0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
383 tayangan2 halaman

Petunjuk

CFIT adalah tes inteligensi umum yang dirancang untuk bebas dari pengaruh budaya. Terdiri dari 4 subtes (seri, klasifikasi, matriks, kondisi) yang mengukur kecerdasan fluida seperti analisis dan penalaran. Skor mentah diubah menjadi skor baku dan dibandingkan dengan norma untuk menentukan tingkat kecerdasan seseorang.

Diunggah oleh

Putri Aulia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
383 tayangan2 halaman

Petunjuk

CFIT adalah tes inteligensi umum yang dirancang untuk bebas dari pengaruh budaya. Terdiri dari 4 subtes (seri, klasifikasi, matriks, kondisi) yang mengukur kecerdasan fluida seperti analisis dan penalaran. Skor mentah diubah menjadi skor baku dan dibandingkan dengan norma untuk menentukan tingkat kecerdasan seseorang.

Diunggah oleh

Putri Aulia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Penjelasan dan Panduan menjawab soal Psikotes

CFIT

Test Inteligensi Umum CFIT. 


CFIT atau yang merupakan kependekan dari Culture Fair Intelligence Test merupakan
test hasil kembangan oleh salah satu tokoh peneliti inteligensi terkenal, yaitu Raymond
Cattell.
Test CFIT dirancang dengan menyempurnakan test – test inteligensi pendahulunya yang
masih dipengaruhi oleh latar belakang budaya dan juga norma serta nilai sosial yang ada
pada masing – masing suku bangsa, Ras dan Negara. Norma dan juga nilai – nilai pada
suatu kebudayaan ini, dianggap berpengaruh pada hasil dari penilaian Inteligent
Quotient (IQ) atau Inteligensi individu. Makanya dibutuhkankan sebuah model tes
kecerdasan inteligensi universal, yang sifatnya :
 Bebas atau Independen
 Tidak terikat pada kebudayaan, Ras, bangsa, agama dan nilai moral tertentu
 Dipahami oleh semua orang secara global tanpa terpengaruh bahasa
Dalam mengembangkan tes CFIT Raymond cattell berupaya menciptakan instrumen
yang secara psikometrika sehat dan berdasarkan teori yang komprehensif dan serta
memiliki nilai reliabilitas dan validitas instrumen tes yang tinggi. Tes CFIT ini sering
pula dikenal dengan tes G. 
Test CFIT ini merupakan psikotes yang mengukur apa yang dikenal sebagai fluid
intelligence, yaitu kecerdasan yang meliputi kemampuan analisis dan
penalaran. Terdapat tiga jenis CFIT, yaitu :
 CFIT skala 1, yang ditujukan untuk mereka yang mengalami retardasi mental 
 CFIT Skala 2, yang ditujukan untuk usia 8 hingga 13 tahun
 CFIT skala 3, yang ditujukan untuk dewasa dan memiliki dua bentuk, A dan B.
CFIT Skala 3 adalah bentuk test CFIT yang paling umum dan juga banyak digunakan
saat ini, terutama untuk penggunaan seleksi karyawan  dan juga penilaian kecerdasan
individu. Psikotes ini sering dipakai untuk seleksi perusahaan Swasta, BUMN  (Bank
Indonesia, Pertamina, PLN, Telkom, Bank Mandiri, BRI, dll) dan tes CPNS .
Petunjuk pengerjaan Test CFIT
CFIT sendiri (Skala 3) terdiri dari 4 macam subtest. Berikut ini adalah ke empat macam
subtest pada CFIT:
 Subtest 1 – Series
Peserta atau klien diminta untuk melanjutkan pola yang sudah ada, dan memilih 1 dari 6
pilihan pola yang ada.
 Subtest 2 – Classification
Peserta atau klien diminta untuk memilih 2 dari 5 pilihan gambar, dengan pola ataupun
karakteristik yang sama atau memiliki kemiripan.
 Subtest 3 – Matrices
Peserta atau klien diminta untuk memilih 1 dari 5 pilihan jawaban, yang mampu
melengkapi gambar utama yang tersaji. Subtest ini memiliki cara kerja yang mirip
dengan APM, SPM, dan juga CPM.
 Subtest 4 – Condition / Typologi
Peserta atau klien diminta untuk memilih 1 dari 5 jawaban dimana jawaban tersebut
memiliki kondisi, tekstur ataupun situasi yang sama seperti pada soal yang tersaji.
CFIT merupakan bentuk battery test, karena itu membutuhkan waktu, dan peserta atau
klien dituntut untuk mampu menjawab soal pada masing – masing subtest dalam waktu
tertentu. Masing – masing subtest pada CFIT memiliki karekteristik yang berbeda –
beda, sehingga peserta atau klien nantinya harus konsentrasi dan juga focus terhadap
instruksi yang diberikan oleh tester pada saat pelaksanaan test.

Skoring dan Interpretasi dari CFIT


Skoring pada test CFIT ini dilakukan dengan melihat jawaban yagn diberikan oleh
peserta atau klien, dan menghitung total jawaban benar yang dimiliki oleh klien setelah
melaksanakan test. Total jawaban yagn benar akan disebut sebagai RS atau Raw Score,
yang harus dirubah atau dikonversi ke dalam Scaled Score. Setelah itu, skor tersebut
kemudian dipasangkan degnan norma yang sudah baku, untuk kemudian melihat
tingkat kecerdasan dari peserta atau klien. Sama seperti test Raven
APM, CFIT cenderung hanya memberikan gambaran berupa tingkat kecerdasan ataupun
kategori kecerdasan klien saja, dan tidak memberikan nilai IQ.
CFIT bisa dibilang merupakan test inteligensi sederhana yang mudah dan juga simple,
baik dalam mengerjakan, menskoring, dan juga melakukan interpretasi, sama seperti
test Matrices (APM, SPM, dan CPM). Hal ini membuat CFIT banyak digunakan dalam
rangkaian psikotes singkat, misalnya rekrutmen, tes kecerdasan awal, assesmen awal.
Namun tentu saja CFIT cenderung terbatas, sehingga jarang digunakan sebagai alat test
dalam tujuan assesmen klinis, karena hasilnya yang kurang detail dan tidak kompleks.

Anda mungkin juga menyukai