Anda di halaman 1dari 23

Method Statement

LEMBAR KONSULTASI WORK METHOD STATEMENT


Proyek :
Divisi :

Tanggal / Tandatangan
No. Uraian
Jam / Nama

4
Method Statement

DAFTAR ISI

1. PENDAHULUAN ....................................................................................................................... 1
2. LINGKUP KERJA ..................................................................................................................... 1
3. DEFINISI PROYEK ................................................................................................................... 1
4. DEFINISI ISTILAH .................................................................................................................... 2
5. STRUKTUR ORGANISASI PER PEKERJAAN ......................................................................... 2
6. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB .......................................................................................... 3
7. PLANNING ............................................................................................................................... 8
7.1 Flow Chart Pekerjaan .................................................................................................... 8
7.2 Schedule Pekerjaan....................................................................................................... 8
7.3 Training Pra-Pekerjaan.................................................................................................. 8
8. METODE PELAKSANAAN ....................................................................................................... 9
9. SURVEY PLAN ....................................................................................................................... 13
9.1 Checklist Pekerjaan..................................................................................................... 15
10. RESOURCES.......................................................................................................................... 13
10.1 Alat ............................................................................................................................... 15
10.2 Material ........................................................................................................................ 15
10.3 Man Power ................................................................................................................... 15
11. DAFTAR PROSEDUR, WI DAN BDE .................................................................................... 14
12. MANAJEMEN KUALITAS ..................................................................................................... 15
12.1 Quality Assurance ....................................................................................................... 16
12.2 Quality Control ............................................................................................................ 16
12.3 Quality Target .............................................................................................................. 17
13. MANAJEMEN K3 .................................................................................................................. 16
14. MANAJEMEN ALAT ............................................................................................................. 16
15. MANAJEMEN LALU LINTAS................................................................................................ 16
16. RISK ASSESSMENT ............................................................................................................ 18
16.1 IBPR (sesuai Item Pekerjaan)...................................................................................... 20
16.2 JSA (sesuai Item Pekerjaan) ....................................................................................... 20
16.3 ITP (sesuai Item Pekerjaan) ........................................................................................ 20
16.4 IPPAL (sesuai Item Pekerjaan).................................................................................... 20
17. LAMPIRAN ........................................................................................................................... 19

5
Method Statement

1. PENDAHULUAN

Metode ini menjelaskan secara umum pelaksanaan pekerjaan kolom. Kolom adalah bagian dari
elemen struktur portal yang berfungsi untuk menyalurkan beban yang bekerja pada lantai, pelat dan
balok, menuju pondasi di bawahnya. Menurut SK SNI T-15-1991-03, mendefinisikan kolom adalah
komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan
bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil.

Pada proyek ini, dengan beberapa jenis bangunan yang ada dalam lingkup pekerjaan, maka
Pekerjaan Kolom menjadi salah satu pekerjaan penting yang pelaksanaannya harus dilakukan
secara cermat dan tepat, agar tidak menyebabkan permasalahan di kemudian hari. Metode ini akan
membahas secara khusus Pekerjaan Kolom (Beton).

2. LINGKUP KERJA

Lingkup kerja yang dibahas pada metode kerja ini adalah mengenai proses pekerjaan kolom agar
hasil sesuai target quality dan memenuhi standart safety

Adapun lingkup pekerjaan kolom antara lain :


• Fabrikasi Besi dan Bekisting
• Pemasangan Besi
• Pemasangan Bekisting
• Pengecoran

3. DEFINISI PROYEK
Pemberi tugas : UPN Veteran Jatim
Konsultan Perencana : PT. Pola Data Consultant
Manajemen Konstruksi : PT. Saranabudi Prakarsaripta
Kontraktor Utama : PT PP (Persero) Tbk
Lokasi : Jalan Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya
Jenis proyek : Gedung Kuliah

1
Method Statement

4. DEFINISI ISTILAH

Tabel 1. Definisi istilah


Istilah Penjelasan
Formwork / bekisting Pencetak/pembentuk elemen struktur, rencana, disain untuk mengikuti
bentuk beton yang diinginkan.
Curing beton Proses perawatan beton selang beberapa lama setelah pengecoran, agar
suhu beton tetap terjaga

Verticality / Pengawasan pada bekisting kolom / dinding agar pemasangannya tidak


Vertikalitas melenceng / tidak tegak sehingga dimensi yang direncanakan dapat
tercapai, dari bawah sampai ke bagian atas kolom

5. STRUKTUR ORGANISASI PEKERJAAN

a) Superintendent
b) Engineer
c) Supervisor
d) HSE Officer
e) QA/QC Officer
f) Vendor / Mandor
g) Supervisor Vendor / Mandor
h) Surveyor
i) Pekerja

2
Method Statement

6. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

a) Superitendent:
• Mengatur dan mengawasi pekerjaan agar sesuai dengan Metoda Pelaksanaan dan
urutan pekerjaan yang telah ditentukan
• Mempersiapkan pekerjaan agar dilaksanakan dalam kondisi yang aman sesuai standar
dan prosedur keselamatan kerja
• Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Engineering Manager maupun Project
Manager sehubungan dengan pekerjaan tersebut.
• Memonitor pelaksanaan sistem keselamatan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan
• Membuat rencana kerja harian
• Mengatur pembagian kerja antar supervisor
• Melakukan koordinasi dengan pihak supplier / subkontraktor
b) Engineer:
• Menyiapkan metoda kerja yang digunakan sebagai acuan di lapangan berupa alat, dan
material
• Memeriksa tahapan pekerjaan di lapangan
• Mempersiapkan gambar kerja
• Mempersiapkan dokumen material
• Bekerjasama dengan supervisor terkait melakukan monitoring dan pengadaan material.
• Melakukan koordinasi teknis dengan pihak subkontraktor terkait
• Memeriksa hasil test kekuatan angkur

c) HSE:
• HSE bersama team engineer akan membantu dan memastikan pekerjaan mengikuti
ketentuan dan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja.
• Memberikan Safety induksi kepada semua pekerja
• Mengontrol dan mengadakan Pre start meeting / tool-box meeting secara rutin yang
dipimpin oleh supervisor
• Menciptakan dan memonitor lingkungan kerja yang sehat dan aman
• Memastikan semua peralatan layak dan aman digunakan
• Memastikan semua pekerja mematuhi persyaratan safety untuk bekerja
• Memastikan material ditempatkan, dipakai dan dibuang pada tempat yang tepat
• Gunakan body harness saat melakukan pekerjaan di atas ketinggian
• Gunakan Gloves dan Safety shoes saat melakukan pekerjaan

d) Surveyor:
• Memastikan pekerjaan dilakukan dalam batas-batas yang ditentukan

3
Method Statement

• Melakukan monitoring sebelum dan selama pelaksanaan

e) Supervisor:
Supervisor akan menjelaskan kepada timnya jenis pekerjaan dan urutan pekerjaan terutama
dari aspek keselamatan dan keamanan kerja. Supervisor harus memastikan bahwa rencana
pemasangan meliputi:
• Mengidentifikasi jenis pekerjaan yang akan dilakukan
• Mengidentifikasi bahaya yang berhubungan dengan pekerjaan
• Melaksanakan penilaian resiko (risk assessment)
• Mengidentifikasi tindakan pengendalian
• Mengembangkan metode yang akan digunakan bersama engineer
• Mengkomunikasikan rencana kepada semua orang yang terlibat
• Meninjau rencana sebelum memulai pelaksanaan dan menginformasikan data lapangan
atau perubahan yang terjadi
• Mengarahkan pekerja agar mengetahui pekerjaan dan resiko
• Melaporkan bila ada penyimpangan dan kendala yang terjadi di lapangan selama
pelaksanaan
• Memberikan solusi pelaksanan pekerjaan jika terdapat penyimpangan dan kendala yang
terjadi
• Koordinasi dengan Superintendent untuk masalah-masalah yang ada dilapangan
• Melakukan tool-box meeting sebelum melaksanakan pekerjaan
• Membuat JSA yang terkait pekerjaan

f) QA/QC Engineer:

• Memastikan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan Metode Pelaksanaan dengan


melakukan kontrol terhadap proses pelaksanaannya
• Mengkoordinir Ijin Pelaksanaan Pekerjaan / Work Inspection Request (WIR)
• Melaksanakan pemeriksaan hasil kerja sesuai dengan tahap-tahap yang tersebut dalam
ITP dan memastikan hasil pekerjaan dibuat dan disimpan dengan baik.
• Membuat laporan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi [NCR] dan
menindaklanjutinya
• Membuat laporan / map lokasi kerja

g) Teknisi / Supervisor Vendor:

• Bekerjasama dengan supervisor kontraktor utama dalam pelaksanaan pekerjaan


• Memimpin pekerja dengan garis kerja sama
• Mematuhi dan mengarahkan semua pekerja mengikuti ketentuan K3 kontraktor utama

4
Method Statement

• Melakukan monitoring aspek material, alat dan tenaga kerja


• Melakukan evaluasi dan laporan atas hasil pekerjaan
• Membuat laporan secara berkala
• Memberikan training pemakaian alat dan material

h) Logistik:
• Bekerjasama dengan supervisor dalam pengadaan material
• Mencatat kedatangan material
• Mengatur pemulangan material sesuai schedule
• Ikut menjaga material dan alat selama pekerjaan
• Membuat Logistic Plan

5
Method Statement

7. PLANNING

7.1. Flow Chart Pekerjaan

7.2. Schedule Pekerjaan

Tabel 2. Schedule Pekerjaan


Pekerjaan Durasi (Hari)/ Lantai
Kolom 1 2 3 4 5 6 7
Besi
Bekisting
Cor

6
Method Statement

7.3. Training Pra-Pekerjaan

Tabel 3. Schedule Training Pra Pelatihan


Tanggal Nama Trainer / SME
No. Item Training Peserta
Training (jika perlu SME)
1 Training Pengecoran 8 Juli 2023 Mandor Cor SOM ,SP, QC
2 Training Pembesian 9 Juli 2023 Mandor Besi SOM ,SP, QC
3 Training Bekisting 10 Juli 2023 Mandor Bekisting SOM ,SP, QC

8. METODA PELAKSANAAN
8.1. Pekerjaan Persiapan
Sebelum pekerjaan kolom dilaksanakan di lapangan:
• Logistik memastikan material besi beton, beton telah siap saat akan dilaksanakan
pekerjaan pengecoran
• Peralatan dan HSE melakukan pengecekan terhadap operator dan alat berat yang akan
digunakan, sehingga meminimalisir kecelakaan dan kerusakan alat yang nantinya akan
mengurangi jam produksi alat berat itu sendiri
• Engineer dan supervisor memastikan pekerjaan fabrikasi besi tulangan sudah tersedia
pada area stock yard dan akses mobile mixer ke lokasi pengecoran sudah dibuat.
• Engineering dan supervisor memastikan bekisting sudah siap pasang
• QCO memastikan fabrikasi besi sudah sesuai dengan standar shopdrawing
• Engineer dan supervisor melaksanakan ceklist alat-alat yang akan digunakan dalam
proses pengeboran
• QCO, surveyor dan supervisor sudah memastikan dilaksanakan penetuan patok-patok titik
kolom serta memastikan titik-titik tersebut sudah sesuai dengan koordinat yang ada pada
shopdrawing

7
Method Statement

8.2. Pekerjaan Pembesian


Sebelum melakukan pekerjaan kolom dilaksanakan di lapangan :
• Pelajari gambar kontrak dengan seksama, segera rencanakan detail pembesian dan
penyambungannya (bar bending schedule) kolom sehingga sisa (waste) besi yang ada
dapat diminimalisir atau diusahakan nol persen, dengan tetap mengacu ketentuan gambar
prinsip / standard drawing maupun peraturan dan standar yang berlaku.
• Selanjutnya buat gambar shop drawing sesuai rencana potongan / sambungan dan
diajukan untuk persetujuan MK.
• Tentukan jumlah besi dan diameter yang dibutuhkan, kemudian ditandai dan dipotong
(dengan bar cutter) sesuai panjang gambar buistat.
• Merakit tulangan utama dan tulangan sengkang / geser dengan jarak sesuai gambar kerja,
lalu ikat dengan kawat bendrat sehingga sengkang kuat dan tidak mengalami pergeseran
ketika di cor. Panjang sambungan lewatan kolom juga perlu diperhatikan agar sesuai
dengan perencanaan.
• Besi yangsudah dirakit (prefabrikasi), dipasang menggunakan Tower Crane ke zona
pekerjaan yang akan dikerjakan.

Pembesian untuk Kolom Lt.4

Penyambungan besi untuk kolom Lt.4 dengan stek besi eksisting mengikuti shopdrawing
yang sudah disetujui, sebelum dilakukan penyambungan besi kolom, stek besi eksisting
dibersihkan dengan sikat kawat untuk membersihkan karat.

8
Method Statement

Pembesian untuk Kolom Lt.5

Pembesian besi penyaluran untuk kolom lantai 5 berada di tengah bentang kolom dengan
Panjang penyaluran sesuai dengan shopdrawing yang sudah disetujui.

• Pembesian yang sudah dirakit (Prefabikasi), dipasang menggunakan Tower crane ke zona
pekerjaan dimana tulangan tersebut akan dipasang. Besi akan dirakit dengan stek besi
kolom.

9
Method Statement

• Pasang rangkaian besi kolom pada titik kolom yang direncanakan dengan menggunakan
kawat bendrat, ikat tulangan pokok overlapping dengan stek penyaluran dan lengkapi besi
sengkang sesuai gambar rencana.
• Lakukan pengecekan ulang dengan cara mengukur panjang overlapping stek dengan
sambungan tulangan yang baru sesuai ketentuan.

8.3. Pekerjaan Sepatu Kolom


• Sepatu kolom dilaksanakan setelah pengecoran lantai selesai dan mulai mengering
terlebih dahulu.
• Lakukan marking dimensi kolom sesuai gambar kerja

• Selanjutnya bor lantai kerja pada daerah sekitar siku marking ± 3cm, pasang stek besi
yang tidak terpakai kemudian dilas dengan plat siku (40x40x2). Las angkur siku dengan
stek yang sudah dibor tepat digaris sudut marking seperti di gambar.

10
Method Statement

8.4. Pekerjaan Bekisting


Bekisting yang dipakai harus sesuai dengan standar yang dimiliki perusahaan, dimana
sabuk harus terpasang kuat untuk menahan tekanan lateral dari beton pada fase cair atau
awal pengecoran. Beksiting menggunakan panel phenolic yang sudah terfabrikasi.
• Pastikan sebelum dipasang bekisting, panel bekisting dalam sudah dilapisi dengan minyak
bekisting, sehingga pada saat pembongkaran permukaan beton tidak rusak akibat gesekan
dengan panel bekisting.
• Pastikan sebelum kolom tertutup bekisting, beton deking sudah terpasang untuk menjaga
selimut dari beton kolom.
• Angkut bekisting ke titik kolom yang akan dicor
• Pasang sabuk kolom, tierod dan penyangga bekisting

• Selanjutnya cek ketegakan pemasangan dengan bantuan bandul / unting-unting pemberat,


bila seandainya bekisting tidak tegak maka pipe support dapat diatur hingga bekisting
dapat terpasang tegak lurus.
8.5. Pekerjaan Pengecoran
Tahapan pekerjaan pengecoran adalah sebagai berikut :
• Dilakukan test slump terlebih dahulu pada material beton yang akan digunakan untuk
pengecoran. Nilai slump minimal ± 12cm.

11
Method Statement

• Usahakan jarak jatuhnya beton tidak lebih dari 100cm, untuk mencegah material beton
hasil pengadukan terpecah saat dituang.
• Pengecoran Kolom dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar rencana.
• Pengecoran dilakukan dengan menggunakan Bucket dan dihubungkan dengan pipa tremi,
untuk pemadatan dilakukan dengan shaft dan vibrator.
• Sebelum beton dituang kedalam bekisting usahakan shaft vibrator telah diposisikan
mendekati dasar kolom dan bagian tengah / sudut, tuangkan beton sedikit demi sedikit,
hidupkan vibrator dan lakukan pemadatan secukupnya. Demikian seterusnya sampai
dengan elevasi yang diinginkan.
• Sedang untuk bagian external dapat dilakukan dengan memukul-mukul bekisting dengan
palu kayu / karet pada bagian luar.

• Bekisting dibuka jika sudah mencapai umur minimal 12 jam.


• Pembongkaran bekisting per panel untuk menghindari beton sudutan kolom geripis.

12
Method Statement

8.6. Pekerjaan Perawatan


• Buka bekisting kolom jika umur beton sudah mencapai umur minimal 12 jam.
• Pada saat proses buka bekisting agar berhati-hati agar sudut pada kolom tidak geripis
• Beri perawatan beton agar tdak terjadi retak dengan curing compound.

9. SURVEY PLAN
9.1. Cheklist Pekerjaan
Checklist Pekerjaan Kolom / Kolom, yang mengacu pada ITP, dapat dilihat pada Lampiran 3.
Check List Pekerjaan Kolom / Kolom

10. RESOURCES
10.1 Alat

Tabel 4. Resources: Alat

Nr. Alat Spesifikasi QTY


1 Bar cutter dan bar bender 1 set

13
Method Statement

2 Ready Mix Truck 2 unit


3 Theodholite 1 unit
4 Tower Crane 1 unit
5 Bucket cor & Tremi 1 unit
6 Shaft & Vibrator 3 unit
7 Set Bekisting Phenolic Kolom 9 unit
8 Alat Las 1 unit

10.2 Material

Tabel 5. Resources: Material

Nr. Material Nomor Referensi Material


1 Besi beton
2 Beton 30 Mpa
3 Kawat bendrat
4 Sepatu kolom & Beton deking
5 Admixture (curing agent, bonding agent, plasticizer)

10.3 Man Power

Tabel 6. Resources: Man Power

Nr. Jenis Personil ( jabatan ) Quantity


1 General Superintendent 1
2 Superintendent 2
3 Surveyor 2
4 ARK 2
5 Mandor 3
6 Pekerja Bekisting 8
7 Pekerja Besi 5
8 Pekerja Cor 5

11. DAFTAR PROSEDUR, WI DAN BDE


• BDE/SH/2015/002 – PROTEKSI
• BDE/SH/2015/005 - ALAT LISTRIK
• BDE/SH/2015/007 – STANDAR MINIMUM PEKERJAAN PENGELASAN
• BDE/SH/2015/008 – APD
• BDE/SH/2015/012 – STANDAR MIMINUM PEKERJAAN PENGECORAN

14
Method Statement

• BDE/SH/2015/014 - ALAT BERAT


• PP/BIROPOB/W/007- BEKERJA DI KETINGGIAN
• PP/BIROPOB/W/008- PEMASANGAN DAN PEMBONGKARAN PERANCAH
• PP/BIROPOB/W/009 – PERMOHONAN DAN PENYERAHAN APD DI PROYEK
• PP/BIROPOB/P/017 - PROSEDUR SELEKSI DAN MOBILISASI ALAT BERAT
• BDE7/GDG/STR/KLM/2015/001 – PEKERJAAN PENGECORAN KOLOM
• BDE7/GDG/STR/KLM/2015/003 – PEKERJAAN SEPATU KOLOM
• BDE7/GDG/STR/KLM/2015/004 – PEKERJAAN KEPALA KOLOM
• BDE7/GDG/STR/KLM/2015/005 - PEKERJAAN BEKISTING KOLOM KAYU
• BDE7/GDG/STR/KLM/2015/007 – PEKERJAAN PEMBESIAN KOLOM
• BDE7/GDG/STR/KLM/2015/008 – PEKERJAAN SABUK KOLOM

12. MANAJEMEN KUALITAS

12.1. Quality Assurance


1. Memastikan Metode Kerja yang telah disetujui tersedia dan pekerjaan dilaksanakan sesuai
dengan metode kerja, dokumen kontrak dan vendor dokumen.
2. Metoda kerja harus diketahui oleh setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan
3. Memberikan Inspection Test Plan (ITP) dan memastikan ceklist internal persiapan
pekerjaan telah dipenuhi sebelum pekerjaan dilaksanakan
4. Melakukan identifikasi semua material, alat, prosedur, sumber daya dan manajemen agar
tercapai pekerjaan baik

12.2. Quality Control


1. Ijin pekerjaan telah disetujui sesuai dengan metoda, area, material dan peralatan.
2. Melakukan kontrol pada ITP dan menjamin dapat terlaksana
3. Melakukan update ITP guna meningkatkan mutu hasil pekerjaan
4. Mempersiapkan rencana, prosedur dan dokumen terkait pekerjaan
5. Urutan setiap pekerjaan mengikuti metoda kerja termasuk pengakhiran.
6. Melakukan kontrol mutu terhadap hasil pekerjaan sesuai dengan ITP dan memastikan
rekam-mutu disimpan dengan baik.

12.3. Quality Target


Memuat Quality Target untuk WMS ini, Quality Target dalam WMS mengacu / diambil dari
Quality Target (Master) pada Project Planning Lamp. 4 Quality Target (Master) [WI Project
Planning].

Tabel 7. Quality Target Metode Pekerjaan


No. Item Pekerjaan Kriteria Penilaian Satuan

15
Method Statement

1. Material sesuai dengan metode unit


2. Dimensi dan Pemasangan unit
sesuai shop drawing
3. Dudukan bekisting kuat dan Unit
kokoh
4. Joint bekisting rata dan tidak plin Unit
1 BEKISTING
5. Pelumas/Minyak bekisting telah Unit
dioles rata
6. Sambungan/joint rapat dan tidak Unit
berongga
7. Stop cor kuat/kokoh dan tidak Unit
berongga
1. Besi telah di test sesuai Unit
spesifikasi teknis
2. Diameter besi sesuai shop Unit
drawing
3. Bending besi sesuai dengan Unit
shop drawing
4. Susunan dan spasi pemasangan Unit
2 PEMBESIAN
besi sesuai shop drawing
5. Ikatan besi kuat/kokoh dan Unit
merata
6. Overlaping besi sesuai shop Unit
drawing dan spesifikasi teknis
7. Cakar ayam di pasang sesuai Unit
shop drawing
1. Campuran Beton telah di trial mix Unit
2. Mutu beton Sesuai spesifikasi Unit
teknik
3. Beton tidak boleh di tambah air Unit
4. Elevasi sesuai shop drawing Unit
5. Stop cor direncanakan sesuai Unit
spesifikasi teknik dan shop drawing
6. Beton deking terpasang sesuai Unit
3 PENGECORAN
dengan shop drawing
7. Jumlah dan kondisi Vibrator Unit
memenuhi
8. Lokasi pengecoran bersih dari Unit
sampah, serbuk, kawat, dll
9. Cara pemadatan dilakukan Unit
dengan benar sesuai spesifikasi
teknik

13. MANAJEMEN K3
1. Pengenalan keselamatan dan kesehatan kerja harus sudah diperkenalkan kepada setiap orang
yang terlibat di proyek sebelum pekerjaan konstruksi dimulai melalui induksi K3.

16
Method Statement

2. Urutan kerja, potensi-potensi yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja baik peralatan, material
maupun metoda kerja harus dijelaskan dalam tahap awal dan pada tool box meeting/pre start
meeting. Hal ini dituangkan secara detail dalam Job Safety Analysis (JSA).
3. Melakukan Prestart Briefing sebelum melakukan pekerjaan
4. Mengisi dan menyerahkan Surat Izin Bekerja satu hari sebelum bekerja.
5. Semua orang yang terlibat dalam pekerjaan harus memakai alat pelindung diri selama dalam
area proyek. Pemberian rambu-rambu keamanan dan kesehatan kerja selalu ditempatkan pada
lokasi yang sesuai.
6. Petugas mekanik bersama safety harus selalu memeriksa peralatan dan memberi tangging pada
alat yang sedang dipakai dan yang akan dipakai dalam proses konstruksi secara berkala.
7. Hal-hal khusus yang memerlukan perhatian :
▪ Penempatan material
▪ Pemeriksaan akses transportasi
▪ Alat angkat tidak mengalami overload
▪ Gunakan sling dalam kondisi yang baik, panjang yang direncanakan, dan sesuai dengan
beban yg di angkat
▪ Perhatian ditujukan secara khusus pada material kimia (admixture), berikan tempat khusus
dengan tanda khusus
▪ Setiap material pendukung harus mempunyai MSDS
▪ Sediakan Apar pada area pekerjaan pengelasan, atau fabrikasi besi
8. Peralatan perlindungan kerja yang harus dipergunakan adalah:
▪ Helm
▪ Safety shoe
▪ Safety glove
▪ Full body harness
▪ Safety vest
▪ Safety glasses
▪ Safety Gloves
14. MANAJEMEN ALAT

Tabel 8. Manajemen Utilisasi Alat


Nr. Alat Penggunaan QTY
1 Tower Crane Langsir Besi dan Bekisting 1 unit
Fabrikasi besi sesuai
2 Bar Bender & Barcutter 1 set
Shopdrawing
3 Ready Mix Truck Produksi beton Readymix 1 unit
Sumber Daya listrik untuk
4 Gardu 1 unit
operasional

Tabel 9. Manajemen Mobilisasi Alat

17
Method Statement

Waktu
Alat
Pagi Siang Sore Malam
Mobile Crane
Barbender/barcutter
Ready Mix Truck
Gardu

Siklus penggunaan alat pada pekerjaan kolom dapat dilihat dalam Tabel 9. Manajemen Mobilisasi
Alat. Penggunaan Bar Bender / Barcutter hanya dilakukan untuk Pekerjaan Fabrikasi Besi, yang
efektif dilaksanakan pada saat siang hari. Sementara untuk Pekerjaan Pengecoran direncanakan
pada saat Pekerjaan Bekisting dan Pembesian sudah selesai, yaitu pada waktu Sore hari dan juga
Malam hari.

15. MANAJEMEN LALU LINTAS


Truck Mixer masuk ke area kampus melalui pintu 6 menuju pos 2 proyek.

16. RISK ASSESSMENT

16.1. IBPR ( sesuai Item Pekerjaan )


Memuat Identifikasi Bahaya & Pengendalian Resiko (IBPR) Proyek untuk Item Pekerjaan ini
yang mengacu / diambil dari IBPR (Master) pada Project Planning sesuai dengan kebutuhan.
Pengisian IBPR dan lampiran template mengikuti WI Identifikasi Bahaya, Penilaian dan
Pengendalian Risiko (IBPR) No. PP/BIROPOB/W/002.

16.2. JSA ( sesuai Item Pekerjaan )


Memuat Job Safety Analysis (JSA) Proyek untuk untuk Item Pekerjaan ini. Pengisian JSA
lampiran template mengikuti WI Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian
Risiko (IBPR) No. PP/BIROPOB/W/002.

18
Method Statement

16.3. ITP ( sesuai Item Pekerjaan)


Memuat Inspection & Test Plan untuk Item Pekerjaan ini yang mengacu / diambil dari ITP
(Master) pada Project Planning sesuai dengan kebutuhan. Template mengacu pada
Lampiran 2. ITP (WMS Pek.) [WI WMS].

16.4. IPPAL ( sesuai Item Pekerjaan)


Memuat Identifikasi Pengendalian, Pemantauan Aspek Lingkungan (IPPAL) untuk Item
Pekerjaan ini yang mengacu / diambil dari IPPAL (Master) pada Project Planning sesuai
dengan kebutuhan. Pengisian IPPAL lampiran template mengikuti WI Identifikasi
Pengendalian, Pemantauan Aspek Lingkungan (IPPAL) No. PP/BIROPOB/W/003.

17. LAMPIRAN
-

19

Anda mungkin juga menyukai