TUGAS MATAKULIAH
UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER 2021.2
Nama : Ramadhoni Akmal Tanjung
NIM : 044429469
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : Manajemen
Kode/Nama MK : EKMA 4476/Audit SDM
Tugas :1
Salah satu fungsi manajemen adalah pengawasan. Tujuannya antara lain untuk menjaga dan
mengamankan harta milik perusahaan/organisasi dari penyimpangan-penyimpangan, baik
oleh pihak intern amaupun ekstern perusahaan. Untuk mengoptimalkan efektivitas dan
efisiensi kerja karyawan perlu didorong untuk mematuhi kebijakan manajemen, serta untuk
menjaga agar tercapainya sistem informasi manajemen yang baik. Berbagai pendekatan dapat
dilakukan dalam melaksanakan pengawasan, salah satunya adalah dengan Audit. Untuk itu,
Saudara diminta :
No Tugas Tutorial
1. Sebut dan jelaskan secara lengkap :
a. Pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan audit.
1) Auditor
Auditor adalah orang atau pihak yang memiliki kompetensi untuk
melakukan audit. Dalam melakukan audit, auditor harus objektif dan
independen.
2) Auditee
Auditee adalah orang atau pihak yang menjadi objek audit. Objek audit
ini sangat beragam, bisa berupa laporan, proses, hasil kerja, dan
sebagainya. Meskipun demikian, apa pun objek yang diaudit tentu ada
pihak atau orang yang bertanggung jawab terhadap objek audit tersebut.
3) Stakeholder
Stakeholder adalah pihak yang berkepentingan terhadap hasil audit.
Stakeholder ini bisa berasal dari internal organisasi, misalnya
manajemen puncak atau bisa juga berasal dari eksternal seperti
pemegang saham atau pemerintah.
Ketiga pihak dalam audit tersebut terdapat dalam setiap jenis audit, baik
audit keuangan, audit ketaatan maupun audit operasional.
b. Tujuan strategis audit dan tujuan operasional audit
1. Tujuan strategis audit adalah tujuan audit yang langsung berhubungan
dengan organisasi, yaitu untuk memastikan:
a. Pertama: Kepatuhan terhadap peraturan perundangan
Evaluasi kepatuhan praktek bisnis terhadap peraturan yang berlaku merupakan salah
satu tujuan audit yang paling penting, dan tujuan dasar ini mempengaruhi tujuan
audit lainnya. Kepatuhan ini didorong atau dipaksa oleh peraturan dan perundangan
eksternal, standar profesi, kontrak dengan mitra kerja atau konsumen, dan seluruh
kebijakan, panduan, instruksi, sistem dan prosedur internal.
b. Kedua: Keterandalan dan konsistensi penyajian laporan keuangan
Penyajian laporan keuangan terutama karena adanya keharusan dari
peraturan perundangan yang berlaku. Berbagai peraturan perundangan
yang ada mengharuskan perusahaan menyajikan laporan keuangan
dengan cara atau metode sedemikian rupa yang telah ditentukan untuk
memastikan akurasi dan konsistensi laporan keuangan tersebut.
c. Ketiga: Efisiensi operasional dan kemampulabaan (profitability)
Memastikan efektivitas dan efisiensi internal adalah salah satu tujuan
utama organisasi. Audit dilakukan untuk memastikan bahwa semua elemen dalam
organisasi melakukan semua proses atau aktivitas yang esensial dengan cara yang
tepat.
2. Sedangkan tujuan audit operasional adalah sebagai berikut :
a. Monitor risiko
Untuk memastikan organisasi dapat mencapai tujuannya, perlu dilakukan audit
terhadap exposure risiko yang dihadapi setiap unit sehingga risiko tersebut dapat
ditangani secara tepat sejak dini.
b. Mengevaluasi sistem pengendalian manajemen
Sistem pengendalian manajemen dapat berupa laporan, komunikasi, observasi, dan
sebagainya yang fungsi utamanya adalah sebagai pengendalian atas berbagai
aktivitas dalam organisasi. Audit diperlukan untuk memastikan bahwa sistem
pengendalian manajemen yang ada berjalan secara efektif dan efisien.
c. Memastikan efektivitas dan efisiensi operasi perusahaan
Hasil audit yang dilakukan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Salah satu
manfaat utama dari audit, yang juga menjadi tujuan audit seperti yang dijelaskan di
atas adalah sebagai dasar pengambilan keputusan dalam meningkatkan efektivitas
dan efisiensi organisasi.
Sumber : Modul Audit SDM
2. Apakah audit SDM dapat menghindarkan perusahaan/organisasi dari dampak negatif
keputusan di bidang SDM yang tidak tepat?
Secara konseptual, berikan tanggapan Saudara, dengan disertai contoh dan sumber
referensinya.
Jawab :
Audit SDM dapat menghindarkan perusahaan/organisasi dari dampak negative
keputusan di bidang SDM yang tidak tepat. Bisa dilihat dari beberapa manfaat Audit
SDM-BK seperti mengidentifikasi permasalahan kristis terkait dengan pengelolaan
SDM, melakukan perbaikan dalam pengelolan SDM, mengevaluasi, menstimulasi
keseragaman kebijakan dan praktik SDM, serta menjadi dasar pengambilan keputusan
terkait SDM. Dari beberapa manfaat diatas dapat disimpulkan bahwa adanya kegiatan
audit SDM dapat menghindarkan perusahaan dari dampak negative pengambilan
keputusan dalam bidang SDM yang tidak tepat. Sebab audit dilakukan untuk
mengetahui apakah pengelolaan SDM dalam perusahaan/organisasi tsb sudah tepat dan
efisien.
Contoh :
Penggunaan aset / fasilitas kantor yang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Menggunakan fasilitas tersebut dengan biaya dibebankan kepada perusahaan / negara.
Oleh karenanya diperlukan audit untuk melihat apakah penggunaan aset telah sesuai
dengan peruntukannya, sehingga tidak merugikan perusahaan
Sumber : Modul audit SDM, referensi dan contoh pada perusahaan / kantor
pemerintahan
3. Dalam melaksanakan audit SDM, bagaimana seharusnya auditor menjaga hubungannya
dengan pihak stakeholder yang diaudit? Berikan pernyataan Saudara disertai dengan
contoh dan sumber referensinya.
Jawab :
Dalam melaksanakan audit SDM, auditor agar tetap tegas dan mengutamakan
independensi dalam setiap aktivitas, mengedepankan integritas dan menjaga
komunikasi secara intens dan pribadi selama proses audit agar terhindar dari proses
audit yang tidak independen dan menghindari konflik kepentingan.
Contoh :
Seorang auditor tidak boleh dan tidak etis apabila menerima ajakan untuk makan
malam, diundang untuk melakukan kegiatan - kegiatan yang dapat mengalihkan
konsentrasi dan fokus auditor agar pada saat proses audit tujuan dari audit dapat
tercapai, auditor tetap independen dan tetap berintegritas.
*) Coret yang tidak perlu