Bilangan Cacah dan Operasinya
Oleh : Dyah Anungrat Herzamzam, M.Pd
BILANGAN DAN 01 02 BILANGAN CACAH
LAMBANG BILANGAN
OPERASI BILANGAN 03 04 SIFAT SIFAT OPERASI
CACAH BILANGAN CACAH
Bilangan (numbers) adalah lambang yang menyatakan suatu ukuran
kuantitas
Lambang bilangan itu ada 10 yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Lambang dari
setiap bilangan disebut angka (digit). Masing- masing bilangan
melambangkan ukuran kuantitas suatu benda
PENGAJARAN BILANGAN DAN
LAMBANGNYA
Langkah pengajarannya
1. Peragaan membilang 1 s.d 5
2. Peragaan membilang berdasarkan
banyaknya benda dalam kumpulan
(diawali dengan bilangan 1 sd 5)
3. Peragaan mengenal lambang bilangan
(diawali dengan bilangan 1 sd 5)
4. Menulis lambang bilangan
BENDA KONGKRET
Guru meminta anak untuk
menunjukkan gambar balon dan
sambil menyebutkan banyaknya
gambar balon ada “ satu”
BILANGAN KARDINAL
Misalnya K= {a, b, c, d}, Melalui mengambil contoh-contoh Dengan demikian Bilangan
anggota-anggota dari himpunan himpunan dan menentukan bilangan kardinal adalah bilangan
K adalah a, b, c, dan d, serta kardinalnya, maka dimungkinkan yang menyatakan banyaknya
anggota dari himpunan K didapatkan bilangan kardinal 0, anggota dari suatu
adalah 4. Bilangan 4 ini, bilangan kardinal 1, bilangan kardinal himpunan. Selain itu,
sebagai bilangan yang 3, bilangan kardinal 4, bilangan bilangan kardinal
menyatakan banyaknya anggota kardinal 5, dan seterusnya. Apabila bersesuaian dengan dengan
dari suatu himpunan dituliskan bilangan-bilangan kardinal himpunan bilangan cacah.
tersebut sebagai suatu himpunan,
maka didapatkan { 0, 1, 2, 3, 4, 5, …
} (bilangan cacah).
CIRI CIRI BILANGAN KARDINAL
Menyatakan jumlah dari • Menyatakan jumlah siswa yang hadir didalam kelas.
sesuatu Jumlah kelas 3 adalah 35 anak
• Jumlah siswa kels 3a adalah 35 anak dan jumlah siswa
Dapat dijumlahkan kelas 3b adalah 32 anak,maka jumlah siswa kelas 3a dan
3b adalah 67 anak
Digunakan dalam
menjawab pertanyaan, • Berapa banyak jumlah siswa kelas 3a?
“berapa banyak?”
BILANGAN ORDINAL
Bilangan ordinal dinamakan juga Misalnya kesatu, kedua, ketiga, Bilangan ordinal ini dinamakan
dengan bilangan urutan. keempat, ... disebut bilangan dengan bilangan asli.
ordinal. Tentunya kalau Anda
perhatikan, bilangan ordinal akan
diperoleh dengan menambahkan
“ke” pada bilangan asli. Dalam
bilangan ordinal, biasanya untuk
menunjukkan urutan kesatu
dipergunakan kata “pertama”, dan
untuk menunjukan urutan objek
yang paling ujung dipakai kata
“terakhir”.
CIRI CIRI BILANGAN KARDINAL
Menyatakan urutan dari • Juara 1, 2, 3 ...
sesuatu • Nomor antrian 101,102,103...dst
Bilangan ordinal tidak untuk • Juara 1 ditambah juara 2hasilnya bukan juara 3
dijumlahkan sehingga tidak bisa dijumlahkan
Digunakan untuk menjawab
pertanyaan, “yang mana?” • Pada baris yang mana siska duduk?
Pertanyaan
Jabarkan bagaimana cara saudara dalam menerangkan
konsep bilangan kardinal dan ordinal.
NILAI TEMPAT SUATU BILANGAN
Ada banyak nilai tempat suatu
bilangan. Ada satuan, puluhan,
ratusan, ribuan, puluh ribuan,
dan seterusnya. Untuk
menunjukan bilangan yang lebih
kecil digunakan juga nilai
tempat persepuluhan,
seperseratusan, seperseribuan,
dan seterusnya.
NILAI TEMPAT SUATU BILANGAN
Bagaimana anda
pertanyaan
menjelaskan
konsep lambang
bilangan 35.672
terhadap siswa?
APA ITU BILANGAN CACAH ?
● Himpunan semua bilangan ● Himpunan semua bilangan ● Dengan demikian bilangan
asli yang dinotasikan dengan cacah yang dinotasikan cacah adalah gabungan
A, adalah: A = { 1, 2, 3, 4, dengan C, adalah: C = { 0, bilangan asli (natural numbers)
5, 6, … } bilangan asli yang 1, 2, 3, 4, 5, 6, … dengan bilangan 0 (nol).
terkecil adalah 1, tetapi }Perhatikan bahwa bilangan Bilangan cacah didefinisikan
bilangan asli tidak ada yang cacah yang terkecil adalah sebagai himpunan C = {0, 1, 2,
terbesar. Selisih antara dua 0, tetapi bilangan cacah 3, …}.
buah bilangan asli yang tidak ada yang terbesar.
berurutan adalah 1. Selisih antara dua buah
bilangan cacah yang
berurutan adalah 1.
Catatan: gunakan alat peraga yang dapat dijumpai dan digunakan mudah oleh siswa. Dalam meakukan operasi gunakan benda
yang sama.
PENJUMLAHAN BILANGAN CACAH
Langkah pembelajaran mengikuti teori Bruner dari konkrit, semi Contoh : benda konkritnya pensil dan kata kuncinya digabung
a. Guru memanggil dua orang siswa yang bernama A dan B
konkrit, dan abstrak b. A diberi 3 pensil dan B diberi 2 pensil
1. Konkrit c. Kedua siswa diminta untuk menunjukkan setinggi-
tingginya pensil yang dipegang
Melalui peragaan benda yang berada dikelas /menggunakan d. Guru tanya pada siswa lain, berapa pensil yang diabawa
kapur, buku tulis, pensil, dan penggaris. temanmu A dan siswa menjawab 3 serta B dijawab
oleh siswa 2
e. Guru menuliskan angka 3 dan 2 di papan tulis
Benda konkrit Kata-kata kunci f. Guru memberikan pertanyaan bahwa coba sekarang
DIGABUNG pensil yang dibawa oleh Si A dan Si B serta
1. Kapur 1. Digabung serahkan pada Bapak/Guru
2. Buku tulis 2. Dikumpulkan g. berapa pensil yang dibawa oleh pak guru? Siswa
3. Pensil menjadi satu menjawab 5, dan guru menuliskan pada papan tulis
4. Penggaris 3. Dijadikan angka 5 disebalah kanan angka 3 dan 2.
satu
4. Diberi lagi
5. Membeli lagi
6. Minta lagi
2. Semi konkrit
a. Menggunakan peragaan di papan flanel dengan menempelkan
tiga tempat pengumpulan benda
I II III
b. Guru meminta memindahkan isi benda I dan II, ke benda yang ke III.
Siswa diminta memperhatikan proses pengambilannya. Dan guru
menanyakan pada siswa bahwa berapakah benda yang ada pada
papan flanel ketiga?
Dalam proses peragaan 3 + 2 = 5 bisa menggunakan benda
tiruan melalui penempelan di papan flanel seperti gambar
ayam, gajah, dan sejenisnya yang merupakan peragaan semi
konkrit
c. Simbolik(abstrak)
Tahapan simbolik memuat angka dan lambang
3+2=5
siswa dapat menjawab dengan menggunakan alat bantu
perhitungan atau dengan jari siswa.
Pendekatan Menerangkan Penjumlahan
Penjumlahan melalui
Penjumlahan melalui
kumpulan
pengukuran
Penjumlahan melalui Penjumlahan melalui bersusun
mesin fungsi panjang dan pendek
Penjumlahan melalui kumpulan
Penjumlahan dengan menggunakan dasar kumpulan disasarkan kepada
gabungan dua kumpulan lepas mengingat dunia anak –anak masih real
maka kumpulan yang diambil harus kumpulan dengan anggota real atau
gambar dengan anggota real
Misal
Alma punya kelereng dua buah. Kemudian alma membeli lagi tiga buah.
Berapa buah kelereng yang alma miliki?
Penjumlahan melalui pengukuran
Garis bilangan Timbangan bilangan Batang kuisioner
Penjumlahan melalui mesin fungsi
Penjumlahan melalui bersusun
panjang dan pendek
Untuk penjumlahan yang melibatkan bilangnan kecil, conoh sebelumnya
dapat dilakukan, namun bagaimana jika penjumlahan melibatkan angka yang
besar? Misal 4.635 + 5.708?
Contoh :
Pak Paiman mempunyai kebun pisang. Pada bulan Januari ia memetik 2.438
buah. Pada bulan februari ia memetik 1.562 buah. Pada bulan maret ia
memetik 3.724 buah. Jumlah buah pisang yang dpetik pak aiman selama 3
bulan adalah
1) Cara bersusun panjang
2.438 = 2.000 + 400 + 30 + 8
1.562 = 1.000 + 500 +60 + 2
3.724 = 3.000 + 700 + 20 + 4
= 6.000 + 1.600 + 110 + 14
= 6.000 + (1.000 + 600) + (100 + 10) + (10 + 4)
= (6.000 + 1.000) + (600 + 100) + (10 + 10) + 4
= 7.000 + 700 + 20 + 4
= 7.724