KARYA SENI RUPA
Disusun Oleh :
Nama : Andi Ramdani
Kelas :
SMA NEGERI 1 TALIWANG
TAHUN PALAJARAN 2021/2022
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas taufik dan rahmat-Nya
penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “KARYA SENI RUPA”. Shalawat serta
salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga,
sahabat, serta semua umatnya hingga kini. Dan semoga kita termasuk dari golongan yang
kelak mendapatkan syafaatnya.
Dalam kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah berkenan membantu pada tahap penyusunan hingga selesainya makalah ini.
Harapan penulis semoga makalah yang telah tersusun ini dapat bermanfaat sebagai salah satu
rujukan maupun pedoman bagi para pembaca, menambah wawasan serta pengalaman,
sehingga nantinya penulis dapat memperbaiki bentuk ataupun isi makalah ini menjadi lebih
baik lagi.
Penulis sadar bahwa penulis ini tentunya tidak lepas dari banyaknya kekurangan, baik
dari aspek kualitas maupun kuantitas dari bahan penelitian yang dipaparkan. Semua ini murni
didasari oleh keterbatasan yang dimiliki penulis. Oleh sebab itu, penulis membutuhkan kritik
dan saran kepada segenap pembaca yang bersifat membangun untuk lebih meningkatkan
kualitas di kemudian hari.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
SMA Negeri 1 Taliwang, September 2021
( Andi Ramdani )
2
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL....................................................................................................i
KATA PENGANTAR...............................................................................................ii
DAFTAR ISI..............................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.............................................................................................1
B. Rumusan Masalah........................................................................................1
C. Tujuan Penelitian..........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Seni Rupa...................................................................................3
B. Tujuan Seni Rupa.........................................................................................3
C. Fungsi Seni Rupa..........................................................................................4
D. Unsur – Unsur Seni Rupa.............................................................................4
E. Wujud Seni rupa...........................................................................................6
F. Cabang – Cabang Seni Rupa........................................................................7
G. Pengelompokan Seni Rupa...........................................................................9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................................10
B. Saran...........................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seni Rupa adalah sebuah konsep atau nama untuk salah satu cabang seni yang
bentuknya terdiri atas unsur-unsur rupa, yaitu: garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan
warna. Unsur-unsur rupa tersebut tersusun menjadi satu dalam sebuah pola tertentu.
Bentuk karya seni rupa merupakan keseluruhan unsur-unsur rupa yang tersusun dalam
sebuah struktur atau komposisi yang bermakna. Unsur-unsur rupa tersebut bukan sekedar
kumpulan atau akumulasi bagian-bagian yang tidak bermakna, akan tetapi dibuat sesuai
dengan prinsip tertentu. Makna bentuk karya seni rupa tidak ditentukan oleh banyak atau
sedikitnya unsur-unsur yang membentuknya, tetapi dari sifat struktur itu sendiri. Dengan
kata lain kualitas keseluruhan sebuah karya seni lebih penting dari jumlah bagian-
bagiannya.
Karya seni rupa dapat dibagi menjadi dua, yaitu: karya seni rupa dua dimensi dan
karya seni rupa tiga dimensi. Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang
hanya memiliki dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu
arah pandang saja.
Contoh: seni lukis, seni grafis, seni ilustrasi, relief dan sebagainya. Karya seni
rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi,
atau karya yang memiliki volume dan menempati ruang. Contoh: seni patung, seni kriya,
seni keramik, seni arsitektur dan berbagai desain produk.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Seni Rupa ?
2. Apa Saja Tujuan Seni Rupa?
3. Apa Saja fungsi seni rupa?
4. Apa Saja Unsur – Unsur Seni Rupa?
5. Apa Saja Wujud Seni Rupa?
6. Apa Saja Cabang – Cabang Seni Rupa?
7. Apa Saja Pengelompokan Seni Rupa?
4
C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Apa Pengertian Seni Rupa.
2. Untuk Mengetahui Tujuan Seni Rupa.
3. Untuk Mengetahui fungsi seni rupa.
4. Untuk Mengetahui Unsur – Unsur Seni Rupa.
5. Untuk Mengetahui Wujud Seni Rupa.
6. Untuk Mengetahui Cabang – Cabang Seni Rupa.
7. Untuk Mengetahui Pengelompokan Seni Rupa.
5
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Seni Rupa
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa
ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah
konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan
estetika.
B. Tujuan Seni Rupa
Untuk memenuhi kebutuhan manusia baik lahir maupun batin. Sebuah unsur
budaya akan tetap terpelihara keberadaannya jika unsur budaya tersebut masih berfungsi
dalam kehidupan sosial. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat merasakan betapa kita
sangat membutuhkan sarana berekspresi dalam menikmati keindahan bentuk.
Ekspresi pribadi ; ungkapan emosional terdalam yang diwujudkan dalam simbolisasi
rupa.
Aktualisasi diri ; upaya untuk membangun eksistensi pribadi melalui ungkapan
estetis.
Eksperimentasi ; upaya pencarian dan percobaan mengolah berbagai unsur rupa
dengan bermacam media untuk memperoleh orisinalitas karya estetis.
Pembaruan nilai keindahan ; upaya kreatif untuk menciptakan hal-hal baru dalam
berungkap seni.
Objek ekonomi ; penciptaan karya seni yang sejalan dengan selera masyarakat atau
pemesan, untuk alasan perdagangan, galeri lelang, aset kekayaan, maupun
peningkatan nilai ekonomi.
Rekaman peristiwa ; proses penciptaan karya seni untuk merekam suatu peristiwa
tertentu yang menyentuh dan bermakna.
Alat komunikasi ; upaya untuk membangun berbagai gagasan atau imajinasi seniman
sehingga dapat dipahami oleh masyarakat penikmatnya.
Terapi kejiwaan ; pengayaan jiwa bagi seniman maupun penikmatnya sehingga
memperoleh ketenangan, hiburan, pelampiasan, maupun penyehatan rohani.
Perluasan wacana ; untuk meningkatkan apresiasimasyarakat sehingga memperoleh
pengalaman baru dalam dalam mengamati karya seni itu.
6
Politik ; sebagai alat pendukung kampanye, dan propaganda ideologi politik tertentu.
C. Fungsi Seni Rupa
1. Seni Rupa Murni (Fine Art)
Karya seni rupa ini diciptakan dengan bebas tanpa memperhitungkan segi fungsi
atau manfaat. Seniman atau pelukis menciptakan karya seni ini dengan bebas
mengekspresikan isi hati atau idenya. Karya seni murni ini berfungsi sebagai fungsi
individual.
Fungsi individual artinya karya seni ini dibuat hanya untuk memenuhi kepuasan,
kesenangan dan kebutuhan pribadi, baik kebutuhan emosional maupun kebutuhan
fisik.
Jenis karya seni rupa ini contohnya: seni lukis, seni patung, seni grafika dan
sebagainya.
2. Seni Rupa Terapan atau Seni Pakai (Apllied Art)
Karya seni rupa ini diciptakan selain mempertimbangkan unsur estetika juga
untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Jenis karya seni rupa ini contohnya: seni bangunan, perabot rumah tangga,
kendaraan, seni taman, reklame, ilustrasi, seni kerajinan, tata rias dan busana, seni
batik dan lain-lain.
Karya seni terapan dapat berfungsi sebagai fungsi sosial. Seni rupa dibangun oleh
sejumlah unsur yang membentuk kesatuan yang padu sehingga karyanya dapat
dinikmati secara utuh.
D. Unsur – Unsur Seni Rupa
Unsur-unsur seni rupa ada 6 sebagai berikut:
1. Garis
Garis merupakan unsur utama dalam karya seni rupa. Dalam ilmu matematika,
garis didefinisikan sebagai kumpulan titik yang berangkai. Bentuk garis ini
bermacam-macam, ada garis lurus, garis lengkung, garis patah-patah, garis terputus-
putus.
Garis dapat juga memberikan kesan watak tertentu sehingga dapat digunakan
sebagai perlambangan. Kesan watak dari garis ini misalnya:
Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan.
7
Garis miring mengingatkan pada kegoncangan, tidak stabil, gerak.
Garis tegak, kuat, terpatah-patah mengesankan kekuatan.
Garis halus,melengkung-lengkung berirama mengesankan kelembutan,
kewanitaan.
2. Bidang
Bidang terbentuk dari satu atau sekumpulan garis yang membentuk bidang
tertutup. Bidang terbentuk pula karena adanya perpotongan beberapa garis pada
pangkalnya. Garis-garis ini akan membentuk garis keliling yang saling berhubungan
dan bersambungan satu sama lain sehingga membentuk bidang.
Bidang dapat pula dibentuk oleh goresan sesuatu yang berukuran besar seperti
goresan kuas cat pada permukaan kanvas atau dinding.
3. Bentuk
Bentuk merupakan wujud yang dibentuk oleh sekumpulan garis dan bidang.
Bentuk ini terdiri atas dua kelompok besar, yakni bentuk geometris dan bentuk
organis.
Bentuk geometris yaitu bentuk-bentuk tertentu yang terukur dan dapat
didefinisikan, seperti lingkaran, bola, bujur sangkar, tabung, limas, dan sebagainya.
Sering juga dikatakan sebagai bentuk mutlak atau murni.
Bentuk organis yaitu bentuk alamiah yang sudah mengalami perkembangan, tidak
lagi terukur dan sukar didefinisikan, misalnya bentuk pohon, orang atau kuda.
4. Warna
Warna merupakan unsur penting dalam seni rupa karena selain dapat
menimbulkan kesan keindahan dan menyenangkan, warna juga dapat memberi kesan
bermacam-macam pada diri sipemandang. Warna dapat memberikan kesan jauh dan
dekat (perspektif), dapat menimbulkan rasa sejuk, hangat dan yang lainnya. Selain itu,
warna juga dapat dijadikan perlambangan.
Secara teoritis, warna-warna yang ada di alam ini dibangun oleh tiga warna
pokok yang dinamakan sebagai warna primer. Warna-warna primer ini terdiri atas
warna magenta (merah), cyan (biru), dan yellow (kuning). Percampuran antara warna-
warna primer akan menghasilkan warna-warna sekunder, warna tersier, dan
seterusnya.
8
5. Komposisi
Secara sederhana, komposisi dapat didefinisikan sebagai cara penempatan objek
gambar secara serasi di atas bidang gambar sehingga tidak menimbulkan kesan kaku,
melelahkan, dan membingungkan. Komposisi juga dapat diartikan sebagai tata susun
yang didasarkan kepada pertimbangan rasional, pertimbangan estetika, serta nilai-nilai
ekspresi senimannya.
Untuk membuat karya seni yang baik, seorang pelukis perlu memahami kaidah-
kaidah komposisi yang terdiri atas kesatuan dan keserasian, keseimbangan, pusat
perhatian, irama, kontras dan proporsi.
6. Tekstur
Tekstur adalah kesan halus atau kasarnya sesuatu permukaan benda. Pada sebuah
gambar, tekstur ini ditampilkan melalui teknik goresan alat gambar pada bidang
gambar secara khas. Benda yang terbuat dari kayu, logam, kaca atau gerabah,
memiliki rasa permukaan (tekstur) yang berbeda. Bagaimana menggambarkan
kasarnya pot bunga dari gerabah, halusnya poci keramik, dengan alat pensil misalnya,
perlu dilatih dan dipelajari.
Secara teoritis, terdapat dua macam tekstur, yakni tekstur taktil dan tekstur visual.
Tekstur taktil adalah tekstur nyata yang dapat dirasakan dengan menyentuhnya.
Misalnya: tekstur kulit jeruk, cetakan embose, dan sebagainya. Tekstur visual adalah
tekstur pura-pura atau tekstur simulasi yang timbul akibat ilusi rangkaian gambar.
E. Wujud Seni Rupa
1. Seni rupa dua dimensi
Seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki dua ukuran
panjang dan lebar. Karya seni rupa ini hanya dapat dihayati dari satu arah yaitu dari
depan.
Contohnya: seni lukis, seni ilustrasi, seni batik seni grafik, sketsa dan lain-lain.
2. Seni Rupa Tiga Dimensi
Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki tiga ukuran
panjang, lebar dan tinggi atau tebal (mempunyai volume). Karya seni rupa ini dapat
dinikmati atau dihayati dari beberapa arah pandang.
Contohnya: seni patung, seni kriya, seni bangunan, seni dekorasi, seni taman
dan lain-lain.
9
Karya Seni Rupa Menurut Fungsi atau Manfaatnya. Seni besar sekali
manfaatnya dalam kehidupan manusia, baik dapat dirasakan secara langsung
ataupun tidak.
F. Cabang – Cabang Seni Rupa
Seni rupa dibagi menjadi tiga cabang yaitu:
1. Seni rupa murni
Seni rupa murni adalah seni yang tercipta bebas tanpa mempertimbangkan segi
fungsi dan kegunaannya tetapi lebih mengutamakan fungsi keindahan. Contoh karya
seni rupa murni, yaitu:
Seni lukis adalah karya seni yang proses pembuatannya dilakukan dengan
memulaskan berbagai warna pada permukaan (penyangga) seperti kertas, kanvas,
atau dinding
Seni kaligrafi adalah seni menulis dengan indah dengan pena sebagai hiasan.
Seni patung adalah benda tiga dimensi karya manusia yang diakui secara khusus
sebagai suatu karya seni.
2. Desain
Desain adalah merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu
benda. Contoh aneka macam desain, yaitu:
Desain arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian
yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan
lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan
perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain
perabot dan desain produk.
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar
untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Desain grafis dapat
merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan
(rancangan). Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan
visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan
lain-lain.
Desain industri adalah seni terapan dimana estetika dan usability (kemudahan
dalam menggunakan suatu barang) suatu barang disempurnakan. Desain industri
menghasilkan kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna
10
atau garis dan warna atau gabungannya, yang berbentuk 3 atau 2 dimensi, yang
memberi kesan estetis, dapat dipakai untuk menghasilkan produk, barang,
komoditas industri atau kerajinan tangan. Sebuah karya desain dianggap sebagai
kekayaan intelektual karena merupakan hasil buah pikiran dan kreatifitas dari
pendesainnya, sehingga dilindungi hak ciptanya oleh pemerintah melalui Undang-
Undang No. 31 tahun 2000 tentang Desain Industri. Kriteria desain industri adalah
baru dan tidak melanggar agama, peraturan perundangan, susila, dan ketertiban
umum. Jangka waktu perindungan untuk desain industri adalah 10 tahun.
Desain interior adalah merupakan sebuah profesi di bidang kreatif dengan solusi
teknik yang diterapkan kedalam struktur yang dibangun, untuk mencapai
lingkungan interiornya. Solusi ini fungsional, diantaranya untuk meningkatkan
kualitas kehidupan dan budaya penghuni serta memunculkan kesan estetika dalam
rumah yang menarik.
3. Kriya
Kriya adalah cabang seni yang menekankan pada keterampilan tangan yang tinggi
dalam proses pengerjaannya. Kriya dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
Kriya tekstil adalah barang-barang yang dihasilkan dari proses menenun barang-
barang tekstil meliputi segala hal yang dibuat dengan cara ditenun dan dirajut
seperti kain, pakaian, perlengkapan rumah tangga dan lain-lain
Kriya kayu yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan
atau dibentuk menggunakan tatah ukir kayu yang biasanya digunakan adalah kayu
jati, mahoni, waru, sawo, nangka dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan lain-
lain.
Kriya keramik adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang
melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir)
sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah.
Contohnya gerabah, piring dan lain-lain.
11
G. Pengelompokan Seni Rupa
Berdasarkan tujuan pembuatan karya seni rupa, kita mengenal adanya karya seni
rupa sebagai berikut:
1. Karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan religious
Karya-karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan ini ditunjukan sebagai bentuk
pengabdian yang tulus kepada aspek dan nilai religi yang dianut senimannya. Pada
masyarakat paganisme dahulu, karya-karya seni patung banyak dibuat sebagai bentuk
pengabdian kepada dewa-dewa yang dianut kaum tersebut.
2. Karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan magis
Karya seni rupa jenis ini dibuat untuk menumbuhkan nuansa atau kesan magis
(sihir). Pada masyarakat primitif serta kelompok masyarakat yang menganut sekte
tertentu, sering membuat patung untuk tujuan seperti ini.
3. Karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan simbolis
Karya seni rupa jenis ini dibuat sebagai perlambangan nilai-nilai yang dianut
oleh suatu bangsa, kelompok tertentu, atau organisasi. Bangsa Indonesia memiliki
simbol yang dikenal di mana-mana, yakni simbol burung garuda. Setiap organisasi,
termasuk sekolah, pemerintah kabupaten, dan sejenisnya memiliki logo tertentu yang
dijadikan simbol.
4. Karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan estetis
Karya seni rupa jenis ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan batin semata, yakni
hanya dinikmati sebagai karya seni secara utuh. Karya ini dibuat sebagai hiasan dan
dekorasi.
5. Karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan komersial
Sesuai dengan tujuannya, karya seni rupa jenis ini dibuat untuk menghasilkan
uang. Artinya, karya seni rupa yang dibuat diperjual belikan secara terbuka. Tujuan
akhir dari pembuatan karya seni rupa jenis ini adalah memperoleh keuntungan.
12
BAB II
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, maka kita dapat mengetahui bahwa,
Seni Rupa adalah sebuah konsep atau nama untuk salah satu cabang seni yang bentuknya
terdiri atas unsur-unsur rupa yaitu: garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan warna. Karya
seni rupa dapat dibagi menjadi dua yaitu: karya seni rupa dua dimensi dan karya seni
rupa tiga dimensi. Seni Rupa jika dilihat dari segi fungsinya dapat dikelompokkan
menjadi dua, yaitu seni murni (fine art) dan seni pakai / terapan (applied art).
Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang
sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari
menggambar.Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan
bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang
digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu
kepada media yang digunakan.
B. Saran
Demikian makalah Seni Rupa ini , kami menyadari bahwa makalah ini tidaklah
sempurna. Oleh karena itu kami menerima saran maupun kritik yang membangun dan
mengembangkan makalah ini.
13
DAFTAR PUSTAKA
http://irmatriyani.blogspot.co.id/2016/02/makalah-seni-rupa.html
http://makalahsenbud.blogspot.co.id/2013/10/makalah-seni-rupa.html
http://tripuyha.blogspot.com/2011/11/fungsi-seni-rupa-nusantara-dan mancanegara.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_rupa
http://senibudayasmktap.blogspot.com/2013/09/unsur-unsur-seni-rupa.html