INVESTASI
( INVESTMENT )
INVESTASI DALAM SAHAM
(Investment in stock
• Saham merupakan bukti pemilikan suatu
PT,yang mempunyai hak-hak sbb :
• Hak suara,hak atas pembagian dividen,hak
untuk membeli saham baru dan hak atas
pembagian aktiva jika perusahaan dilikuidasi
Transaksi investasi saham :
1. Pembelian saham
2. Penerimaan dividen
3. Penjualan saham
Saham yang diperjualbelikan ada 2 macam :
1. Saham biasa ( Common Stock )
2. Saham preferen ( Preferred Stock )
• Dividen saham biasa ,nilainya akan ditentukan
atas dasar keuntungan yang diperoleh
perusahaan.
• Dividen saham preferen ,nilainya sudah
ditentukan terlebih dulu berdasarkan tingkat
bunga yang ditentukan pada saham preferen.
• Pembagian saham preferen akan didahulukan
dari saham biasa
1. Pembelian saham.
Investasi saham akan dicatat berdasarkan nilai
perolehannya.
Nilai perolehan ( cost ) adalah harga kurs ditambah biaya
pialang
Jurnal :
D Investasi atas saham ……xxxxxxx
(Investment in Common /preferred stock)
K Kas ( Cash ) …………xxxxxxx
2. Penerimaan dividen(obyek pajak)
D Kas…………………xxxxxxx
D PPh ps 23
dibayar dimuka……..xxxxxx
K Penghasilan dividen
(dividen income ) ………..…xxxxxxx
Penerimaan dividen (bukan obyek pajak )
D Kas…………………xxxxxxx
K Penghasilan dividen…………xxxxxx
3 Penjualan saham
Harga jual adalah harga kurs dikurangi biaya pialang.
Kemungkinan mendapat keuntungan (gain ) atau kerugian
(loss)
Gain jika harga pokok < harga jual.
Loss jika harga pokok > harga jual
Jurnal Mendapat keuntungan;
D Kas ……………………………… xxxxxxx
K Investasi dalam saham ………… xxxxxxx
K Laba penjualan saham (capital gain )
Jurnal pembayaran PPh final
D Biaya PPh final…………..xxxxx
K Kas……………………………….xxxxx
Mendapat kerugian.
D Kas ………………………xxxxxxx
D Rugi penjualan saham
(capital loss ) ……………xxxxxxx
K Investasi dalam saham …… xxxxxxx
Jurnal PPh final
D Biaya PPh final…………xxxxx
K Kas…………………….xxxxxx
• Dalam laporan keuangan (neraca) sekuritas
saham akan dicatat tetap pada harga
perolehannya.
• Atas transaksi saham dipasar bursa dikenakan
pajak penghasilan berdasarkan : PP 41 tahun
1994 dan PP 14 tahun 1997
• Penghasilan ( positip atau negative ) dari transaksi penjualan
saham dibursa
• Efek dikenakan pajak penghasilan dengan tarip :
0,1 % untuk saham pada umumnya.
tambahan 0,5 % untuk saham pendiri.
Yang dikenakan atas transaksi penjualan dan bersifat final
• Karena bersifat final,maka
Penghasilan dari penjualan saham tidak perlu dilaporkan
dalan SPT Tahunan dan dikonsolidasi dengan penghasilan
lainnya yang tidak dikenakan pajak final, dan biaya – biayanya
tidak dapat dikurangkan.
• Pada tanggal 1 Agustus 2015 PT Alfa membeli saham PT
laksamana senilai 50 lembar @ Rp 300.000,00 dengan kurs
103 , biaya pialang 2%.
• Perhitungan :
103/100 x 50 x Rp 300.000,00 = Rp 15.450.000,00
Biaya pialang 2% = Rp 309.000,00
------------------------
Rp 15.759.000,00
Jurnal D Investasi dlm saham…..Rp 15.759.000,00
K Kas…………………………..Rp 15.759.000,00
• Pada tanggal 1 November 2015 diterima dividen
tunai senilai Rp 5000 perlembar saham.
• 50 x Rp 5.000,00 = Rp 250.000,00
• Pemilikan saham 10%, kena PPh pasal 23 dengan
tarip 15% … 15% x Rp 250.000,00= R 37.500,00
• D Kas………….. Rp 212.500,00
• D PPh ps 23 … Rp 37.500,00
• K Penghasilan dividen….Rp 250.000,00
• Tanggal 1 Desember 2015 dijual sebanyak 20
lembar saham tsb, dengan kurs 108, biaya
pialang 2%.
INVESTASI DALAM OBLIGASI
(Investment in Bond )
• Surat obligasi merupakan pengakuan utang
pihak yang mengeluarkan(perusahaan/PT
)kepada pihak yang membeli (investor )
• Surat obligasi menunjukkan jumlah
nominal,tingkat bunga,tanggal pembayaran
bunga, tanggal jatuh tempo dan perjanjian
perjanjian lain..
Klasifikasi obligasi
1. Obligasi berdasarkan penerbitnya: obligasi (government
bonds) pemerintah dan obligasi perusahaan (corporate
bonds).
2. Berdasarkan tingkat bunga :obligasi tanpa bunga (zero
coupon bonds) dan obligasi dengan bunga(coupon bonds).
3. Berdasarkan peringkatnya:obligasi berperingkat investment
grade (yang risikonya rendah)dan non investment grade.
(yang risikonya tinggi).
4. Berdasarkan kepemilikan :obligasi atas nama (registered
bonds) dan obligasi atas unjuk (bearer bonds).
5. Berdasarkan jaminan : obligasi yang dijamin dengan
kekayaan tertentu (secure bonds) dan yang tidak dijamin
(un-secured bonds)
.
Transaksi obligasi
1. Pembelian obligasi
2. Penerimaan penghasilan bunga
3. Penjualan obligasi
. Pembelian obligasi
• Apabila obligasi dibeli diluar tanggal bunga,maka
harus diperhitungkan bunga berjalan.
• Pencatatan bunga berjalan dapat menggunakan
pendekatan penghasilan atau pendekatan neraca.
• Jika menggunakan pendekatan penghasilan bunga
berjalan dicatat dalam akun penghasilan bunga,
sedangkan jika menggunakan pendekatan neraca
maka bunga berjalan dicatat dalam akun piutang
bunga.
• Harga perolehan adalah harga kurs ditambah biaya
pialang
Jurnal pembelian Pembelian pada tanggal bunga kupon
D. Investasi dalam obligasi……………… xxxxxxx
K Kas…………..……………………………….xxxxxxx
Pembelian diluar tanggal bunga kupon
.Menggunakan pendekatan penghasilan
D Investasi dalam obligasi………………………xxxxxxx
D Penghasilan bunga……………………………..xxxxxxx
K Kas…………………………………………………..xxxxxxx
2.Penerimaan bunga obligasi
Jika pada waktu pembelian obligasi diluar tanggal bunga
Bunga berjalan dicatat sebagai penghasilan bunga :
D Kas………………………xxxxxxx
D PPh final (15%)…………..xxxxxxx
K Penghasilan bunga……………..xxxxxxxx
Contoh
• Pada gl 1/5-2011 PT X membeli 6%,obligasi PT Sejahtera Tbk, sebanyak 30
lembar,Nilai nominal Rp 1.000.000,00.Biaya pialang 1%.tanggal bunga kupon ½
dan 1/8.
• Perhitungan :
• Harga perolehan :
103/100x 30xRp 1.000.000,00 = Rp 30.900.000,00
Biaya pialang 1% = Rp 309.000,00
-----------------------
……………Rp 31.209.000,00
Bunga berjalan :
3/12x6%x Rp 30.000.00,00 = Rp 450.000,00
-----------------------------
Dibayar……………………………………Rp 31.659.000,00
• Jurnal :
• D Investasi dlm obligasi..Rp 31.209.000,00
• D Penghasilan bunga …...Rp 450.000,00
• K Kas…………………………….Rp 31.659.000,00
1/8-2111 Penerimaan Bunga :
D Kas …………………..Rp 765.000,00
D Biaya PPh Final……Rp 135.000,00
K Penghasilan Bunga ……Rp 900.000,00
Tarip PPh atas bunga obligasi 15% final.
Penjualan kembali obligasi
• Harga jual adalah harga kurs dikurangai biaya pialang.
Sama seperti penjualan saham dipasar modal, pada
penjualan obligasi
mungkin terjadi keuntungan ( gain ) atau kerugian ( loss ).
Penjualan obligasi diluar tanggal bunga ,harus
memperhitungkan bunga
berjalan.
• Apabila penjualan dilakukan diluar tanggal bunga dan bunga
berjalan dicatat sebagai penghasilan bunga ;
• Jika mendapat keuntungan ( gain )
D Kas…………………………….xxxxxxx
K Penghasilabunga…………………...xxxxxxx
K Laba penjualan obligasi…………….xxxxxxx
K Investasi obligasi……………………xxxxxxx
• Jika mendapat kerugian ( loss )
• D Kas……………………………….xxxxxxx
• D Rugi penjualan obligasi……… .xxxxxxx
• K PenghasilanBunga…………………xxxxxxxx
• K Investasi Obligasi……………… …xxxxxxx
Pada tgl 1/10 obligasi tsb dijual dengan kurs 107 biaya pialang 1%
Perhitungan :
107/100x 30xRp 1.000.000,00 = Rp 32.100.000,00
Biaya pialang 1% = Rp 321.000,00
----------------------
Rp 31.779.000,00
Harga pokok…………………………… Rp 31.209.000,00
-----------------------
Rp 570.000,00
Bunga berjalan :
2/12x6%xRp 30.00000,00 = Rp 300.000,00
------------------------
diterima ………………………………………Rp 32.079.000,00
R
Jurnal
D Kas……………………Rp 32.079.000,0….
K Penghasilan bunga……. Rp 300.000,00
K Laba penjualan obligasi Rp 570.000,00
K Investasi obligasi…………Rp 31.209.000,00
• Seperti juga terhadap investasi obligasi, apabila pada tanggal
neraca harga turun secara materil, kerugian karena turunnya
harga pasar diakui ( konservatif).dan nilai investasi obligasi di
neraca sesuai dengan harga pasarnya.
Perlakuan pajak terhadap transaksi penjualan obligasi
Berdasarkan PP no 16 /2009 dan PMK-85
PPh final dikenakan atas obligasi berdasarkan sistim pembayaran
bunga.
1. bunga atau diskonto obligasi
Tarip 15 % untuk WP DN dan BUT
20 % untuk WP LN , atau tarip khusus
berdasarkan PPPB ( Perjanjian Penghindaran Pajak
Berganda
Obligasi dijual sebelum tanggal jatuh
tempo
• PPh terutang (final)dikenakan atas selisih
lebih harga jual pada saat transaksi (laba
penjualan) atau nilai nominal pada saat jatuh
tempo obligasi diatas harga perolehan
obligasi, tidak termasuk bunga berjalan.
• WPDN : 15%
• WPLN : 20% atau tarif P3B
Pemotong pajak
1. Penerbit obligasi (emiten) atau kustodian
selaku agen pembayaran yang ditunjuk.
2. Perusahaan sekuritas,dealer atau bank selaku
perantara
3. Perusahaan efek,dealer,bank dana pensiun
dan reksadana selakupembeli obligasi
langsung
Yang dikecualikan dari pemotongan pajak penghasilan
a. Bank wajib pajak DN dan cabang bank WP LN sebagai BUT di
Indonesia.
b. Dana Pensiun