NAMA : YULIA DEBY PRATIWI
NIM : 200302079
KELAS : AKUNTANSI B PAGI
A. Kasus Kredit Macet BRI Cabang Jambi 2010
a. Publik dapat dikatakan tidak bersalah, sepanjang sudah melakukan pemeriksaan atas
laporan keuangan klien sesuai dengan standar minimal yang disyaratkan oleh Ikatan
Akuntan Indonesia melalui standar professional akuntan publik. Dalam kasus ini,
Seorang akuntan publik yang membuat laporan keuangan perusahaan Raden Motor untuk
mendapatkan pinjaman modal senilai Rp 52 miliar dari BRI Cabang Jambi pada 2009,
diduga terlibat kasus korupsi dalam kredit macet. Hasil pemeriksaan dan konfrontir
keterangan tersangka dengan saksi Biasa Sitepu terungkap ada kesalahan dalam laporan
keuangan perusahaan Raden Motor dalam mengajukan pinjaman ke BRI. Ada empat
kegiatan data laporan keuangan yang tidak dibuat dalam laporan tersebut oleh akuntan
publik, sehingga terjadilah kesalahan dalam proses kredit dan ditemukan dugaan
korupsinya. Akuntan publik Biasa Sitepu berdasarkan hasil temuan melakukan kesalahan
yaitu tidak memberikan informasi penting berkaitan dengan kondisi perusahaan, sehingga
pihak BRI selalu pemakai laporan keuangan salah dalam melakukan analisis kredit.
b. masalah tersebut jika dilihat dari perspektif kode etik akuntan :
1. Prinsip tanggung jawab : Dalam melaksanakan tugasnya dia (Biasa Sitepu) tidak
mempertimbangkan moral dan profesionalismenya sebagai seorang akuntan
sehingga dapat menimbulkan berbagai kecurangan dan membuat
ketidakpercayaan terhadap masyarakat.
2. Prinsip integritas : Awalnya dia tidak mengakui kecurangan yang dia lakukan
hingga akhirnya diperiksa dan dikonfrontir keterangannya dengan para saksi.
3. Prinsip obyektivitas : Dia telah bersikap tidak jujur, mudah dipengaruhi oleh
pihak lain.
4. Prinsip perilaku profesional : Dia tidak konsisten dalam menjalankan tugasnya
sebagai akuntan publik telah melanggar etika profesi.
5. Prinsip standar teknis : Dia tidak mengikuti undang-undang yang berlaku
sehingga tidak menunjukkan sikap profesionalnya sesuai standar teknis dan
standar profesional yang relevan.
c. Menurut pendapat saya, D e n g a n i n i d a p a t d i s i m p u l k a n b a h w a t e r d a p a t
b e b e r a p a p e l a n g g a r a n e t i k a profesi akutansi yang dilanggar oleh akuntan publik,
yaitu:
1. Tanggung Jawab Profesi Akuntan publik tersebut tidak melakukan
tanggungj a w a b s e c a r a p r o f e s s i o n a l d i k a r e n a k a n a k u n t a n p u b l i k
t e r s e b u t t i d a k menjalankan tugas profesinya dengan baik dalam hal
pembuatan laporan keungan perusahaan Raden Motor untuk mendapatkan
pinjaman modal senilaiRp 52 miliar dari BRI Cabang Jambi pada tahun 2009,
sehingga menyebabkankepercayaan masyarakat (raden motor) terhadap akuntan
publik hilang.
2. Kepentingan Publik Akuntan Publik tersebut tidak menghormati
kepercayaanpublik (raden motor) dikarenakan melakukan kesalahan dalam
laporan keuanganPerusahaan Raden Motoruntuk mengajukan pinjaman ke
Bank BRI dengantidak membuat laporan mengenai empat kegiatan.
3. Objektivitas Akuntan Publik tidak menjalankan prinsip Objektivitas dengan cara
melakukan tindak ketidakjujuran secara intelektual dengan
m e l a k u k a n kecurangan dalam pembuatan laporan keuangan perusahaan Raden
Motor.
4. Perilaku Profesional Akuntan Publik berperilaku tidak baik dengan
melakukanpembuatan laporan keuangan palsu sehingga menyebabkan reputasi
profesinyaburuk dan dapat mendiskreditkan profesinya.
5. Integritas Akuntan Publik tidak dapat mempertahankan integritasnya
sehinggaterjadi benturankepentingan (conflict of interest). Kepentingan yang
dimaksudadalah kepentingan publik dan kepentingan pribadi dari akuntan publik
itu.
6. Standar Teknis Akuntan Publik tidak menjalankan etika/tugasnya sesuai
padae t i k a p r o f e s i y a n g t e l a h d i t e t a p k a n o l e h I k a t a n A k u n t a n
I n d o n e s i a - Komparatemen Akutan Publik (IAI-KAP).
7. Analisis terhadap masalah Kasus Kredit Macet BRI Cabang Jambi 2010.
d. Profesi adalah suatu hal yang harus dibarengi dengan keahlian dan etika. Kemampuan
dan keahlian khusus yang dimiliki oleh suatu profesi adalah suatu keharusan agar profesi
tersebut mampu bersaing di dunia usaha sekarang ini. Selain keahlian dan kemampuan
khusus yang dimiliki oleh suatu profesi, dalam menjalankan suatu profesi juga dikenal
adanya etika profesi.
Etika Profesi diperlukan agar apa yang dilakukan oleh suatu profesi tidak
melanggar batas-batas tertentu yang dapat merugikan suatu pribadi atas masyarakat luas
seperti melakukan tindakan yang menyimpang hukum. Semua profesi dituntut untuk
berperilaku etis yaitu bertindak sesuai dengan moral dan nilai-nilai yang berlaku. Oleh
karena itu, setiap profesi dituntut untuk bekerja secara profesional. Kelompok –
kelompok profesional, seperti akuntan merupakan salah satu profesi yang memiliki peran
cukup besar dalam dunia bisnis, organisasi sosial maupun lembaga pemerintahan. Karena
seorang akuntan dapat berkarir sebagai auditor pemerintah, auditor internal, akuntan
sektor publik, akuntan keuangan daerah, akuntan manajemen dan lain-lain. Akuntan
memiliki kode etik perilaku yang disebut etika profesional. Kode etik tersebut berupaya
untuk memastikan standar kompetensi yang tinggi diantara anggota – anggota kelompok,
mengatur hubungan mereka, dan meningkatkan serta melindungi citra profesi dan
kesejahteraan komunitas profesi.
Pendapat saya mengenai kasus kredit macet sebesar 52 milliar yang dilaukak oleh
tersangka UD Raden Motor (Muhammad Zein), Pejabat BRI Jambi (Effendi Syam), dan
(Biasa Sitepu) Seorang akuntan publik yang membuat laporan keuangan perusahaan
Raden Motor untuk mendapatkan pinjaman modal senilai Rp 52 miliar dari BRI Cabang
Jambi tetapi laporan keuangan tidak dibuat dengan lengkap.
Dalam kasus ini, Seorang akuntan publik yang membuat laporan keuangan perusahaan
Raden Motor untuk mendapatkan pinjaman modal senilai Rp 52 miliar dari BRI Cabang
Jambi pada 2009, diduga terlibat kasus korupsi karena tidak membuat laporan keuangan
secara lengkap dapat dianggap sebagai sesuatu kelalaian atau kecurangan dapat dikatakan
sudah melakukan pelanggaran sesuai dengan UU No.31 tahun 1999 sebagaimana diubah
dalam UU No.20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Dan dikatakan adanya
dugaan kesalahan prosedur dalam pemberikan kredit sehingga ditemukan kerugian
negara senilai Rp52 miliar. Kemudian dalam prosedur dan tahapannya pengajuan
permohonan kredit itu peruntukannya juga disalahgunakan oleh penerima kredit Raden
Motor, sehingga dalam kasus ini ada dugaan kuat telah terjadi konspirasi atau kerja sama
antara BRI Cabang Jambi dengan Raden Motor dan ditemukan dugaan korupsinya.
Dari Kasus diatas Penulis juga menyetujui solusi yang telah dipaparkan tersebut karena
seorang Akuntan publik (Biasa Sitepu) seharusnya memahami / mengerti dan mempunyai
8 prinsip kode etik yang baik, bukan malah melanggar beberapa prinsip kode etik tersebut
e. Pelanggaran dalam etika profesi mudah saja terjadi, hal ini dikarenakan profesionalitas,
transparansi dan akuntabilitas tidak terlaksana dengan baik. Perlu adanya seminar dan
pelatihanyang rutin terhadap suatu profesi. Ini dikarenakan peluang-peluang untuk timbul
nya suatupelanggaran semakin besar di era waktu sekarang ini. Selain itu juga keimanan
yang mendasaridalam profesi perlu dijunjung tinggi, Sekali lagi perlu kita ketahui
kecurangan terjadi karenalemahnya mental dan moral dalam individu-individu yang
terlibat. Kita dan siapapun memang tidak akan mengetahui tetapi Tuhan Mahatau.
B. Penjelasan Mengenai praktik KAP yang akan mengalami hal hal tidak terduga, misalnya
mendapatkan ancaman terhadap indepensinya :
Seorang akuntan publik yang membuat laporan keuangan perusahaan Raden
Motor untuk mendapatkan pinjaman modal senilai Rp 52 miliar dari BRI Cabang Jambi
pada 2009, diduga terlibat kasus korupsi dalam kredit macet. Hasil pemeriksaan dan
konfrontir keterangan tersangka dengan saksi Biasa Sitepu (Akuntan Publik)terungkap
ada kesalahan dalam laporan keuangan perusahaan Raden Motor dalam mengajukan
pinjaman ke BRI.
Ada empat kegiatan laporan keuangan milik Raden Motor yang tidak masuk
dalam laporan keuangan yang diajukan ke BRI, sehingga menjadi temuan dan
kejanggalan pihak kejaksaan dalam mengungkap kasus kredit macet tersebut.
Semestinya data laporan keuangan Raden Motor yang diajukan ke BRI saat itu harus
lengkap, namun dalam laporan keuangan yang diberikan tersangka Zein Muhamad
sebagai pimpinan Raden Motor ada data yang diduga tidak dibuat semestinya dan tidak
lengkap oleh akuntan publik.
5 prinsip dasar etika dalam menjalankan profesi akuntan publik
a) Integritas.
b) Objektivitas.
c) Kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati-hatian professional.
d) Kerahasiaan.
e) Perilaku professional.