekunder
diperoleh dari orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono, 2018). Dalam
keperawatan.
51
Variabel kategori dianalisis dalam bentuk frekuensi dan persentase yang disajikan
baik dalam bentuk tabel maupun grafik. Dalam penelitian ini dilakukan analisa
mengikuti vasinasi, yang akan di uji dengan analisis Chi Square. Jika data yang
1. Editing (memasukan)
2. Coding (pengkodean)
Peneliti memberi kode terhadap data yang sudah terkumpul berupa angka
dengan tujuan agar data yang ada dapat tersusun rapi, mudah untuk dibaca
dan dianalisis.
4. Cleaning (pembersihan)
H. Etika penelitian
1. Informed consent
nama pada lembar pengumpulan data dan hanya mencamtumkan inisial nama
3. Confidentiality (kerahasian)
privacy) yang memiliki maksud bahwa subjek memiliki hak untuk meminta
data dirahasiakan sehingga perlu untuk dibuat tanpa nama (anonymity) dan
BAB IV
HASIL PENELITIAN
makassar, sulawesi selatan, di Jl. Antang Raya No.43. Kec. Manggala, Kota
B. Hasil penelitian
Penelitan ini telah dilakukan sejak 13 Agustus – 29 Agustus 2022 dengan alat
ukur berupa kuesioner secara online ke media via whatsApp dengan bantuan google
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia Frekuensi Persentasi (%)
18 tahun 12 6,3
19 tahun 25 13,2
20 tahun 36 18,9
21 tahun 44 23,2
22 tahun 52 27,4
23 tahun 18 9,5
24 tahun 3 1,6
Total 190 100
Sumber : data primer agustus 2022
55
tertinggi pada usia 22 tahun sebanyak 52 responden (27,4) yang terendah pada usia
Tabel 4.2
karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis kelamin Frekuensi Persentasi (%)
Perempuan 162 85,3
Laki-laki 28 14,7
Total 190 100,0
Sumber : data primer agustus 2022
Berdasarkan tabel 4.2 karateristik responden berjenis perempuan sebanyak
162 responden (85,3%) dan laki laki sebanyak 28 responden (14,7%).
Tabel 4.3
Karakteristik responden berdasarkan agama
Agama Frekuensi Persentasi (%)
Islam 143 75,3
Kristen 47 24,7
Total 190 100,0
Sumber : data agustus 2022
Berdasarkan tabel 4.3 karakteristik agama responden menunjukan agama
islam sebanyak 143 responden (75,3 %) dan agama kristen sebanyak 47 (24,7 %).
Tabel 4.4
Karakteristik responden berdasarkan angkatan
Angkatan Frekuensi Persentasi (%)
2018 64 33,7
2019 67 35,3
2020 28 14,7
2021 31 16,3
Total 190 100,0
Sumber : data primer agustus 2022
Berdasarkan tabel 4.4 menunjukan karateristik angkatan tertinggi pada
angkatan 2019 sebanyak 67 responden (35,3%) yang terendah pada angkatan 2018
sebanyak 64 responden (33,7%).
56
setiap variabel yang diteliti. Pada analisa univariat ini data kategori dapat
dijelaskan dengan angka atau nilai jumlah data persentase setiap kelompok.
responden (71,6%)
57
Tabel 4.7
Distribusi hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan mengikuti
vaksinasi covid -19 pada mahasiswa S1 keperawatan di Universitas
Megarezky Makassar
Kepatuhan mengikuti vaksinasi
Tingkat covid-19 Total P value
pengetahuan Patuh % Tidak % %
patuh
Baik 38 41,8 53 58,2 91 100
Kurang baik 16 16,2 83 83, 8 99 100 0,000
menggunakan SPSS di dapatkan angka p-value = 0,000. Apabila nilai alpa (a)
58
=0,05 maka nilai p-value =(0,000) < dari 0,05 maka menunjukan adanya
Hal ini dapat kita lihat dari perubahan pada setiap skor, oleh karenanya ada
diterima.
C. Pembahasan
terjadi maka pengetahuan seseorang akan bertambah sesuai dengan apa yang
baik hal ini dapat dilihat dari bagaimna mahasiswa mampu menjawab setiap
sepeleh terhadap suatu penyakit, dari pernyatan di atas dapat di tekankan lagi
59
kesehatan dalam hal memahami faktor faktor yang berkaitan dengan penyakit,
kesehatan dirinya.
Menurut teori pengetahuan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang
rasa dan raba dan sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata
terhadap vaksinasi Covid-19 (Nugroho et al., 2021). Penelitian ini juga sejalan
bersifat solutif sehingga di perlukan usaha yang keras untuk menciptakan inovasi.
pada penelitian ini didapatkan hubungan antara tingkat pendidikan dengan skor
pengetahuan, sehingga disebutkan bahwa situasi epidemik dan berita yang banyak
informasi dan situs yang resmi. Penelitian ini juga tidak sejalan dengan penelitian
seseorang terkait suatu hal maka semakin positif juga sikap yang dimiliki
menerima informasi tentang objek atau yang berkaitan dengan pengetahuan, Usia
pada dasarnya usia mempengaruhi pola pikir dan daya tangkap seseorang. Dengan
dengan pola pikirnya sehingga dengan kata lain, pengetahuan yang diperoleh akan
dalam usia remaja akhir merupakan tahap massa konsolidasi menuji periode
dewasa yang di tandai dengan egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan
perhatian pada diri sendiri. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Nawangsari,
2021) yang menyatakan bahwa usia tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat
keaktifan serta memperole informasi yang sama. Penelitian ini sejalan dengan
menjamin seseorang untuk bertindak hidup sehat, pada usia berapapun apabila
memiliki motivasi yang kuat dalam diri untuk berprilaku hidup sehat dalam
itulahkan muncul. Asumsi peneliti dari beberapa peryataan di atas maka dapat
canggung dengan perubahan perubahan fisik dan juga psikis dalam diri mereka,
dalam kematangan berpikir remaja harus adanya dorongan positif dari orang tua
kesehatan tetapi sebagian mahasiwa tidak patuh terhadap salah satu program
manfaat dari vaksinasi dikarenakan kurang dalam mencari tahu informasi dari
melaksanakan suatu cara atau berprilaku sesuai dengan apa yang disarakan atau
bentuk menerima perintah dari orang yang dapat menunjukkan perilaku taat
sebagian adalah kondisi dimana perawat terkadang mengikuti saran dan terkadang
mengatakan bahwa adanya beberapa faktor faktor yang bisa mendorong tingkat
askep komunias antara klien dan dokter mempengaruhi tingkat kepatuhan seperti
kesehatan mereka, faktor yang ketiga adalah fasilitas kesehatan dimana dalam hal
penyebaran penyakit Covid-19. hal ini sejalan dengan penelitian ini yang
penularan Covid-19. Hal ini sejalan dengan survey yang mencatat bahwa sebagian
sektor formal, (10%) wiraswasta atau pengusaha dan (30%) merupakan profesi
Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Aradista & Pratitis, 2020)
perkembangan remaja akhir menuju dewasa yang di mulai dari usia 18 hingga 25
65
sosial, jenis kelamin, usia, dan sumber informasi (Devi, 2020). Sehingga
sebesar 0,02 yang artinya semakin tinggi usia responden maka semakin tinggi
ditemukan pada seseorang yang lebih tua/lanjut dibandingkat dari kalangan muda,
hal ini disebabkan pada kalanga tua mempunyao tingkat kerentanan yang tinggi
terpapar covid-19 sehingga seseorang yang masuk dalam kategori rentan akan
memilki kecenderungan akan selalu taat dan patuh pada penerapan protokol
perilaku terhadap penularan covid-19 dimana laki laki dan usia muda lebih
cenderung untuk tidak mematuhi anjuran dari pemerintah dengan skor tingkat
kepatuhan perempuan memiliki kecenderungan akan selalu taat dan patuh pada
pencegahan terhadap bahaya dan kerentanan dari suatu penyakit (Park et al.,
2010)
pada mahasiswa
(16,25) patuh mengikuti vaksinasi covid-19 dan 83 responden (83,8%) tidak patuh
square di dapatkan angka p-value = 0,000. Apabila nilai alpa =0,05 maka nilai p-
value =(0,000) < dari 0,05 maka menunjukan adanya hubungan antara tingkat
hal ini karena semakin tinggi ilmu pengetahuan yang dikuasai maka semakin luas
penyebaran Covid-19. Hal ini sejalan dengan penelitian (Yanti et al., 2020) yang
tergolong baik (70%) dengan nilai (p=0,044) . penelitian ini sejalan dengan
dengan kepatuhan vaksinasi covid -19 dengan hasil p= 0,018. Hal ini sejalan
mahasiswa yang baik berdasarkan hasil analisa uji statistik didapatkan nilai
p=0,032.
terkait dengan covid 19 dengan hasil penelitian 82,3% baik. Sejalan dengan
baik. Peneitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Wadood et al., 2020)
WHO (Alzoubi et al., 2020). Berdasarkan asumsi peneliti dari beberapa penelitian
aturan yang diterapkan pemerintah tidak seketat pada saat vaksinasi 2 sehingga
(Wahyuni et al., 2021) yang mengatakan hal ini disebebkan adanya sikap negatif
suda divaksinasi (50%) dan ketidak percayaan bahwa penyakit Covid-19 itu
vaksinasi yang dilakukan oleh saat ini memunculkan pro dan kontrak dari
pemerintah tentu patuh terhadap program tersebut, agar patuh terhadap program
dan tidak patuh mengikuti vaksinasi. Berdasarkan hasil penelitian menurut asumsi
peneliti bahwa sebagian besar mahasiswa tidak patuh mengikuti vaksinasi hal ini
disebabkan tingkat pengetahuan yang kurang baik, dimana semakin tinggi ilmu
pengetahuan yang dikuasai maka semakin luas juga wawasan yang dimiliki
bahaya penyakit dan manfaat penanganan dan besarnya hambatan dalam akses
kesehatan, Jika masyarakat memiliki persepsi yang baik terhadap kerentanan diri,
70
efficacy dapat dibangun (Eni, 2021). Adapun pernyataan dari (Nugroho et al.,
masyarakat terkait manfaat dan risiko dari vaksinasi menjadi salah satu penyebab
49 orang (15,7%) dan 264 orang yang memiliki pengetahuan kurang (84,3%)
D. Keterbatasan penelitian
menjawab pertanyaanya
72
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
4. Saran
dengan kepatuhan mengikuti vaksinasi covid-19 pada penelitian ini bisa dijadikan
DAFTAR PUSTAKA
pengawal APBN.
Izzaty, R. E., Astuti, B., & Cholimah, N. (2021). Hubungan Pengetahuan dengan Sikap.
Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 6(3), 5–24.
Kawareng, A. T., Faisal, M., Mita, N., & Ahmad, I. (2021). Hubungan Tingkat
Pengetahuan dengan Perilaku Mahasiswa Universitas Mulawarman Samarinda
Terhadap Wabah Pandemi Covid-19. Jurnal Gizi Kerja Dan Produktivitas, 2(1),
1. https://doi.org/10.52742/jgkp.v2i1.11231
KBBI. (2016). kepatuhan. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kepatuhan
Kemenkes RI. (2020a). Panduan Cuci Tangan Pakai Sabun. Kesehatan Lingkungan,
20. https://kesmas.kemkes.go.id
Kemenkes RI. (2020b). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Serta Definisi
Coronavirus Disease (COVID-19). Germas, 11–45.
https://infeksiemerging.kemkes.go.id/download/REV-
04_Pedoman_P2_COVID-19__27_Maret2020_TTD1.pdf [Diakses 11 Juni
2021].
Kemenkes RI. (2020c). Pencegahan Covid-19 di tempat kerja era New Normal.
Kemenkes RI. (2020d). Survei Penerimaan Vaksin COVID-19 di Indonesia. November.
Kemenkes RI. (2021a). Kapan Bisa Vaksin dosis dua.
https://covid19.go.id/masyarakat-umum/kapan-bisa-vaksin-dosis-kedua
Kemenkes RI. (2021b). Vaksin COVID-19 Merek Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan
Novavax Tidak Dapat Dipergunakan untuk Vaksinasi Gotong Royong.
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20210615/1837903/vaksin-
covid-19-merek-sinovac-astrazeneca-pfizer-dan-novavax-tidak-dapat-
dipergunakan-untuk-vaksinasi-gotong-royong/
Kemenkes RI. (2022a). Manifestasi klinis covid-19.
https://www.kemkes.go.id/folder/view/full-content/structure-faq.html
Kemenkes RI. (2022b). Vaksinasi COVID-19 Nasional Tanggal 17 Mei 2022.
https://vaksin.kemkes.go.id/#/vaccines
Kemenkes RI Dirjen P2P. (2020). Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Nomor Hk.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus
Disease 2019 (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI, 4247608(021), 114.
https://www.kemkes.go.id/article/view/19093000001/penyakit-jantung-
penyebab-kematian-terbanyak-ke-2-di-indonesia.html
Komarudin. (2016). Membentuk Kematangan Emosi dan Kekuatan Berpikir Positif
pada Remaja Melalui Pendidikan Jasmani. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia,
12(2), 67–75.
KOMINFO. (2022). Situasi COVID-19 di Indonesia (Update per 5 Mei 2022).
Https://Covid19.Go.Id/. https://covid19.go.id/artikel/2022/05/05/situasi-covid-
19-di-indonesia-update-5-mei-2022
Kompas.com. (2020). Survei BPS: Kelompok Usia di Bawah 45 Tahun Paling Tidak
Taat Imbauan Pencegahan Covid-19.
https://www.kompas.com/tren/read/2020/06/04/083626065/survei-bps-
77
kelompok-usia-di-bawah-45-tahun-paling-tidak-taat-imbauan?page=all
Kompas.com 2022. (2022). Update Corona 5 Mei 2022. Www.Kompas.Com.
https://www.kompas.com/tren/read/2022/05/05/083000365/update-corona-5-
mei-2022--klaster-baru-di-gedung-putih-uji-coba-vaksin?page=all
KompasTV.com. (2021). 8 Jenis Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia. 10
September 2021.
Kurniawati, W. widiatie. (2019). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan
diet pada penderita hipertensi. Of Health Science, 7(1), 1–7.
Lasmita, Y., Misnaniarti, & Haerawati Idris. (2021). Analisis penerimaan vaksinasi
covid-19 dikalangan masyarakat. Kesehatan Masyarakat Khatulistiwa, 9(4), 195–
204. https://doi.org/10.29406/jkmk.v9i4.3056
Lauer, S. A., Grantz, K. H., Bi, Q., Jones, F. K., Zheng, Q., Meredith, H. R., Azman,
A. S., Reich, N. G., & Lessler, J. (2020). The incubation period of coronavirus
disease 2019 (CoVID-19) from publicly reported confirmed cases: Estimation and
application. Annals of Internal Medicine, 172(9), 577–582.
https://doi.org/10.7326/M20-0504
Lestari, L. A. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pegawai Dalam
Penerapan Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Penularan Covid-19
Di Kota Pasangkayu.
Li, Q., Guan, X., Wu, P., Wang, X., Zhou, L., Tong, Y., Ren, R., Leung, K. S. M., Lau,
E. H. Y., Wong, J. Y., Xing, X., Xiang, N., Wu, Y., Li, C., Chen, Q., Li, D., Liu,
T., Zhao, J., Liu, M., … Feng, Z. (2020). Early Transmission Dynamics in Wuhan,
China, of Novel Coronavirus–Infected Pneumonia. New England Journal of
Medicine, 382(13), 1199–1207. https://doi.org/10.1056/nejmoa2001316
Lilis, S. (2021). Pengaruh Pemberian Tepung Rumput Laut Terhadap Tekanan Darah
Pada Penderita Hipertensi di Kelurahan Tolandona Kabupaten Buton Tengah.
Universitas Megarezky.
Loiseau, M. N., Bonnaure, M., Le Berre, C., & Jezequel, C. (2016). Diagnostic D’Une
Aspartylglucosaminurie Chez Une Fillette De 9 Ans Admise En Pedopsychiatrie.
Pediatrie, 47(3), 191–194.
Lubis, D. A. S. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap dan Perilaku
terhadap Pencegahan Infeksi Covid-19 Pada Mahasiswa Semester 6 Fakultas
Kedokteran USU. https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/31033
Mahmuda, I. T. J. dan I. N. N. (2022). Tingkat kepatuhan protokol kesehatan dan
cakupan vaksinasi pada mahasiswa UMS yang terpapar covid-19. Jurnal
Pendidikan Tambusai, 6(1), 1464–1470.
Makmun, A., & Siti, F. H. (2020). Tinjauan Terkait Pengembangan Vaksin Covid 19.
Molucca Medica, 13, 52–59. https://doi.org/10.30598/molmed.2020.v13.i2.52
Matakena, M. A., & Peilouw, J. S. F. (2021). Advance Purchase Agreement Sebagai
Instrumen Pembatasan Memperoleh Vaksin COVID-19 dari Perspektif Hukum
Internasional. TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum, 1(10), 971–993.
https://fhukum.unpatti.ac.id/jurnal/tatohi/article/view/856
Moudy, J., & Syakurah, R. A. (2020). Pengetahuan terkait usaha pencegahan
78
http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/30764
Priohutomo, S., Pompini, BS, D., Slamet, & Bratasena, A. (2015). Pedoman
Kesiapsiagaan Menghadapi MERS di Indonesia. 1–113.
Purwanto, D. S., & Astrawinata, D. A. W. (2018). Mekanisme Kompleks Sepsis dan
Syok Septik. Jurnal Biomedik (Jbm), 10(3), 143.
https://doi.org/10.35790/jbm.10.3.2018.21979
Rahayu, S., Susilaningsih, F. S., & Komariah, M. (2021). the Level of Compliance of
Healthcare Workers in Performing Hand Hygiene: a Literature Review. Journal
of Nursing Care, 4(1), 251. https://jurnal.unpad.ac.id/jnc/article/view/24478
Rahman, I., Amrullah, Z., Sutono, B., Kurniawan, A., Hasanah, B. H., & Elmazani, B.
(2021). upaya penanggulangan bencana covid-19 melalui pendekatan preventif
dan persuatif di kecamatan sakra barat, lombok timur. Jurnal Pepadu, 2(2), 149–
156.
Raude, J., Lecrique, J. M., Lasbeur, L., Leon, C., Guignard, R., du Roscoät, E., &
Arwidson, P. (2020). Determinants of Preventive Behaviors in Response to the
COVID-19 Pandemic in France: Comparing the Sociocultural, Psychosocial, and
Social Cognitive Explanations. Frontiers in Psychology, 11(November).
https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.584500
Riyadi, & Larasaty, P. (2021). Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kepatuhan
Masyarakat Pada Protokol Kesehatan Dalam Mencegah Penyebaran Covid-19.
Seminar Nasional Official Statistics, 2020(1), 45–54.
https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2020i1.431
Rosa, E. M. (2018). Kepatuhan. https://mars.umy.ac.id/kepatuhan-compliance/
Sajed, A. N., & Amgain, K. (2020). Corona Virus Disease (COVID-19) Outbreak and
the Strategy for Prevention. Europasian Journal of Medical Sciences, 2(1), 1–3.
https://doi.org/10.46405/ejms.v2i1.38
Salman, M., Mustafa, Z. U., Asif, N., Zaidi, H. A., Hussain, K., Shehzadi, N., Khan,
T. M., & Saleem, Z. (2020). Knowledge, attitude and preventive practices related
to COVID-19: a cross-sectional study in two Pakistani university populations.
Drugs and Therapy Perspectives, 36(7), 319–325.
https://doi.org/10.1007/s40267-020-00737-7
Salvador, A., Igartua, M., Hernández, R. M., & Pedraz, J. L. (2011). An Overview on
the Field of Micro- and Nanotechnologies for Synthetic Peptide-Based Vaccines.
Journal of Drug Delivery, 2011, 1–18. https://doi.org/10.1155/2011/181646
Sarafino, E. P. (2015). Health Psycology. In Syria Studies (Vol. 7, Issue 1).
https://www.researchgate.net/publication/269107473_What_is_governance/link/
548173090cf22525dcb61443/download%0Ahttp://www.econ.upf.edu/~reynal/C
ivil wars_12December2010.pdf%0Ahttps://think-
asia.org/handle/11540/8282%0Ahttps://www.jstor.org/stable/41857625
Sari, A. R., Rahman, F., Wulandari, A., Pujianti, N., Laily, N., Anhar, V. Y., Anggraini,
L., Azmiyannoor, M., Ridwan, A. M., & Muddin, F. I. (2020). Perilaku
Pencegahan Covid-19 Ditinjau dari Karakteristik Individu dan Sikap Masyarakat.
Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1(1),
80
32–37. https://doi.org/10.15294/jppkmi.v1i1.41428
Sarwono, S. W. (2017). Book Review Sebuah Pengantar Dalam Psikologi. Book
Review, 2, 114–208.
Satuan Tugas Penanganan COVID-19. (2021). Tentang vaksin covid-19. 2021.
Schweisfurth, T. G., & Raasch, C. (2018). Absorptive capacity for need knowledge:
Antecedents and effects for employee innovativeness. Research Policy, 47(4),
687–699. https://doi.org/10.1016/j.respol.2018.01.017
Sembiring, & Meo, N. (2020). Pengetahuan dan Sikap Berhubungan dengan Resiko
Tertular Covid-19 pada Masyarakat Sulawesi Utara. NERS Jurnal Keperawatan,
16(2), 75. https://doi.org/10.25077/njk.16.2.75-82.2020
Simanjuntak, V. W., Angga, L. O., Charlota, L., & Tahamata, O. (2021). Perlindungan
Hukum Konsumen Bagi Penerima Vaksin Covid-19. SANISA: Jurnal Kreativitas
Mahasiswa Hukum, 1(2), 42–53.
Sugiyarti, I., Djarot, H. S., & Nurjanah, S. (2012). Hubungan Pendidikan Dan
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Manfaat Asi Eksklusif Dengan Motivasi Untuk
Memberikan Asi Eksklusif (Studi Kasus Di Puskesmas Candilama Kota
Semarang). Jurnal Unimus, 1–7.
Sukardi. (2021). metodologi penelitian (R. Damayanti (ed.)). Bumi Aksara.
Sulistyaningsih. (2016). Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kualitas Hidup
Pasien Skizofrenia di Poli Jiwa RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.
Jurnal Keperawatan.
sulselprov. (2022). Data update Sulawesi Selatan. https://covid19.sulselprov.go.id/
Syauqi, A. (2020). Jalanan panjang covid-19. 1(1), 1–9.
Tambuwun, A. A., Kandou, G. D., Nelwan, J. E., Kesehatan, F., Universitas, M., &
Ratulangi, S. (2021). Hubungan Karakteristik Individu Dengan Kepatuhan
Berobat Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa
Utara. Kesmas, 10(4), 112–121.
Tamita, K., Hasibuan, H., Aktalina, L., & Rifiza, C. (2022). Hubungan tingkat
pengetahuan dengan kepatuhan vaksinasi Covid-19 pada lansia di Kelurahan
Babura Kecamatan Medan Sunggal. Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis, 11 No 1(1),
6–13. https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnunafis/article/view/268%0AISSN
2613-9359
Tetty, Y., Aldy, R., Zulfendri, & Beni, S. (2021). Kebijakan karantina kesehatan dalam
upaya mencegah penularan corona virus 19 di kota Medan. Jurnal Pembangunan
Perkotaan, 9(1), 1–8. http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP
Umakanthan, S., Sahu, P., Ranade, A. V., Bukelo, M. M., Rao, J. S., Abrahao-
Machado, L. F., Dahal, S., Kumar, H., & Kv, D. (2020). Origin, transmission,
diagnosis and management of coronavirus disease 2019 (COVID-19).
Postgraduate Medical Journal, 96(1142), 753–758.
https://doi.org/10.1136/postgradmedj-2020-138234
Wadood, A., Mamun, A., & Rafi, A. (2020). Authors : Methods : Results : Rajshahi
University, 1(1), 1–24. Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Kesehatan Tentang
Pencegahan Covid-19 Di Indonesia
81
Wahyuni, Y., Purnamawati, D., Fauziah, M., & Putri, A. (2021). Gambaran sikap dan
perilaku pencegahan penularan covid-19 di Kabupaten Sukabumi. Prosiding
Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ, 1(1), 4–8.
https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaslit/article/view/10612
Wawan Masudi, P. S. W. (2021). New normal. In Arq (Vol. 2021, Issue 107).
https://doi.org/10.4067/S0717-69962021000100010
WHO. (2020). Pencegahan dan pengendalian infeksi selama perawatan kesehatan
ketika dicurigai adanya infeksi novel coronavirus (nCoV).
https://www.who.int/publications/i/item/10665-331495
WHO. (2021). Asal usul virus SARS-CoV-2.
https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/origins-of-
the-virus
WHO. (2022). Pertanyaan dan jawaban terkait Virus Corona.
https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa/qa-for-public
Wibrata, A. H., Yusriani, & Sudirman. (2021). Pengetahuan Masyarakat dalam
Penerapan Protokol Kesehatan di Wilayah kerja Puskesmas Bontonompo I Gowa.
2(4), 117–124.
Widya, W. G. (2022). Update Corona Indonesia 5 Mei 2022: Tambah 250 Kasus Baru,
445 Sembuh, 19 Meninggal. Https://Www.Tribunnews.Com/.
https://www.tribunnews.com/corona/2022/05/06/update-cc
Widyawati. (2022). Tambah Regimen Baru Vaksin Booster, Total Ada 6 Jenis Vaksin
COVID-19 yang Dipakai di Indonesia.
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220228/2439416/tambah-
regimen-baru-vaksin-booster-total-ada-6-jenis-vaksin-covid-19-yang-dipakai-di-
indonesia/
Wiranti, Sriatmi, A., & Kusumastuti, W. (2020). Determinan kepatuhan masyarakat
Kota Depok terhadap kebijakan pembatasan sosial berskala besar dalam
pencegahan COVID-19. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 09(03), 117–
124. https://journal.ugm.ac.id/jkki/article/view/58484
Yanti, N. P. E. D., Nugraha, I. M. A. D. P., Wisnawa, G. A., Agustina, N. P. D., &
Diantari, N. P. A. (2020). Gambaran Pengetahuan Tentang Masyarakat Tentang
Covid-19 dan Prilaku Masyarakat di masa pandemik Covid-19. Jurnal
Keperawatan Jiwa, 8(4), 491.
YENI, P. S. I. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan
pengguaan obat genetik pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas padang
payang kabupaten nagan raya tahun 2015.
Yudistira, N. W. (2022). The Role of Communication and Mass Media in the Diffusion
Process of the Covid-19 Vaccination Program Innovation Peranan Komunikasi
Dan Media Massa Dalam. 10(1). https://doi.org/10.21070/kanal.v10i1.1668
Yuliana, Y. (2020). Corona virus diseases (Covid-19): Sebuah tinjauan literatur.
Wellness And Healthy Magazine, 2(1), 187–192.
https://doi.org/10.30604/well.95212020
Zhang, H., Penninger, J. M., Li, Y., Zhong, N., & Slutsky, A. S. (2020). Angiotensin-
82
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1
Kepada Yth:
Bapak/Ibu
Di tempat
Dengan hormat,
Peneliti
(Sukma umasangadji)
84
Lampiran 2
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
INFORMED CONSENT
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Alamat :
Dengan ini bersedia menjadi responden dalam penelitian yang dilakukan oleh
mahasiswa program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Megarezky yang bernama
Sukma Umasangadji (183145105037) dengan judul ”Hubungan Tingkat
Pengetahuan Dengan Kepatuhan Mengikuti Vaksinasi Pada Mahasiswa S1
Keperawatan Di Universitas Megarezky Makassar” saya memahami penelitian ini
dimaksudkan untuk kepentingan ilmiah dalam rangka penelitian dan tidak merugikan
saya serta hal-hal yang bersifat rahasia dijaga kerahasiaannya.
Dengan demikian secara sukarela dan tidak ada unsur paksaan dari siapapun,
saya siap berpartisipasi dalam penelitian ini
Makassar, Juli 2022
Responden
( )
85
Karakteristik Responden
1. Inisial :
2. Jenis Kelamin :
a. Laki-laki
b. Perempuan
3. Usia
4. Agama
5. Kelas / angkatan
KUNCI JAWABAN
1. A. Vaksinasi dengan jenis vaksin yang sama (homolog) ataupun beda (heterolog)
dengan vaksinasi primer dosis 1 dan 2
2. C. Berusia 18 tahun ke atas
3. A. setelah 3 bulan mendapatkan vaksin dosis kedua
4. D. Tidak bisa, harus sesuai riwayat vaksin dosis 1
5. C. Tidak ada pemeriksaan labolatorium, kecuali atas indikasi dan saran dari dokter
6. B. Segera mungkin setelah tiket vaksin munculdi aplikasi peduli lindungi
7. A. Gejala mirip flu selama 5-6 hari
8. E. Jarak 1 bulan
9. A. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu
10. C. 12 januari 2022
11. A. Iya, jika di puskesmas
12. D. Tidak, karena jadwalnya minimal 3 bulan dari vaksin 2
13. C. Lihat undangan yang muncul di peduli lindungi
14. A. Perlunya booster ulang masih dalam tahap penelitian
91
Analisis hasil uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner tingkat pengetahuan tentang vaksinasi 3
Soal1 Soal2 Soal3 Soal4 Soal5 Soal6 Soal7 Soal8 Soal9 Soal10 Soal11 Soal12 Soal13 Soal14 Soal15 Soal16 Soal17 Soal18 Soal19 Soal20 Total
Soal1 Pearson 1 0,061 0,126 ,375
* 0,302 0,007 0,105 -0,088 -0,053 -0,051 0,290 0,062 -0,010 0,050 0,231 0,232 0,187 0,050 0,277 0,140 ,469
**
Correlation
Sig. (2- 0,711 0,440 0,017 0,058 0,963 0,520 0,588 0,744 0,756 0,070 0,706 0,953 0,758 0,151 0,149 0,248 0,758 0,083 0,390 0,002
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal2 Pearson 0,061 1 -0,095 0,134 0,095 -0,159 0,082 0,057 0,227 0,063 -0,063 0,119 -0,158 0,040 -0,126 -0,095 0,189 0,198 0,044 0,101 0,223
Correlation
Sig. (2- 0,711 0,561 0,410 0,561 0,328 0,613 0,728 0,159 0,697 0,697 0,465 0,329 0,808 0,439 0,561 0,243 0,220 0,789 0,536 0,167
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal3 Pearson 0,126 -0,095 1 0,210 0,203 -0,021 0,142 -0,103 -0,050 0,199 0,137 0,142 -0,153 0,173 0,184 0,198 0,100 -0,142 0,029 0,195 ,371
*
Correlation
Sig. (2- 0,440 0,561 0,193 0,209 0,898 0,382 0,528 0,759 0,218 0,398 0,383 0,346 0,285 0,257 0,221 0,539 0,383 0,859 0,228 0,018
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal4 Pearson ,375* 0,134 0,210 1 0,296 -0,078 0,232 0,008 0,152 0,190 0,150 -0,217 -0,263 -0,101 0,118 0,109 0,202 ,429** 0,263 ,381* ,529**
Correlation
Sig. (2- 0,017 0,410 0,193 0,063 0,633 0,150 0,963 0,350 0,241 0,355 0,178 0,101 0,536 0,468 0,504 0,211 0,006 0,101 0,015 0,000
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal5 Pearson 0,302 0,095 0,203 0,296 1 -0,119 0,295 -0,098 0,050 0,137 0,087 0,173 -0,087 -0,173 ,317* -0,098 -,350
* 0,037 ,318
* 0,019 ,353*
Correlation
Sig. (2- 0,058 0,561 0,209 0,063 0,464 0,065 0,548 0,759 0,398 0,594 0,285 0,594 0,285 0,046 0,548 0,027 0,822 0,046 0,909 0,026
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal6 Pearson 0,007 -0,159 -0,021 -0,078 -0,119 1 0,275 -0,021 0,000 0,102 0,055 -0,279 0,226 ,426
** -0,093 -0,021 0,140 -0,015 0,081 0,142 0,208
Correlation
Sig. (2- 0,963 0,328 0,898 0,633 0,464 0,086 0,898 1,000 0,531 0,737 0,081 0,160 0,006 0,567 0,898 0,389 0,928 0,620 0,382 0,198
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal7 Pearson 0,105 0,082 0,142 0,232 0,295 0,275 1 0,251 0,000 -0,037 0,281 -0,137 -0,222 0,023 ,327
* 0,142 -0,218 0,137 0,252 0,128 ,430
**
Correlation
Sig. (2- 0,520 0,613 0,382 0,150 0,065 0,086 0,118 1,000 0,822 0,079 0,398 0,168 0,889 0,039 0,382 0,176 0,398 0,117 0,431 0,006
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal8 Pearson -0,088 0,057 -0,103 0,008 -0,098 -0,021 0,251 1 0,050 -0,249 0,249 0,247 -0,033 0,068 0,184 0,298 -0,025 0,173 0,260 0,302 ,371
*
Correlation
Sig. (2- 0,588 0,728 0,528 0,963 0,548 0,898 0,118 0,759 0,121 0,121 0,125 0,840 0,676 0,257 0,062 0,878 0,285 0,105 0,058 0,018
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal9 Pearson -0,053 0,227 -0,050 0,152 0,050 0,000 0,000 0,050 1 0,056 -0,168 0,105 -0,060 -0,105 0,000 -0,150 0,125 -0,105 0,115 -0,053 0,165
Correlation
Sig. (2- 0,744 0,159 0,759 0,350 0,759 1,000 1,000 0,759 0,731 0,300 0,520 0,714 0,520 1,000 0,355 0,442 0,520 0,478 0,744 0,309
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal10 Pearson -0,051 0,063 0,199 0,190 0,137 0,102 -0,037 -0,249 0,056 1 -0,122 0,135 -0,064 0,217 0,168 -0,249 0,308 -0,135 0,032 0,170 0,249
Correlation
Sig. (2- 0,756 0,697 0,218 0,241 0,398 0,531 0,822 0,121 0,731 0,452 0,406 0,696 0,178 0,300 0,121 0,053 0,406 0,843 0,293 0,121
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
95
Soal11 Pearson 0,290 -0,063 0,137 0,150 0,087 0,055 0,281 0,249 -0,168 -0,122 1 -0,135 -0,070 0,252 0,205 ,362
* 0,252 0,135 0,097 0,308 ,472
**
Correlation
Sig. (2- 0,070 0,697 0,398 0,355 0,594 0,737 0,079 0,121 0,300 0,452 0,406 0,666 0,116 0,204 0,022 0,117 0,406 0,552 0,053 0,002
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal12 Pearson 0,062 0,119 0,142 -0,217 0,173 -0,279 -0,137 0,247 0,105 0,135 -0,135 1 0,107 -0,121 0,280 0,037 -0,157 -0,231 0,182 -0,173 0,164
Correlation
Sig. (2- 0,706 0,465 0,383 0,178 0,285 0,081 0,398 0,125 0,520 0,406 0,406 0,512 0,457 0,081 0,822 0,333 0,152 0,262 0,284 0,312
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal13 Pearson -0,010 -0,158 -0,153 -0,263 -0,087 0,226 -0,222 -0,033 -0,060 -0,064 -0,070 0,107 1 0,270 0,020 -0,033 -0,030 0,019 0,242 -0,118 0,063
Correlation
Sig. (2- 0,953 0,329 0,346 0,101 0,594 0,160 0,168 0,840 0,714 0,696 0,666 0,512 0,092 0,903 0,840 0,855 0,908 0,133 0,467 0,701
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal14 Pearson 0,050 0,040 0,173 -0,101 -0,173 ,426** 0,023 0,068 -0,105 0,217 0,252 -0,121 0,270 1 -0,105 0,068 ,550
** 0,011 0,061 ,397* ,413**
Correlation
Sig. (2- 0,758 0,808 0,285 0,536 0,285 0,006 0,889 0,676 0,520 0,178 0,116 0,457 0,092 0,520 0,676 0,000 0,946 0,711 0,011 0,008
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal15 Pearson 0,231 -0,126 0,184 0,118 ,317* -0,093 ,327* 0,184 0,000 0,168 0,205 0,280 0,020 -0,105 1 0,184 -0,042 0,070 0,192 0,302 ,464**
Correlation
Sig. (2- 0,151 0,439 0,257 0,468 0,046 0,567 0,039 0,257 1,000 0,300 0,204 0,081 0,903 0,520 0,257 0,799 0,668 0,234 0,058 0,003
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal16 Pearson 0,232 -0,095 0,198 0,109 -0,098 -0,021 0,142 0,298 -0,150 -0,249 ,362* 0,037 -0,033 0,068 0,184 1 0,100 0,173 0,029 -0,019 ,340
*
Correlation
Sig. (2- 0,149 0,561 0,221 0,504 0,548 0,898 0,382 0,062 0,355 0,121 0,022 0,822 0,840 0,676 0,257 0,539 0,285 0,859 0,909 0,032
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal17 Pearson 0,187 0,189 0,100 0,202 -,350* 0,140 -0,218 -0,025 0,125 0,308 0,252 -0,157 -0,030 ,550** -0,042 0,100 1 0,157 0,000 ,347* ,385*
Correlation
Sig. (2- 0,248 0,243 0,539 0,211 0,027 0,389 0,176 0,878 0,442 0,053 0,117 0,333 0,855 0,000 0,799 0,539 0,333 1,000 0,028 0,014
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal18 Pearson 0,050 0,198 -0,142 ,429** 0,037 -0,015 0,137 0,173 -0,105 -0,135 0,135 -0,231 0,019 0,011 0,070 0,173 0,157 1 0,303 0,173 ,347*
Correlation
Sig. (2- 0,758 0,220 0,383 0,006 0,822 0,928 0,398 0,285 0,520 0,406 0,406 0,152 0,908 0,946 0,668 0,285 0,333 0,058 0,284 0,028
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal19 Pearson 0,277 0,044 0,029 0,263 ,318* 0,081 0,252 0,260 0,115 0,032 0,097 0,182 0,242 0,061 0,192 0,029 0,000 0,303 1 -0,031 ,531
**
Correlation
Sig. (2- 0,083 0,789 0,859 0,101 0,046 0,620 0,117 0,105 0,478 0,843 0,552 0,262 0,133 0,711 0,234 0,859 1,000 0,058 0,850 0,000
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Soal20 Pearson 0,140 0,101 0,195 ,381* 0,019 0,142 0,128 0,302 -0,053 0,170 0,308 -0,173 -0,118 ,397
* 0,302 -0,019 ,347
* 0,173 -0,031 1 ,521
**
Correlation
Sig. (2- 0,390 0,536 0,228 0,015 0,909 0,382 0,431 0,058 0,744 0,293 0,053 0,284 0,467 0,011 0,058 0,909 0,028 0,284 0,850 0,001
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Total Pearson ,469
** 0,223 ,371
*
,529
**
,353
* 0,208 ,430
**
,371* 0,165 0,249 ,472** 0,164 0,063 ,413** ,464** ,340* ,385* ,347* ,531** ,521** 1
Correlation
Sig. (2- 0,002 0,167 0,018 0,000 0,026 0,198 0,006 0,018 0,309 0,121 0,002 0,312 0,701 0,008 0,003 0,032 0,014 0,028 0,000 0,001
tailed)
N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
,629 20
96
Usia
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 18 12 6,3 6,3 6,3
19 25 13,2 13,2 19,5
20 36 18,9 18,9 38,4
21 44 23,2 23,2 61,6
22 52 27,4 27,4 88,9
23 18 9,5 9,5 98,4
24 3 1,6 1,6 100,0
Total 190 100,0 100,0
Jenis kelamin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid perempuan 162 85,3 85,3 85,3
laki-laki 28 14,7 14,7 100,0
Total 190 100,0 100,0
Agama
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Islam 143 75,3 75,3 75,3
Kristen 47 24,7 24,7 100,0
Total 190 100,0 100,0
Angkatan
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 2018 64 33,7 33,7 33,7
2019 67 35,3 35,3 68,9
2020 28 14,7 14,7 83,7
2021 31 16,3 16,3 100,0
Total 190 100,0 100,0
97
Tingkat pengetahuan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid baik 91 47,9 47,9 47,9
kurang baik 99 52,1 52,1 100,0
Total 190 100,0 100,0
Chi-Square Tests
Asymptotic
Significance (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1-
Value df sided) sided) sided)
Pearson Chi-Square 15,271a 1 ,000
Continuity Correctionb 14,039 1 ,000
Likelihood Ratio 15,564 1 ,000
Fisher's Exact Test ,000 ,000
Linear-by-Linear Association 15,190 1 ,000
N of Valid Cases 190
a. 0 cells (0,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 25,86.
b. Computed only for a 2x2 table
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Tingkat pengetahuan ,352 190 ,000 ,636 190 ,000
kepatuhan mengikuti ,451 190 ,000 ,565 190 ,000
vaksinasi
a. Lilliefors Significance Correction
99
Lampiran 5
Lampiran 6
Lampiran 7
Lampiran 8