Anda di halaman 1dari 6

Sejarah Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis Hingga

Wafatnya
46K 46 4

By ahmad_rumi59

Nabi Sulaiman adalah salah seorang putra Nabi Daud. Nabi Sulaiman sudah menampakkan
tanda-tanda kecerdasannya sejak berusia sebelas tahun. Di tahun itu telah tampak padanya
kepandaian berfikir, ketajaman otak dan ketelitian dalam mengambil dan mempertimbangkan
sebuah keputusan.

Setelah Sulaiman cukup umur dan ditinggal oleh ayahandanya, Alloh mengangkatnya sebagai
Rosul dan Nabi dan diangkatnya sebagai raja di kerajaan Israil. Sulaiman bukan hanya
berkuasa atas manusia, akan tetapi seluruh makhluk baik binatang dan jin. Nabi Sulaiman
dapat memahami bahasa seluruh binatang.

Nabi Sulaiman memiliki istana yang sangat megah dan indah. Istana tersebut dibangun secara
bergotong royong oleh para jin, binatang dan manusia.

Dinding kerajaannya terbuat dari batu pualam, sedangkan tiang dan pintunya terbuat dari
tembaga dan emas, atapnya terbuat dari perak dan hiasan ukirannya dari intan dan mutiara,
pasir, berlian. Taman di kerajaan ditaburi oleh mutiara dan lain sebagainya.

Nabi Sulaiman dan Ikan Paus


Suatu ketika Nabi sulaiman berjalan untuk mengelilingi dan melihat semua kaum di daerah
kekuasaannya. Saat itu Nabi Sulaiman melihat di pinggir pantai ada seekor ikan paus yang
besar terdampar. Nabi Sulaiman bertanya: “Wahai ikan paus sedang apakah engkau disini?”

Kemudian ikan paus menjawabnya, “Saya sedang mengambil rizki apa yang telah menjadi
hakku hari ini dari Alloh.” Nabi Sulaiman berkata,”Saya mengundang kamu besok untuk
makan bersama teman-temanmu.” Ikan paus menjawabnya,” Saya akan datang di waktu yang
sama tanpa bersama teman-temanku.”

Di hari besoknya Nabi Sulaiman menyediakan makanan yang sangat banyak, dalam kisahnya
panjang prasmanan yang disediakan sepanjang 10 km, setelah waktunya tiba, muncullah ikan
paus tersebut dan berkata, “Saya hadir memenuhi undanganmu wahai Nabi Sulaiman.”

Kemudian Nabi Sulaiman mempersilahkan ikan paus tersebut untuk menyantap hidangan
yang telah dipersiapkan.

Saat itu Nabi Sulaiman kaget dan heran ketika ikan paus tersebut melahap semua makanan
yang telah disediakan dengan seketika dan berkata,”Mana lagi ya Sulaiman? Nabi Sulaiman
bertanya,”Kamu sudah memakan sangat banyak dan masih meminta lagi?”

Jawab Nabi Sulaiman dengan terheran-heran “Wahai Nabi Sulaiman, engkau sudah menutup
rizkiku dari Alloh hari ini dan engkau telah berjanji untuk memberi rizki yang sama,
ketahuilah wahai Sulaiman, sunguh makanan yang engkau sediakan hari ini tidak cukup
untuk makan pagiku.”

Mendengar perkataan ikan paus tersebut seraya berdo’a kepada Alloh sesungguhnya Engkau
maha pemberi rizki, hanya kepadamulah yang berkuasa atas segalanya. Hamba adalah orang
yang lemah dan tidak berdaya dimuka bumi ini melainkan dengan kekuasaan-Mu.

Nabi Sulaiman dan Semut

Salah satu mukjizat Alloh yang diberikan kepada Nabi Sulaiman yaitu dapat berkomunikasi
dengan binatang. Pada suatu hari, rombongan Nabi Sulaiman akan menuju lembah Asgalan.
Rombongan tersebut diantaranya Nabi Sulaiman dan para umatnya, malaikat, jin dan
binatang-binatang.

Di pertengahan jalan, Nabi Sulaiman memerintahkan rombongannya untuk berhenti. Nabi


Sulaiman berkata,”Berhentilah sejenak, kita memberi waktu kepada makhluk Alloh untuk
berlindung diri.” Umat bertanya,”Wahai Nabiyulloh, mengapa kita tiba-tiba berhenti di
pertengahan jalan?.”

Kemudian Nabi Sulaiman menjawab, “Di depan ada lembah semut, yang mana didalamnya
terdapat jutaan semut, maka aku akan memberi tahu mereka untuk berlindung agar tidak
terinjak oleh rombongan kita.”

Nabi Sulaiman mendengar dan berdialog kepada raja semut dari jarak yang sangat jauh. Nabi
Sulaiman meminta kepada raja semut agar semua pasukan semut tersebut berlindung diri.
Mendengar perkataan Nabi Sulaiman, maka raja semut menyeru kepada seluruh pasukannya
untuk berlindung.

Setelah semua semut berlindung, kemudian perjalanan rombongan Nabi Sulaiman kembali


dilanjutkan. Raja semut memberi pujian kepada Nabi Sulaiman, karena sarang yang
digunakan tempat tinggal oleh semut tidak rusak sama sekali. Sungguh Dialah raja diatas
segala raja.

Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis

Nabi Sulaiman adalah seorang raja yang sholeh. Beliau sangat berwibawa dan di beri
mukjizat untuk dapat memahami bahasa binatang dan menundukkan jin, sehingga sangat
disegani oleh para kaumnya.

Pada suatu hari Nabi Sulaiman mengundang semua bala tentaranya yang terdiri dari manusia,
jin dan semua binatang. Semua macam binatang menghadiri undangan tersebut, setelah di
periksa ternyata ada satu jenis binatang yang tidak memenuhi undangan Nabi Sulaiman, yaitu
burung hud-hud.
Burung hud-hud adalah mata-mata Nabi Sulaiman yang bertugas untuk mencari semua
informasi tentang kejadian-kejadian yang harus di ketahui Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman sedikit jengkel akan ketidak hadiran burung hud-hud dan bertanya,”Dimana
keberadaan burung hud-hud, mengapa belum hadir juga, padahal ada tugas baru yang harus
dikerjakan, yakni mencari sumber mata air baru.” Semua terdiam tak ada yang berani
menjawab.

Setelah Nabi Sulaiman berhenti berbicara, maka datanglah burung hud-hud dengan nafas
yang tersengal-sengal, nampaknya habis terbang dengan kencang.

Burung hud-hud menghampiri Nabi Sulaiman dan berkata,”Mohon ampun baginda raja, aku
baru saja mengadakan perjalanan panjang dan aku menemukan sebuah negri dimana negri
tersebut sangat subur, akan tetapi ratu dan rakyatnya menyembah matahari.”

Mendengar cerita burung hud-hud, Nabi Sulaiman kurang percaya. Untuk menyatakan
kebenaran tersebut Nabi Sulaiman memerintahkan kepada burung hud-hud untuk
mengirimkan surat kepada ratu di negri tersebut. Negri itu bernama negri Saba yang dipimpin
oleh ratu Balqis.

Kemudian burung hud-hud kembali ke negri Saba untuk menyampaikan surat. Surat tersebut
sengaja dijatuhkan tepat mengenai kepala Balqis yang sedang tidur.

Ratu Balqis terbangun dan membaca surat tersebut. Bunyi dari surat tersebut adalah Surat ini
dari Sulaiman dan sesungguhnya suratnya berbunyi, “Dengan nama Alloh yang maha
pemurah lagi maha penyayang.

Janganlah kalian sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah
diri.” (QS. An-Naml: 30-31). Begitulah pembukaan dari surat tersebut.

Dalam surat tersebut Nabi Sulaiman juga mengajak agar tidak menyembah matahari dan
berserah diri kepada Alloh. Kemudian Ratu Balqis mengadakan perkumpulan dengan para
mentrinya untuk membahas masalah ungkapan Nabi Sulaiman tersebut.
Hasil perkumpulan tersebut akhirnya Ratu Balqis bersepakat untuk menyiapkan panglima
pilihan untuk mengawalnya ke kerajaan Nabi Sulaiman. Mendengar kabar tersebut burung
hud-hud kembali ke Nabi Sulaiman dan menceritakan bahwa akan datang panglima perang
dan Ratu Balqis ke kerajaan.

Mendengar cerita burung hud-hud, maka Nabi Sulaiman mengutus kepada para prajuritnya
dari semua golongan baik dari manusia, jin maupun binatang. Nabi Sulaiman mengutus untuk
memindahkan kerajaan Balqis ke hadapan Nabi Sulaiman.

Akhirnya para jin memindahkan kerajaan Balqis tepat di hadapan Nabi Sulaiman ketika itu
juga. Nabi Sulaiman pun bersujud atas kekuasaan Alloh.

Setibanya Ratu balqis di kerajaan Nabi Sulaiman, Balqispun terkagum-kagum akan


kemegahan dan keindahan istana Sulaiman. Kemudian Nabi Sulaiman mengajak Ratu Balqis
untuk mengelilingi istana. Pada waktu itulah Nabi Sulaiman mengajak Ratu Balqis dan para
pengikutnya untuk beriman kepada Alloh.

Ratu Balqis seketika membaca Syahadat dan memeluk agama islam beserta pengikutnya.
Untuk menyempurnakan keimanan, Ratu Balqis akhirnya dinikahi oleh Nabi Sulaiman dan
kerajaannya disatukan antara Kerajaan Saba dan Kerajaan Sulaiman.

Nabi Sulaiman dan Malaikat Maut

Pada suatu hari, Nabi Sulaiman mengadakan jamuan makan kepada para tamu kenegaraan. Di
tengah-tengah riuhnya makan malam, datanglah seorang pemuda yang tak dikenal secara
tiba-tiba. Pemuda tersebut memandangi semua tamu satu persatu dengan tatapan yang tajam
dan menggetarkan hati bagi yang dipandanginya.

Setelah memandangi satu persatu, pandangan pemuda tersebut berakhir kepada si fulan
dengan lama, si fulan pun bergetar dan merinding. Kemudian pemuda misterius tersebut pergi
entah kemana. Tak ada seorangpun yang mengetahui arah kepergiannya.
Setelah suasana tenang, maka si fulan menanyakan hal tersebut kepada Nabi
Sulaiman,”Waha Nabi Sulaiman siapakah pemuda tersebut?” Nabi Sulaiman
menjawab,”Pemuda itu adalah malaikat maut yang akan mencabut nyawa salah seorang yang
ada di sini.”

Kemudian si fulan mengira bahwa yang akan dicabut nyawanya adalah dia. Si fulan
memohon kepada Nabi Sulaiman agar memindahkan dirinya dari tempat jamuan tersebut.
Nabi Sulaiman mengutus kepada angin untuk memindahkan si fulan ke negri india.

Setelah kepergian si fulan dari tempat tersebut, pemuda datang ke tempat jamuan dan
menanyakan kepada Nabi Sulaiman, “Kemana perginya si fulan?” Nabi Sulaiman
menceritakan yang sebenarnya dan memberi tahu bahwa si fulan berada di india bersamaan
dengan hembusan angin kencang.

Kemudian Nabi Sulaiman bertanya kepada malaikat maut yang menjelma sebagai pemuda
tersebut, “Ada apa dengan si fulan?”. Pemuda tersebut menjawabnya, “Sesungguhnya Alloh
telah menggariskan kematian si fulan saat ini juga di India.” Maka pemuda tersebut segera
menjalankan perintah Alloh untuk mencabut nyawa si fulan di India.

Nabi Sulaiman Wafat

Suatu ketika Nabi Sulaiman memantau para jin yang sedang bekerja. Ia terus memantau para
jin dalam bekerja. Jin-jin yang bekerja pun tidak berani menolehkan pandangannya ke arah
Nabi Sulaiman. Saat itu malaikat maut menghampiri Nabi Sulaiman dan mencabut
nyawanya.

Nabi Sulaiman wafat dalam keadan berdiri disangga oleh tongkatnya sehingga para jin yang
bekerja tidak mengetahui bahwa Nabi Sulaiman telah wafat.

Alloh memerintahkan kepada rayap agar memakan tongkat Nabi Sulaiman. Setelah berhari-
hari tongkat Sulaiman habis dimakan rayap, kemudian Nabi Sulaiman tersungkur ke tanah.
Para jin yang bekerja menghentikan pekerjaannya dan menghampiri Nabi Sulaiman.

Kematian Nabi Sulaiman banyak tanda-tanda keajaiban. Hal ini karena kekuasaan Alloh.
Dalam kejadian tersebut menandakan bahwa makhluk ghoib tidak mengetahui hal yang
ghoib. Yang mengetahui hanyalah Alloh.

Demikianlah kisah perjalanan hidup Nabi Sulaiman yang dilimpahkan nikmat yang banyak,
akan tetapi tetap taat kepada Alloh. Banyak kejadian-kejadian yang dapat dijadikan pelajaran
ketika meninggalnya Nabi Sulaiman. Hal ini terdapat dalam surat Saba’ ayat 14.

Anda mungkin juga menyukai